cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 230 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MICROSOFT EXCEL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI STATISTIKA SISWA SMP Fagiel Arfany; Zul Anwar; Restu Wibawa
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15040

Abstract

ABSTRACT Improving students’ learning outcomes is one of the indicators of successful learning processes. This study aimed to analyze the effectiveness of using Microsoft Excel in improving students’ learning outcomes compared with conventional learning. The study employed a quasi-experimental method involving 60 students who were divided into an experimental group and a control group, with 30 students in each group. The research was conducted through a pretest to determine students’ initial abilities, the implementation of learning using Microsoft Excel in the experimental group, the implementation of conventional learning in the control group, and a posttest to measure students’ learning outcomes after the learning process. The data were analyzed using the N-Gain test to determine the level of improvement in learning outcomes and the Independent Samples T-Test to examine differences in learning outcomes between the two groups. The results showed that the initial abilities of the two groups were relatively balanced, with a mean pretest score of 62.00 for the experimental group and 60.17 for the control group. After the learning process, the mean posttest score of the experimental group increased to 85.50, with an N-Gain score of 0.62, categorized as moderate, while the control group obtained a mean posttest score of 75.17 with an N-Gain score of 0.38. The results of the Independent Samples T-Test showed a significant difference between the experimental and control groups in both posttest scores (t-count = 8.514; p < 0.001) and N-Gain scores (t-count = 12.090; p < 0.001), with t-count > t-table (2.001). Therefore, the use of Microsoft Excel showed a greater improvement in students’ learning outcomes compared with conventional learning. ABSTRAK Peningkatan hasil belajar siswa (learning outcomes) merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Microsoft Excel dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan melibatkan 60 siswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Penelitian dilaksanakan melalui pemberian pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa, penerapan pembelajaran menggunakan Microsoft Excel pada kelompok eksperimen, penerapan pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol, serta pemberian posttest untuk mengukur hasil belajar setelah pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar dan Independent Samples T-Test untuk menguji perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif seimbang, dengan rata-rata pretest sebesar 62,00 pada kelompok eksperimen dan 60,17 pada kelompok kontrol. Setelah pembelajaran, rata-rata posttest kelompok eksperimen meningkat menjadi 85,50 dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 dalam kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol memperoleh rata-rata posttest sebesar 75,17 dengan nilai N-Gain sebesar 0,38. Hasil uji Independent Samples T-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada hasil posttest (thitung = 8,514; p < 0,001) dan N-Gain (thitung = 12,090; p < 0,001), dengan thitung > ttabel (2,001). Dengan demikian, penggunaan Microsoft Excel menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
TRADISI ROAH SEBAGAI PEDAGOGI BUDAYA: TRANSFORMASI MAKNA SIMBOLIK MENJADI KARAKTER PESERTA DIDIK Jumiati Septiawati; Badarudin Badarudin; Musifuddin Musifuddin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15044

