Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of Green Beans Vima 1 and Local as an Alternative Media Substitute Sabouraud Dextrose Agar (SDA) in the Growth of Trichophyton Rubrum Widyanur; Retno Sasongkowati; Suliati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 01 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v16i01.3181

Abstract

Green beans are cultivated plants and crops with nutrients from vegetable protein. Varieties of mung beans vary, including Vima 1 and local. The fungus Trichophyton rubrum generates dermatophytosis. This research explored green beans and local Vima 1 as an alternative medium in the growth of Trichophyton rubrum fungus. The type of research used by laboratory experiments was carried out at the STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung Microbiology Laboratory in March - April 2022. SDA media and alternative media green beans Vima 1 and local variations of the mass of 6 grams and 7 grams inoculated Trichophyton rubrum fungus using a single dot method with repetition as much as five times. The results showed that Trichophyton rubrum fungus grows optimally on alternative media green beans Vima 1 variation of 7 grams of mass that grows colonies on the fifth day with an average final diameter of 14 mm. While alternative media green beans Vima 1 variation mass 6 grams 11 mm, SDA media 11.65 mm, alternative media local green beans variation mass 6 grams 7.5 mm, and variation mass 7 grams 11.5 mm. The result of independent statistical tests was a p-value < 0.00, which shows significant differences in each type of media. This study result concluded that green beans Vima 1 and local could be used as an alternative medium to replace the SDA media in the growth of Trichophyton rubrum fungus.
Analysis of Mec-A Gene on Methicillin Resistant Staphylococcus aureus Suliati Suliati; Ayu Puspitasari; Anita Dwi Anggraini
Health Notions Vol 7, No 1 (2023): January
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn70105

Abstract

The prevalence of MRSA in various hospitals in the world ranges from 2-70% with an average of 20% .In recent decades there has been an increasing prevalence of S. aureus and MRSA in the world. Population-based studies in North America and Europe indicate the prevalence of S. aureus is between 18-30%. The overall prevalence of MRSA in Asia has reached 70%, while publications and prevalence of MRSA in Indonesia are still very limited and very difficult to obtain. The prevalence of MRSA in Atmajaya Hospital, Jakarta, reached 47%. Yuwono also reported in 2010 MRSA at Dr. RSUP. Moh. Hoesin Palembang reached 46%. Amplification were carried out under PCR conditions as a result of optimization, namely the results of PCR optimization were carried out for 30 cycles with the following thermal conditions. Denaturation phase at 94oC for 30 seconds, annealing at 52.0oC for 30 seconds, and extension at 72oC for 1 minute. Amplification results showed that of the 30 samples only 90% (27 samples) were detected to have the Mec-A gene, 10% (3 samples) were negative. Keywords: Mec-A; gene; Methicillin Resistant Staphylococcus aureus
Peningkatan Kemandirian Siswa dalam Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat untuk Mencegah dan Mengurangi Infeksi Soil Transmitted Helminths (Sth) di SD MI Sunan Ampel 1 Sidorogo-Trosobo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo Suliati; Wisnu Istanto; Anita Dwi Anggraini
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.3 No.1 Mei (2023) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) adalah golongan cacing usus (Nematoda Usus) dalam perkembanganya membutuhkan tanah untuk men jadi bentuk infektif. Golongan STH yang habitatnya pada usus manusia adalah Ascaris lumbricoides, Hookworm (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale), Strongiloides stercoralis, Trichuris trichiura. Madrasah Ibtidaiyah Sunan Ampel II mulai kiprahnya dalam dunia pendidikan sejak tahun1988 atas prakarsa beberapa tokoh agama, tokoh masyar akat dan adanya tuntutan dari masyarakat setempat. Mengingat semakin banyaknya output yang dihasilkan. Madrasah Ibtidaiyah Sunan Ampel II setiap tahunnya, juga kondisi masyarakat setempat yang tergolong mene ngah kebawah, sedangkan letak desa tersebut jauh dari lembaga pendidikan SMP dan setingkatnya yang ada disekitar desa tersebut. Penelitian dilakukan oleh Megadkk tahun 2020 di SD MI Sunan Ampel 1 Desa Sidorogo Kecamatan Taman Kabupaten di didapatkan hasil terdapat siswa sebanyak 44% terinfeksi STH, hal ini dikarenakan siswa yang kurang pengetahuan tentang kecacingan sebanyak 19 siswa (76%), sedangkan cukupnya pengetahuan tentang kecacingan sebanyak 4 siswa (16%), dan baiknya pengetahuan tentang kecacingan sebanyak 2 siswa (8%). dengan jumlah keseluruhan sebanyak 25 anak (100%). sebagian besar siswa maupun orang tua belum mengenal jenis-jenis cacing yang berbahaya bagi kesehatan, ataupun mengetahui cara pencegahan dan akibat kecacingan. Upaya yang dapat dilakukan adalah kegiatan penyuluhan yang berlangsu ng sangat interaktif dan komunikatif dan setiap peserta penyuluhan dapat memahami penjelasan yang disampaikan baik melalui media poster baik melalui tanya jawab. Berdasarkan hasil pretest dan post terdapat peningkatan pengetahun rata-rata 23% menjadi 71% ,sehingga total peningkatan pengetahuan peserta bertambah sebesar 48%.
PENGARUH INFUSA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) TERHADAP KEMATIAN CACING Ascaris suum, Goeze IN VITRO suliati suliati
Analis Kesehatan Sains Vol. 11 No. 2 (2022): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.446 KB) | DOI: 10.36568/anakes.v11i2.7

