Psyche 165 Journal
Psyche 165 Journal is an interdisciplinary journal that publishes empirical research, theoretical articles, and selected reviews in applied areas of psychology (other than applied experimental or human factors), including: Behavioral Psychology Clinical Psychology Cognitive Psychology Counseling Psychology Cultural Psychology Economic Psychology Educational Psychology Environmental Psychology Ethics in Psychology Family Psychology and Couples Psychology Forensic Psychology Health Psychology Industrial and Personnel Psychology Professional Practice Psychology of Religion Psychotherapy School Psychology Social Psychology Sport Psychology In addition to publishing manuscripts that have a clearly applied focus, Psyche 165 journal solicits interdisciplinary research that integrates literatures from psychology with other related fields (e.g., occupational health, consumer behavior, law, religion, communication, and political science) in a meaningful and productive manner. Multidisciplinary authorship is encouraged, as is work that fosters novel ideas, identifies mediating variables, includes transboundary issues, and most importantly, encourages critical analysis.
Articles
294 Documents
Intervensi Pembagian Kerja untuk Pengembangan Kelompok Kerja dengan Diagnosis Model Open-System
Bahrul Ulumsyah;
Muhammad Nur Syuhada
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.142 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.166
Pengembangan kelompok digunakan untuk memberikan dukungan agar memperoleh pencapaian tujuan organisasi. Hal demikian meliputi upaya memahami dan mengembangkan kelompok kerja. Pengembangan kelompok kerja dilakukan guna untuk memastikan kelompok bekerja dengan optimal dan efisien, agar nantinya diharapkan kelompok kerja mampu menunjang kinerja perusahaan untuk mencapai target perusahaan. Studi ini menggunakan Open-System level kelompok sebagai upaya memahami dan melakukan pengembangan kelompok. Objek studi ini ialah bagian dari Divisi Human Capital di PT BM, yaitu Unit Pengembangan Organisasi dengan seluruh anggota kelompok serta kondisi lingkungan tim. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara kepada seluruh anggota tim, observasi dilakukan terhadap lingkungan kerja tim, dan studi dokumen berdasarkan profil kinerja kelompok. Analisa data dilakukan dengan mengintegrasikan temuan yang telah dikategorikan berdasarkan model Open-System secara kualitatif. Temuan studi ini menunjukkan bahwa model Open-System mampu memberikan gambaran terstruktur mengenai kondisi dan kinerja unit Pengembangan Organisasi. Kondisi permasalahan utama yang diperoleh ialah target kerja kelompok yang belum optimal. Intervensi yang digunakan guna menanggapi hasil asesmen kolompok ialah modul pembagian kerja yang terukur, dan menjadi bahan evaluasi kinerja kelompok dalam skala kecil maupun skala besar. Sehingga penelitian ini diharapkan membantu pengembangan kinerja kelompok dengan optimal.
Efektifitas Acceptance and Commitment Therapy (ACT) untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Remaja dari Keluarga Bercerai
Sabrina Etika Utami
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.114 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.168
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan apakah intervensi ACT efektif dalam meningkatkan penerimaan diri pada remaja dari keluarga bercerai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan single case experiment dengan ABA design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang yaitu remaja berusia 17 tahun dari keluarga bercerai yang kurang dalam penerimaan diri. Teknik Analisa data menggunakan visual inspection. Berdasarkan hasil dari analisis visual didapatkan kesimpulan bahwa intervensi ACT efektif dalam meningkatkan penerimaan diri pada remaja keluarga bercerai bahkan setelah intervensi selesai diberikan dengan rata-rata skor fase A(1) 29,8%, B sebesar 41,59% dan A(2) 44,5% dan kecenderungan arah garis yang menanjak. Pada penelitian ini pengukuran dilakukan pada kondisi baseline pertama (A1) secara berkelanjutan hingga stabil selama 7 hari lalu melakukan intervensi (B) selama 3 kali pertemuan dan pengukuran setiap hari selama 15 hari selama fase B dan kembali melakukan pengukuran selama 5 hari setelah intervensi diberikan (A2) dengan follow up
Kemampuan Self-Regulated Learning, Flow Experience Perkuliahan Daring Selama Masa Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa
Ifani Candra;
Sherrien Julianni Sarvica
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.819 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.169
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan self-regulated learning dengan flow experience perkuliahan daring selama pandemi covid-19 pada mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Angkatan 2018 di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang. Variabel bebas dalam penelitian ini self-regulated learning dan variabel terikatnya adalah flow experience. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Angkatan 2018 di Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang berjumlah 133 orang. Teknik sampling pada penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Indeks daya beda aitem pada skala self-regulated learning ini bergerak dari rix=0,320, sampai dengan rix=0,769 dengan Koefisien Reliabilitas sebesar α=0,910. Sedangkan skala flow experience memiliki indeks daya beda aitem rix=0,301, sampai dengan rix=0,757 Dengan koefisien reliabilitas α=0,865. Berdasarkan analisis data diperoleh nilai korelasi antara skala self-regulated learning dengan flow experience perkuliahan daring selama masa pandemi covid-19 pada mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Angakatan 2018 di Universitas Putra Indonesia “YPTK” sebesar 0,688 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (P<0,001). Berarti hipotesis diterima.