Abstract

ABSTRACT Local traditions have the potential to serve as sources of character education when students are directly involved in cultural practices and understand the values embedded within them. In the context of Islamic schools, Roah is not merely a cultural-religious practice but can also function as a pedagogical space that connects religious, social, and cultural values with students’ lived experiences. This study aims to analyze the implementation of Roah, its symbolic meanings, educational values, and contribution to students’ character development at MTs NW Anjani, East Lombok. The study employed a qualitative approach with an ethnographic orientation. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the school principal, teachers, students, and informants with knowledge of the Roah tradition. Data were analyzed through reduction and coding, categorization, theme identification, and verification using source and technique triangulation. The findings show that Roah is conducted during various school occasions through a series of activities involving the active participation of students and the wider school community. The symbolic meanings identified connect religious practices, togetherness, sharing, and cultural identity, while the educational values encompass religiosity, mutual cooperation, responsibility, discipline, social concern, togetherness, and cultural preservation. These values become educational experiences through participation, role modeling, habituation, and reflection on cultural practices. The study concludes that Roah has the potential to be developed as a contextual and participatory cultural pedagogy for students’ character development, as cultural values are not merely conveyed verbally but are experienced and practiced within the life of the Islamic school. ABSTRAK Tradisi lokal memiliki potensi menjadi sumber pendidikan karakter ketika peserta didik terlibat langsung dalam praktik budaya dan memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam konteks madrasah, Roah tidak hanya menjadi praktik budaya-keagamaan, tetapi juga dapat menjadi ruang pedagogis untuk menghubungkan nilai religius, sosial, dan budaya dengan pengalaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Roah, makna simbolik, nilai edukatif, dan kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik di MTs NW Anjani, Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, guru, peserta didik, serta informan yang memahami tradisi Roah. Analisis data dilakukan melalui reduksi dan pengodean, kategorisasi, penemuan tema, serta verifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roah dilaksanakan dalam berbagai momentum madrasah melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik dan warga madrasah. Makna simbolik yang ditemukan menghubungkan praktik keagamaan, kebersamaan, berbagi, dan identitas budaya, sedangkan nilai edukatifnya mencakup religiusitas, gotong royong, tanggung jawab, disiplin, kepedulian sosial, kebersamaan, dan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut menjadi pengalaman pendidikan melalui keterlibatan, keteladanan, pembiasaan, dan pemaknaan terhadap praktik budaya. Penelitian menyimpulkan bahwa Roah berpotensi dikembangkan sebagai pedagogi budaya yang kontekstual dan partisipatif dalam pembentukan karakter peserta didik, karena nilai budaya tidak hanya disampaikan secara verbal, tetapi dialami dan dipraktikkan dalam kehidupan madrasah.
EFEKTIVITAS APLIKASI DUOLINGO UNTUK MENINGKATKAN KOSAKATA SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI MTS DARUL ISTIQOMAH NWDI JUET TAHUN AJARAN 2026/2027 Moh. Januardi
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15061

Abstract

ABSTRACT Vocabulary mastery is a fundamental aspect of English language learning because it plays an important role in supporting students’ language skills. However, conventional vocabulary learning methods may limit students’ engagement and motivation during the learning process. This study aimed to examine and analyze the effectiveness of Duolingo, a mobile-based and gamification-oriented application, in improving the vocabulary mastery of eighth-grade students at MTs Darul Istiqomah NWDI Juet in the 2026/2027 academic year. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Non-equivalent Control Group Design. The population consisted of all 53 eighth-grade students, who were selected using total sampling and divided into an experimental group (Class VIII A, 27 students) and a control group (Class VIII B, 26 students). The experimental group received vocabulary instruction using the Duolingo application, while the control group was taught using conventional methods. Data were collected through an objective test consisting of 25 multiple-choice items administered as a pre-test and post-test. The results showed that the experimental group obtained a higher post-test mean score of 84.25 compared with 71.10 for the control group. The results of the independent samples t-test indicated that the obtained t-value was 4.82, which was higher than the critical t-value of 2.00, with p < 0.001. Therefore, H0 was rejected and Ha was accepted. Furthermore, the Cohen’s d effect size was 0.92, indicating a large effect. Thus, the use of Duolingo was found to be effective and had a significant positive effect on students’ vocabulary mastery. ABSTRAK Penguasaan kosakata merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembelajaran bahasa Inggris karena berperan penting dalam mendukung keterampilan berbahasa siswa. Namun, pembelajaran kosakata dengan metode konvensional dapat menyebabkan keterbatasan keterlibatan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi berbasis mobile dan gamifikasi, Duolingo, terhadap peningkatan penguasaan kosakata siswa kelas VIII MTs Darul Istiqomah NWDI Juet Tahun Ajaran 2026/2027. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental tipe Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian terdiri atas seluruh siswa kelas VIII sebanyak 53 siswa yang ditentukan menggunakan teknik Total Sampling, kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen (kelas VIII A, 27 siswa) yang memperoleh pembelajaran menggunakan aplikasi Duolingo dan kelompok kontrol (kelas VIII B, 26 siswa) yang memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes objektif berupa 25 soal pilihan ganda yang diberikan pada tahap Pre-Test dan Post-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai Post-Test kelompok eksperimen sebesar 84,25, lebih tinggi daripada kelompok kontrol sebesar 71,10. Hasil Independent Sample t-Test menunjukkan nilai t_hitung sebesar 4,82 > t_tabel sebesar 2,00 dengan nilai p < 0,001, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Selain itu, nilai Cohen’s d sebesar 0,92 menunjukkan ukuran efek dalam kategori besar. Dengan demikian, penggunaan aplikasi Duolingo terbukti efektif dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan penguasaan kosakata siswa kelas VIII.
PERBANDINGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIG BOOK DENGAN BUSY BOOK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PEMBELAJARAN IPA KELAS VII DI SMPN 2 SAKRA BARAT TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Baiq Nia Heraniwati; Zinnurain Zinnurain; Muzakkir Muzakkir
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15074

