cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025)" : 7 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN & SIKAP DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI TIYUH PANARAGAN LAMPUNG Muliani, Usdeka; Bertalina, Bertalina
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.4692

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with the compliance of pregnant women in consuming iron tablets. This type of research is a descriptive method with a cross-sectional approach. The data collection location was in Tiyuh Panaragan, Tulang Bawang Tengah District, West Tulang Bawang Regency. The sample was the population of pregnant women in the Tiyuh Panaragan area who underwent examinations and were recorded by the village midwife and received iron tablets, namely 35 pregnant women. Measurement of knowledge and attitudes used a knowledge and attitude questionnaire, and measurement of compliance with iron tablet consumption used the MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) questionnaire. From the results of the study, it was obtained that most of the respondents were around 20-35 years old, namely 71.4%, the highest level of education was junior high school, namely 37.1%, and the highest occupation was unemployed, 77.1%. More than half of the respondents had anemia (54.3%), while the level of knowledge and attitudes of the respondents were mostly in the good category, namely good knowledge 74.3%, and good attitude (positive) 85.7%, while the level of compliance of respondents in consuming TTD was mostly in the less category, namely 54.3%. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between respondent knowledge and the level of compliance of respondents in consuming TTD with a value of p = 0.005 and there was no significant relationship between respondent attitudes and the level of compliance of respondents in consuming TTD with a value of p = 0.347. From the results of the study, it is recommended that pregnant women's awareness be increased to consume good TTD in order to achieve optimal nutritional status for the mother and her fetus. ABSTRAKTujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan sikap dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tempat pengambilan data di Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sampel adalah populasi ibu hamil yang berada di wilayah Tiyuh Panaragan  yang melakukan pemeriksaan dan tercatat oleh bidan desa dan mendapat tablet tambah darah yaitu sebanyak 35 ibu hamil. Pengukuran pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, serta pengukuran kepatuhan konsumsi tablet besi menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Dari hasil penelitian diperoleh sebagian besar usia responden sekitar 20-35 tahun yaitu 71,4%, tingkat pendidikan terbanyak SMP yaitu 37,1%, dan pekerjaan terbanyak tidak bekerja 77,1%. Lebih dari setengah responden mengalami anemia (54,3%), adapun tingkat pengetahuan, dan sikap responden  terbanyak dalam katagori baik yaitu pengetahuan baik 74,3%, dan sikap baik (positip) 85,7%, adapun  tingkat kepatuhan responden  dalam mengkonsumsi TTD terbanyak dalam katagori kurang yaitu 54,3%. Hasil analisis bivariate diketahui ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan responden dengan tingkat kepatuhan responden  dalam mengkonsumsi TTD nilai p= 0,005 dan tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap responden dengan tingkat kepatuhan responden  dalam mengkonsumsi TTD nilai p= 0,347. Dari hasil penelitian disarankan agar lebih ditingkatkan kesadaran ibu hamil untuk mengkonsumsi TTD yang baik agar dicapai status gizi yang optimal bagi ibu dan janinnya.
KORELASI LEUKOSIT DAN IGM ANTI-SALMONELLA SEBAGAI PENUNJANG DIAGNOSIS PASIEN SUSPEK DEMAM TIFOID Ariyani, Ahna Fitri; Krihariyani, Dwi; Istanto, Wisnu; Suhariyadi, Suhariyadi
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.5826