Hubungan Antara Resiliensi dengan Stres Kerja pada Guru Pada Masa Pandemi Covid-19
Krisnova Nastasia
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.464 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.170
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan stress kerja pada guru di SDN 02 Koto Tangah Kabupaten Agam. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah resiliensil dan variabel terikat adalah stress kerja. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dan skala stress kerja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran skala resiliensi dan skala stress kerja. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang guru di SDN 02 Koto Tangah Kabupaten Agam. Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil koefisien validitas pada skala resiliensi rxy = 0,318 sampai dengan rxy = 0,835 dengan koefisien reliabilitas sebesar α = 0,958, sedangkan pada skala stress kerja bergerak dari bergerak dari rxy = 0,378 sampai dengan rxy = 0,852 dengan koefisien reliabilitas sebesar α = 0,943. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai korelasi sebesar -0,834 dengan taraf signifikansi p = 0,000 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan stress kerja pada guru di SDN 02 Koto Tangah Kabupaten Agam. Dengan besar sumbangan efektif dari variabel resiliensi dengan stress kerja pada guru di SDN 02 Koto Tangah Kabupaten Agam yaitu sebesar 69 %.
Konflik Peran Ganda dan Kelelahan Emosional pada Guru Pasca Pembelajaran Daring di SMPN 30 Padang
Ria Okfrima
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1228.288 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i3.171
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dengan kelelahan emosional pada guru pasca pembelajaran daring di SMPN 30 Padang. Variabel bebas dalam penelitian in adalah konflik peran ganda dan variabel terikat adalah kelelahan emosional. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala konflik peran ganda dan skala kelelahan emosional. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 43 orang guru berjenis kelamin wanita yang telah menikah di SMPN 30 Padang. Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil koefisien validitas pada skala konflik peran ganda bergerak dari rix = 0,378 sampai dengan rix = 0,922 dengan koefisien reliabilitas sebesar α = 0,975, sedangkan pada skala kelelahan emosional bergerak dari rix = 0,318 sampai dengan rix = 0,886 dengan koefisien reliabilitas sebesar α = 0,979. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai korelasi sebesar 0,408 dengan taraf signifikansi 0,007 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konflik peran ganda dengan kelelahan emosional pada guru pasca pembelajaran daring di SMPN 30 Padang dengan arah positif. Hasil analisis sumbangan efektif konflik peran ganda dengan kelelahan emosional pada guru pasca pembelajaran daring adalah sebesar 17%.