Abstract

Askariasis merupakan penyakit parasit yang disebabkan oleh nematoda Ascaris lumbricoides. Askariasis dapat diobati menggunakan obat cacing. Obat kecacingan (anthelmintik) sintetis dapat menimbulkan gejala seperti mual, muntah dan diare. Salah satu tanaman tradisional yang bermanfaat untuk obat kecacingan ini adalah tanaman kayu secang (Caeselpinia sappan. L). Kandungan kayu secang yang mampu untuk membunuh adalah Flavonoid, Saponin, Alkaloid, Tannin, senyawa Fenolik, Triterpenoid dan Glikosida. Ternyata ada keterkaitan antara kandungan Flavonoid dan Tannin dengan kematian Ascaris suum, sehingga pengembangan Kayu Secang dapat digunakan untuk dikembangkan, diteliti dan dibuktikan sebagai alternatif obat herbal guna mengembangkan pengobatan di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental, yang dilakukan mulai bulan Februari sampai Mei 2019 di Laboratorium Parasitologi Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya. Uji statistika yang digunakan adalah uji One Way Annova. Berdasarkan hasil penelitian yaitu hasil pemberian infusa kayu secang (Caesalpinia sappan L) pada masing-masing konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40% memiliki rerata waktu kematian cacing Ascaris suum Goeze adalah selama 436 menit pada konsentrasi 10%, konsentrasi 20% diperoleh rerata waktu kematian selama 373 menit, konsentrasi 30% diperoleh rerata waktu kematian selama 317 menit, konsentrasi 40% dengan rerata waktu kematian selama 255 menit. Kontrol positif memiliki rerata waktu kematian cacing selama 86 menit dan Kontrol negatif memperoleh rerata waktu kematian cacing selama 5673 menit. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa semakin meningkatnya konsentrasi infusa kayu secang akan semakin cepat waktu kematian cacing yang dibutuhkan. Kata kunci :Kayu secang (Caesalpinia sappan L), Ascaris suum Goeze dewasa, Waktu kematian cacing
ANALISA BAKTERI Escherichia coli DAN Salmonella sp PADA TELUR AYAM KAMPUNG Della Ika Putri Damayanti; Mutiarawati Diah Titik; Suliati Suliati
Analis Kesehatan Sains Vol. 10 No. 1 (2021): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.402 KB)