Abstract

ABSTRACT Typhoid fever is an infectious disease that remains prevalent in Indonesia and often presents with non-specific clinical symptoms, necessitating supportive diagnostic examinations. Two commonly used parameters are leukocyte count and anti-Salmonella typhi IgM serological testing using the rapid test method. This study aims to determine the correlation between leukocyte count and the results of the anti-Salmonella IgM rapid test in patients suspected of having typhoid fever as a diagnostic aid. This research employed an analytical observational method with a cross-sectional approach. A total of 32 out of 45 suspected typhoid fever patients were selected through purposive sampling at RSUD Dr. Sayidiman Magetan. Leukocyte counts were measured using an automated hematology analyzer, and IgM testing was performed using the immunochromatographic rapid test method. The results showed that 59.4% of patients had leukopenia, and only 21.9% tested positive for IgM. Spearman’s rank correlation test yielded a significance value (p) = 0.027 and a correlation coefficient (r) = 0.391, indicating a moderate and statistically significant correlation between the two variables. In conclusion, there is a significant positive correlation between leukocyte count and anti-Salmonella IgM results, suggesting that both tests can serve as complementary diagnostic tools for the early diagnosis of typhoid fever. ABSTRAK Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih sering dijumpai di Indonesia dan menimbulkan gejala klinis yang tidak spesifik, sehingga diperlukan pemeriksaan penunjang untuk membantu diagnosis. Dua parameter yang umum digunakan adalah jumlah leukosit dan uji serologis IgM anti-Salmonella typhi dengan metode rapid test. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara jumlah leukosit dan hasil rapid test IgM anti-Salmonella pada pasien suspek demam tifoid sebagai penunjang diagnosis. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 32 pasien dari 45 pasien suspek demam tifoid yang diambil di RSUD Dr. Sayidiman Magetan secara purposive sampling. Pemeriksaan jumlah leukosit dilakukan dengan alat hematologi otomatis dan uji IgM dilakukan menggunakan metode rapid test imunokromatografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59,4% pasien mengalami leukopenia dan hanya 21,9% pasien yang menunjukkan hasil IgM positif. Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai signifikansi (p) = 0,027 dan koefisien korelasi (r) = 0,391, yang menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat dan signifikan secara statistik antara kedua variabel. Kesimpulannya, terdapat hubungan positif yang signifikan antara jumlah leukosit dan hasil IgM anti-Salmonella, sehingga keduanya dapat digunakan sebagai pemeriksaan penunjang yang saling melengkapi dalam diagnosis awal demam tifoid.
PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN FISIK PADA ATLET SEPAK BOLA Adam, Muh. Wahyudin S.; Tukloy, Anita Wati; Lasantu, Rahmi; Kabuse, Trivena; Rahman, Agil
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.5988

Abstract

Football is one of the most popular sports in the world. A football match is played by two teams, each consisting of 11 players. A player is allowed to move anywhere on the field, so a player needs to be in prime physical condition. Strength is a component of physical condition, which concerns the problem of an athlete's ability to use his muscles to receive a load within a certain work time. The purpose of this study is to analyze the extent to which muscle strength training can improve physical performance related to the ability to play football. This study used a literature review method. Where the data obtained were sourced from several journals and other scientific works. The results of this study are muscle strength is a physical condition required for a football athlete. The game of football is a form of game that is very dominated by open skills. Factors that influence the game of football include: technique, tactics, physical condition, psychology, environment, infrastructure, and so on. The goal of the game of football is to get the ball into the opponent's goal as many times as possible and to defend your own goal from the possibility of conceding. Muscle strength can be increased through training. Continuous training without adequate recovery can cause muscle damage. Without optimal muscle strength, an athlete's ability to endure matches and perform at their best will decrease drastically. Increasing physical strength is also crucial for soccer athletes, as it serves as a benchmark for delivering their best performance. One type of training that can be done is circuit training, which involves various movements performed simultaneously, continuously, and limited by rest periods between each exercise. Circuit training will result in many positive transitions in basic skills while simultaneously restoring physical fitness. Muscle capacity, endurance, agility, and flexibility are all important. ABSTRAK Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat populer di dunia. Pertandingan sepakbola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing tim beranggotakan 11 orang. Seorang pemain diperbolehkan bergerak kemana pun juga di dalam lapangan, sehingga seorang pemain membutuhkan kondisi fisik yang prima. Kekuatan atau strength adalah komponen kondisi fisik, yang menyangkut masalah kemampuan seseorang atlet pada saat mempergunakan otot-ototnya menerima beban dalam waktu kerja tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana latihan kekuatan otot dapat meningkatkan performa fisik yang berkaitan dengan kemampuan bermain sepak bola. Penelitian ini menggunakan  metode literature review. Yang di mana data yang diperoleh bersumber dari beberapa jurnal maupun karya ilmiah lainnya. Adapun hasil penelitian ini adalah kekuatan otot merupakan kondisi fisik yang dibutuhkan bagi seorang atlet sepak bola. Permainan sepak bola adalah  bentuk permainan yang sangat di dominasi oleh keterampilan terbuka (open skill). Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam permainan sepak bola antara lain: teknik, taktik, kondisi fisik, psikologis, lingkungan, sarana prasarana, dan lain sebagainya. tujuan dari permainan sepak bola adalah memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan mempertahankan gawang sendiri dari kemungkinan kebobolan. Kekuatan otot dapat di tingkatkan melalui latihan. Latihan secara terus menerus tanpa pemulihan yang cukup dapat menyebabkan kerusakan pada otot. Tanpa kekuatan otot yang optimal, kemampuan atlet untuk bertahan selama pertandingan dan tampil maksimal akan menurun drastis. Peningkatan  kekuatan fisik juga menjadi hal yang sangat penting bagi atlet sepak bola, karena menjadi acuan untuk bisa memberikan permainan yang terbaik. Latihan yang dapat yang di lakukan salah satunya yaitu circuit training yang di dalamnya terdapat berbagai gerakan yang di lakukan secara bersama – sama dengan berkesinambungan dan di batasi oleh istirahat pada setiap pertukaran bentuk latihan. Dengan adanya latihan circuit akan banyak peralihan yang positif pada keahlian dasar dan juga memulihkan secara sekaligus kesegaran fisik. Kemampuan otot, ketahanan,  ketangkasan, dan keluwesan tubuh.
PEMBELAJARAN KOMUNIKASI DAN PROMOSI KESEHATAN BIDANG TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS MELALUI PRAKTIK PENYULUHAN Jumadewi, Asri; Ichwansyah, Fahmi
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.6155

