cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 351 Documents
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA TELUR PUYUH BACEM KEMASAN STERIL RETORT POUCH Safutra, Rijal; Puspasari, Diah Ayu; Hartiningsih, Subekti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4775

Abstract

Telur puyuh termasuk dalam kategori bahan yang mudah rusak (perishable food), terutama rentan terkontaminasi oleh bakteri patogen. Upaya untuk meningkatkan kualitas telur adalah dengan melakukan pengolahan dan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan (25oC, 5oC, dan -14oC) terhadap karakteristik fisik (warna, tekstur, dan kadar air), dan kimia (lemak dan protein) produk telur puyuh bacem dalam kemasan steril Retort Pouch. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 2 ulangan eksperimen dan 2 kali ulangan analisis dengan satu faktor suhu penyimpanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap karakteristik warna (L* dan b*), kadar air, dan kadar protein. Analisis statistik menunjukan nilai kadar protein pada suhu 25oC yaitu 8,91%, suhu penyimpanan 5oC yaitu 9,99%, dan pada suhu penyimpanan -14oC yaitu 7,96%
PENGARUH PENAMBAHAN PREBIOTIK INULIN TERHADAP PROFIL SENSORIS KALDU BUBUK RASA SAPI “HALAWA” Winarti, Sri; Adawiyah, Indriyati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.5019

Abstract

Kaldu bubuk merupakan bahan tambahan makanan yang didapatkan dari perebusan daging atau lebih dikenal sebagai bumbu penyedap. Bumbu penyedap yang telah dijual dipasaran mengandung bahan-bahan penyedap alami seperti bawang putih, garam, dan gula serta telah melalui proses pengeringan sehingga memiliki umur simpan yang lebih panjang. Salah satu produsen bumbu kaldu bubuk adalah PT. Tamaddun Inti Perkasa, yang memproduksi bumbu kaldu bubuk dengan merek HALAWA. Seiring kebutuhan konsumen, PT. Tamaddun Inti Perkasa ingin melakukan pengembangan kaldu bubuk nya dengan penambahan prebiotik inulin. Inulin memiliki kalori yang sangat rendah, dapat digunakan sebagai pengganti gula dan lemak, berfungsi sebagai serat makanan dan memberikan kontribusi untuk memperbaiki kondisi sistem pencernaan. Telah dilakukan penelitian penambahan prebiotik inulin kedalam bumbu kaldu bubuk rasa sapi merek HALAWA. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsentrasi inulin bubuk terhadap profil sensoris kaldu bubuk rasa sapi. Konsentrasi yang ditambahkan adalah 0% (sebagai kontrol), 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Perubahan profil sensoris dianalisa menggunakan metode RATA (rate-all-that-apply). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 atribut sensoris kaldu bubuk rasa sapi “HALAWA”, yang dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok, yaitu rasa (asin, manis, gurih/umami, dan spicy), aroma (pepper, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, aroma daging sapi, sedap dan gurih), warna (putih dan kekuningan), tekstur (smooth dan gritty), aftertaste (asin, bawang dan gurih). Penambahan inulin 4% dan 5% yang memberikan pengaruh signifikan terhadap rasa manis kaldu bubuk rasa sapi, namun tidak berpengaruh terhadap atribut mutu yang lain yaitu asin, gurih maupun tekstur berpasir.
Antioxidant And Antibacterial Characteristic Of Kecombrang Extracts (Etlingera elatior) iglesias, Iglesias; Siregar, Tagor M
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4611

