cover
Contact Name
Fithri Estikhamah
Contact Email
fithri.ts@upnjatim.ac.id
Phone
+6281330797039
Journal Mail Official
fithri.ts@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Rungkut Madya No.1, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
ISSN : 20877498     EISSN : 26865025     DOI : http://doi.org/10.33005/kern
Core Subject : Engineering,
The relevant topics of the latest progressive findings or developments will be taken seriously into consideration, the topics covered by the journals include: - Construction and Building Materials - Structural Engineering - Geotechnic - Water Resources / hydrology - Construction Management - Transport System Engineering - Highway engineering - System Information Geographic - Environmental Science and Engineering
Articles 103 Documents
Review Bandar Udara Dari Sisi Landside dengan Meninjau Segi Kepuasan Penumpang Estikhamah, Fithri; Aryaseta, Bagas
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 7 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v7i2.48

Abstract

Bandara dibagi menjadi dua bagian: udara (sisi udara) dan sisi darat (sisi darat). Bangunan terminal menghubungkan infrastruktur sisi udara dan sisi darat bandara . Berdasarkan fitur-fitur ini, bangunan terminal dibagi menjadi empat bagian: akses antarmuka, proses, area penyimpanan, dan sirkulasi internal. Gedung terminal memiliki fasilitas pelayanan seperti tiket penumpang, penanganan barang dagangan (bagasi), ruang  tunggu, kantor imigrasi, dan kantor operasional  maskapai. Kepuasan pelanggan adalah prioritas utama di semua industri berorientasi layanan. Tak terkecuali industri penerbangan sipil. Lalu lintas udara di dunia yang sangat kompetitif berarti bahwa maskapai yang berbeda bersaing untuk posisi teratas, yang membuat layanan pelanggan menjadi sangat penting. Skytrax merespons dari bandara, yang dilengkapi dan diservis lengkap. Setiap tahun, Skytrax memberikan penghargaan kepada bandara-bandara yang telah memenuhi persyaratan menjadi bandara kelas dunia. Surat ini menargetkan untuk menemukan elemen yang dibutuhkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Dalam hal ini, penumpang dan pengunjung di bandara.
Perbandingan Karakteristik Aspal Pertamina dengan Aspal Shell Sebagai Campuran Aspal Beton Putra, Aditya Eka; Sholichin, Ibnu
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 7 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v7i2.49

Abstract

Perkerasan jalan di Indonesia sering terjadi kerusakan pada usia perkerasan yang relatif cukup rendah. Upaya mengatasi kerusakan jalan perlu dilakukan penyesuaian material-material yang digunakan dalam pembangunan perkerasan jalan, salah satunya adalah aspal. Dalam penelitian ini dibahas mengenai perbandingan penggunaan aspal Pertamina penetrasi 60/70 dan aspal Shell penetrasi 60/70 dalam campuran aspal beton. Variasi kadar aspal yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4%, 4,5%, 5%, 5,5%. Dari hasil pengujian sifat fisik aspal Pertamina Penetrasi 60/70 diperoleh nilai penetrasi aspal sebesar 66,6 mm, titik lembek pada 51,5℃, titik nyala pada 290℃, daktilitas sebesar 136,67 cm dan kadar aspal optimum pada kadar 5,5%. Nilai stabilitas yang diperoleh sebesar 4969,60 kg, nilai flow sebasar 6,15 mm, nilai Marshall Quotient sebesar 818,55 kg/mm. Hasil pengujian fisik aspal Shell penetrasi 60/70 diperoleh nilai penetrasi, titik lembek, titik nyala dan daktilitas sebesar 69,4 mm, 56℃, 318℃ dan 128 cm. Kadar aspal optimum aspal Shell penetrasi 60/70 diperoleh pada kadar 5,5% dengan nilai stabilitas sebesar 5214,29 kg, nilai flow sebesar 4,34 mm, nilai Marshall Quetient sebesar 1203.21 kg/mm. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa aspal Shell penetrasi 60/70 relatif lebih baik ditinjau dari besar hasil nilai penetrasi, titik lembek, nilai stabilitas, flow, dan Marshall Quotient yang lebih tinggi dibandingkan aspal Pertamina penetrasi 60/70.
Analisis Suhu Permukaan Laut di Pesisir Pantai Bangkalan dengan Menggunakan Citra Satelit Landsat Zainab , Siti
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 7 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v7i2.50

