cover
Contact Name
Ilham Marasabessy
Contact Email
jurnaljrpk@gmail.com
Phone
+6282238831369
Journal Mail Official
jurnaljrpk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidian No. 27 Kelurahan klabulu Distrik Malaimsismsa, Kota Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan
ISSN : -     EISSN : 26860813     DOI : https://doi.org/10.33506/jrpk
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan https://ejournal.um-sorong.ac.id/ index.php/jrpk/indexis. This journal is published by LPPM Muhammadiyah University Sorong from Indonesia. Be a place for scientific publications fisheries and marine research with a twice a year publishing schedule. JRPK disseminate scientific information to researchers, academics, practitioners and observers regarding; Fishery product processing, Fisheries Technology, EAFM, Aquaculture, Aquatic Biology, Fisheries Resources Utilization, Coastal and Marine Resources Management, Aquatic Conservation, Marine Ecotourism and Small Islands.
Articles 56 Documents
Uji Fisik dan Uji Mikrobiologi Pakan Berbahan Limbah Ikan Asal Pangkalan Pendaratan Ikan Klaligi Kota Sorong Ahmad Fahrizal; Ratna Ratna
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 1 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.771 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas fisik dan mikrobapakan berbahan limbah ikan asal PPI Klaligi, Kota Sorong.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen meliputi uji fisik dan uji mikrobiologi meliputi uji Salmonella terhadap pakan berbahan limbah ikan asal PPI Klaligi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji fisik pakan berbahan limbah ikan perlakuan terbaik yang mendekati kontrol atau pakan (pellet) komersil yaitu pada perlakuan teri dan berdasarkan uji salmonella untuk pakan tidak mengandung bakteri salmonella. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan berbahan limbah ikan aman untuk digunakan sebagai pakan alternatif bagi kegiatan budidaya ikan di Kota Sorong.
Pengelolaan Ekowisata Berkelanjutan (Sustainable Ecotourism) di Seram Utara dan Seram Utara Barat Kabupaten Maluku Tengah Barnabas Wurlianty
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 1 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.691 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan pada beberapa Desa dan Negeri di Seram Utara dan Seram Utara Barat, bertujuan untuk; (1) Mengetahui status dari demensi ekologi, perikanan, sosial, ekonomi, pariwisata dan tatakelolanya; (2) mengetahui tiap atribut pendorong dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan; (3) Menganalisisis Status demensi pengelolaan saat ini; (4) Merumuskan strategi kebijakan pengelolaan pariwisata berkelanjutan di lokasi penelitian Untuk menentukan status tiap demensi pengelolaan di lokasi penelitian maka dilakukan penelitian langsung dan studi literature dan untuk mengetahui status tiap demensi dan atribut pengungkit maka diguanakn model Rapfish (Rapid Appraisal for Fisheries Status).dengan teknik Multy Dementional Scaling (MDS).Analisis menggunakan skala Likert menunjukan status demensi ekologi adalah Baik dengan nilai 71,77%, demensi perikanan berstatus baik dengan nilai keberlanjutan 70 %, demensi ekonomi berstatus cukup dengan nilai katagori 45,39, selanjutnya demensii sosial berstatus cukup dengan nilai 51,27, demensi pariwisata berstatus cukup dengan nilai 57,36 dan demensi tatakelola berstatus cukup dengan niali keberlanjutan 48,94. analisis Rapfish menunjukan bahwa demensi ekologi memiliki nilai indek keberlanjutan sebesar 84,56 dengan status Baik, demensi Perikanan memiliki nilai indeks keberlanjutan sebesar 88,95 dengan status keberlanjutan baik, demensi sosial memiliki status cukup dengan nilai 63,27, demnsi ekonomi memiliki nilai indeks 57,78 berstatus cukup, demensi pariwisata mendapat nilai indeks sebesar 69,33 dengan status cukup berkelanjutan kemudian demensi tatakelola memiliki nilai keberlanjutan 73,08 dengan status cukup. Faktor pengungkit yang sangat sensitif dari demensi ekologi adalah atribut biomasa ikan karang (spesies target), untuk demensi ekonomi adalah harga dan produksi, untuk demensi sosial faktor pengungkit sensitif adalah sejarah masyarakat, untuk demensi pariwisata, faktor pengungkit sensitif adalah wilayah potensi wisata dan faktor pengungkit sensitif dari demensi tatakelola adalah hak akses. arahan pengelolaan pariwisata berkelanjutan diupayakan dapat melibatkan seluruh stakeholders mulai dari proses perencanaan, implementasi dan monitoring evaluasi.
Karakteristik Ekologi dan Fisika Oseanografi Pulau Kecil (Studi Kasus: Pulau Grogos Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku) M. Iksan Badarudin; Ilham Marasabessy; Yadi Madoa
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 1 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.454 KB)