Abstract

  ABSTRACT Low student interest in learning Natural Sciences (IPA), characterized by limited attention, participation, enthusiasm, and involvement, as well as the limited variety of learning media, provided the basis for this study. This study aimed to determine the difference in students’ learning interest between the use of Big Book and Busy Book media in the Classification of Living Things topic among seventh-grade students at SMPN 2 Sakra Barat, East Lombok Regency, in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a comparative research design. The population consisted of all seventh-grade students, with a sample of 60 students comprising 30 students in the Big Book group and 30 students in the Busy Book group, selected using purposive sampling. The primary data were collected through a Likert-scale learning interest questionnaire, while observation was used to obtain information about the implementation of learning activities and student engagement during the learning process, and documentation was used as supporting research data. The questionnaire instrument was tested for validity, while the learning interest data were analyzed using descriptive statistics, a homogeneity test, and an Independent Samples t-Test. The results showed that the mean learning interest score of the Big Book group was 71.87 with a standard deviation of 8.557, whereas the Busy Book group obtained a mean score of 106.40 with a standard deviation of 7.020. The homogeneity test showed a significance value of 0.342 > 0.05, while the Independent Samples t-Test produced t = -17.089, df = 58, and Sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05. Therefore, there was a significant difference in learning interest between students who used Big Book and Busy Book media. The Busy Book group had a higher mean learning interest score, with a difference of 34.53 points compared with the Big Book group. These findings indicate that Busy Book can be considered an alternative interactive learning medium for Natural Sciences instruction, particularly in the Classification of Living Things topic, with the interpretation limited to the difference in learning interest identified in this study. ABSTRAK Rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang ditandai dengan kurangnya perhatian, partisipasi, antusiasme, dan keterlibatan siswa, serta penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi, menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat belajar siswa antara penggunaan media Big Book dan Busy Book pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup kelas VII SMPN 2 Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, dengan sampel sebanyak 60 siswa yang terdiri atas 30 siswa kelompok Big Book dan 30 siswa kelompok Busy Book, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data utama dikumpulkan melalui angket minat belajar skala Likert, sedangkan observasi digunakan untuk memperoleh informasi mengenai keterlaksanaan pembelajaran dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, serta dokumentasi digunakan sebagai data pendukung penelitian. Instrumen angket diuji validitasnya, sedangkan data minat belajar dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji homogenitas, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor minat belajar kelompok Big Book sebesar 71,87 dengan standar deviasi 8,557, sedangkan kelompok Busy Book sebesar 106,40 dengan standar deviasi 7,020. Hasil uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi 0,342 > 0,05, sedangkan Independent Samples t-Test menghasilkan nilai t = -17,089, df = 58, dan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan minat belajar yang signifikan antara siswa yang menggunakan media Big Book dan Busy Book. Kelompok Busy Book memiliki rata-rata skor minat belajar lebih tinggi dengan selisih 34,53 poin dibandingkan kelompok Big Book. Temuan ini menunjukkan bahwa Busy Book dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup, dengan interpretasi terbatas pada perbedaan minat belajar yang ditemukan dalam penelitian ini.
EFEKTIVITAS BLOCKLY GAME BERBASIS DRAG AND DROP TERHADAP MINAT BELAJAR INFORMATIKA SISWA SMP Intan Dwi Lestari; Hadi Gunawan Sakti; Muzakkir Muzakkir
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15077

