cover
Contact Name
Ilham Marasabessy
Contact Email
jurnaljrpk@gmail.com
Phone
+6282238831369
Journal Mail Official
jurnaljrpk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidian No. 27 Kelurahan klabulu Distrik Malaimsismsa, Kota Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan
ISSN : -     EISSN : 26860813     DOI : https://doi.org/10.33506/jrpk
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan https://ejournal.um-sorong.ac.id/ index.php/jrpk/indexis. This journal is published by LPPM Muhammadiyah University Sorong from Indonesia. Be a place for scientific publications fisheries and marine research with a twice a year publishing schedule. JRPK disseminate scientific information to researchers, academics, practitioners and observers regarding; Fishery product processing, Fisheries Technology, EAFM, Aquaculture, Aquatic Biology, Fisheries Resources Utilization, Coastal and Marine Resources Management, Aquatic Conservation, Marine Ecotourism and Small Islands.
Articles 56 Documents
Pengaruh Nilai Tukar Nelayan (NTN) Terhadap Tingkat Pendidikan Keluarga dan Pola Konsumsi Keluarga Nelayan Gill Net di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan Nurlaili ¹ Amarlina Ikhsan; Sahlan Norau; Fajria Dewi Salim
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 1 (2022): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.528 KB) | DOI: 10.33506/jrpk.v4i1.1680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pendapatan perikanan, pendapatan non perikanan, pengeluaran pangan, pengeluaran non pangan terhadap nilai tukar nelayan, menentukan pengaruh nilai tukar nelayan terhadap tingkat pendidikan dan pola konsumsi keluarga nelayan. Penelitian ini dilakukan pada bulan oktober 2020-juni 2021 di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dan analisis regresi logistik ordinal. Hasil analisis menggunakan SPSS versi 16.0 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 dengan demikian secara signifikan pendapatan perikanan, pendapatan non perikanan, pengeluaran pangan, pengeluaran non pangan berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar nelayan. Berdasarkan tabel diperoleh nilai R² sebesar 0,894 atau 89,4% hal ini menunjukkan bahwa presentase sumbangan pengaruh variabel X1,X2,X3,X4 terhadap variabel Y sebesar 89,4%.Kemudian, untuk hasil analisis regresi logistik ordinalnilai tukar nelayan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pendidikan. Variabilitas tingkat pendidikan dapat dijelaskan oleh variabilitas nilai tukar nelayan sebesar 16,0%. Hasil regresi logistik ordinal juga menyatakan nilai tukar nelayan berpengaruh posistif dan signififkan terhadap pola konsumsi. Variabilitas pola konsumsi dapat dijelaskan oleh variabilitas nilai tukar nelayan sebesar 19,3%.
Konektivitas Upaya dan Hasil Penangkapan Ikan di Pulau Soop Kota Sorong Papua Barat Mohamad Iksan Badarudin; Ilham Marasabessy; Supriadi Supriadi
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 1 (2022): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.265 KB) | DOI: 10.33506/jrpk.v4i1.1681

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya perairan laut di Pulau Soop mengalami dinamika yang cenderung berubah dari masa ke masa. Penelitian bertujuan mengetahui konektivitas usaha dan hasil tangkapan ikan di perairan laut Pulau Soop untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Analisis CPUE (catch per unit effort). Data penginderaan jauh menggunakan peta citra satelit landsat 8, peta Badan Informasi Geospasial, untuk mengetahui keadaan geografis dan potensi ekologi Perairan Pulau Soop. Analisis deskriptif kuantitatif dibuat untuk menjelaskan dinamika perikanan skala kecil dalam prespektif pengelolaan berkelanjutan yang berkembang di Pulau Soop, analisis pemetaan menggunakan perangkat lunak Arcmap Gis 10.3.1 dibuat untuk memperoleh peta lokasi berdasarkan kajian terkait potensi perikanan pada usaha perikanan nelayan Pulau Soop. Parameter CPUE dianalisis untuk menduga potensi lestari perikanan skala kecil. Maximum Sustainable Yield (MSY) di perairan laut di Pulau Soop selama tahun 2016 – 2019 sebesar 3.802.50 ton per tahun, dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 3.042.00 ton/tahun (80% dari MSY). Selama satu tahun jumlah trip upaya tangkapan tidak boleh melebihi 195.000.00 trip.
Kajian Aspek Biologi Di Kawasan Wisata Batu Lubang Pantai Distrik Makbon Kabupaten Sorong Papua Barat Ahmad Fahrizal; Ilham Marasabessy; Ilham Ilham; Yakob B Ulim
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 1 (2022): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.705 KB)