Dukungan Sosial dan Religiusitas dengan Psychological Well-Being pada Warga Binaan Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan
Nathania Diani Alidrus;
Isna Asyri Syahrina;
Rina Mariana
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.896 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.174
Correctional inmates need a lot from various parties. Social support and regiusitas are also very important to be improved for inmates. This study aims to determine social and religious support with psychological well-being in inmates. The measuring instrument used in this research is the social support scale, religiosity scale, and psychological welfare scale. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. The sample in this study were 130 correctional inmates at the Pekanbaru Women's Correctional Institution. The validity test in this study used the Pearson Product Moment technique and the reliability used the Cronbach Alpha technique. The results of the validity coefficient on the social support scale move from rix = 0.472 to rix = 0.833, the reliability coefficient = 0.962. In religiosity, the results of the validity coefficient move from rix = 0.329 to rix = 0.844 with a reliability coefficient of = 0.953. And on the psychological welfare scale, the results of the validity coefficient move from rix = 0.312 to rix = 0.855 with a reliability coefficient of = 0.949. Based on data analysis, the correlation value between social support and psychological well-being is 0.427 with a significance level of p = 0.000 (p <0.01). The value between religiosity and psychological well-being is 0.517, with a significance level of p = 0.000 (p <0.01). Furthermore, the correlation value between social support and religiosity with psychological well-being is 0.590 with a probability value (sig. F change) = 0.0000, because the value of sig. Changes in F < 0.05, then the hypothesis can be accepted. This shows that there is a significant relationship between social and religious support with psychological well-being.
Efektivitas Supportive Group Therapy untuk Menurunkan Kecemasan Akademik dalam Pembelajaran Daring pada Siswa SMP
Nurul Yunita Sjaefarhan;
Siti Urbayatun
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.364 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i3.176
Di masa pandemi, siswa mengikuti pembelajaran dengan system online dan tidak tatap muka. Pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran yang diterapkan selama masa pandemi Covid-19. Proses pembelajaran yang tidak dilaksanakan secara tatap muka membuat siswa mengalami keterbatasan dalam menimba ilmu pelajaran mereka. Hal ini menyebabkan siswa yang tidak memahami materi pelajaran mengalami kecemasan dalam belajar. Tujuan terapi kelompok yang dilakukan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi kelompok suportif dalam menurunkan kecemasan akademik siswa SMP yang mengikuti pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain one group pre-test dan post-test. Sebelumnya, untuk menentukan responden, dilakukan screening dengan menggunakan skala DASS 21 (Depressive, Anxiety and Stress Scale) pada seluruh siswa kelas IX C. Screening dengan skala DASS 21 tersebut diberikan melalui google form. Kemudian dari hasil screening tersebut ditemukan subjek penelitian yang terdiri dari tujuh orang siswa SMP berusia 14-15 tahun dan mengalami gangguan kecemasan akademik dengan kategori rendah hingga tinggi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, focused group discussion serta pre-test dan post-test menggunakan skala kecemasan akademik dengan hasil Cronbach a = 0.912 pada 52 aitem. Hasil analisis data menggunakan uji statistik non parametrik dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai z = -2.371 dan nilai p = 0.018 (p<0.05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi kelompok suportif efektif untuk mengurangi kecemasan akademik pada siswa SMP yang menjalani pembelajaran daring. Selain itu, ketujuh siswa juga mengalami efek positif dari proses terapi.
Peran Pendidikan Karakter dalam Mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang Bermutu
Ummil Khairiyah;
Herio Rizki Dewinda
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.768 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i3.175
Sumber daya manusia merupakan faktor yang penting dan strategis dalam kesuksesan sebuah organisasi dan bidang industri lainnya. Pengelolaan sumber daya manusia menjadi pokok utama perhatian pemerintah dan berbagai pihak, karena sumber daya manusia yang bermutu dan berkualitas memiliki kontribusi terhadap percepatan pembangunan perekonomian negara. Banyak upaya dan usaha yang harus dilakukan agar sumber daya manusia meningkat dan dapat bersaing baik di dalam negeri maupun bersaing secara internasional. Salah satu usaha penting dalam meningkatkan sumber daya manusia adalah dengan meningkatkan soft skill. Soft skill menjadi perhatian utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang bermutu dan berkualitas di dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran pendidikan karakter yang diterapkan dalam dunia pendidikan mampu mengembangkan soft skill individu sehingga bisa menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu dan berkarakter sehingga dapat berguna sesuai dengan bidangnya. Penelitian ini menggunakan studi literatur dari berbagai sumber yang relevan dengan penelitian, metode systematic review digunakan dalam melakukan review, telaah isi, evaluasi secara terstruktur, melakukan klasifikasi, dan mengkategorikan evidence based yang didapatkan sebelumnya. Literatur yang digunakan pada penelitian ini diambil dari sumber-sumber yang relevan dan mutakhir yang diambil dari beberapa sumber jurnal terbaru. Hasil analisa menunjukkan metode pendidikan karakter mampu mengembangkan soft skill dari peserta didik sehingga mempersiapkan mereka menjadi sumber daya manusia yang bermutu, berkarakter, unggul dan siap bersaing di kancah nasional dan internasional.