Abstract

ABSTRACT Interactive learning media is one alternative that can be used to increase student engagement in the learning process. This study aims to determine the effectiveness of using Blockly Game as an interactive learning medium on students’ learning interest. The study employed a quasi-experimental method with a Non-equivalent Control Group Design. The subjects consisted of 64 students, divided into an experimental group of 32 students and a control group of 32 students. The experimental group received learning using Blockly Game, while the control group received conventional instruction. Data on students’ learning interest were collected using a questionnaire based on learning interest indicators and analyzed using descriptive statistics and an Independent Samples t-Test. The results showed a difference in learning interest between the experimental and control groups, with the experimental group obtaining a higher learning interest score than the control group. The statistical test indicated that the difference was statistically significant. Therefore, Blockly Game can be considered an alternative interactive learning medium to support students’ learning interest compared with conventional instruction. ABSTRAK Penggunaan media pembelajaran interaktif menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif Blockly Game terhadap minat belajar siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen (quasi-experiment) dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas 64 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen sebanyak 32 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 32 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan Blockly Game, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran dengan metode konvensional. Data minat belajar dikumpulkan menggunakan angket berdasarkan indikator minat belajar dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan skor minat belajar kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan secara statistik. Dengan demikian, penggunaan Blockly Game dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran interaktif untuk mendukung minat belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional.
KEKUATAN EKOSISTEM SOSIAL PESANTREN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS UNTUK PENGUATAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK Dedi Maman Daman Huri; Muhamad Ali; Abdul Rasyad
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15097

Abstract

ABSTRACT The communal life of Islamic boarding schools provides an educational setting that brings together social experiences, values, and social studies learning in students’ everyday lives. This context forms the basis of the present study, which aims to analyze the social strengths of Pondok Pesantren Darul Hijrah NWDI Orong Balu as a learning resource for Social Studies and to examine the social skills that develop through these experiences. The study employed a descriptive qualitative approach with a case study orientation. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving students, Social Studies teachers, caregivers, and pesantren community leaders from May to September 2025. The data were organized through coding, categorization, theme development, triangulation, and interpretation to map the relationship between social practices within the pesantren, their use in Social Studies learning, and the social skills manifested through these experiences. The findings revealed three main domains: the pesantren’s collective life as a social ecosystem, everyday activities as Social Studies learning resources, and social experiences as a space for strengthening communication, collaboration, empathy, tolerance, responsibility, adaptability, and leadership. Practices such as mutual cooperation, deliberation, religious habituation, student organizations, and shared responsibilities can be connected to Social Studies topics including social norms, cooperation, diversity, conflict, leadership, and social participation. The study concludes that the pesantren can function as an authentic Social Studies learning resource when local experiences are deliberately connected to learning objectives and student reflection. ABSTRAK Kehidupan komunal di pesantren menyediakan ruang pendidikan yang mempertemukan pengalaman sosial, nilai, dan pembelajaran IPS dalam keseharian peserta didik. Kondisi tersebut menjadi fokus penelitian ini, yang diarahkan untuk menganalisis kekuatan masyarakat Pondok Pesantren Darul Hijrah NWDI Orong Balu sebagai sumber belajar IPS serta keterampilan sosial yang berkembang melalui pengalaman tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif berorientasi studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap santri, guru IPS, pengasuh, dan tokoh pesantren selama Mei–September 2025. Data ditata melalui pengodean, kategorisasi, pengembangan tema, triangulasi, dan interpretasi untuk memetakan hubungan antara praktik sosial pesantren, pemanfaatannya dalam pembelajaran IPS, dan keterampilan sosial yang tampak. Temuan mengarah pada tiga ranah utama: kehidupan kolektif pesantren sebagai ekosistem sosial, aktivitas keseharian sebagai sumber belajar IPS, serta pengalaman sosial sebagai ruang penguatan komunikasi, kolaborasi, empati, toleransi, tanggung jawab, adaptasi, dan kepemimpinan. Praktik gotong royong, musyawarah, pembiasaan keagamaan, organisasi, dan tanggung jawab bersama dapat dihubungkan dengan materi norma sosial, kerja sama, keberagaman, konflik, kepemimpinan, dan partisipasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren dapat berfungsi sebagai sumber belajar IPS yang autentik ketika pengalaman lokal secara sengaja dihubungkan dengan tujuan pembelajaran dan refleksi peserta didik.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VCD DAN MIKROSKOP TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA SMP Muh. Salman Al Wathoni; Muhammad Khairul Wazni; Marhamah Marhamah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15098