Abstract

Pemanfaatan dan pengelolaan kawasan wisata untuk kegiatan wisata pantai yang baik harus didukung oleh data sumberdaya mengenai potensinya dari aspek biogeofisik, dengan salah satu aspek kajiannya adalah aspek biologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi aspek biologi di kawasan wisata Batu Lubang Pantai, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong. Parameter biofisik yang dibahas antara lain kelimpahan fitoplankton, kandungan klorofil-a, kandungan bahan organik, dan fotosintesis. Analisis data yang digunakan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil data dianalisis secara deskriptif kualitatifmenunjukan karakteristik biologidi kawasan wisata Batu lubang memiliki tingkat kesuburan perairan yang rendah, kandungan klorofil-a pada wilayah perairan Kampung Batu Lubang Pantai berkisar antara 0.0200 – 0.0230 mg/m³, kandungan bahan organik pada perairan Batu Lubang Pantai berkisar antara 40 – 51.4 mg/l, produktivitas primer pada perairan Batu Lubang Pantai berdasarkan nilai karbon yang dihasilkan pada proses fotosintesis berkisar antara 38.9 - 42.4 mgC/m³/hari, penutupan lahan berupa lahan terbuka, mangrove, dan pohon kelapa, serta biota Jenis biota yang berasosiasi di ekosistem pantai pada setiap stasiun terdiri dari beberapa kelompok hewan yang di temukan yaitu hewan kelompok Krustasea seperti kalomang/umang (Paguroidae) dari jenis Coenobita sp dan Kepiting (Brachyura) dari jenis Ocypode serta udang.
Populasi Burung Air Di Taman Wisata Mangrove Klawalu Kota Sorong Fajrianto Saeni; Azis Maruapey
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 1 (2022): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.56 KB)

Abstract

Taman Wisata Mangrove Klawalu Kota Sorong merupakan destinasi wisata baru di Kota Sorong sekaligus menjadi habitat berbagai jenis burung air. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai populasi jenis burung air. Penelitian dilakukan pertengahan bulan Juli s/d Agustus 2021, dengan menggunakan metode Consentration Counts. Hasil pengamatan populasi jenis burung air yang ditemukan areal penelitian sebanyak 17 jenis dengan rincian di areal pantai terbuka sebanyak 15 jenis sedangkan di areal rawa mangrove sebanyak 7 jenis. Adanya perbedaan habitat burung air tersebut, tidak dapat disimpulkan bahwa hal tersebut menunjukkan eksklusivisme mereka terhadap suatu habitat tertentu, mengingat bahwa lokasi antar habitat yang satu dengan yang lainnya relatif dekat, sehingga tumpang tindih penggunaan habitat untuk berbagai keperluan burung air sangat mungkin terjadi.
Sistem Pengelolaan Mangrove Information Center (MIC) Di Desa Wonorejo Surabaya, Jawa Timur Amdani Amdani
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 1 (2022): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.38 KB)

Abstract

Hutan mangrove merupakan sumberdaya pesisir yang berperan penting dalam pembangunan baik daerah atau negara. Kawasan mangrove memiliki peranan yang sangat vital bagi manusia dan hewan yang hidup di dalamnya. Dalam beberapa dekade terakhir ini sering terjadi pengalihfungsian lahan mangrove tanpa izin untuk dijadikan lahan pertambakan, pemukiman, dan lainnya. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis untuk melindungi hutan mangrove sekaligus menjadikan hutan mangrove menghasilkan uang bagi masyarakat sekitarnya sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan oleh masyarakat tanpa merusak hutan mengrove yaitu dengan cara pengelolaan yang baik dan terstruktur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis vegetasi mangrove, sistem pengelolaan, jenis kegiatan dan idetifikasi permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan mangrove di Mangrove Information Center Wonorejo Surabaya. Sistem pengelolaan Mangrove Information Center (MIC) dikelola oleh masyarakat Wonorejo dibawah naumgan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. Kegiatan wisata yang terdapat di Mangrove Information Center ada 2 yaitu ekowisata mangrove dan jasa foto prawedding. Permasalahan yang dihadapi Mangrove Information Center dalam hal pengelolaan antara lain yaitu air bersih, akses jalan, tugas para pengelola yang kurang teratur, dana bantuan kepada Mangrove Information Center. Pada Mangrove Information Center terdapat 2 jenis spesies mangrove dari 3 stasiun pengamatan yang dilakukan, yaitu Avicenia alba dan Avicenia marina. Vegetasi Avicennia marina mendominasi pada tingkat pohon, anakan dan semai hampir di semua stasiun penelitian sedangkan vegetasia Avicenia alba mendominasi pada tingkat anakan, pohon dan semai hanya pada stasiun 2.
Kajian Aspek Oseanografi Perairan Pada Kawasan Batu Lubang Pantai Distrik Makbon Kabupaten Sorong Papua Barat Ahmad Fahrizal; Ilham Ilham; Neil A Fonataba; Yakob B Ulim; Richard Sagisolo
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan ##issue.vol## 4 ##issue.no## 2 (2022): JRPK
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jrpk.v4i2.1860