Abstract

The subject of communication and health promotion is important in the field of medical laboratory technology, theoretical and practical learning is studied in the even semester curriculum. Complementing theoretical learning, health promotion practices are practiced by creating media that are related to health problems, especially in the field of medical laboratory technology. This learning is expected to increase students' knowledge of the importance of health promotion. The practice of learning the subject of communication and health promotion includes creating and designing health promotion media and counseling practices. These media include flyers, posters, leaflets, or booklets using certain applications that are easy, cheap and effective to access. This study aims to determine feedback and evaluation of learning in order to improve students' knowledge of this course. This type of research includes classroom action research, which took place in the classroom of the Poltekkes Kemenkes Aceh, as many as 112 respondents were taken by total sampling in three classrooms. The results obtained from the practice of health promotion counseling showed good, moderate and less categories in sequence, namely, 76.8%, 23.2% and 0%. It is necessary to continue the counseling practice by involving students directly in the counseling and education activities of the tridharma of higher education. ABSTRAK Mata kuliah komunikasi dan promosi kesehatan penting di bidang teknologi laboratorium medis, pembelajaran secara teori dan praktik ini dipelajari pada kurikulum semester genap. Melengkapi pembelajaran secara teori, maka praktik promosi kesehatan dipraktikkan dengan pembuatan suatu media yang dikaitkan dengan permasalahan kesehatan terutama di bidang teknologi laboratorium medis. Pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa akan pentingnya promosi kesehatan. Praktik pembelajaran mata kuliah komunikasi dan promosi kesehatan diantaranya membuat dan desain media promosi kehatan dan praktik penyuluhan. Media tersebut diantaranya berupa flyer, poster, leaflet, maupun booklet dengan menggunakan aplikasi tertentu yang mudah, murah dan efektif untuk diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui feedback dan evaluasi pembelajaran dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa akan mata kuliah ini. Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas classroom action research, yang berlangsung dalam ruang kelas pembelajaran Poltekkes Kemenkes Aceh, sebanyak 112 responden yang diambil secara total sampling dalam tiga ruang kelas. Hasil yang diperoleh dari praktik penyuluhan promosi kesehatan menunjukkan kategori baik, sedang dan kurang secara berurutan yaitu, 76.8%, 23.2% dan 0%. Perlu dilakukan kelanjutan praktik penyuluhan dengan melibatkan mahasiswa secara langsung pada kegiatan penyuluhan dan edukasi tridharma perguruan tinggi.
SISTEMATIK REVIEW PERBANDINGAN ANTARA MRI DAN PET/CT DALAM MENDETEKSI METASTASIS KELENJAR GETAH BENING PADA KANKER SERVIKS Amaliya, Shafitri Firda; Puspita, Eka Ari; Pratiwi, Vivi Irma
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.5873