Abstract

Pulau Grogos merupakan salah satu pulau kecil yang berada di Kabupaten Seram Bagian Timur. Memiliki luas sebesar 11.457 ha atau sekitar 1.14 Km2. Penduduk umunya adalah masyarakat asli pesisir (islanders) pulau yang telah hidup menetap secara turun temurun di Pulau Grogos. Tujuan penelitian adalah melakukan identifikasi potensi ekologis dan fisika oseanografi Pulau Grogos dan mengetahui karakteristik Pulau Grogos untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Seram Bagian Timur.Penelitian dilakukan pada bulan September sampai Oktober 2019, berlokasi di Pulau Grogos. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melakukan survei terpadu potensi ekologis, potensi wilayah dan parameter oseanografi perairan pantai di bagian Utara dan Selatan Pulau Grogos. Menggunakan aplikasi GIS Geografis informasi system, dilakukan untuk memperoleh peta tematik (biofisik), peta tematik (oseaografi), dan peta tematik (ekologi).Pulau Grogos secara administratif masuk dalam batas wilayah Seram Bagian Timur dan secara fisiografi berada dalam kategori wilayah dataran rendah, berbentuk kepulauan. Sumber air tawar/air bersih diperoleh dari air dalam tanah dimanfaatkan untuk minum dan aktifitas lainnya yang keberadaannya dibuat dalam bentuk sumur kecil (parigi). Memiliki perairan yang dangkal, arus stabil dengan variasi gelombang sesuai pergantian musim alami. Sebagian sebesar masyarakat Pulau Grogos mengandalkan sumberdaya pesisir dan laut untuk mempertahankan kelangsungan hidup dengan segala keterbatasan akses. Umumnya masyarakat berkerja sebagai nelayan kecil perikanan tangkap dan sebagian berkerja sebagai petani kebun (pohon kelapa).
Hubungan Populasi Makroalga (Padina sp) dengan Bulu Babi (Tripneustes gratilla) di Perairan Pantai Desa Titawaai Kabupaten Maluku Tengah Sanita Suriani; Batseba Maria Latumahina; Reinier B Hitalessy; La Eddy La Eddy
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 1 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.913 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan pada perairan pantai Desa Titawaai Kabupaten Maluku Tengah. bertujuan untuk melihat hubunganantara kepadatan makroalga (Padina sp), dengan kepadatan bulu babi (Tripneustes gratilla). Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan makroalga (Padina sp) tertinggi adalah 12,37 ind/m2 dan kepadatan tertinggi bulu babi (Tripneustes gratila) adalah 2,62 ind/m2. Hasil penelitiam juga menunjukan ada konektifitas ekologi antara kepadatan Padina sp dengan kepadatan bulu babi (Tripneustes gratilla) di perairan pantai Desa Titawaai Kabupaten Maluku Tengah dengan nilai korelasi adalah 0.73
Identifikasi Potensi Ekologi Pulau Kecil Berdasarkan Aspek Geofisik (Studi Kasus: Pulau Sakanun Kabupaten Sorong) Ilham Marasabessy; M. Iksan Badarudin; Gadiel Sarwa; Ferdinanda Iek
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 1 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.267 KB)

Abstract

Pulau Sakanun merupakan salah satu pulau kecil diantara beberapa gugusan pulau kecil lain di Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong. Memiliki luas 1.86 ha atau sekitar 0.018 Km2. Secara administratif Pulau Sakanun berada dalam batas wilayah Kampung Jeflio dengan jarak tempuh 570 meter.Kajian ekologi Pulau Sakanun dilakukan pada bulan November 2019, pengamatan ekologi dan pengukuran parameter fisika oseanografi dilakukan secara insitu menggunakan perahu pada perairan pantai dan lepas pantai di sekitar pulau. Analisis spasial menggunakan citra satelit Landsat 8, global mapper, surfer dan arcgis imageri 2020, dilakukan untuk mendapatkan  kontur geografi, topografi dan batimetri Pulau Sakanun.Kawasan pantai berpasir di Pulau Sakanun mengalami perubahan selama 20 tahun. Kategori pulau sangat kecil, rentan terhadap perubahan internal maupun eksternal, tidak memiliki air permukaan dan elevasi rendah < 2 mdpl. Termasuk kategori perairan dangkal mengalami perubahan kedalaman sesuai topografi dasar laut. Parameter fisika oseanografi pada masing-masing ekosistem antara lain suhu 30 – 33oC, salinitas 27 – 29 ppt, kecerahan perairan antara 69 – 100% dan kecepatan arus 0.06 – 0.8 m/det.      
Pengaruh Pemberian Pakan Terhadap Pertumbuhan Berat Ikan Lele (Clarias sp) Di Kolam Prafi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Anggiat Sinaga; Syafrudin Raharjo; Vera Sabariah; Sampari Suruan
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.002 KB)

