cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
ANALISIS PERAN ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN EMOSI ANAK Mahmada Assyifa; Muhammad Yahya Maulida Fahmi; Nabilah Khoirrun Nisak; Nadia Dwi Insani; Najwa Salsabila Putri Purwagita; Surayanah Surayanah
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10793

Abstract

Emotional development in children is a crucial aspect that determines their future social intelligence and psychological well-being. Nevertheless, emotional regulation issues in children are still frequently encountered due to a lack of parenting synergy between the family and school environments. This study aims to analyze the roles and forms of collaboration between teachers and parents in supporting children's emotional development. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The research stages include data collection through participatory observation at school, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation study, which are then analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that parents play a foundational role in laying the groundwork for a sense of security, providing affection, and acting as the primary role models for emotional regulation at home. Meanwhile, teachers act as facilitators who manage and train children's socio-emotional skills within the context of structured group dynamics at school. The main conclusion of this study is that children's emotional development will reach an optimal level when there is consistent two-way communication and alignment of guidance strategies between the school and the family. ABSTRAK Perkembangan emosi pada anak merupakan aspek krusial yang menentukan kecerdasan sosial dan kesejahteraan psikologis mereka di masa depan. Meskipun demikian, masih sering ditemukan masalah regulasi emosi pada anak akibat kurangnya sinergi pola asuh antara lingkungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta bentuk kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan emosi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi partisipatif di sekolah, wawancara mendalam terhadap guru dan orang tua murid, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memegang peran fondasional sebagai peletak dasar rasa aman, pemberi afeksi, dan teladan utama regulasi emosi di rumah. Sementara itu, guru berperan sebagai fasilitator yang mengelola dan melatih keterampilan sosial-emosional anak dalam konteks dinamika kelompok yang terstruktur di sekolah. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa perkembangan emosi anak akan mencapai tingkat optimal ketika terdapat komunikasi dua arah yang konsisten serta keselarasan strategi pendampingan antara pihak sekolah dan keluarga.  
STUDI LITERATUR TENTANG PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP KARAKTER SISWA SMP Didit Darmawan; Zakiatun Nafisah Zainafa; Ayu Hanik Tri Wahyuni
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10794

Abstract

Teenagers’ rapid adoption of social media presents challenges for character development in the digital era. Differences in teachers’ personality traits also affect their ability to instill values in students. This study explores the impact of platforms such as Instagram and TikTok on junior high school students’ character, while also examining the importance of teachers’ personality competence through a literature review of relevant scholarly sources. The findings indicate that although social media can foster creativity and broaden insights, its negative impacts such as learning distractions and reduced face-to-face interaction tend to be more dominant. On the other hand, teachers’ personality competence is essential, but its effectiveness depends greatly on the quality of training and consistent application in classroom practice. The study concludes that minimizing the negative effects of social media and strengthening character development requires collaboration among teachers, parents, and educational institutions. It also emphasizes the need to improve teachers’ competencies through training and to integrate character education into the curriculum, ensuring that social media is used in a more responsible and constructive way. ABSTRAK Pesatnya penetrasi media sosial di kalangan remaja menghadirkan tantangan kompleks bagi pembentukan karakter di era digital. Selain itu, terdapat variasi signifikan dalam kompetensi kepribadian guru yang memengaruhi kemampuan mereka membentuk nilai-nilai siswa. Studi ini mengkaji efek beragam dari platform media sosial, seperti tiktok dan instagram, dalam pengembangan karakter para siswa ditingkat SMP dan juga menyelidiki fungsi kemampuan kepribadian guru sebagai contoh. Metode studi literatur diterapkan dengan menganalisis berbagai sumber akademis terkait. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa platform media sosial memberikan efek yang beragam, di mana dampak positif seperti peningkatan kreativitas dan wawasan sering kali dikalahkan oleh prevalensi dampak negatif seperti distraksi belajar dan penurunan interaksi sosial tatap muka, sementara itu, temuan mengenai peran guru menunjukkan bahwa meskipun kompetensi kepribadian guru merupakan variabel kunci, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh mutu pelatihan dan keteraturan dalam penerapannya di lingkungan sekolah pendidikan. Simpulan penelitian ini menyoroti krusialnya kolaborasi antara pengajar, wali murid, dan institusi pendidikan dalam menggunakan media sosial dengan bijak serta memperkuat kemampuan guru melalui sesi pelatihan dan penyertaan nilai-nilai karakter dalam kurikulum, guna memitigasi dampak negatif media sosial dan mengoptimalkan pembentukan generasi berkarakter.    
RELEVANSI METODE PEMBELAJARAN KLASIK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA MODERN Yahya Tohari; Etika Pujianti; Ikhsanudin Ikhsanudin; Amelia Eka Saputri; Siti Nur Baeti
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10909