Abstract

ABSTRACT An estimated 660,000 new cases of cervical cancer are identified each year globally, with mortality rate of approximately 350,000 cases. Early detection and accurate detection of Lymph Node Metastasis (LNM) is important aspect on determining the appropriate stage, prognosis and choice of therapy in cervical cancer patients. Magnetic resonance imaging (MRI) and Positron Emission Tomography/Computed Tomography (PET/CT) are common imaging modalities to detect lymph node metastasis. The purpose of this study is to evaluate the diagnostic sensitivity and specificity of PET/CT and MRI in identifying lymph node metastases (LNM) in cervical cancer. The PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) was considered to be the guideline of this systematic review. A comprehensive literature search was performed in several database including PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. The current findings show that PET-CT had higher sensitivity and AUC values than MRI in diagnosing lymph node metastasis in cervical cancer patients. But MRI may have higher specificity. The advantage PET/CT is generally more effective than MRI in evaluating distant metastasis. While MRI offers several advantages including no radiation exposure, potential improved accessibility, and also superior ability to evaluate local structures. The combination of MRI and PET/CT are preferred for cervical cancer patients planning therapy, though in terms of, MRI is more accessible than PET/CT in developing countries, particularly Indonesia. ABSTRAK Angka insiden kanker serviks mencapai 660.000 kasus baru per tahun secara global, dengan tingkat mortalitas sekitar 350.000 kasus. Deteksi dini dan akurat terhadap metastasis kelenjar getah bening (KGB) merupakan aspek penting dalam menentukan staging, prognosis, dan pilihan terapi yang tepat pada pasien kanker serviks. Modalitas imaging yang sering digunakan untuk mendeteksi adanya metastasis Kelenjar Getah Bening (KGB) meliputi Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Positron Emission Tomography/Computed Tomography (PET/CT). Tujuan dari review ini untuk menilai sensitivitas dan spesifisitas diagnostik MRI dan PET/CT dalam mendeteksi metastasis Kelenjar Getah Bening (KGB) pada kanker serviks. Ulasan sistematis ini mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian komprehensif dilakukan di beberapa database, termasuk PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil menunjukkan bahwa PET-CT menunjukkan sensitivitas dan AUC yang lebih tinggi dibandingkan MRI dalam mendeteksi metastasis kelenjar getah bening pada pasien kanker serviks. Namun, MRI memiliki spesifisitas yang lebih tinggi. Kelebihan PET/CT lebih efektif untuk mengevaluasi metastasis lebih jauh dibandingkan MRI. Walaupun begitu MRI memiliki kelebihan tidak adanya paparan radiasi, akses lebih tersedia, dan lebih baik dalam mengevaluasi struktur lokal. Kombinasi keduanya lebih direkomendasikan untuk perencanaan terapi pasien kanker serviks, walaupun dari segi fasilitas MRI lebih tersedia dibandingkan PET/CT terutama di negara berkembang khususnya di Indonesia.
ARTIKEL REVIEW: KARAKTERISTIK DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET EFFERVESCENT Cahyani, Mesya Pramesti Regita; Rodiyah, Siti; Prasetyo, Muhammad Angga; Rahmawati, Dewi; Zhihrotulwida, Dzakiya; Mubarak, M. Fithrul
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.6038

