cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6285362159499
Journal Mail Official
jurnal.tkim@unimal.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Teknik Kimia Unimal Jl. Batam No. 1 Bukit Indah Blang Pulo, Lhokseumawe 24353 - Indonesia Telepon:+62 0645 41373
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal
ISSN : 23033991     EISSN : 25805436     DOI : https://doi.org/10.29103/jtku.v11i1.7243
Published 2 times a year, in May and November, provides immediate open access that publishes updates in relation to Chemical Engineering Scieces. Thematic areas in relation to sciences are as follows:Chemical Processes Chemical Reaction Technology Mass and Heat Transfer Modeling Environment Bioprocess Technology Review Articles
Articles 210 Documents
EKSTRAKSI DAUN PULUTAN (Urena lobata Linn) DENGAN METODE SONIKASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA Fadillah, Ummu Farah; Wakiah, Nurul; Trinoviyani, Trinoviyani; Sudirman, Sudirman; Azis, Nur Afni
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i2.19147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi etanol dalam proses ekstraksi daun pulutan terhadap aktivitas antibakteri, khususnya terhadap Propionibacterium acne, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Ekstraksi dilakukan dengan etanol pada konsentrasi 30%, 60%, dan 90%. Hasil penelitian memperlihatkan konsentrasi etanol berbanding lurus dengan diameter daya hambat, meskipun rendemen yang diperoleh menurun. Rendemen tertinggi diperoleh dengan etanol 30% (36,36%), diikuti oleh etanol 60% (19,27%), dan terendah dengan etanol 90% (8,48%). Uji antibakteri menunjukkan kemampuan tertinggi terhadap S. aureus dan S. epidermidis dicapai dengan ekstrak etanol 90% pada konsentrasi 500 mg/mL. Penelitian ini menegaskan bahwa konsentrasi pelarut berperan penting dalam mengekstraksi senyawa bioaktif yang efektif dalam menekan perkembangan bakteri.
PERFORMA CAT EKSTERIOR BERBASIS BINDER LATEKS KARET ALAM TERMODIFIKASI ACRYLIC Rosmawati, Putri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i2.19540

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi penggunaan lateks karet alam dan polimer styrene acrylic serta full acrylic sebagai bahan baku untuk membuat cat eksterior yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja binder berbasis lateks karet alam yang dicangkok (grafted) terhadap washability serta kemampuan daya tutupnya (opacity) cat emulsi eksterior. Lateks karet alam dengan kandungan karet kering (Dry Rubber Content, DRC) 58% direaksikan dengan styrene acrylic dan full acrylic dalam reaktor pada suhu 70„ƒ dan kecepatan pengadukan 1500 rpm. Nisbah berat styrene acrylic, full acrylic, dan lateks karet alam yang digunakan adalah (15:15:70). Sebagai inisiator digunakan benzoil peroksida (BPO) sebanyak 0,1%. Selanjutnya binder ini dicampurkan ke dalam base cat dengan kadar 6%, 9%, 12%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar binder pada cat berbanding lurus dengan peningkatan nilai washability. Penggunaan binder lateks saja dapat menurunkan nilai washability-nya. Sebaliknya semakin bertambahnya kadar binder menghasilkan daya tutup yang semakin rendah. Nilai washability terbaik didapatkan pada kadar binder 15%, yaitu sebesar 2600 siklus dan daya tutup yang memenuhi standar industri cat.
PENGARUH JENIS DAN KADAR ANTIOKSIDAN TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL ASPAL KARET Siregar, Devika
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i2.19574

Abstract

Infrastruktur jalan merupakan sarana penting untuk menghubungkan suatu daerah ke daerah lainnya dan sering mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi berupa jalan berlubang, retak, bergelombang, penurunan bahu jalan, serta amblas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh antioksidan dalam aspal karet menggunakan crumb rubber jenis SIR-20 terhadap karakteristik produk aspal karet. Pembuatan kompon diawali dengan penggilingan crumb rubber menggunakan open mill. Pelunakan kompon karet dibantu dengan penambahan aspal sebangai plasticizer, lalu  ditambahkan antioksidan trimethyl quinolone (TMQ), butylated hydroxytoluene (BHT)  dan polyethylene glycol (PEG). Proses pelelehan crumb rubber dilakukan pada suhu 160oC selama 1 jam dengan kecepatan pengadukan 500 rpm. Aspal modifikasi karet alam dilakukan pengujian marshall dan Fourier Transform Infrared Analysis (FTIR) pada keadaan short term dan long term aging. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan kadar antioksidan dalam aspal dapat meningkatkan stabilitas marshall dan didapatkan hasil terbaik pada penambahan antioksidan TMQ 2% sebesar 1877,8 kg pada short term dan 1948,2 kg pada long term, VFA sebesar 79,1% pada short term dan 79,4% pada long term, VMA sebesar 14,999% pada short term dan 14,956% pada long term, dan VIM sebesar 3,138% pada short term dan 3,089% pada long term.
BIOKONVERSI LIMBAH ORGANIK MELALUI BUDIDAYA MAGGOT BSF (BLACK SOLDIER FLY) MENUJU ZERO WASTE Yani, Andi Burhan, Setyawati Yani, Syamsuddin
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.20063