Abstract

Meanings of animal origin are often contaminate by microorganism, one of it is chicken eggs. Free range chicken is often consumed raw for medicinal purposes without knowing any contamination in it. Free range chicken are often associated with the genesis of foodborne diseases that can cause ailments in the form of diarrheal and gastroenteristic diseases. According to data provided by the 2018 ministry of health, there are approximately 7 million cases of diarrheal disease every year. The bacteria responsible for diarrhea is Salmonella sp, Escherichia coli and Staphylococcus aureus. This type of research is laboratory experimental research through culture. The population of this study was eggs obtained from the village of Tanggul Kulon RT 01/RW 07 Jember. The sample of this research is free range chicken taken by purposive sampling based on criteria. The place of this research was conducted at the Bacteriology Laboratory of Poltekkes Surabaya from January to April 2021. The result showed 4 out of 12 positive samples identified as Escherichia coli and 8 out of 12 positive samples identified as Salmonella parathypi A bacteria
UJI OPTIMALISASI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia Sinensis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Salsyabillah Ramadhani HD. Widya; Mutiarawati Diah Titik; Suliati Suliati
Analis Kesehatan Sains Vol. 10 No. 2 (2021): Analis Kesehatan Sains
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on substances as new antibiotics to inhibit or kill bacteria that are resistant to antibiotics needs to be done. One of the simplicia has an antibacterial effect is the leaves of green tea (Camellia sinensis). Antibacterial content the leaves of green tea (Camellia sinensis), namely alkaloids, saponins, tannins, and catechins (polyphenols). Tea one of the favorite products from Indonesia’ estate. The purpose of this study was to determine optimization of the inhibitory power the leaves of green tea’s (Camellia sinensis) extract against the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus. This research is an experimental laboratory conducted at Bacteriology”s Laboratory, Department of Medical Laboratory Technology Surabaya in November 2020 - April 2021. This study uses the Kirby Bauer disk diffusion method, namely Mueller Hinton Agar (MHA) media which has been planted with Escherichia coli and Staphylococcus aureus with disks that have been prepared. soaked in the leaves of green tea’s (Camellia sinensis) extract at concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100% and then incubated for 24 hours in an incubator. The results can be concluded the leaves of green tea’s (Camellia sinensis) extract can be used as an antibacterial. Optimal of results in this research were Escherichia coli at a concentration of 25% with an average diameter of 10,25 mm and Staphylococcus aureus at a concentration of 100% with an average of 22,5 mm. This is because content the leaves of green tea’s (Camellia sinensis) is catechins and alkaloids as strong antibacterials
Pemeriksaan Status Gizi dan Kadar Asam Urat Lansia di Posyandu Abiyoso Polkesbaya Evy Diah Woelansari; Juliana Christyaningsih; Suhariyadi Suhariyadi; Lully Hanni Endarini; Museyaroh Museyaroh; Diah Titik Mutiarawati; Wisnu Istanto; Suliati Suliati; Anik Handayati; Sri Sulami Endah Astuti; Pestariati Pestariati; Retno Sasongkowati; Mamik Mamik; Sri Utami; Minarti Minarti; Luthfi Rusyadi; Liliek Soetjiatie
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 4 Nomor 2 Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v4i2.13417

Abstract

Proses penuaan dapat memengaruhi kesehatan fisik lansia dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk hipertensi dan asam urat. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 14 Juni 2023 bertempat di Balai RW 2 Kelurahan Kertajaya, Surabaya dan dihadiri 59 lansia yang berdomisili di RW 1 dan RW 2 Kelurahan Kertajaya Kecamatan Gubeng Surabaya. Jenis kegiatan yang dilaksanakan adalah pengukuran status gizi, asam urat dan senam hipertensi. Hasil pemeriksaan mengungkapkan 57,6% lansia memiliki kadar asam urat yang tinggi dan mayoritas memiliki kelebihan berat badan, sehingga lansia perlu mengendalikan tekanan darah dengan pengobatan yang diresepkan oleh dokter, perubahan gaya hidup seperti diet rendah garam, olahraga teratur, dan menghindari stres.
Pemeriksaan Kesehatan Warga Panti Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa, Sambikerep, Surabaya Juliana Christyaningsih; Kiaonarn Ongko Waluyo; Museyaroh Museyaroh; Nuning Marina Pengge; Lully Hani Endarini; Suliati Suliati; Nurul Hindaryani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 4 Nomor 1 April 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v4i1.8998