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) is a plant that contains bioactive compounds such as alkaloids, phenolics, flavonoids, triterpenoids, saponins, and glycosides which are beneficial for body health. This research aimed to determine the antioxidant and antibacterial activity of extracts of kecombrang flowers, stems, and tubers. Powder from each part of the kecombrang plant (flowers, tubers, and stems) was extracted with 80% ethanol solvent using the maceration method for 24 hours at room temperature. The chemical compound composition of the selected extracts was determined using the GC-MS method. Kecombrang flower extract has antioxidant activity (IC50) of 34.13 ± 0.86 ppm, total phenolics of 28.38 ± 1.12 mg GAE/g, and total flavonoids of 2.15 ± 0.03 mg QE/g. Tuber extracts had antioxidant activity (IC50) of 35.09 ± 1.1 ppm, total phenolics of 18.79 ± 0.91 mg GAE/g, and total flavonoids of 0.96 ± 0.05 mg QE/g. Meanwhile, stem extract has antioxidant activity (IC50) of 38.35 ± 1.32 ppm, total phenolics of 14.49 ± 0.56 mg GAE/g, and total flavonoids of 0.77 ± 0.03 mg QE/g.  The antibacterial activity assay against E.coli, kecombrang flower extract showed an inhibition zone of 23.08 ± 0.49 mm with a MIC value of 0.53% and MBC 2.14%, tuber extract showed an inhibition zone of 21.87 ± 0.29 mm with a MIC value of 0.51% and an MBC of 2.04%, the stem extract showed an inhibition zone of 9.68 ± 0.35 mm with a MIC value of 0.41% and a MBC of 1.66%. While  the antibacterial activity assay against S.aureus, kecombrang flower extract showed an inhibition zone of 23.97 ± 0.50 mm with a MIC value of 0.63% and MBC 2.50%, tuber extract showed an inhibition zone of 22.86 ± 0.51 mm with a MIC value of 0.40% and MBC 1.58% and the stem extract showed an inhibition zone of 21.65 ± 0.42 mm with a MIC value of 0.54% and MBC 2.17%. The antibacterial activity of the three types of kecombrang extract is classified as strong. The results of GC-MS analysis of kecombrang flower extract showed the presence of the compounds 3-ethyl-2-cyclohexen-1-ol, 1,2-Benzenediol, and 1,4-Benzenediol which are antibacterial, and 2-methoxy-4-vinylphenol which is an antioxidant.
Karakteristik Fisiko-Kimia Bunga Turi (Sesbania grandiflora) dan Potensinya sebagai Ingridien Pangan: Kajian Pustaka Witoyo, Jatmiko Eko; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Brahmanti, Ajeng Astrini; Permatasari, Nelsy Dian
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4814

Abstract

Bunga turi (Sesbania grandiflora) merupakan salah satu edible flower yang banyak ditemukan di berbagai wilayah di belahan dunia, termasuk Indonesia, dan memiliki efek farmakologis menguntungkan bagi manusia. Namun pemanfaatannya masih terbatas dan kurang optimal.  Tujuan  penelitian ini mengulas mengenai karakteristik fisiko-kimia bunga turi dan produk turunannya, meliputi fitokimia, komposisi nutrisi, dan aktivitas antioksidan serta potensinya sebagai ingridien pangan menggunakan pendekatan studi literatur dengan berbasis data dari  open access sources, seperti Google Scholar, dan basis data online lain yang relevan. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa  secara fisik, bunga turi memiliki 2 warna yang berbeda, yaitu turi merah dan putih dengan tipe bunga majemuk.  Secara kualitatif, bunga turi segar dan produk turunannya mengandung berbagai macam senyawa fitokimia, termasuk alkaloid, terpenoid, steroid, triterpenoid, tanin, fenol, sterol, flavonoid, dan saponin. Selain itu, bunga turi segar dan produk turunannya juga memiliki kandungan senyawa bioaktif beragam seperti fenolik, flavonoid, antosianin (terutama pada bunga turi merah), dan karotenoid, serta kaya akan karbohidrat, serat, protein, vitamin, dan mineral, rendah lemak, dan memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi, yang berpotensi menjanjikan untuk dijadikan ingridien pangan .Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi aplikasi bunga turi dan produk turunannya pada produk pangan untuk pengembangan dan diversifikasi produk makanan berbasis bunga turi.
Pengaruh Jenis-Jenis Sumber Karbohidrat terhadap Mutu “Bekasam” Ikan Sepat Toakang (Helostoma temminckii) Mahadi, Imam; Syafi’i, Wan; Utami, Dian Putri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4674