Abstract

ABSTRACT Effervescent tablets are a pharmaceutical dosage form that is increasingly popular due to their practicality, ease of consumption, and ability to improve medication adherence and absorption. The purpose of reviewing articles is to determine the characteristics and evaluation of effervescent tablet preparations, including formulations, physical properties and physical quality evaluation of effervescent tablets. The method used in writing this article is the 2019-2025 literature study search method. National and international scientific articles were reviewed and examined regarding the formulation and evaluation of effervescent tablets made from herbal and natural ingredients. The data were systematically analyzed to identify physical parameters, ingredient variations, and key factors influencing the quality and success of the formulation. The results show that the formulation of effervescent tablets from herbal ingredients such as noni, meniran, and katuk leaves can meet the established physical and quality standards, especially on parameters such as hardness, dissolving time, and stability. Some formulas show optimal results, although optimization still needs to be done on certain parameters such as size uniformity and friability to meet pharmacopoeial standards. In addition, production process factors such as humidity also affect the dissolving time and final quality of effervescent tablets. ABSTRAK Tablet effervescent merupakan bentuk sediaan farmasi yang semakin populer karena kepraktisannya, kemudahan konsumsi, serta kemampuannya untuk meningkatkan kepatuhan dan penyerapan obat. Tujuan meriview artikel adalah untuk mengetahui karakteristik dan evaluasi sediaan tablet effervescent, termasuk formulasi, sifat fisik dan evaluasi mutu fisik Tablet effervescent. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penelusuran studi pustaka tahun 2019-2025. Artikel-artikel ilmiah nasional dan internasional ditelaah dan dikaji mengenai formulasi dan evaluasi tablet effervescent berbahan herbal dan alami. Data dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi parameter fisik, variasi bahan, dan faktor-faktor yang memengaruhi mutu dan keberhasilan sediaan. Hasil menunjukkan bahwa formulasi tablet effervescent dari bahan herbal seperti mengkudu, meniran, dan daun katuk dapat memenuhi standar fisik dan mutu yang ditetapkan, terutama pada parameter seperti kekerasan, waktu larut, dan kestabilan. Beberapa formula menunjukkan hasil yang optimal, meskipun masih perlu dilakukan pengoptimalan pada parameter tertentu seperti keseragaman ukuran dan friabilitas agar memenuhi standar farmakope. Selain itu, faktor proses produksi seperti kelembaban juga mempengaruhi waktu larut dan kualitas akhir tablet effervescent.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI Susanti, Reni; Krihariyani, Dwi; Endarini, Lully Hanni; Suliati, Suliati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i2.6391

Abstract

ABSTRACT Iron deficiency anemia is a common nutritional problem among adolescent girls in developing countries such as Indonesia, affecting both health and academic performance. The government has implemented a school-based iron supplementation program to address this issue. This study aims to evaluate the effectiveness of iron tablet supplementation in increasing hemoglobin levels among 10th-grade female students at MAN 3 Magetan. The study used a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. A total of 122 students aged 15–18 years participated based on inclusion criteria and parental consent. The intervention involved weekly iron tablet supplementation for three months. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention using a HemoCue device, and data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test. The results showed a significant increase in hemoglobin levels after the intervention (p < 0.05). Prior to supplementation, 39% of the students were anemic, which decreased to 8% after the intervention, with 92% having normal hemoglobin levels. These findings indicate that regular iron supplementation effectively improves hemoglobin levels and reduces anemia prevalence. The program should be continued with sustained nutrition education and monitoring of compliance to ensure long-term effectiveness. ABSTRAK Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang umum pada remaja putri di negara berkembang seperti Indonesia, berdampak pada kesehatan dan prestasi belajar. Pemerintah telah menjalankan program pemberian tablet tambah darah (TTD) di sekolah sebagai upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi kelas X di MAN 3 Magetan. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sebanyak 122 siswi usia 15–18 tahun menjadi responden berdasarkan kriteria inklusi dan persetujuan orang tua. Intervensi berupa pemberian TTD dilakukan seminggu sekali selama tiga bulan. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat HemoCue, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kadar hemoglobin setelah intervensi (p < 0,05). Sebelum intervensi, 39% siswi mengalami anemia, sementara setelahnya hanya 8%, dengan 92% memiliki kadar hemoglobin normal. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian TTD secara rutin efektif meningkatkan kadar hemoglobin dan menurunkan prevalensi anemia. Program ini perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dengan edukasi gizi dan pemantauan kepatuhan konsumsi untuk hasil jangka panjang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7