Abstract

Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa Sambikerep, Surabaya, Indonesia, menerima penitipan anak, khususnya anak terlantar dan lansia, berjumlah 48 orang terdiri dari 18 lansia, 20 anak, 10 remaja, sedangkan pengelola Yayasan Cinta Kasih sejumlah 6 orang. Sejak masa pandemi, anak dan lansia di Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa tersebut jarang mendapat layanan kesehatan dan keterbatasan ruanggerak anak-anak. Tim Pengabdi Polkesbaya mempunyai solusi yaitu anak di Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa akan mendapat pemeriksaan tumbuh kembang anak, Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, pemeriksaan Status Gizi, penyuluhan cara menyikat gigi yang benar, sedang untuk dewasa dan lansia adalah pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat. Hasil yang didapat adalah Penyuluhan oleh tim pengabdi diikuti dengan baik dan antusias oleh warga Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa. Status gizi dan tumbuh kembang anak dan bayi di Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa didapatkan anak kategori kurus 3%, gemuk 9%, obesitas dan BB kurang masing2 3% dan BB lebih 6%, sedangkan 6% dewasa/ lansia didapatkan kadar glukosa darah dan asam urat tinggi. Disarankan kegiatan serupa dapat dilakukan secara periodik agar warga Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa dapat terpantau status kesehatannya.
Peningkatan Kemandirian Siswa dalam Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat untuk Mencegah dan Mengurangi Infeksi Soil Transmitted Helminths (Sth) di SD MI Sunan Ampel 1 Sidorogo-Trosobo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo Suliati; Wisnu Istanto; Anita Dwi Anggraini
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.3 No.1 Mei (2023) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v3i1.156

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) adalah golongan cacing usus (Nematoda Usus) dalam perkembanganya membutuhkan tanah untuk men jadi bentuk infektif. Golongan STH yang habitatnya pada usus manusia adalah Ascaris lumbricoides, Hookworm (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale), Strongiloides stercoralis, Trichuris trichiura. Madrasah Ibtidaiyah Sunan Ampel II mulai kiprahnya dalam dunia pendidikan sejak tahun1988 atas prakarsa beberapa tokoh agama, tokoh masyar akat dan adanya tuntutan dari masyarakat setempat. Mengingat semakin banyaknya output yang dihasilkan. Madrasah Ibtidaiyah Sunan Ampel II setiap tahunnya, juga kondisi masyarakat setempat yang tergolong mene ngah kebawah, sedangkan letak desa tersebut jauh dari lembaga pendidikan SMP dan setingkatnya yang ada disekitar desa tersebut. Penelitian dilakukan oleh Megadkk tahun 2020 di SD MI Sunan Ampel 1 Desa Sidorogo Kecamatan Taman Kabupaten di didapatkan hasil terdapat siswa sebanyak 44% terinfeksi STH, hal ini dikarenakan siswa yang kurang pengetahuan tentang kecacingan sebanyak 19 siswa (76%), sedangkan cukupnya pengetahuan tentang kecacingan sebanyak 4 siswa (16%), dan baiknya pengetahuan tentang kecacingan sebanyak 2 siswa (8%). dengan jumlah keseluruhan sebanyak 25 anak (100%). sebagian besar siswa maupun orang tua belum mengenal jenis-jenis cacing yang berbahaya bagi kesehatan, ataupun mengetahui cara pencegahan dan akibat kecacingan. Upaya yang dapat dilakukan adalah kegiatan penyuluhan yang berlangsu ng sangat interaktif dan komunikatif dan setiap peserta penyuluhan dapat memahami penjelasan yang disampaikan baik melalui media poster baik melalui tanya jawab. Berdasarkan hasil pretest dan post terdapat peningkatan pengetahun rata-rata 23% menjadi 71% ,sehingga total peningkatan pengetahuan peserta bertambah sebesar 48%.
Personal Hygiene sebagai Faktor Risiko Terjadinya Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Warga Tunagrahita Paramitha, Silvia Mega; Suliati, Suliati; Puspitasari, Ayu
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik14205

