Jurnal Psikologi Wijaya Putra (Psikowipa)
Jurnal Ilmiah PSIKO WIPA merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara on-line dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang psikologi yang terkait tentang peikologi pendidikan, psikologi sosial, spikologi klinis, psiklogi perkembangan dan psikologi industri organisasi dan ilmu lain yang berkaitan dengan ilmu psikologi.
Articles
136 Documents
PENERAPAN METODE GOLDEN CIRCLE UNTUK MENGATASI PERILAKU PERUNDUNGAN SISWA
Mita Fatmawati;
Ariga Bahrodin
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 5 No 1 (2024): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v5i1.106
Terdapat perilaku perundungan siswa dan cara mengatasi perundungan di MI Al-Ittihad Jogoroto Jombang menggunakan metode Golden Circle. Metode ini sangat efektif digunakan untuk mengatasi perilaku perundungan di sekolah. Adapun fokus dalam penelitian ini yakni; Proses penanganan perundungan menggunakan metode Golden Circle, Faktor-faktor yang mendukung atau menghambat metode Golden Circle untuk mengatasi perilaku perundungan siswa di MI Al-Ittihad Jogoroto Jombang. Tujuan penelitian mengetahui proses penanganan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan mendukung atau menghambat dari metode Golden Circle di MI Al-Ittihad Jogoroto Jombang. Riset ini memakai pendekatan riset kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data memakai reduksi data, penyajian data, penarikan data kesimpulan serta verifikasi. Metode pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil riset Penerapan Metode Golden Circle Untuk Mengatasi Perilaku Perundungan Siswa di MI Al-Ittihad Jogoroto Jombang ialah; proses penanganan perundungan menggunakan metode Golden Circle, metode ini mempunyai tiga konsep yaitu mengapa, bagaimana dan apa. Adapun faktor mendukung penerapan metode Golden Circle pembiasaan membaca do’a, Pancasila dan surat-surat pendek, diskusi guru per bulan, serta Program Ramah Anak. Sedangkan faktor yang menghambatnya adalah teknologi yang semakin canggih, lingkungan yang kurang baik, orang tua yang kurang mendukung dan diri sendiri yang menutup diri.
ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP TINGKAT STRES KERJA PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DI BAPAS KELAS I BANJARMASIN
Noor Cahaya;
Ceria Hermina
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 4 No 2 (2023): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v4i2.109
Work stress is an interaction between working conditions and worker characteristics that change normal physical and psychological functions. Job stress arises as a form of individual incompatibility with the work environment. One of the factors that affect work stress is workload. This study aims to look at the effect of workload on the work stress of the social counselor of the Banjarmasin Class I Bapas. The research method used is a quantitative method with a correlational design. Data collection tools used are the Workload scale and Work Stress scale. Subject taking technique using total sampling. There are 38 subjects in total. The data analysis used is simple linear regression analysis. The results of the researchers showed that the workload affected the work stress of the community counselors of the First Class of the Banjarmasin Fathers. Workload affects work stress by 10.9% (R2=0.109; F(4.409) = sig <.043). Based on these results, the research hypothesis is accepted, namely that there is an effect of workload on the work stress of community supervisors of the First Class Bapas Banjarmasin.
PENGARUH HARGA DIRI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA DI BANJARMASIN
Sulistia Fahrunnisa Imani;
Lita Ariani
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 4 No 2 (2023): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v4i2.111
This research aims to determine the influence of self-esteem on consumer behavior among students in Banjarmasin. The population in this study were students in the city of Banjarmasin. Data were collected using two scales, namely, the 31-item Consumer Behavior Scale (α= 0.955) and the 21-item Self-Esteem Scale (α= 0.918). The research subjects were students in Banjarmasin with a total of 200 subjects and the sample was determined using non-probability sampling using purposive sampling. Based on data analysis in this research through statistical testing using the Pearson product moment correlation technique, it can be concluded that there is a positive and significant influence between self-esteem and consumer behavior in students. The results of this research are that there is a significant influence between self-esteem and consumer behavior. The coefficient of determination (R square) is 0.281 with a value (Sig.) of 0.000, meaning that there is an influence between the influence of self-esteem on consumer behavior of 28%, which means 72% is influenced by other factors.