Abstract

ABSTRAK Bekasam merupakan proses pengawetan dengan teknik fermentasi menggunakan ikan, beras sebagai sumber karbohidrat, dan garam yang dimasukkan ke dalam toples tertutup rapat dan disimpan selama beberapa hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis-jenis sumber karbohidrat dari perbagai perlakuan beras terhadap mutu ikan sepat toakang (Helestoma temminckii) dari mutu kimia dan organoleptik. Jenis penelitian ini merupakan percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan konsentrasi sumber karbohidrat sebanyak 50% dari berat ikan, yaitu beras, nasi karak, nasi panggang, dan tepung beras. Jumlah perlakuan yang digunkan yaitu 4 perlakuan (beras sanggrai, nasi, kerak dan tepung beras) dengan jumlah pengulangan masing-masing 3 kali. Parameter yang diamati adalah kandungan protein, kandungan lemak, pH dan kadar air. Penambahan berbagai jenis sumber karbohidrat berpengaruh signifikan terhadap kualitas ikan sepat bekas toakang dari kualitas kimia dan organoleptik dengan hasil terbaik yaitu perlakuan nasi sangrai dengan kandungan protein 16,12%, kadar lemak 6,86%, kadar air 68,83%, dari segi warna dan aroma,  Yaitu warna yang baik dan merata secara optimal serta aroma khas bekasam dan aroma yang sangat tajam. Kandungan nilai mutu ikan sepat toakang bekas telah memenuhi kriteria TKPI dan dapat dikonsumsi. Kata kunci: jenis sumber karbohidrat, bekasam, kualitas, ikan sepat toakang ABSTRACT Bekasam is a preservation process with fermentation techniques using fish, rice as a source of carbohydrates, and salt which is put in a tightly closed jar and stored for several days. The purpose of this study was to determine how the influence of the type of carbohydrate source on the quality of the former toakang sepat fish (Helestoma temminckii) from chemical and organoleptic quality. This type of research is an experiment with a Complete Randomized Design (RAL) using a concentration of carbohydrate sources as much as 50% of fish weight, namely rice, rice karak, roasted rice, and rice flour. The total treatment obtained was 4 treatments with the number of repetitions 3 times each. The parameters observed were protein content, fat content, pH, and water content. The addition of various types of carbohydrate sources has a significant effect on the quality of the former toakang sepat fish from chemical and organoleptic quality with the best results, namely the treatment of roasted rice with a protein content of 16.12%, fat content of 6.86%, water content of 68.83%, in terms of color and aroma, namely a good color and optimally evenly distributed and a distinctive aroma of bekasam and very sharp aroma. The quality value content of used toakang sepat fish has met the TKPI criteria and can be consumed.
Pengaruh Konsentrasi Ragi, Waktu Pemasakan dan Penyimpanan Terhadap Perubahan Fisikokimia dan Sensori Tapai Talas Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) Sijabat, Evenita; Gaol, Naomi Lumban; Wahyuningtyas, Amalia; Marvie, Ilham
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4766