Abstract

Soil-transmitted helminth infection is an intestinal infection that can occur at any age, especially in people with poor personal hygiene. This condition, related to a lack of awareness of personal hygiene, is still common among people with mental retardation. The purpose of this study was to analyze the correlation between personal hygiene and the incidence of soil-transmitted helminth infection in people with intellectual disabilities. This study used a cross-sectional design involving a sample of 30 people with intellectual disabilities. Data collection was conducted through stool specimen examination, interviews, and observation. Statistical data analysis was performed using the Chi-square test and Spearman correlation test. The results showed a p-value of 0.000 and an r-value of 0.693, indicating a significant and strong positive correlation. The conclusion of this study confirms that personal hygiene problems are a risk factor for soil-transmitted helminth infection in people with intellectual disabilities.Keywords: soil-transmitted helminth infection; personal hygiene; stool examinationABSTRAK Infeksi soil transmitted helminths merupakan infeksi usus yang dapat terjadi pada semua usia terutama pada masyarakat dengan kondisi personal hygiene yang buruk. Kondisi terkait kurangnya kesadaran pribadi dalam menjaga personal hygiene ini masih banyak dijumpai pada warga yang mengalami keterbelakangan mental. Tujuan penelitian ini adalah mengenalisis korelasi antara personal hygiene dengan kejadian infeksi soil transmitted helminths pada warga tunagrahita. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional yang melibatkan sampel yaitu 30 warga tunagrahita. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan spesimen tinja, wawancara, dan observasi. Analisis data secara statistik dilakukan menggunakan uji Chi-square dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,000 dan nilai r adalah 0,693< sehingga dimaknai bahwa ada korelasi positif yang signifikan dan kuat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu menegaskan bahwa masalah personal hygiene merupakan faktor risiko kejadian infeksi soil transmitted helminths pada warga tunagrahita.Kata kunci: infeksi soil transmitted helminth; personal hygiene; pemeriksaan tinja 
Co-Authors ., Pestariati A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aliyya Noor Izzati Amirah Putri Zerlina Anggraini, Anita Dwi Astuti Setiyani, Astuti Ayu Puspitasari Ayu Puspitasari, Ayu Bambang Hadi Sugito Briansky, Sabira Alvayogi Cholidah, Ema Zahiroh Nur Darjati Deddy Adam Dedi Kurniawan Della Ika Putri Damayanti Demes Nurmayanti Diah Titik Mutiarawati Diah Titik Mutiarawati Dwi Agustin Wulandari Endah Astuti, Sri Sulami Endarini, Lully Hani Endarini, Lully Hanni Endarini, Lully Hanny Era Fitria Yunita Ersanto, Novi Evi Yunita N Evi Yunita Nugrahini Evy Diah Woelansari Farah Adilah Ambar Sari Ginarsih, Yuni Hadi Suryono Handayati, Anik Haqqi, Faishol Hariyanto Hariyanto Hermiyanti, Pratiwi Hindaryani, Nurul Ilma Ilma Imat Rochimat Indah Lestari, Indah Ira Puspita Sari Ira Puspita Sari Ira Rahayu Tiyar Isfentiani, Dina Isnaini, Dian Istanto, Wisnu Juliana Christianingsih Juliana Christyaningsih Junaedi, Winda Rachmawati Kanaya Aulia Masardi Kartika Rahayuningsih, Christ Kasiati, Klanting Khambali, Khambali Kiaonarn Ongko Waluyo Kiaonarni O.W Kiaonarni OW Krihariyani, Dwi Kristiningsih, Elly Kuswanto, Muhammad Lembunai Tat Alberta Lembunai Tat Alberta, Lembunai Tat Lestari, Ari Fajar Liliek Soetjiatie Lully Hani Endarini Lully Hani Endarini Luthfi Rusyadi M. Zakarahman Makruf, Anang Mamik Mamik Mamik Mamik Maudita, Nauril MINARTI Minarti Minarti Mita Zuliana, Nur Mujayanto Museyaroh, Museyaroh Mutiarawati, Diah Titik N. S. Widodo Nadeak, Juan Carlos Nella Febrilia DP Novita, Devy Nuning Marina Pengge Nur Hatijah Nuri Handayani Nurwening TW Paramitha, Silvia Mega Prayekti, Endah Prisma Anjarlena Puspita Dewi, Teresia Retna Puspita, Ria Puspitasari, Erlita Rahayu Sumaningsih Rahayu, Teta Puji Ratno Tri Utomo Reni Susanti Rina Idawati Rusmania, Liya Safrudin, Samsul Saktiyani, Fisari Salis Irawati Salsyabillah Ramadhani HD. Widya Sari, Sintia Mustika Sasongkowati, Retno Siagian, Hotmaida Siti Alfiah Sri Utami Sugihani Suhariyadi Sumasto, Hery Syamsul Arifin Syamsul, Arifin Teresia Retna P Titin Muslihatin, Titin Toni Watoyani Tovani Sri Trisnania, Iid Dani Wahyu Murti Widyanur Widyawati, Keri Ayu Wirda Nursanti Yohanes Kambaru W Yusianti Silviani