cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6285362159499
Journal Mail Official
jurnal.tkim@unimal.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Teknik Kimia Unimal Jl. Batam No. 1 Bukit Indah Blang Pulo, Lhokseumawe 24353 - Indonesia Telepon:+62 0645 41373
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal
ISSN : 23033991     EISSN : 25805436     DOI : https://doi.org/10.29103/jtku.v11i1.7243
Published 2 times a year, in May and November, provides immediate open access that publishes updates in relation to Chemical Engineering Scieces. Thematic areas in relation to sciences are as follows:Chemical Processes Chemical Reaction Technology Mass and Heat Transfer Modeling Environment Bioprocess Technology Review Articles
Articles 210 Documents
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KONSENTRASI SiO2 TERHADAP KARAKTERISASI MEMBRAN MIKROFILTRASI Andinnawati, Widya; Hakim, Muhammad Fahmi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i1.15584

Abstract

Membran adalah teknologi pemisahan dengan efisiensi yang tinggi serta sangat ekonomis untuk kebutuhan pemurnian air. Salah satu membran yang sering digunakan adalah membran polimer. Namun, membran berbasis polimer mempunyai ketahanan mekanik dan termal yang rendah sehingga perlu modifikasi untuk menambah kekuatan dari membran tersebut. Maka pada penelitian ini dilakukan modifikasi pada membran dengan komposisi polivinil alkohol (PVA), carboxymethyl cellulose (CMC), dan silikon dioksida (SiO2) dengan variasi SiO2 0%, 1%, dan 3%. Metode penelitian ini menggunakan proses pembuatan membran berdasarkan teknik inversi fasa. Temuan penelitian tersebut meliputi analisis FTIR dan SEM, serta uji penyerapan air yang dilakukan pada membran PVA/CMC/SiO2. Spektrum FTIR menampilkan puncak serapan yang berbeda sesuai dengan gugus -OH dalam PVA, peregangan gugus C=O dari CMC, dan gugus Si-OH dan Si-O-Si dari silika. Membran dengan variasi 3% menunjukkan struktur morfologi pori yang lebih padat dan seragam, dengan rata-rata diameter pori 0,0674 μm. Karakteristik tersebut berimplikasi pada uji water uptake yang dimana membran dengan variasi 3% memiliki hasil paling rendah 51%. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan uji karakterisasi lainnya selain FTIR, SEM, dan water uptake. Kata kunci: membran, filtrasi, polivinil alkohol, silikon dioksida, inversi fasa
PENGARUH KEMATANGAN KULIT BUAH SUKUN TERHADAP PEKTIN YANG DIHASILKAN DENGAN PELARUT ASAM SITRAT Nurlaila, Rizka; Muarif, Agam; Nurfikasari, Dara; Fibarzi, Wiza Ulfa; Putri, Emilya Nirwana
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13059

Abstract

Pektin merupakan biopolimer yang diperoleh melalui proses ekstraksi dari limbah buah-buahan. Pektin dipisahkan dari jaringan tanaman melalui proses ekstraksi, yaitu berupa proses pemisahan dari bahan padat atau cair dengan menggunakan pelarut asam. Kulit buah sukun diketahui memiliki kandungan pektin yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan pektin. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit buah sukun menjadi produk pangan berupa pektin. Dalam penelitian ini akan membandingkan karakteristik pektin yang dihasilkan dari kulit sukun matang dan kulit sukun mentah menggunakan metode ekstraksi refluk dengan pelarut asam sitrat dengan konsentrasi 7 % sebanyak 500 mL pada suhu 95°C. Variasi waktu ekstraksi yang digunakan adalah 170, 175,180, 185, dan 190 menit. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi dihasilkan oleh kulit sukun mentah sebesar 41,068 % dengan waktu ektraksi selama 170 menit. Sedangkan kadar air terendah dihasilkan oleh kulit sukun matang dengan waktu ekstraksi selama 190 menit yaitu sebesar 1,78 %. Dalam hal kadar metoksil memiliki hasil yang sama menggunakan kulit sukun mentah dan matang. kadar galakturonat tertinggi diperoleh dari kulit sukun mentah dengan waktu ekstraksi 190 menit dengan perolehan kadar sebesar 81,06 %.
PRODUCTION OF BIOETHANOL FROM BANANA PEEL (Musa paradisiaca l.) USING SULFURIC ACID CATALYST Zulnazri Zulnazri; Arif Maulana; Agam Muarif; Novy Sylvia; Rozanna Dewi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i1.11654