Abstract

This study aims to analyze the relevance of classical teaching methods in Islamic Religious Education (PAI) in the modern era. The method used is a literature review by examining various scientific articles related to PAI teaching methods, such as lectures, tahfiz (memorization), drills (practice), question and answer, as well as bandongan and sorogan. The data were analyzed descriptively using a qualitative approach to identify the characteristics, advantages, and implementation of these methods in the learning context. The results show that PAI teaching methods have diverse approaches that are still used today and remain an important part of educational practice. Classical methods such as tahfiz, drills, bandongan, and sorogan remain relevant as they support the development of memorization, skills, and students’ religious understanding. In addition, lecture and question-and-answer methods are still effective in delivering material and fostering classroom interaction. In the modern context, these methods have undergone adaptation and integration to meet students’ needs and current educational developments. In conclusion, classical teaching methods in PAI remain relevant and can be contextually developed to improve the quality of learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi metode pembelajaran klasik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah terkait metode pembelajaran PAI, seperti ceramah, tahfiz (hafalan), drill (latihan), tanya jawab, serta bandongan dan sorogan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi karakteristik, kelebihan, dan penerapan metode dalam konteks pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode pembelajaran PAI memiliki keragaman pendekatan yang masih digunakan hingga saat ini dan tetap menjadi bagian penting dalam praktik pendidikan. Metode klasik seperti tahfiz, drill, bandongan, dan sorogan tetap relevan karena mendukung pembentukan hafalan, keterampilan, dan pemahaman keagamaan siswa. Selain itu, metode ceramah dan tanya jawab masih efektif dalam penyampaian materi dan interaksi pembelajaran. Dalam konteks modern, metode-metode tersebut mengalami adaptasi dan integrasi agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan pembelajaran saat ini. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran klasik dalam PAI tetap relevan dan dapat dikembangkan secara kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP SIKAP KOGNITIF PADA KONSEP BERHITUNG ANAK USIA 5-6 TAHUN Mustapa Mustapa; Mustakim Mustakim; M. Najamuddin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.10959

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low numeracy skills of children aged 5–6 years, indicating the need for engaging learning media appropriate to children’s developmental characteristics. Block play was chosen as a learning medium because it helps children recognize number concepts, improve concentration, and stimulate cognitive development in numeracy learning through enjoyable activities. The purpose of this study was to determine the effect of block play on the cognitive ability of numeracy concepts among children aged 5–6 years at TK Yazida NW Tangar in the 2019/2020 academic year. This research employed a quantitative approach with an experimental design. The population consisted of 40 students, while the sample included 15 students selected through purposive sampling. Data were collected using observation, interviews, documentation, and questionnaires. The data were analyzed using the t-test to determine the effect of block play on children’s numeracy abilities. The results showed that block play had a positive effect on early childhood numeracy skills. Children became more active, were able to recognize number concepts more easily, and showed greater interest in participating in numeracy learning activities after the implementation of block play activities. The findings indicate that the use of educational play media can help improve children’s cognitive abilities, particularly in understanding basic numeracy concepts in early childhood education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun sehingga diperlukan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Permainan balok dipilih sebagai media pembelajaran karena mampu membantu anak mengenal konsep angka, meningkatkan konsentrasi, serta merangsang perkembangan kognitif dalam proses berhitung secara lebih menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan balok terhadap kemampuan kognitif pada konsep berhitung anak usia 5–6 tahun di TK Yazida NW Tangar Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 40 siswa, sedangkan sampel penelitian terdiri atas 15 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t-test untuk mengetahui pengaruh permainan balok terhadap kemampuan berhitung anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan balok memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berhitung anak usia dini. Anak menjadi lebih aktif, mudah mengenal konsep angka, serta lebih tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran berhitung setelah diberikan perlakuan menggunakan permainan balok. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media permainan edukatif dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak, khususnya dalam memahami konsep berhitung dasar pada pendidikan anak usia dini.
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN LABORATORIUM BIOLOGI MOLEKULER BAGI MAHASISWA PROGRAM DOKTOR DI MAKASSAR MENGGUNAKAN MODEL KIRKPATRICK Muflih Naufal Irfan; Sitti Mania; Muhammad Nur Akbar Rasyid
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10614

