cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
ANALISIS PERAN ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN EMOSI ANAK Assyifa, Mahmada; Fahmi, Muhammad Yahya Maulida; Nisak, Nabilah Khoirrun; Insani, Nadia Dwi; Purwagita, Najwa Salsabila Putri; Surayanah, Surayanah
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10793

Abstract

Emotional development in children is a crucial aspect that determines their future social intelligence and psychological well-being. Nevertheless, emotional regulation issues in children are still frequently encountered due to a lack of parenting synergy between the family and school environments. This study aims to analyze the roles and forms of collaboration between teachers and parents in supporting children's emotional development. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The research stages include data collection through participatory observation at school, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation study, which are then analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that parents play a foundational role in laying the groundwork for a sense of security, providing affection, and acting as the primary role models for emotional regulation at home. Meanwhile, teachers act as facilitators who manage and train children's socio-emotional skills within the context of structured group dynamics at school. The main conclusion of this study is that children's emotional development will reach an optimal level when there is consistent two-way communication and alignment of guidance strategies between the school and the family. ABSTRAK Perkembangan emosi pada anak merupakan aspek krusial yang menentukan kecerdasan sosial dan kesejahteraan psikologis mereka di masa depan. Meskipun demikian, masih sering ditemukan masalah regulasi emosi pada anak akibat kurangnya sinergi pola asuh antara lingkungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta bentuk kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan emosi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi partisipatif di sekolah, wawancara mendalam terhadap guru dan orang tua murid, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memegang peran fondasional sebagai peletak dasar rasa aman, pemberi afeksi, dan teladan utama regulasi emosi di rumah. Sementara itu, guru berperan sebagai fasilitator yang mengelola dan melatih keterampilan sosial-emosional anak dalam konteks dinamika kelompok yang terstruktur di sekolah. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa perkembangan emosi anak akan mencapai tingkat optimal ketika terdapat komunikasi dua arah yang konsisten serta keselarasan strategi pendampingan antara pihak sekolah dan keluarga.  
STUDI LITERATUR TENTANG PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU TERHADAP KARAKTER SISWA SMP Darmawan, Didit; Zainafa, Zakiatun Nafisah; Wahyuni, Ayu Hanik Tri
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10794

Abstract

Teenagers’ rapid adoption of social media presents challenges for character development in the digital era. Differences in teachers’ personality traits also affect their ability to instill values in students. This study explores the impact of platforms such as Instagram and TikTok on junior high school students’ character, while also examining the importance of teachers’ personality competence through a literature review of relevant scholarly sources. The findings indicate that although social media can foster creativity and broaden insights, its negative impacts such as learning distractions and reduced face-to-face interaction tend to be more dominant. On the other hand, teachers’ personality competence is essential, but its effectiveness depends greatly on the quality of training and consistent application in classroom practice. The study concludes that minimizing the negative effects of social media and strengthening character development requires collaboration among teachers, parents, and educational institutions. It also emphasizes the need to improve teachers’ competencies through training and to integrate character education into the curriculum, ensuring that social media is used in a more responsible and constructive way. ABSTRAK Pesatnya penetrasi media sosial di kalangan remaja menghadirkan tantangan kompleks bagi pembentukan karakter di era digital. Selain itu, terdapat variasi signifikan dalam kompetensi kepribadian guru yang memengaruhi kemampuan mereka membentuk nilai-nilai siswa. Studi ini mengkaji efek beragam dari platform media sosial, seperti tiktok dan instagram, dalam pengembangan karakter para siswa ditingkat SMP dan juga menyelidiki fungsi kemampuan kepribadian guru sebagai contoh. Metode studi literatur diterapkan dengan menganalisis berbagai sumber akademis terkait. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa platform media sosial memberikan efek yang beragam, di mana dampak positif seperti peningkatan kreativitas dan wawasan sering kali dikalahkan oleh prevalensi dampak negatif seperti distraksi belajar dan penurunan interaksi sosial tatap muka, sementara itu, temuan mengenai peran guru menunjukkan bahwa meskipun kompetensi kepribadian guru merupakan variabel kunci, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh mutu pelatihan dan keteraturan dalam penerapannya di lingkungan sekolah pendidikan. Simpulan penelitian ini menyoroti krusialnya kolaborasi antara pengajar, wali murid, dan institusi pendidikan dalam menggunakan media sosial dengan bijak serta memperkuat kemampuan guru melalui sesi pelatihan dan penyertaan nilai-nilai karakter dalam kurikulum, guna memitigasi dampak negatif media sosial dan mengoptimalkan pembentukan generasi berkarakter.    
RELEVANSI METODE PEMBELAJARAN KLASIK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA MODERN Tohari, Yahya; Pujianti, Etika; Ikhsanudin, Ikhsanudin; Saputri, Amelia Eka; Baeti, Siti Nur
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10909