Abstract

.Bioethanol is a pure alcoholic compound consisting of ethanol and is produced through a biomass fermentation process with the help of microorganisms.  Making bioethanol can be done using plants that contain starch, carbohydrates, glucose, and cellulose. One option is kepok banana peels.  Utilization of kepok banana peels can increase the variety of raw materials for bioethanol production which are cost-effective and easy to obtain.  This research has been done before, what has never been done is the manufacture of bioethanol using various catalysts H2SO4, hydrolysis temperature and fermentation time.  This research method uses hydrolysis, fermentation and distillation with variations in hydrolysis temperatures of 80°C, 90°C and 100°C, variations in catalyst concentration H2SO4 1 M, 2 M, 3 M with fermentation times of 5, 7, 9 days. Results of this study  the highest yield and density were obtained at the hydrolysis temperature of 90°C, the catalyst concentration of 3 M H2SO4 with a fermentation time of 9 days was 5.0432% and 0.8346 gr/ml, and the highest bioethanol content was at the hydrolysis temperature of 90°C, the catalyst concentration  2 M H2SO4 with 9 days fermentation time of 0.2884%.  The size of a grade is influenced by the length of time of fermentation and the amount of catalyst given.  The density value of the bioethanol obtained meets the Indonesian National Standard.  The results of the GC (Gas-Chromatography) test based on the highest glucose content and fermentation time at each temperature variation showed that the bioethanol content with a glucose content of 5.2%, 12.2% and 14.1% respectively at a hydrolysis temperature of 80°C  , 90°C and 100°C with catalyst concentration H2SO4 3 M and a fermentation time of 9 days, namely 1.783%, 4.024% and 5.030%.  The greater the catalytic agent used, the greater the level of glucose produced and the longer the fermentation period given, the more optimal the product will be.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU REAKSI TERHADAP HASIL SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH DENGAN PENAMBAHAN KATALIS CANGKANG TELUR AYAM Muarif, Agam; Fatnia, Fatnia; Meriatna, Meriatna; Dewi, Rozanna; Bahri, Syamsul
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i1.16432

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif hasil sintesis dari sumber yang dapat diperbaharui seperti minyak nabati dan lemak hewani. Minyak jelantah adalah salah satu minyak nabati yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk produksi biodiesel. Pada proses transesterifikasi untuk menghasilkan biodiesel dari minyak jelantah dibutuhkan katalis untuk mempercepat laju reaksi. Salah satu katalis yang digunakan bersumber dari limbah cangkang telur. Cangkang telur memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang tinggi hingga mencapai 90%. Hal tersebut menjadi salah satu potensi cangkang telur untuk dijadikan sebagai katalis. Pada penelitian ini keefektifan limbah cangkang telur sebagai katalis ditentukan berdasarkan hasil sintesis biodiesel dari minyak jelantah. Selain itu, reaksi transesterifikasi pada produksi biodiesel dari minyak jelantah dilakukan dengan memvariasikan suhu (55, 60, 65 dan 70°C) dan waktu (30, 60, 90 dan 120 menit) reaksi.  Kualitas biodiesel yang dihasilkan ditentukan berdasarkan nilai yield, viskositas, kadar Asam Lemak Bebas (ALB), densitas, kadar air, titik nyala dan Gas Chromatography (GC).  Hasil sintesis biodiesel terbaik pada penelitian ini didapatkan pada suhu reaksi 60°C selama 120 menit berdasarkan nilai densitas sebesar 886 kg/ml, yield 8,35%, viskositas 2,9814 cSt, kadar ALB 0,423%, dan kadar air 0,0321% . Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan GC diketahui bahwa metil ester pada biodiesel yang dihasilkan terdiri dari asam linoleat sebesar 27,53%, asam oleat 34,70%, asam palmitat 12,36%.
ADSORPSI KINETIK ION LOGAM Zn2+ MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA SAWIT: PERBANDINGAN MODEL LINIER DAN NONLINIER Muhammad, Muhammad
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kinetik secara batch dilakukan untuk menghilangkan ion logam berat seng (Zn2+) dari larutan air limbah menggunakan karbon aktif yang terbuat dari tempurung kelapa sawit (KATKS). Perbandingan model linier least-square dan nonlinier trial-and-error dalam menghitung parameter kinetik pseudo-second-order (orde-kedua-semu) dianalisa dengan menggunakan data kinetika eksperimen Zn2+ ke KATKS. Empat persamaan kinetik tipe linear orde-kedua-semu didiskusikan dalam paper ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk linier dari tipe-3 dan -4 tidak mampu menggambarkan kinetika adsorpsi dengan baik. Model kinetika linier jenis tipe-1orde-kedua-semu memiliki koefisien determinasi yang tinggi (R2 > 0.99). Namun demikian hasil menunjukkan bahwa metode non-linear adalah cara yang lebih baik untuk mendapatkan parameter yang diinginkan.
PENGARUH PENAMBAHAN POLIPROPILENA PADA KARAKTERISTIK PLASTIK DEGRADABLE BERBASIS PATI AMPAS KOPI Dewi, Rozanna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13580