Abstract

ABSTRACT Molecular biology laboratory training is a critical component in the advancement of modern health sciences, particularly in strengthening wet-lab competencies such as DNA/RNA isolation, PCR, and biosafety practices. However, such training programs are often implemented without systematic evaluation of their effectiveness. This study aims to evaluate a molecular biology laboratory training program for doctoral students in Makassar using the Four Levels of Kirkpatrick evaluation model, focusing on level 1 (reaction), level 2 (learning), and level 3 (behavior). The study employs a mixed-methods approach with a convergent parallel design and an evaluative framework. Data were collected through retrospective and open-ended questionnaires, knowledge retention tests, laboratory behavior observation rubrics, semi-structured interviews, and analysis of students’ research logbooks. The findings indicate that at level 1, participants demonstrated very high perceptions and satisfaction regarding the quality of the training, instructors and facilitators, facilities and implementation, as well as its relevance to their dissertation research. At level 2, participants’ biomolecular knowledge showed strong retention with high average scores, reflecting deep conceptual understanding. At level 3, positive behavioral transfer was observed, particularly in adherence to standard operating procedures (SOPs), biosafety practices, work independence, and the application of skills in dissertation research. Overall, the training proved effective up to level 3 of the Kirkpatrick model, not only in fostering high satisfaction and robust conceptual understanding, but also in promoting tangible and sustained changes in laboratory behavior, especially within the context of participants’ dissertation research. ABSTRAK Pelatihan laboratorium biologi molekuler penting dalam pengembangan ilmu kesehatan modern, khususnya untuk menguasai keterampilan wet-lab seperti isolasi DNA/RNA, PCR, dan biosafety. Namun, pelaksanaannya sering kali belum disertai evaluasi sistematis terhadap efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pelatihan laboratorium biologi molekuler bagi mahasiswa program doktor di Makassar menggunakan model evaluasi Four Levels Kirkpatrick, dengan fokus pada level 1 (reaction), level 2 (learning), dan level 3 (behavior). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods tipe convergent parallel dengan desain evaluatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner retrospektif dan terbuka, tes retensi pengetahuan, rubrik observasi perilaku laboratorium, wawancara semi-terstruktur, serta analisis dokumentasi logbook penelitian mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level 1 peserta memiliki persepsi dan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap kualitas pelatihan, narasumber dan pendamping, fasilitas dan penyelenggaraannya, serta manfaatnya bagi penelitian disertasi. Pada level 2, pengetahuan biomolekuler yang diperoleh peserta menunjukkan tingkat ketahanan yang sangat baik dengan nilai rata-rata tinggi, yang mencerminkan pemahaman konseptual yang mendalam. Adapun, pada level 3 ditemukan transfer perilaku laboratorium yang positif, terutama dalam kepatuhan terhadap SOP, praktik biosafety, kemandirian kerja, serta penerapan keterampilan dalam penelitian disertasi. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif hingga level 3 dalam model Kirkpatrick, tidak hanya dalam membangun kepuasan dan pemahaman konseptual yang kuat, tetapi juga dalam mendorong perubahan perilaku laboratorium yang nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam konteks penelitian disertasi peserta.
LITERASI SEJARAH DALAM PRAKTIK PEMBELAJARAN: TINJAUAN LITERATUR UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Nur Hikma Safira; Bahri Bahri
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10711

Abstract

ABSTRACT The limited capacity of students to think historically in the digital age is an urgent problem that has not been systematically addressed in history learning practice. Historical literacy serves as a conceptual and practical framework to respond to this challenge. This article critically analyzes the concept, urgency, key components, and implementation strategies of historical literacy in history learning. The study employs a systematic literature review method with a descriptive analytical approach, examining 30 scholarly sources published between 2020 and 2025, including national and international journal articles, conference proceedings, and relevant educational policy documents. The synthesis of findings reveals that historical literacy is a multidimensional competency encompassing primary secondary source analysis, historical causal reasoning, multiple perspective-taking, awareness of history's interpretive nature, and ethical dimensions in understanding the past. Its implementation demands a transformation in the teacher's role-from information transmitter to facilitator of historical thinking through project-based approaches, critical discussion, and selective use of digital technology. Strengthening historical literacy has been shown to enhance students historical understanding and cultivate critical, responsible national consciousness amid the flood of digital information. ABSTRAK Rendahnya kemampuan berpikir historis peserta didik di era digital merupakan persoalan mendesak yang belum mendapat penanganan sistematis dalam praktik pembelajaran sejarah. Literasi sejarah hadir sebagai kerangka konseptual dan praktis yang menjawab tantangan tersebut. Artikel ini bertujuan menganalisis secara kritis konsep, urgensi, komponen-komponen utama, serta strategi implementasi literasi sejarah dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode kajian literatur sistematis dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap 30 sumber ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020–2025, mencakup artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Sintesis temuan menunjukkan bahwa literasi sejarah merupakan kompetensi multidimensi yang mencakup kemampuan analisis sumber primer-sekunder, penalaran sebab-akibat historis, perspektif multipel, kesadaran akan sifat interpretatif sejarah, serta dimensi etis dalam memahami masa lalu. Implementasinya dalam pembelajaran menuntut transformasi peran guru dari penyampai informasi menjadi fasilitator berpikir historis melalui pendekatan berbasis proyek, diskusi kritis, dan pemanfaatan teknologi digital secara selektif. Penguatan literasi sejarah terbukti mampu meningkatkan kualitas pemahaman historis peserta didik dan membentuk kesadaran kebangsaan yang kritis dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
KAJIAN TENTANG MASALAH INTELEKTUAL DALAM KAITANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK USIA SEKOLAH Riska Yulianti; Nesa Nathania; Whidya Marsyha Angelyna; Romiaty Romiaty
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10851