Adversity Qoutient dan Character Strength terhadap Resiliensi Penduduk di Pemukiman Kumuh Batang Arau Padang
Rina Mariana;
Isna Asyri Syahrina;
Nina Zulida Situmorang;
Ahmad Muhammad Diponegoro
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.176 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i4.186
In Indonesia there are still many people who live in slums, due to various factors. This is of course a shared responsibility and needs more attention, especially from the government and from various circles. Many things happen and affect the condition of people who live in slums, because in terms of health it is also different from those who live in livable settlements. The purpose of the study was to determine whether there is a role for Adversity Qoutient and Character Strength on the resilience of residents in Slum Settlement in the Batang Arau area, Padang City. The research subjects were 110 residential residents aged 25-60 years. Adversity Qoutient is measured by Stoltz's Adversity Quotient (AQ) scale, VIA-Character Strength is measured by Peterson and Seligman's VIA-Character Strength scale, and resilience is measured by Reivich and Shatte's resilience scale. The data was processed by multiple regression analysis method using SPSS version 23.00 for windows. Based on the results of the correlation test, it is known that there is a positive and significant correlation between adversity quotient and resilience (p = 0.000), then there is a positive and significant correlation between character strength and resilience (p = 0.000), and positive and significant correlations. significant relationship between adversity quotient and character strength (AQ) (p = 0.044). The results of this study prove that Adversity Qoutient and Character Strength together play a role in resilience. Adversity Qoutient and Character Strength together make an effective contribution of 56%. The conclusion is to increase the resilience of the population in the slum area of Batang Arau Padang by increasing the Adversity Qoutient and Character Strength.
Green Leadership: Kepribadian Ekstraversi, Kecerdasan Lingkungan dan Perilaku Ramah Lingkungan
Constantinus Constantinus;
Dian Wishnu Brata;
Lisa Ardaniyati
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.175 KB)
|
DOI: 10.35134/jpsy165.v15i4.198
A company needs special attention regarding green leadership. This study aims to produce a green leadership model in profit-oriented companies. The research was conducted using quantitative methods in a Limited Liability Company (Perseroan Terbatas / PT) Rural Bank (Bank Perkreditan Rakyat / BPR) Restu Artha Makmur, headquartered in the city of Semarang. The study was conducted on June 22, 2022 with 107 (one hundred and seven) respondents consisting of staff, supervisors, and managers. Empirical data were analyzed using the AMOS statistical tool, and gave the results in the form of an empirical model of path analysis 1 is GL = 0.585 E + 0.190 KL + 0.390 PRL + e1 (R2 = 0.624), where GL is Green Leadership, E is Extraversion Personality (kepribadian Ekstraversi), KL is Environmental Intelligence (Kecerdasan Lingkungan), and PRL is Pro-Environmental Behavior (Perilaku Ramah Lingkungan) in the context of the company. The empirical model of path 2 analysis is PRL = 0.261 E + 0.529 KL + e (R2 = 0.556). The results showed that Extraversion Personality (E) had a significant positive effect on Pro-Environmental Behavior (PRL), and Environmental Intelligence (KL) had a significant positive effect on Pro-Environmental Behavior (PRL). In addition, the results of the study also show that Extraversion Personality (E) has a significant positive effect on Green Leadership (GL), while Environmental Intelligence (KL) has a positive but not significant effect on Green Leadership (GL), as well as Pro-Environmental behavior (PRL) positive but not significant effect on Green Leadership (GL). Thus, Pro-Environmental Behavior (PRL) does not mediate the effect of Extraversion Personality (E) and Environmental Intelligence (KL) on Green Leadership (GL).