RELATIONSHIP BETWEEN TEACHER BURNOUT, JOB SATISFACTION, AND STUDENT ACHIEVEMENT IN MIDDLE SCHOOLS: A CASE STUDY IN CIANJUR, INDONESIA
Yusuf Iskandar;
Yana Priyana
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 5 No 2 (2024): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v5i2.119
Penelitian ini menyelidiki hubungan antara burnout guru, kepuasan kerja, dan prestasi belajar siswa di sekolah menengah di Indonesia, dengan fokus khusus pada Cianjur. Sampel terdiri dari 70 guru yang dipilih menggunakan teknik sampling kenyamanan karena keterjangkauan akses dan sumber daya. Regresi linier berganda dan pengujian simultan dilakukan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik burnout guru maupun kepuasan kerja secara signifikan memengaruhi prestasi belajar siswa. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan korelasi negatif antara burnout guru dan kepuasan kerja, yang menunjukkan bahwa beban kerja yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan kepuasan kerja dan hasil akademik yang lebih buruk bagi siswa. Urgensi penelitian ini terletak pada potensi implikasinya terhadap kebijakan pendidikan di Indonesia, di mana burnout guru menjadi perhatian yang semakin meningkat. Mengatasi masalah ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan prestasi belajar siswa, terutama di daerah yang kekurangan dana dan sumber daya seperti Cianjur. Temuan penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dengan mendukung guru dan memastikan mereka tidak terlalu terbebani, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil akademik siswa.
KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMP DI SURABAYA
Ilham Yusril Ramadhan;
Firsty Oktaria Grahani;
Ardianti Agustin
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 4 No 2 (2023): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v4i2.120
Time management that is less effective and efficient in the learning process is one of the problems that students often experience. It is like doing fun habits or activities with friends so they ignore the assignments given, low student interest in doing teacher assignments, resulting in delaying time to do assignments known as procrastination. This study aims to determine whether there is an influence of peer conformity with academic procrastination in Muhammadiyah 14 Surabaya Junior High School students. The research subjects consisted of 42 male students and 48 female students, using the incidental method. Data were collected through questionnaires measuring peer conformity, and academic procrastination. Data analysis used simple linear regression analysis techniques with the help of the SPSS for Windows programme. The hypothesis results showed that p-value=0.008<0.05, which indicates the influence of peer conformity with academic procrastination. The coefficient of determination (R square) of 0.008 shows that peer conformity has a weak effect of 0.008%, while the remaining 0.092% is influenced by other factors not examined in this study. the conclusion, peer conformity has a low effect on academic procrastination 0.008%, this is because there are other factors that influence academic procrastination besides peer conformity and can be used as a study for further researchers.
PERSON-JOB FIT DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN MARKETING & SALES PT.Z
Ressy Mardiyanti
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 4 No 2 (2023): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v4i2.121
The aim of this research is to determine the relationship between Person Job Fit and work engagement in PT. Z. The compatibility between employees and the work they do is very important. With this compatibility, employees can carry out their work well, be immersed or have a strong attachment to their work, so that employees can stay in the company for a long time and can reduce the budget for the recruitment, selection and training process. The subject is an employee of the marketing & sales division of PT. Z, totaling 32 people and aged 19-45 years. This research uses quantitative methods, sampling using purposive sampling techniques, using measuring instruments with questionnaire models on the variables of person job fit and work engagement. The results of this research show a correlation value of 0.029 < 0.05, and if seen from the calculated correlation value it is 0.598 > 0.362, which means that there is a relationship between Person Job Fit and work engagement in employees of the Marketing & Sales Division of PT. Z. The higher a person's suitability for the job they are working on, the higher their work engagement. Matching between individuals and jobs at the start is very effective in reducing employee turnover, especially in marketing and sales functions.
KEPUASAN KERJA SEBAGAI PREDIKTOR INTENSI TURNOVER DI RSI SULTAN AGUNG BANJARBARU
Aghnina Abdalia Pasha;
Lita Ariani;
Julaibib Julaibib
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 5 No 1 (2024): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v5i1.130
Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset di sebuah perusahaan dalam mengembangkan perusahaan agar tidak terjadinya masalah turnover intention pegawai, salah satu faktor penyebab turnover intention adalah kepuasan kerja. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui apakah kepuasan kerja pegawai berpengaruh terhadap turnover intention pegawai. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian ini berjumlah 81 orang dan pengambilan data dilakukan secara daring dengan teknik purposive sampling. Data diolah menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh negatif signifikan, artinya semakin tinggi kepuasan kerja akan berpengaruh signifikan terhadap semakin rendah turnover intention. Berdasarkan hasil tersebut, pihak RSI Sultan Agung Banjarbaru diharapkan agar melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kepuasan kerja, seperti memberikan penghargaan, menyediakan pelatihan, membangun hubungan baik antara atasan dan bawahan, serta menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, sehingga stabilitas tenaga kerja di RSI Sultan Agung Banjarbaru meningkat.