Abstract

Ikan Lele merupakan salah satu komoditas unggulan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Manokwari. Daerah sentral budidaya ikan air tawar di Kabupaten Manokwari yaitu pada Distrik Prafi. Pakan ikan yang diberikan tidak akan habis dikonsumsi oleh ikan dan meninggalkan sisa bahan organik. Limbah bahan organik dari kegiatan budidaya yang tidak terkendali dengan baik akan menyebabkan pengkayaan  dari unsur nitrogen, sehingga dapat mengganggu Budidaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan terhadap pertumbuhan berat ikan lele di kolam Prafi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Penelitian dilakukan selama 61 hari, dari bulan November sampai Januari 2019.Penentuan titik pengambilan sampel dengan menggunakan metode survey dan dengan cara purposive sampling yaitu memilih dengan sengaja titik pengambilan sampel. Penentuan lokasi ini tersebut berdasarkan kegiatan budidaya ikan air tawar yang telah berlangsung dilakukan di kolam Prafi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pertumbuhan berat akhir ikan lele selama pemeliharaan adalah sebesar 44000 gram dengan total pemberian pakan sebesar 7400 gram, sedangkan berat rata-rata ikan lele selama pmeliharaan adalah 1155.05 gram. Nilai rata-rata biomassa yang ditemukan adalah sebesar 218300.670 gram. Nilai FCR (Food Convert Ratio) berdasarkan hasil perhitungan adalah 1.03% dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan spesifik individu ikan lele sebesar 18.925 gram/hari.
Manajemen Perikanan Udang Dengan Pendekatan Eafm Pada Domain Habitat Dan Ekosistem Di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Ahmad Fahrizal; Abud Darda Razak; Abdul Muis Shafua; Irwanto Irwanto
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.34 KB)

Abstract

Sebagian besar wilayah Sorong Selatan tersusun oleh hamparan hutan primer dan sekunder. Wilayah pesisir memiliki hutan mangrove yang menyusun zona Green Belt dengan luas tutupan 77.596 ha. Penelitian bertujuan untuk mengetahui manajemen perikanan udang Banana (Penaeus merguiensis) dengan pendekatan ekosistem pada domain habitat dan ekosistem di Kabupaten Sorong Selatan. Metode penelitian melalui pengambilan data insitu, observasi dan wawancara (kuisioner).Hasil penilaian indikator kualitas perairan dan habitat unik berada pada kondisi sedang dengan nilai 2, indikator status ekosistem mangrove dan perubahan iklim di beri nilai 1 satu atau buruk. Indikator perubahan iklim belum spesifik dilakukan pengkajian dengan prioritas keberlanjutan pengelolaan perikanan pada kategori sedang dalam perspektif keunikan habitat. Analisis indeks komposit EAFM (P3E) pada domain habitat dan ekosistem di Kabupaten Sorong Selatan menunjukkan bahwa pengelolaan perikanan untuk komoditas udang Banana (Penaeus merguiensis) berada pada kondisi sedang, dengan nilai rerata 1.58.
Identifikasi Hasil Tangkapan Nelayan Udang Di Kampung Bakoi Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Sampari Suruan; Semuel Kondjol; Muhammad Toha; Paulus Boli
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.158 KB)