Abstract

ABSTRACT The differences in how students interact with biology content become an important consideration when instructional media are used to foster both engagement and learning achievement. This study examined differences in learning motivation and achievement between learning with VCD and microscope media, as well as the relationship between motivation and learning achievement. Ninth-grade students from SMP Negeri 1 Kediri and SMP Negeri 2 Kediri, West Lombok, participated in the study using a posttest-only design. Data were collected through a 30-item achievement test and a 30-item motivation questionnaire, then analyzed using the Independent Samples t-Test, product-moment correlation, and ANOVA with SPSS 11.50 at α=0.05. The VCD group obtained a mean motivation score of 113.16, higher than the microscope group’s score of 109.60, with a significant difference (p=0.00). A similar pattern was observed for learning achievement, with mean scores of 21.98 and 21.03, respectively (p=0.00). Motivation was also positively correlated with learning achievement (r=0.531; p=0.00), while the ANOVA yielded a significance value of 0.00. These findings position media selection as part of learning experience design rather than merely a technical choice. VCD produced higher outcomes in the context of this study, while the use of instructional media should remain aligned with the characteristics of the content and learning activities. Future research may involve broader populations and employ designs that allow changes in learning outcomes to be examined more comprehensively. ABSTRAK Perbedaan cara siswa berinteraksi dengan materi biologi menjadi pertimbangan penting ketika media pembelajaran digunakan untuk membangun keterlibatan sekaligus pencapaian belajar. Penelitian ini menelaah perbedaan motivasi dan prestasi belajar pada pembelajaran menggunakan VCD dan mikroskop, serta keterkaitan motivasi dengan prestasi belajar. Siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kediri dan SMP Negeri 2 Kediri Lombok Barat mengikuti pembelajaran dalam rancangan posttest-only. Data diperoleh melalui tes prestasi berjumlah 30 soal dan angket motivasi sebanyak 30 item, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample t-Test, korelasi product moment, dan ANOVA dengan SPSS 11.50 pada α=0,05. Kelompok VCD memperoleh rata-rata motivasi 113,16, lebih tinggi daripada kelompok mikroskop sebesar 109,60, dengan perbedaan signifikan (p=0,00). Pola serupa tampak pada prestasi belajar, masing-masing 21,98 dan 21,03 (p=0,00). Motivasi juga berkorelasi positif dengan prestasi belajar (r=0,531; p=0,00), sedangkan hasil ANOVA menunjukkan signifikansi 0,00. Temuan ini menempatkan pemilihan media sebagai bagian dari perancangan pengalaman belajar, bukan sekadar pilihan teknis. VCD menunjukkan capaian yang lebih tinggi dalam konteks penelitian ini, sementara pemanfaatan media tetap perlu disesuaikan dengan karakter materi dan aktivitas belajar. Penelitian lanjutan dapat memperluas populasi dan menggunakan rancangan yang memungkinkan perubahan capaian diamati secara lebih komprehensif.
TRANSFORMASI PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS BERBASIS COACHING: STRUCTURAL EQUATION MODELING TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KINERJA TEACHER EXCELLENCE Nurhidayah Nurhidayah; Musifuddin Musifuddin; Badarudin Badarudin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15099