Abstract

This study aims to analyze the relevance of classical teaching methods in Islamic Religious Education (PAI) in the modern era. The method used is a literature review by examining various scientific articles related to PAI teaching methods, such as lectures, tahfiz (memorization), drills (practice), question and answer, as well as bandongan and sorogan. The data were analyzed descriptively using a qualitative approach to identify the characteristics, advantages, and implementation of these methods in the learning context. The results show that PAI teaching methods have diverse approaches that are still used today and remain an important part of educational practice. Classical methods such as tahfiz, drills, bandongan, and sorogan remain relevant as they support the development of memorization, skills, and students’ religious understanding. In addition, lecture and question-and-answer methods are still effective in delivering material and fostering classroom interaction. In the modern context, these methods have undergone adaptation and integration to meet students’ needs and current educational developments. In conclusion, classical teaching methods in PAI remain relevant and can be contextually developed to improve the quality of learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi metode pembelajaran klasik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah terkait metode pembelajaran PAI, seperti ceramah, tahfiz (hafalan), drill (latihan), tanya jawab, serta bandongan dan sorogan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi karakteristik, kelebihan, dan penerapan metode dalam konteks pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode pembelajaran PAI memiliki keragaman pendekatan yang masih digunakan hingga saat ini dan tetap menjadi bagian penting dalam praktik pendidikan. Metode klasik seperti tahfiz, drill, bandongan, dan sorogan tetap relevan karena mendukung pembentukan hafalan, keterampilan, dan pemahaman keagamaan siswa. Selain itu, metode ceramah dan tanya jawab masih efektif dalam penyampaian materi dan interaksi pembelajaran. Dalam konteks modern, metode-metode tersebut mengalami adaptasi dan integrasi agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan pembelajaran saat ini. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran klasik dalam PAI tetap relevan dan dapat dikembangkan secara kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP SIKAP KOGNITIF PADA KONSEP BERHITUNG ANAK USIA 5-6 TAHUN Mustapa, Mustapa; Mustakim, Mustakim; Najamuddin, M.
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.10959

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low numeracy skills of children aged 5–6 years, indicating the need for engaging learning media appropriate to children’s developmental characteristics. Block play was chosen as a learning medium because it helps children recognize number concepts, improve concentration, and stimulate cognitive development in numeracy learning through enjoyable activities. The purpose of this study was to determine the effect of block play on the cognitive ability of numeracy concepts among children aged 5–6 years at TK Yazida NW Tangar in the 2019/2020 academic year. This research employed a quantitative approach with an experimental design. The population consisted of 40 students, while the sample included 15 students selected through purposive sampling. Data were collected using observation, interviews, documentation, and questionnaires. The data were analyzed using the t-test to determine the effect of block play on children’s numeracy abilities. The results showed that block play had a positive effect on early childhood numeracy skills. Children became more active, were able to recognize number concepts more easily, and showed greater interest in participating in numeracy learning activities after the implementation of block play activities. The findings indicate that the use of educational play media can help improve children’s cognitive abilities, particularly in understanding basic numeracy concepts in early childhood education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun sehingga diperlukan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Permainan balok dipilih sebagai media pembelajaran karena mampu membantu anak mengenal konsep angka, meningkatkan konsentrasi, serta merangsang perkembangan kognitif dalam proses berhitung secara lebih menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan balok terhadap kemampuan kognitif pada konsep berhitung anak usia 5–6 tahun di TK Yazida NW Tangar Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 40 siswa, sedangkan sampel penelitian terdiri atas 15 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t-test untuk mengetahui pengaruh permainan balok terhadap kemampuan berhitung anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan balok memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berhitung anak usia dini. Anak menjadi lebih aktif, mudah mengenal konsep angka, serta lebih tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran berhitung setelah diberikan perlakuan menggunakan permainan balok. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media permainan edukatif dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak, khususnya dalam memahami konsep berhitung dasar pada pendidikan anak usia dini.