Abstract

Udang merupakan komoditas perikanan yang paling penting dan menjadi tangkapan andalan bagi masyarakat nelayan di Desa Bakoi, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil tangkapan nelayan udang, baik jenis-jenis udang yang tertangkap, ukuran udang yang tertangkap, serta hasil tangkapan sampingan nelayan udang, sehingga dapat memberikan gambaran dasar terkait aspek pengelolaan udang secara berkelanjutan di Desa Bakoi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik survei langsung terhadap objek yang diteliti dan wawancara terhadap informan kunci yaitu nelayan. Data yang terkumpul di analisis secara deskriptif.Penangkapan udang dilakukan tidak begitu jauh dari daratan Desa, hanya berkisar 1 sampai 2 Mil dari daratan jika kondisi air surut, sedangkan jika air pasang nelayan menangkap udang di sekitar depan Desa yang hanya berjarak sekitar 500-700 meter dari daratan. Terdapat 3 jenis udang yang biasanya di tangkap oleh nelayan udang, yaitu Penaeus merguiensis (Udang Jerbung), Metapenaeus ensis (Udang Dogol) dan Penaeus monodon (Udang Windu). Udang jerbung memiliki panjang berkisar antara 5.4-21 cm, udang Windu memiliki panjang berkisar antara 18.4-19.1 cm, dan udang dogol memiliki panjang berkisar antara 11-14 cm. Ukuran panjang hasil tangkapan nelayan udang di Desa Bakoi masuk kategori ukuran udang dewasa
Kemunculan Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus, Smith 1828) Berdasarkan Bagan Dan Paradigma Masyarakat Di Kampung Kwatisore Provinsi Papua Sampari Suruan; Aleda Korwa; Mohammad Muklis Kamal; Dhiyassalam Imam
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.365 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Desember 2016 di Kampung Kwatisore, Papua. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kemunculan hiu paus (Rhincodon typus) berdasarkan keberadaan bagan dan paradigma (kepercayaan) masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  observasi. Observasi dilakukan terhadap setiap hiu paus (R.typus) yang muncul di sekitar bagan nelayan yang sedang melakukan operasi penangkapan ikan. Pengamatan dilakukan mulai pukul 07.00-18.00 WIT selama penelitian untuk melihat kemunculan hiu paus secara langsung. Wawancara dilakukan terhadap beberapa masyarakat (responden kunci) untuk mengetahui hubungan antara kemunculan hiu paus yang berkaitan dengan paradigma (kepercayaan) masyarakat, sehingga dijadikan suatu kearifan lokal oleh masyarakat kampung Kwatisore.Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, yaitu ditampilkan dalam bentuk gambar. Berdasarkan hasil penelitian, bagan yang melakukan aktivitas penangkapan di perairan Kwatisore berada dalam zona pemanfaat tradisional. Keberadaan bagan juga memberikan dampak terhadap munculnya hiu paus di Kwatisore. Dari hasil pengamatan, hiu paus hampir ditemukan muncul pada setiap bagan nelayan yang melakukan operasi penangkapan. Kemunculan hiu paus juga sudah terjadi sejak dulunya di perairan Kwatisore berdasarkan kepercayaa masyarakat dan memberikan dampak positif dalam pengembangan kearifan lokal masyarakat atraksi budaya serta  bentuk-bentuk sofenir (ukiran dan pahatan patung hiu paus) di Kampung Kwatisore.
Strategi Pengembangan Ekowisata Bahari Pantai Utara Jawa Timur di Desa Tunggul Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Mukti Ali; Toha Muslich; Prasetya Wahyu Kesuma
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 2 No 2 (2020): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.641 KB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari permasalahan pengembangan wisata pantai Tunggul, tujuan penelitian ini meliputi identifikasi beberapa faktor internal dan eksternal serta untuk mengetahui arahan strategi pengembangan potensi ekowisata di pantai Desa Tunggul Kabupaten Lamongan. Jumlah responden dalam penelitian berjumlah 20 responden, 10 dari wisatawan dan 10 dari pengelola. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyusunan strategi pengembangan obyek wisata menggunakan analisis SWOT, dengan membuat analisa Faktor Strategi Internal (IFAS) dan analisa Faktor Strategis Eksternal (EFAS).Temuan penelitian menunjukkan arahan strategi pengembangan ekowisata bahari di Desa Tunggul Kabupaten Lamongan adalah 1) Segera mengurus ijin (payung hukum) / legalitas ekowisata pada instansi terkait 2) Pembangunan fasilitas pendukung wisata (termasuk site plan, fasilitas kebersihan) dengan cara gotong royong ( swakelola ) oleh masyarakat dengan memanfaatkan dana dukungan pemerintah. 3) Melakukan pembinaan dengan cara mengintegrasikan dengan program pemerintah yang ada. 4) Menyiapkan Tim Tanggap bencana dalam menanggulangi jika cuaca buruk dan bencana melanda dengan memanfaatkan dukungan BNPB maupun BPBD. 5) Pembinaan nelayan akan pentingnya keseimbangan pengelolaan pantai, sekaligus pembinaan UMKM di lokasi wisata yang melibatkan nelayan setempat untuk peningkatan perekonomian.