Abstract

Pesisir pantai pulau Madura utamanya di daerah Kabupaten Bangkalan bagian Selatan merupakan pesisir yang relatif memiliki gelombang arus laut rendah, dan dengan bentuk geomorfologi pantai yang tidak terjal dan bertebing, maka pesisir laut daerah Bangkalan dapat dikategorikan pesisir yang landai dengan perairan laut dangkal. Berdasarkan fenomena ini maka di daerah pesisir laut Bangkalan memiliki karakteristik yang berbeda dengan bagian Utara pesisir Bangkalan. Sea Surface Temperatur (SST) merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk pengukuran kualitas air. Pengukuran Sea Surface Temperatur (SST) berdasarkan pada air dan akhirnya berpengaruh terhadap proses fotosintesis di perairan (Bilotta & Brazier, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Suhu Pemukaan Laut Dengan Citra Satelit Landsat  Studi Kasus di pesisir Bangkalan Madura, menggunakan unit perangkat komputer dan software. Hasil penelitian sebaran temperature/suhu permukaan laut  di seluruh wilayah pesisir  Bangkalan Madura Hasil Identifikasi menunjukkan  kisaran antara  33o C  -  34,6  o C   . Model Algoritma temperature/suhu permukaan laut wilayah pesisir    Bangkalan Madura ,  yang terbaik adalah  algoritma Power  y = 28,414x-0,067dan derajat determinasi  R² = 0,5686   Uji Hipotasa, uji t memberikan hasil  t stat / t hitung <  t kritis /  t table atau  0,217274045 <  1,688297714  H 0 diterima , artinya : bahwa Temperatur/suhu permukaan laut insitu sama dengan atau tidak ada perbedaan dengan suhu permukaan laut citra satelit Landsat 2021.
Perbandingan Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Berdasarkan Metode Bina Marga dan PCI (Pavement Condition Index) pada Ruas Jalan Sampang-Ketapang STA. 23+800-29+100 Provinsi Jawa Timur Hafiza, Nur Laili; Sholichin, Ibnu
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 8 No. 1: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v8i1.51

Abstract

Jalan Sampang-Ketapang adalah jalan yang memiliki kontribusi dalam memacu pertumbuhan ekonomi di daerah Sampang karena jalan tersebut merupakan jalur alternatif menuju kota Bangkalan, Surabaya, dan Pamekasan serta jalur untuk menuju beberapa instansi pemerintah dan beberapa tempat wisata. Namun, jalan tersebut mengalami kerusakan pada beberapa bagian sehingga mengganggu keamanan bagi pengguna jalan. Melihat pentingnya ruas Jalan Sampang-Ketapang, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat keparahan kerusakan yang terjadi. Lokasi penelitian ini terletak di ruas jalan Sampang-Ketapang STA. 23+800 – 29+100 dengan membandingkan nilai kondisi kerusakan jalan antara kedua metode yaitu Metode Bina Marga dengan Metode PCI (Pavement Condition Index). Data yang dibutuhkan terdiri dari dua jenis yaitu data sekunder berupa data CBR serta data primer berupa data lalu lintas harian rata-rata (LHR), dokumentasi kerusakan dan dimensi kerusakan. Hasil perbandingan evaluasi tingkat kerusakan jalan berdasarkan Metode Bina Marga dan PCI (Pavement Condition Index) pada ruas jalan Sampang-Ketapang yaitu terdapat tujuh jenis kerusakan jalan dengan kerusakan dominan yaitu kerusakan retak dan kerusakan lubang. Perbandingan penilaian kerusakan menurut metode Bina Marga sebesar 5 berarti termasuk kategori pemeliharaan berkala sedangkan dengan metode PCI diperoleh nilai sebesar 78,13 yang berarti jalan masuk kategori pemeliharaan rutin. Jenis penanganan yang tepat adalah pelapisan ulang tambahan dengan tebal desain perkerasan tambahan (overlay) sebesar 60 mm.
Analisis Penambahan Dinding Geser pada Gedung dengan Ketidakberaturan Vertikal 1a dan 1b akibat Beban Gempa Farkhan, Muhammad Arie; Kartini , Wahyu; Casita, Cintantya Budi
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 8 No. 1: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v8i1.52