Abstract

ABSTRACT Elementary school teacher supervision faces challenges when its implementation is oriented more toward administrative inspection than professional capacity development. This study examines the effect of coaching-based clinical supervision on teachers’ pedagogical competence and performance, while also examining the position of pedagogical competence within the relationships among the constructs. The study employed an explanatory quantitative approach using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (PLS-SEM) through SmartPLS 4.0. All 68 elementary school teachers in Gugus 02 Sukamulia were included using a saturated sampling technique, while data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire. Evaluation of the measurement model indicated that the research constructs met the criteria for validity and reliability. In the structural model, coaching-based clinical supervision had a positive effect on pedagogical competence (β = 0.542; p < 0.001) and teacher performance (β = 0.318; p = 0.002). Pedagogical competence also had a positive effect on teacher performance (β = 0.486; p < 0.001), while the model explained 61.4% of the variance in teacher performance. These findings position coaching-based supervision as a professional development approach that can connect the enhancement of pedagogical capacity with the implementation of teachers’ professional responsibilities. ABSTRAK Supervisi guru di sekolah dasar menghadapi tantangan ketika pelaksanaannya lebih berorientasi pada pemeriksaan administratif daripada pengembangan kapasitas profesional. Penelitian ini menguji pengaruh supervisi klinis berbasis coaching terhadap kompetensi pedagogik dan kinerja guru, sekaligus menelaah posisi kompetensi pedagogik dalam hubungan antarkonstruk tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4.0. Seluruh 68 guru sekolah dasar di Gugus 02 Sukamulia dilibatkan dengan teknik sampel jenuh, sedangkan data diperoleh melalui kuesioner berskala Likert lima poin. Evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa konstruk penelitian memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Pada model struktural, supervisi klinis berbasis coaching berpengaruh positif terhadap kompetensi pedagogik (β = 0,542; p < 0,001) dan kinerja guru (β = 0,318; p = 0,002). Kompetensi pedagogik juga berpengaruh positif terhadap kinerja guru (β = 0,486; p < 0,001), sementara model menjelaskan 61,4% variasi kinerja guru. Temuan tersebut menempatkan supervisi berbasis coaching sebagai pendekatan pembinaan yang dapat mempertemukan pengembangan kapasitas pedagogik dengan pelaksanaan tugas profesional guru.
EFEKTIVITAS MEDIA KOMPUTER DAN ATLAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS: PERAN MOTIVASI SISWA Zurriatun Hasanah; Badarudin Badarudin; Abdullah Muzakar
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.15100

Abstract

ABSTRACT Social studies (IPS) presents students with content that requires them to interpret visual information, understand spatial relationships, and connect historical events with their contexts. This study therefore examines the use of computer and atlas media in relation to students’ learning outcomes in geography and history and their learning motivation. The study involved 80 seventh-grade students from SMP Negeri 1 and SMP Negeri 2 Aikmel, East Lombok, using a quantitative experimental design. Data were collected through measures of learning motivation, pretests, and posttests, and analyzed using normality and homogeneity tests, t-tests, Product Moment correlation, multiple correlation, and the F-test. Students who learned using computers and atlases achieved mean scores of 64.32 in geography and 66.73 in history, compared with 50.67 and 55.70, respectively, in the comparison group. The differences were significant, with calculated t values of 12.59 for geography and 8.29 for history, exceeding the critical t value of 1.981. The relationship between media use and learning motivation was also significant, with r = 0.708 for geography and r = 0.797 for history. The simultaneous analysis yielded F = 161.5 > 19.47. These findings position computers and atlases as a potentially useful combination of media for supporting learning outcomes and students’ motivational engagement in social studies. ABSTRAK Pembelajaran IPS menghadirkan materi yang menuntut siswa membaca informasi visual, memahami ruang, serta menghubungkan peristiwa dengan konteksnya. Kondisi tersebut mendorong penelitian ini untuk menelaah penggunaan media komputer dan atlas dalam kaitannya dengan hasil belajar geografi dan sejarah serta motivasi siswa. Penelitian melibatkan 80 siswa kelas VII SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Aikmel, Lombok Timur, melalui rancangan kuantitatif eksperimen. Data dikumpulkan melalui pengukuran motivasi, prates, dan postes, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji-t, korelasi Product Moment, korelasi ganda, dan uji F. Kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan komputer dan atlas mencapai rata-rata 64,32 pada geografi dan 66,73 pada sejarah, sedangkan kelompok pembanding masing-masing memperoleh 50,67 dan 55,70. Perbedaan tersebut signifikan, dengan t hitung 12,59 pada geografi dan 8,29 pada sejarah, melampaui t tabel 1,981. Hubungan media dengan motivasi juga signifikan, ditunjukkan oleh r = 0,708 pada geografi dan r = 0,797 pada sejarah. Analisis simultan menghasilkan F = 161,5 > 19,47. Temuan ini menempatkan komputer dan atlas sebagai kombinasi media yang potensial untuk mendukung capaian belajar sekaligus keterlibatan motivasional siswa dalam pembelajaran IPS.
REKONSTRUKSI MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN MAHASISWA BERBASIS AUTHENTIC ASSESSMENT DAN LEARNING ANALYTICS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS UMPAN BALIK DI PERGURUAN TINGGI Suhar Yani; Ni Ketut Alit Suarti; Jessica Festy Maharani; Ismi Nurul Magfirah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15121