Abstract

Biokonversi Limbah Organik Melalui Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) Menuju Zero Waste. (dibimbing oleh Setyawati dan Syamsuddin Yani)Maggot BSF(Black Soldier Fly) atau lalat tentara hitam adalah larva yang memiliki segudang manfaat bagi banyak sektor, seperti peternakan, pertanian, pendidikan, lingkungan hidup, pendidikan, dunia kecantikan dan masih banyak lagi manfaat yang dapat dikembangkan. Sehubungan dengan hubungan habitat maggot dengan limbah organik yang sering menjadi masalah kesehatan dan menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga diperlukan penanganan khusus dalam pengelolaan limbah yang menjadi sumber pakan bagi maggot dalam fase kehidupannya. Penambahan cairan EM4 (Effective Microorganism 4) dalam penanganan kebauan memberikan efek perubahan fisik maggot yang lebih optimal dengan melihat data penelitian yang dilakukan selama 21 hari, dengan melakukan pengamatan setiap 3 hari setelah terjadi penetasan telur BSF dalam kurun waktu 4 hari. Dalam penelitian experimental dilakukan penelitian terhadap berat dan panjang fisik maggot dalam rentang waktu setiap 3 hari setelah penetasan (Hari ke-3, ke-6, ke-9, ke-12, ke-15 dan ke-18) diperoleh nilai bobot berat dan panjang lebih optimal jika diberikan penambahan EM4 terhadap pakan maggot dan terjadi pengurangan limbah akibat terdegradasi oleh maggot BSF. Dimana residu yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai pupuk atau pakan hewan ternak. Dapat disimpulkan dengan penambahan EM4 dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan maggot dan mengatasi masalah kebauan yang ditimbulkan oleh bahan baku sebagai pakan maggot dan zero waste dapat terjadi dengan perantara sang agen biokonversi.
PENGARUH LAJU UMPAN MASUK DECANTER TERHADAP LOSSES WATER PHASE DAN SOLID PHASE Maulana, Akmal; Nurmalasari, Enny; Luthfi, Muhammad Zulfikar; Nury, Dennis Farina
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.20824

Abstract

Decanter merupakan alat yang digunakan untuk mengutip kembali kandungan minyak yang masih terdapat di dalam sludge dengan metode sentrifugal. Jika decanter tidak bekerja dengan efisien, maka kadar air, minyak, dan solid akan meningkat, yang dapat merugikan pihak pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh laju alir umpan terhadap persentase kehilangan minyak di water phase dan solid phase pada decanter. Adapun variasi laju alir umpan yang digunakan adalah 21, 22, dan 23 ton/jam. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan laju alir umpan ke dalam decanter pada 21, 22, dan 23 ton/jam. Evaluasi dilakukan untuk menentukan losses pada water phase dan solid phase dari keluaran decanter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa losses pada solid phase tertinggi terjadi pada laju umpan 23 ton/jam dengan rata-rata selama seminggu sebesar 3,38%, sedangkan losses terendah terjadi pada laju umpan 21 ton/jam dengan rata-rata selama seminggu sebesar 3,27%. Ini menunjukkan bahwa laju umpan 21 ton/jam memiliki pemisahan antara minyak dan solid yang lebih efisien dibandingkan dengan laju umpan 23 ton/jam. Pada water phase, losses tertinggi terjadi pada laju umpan 23 ton/jam dengan rata-rata selama seminggu sebesar 0,81%, sedangkan losses terendah terjadi pada laju umpan 21 ton/jam dengan rata-rata selama seminggu sebesar 0,80%. Hasil ini sejalan dengan losses pada solid phase decanter.
OPTIMALISASI BLOWDOWN COOLING WATER MELALUI VARIASI PENGOLAHAN AIR MAKE-UP Sambeyano, Roby Nyoman
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.21102