Abstract

Penelitian untuk menemukan pengganti plastik komersial telah menarik perhatian karena dampak lingkungan sampah plastik yang tidak dapat terurai selama ribuan tahun. Plastik degradable dapat digunakan sebagai alternatif pengganti plastik sintetis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh polipropilena (PP) dengan penambahan maleat anhidrida terhadap karakteristik plastik degradable berbasis pati ampas kopi. Karakterisasi yang dialakukan adalah sifat mekanik, kimia, termal, ketahanan air dan laju degradasi. Pembuatan plastik degradable dilakukan beberapa tahap: ekstraksi pati dari ampas kopi, pembuatan plastik degradable dengan Polipropilena-graft-Maleat Anhidrida (PP-g-MA) dan karakteristisasi. Variasi polipropilena yang digunakan adalah 5, 10, 15 gr dengan penambahan maleat anhidrida 1 gr. Kekuatan tarik, modulus young dan elongasi tertinggi yang diperoleh adalah 9.80 MPa, 103.16 MPa dan 8.85% pada penambahan 5 gr PP. Berdasarkan hasil uji Fourier Transform Infra Red (FTIR), terdapat gugus O-H, C-H dan C=C yang teramati pada bilangan gelombang 3560.29 cm-1, 2943.37 cm-1, 2879.72 cm-1, 2833.43 cm-1, dan 1100.20 - 1718.58 cm-1. Sebagian besar senyawa tersebut bersifat hidrofilik sehingga dapat terdegradasi oleh aktivitas mikroba di dalam tanah. Karakterisasi termal menggunakan uji Thermogravimetri (TGA) menunjukkan penurunan berat terjadi mulai dari suhu 458.97oC hingga 512.88oC. Nilai swelling terendah plastik degradable dengan penggunaan PP 15 gr yaitu 1.1460%. Persentase penyerapan air yang rendah dapat menghambat pertumbuhan jamur. Laju biodegradasi plastik degradable berbasis pati ampas kopi 3-5% dipengaruhi komposisi PP.
STUDI PENERAPAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA PIPA BAJA KARBON DALAM MEDIUM KOROSI AIR LAUT DAN AIR HUJAN DENGAN VARIASI SUHU Ratnasari, Yuki; Prasajojo, Ikhwan Mahendra; Maharani, Fadhilla
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.12387

Abstract

Pada industri kimia, peristiwa korosi adalah suatu hal yang sering terjadi khususnya pada alat proses. Komponen yang biasa terdapat pada sebuah alat proses adalah pipa baja. Korosi tidak bisa dihilangkan, akan tetapi bisa dikendalikan. Agar dapat bisa mengendalikan korosi pada baja dilakukan dengan cara menggunakan inhibitor korosi. Inhibitor korosi yaitu sebuah zat kimia yang apabila ditambahkan kedalam suatu lingkungan bisa menurunkan laju penyerangan korosi lingkungan itu terhadap suatu logam. Terdapat dua macam jenis inhibitor korosi yaitu inhibitor anorganik dan organik. Penggunaan inhibitor organik merupakan sebuah alternatif karena lebih ramah lingkungan. Penelitian ini memanfaatkan ekstrak daun pandan sebagai inhibitor korosi organik. Ekstrak daun pandan didapatkan dengan metode ekstraksi maserasi menggunakan etanol. Hasil uji fitokimia ekstrak daun pandan menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid dan tanin. Senyawa tersebut dapat menghambat laju korosi. Hasil penelitian menunjukan meningkatnya suhu mengakibatkan banyak nya massa yang berkurang, yang berarti dapat meningkatnya laju korosi
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN KARAKTERISASI METABOLIT SEKUNDER FRAKSI ETIL ASETAT SPONS Haliclona sp. ASAL PULAU LEMUKUTAN Sulistyo, Luthfi Imam; Sapar, Ajuk; Rudiyansyah, Rudiyansyah; Widiyantoro, Ari; Ardiningsih, Puji; Millenia, Millenia
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i1.15596