Abstract

Intellectual problems in school-age children have become a significant concern in education due to their impact on academic achievement. This study aimed to analyze the influence of intellectual problems on the academic achievement of school-age children through a literature review method. Data were collected from various scientific sources, including journals, books, and theses published in the last ten years, then analyzed descriptively and qualitatively. The results show that intellectual problems have a significant and multidimensional influence on academic achievement, encompassing cognitive factors (intelligence and specific learning difficulties), health factors (stunting and nutritional deficiencies), psychological factors (mindset and motivation), and environmental factors (stimulation and social support). Intelligence serves as an important foundation but is not the sole determinant of academic achievement, as motivation, self-regulation, self-efficacy, and multiple intelligences also play significant roles. Stunting is negatively correlated with children's intellectual abilities through biological mechanisms involving impaired neuronal myelination. A growth mindset contributes positively to children's academic resilience. In conclusion, a holistic approach involving collaboration between the education and health sectors, early identification, and mindset-based interventions is essential to optimize the academic achievement of school-age children. ABSTRAK Masalah intelektual pada anak usia sekolah menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan karena berdampak pada prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh masalah intelektual terhadap prestasi belajar pada anak usia sekolah melalui metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan skripsi yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah intelektual berpengaruh signifikan dan multidimensional terhadap prestasi belajar, mencakup faktor kognitif (intelegensi dan kesulitan belajar spesifik), faktor kesehatan (stunting dan defisiensi gizi), faktor psikologis (mindset dan motivasi), serta faktor lingkungan (stimulasi dan dukungan sosial). Intelegensi berperan sebagai fondasi penting tetapi bukan penentu tunggal prestasi belajar, karena motivasi, regulasi diri, efikasi diri, dan kecerdasan majemuk juga berperan signifikan. Stunting berkorelasi negatif dengan kecerdasan intelektual anak melalui mekanisme biologis gangguan mielinisasi sel saraf. Growth mindset berkontribusi positif terhadap ketahanan akademik anak. Simpulannya, pendekatan holistik yang melibatkan kolaborasi sektor pendidikan dan kesehatan, identifikasi dini, serta intervensi berbasis mindset sangat diperlukan untuk mengoptimalkan prestasi belajar anak usia sekolah.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS IV MELALUI PEMBELAJARAN OUTING CLASS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Alfina Rohmawati; M. Sofyan Alnashr; Irma Nur Afidah
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10948

Abstract

This study aimed to improve the descriptive text writing skills of fourth-grade students of class IV C at MI Al Fattah Juwana through the implementation of the outing class learning method. This method refers to learning activities conducted outside the classroom by utilizing the real environment as a learning resource so that students can directly observe objects. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action, observation, and reflection stages. The study was conducted in two cycles involving 36 students as research subjects. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation. The results showed that the implementation of the outing class learning method was able to improve students’ descriptive writing skills. In the pretest stage, the students’ average score was 55.27 with a learning mastery percentage of 44.44%. After the implementation of the action in cycle I, the average score increased to 63.47 with a mastery percentage of 61.11%. In cycle II, the average score increased again to 75 with a learning mastery percentage reaching 77.78%. The improvement indicates that the outing class learning method helped students gain more concrete learning experiences, making it easier for them to develop ideas, choose appropriate vocabulary, and organize descriptive texts systematically. In addition to improving learning outcomes, the outing class method also made the learning process more active, interactive, and enjoyable. Therefore, the outing class method can be used as an alternative learning strategy to improve descriptive writing skills in Indonesian language learning at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas IV C MI Al Fattah Juwana melalui penerapan metode pembelajaran outing class. Metode ini merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan nyata sebagai sumber belajar agar siswa dapat mengamati objek secara langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran outing class mampu meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa. Pada tahap pretest, nilai rata-rata siswa sebesar 55,27 dengan persentase ketuntasan belajar 44,44%. Setelah penerapan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 63,47 dengan persentase ketuntasan 61,11%. Pada siklus II, nilai rata-rata kembali meningkat menjadi 75 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 77,78%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran outing class mampu membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret sehingga memudahkan mereka dalam mengembangkan ide, memilih kosakata, dan menyusun teks deskripsi secara runtut. Selain meningkatkan hasil belajar, metode outing class juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, metode outing class dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PEMBIASAAN DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI MEMBACA AL-QUR’AN PADA SANTRI Arumpurwasih Arumpurwasih; Mukhamad Anieg
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10995