Abstract

Sistem cooling water memiliki peran kritis dalam industri, namun menghadapi tantangan signifikan terkait akumulasi mineral, pengendapan, dan korosi yang dapat menurunkan efisiensi perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan proses blowdown cooling water melalui variasi pengolahan air make-up. Studi dilakukan dengan menganalisis tiga variasi air make-up yaitu make-up tanpa reverse osmosis (RO), make-up campuran air tanpa reverse osmosis dan dengan reverse osmosis dengan perbandingan 50:50, dan make-up dengan pengolahan reverse osmosis sepenuhnya. Metodologi penelitian mencakup perhitungan evaporasi (E), siklus konsentrasi (CR), dan volume blowdown (BD) dengan mempertimbangkan parameter kualitas air seperti konduktivitas, kesadahan kalsium dan magnesium, serta kadar silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air make-up tanpa reverse osmosis menghasilkan volume blowdown tertinggi sebesar 20,86 m³/h dan campuran air make-up dengan perbandingan 50:50 menghasilkan 9,25 m³/h yang dipengaruhi oleh kadar kesadahan magnesium, sedangkan air make-up dengan pengolahan reverse osmosis sepenuhnya menurunkan volume blowdown menjadi 1,97 m³/h yang dipengaruhi oleh kadar silika. Pengolahan air make-up campuran dapat menurunkan volume blowdown sebesar 55,66%, sedangkan air make-up dengan pengolahan reverse osmosis secara signifikan menurunkan volume blowdown sebesar 90,56%.
ISOLASI, KARAKTERISASI DAN SELEKSI BAKTERI POTENSIAL UNTUK BIOREMEDIASI MERKURI DARI BEBERAPA LOKASI PESK DESA PONGKOR, BOGOR JAWA BARAT. Mere, Janrigo Klaumegio
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.21259

Abstract

Merkuri (Hg) merupakan salah satu logam berat yang diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan karena sifatnya yang toksik dan bioakumulatif. Pencemaraan merkuri di area pertambangan emas hasil aktivitas manusia adalah suatu kondisi yang dapat mengancam ekosistem sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri potensial pendegradasi merkuri sebagai kandidat bioremediasi. Sampel diisolasi dari air sungai dan sedimen pada beberapa lokasi di Pongkor, bogor (Jawa barat). Hasil karakterisasi dan uji toksisitas dalam media HgCl2 menunjukkan bahwa keenam isolat yang diambil dari Air sungai 1(AS1), Air sungai (AS3),Sedimen Sungai 1 (SS1) air sungai 2 (AS2), sedimen sungai 2 (SS2) dan sedimen sungai 3 (SS3) memperlihatkan karakteristik yang beragam dari 2 golongan bakteri yaitu Gram positif dan Gram negatif. Uji toksisitas terhadap merkuri dalam media HgCl2 menunjukkan bahwa secara keseluruhan kelompok bakteri tersebut mampu bertahan dalam media pertumbuhan yang mengandung HgCl2 hingga 70 ppm. Kemampuan untuk tetap tumbuh dari bakteri tersebut diduga karena adanya aktivitas enzim merkuri reduktase (MerA ) atau (MerB) yang berperan dalam mengubah ion Hg2+menjadi Hg0. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dalam pengembangan pengolahan limbah merkuri di lingkungan yang aman dan efektif. 
Uji Stabilitas Preparasi Fuse Bead Dengan Variasi Konsentrasi Lithium Metaborat Dan Lithium Tetraborat Sebagai Bahan Pengujian Nickel Ore Menggunakan Xrf Spectrometer Putri, St Alhayyu Fatimah; Marzuki, Ismail
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.21303