Abstract

Talas yang banyak dibudidayakan di Indonesia menawarkan potensi karbohidrat yang tinggi dapat menjadi alternatif diversifikasi pangan. Kandungan karbohidrat yang cukup tinggi membuat talas cocok untuk diolah menjadi tapai, makanan fermentasi tradisional yang menghasilkan rasa manis akibat pemecahan pati menjadi gula. Penelitian mengamati perubahan dengan pengaruh konsentrasi ragi, lama pemasakan serta penyimpanan pada suhu ruang dan beku.  Aspek analisis meliputi fisikokimia (pH, alkohol, kadar air, keasaman total, total gula, tekstur) dan aspek sensorik (rasa,aroma,warna). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ragi berpengaruh terhadap tekstur, kadar air, total asam tertitrasi, dan total gula. Waktu pemasakan berpengaruh terhadap total asam tertitrasi dan total gula namun tidak berpengaruh terhadap tekstur, kadar air, pH, dan alkohol. Uji Organoleptik menunjukkan bahwa konsentrasi ragi dan waktu pemasakan berpengaruh terhadap warna, tekstur, dan keseluruhan. Namun, tidak berpengaruh terhadap rasa dan aroma. Perubahan fisikokimia pada tapai talas yang disimpan pada suhu ruang dan suhu beku mempengaruhi tekstur serta karakteristik seperti kadar air, nilai pH, total gula, dan kadar alkohol, tetapi tidak memengaruhi nilai TAT. Berdasarkan penyimpanan tapai dalam suhu ruang dan suhu beku didapatkan penilaian berpengaruh terhadap sensori tapai, serta dinilai panelis lebih menyukai tapai yang disimpan pada suhu ruang hari pertama.
Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Sensori Madu Kelulut Asal Kalimantan Barat Utami, Dwi; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4769

Abstract

Madu adalah cairan alami yang berasal dari nektar bunga dan sekresi tanaman oleh lebah, salah satunya berasal dari lebah kelulut (Trigona sp.). Madu yang dipasarkan saat ini memiliki karakteristik dan kualitas yang beragam karena berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tingkat kesukaan madu kelulut asal Desa Parit Baru, Desa Jawa Tengah dan Desa Galang. Penelitian dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor yaitu perbedaan asal daerah madu kelulut dengan geografis yang berbeda (K). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komponen fitokimia yang terkandung didalam madu kelulut asal Desa Parit Baru, Desa Jawa Tengah dan Desa Galang terdiri dari fenol, flavonoid, alkaloid, tanin dan terpenoid. Nilai aktivitas antioksidan tertinggi berasal dari madu kelulut asal Desa Parit Baru sebesar 41%. Nilai total flavonoid tertinggi berasal dari madu kelulut asal Jawa Tengah sebesar 27,53 mg QE/g. Nilai total fenol tertinggi berasal dari madu kelulut asal Desa Galang sebesar 14,15 mg GAE/g. Tingkat kesukaan ketiga madu kelulut terhadap warna, aroma, dan rasa menunjukkan rentang skor 3,30 hingga 3,83, yaitu agak suka hingga suka.
KARAKTERISTIK DENDENG IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) DENGAN KONSENTRASI GULA MERAH YANG BERBEDA Fernando, Richard; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4772

Abstract

Dendeng merupakan hasil olahan daging yang diberi bumbu dan dikeringkan, dengan gula merah sebagai bumbu utama. Ikan kembung dapat digunakan sebagai inovasi pengganti daging. Penambahan gula merah dengan konsentrasi yang berbeda diduga akan mempengaruhi karakteristik dendeng ikan kembung. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensori dendeng ikan kembung dengan konsentrasi gula merah yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan konsentrasi gula merah 0%, 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan BNJ pada taraf 5%. Penambahan gula merah pada dendeng ikan kembung mempengaruhi karakteristik fisikokimia (kadar air, kadar lemak, kadar protein, warna L*, C, oh) dan karakteristik sensori (warna, tekstur, rasa, keseluruhan), namun tidak berpengaruh terhadap parameter aroma. Karakteristik kimia yang sudah memenuhi SNI dendeng yaitu kadar lemak (2,50-3,00%) dan kadar protein (20,47-24,90%). Kadar air belum memenuhi SNI dendeng karena masih menghasilkan kadar air yang tinggi (20,38-24,74%).
OPTIMASI PRODUKSI MINUMAN MIKROEMULSI MENGANDUNG MEDIUM CHAIN TRIGLYCERIDES (MCT) MENGGUNAKAN BAHAN BAKU DARI PALM KERNEL OIL Ariani, Dina; Affandi, Arief Rakhman; Umiyati, Rini; Muflihati, Iffah
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4725