KUALITAS PERTEMANAN DAN KESEJARTERAAN PSIKOLOGIS: PRESPEKTIF MAHASISWA
Anfhasa Raina Salsabila;
Ceria Hermina;
Julaibib Julaibib
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 5 No 1 (2024): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v5i1.131
Mahasiswa adalah sebutan bagi mereka yang sedang belajar di perguruan tinggi. Dengan masuknya seseorang tersebut ke dalam perguruan tinggi dan menjadikannya sebagai mahasiswa, maka orang tersebut akan memiliki lingkungan dan pertemanan yang baru. Namun, menjadi seorang mahasiswa tidaklah mudah, di samping ketidakpuasan seorang mahasiswa sering kali timbulnya rasa tidak nyaman dan kurang bahagia. Tentu saja mahasiswa harus memiliki kesejahteraan psikologis yang baik. Salah satu aspek yang menjadi pemicu terjadinya kesejahteraan psikologis adalah menjalin hubungan yang positif dengan orang lain. Dalam kualitas pertemanan yang dibuat seharusnya dapat bermanfaat baik agar bisa mengurangi depresi dan perilaku negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pertemanan terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi. Partisipan penelitian ini berjumlah 118 orang dan pengambilan data dilakukan secara online. Teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Data diolah menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan, artinya semakin tinggi kualitas pertemanan maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis mahasiswa. Berdasarkan hasil tersebut mahasiswa diharapkan dapat menjadi pedoman sebagai cara menjaga bahkan meningkatkan kualitas pertemanan melalui dukungan dan kepedulian untuk mengantisipasi terjadinya penurunan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
ANALISIS PEMBELAJARAN DIFERENSIASI BERBASIS KONSTRUKTIVISME DI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH: GAYA KOGNITIF, SELF-EFFICACY, MOTIVASI, DAN SELF-REGULATED LEARNING
Surya Priyambudi
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 5 No 2 (2024): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v5i2.132
Desain penelitian ini adalah literature review atau tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka merupakan uraian tentang teoritis, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar pebelajar, terutama bagi pebelajar yang memiliki perbedaan dalam gaya kognitif, self efficacy, motivasi, dan self regulated learning. Pembelajaran yang diferensiasi merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar pebelajar yang berbeda. Pendekatan ini didasarkan pada teori konstruktivisme yang berasumsi bahwa pebelajar secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran diferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar pebelajar, terutama bagi pebelajar yang memiliki perbedaan dalam gaya kognitif, self efficacy, motivasi, dan self regulated learning. Oleh karena itu, pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan yang penting untuk diterapkan dalam pendidikan dasar dan menengah.
DETERMINASI KETERIKATAN KERJA PADA PRAJURIT MILITER: KAJIAN LITERATUR
Khairunnisa Atika Nur Affia;
Olievia Prabandini Mulyana
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 5 No 1 (2024): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38156/psikowipa.v5i1.134
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis determinan keterikatan kerja pada prajurit militer melalui kajian literatur. Keterikatan kerja merupakan faktor krusial yang mempengaruhi kinerja dan kesejahteraan prajurit militer. Dengan menggunakan metode kajian literatur sistematis, berbagai studi empiris dan teoretis terkait keterikatan kerja di kalangan militer dianalisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keterikatan kerja tersebut. Penelitian ini melibatkan 8 artikel jurnal yang dipublikasi antara tahun 2015-2024. Hasil kajian mengungkapkan bahwa determinan keterikatan kerja para prajurit dapat dikategorikan menjadi faktor job resource dan personal resource. Faktor job resource meliputi pay satisfaction, perceived organizational support, perceived social impact dan perceived social worth. Sementara itu, faktor personal resource meliputi basic psychological needs satisfaction, psychological hardiness, power of love, resiliensi, efikasi diri, komitmen karir, dan motivasi kerja. Secara lebih lanjut, apabila organisasi ingin memiliki prajurit militer dengan tingkat keterikatan kerja yang tinggi terhadap pekerjaanya maka perlu mempertimbangkan faktor-faktor tersebut. Prajurit dengan keterikatan kerja yang tinggi akan lebih bersedia untuk ditugaskan dalam misi militer dan memiliki keinginan untuk keluar yang lebih rendah.