Abstract

ABSTRACT Learning evaluation in higher education needs to move beyond grade-oriented practices toward a process that provides evidence of competence, feedback, and information to support instructional improvement. This study aimed to analyze learning evaluation practices, the implementation of authentic assessment, feedback provision, the use of Learning Management Systems (LMS), and the need for an evaluation model integrating authentic assessment and learning analytics. A descriptive survey was conducted with 44 respondents, consisting of 19 lecturers and 25 students from the Faculty of Education and Psychology, Universitas Pendidikan Mandalika. Data were collected through questionnaires containing multiple-choice questions, checklists, Likert-scale items, and open-ended questions. Quantitative data were analyzed using frequencies, percentages, means, and standard deviations, while qualitative responses were analyzed thematically to identify model development needs. The findings indicate that authentic assessment has been implemented through presentations, case studies, practical activities, projects, and portfolios; however, its implementation remains uneven due to time constraints and assessment workload. Students’ perceptions of learning evaluation were categorized as moderate, with a mean score of 3.30 on the Likert scale, equivalent to 65.96% of the ideal score. Feedback was predominantly provided orally, while LMS was utilized by 63.16% of lecturers but had not been optimally employed to support learning analytics. These findings indicate a gap between the availability of learning data and its utilization for feedback provision and instructional decision-making. Based on these findings, an evaluation model is needed to integrate Course Learning Outcomes (CPMK), Outcome-Based Education (OBE), authentic assessment, LMS, learning analytics, feedback, and reflection within a continuous learning evaluation cycle. This study provides a needs-analysis foundation for the subsequent development and validation of the proposed model. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran di perguruan tinggi perlu diarahkan tidak hanya pada pemberian nilai, tetapi juga pada penyediaan bukti kompetensi, umpan balik, dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar perbaikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik evaluasi pembelajaran, penerapan authentic assessment, pemberian umpan balik, pemanfaatan Learning Management System (LMS), serta kebutuhan pengembangan model evaluasi yang mengintegrasikan authentic assessment dan learning analytics. Penelitian menggunakan survei deskriptif terhadap 44 responden yang terdiri atas 19 dosen dan 25 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika. Data dikumpulkan melalui angket yang mencakup pertanyaan pilihan, checklist, skala Likert, dan pertanyaan terbuka. Data kuantitatif dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, rerata, dan standar deviasi, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa authentic assessment telah diterapkan melalui presentasi, studi kasus, praktik, proyek, dan portofolio, tetapi penerapannya belum merata karena kendala waktu dan beban penilaian. Persepsi mahasiswa terhadap praktik evaluasi berada pada kategori cukup, dengan rerata skor 3,30 pada skala Likert, yang setara dengan 65,96% dari skor ideal. Umpan balik paling banyak diberikan secara lisan, sedangkan LMS digunakan oleh 63,16% dosen dan belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung learning analytics. Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan data pembelajaran dan pemanfaatannya untuk pemberian umpan balik serta pengambilan keputusan pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan rancangan model evaluasi yang mengintegrasikan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Outcome-Based Education (OBE), authentic assessment, LMS, learning analytics, umpan balik, dan refleksi dalam suatu siklus evaluasi pembelajaran yang berkelanjutan. Penelitian ini menjadi dasar analisis kebutuhan bagi pengembangan dan pengujian model pada tahap penelitian selanjutnya.