Abstract

Palm Kernel Oil (PKO) adalah minyak yang diperoleh dari inti buah kelapa sawit. Palm Kernel oil memiliki kandungan medium chain trygliceride (MCT). MCT mudah dimetabolisme dalam tubuh sehingga menghasilkan energi dengan cepat. MCT memberi lebih sedikit kalori yaitu, 8,4 kkal/g, berbentuk cair pada suhu kamar, dan memiliki panjang rantai yang lebih pendek. Dalam rangka memperluas pengaplikasian palm kernel oil di bidang pangan maka dibuatlah minuman mikroemulsi. Mikroemulsi merupakan globula lemak yang terdispersi yang tersusun dari minyak, air, dan emulsifier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi PKO dan kecepatan pengadukan optimum pada proses produksi mikroemulsi. Penelitian ini dilakukan dengan metode Response Surface Methodology (RSM)  yang digunakan untuk mendapatkan optimasi formulasi mikroemulsi dengan faktor Konsentrasi PKO dan kecepatan pengdukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi PKO dan kecepatan pengadukan berpengaruh signifikan terhadap distribusi ukuran globula, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap konduktivitas, aroma langu, aroma tengik, rasa oily, dan warna putih. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi PKO 3,06% dan kecepatan pengadukan 3439,34 rpm dengan nilai prediksi distribusi ukuran globula sebesar 2,42 µm, konduktivitas 35,69 µS/cm, aroma langu 1,29, aroma tengik 1,87, rasa oily 2,86, dan warna putih 3,98.
Pengaruh larutan bubuk daun mangrove Buguiera gymnorriza terhadap kualitas daging ayam dan dang selama penyimpanan Zuhro, Lailatuz; Utami, Cahyaning Rini
Jurnal Teknologi Pangan Vol 18, No 2 : DESEMBER 2024
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v18i2.4706

Abstract

Kualitas daging ayam dan udang selama penyimpanan menjadi perhatian utama dalam industri pangan.kualitas daging ayam  dan udang meliputi kualitas fisik, biologi, maupun kimia dan dapat diterima oleh konsumen. Dengan adanya permasalah singkatnya masa simpan bahan pangan jenis daging dan seefood memicu mansyarakat menggunakan pengawet sintetis . Oleh karena itu banyak para peneliti telah melakukan berbagai penelitian untuk alternatif pengganti bahan sintetis yang digunakan untuk bahan makanan , salah satunya pemanfaatan daun mangrove  yang memiliki kandungan bioaktif sebagai anti bakteri . Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) terdiri dari dua faktor, faktor pertama yaitu: konsentrasi ekstrak daun mangrove , faktor kedua pengaplikasian pada daging ayam dan udang. Parameter yang diamati pada pada pengawetan daging ayam dan udang meliputi kadar air, nilai TBA,uji masa simpan yang dilakukan secara kualitatif menggunakan metode EES  serta sifat organoleptik warna, tekstur, dan aroma. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dengan uji lanjut Tukey taraf kepercayaan 95% (α=0.05). Sedangkan uji sensoris dilakukan dengan Uji Friedman dengan skala hedonik (Hedonik Scale Test). Perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas de Garmo.Hasil perhitungan indeks efektifitas perlakuan terbaik terdapat pada B3P1( konsentrasi daun mangrove 80g/L, pada daging ayam ) dengan parameter analisa fisikokimia dan organoleptik meliputi aktivitas kadar air 73,05%, Nilai TBA 44,95%. Masa Simpan bertahan samapai 7 hari, tingkat kesukaan warna 3,52 (suka), Tingkat kesukaan tekstur 3,72( suka) dan dilanjutkan dengan tingkat kesukaan aroma 1,76( tidak suka). Kata kunci : Daun mangrove ( Buguiera gymnorryza) , daging ayam, udang, kerusakan dan masa simpan