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik oseanografi perairan pada kawasan wisata Batu Lubang Pantai, Makbon, Sorong. Penelitian dilakukan pada Juli - Agustus 2021, di pesisir Kampung Batu Lubang Pantai, Makbon, Kab. Sorong, Papua barat. Analisis Data dilakukan dengan pengamatan menggunakan data dari Badan Informasi Geospasial (BIG), Ocean Color pada periode bulan Agustus-September 2021, serta dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil Penelitian diperoleh Kecepatan arus pada semua stasiun masih termasuk kategori baik dengan kisaran 0.012 - 1.024 m/s. Kecerahan perairan pada tiap stasiun termasuk kategori sesuai dan cukup baik dengan kisaran >63.33 % hingga 74-80%. Persebaran suhu permukaan laut Batu Lubang Pantai berkisar antara 25 – 32 °C. Nilai di setiap stasiun masih dalam kisaran normal sebagai daerah tropis. Kedalaman perairan berkisar antara 0,30 – 5,27 m termasuk dalam kategori sangat sesuai untuk kegiatan pengembangan wisata pantai dengan batasan antara 3 hingga 6 meter. Untuk material dasar dengan kategori berpasir, berkarang dan lempung berpasir, termasuk dalam kategori lebih baik dan aman bagi pengunjung khususnya pada stasiun 1 dan 3. Untuk salinitas berada pada kisaran 33.4 – 34.5 ‰, dan tergolong normal. Pada parameter gelombang perairan berkisar antara 0.15 – 0.58 m, sedangkan untuk tinggi gelombang pada setiap stasiun berkisar antara 0.19 – 0.30 m. Ketinggian gelombang pada semua stasiun masih tergolong baik dan aman untuk kegiatan wisata pantai, dengan ketinggian gelombang yang aman bagi yaitu <0,5 m. Untuk pasang surut berkisar antara 0.04 – 0.61 m dan termasuk dalam kategori pasang surut yang tidak terlalu besar yaitu antara 1-3 meter.
Studi Kelimpahan Jenis Burung Air Di Perairan Danau Ayamaru Kabupaten Maybrat Asis Maruapey; Fajrianto Saeni; Lona H Nanlohy
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan ##issue.vol## 4 ##issue.no## 2 (2022): JRPK
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jrpk.v4i2.1993

Abstract

Danau Ayamaru merupakan danau air tawar yang kaya akan keanekaragaman hayati akuatik sekaligus menjadi habitat berbagai jenis burung air. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai jenis dan kelimpahan burung air. Penelitian dilakukan pertengahan bulan Februari s/d Maret 2022, dengan menggunakan metode dalam penelitian ini adalah survey, dengan cara menentukan titik atau stasiun pengamatan (Consentration count). Adapun burung air ditemukan di perairan Danau Ayamaru Kabupaten Maybrat sebanyak 7 jenis yang terdiri dari 3 famili, dimana jenis burung air di perairan danau Ayamaru terbagai atas dua jenis, yakni jenis lokal dan jenis migran. Jenis lokal diantaranya Kuntul besar (Egretta alba), Kuntul kecil (Egretta garzetta), dan Kuntul kerbau (Bulbulus ibis), sedangkan jenis migran yakni Gagang bayam belang (Himantopus leucocephalus), Ibis senduk raja (Platela regia), Ibis australia (Threskiornis aethiopicus), dan Ibis rokoroko (Ephippiorhynchus asiaticus). Rata-rata nilai kelimpahan relative jenis burung air di perairan Danau Ayamaru menunjukkan nilai kelimpaham dominan (dominant) yakni > 8 dan melimpah (Abundant) yakni 2,1 - 8. Nilai kelimpahan relative jenis burung air di perairan Danau Ayamaru tertinggi yakni jenis Kuntul kecil (Kr = 28,87) dan Kuntul kerbau (Kr = 16,49), sedangkan kelimpahan relative terkecil adalah Kuntuk besar yakni (Kr = 7,22). Secara ekologi jenis burung yang memiliki kelimpahan relatif > 5 % merupakan jenis burung yang memiliki peran dominan (penting) dalam ekosistem yang ditempatinya. Kata kunci : Kelimpahan, Burung Air, Perairan, Danau Ayamaru
Kondisi Ekosistem Terumbu Karang di Bentang Laut Kepala Burung Sub Wilayah Kota dan Kabupaten Sorong Gulam Arafat
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan ##issue.vol## 4 ##issue.no## 2 (2022): JRPK
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jrpk.v4i2.2033