Abstract

Fluoresensi Sinar-X Dispersi Panjang Gelombang (WDXRF) adalah salah satu dari dua jenis umum instrumentasi Fluoresensi Sinar-X yang digunakan untuk aplikasi analisis unsur. Metode Fusion Borate merupakan teknik yang optimal pada preparasi sampel untuk analisa XRD, hasil akhir yang berupa bead kaca adalah hasil yang memiliki keakuratan yang paling tinggi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2025 dengan metode Fushion dengan proses analisa menggunakan instrument WDXRF S8 Tiger. Pada penelitian ini digunakan 5 sampel dengan variasi penambahan flux (Lithium Metaborat:Lithium Tetraborat). Sampel tersebut meliputi Sampel standar OREAS 189, OREAS 190, OREAS 193, dan Internal Sampel meliputi ZBK 410 dan ZBK 414.Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa perbedaan variasi Lithium Metaborat dan Lithium Tetraborat pada preparasi fusebead memiliki perbedaan karakteristik yang cukup signifikan. Pada variasi 9 gram dan 9,2 gram didapatkan hasil bead kaca yang berbentuk setengah lingkaran dan pada variasi lainnya berbentuk lingkaran sempurna sesuai dengan acuan prosedur kerja yang sudah ada. Hasil analisa yang mendekati nilai acuan standar yang digunakan yaitu OREAS 189 kadar Nikel sebesar 1,485% (nilai acuan 1,48%), kadar Besi sebesar 10,59% (nilai acuan 10,52%), kadar Silika sebesar 46,29% (nilai acuan 46,20%), dan kadar Magnesium sebesar 23,13% (nilai acuan 23,09%). OREAS 190 kadar Nikel sebesar 1,629% (nilai acuan 1,64%), kadar Besi sebesar 24,93% (nilai acuan 24,81%), kadar Silika sebesar 38,48% (nilai acuan 38,22%), dan kadar Magnesium sebesar 6,92% (nilai acuan 6,91%). OREAS 193 kadar Nikel sebesar 1,925% (nilai acuan 1,93%), kadar Besi sebesar 13,68% (nilai acuan 13,64%), kadar Silika sebesar 42,80% (nilai acuan 42,72%), dan kadar Magnesium sebesar 20,28% (nilai acuan 20,25 %).
STUDI COUNTERFEIT GOLD YANG BERISI TUNGSTEN PADA EMAS BATANGAN Fikrah, Zakia Mega; Marzuki, Ismail
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.21349

Abstract

Emas tergolong logam mulia yang sampai saat ini masih popular dikalangan Masyarakat. Logam mulia dengan simbol Au ini sering kali dijadikan perhiasan maupun dijadikan sebagai investasi. Seiring dengan meningkatnya nila emas, metode pemalsuannya pun semakin meningkat, salah satunya dengan menggunakan tungsten sebagai isian pada emas batangan. Hal ini dikarenakan tungsten mempunyai massa jenis yang mendekati emas, sehingga sulit terdeteksi di inginkan hasil studi ini bisa dipakai menjadi rujukan untuk identifikasi emas dan meningkatkan kewaspadaan terhadap emas palsu yang mungkin saja masih beredar hingga penelitian ini selesai dilakukan.
PENGEMBANGAN BIOPLASTIK DARI LIMBAH PELEPAH BAMBU DENGAN UJI BIODEGRADABLE Anggraini, Talitha Felicia
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.21561

Abstract

Meningkatnya permasalahan limbah plastik sekali pakai di Indonesia mendorong pencarian material alternatif yang lebih ramah lingkungan, termasuk bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat biodegradabile bioplastik yang dibuat dari selulosa pelepah bambu dengan variasi konsentrasi 2 gram dan 5 gram. Metodologi yang diterapkan adalah eksperimental kuantitatif dengan pengujian biodegradasi selama periode 14 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bioplastik yang mengandung 2 gram selulosa sepenuhnya terurai pada hari ketujuh, sedangkan bioplastik dengan 5 gram selulosa terurai sekitar 98 persen pada hari keempat belas. Perbedaan kecepatan dalam proses degradasi ini dipengaruhi oleh ketebalan serta kepadatan struktur bioplastik itu sendiri. Bioplastik dengan 2 gram cenderung memiliki struktur yang lebih tipis (‰¤0,2 mm) dan tidak begitu padat, sehingga mempermudah akses air dan enzim mikroba untuk melakukan penguraian. Sebaliknya, konsentrasi 5 gram mempunyai struktur serat yang lebih padat, yang menimbulkan keterlambatan dalam proses biodegradable. Dengan demikian, penggunaan 2 gram selulosa dari pelepah bambu dianggap lebih efektif dalam mempercepat penguraian bioplastik secara alami. Hasil ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan bioplastik yang berbasis limbah organik sebagai alternatif bagi plastik konvensional.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020 Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018 Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014 Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017 Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2016 Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016 Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015 Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015 Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012 More Issue