Abstract

Spons Haliclona sp. termasuk ke dalam kelas Demospongiae yang memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, terpenoid, fenolik, dan steroid. Metabolit sekunder tersebut dapat berperan sebagai antibakteri, antikanker, antiinflamasi, dan antivirus. Tujuan penelitian ini adalah mengarakterisasi metabolit sekunder dan menguji aktivitas antibakteri fraksi etil asetat terhadap Staohylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran. Hasil interpretasi FTIR pada isolat menunjukkan adanya serapan gugus O-H melebar (3448,72 cm-1), =C-H (3016,67 cm-1), C-H alifatik (2927,94 cm-1), C-O alkohol (1118,71 cm-1); C=C olefin (1631,78 cm-1) C-X halogen (617,22- 410,84). Kehadiran gugus-gugus fungsi tersebut dan hasil uji fitokimia dapat diduga bahwa isolat merupakan senyawa olefin dari kelompok terpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa fraksi etil asetat menghambat bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 50 µg/µL dan 25 µg/µL masing-masing menunjukkan kapasitas kuat dalam menghambat bakteri, sedangkan pada konsentrasi 12,5 µg/µL terindikasi lemah; dan 6,25 µg/µL tidak menunjukkan aktivitas dalam menghambat bakteri S. aureus.  Hasil uji fitokimia fraksi etil asetat memberikan respon positif untuk senyawa terpenoid dan alkaloid.
CHARACTERIZATION OF MECHANICAL, THERMAL, AND PHYSICAL PROPERTIES OF POLYPROPYLENE COMPOSITES WITH RICE HUSK FILLER USING COUPLING AGENT MALEIC ANHYDRIDE Santoso, Teguh Budi; Aryanti, Fitria Ika; Sitanggang, Theresia Debby Aprilia
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13223

Abstract

Polypropylene is a thermoplastic that is widely applied in various automotive industries. Polypropylene is used as a matrix in composite manufacturing because it has the advantages of ease of processing, corrosion resistance, mechanical stiffness, low density, and affordable prices. The advantages of organic fillers (rice husk) are environmentally friendly, low density, and renewable. However, there is a weakness of polypropylene composites using rice husk filler, namely the lack of compatibility between the Polypropylene matrix which is hydrophobic while the filler (rice husk) is hydrophilic, to increase the bond between the matrix and filler can be done by adding a coupling agent. Based on this description, it is necessary to study the effect of the addition of maleic anhydride composition on the manufacture of polypropylene composites with rice husk filler because it can be used as an alternative in reducing agricultural waste. The addition of maleic anhydride in this study is expected to increase the bond compatibility between polypropylene and rice husk to improve the mechanical properties and crystallinity of the resulting polymer composite. The variation of this research is the composition variation (weight %) of polypropylene, rice husk, and maleic anhydride of 80:20:0, 80:18:2, 80:17:3, 80:15:5. The method used in this research is using a twin-screw extruder tool with a temperature of 190°C and then testing mechanical properties using tensile tests, thermal properties using Differential Scanning Calorimetry (DSC), and physical properties using density kits. The results showed that the mechanical properties and thermal properties of the composite increased and decreased along with the variation of maleic anhydride addition, with the highest value obtained in the variation of polypropylene, rice husk, and maleic anhydride = 80:17:3 with a tensile strength value of 10.117 MPa and a crystallinity value of 27.39%. The average density obtained for all MA additions is 0.9970 g/cm3.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA BAJA SS 400 DALAM LARUTAN H2SO4 1 M Umairoh, Ummi; Jalaluddin, Jalaluddin; Kamar, Iqbal; Bahri, Syamsul; Kurniawan, Eddy; Faisal, Faisal
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i1.16546

Abstract

Korosi terjadi sebagai hasil dari reaksi elektrokimia yang terjadi di lingkungan logam. Dengan menambah inhibitor korosi, baik organik maupun anorganik, atau bahan kimia, korosi dapat dicegah. Istilah "inhibitor korosi" mengacu pada zat yang memiliki kemampuan untuk mencegah korosi logam saat berada di lingkungannya. Inhibitor organik daun pandan wangi ekstrak, yang mengandung tanin, memiliki kemampuan untuk membentuk senyawa kompleks pada permukaan logam, yang memperlambat laju korosi logam. Studi tentang aplikasi ekstrak daun pandan wangi untuk mengurangi korosi pada plat baja SS 400, yang merupakan kelompok baja karbon rendah dengan karbon 0,20% dan kekuatan tarik 400-520 Mpa. Penelitian ini belum pernah dilakukan sebelumnya, tetapi belum pernah menggunakan larutan korosif asam sulfat (H2SO4). Plat baja SS 400 dicampur dengan asam sulfat (H2SO4) dengan konstrasi 1 M, dan ekstrak daun pandan wangi adalah inhibitor organiknya. Konsentrasi inhibitor 0, 50, 100, dan 150 ppm digunakan selama perendaman selama 4 hari, 8 hari, 12 hari, dan 16 hari. Metode kehilangan berat dapat digunakan untuk menghitung laju korosi baja. Penelitian ini menemukan bahwa ekstrak daun pandan wangi dapat mengurangi laju korosi baja dengan konsentrasi inhibitor 150 Ppm sebesar 30,67 mmpy dan efisiensi 92,05 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dapat digunakan sebagai pengganti inhibitor organik.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020 Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018 Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014 Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017 Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2016 Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016 Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015 Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015 Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012 More Issue