Abstract

This study aims to analyze habit-based learning strategies in fostering students’ motivation to read the Qur’an. The research employed a qualitative approach using a literature review method through the analysis of various scientific articles and previous studies relevant to the research topic. Data were collected through documentation techniques and analyzed using content analysis through the stages of data reduction, categorization of findings, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that habit-based learning strategies play an important role in increasing students’ motivation to read the Qur’an, both intrinsically and extrinsically. Effective forms of habituation include routine Qur’an reading activities, tahfidz and muraja’ah programs, Qur’anic halaqah activities, as well as structured and continuous learning programs. In addition, the role of teachers as motivators, mentors, and role models supports the success of habituation strategies through positive reinforcement and the creation of a conducive learning environment. Habit-based strategies not only improve students’ engagement and discipline in Qur’an learning, but also help develop religious character and positive learning habits. Therefore, habit-based learning strategies can serve as an effective alternative in building a sustainable Qur’anic literacy culture within Islamic educational institutions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran berbasis pembiasaan dalam menumbuhkan motivasi membaca Al-Qur’an pada santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (literature review) melalui analisis berbagai artikel ilmiah dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahap reduksi data, pengelompokan temuan, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis pembiasaan memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi membaca Al-Qur’an, baik secara intrinsik maupun ekstrinsik. Bentuk pembiasaan yang efektif meliputi kegiatan membaca Al-Qur’an secara rutin, program tahfidz dan muraja’ah, halaqah Al-Qur’an, serta pembelajaran yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Selain itu, peran guru sebagai motivator, pembimbing, dan teladan turut mendukung keberhasilan strategi pembiasaan melalui pemberian penguatan positif dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Strategi pembiasaan tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan kedisiplinan santri dalam pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga membantu membentuk karakter religius dan budaya belajar yang positif. Dengan demikian, strategi pembelajaran berbasis pembiasaan dapat menjadi alternatif efektif dalam membangun budaya literasi Al-Qur’an yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan Islam.
PENERAPAN MEDIA RENDERFOREST UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS VII Mukmin Amsidi; Yakin Akbar Asikin; Rusmin Mulyadin Tut; Rachadad Akbar; Muhammad Arif Haji Djae
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11020

Abstract

This study was motivated by the low understanding of integer concepts among seventh-grade students, particularly in performing integer operations involving negative numbers. This condition was influenced by conventional learning practices and the limited use of engaging digital learning media. The study aimed to determine the improvement of students’ understanding of integer concepts through the application of Renderforest media among seventh-grade students at MTs Insan Cita Moru. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest Design. The participants consisted of 13 seventh-grade students. Data were collected through concept understanding tests administered before and after the learning process. The data were analyzed descriptively using mean scores and normalized gain (N-Gain). The findings revealed an improvement in students’ understanding of integer concepts after the implementation of Renderforest media. The average pretest score increased from 53.5 to 81.7 in the posttest. Furthermore, the N-Gain analysis yielded a score of 0.61, which falls into the moderate category. These findings indicate that Renderforest media can improve students’ understanding of integer concepts while supporting a more engaging and interactive mathematics learning environment. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep bilangan bulat siswa kelas VII yang masih mengalami kesulitan dalam memahami operasi bilangan bulat, khususnya penggunaan bilangan negatif. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berlangsung secara konvensional dan kurang memanfaatkan media pembelajaran digital yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep bilangan bulat melalui penerapan media Renderforest pada siswa kelas VII MTs Insan Cita Moru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental melalui desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas 13 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes pemahaman konsep yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa setelah penggunaan media Renderforest. Nilai rata-rata pretest sebesar 53,5 meningkat menjadi 81,7 pada posttest. Hasil analisis N-Gain memperoleh nilai sebesar 0,61 yang termasuk kategori sedang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media Renderforest dapat membantu meningkatkan pemahaman konsep bilangan bulat siswa serta mendukung terciptanya pembelajaran matematika yang lebih menarik dan interaktif.