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem khas di wilayah perairan dangkal di daerah katulistiwa salah satunya di kawasan bentang laut kepala burung di Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua. Wilayah-wilayah di kawasan ini terkoneksi karena kondisi biogeografis, kelautan, genetik antara kawasan terumbu, dan berbagi karakteristik ekologi dan lingkungan Kota dan Kabupaten Sorong merupakan salah satu dari kawasan di bentang laut kepala burung namun informasi tentang kondisi ekosistem terumbu karang masih terbatas. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi ekosistem terumbu karang di Kota dan Kabupaten Sorong sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Pengambilan data terumbu karang berdasarkan analisis dokumen dari Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong, Kementerian Kelautan dan Perikanan rentang tahun 2017 – 2020.Data terumbu karang diperoleh dengan metode Point Intersect Transect (PIT). Berdasarkan hasil analisis, kondisi terumbu karang di Kota Sorong masuk dalam kategori sedang dengan tutupan karang hidup sebesar 46,8%. Begitu pula dengan kondisi terumbu karang di Kabupaten Sorong masuk dalam kategori sedang dengan tutupan karang hidup sebesar 45,6%. Dengan tingginya aktifitas di wilayah pesisir seperti transportasi laut, perikanan tangkap dan pariwisata, perlu upaya pengelolaan yang baik untuk memitigasi penurunan kondisi terumbu karang di Kota dan Kabupaten Sorong
Kemampuan Tumbuhan Kayu Apu (Pistia stratiotes) dan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dalam Menurunkan Kadar Amoniak Pada Limbah Budidaya Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus Var) Evatu Silviana Caesari Putri; Ratna Djuniwati Lisminingsih; Husain Latuconsina
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan ##issue.vol## 4 ##issue.no## 2 (2022): JRPK
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jrpk.v4i2.2073

Abstract

North African Catfish (Clarias gariepinus Var) is a new strain of catfish resulting from genetic engineering through back-crossing which is the most widely cultivated by the community. If aquaculture activities are not managed properly, it has the potential to pollute the aquatic environment through the input of aquaculture waste. Aquaculture waste water contains ammonia which can cause a decrease in water quality. This study aims to determine the ability of Water Lettuce (Pistia stratiotes) and water hyacinth (Eichhornia crassipes) as phytoremediation agents in the waste of Clarias gariepinus farming which contains ammonia. This study used a completely randomized design (CRD). It consisted of 5 treatments with 3 replications, as treatment P0 (control), P1 (45 gram wet weight), P2 (135 gram wet weight), P3 (45 gram wet water hyacinth), and P4 (water hyacinth wet weight 135 grams). Data were analyzed descriptively by looking at the morphological appearance of water hyacinth and water hyacinth on all treatments during the observation. The results of the study showed that water hyacinth and water lily plants were effective as phytoremediation agents because of their ability to reduce ammonia levels.
Kerentanan Pandemi Covid-19 Pada Sektor Perikanan Skala Kecil (Studi Kasus: Nelayan Jembatan Puri Klaligi Kota Sorong) Yudha Tambay; Iksan Badarudin; Ilham Marasabessy; Ellen Loupatty; Reiner B. Hitalessy
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan ##issue.vol## 4 ##issue.no## 2 (2022): JRPK
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jrpk.v4i2.2089

Abstract

Pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini dan berimplikasi terhadap sektor kelautan dan perikanan, hal ini mengakibatkan terjadi penurunan pendapatan secara kolektif bagi pelaku usaha dan khususnya bagi masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan dan melakukan penangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (subsisten). Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kerentanan pandemi covid-19 di wilayah pesisir khususnya nelayan jembatan puri Klaligi serta mengetahui strategi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian nelayan jembatan puri Klaligi di masa normal baru. Analisis yang digunakan adalah analisis Skala likert dan analisis usaha pendapatan dengan menggunakan Regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian didaptakan bahwa kerentanan pandemi di wilayah pesisir khususnya nelayan RT I RW V jembatan puri kelurahan Klaligi termasuk tinggi karena tingkat kasus terkonfirmasi positif terbanyak pada distrik Sorong manoi, 11 responden masuk kedalam kategori sangat rendah dengan interval ≤ 80 dan responden sebanyak 60% mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan kurang baik diterapkan oleh masyarakat nelayan. Diperoleh hubungan linier antara modal usaha dan pendapatan nelayan dengan persamaan liniernya y = 128.58 + 1.6311X, sehingga strategi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian nelayan jembatan puri di masa normal baru, pihak pemerintah memberikan bantuan stimulus modal usaha dan mengadakan pelatihan pragmatis penangkapan ikan dan pengolahan hasil tangkapan guna peningkatan pengetahuan dan keahlian nelayan yang diadakan oleh dinas kelautan dan perikanan kota sorong.