Abstract

Kinerja suatu gedung sangat dipengaruhi oleh konfigurasi struktur gedung saat terjadi gempa. Terdapat dua jenis struktur, yakni struktur beraturan dan struktur gedung tidak beraturan. Konfigurasi struktur gedung yang tidak beraturan dapat menurunkan tingkat keamanan gedung saat terkena gempa. Oleh karena itu, struktur gedung perlu diperkuat dengan tujuan mengurangi terjadinya keruntuhan, salah satunya adalah dengan memberikan dinding geser dalam suatu struktur. Sistem struktur digunakan sistem ganda dimana perpaduan antara sistem rangka pemikul momen dan dinding struktur. Dalam penelitian ini dilakukan analisis sistem ganda dengan dua tipe penempatan dinding geser. Dinding geser sebagai dinding tunggal dengan letak pada exterior gedung pada sudut dan bagian tengah gedung. Dalam penelitian ini digunakan analisa respon dinamis dengan wilayah gempa Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinding geser mampu menambah kekakuan gedung dan menjadikan gedung dengan ketidakberaturan vertikal tingkat 1a dan 1b dapat dihindari.
Evaluasi Kinerja Gardu Tol pada Gerbang Exit Tol Waru Utama Syahira, Khoirus; Utomo, Nugroho
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 8 No. 1: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v8i1.53

Abstract

Jalan tol dapat diakses dengan membayar tol yang telah ditentukan sesuai golongan kendaraan yang dipebolehkan melintas. Namun, proses pembayaran tol menjadi salah satu penyebab antrian yang terjadi di gerbang tol dan bisa menyebabkan kemacetan. Pada penelitian ini, objek penelitian adalah antrian di Gerbang Exit Tol Waru Utama. Gerbang Exit Tol Waru Utama merupakan bagian dari ruas jalan Tol Surabaya-Gempol, memiliki 10 gardu tol, 7 gardu merupakan exit dari arah Gempol dengan pola pelayanan tunggal (Single Channel) dan 3 gardu dari arah Tanjung Perak tanpa transaksi. Gerbang tol ini mengalami antrian kendaraan lebih dari 1 kilometer pada jam puncak. Analisis yang dilakukan adalah  analisis komponen antrian (tingkat kedatangan ( ), tingkat keberangkatan ( ), dan waktu pelayanan) menggunakan metode M/M/N. Hasil evaluasi yang dilakukan pada 14-20 desember 2020 adalah pada tanggal 14 Desember sesi pagi di gardu 2, 4, 12 counter pembayaran menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 4 menjadi 2 server, pada 15 Desember sesi pagi di gardu 2 menjadi 2 server dan di gardu 8 menjadi 3 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server, pada 16 Desember sesi pagi di gardu 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 12 menjadi 3 server, pada 17 Desember sesi pagi di gardu 4 dan 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server. Hasil ini dipertimbangkan dengan tingkat keberangkatan dan waktu pelayanan kendaraan yang menghasilkan penambahan server dilakukan pada gardu 16 dan gardu 2 Jalan tol dapat diakses dengan membayar tol yang telah ditentukan sesuai golongan kendaraan yang dipebolehkan melintas. Namun, proses pembayaran tol menjadi salah satu penyebab antrian yang terjadi di gerbang tol dan bisa menyebabkan kemacetan. Pada penelitian ini, objek penelitian adalah antrian di Gerbang Exit Tol Waru Utama. Gerbang Exit Tol Waru Utama merupakan bagian dari ruas jalan Tol Surabaya-Gempol, memiliki 10 gardu tol, 7 gardu merupakan exit dari arah Gempol dengan pola pelayanan tunggal (Single Channel) dan 3 gardu dari arah Tanjung Perak tanpa transaksi. Gerbang tol ini mengalami antrian kendaraan lebih dari 1 kilometer pada jam puncak. Analisis yang dilakukan adalah  analisis komponen antrian (tingkat kedatangan ( ), tingkat keberangkatan ( ), dan waktu pelayanan) menggunakan metode M/M/N. Hasil evaluasi yang dilakukan pada 14-20 desember 2020 adalah pada tanggal 14 Desember sesi pagi di gardu 2, 4, 12 counter pembayaran menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 4 menjadi 2 server, pada 15 Desember sesi pagi di gardu 2 menjadi 2 server dan di gardu 8 menjadi 3 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server, pada 16 Desember sesi pagi di gardu 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 12 menjadi 3 server, pada 17 Desember sesi pagi di gardu 4 dan 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server. Hasil ini dipertimbangkan dengan tingkat keberangkatan dan waktu pelayanan kendaraan yang menghasilkan penambahan server dilakukan pada gardu 16 dan gardu 2.
Modifikasi Struktur Rangka Gedung Kuliah Fakultas Ekonomi Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur dengan Penambahan Tinggi Tingkat dan Balok Prategang Arisandi, Rizka Abdillah; Sumaidi; Casita, Cintantya Budi
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 8 No. 1: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v8i1.54

Abstract

Metode perencanaan yang tepat pada suatu struktur tahan gempa sangat diperlukan, terlebih jika mengingat bahwa Indonesia tidak jarang mengalami gempa. Penelitian ini melakukan modifikasi pada gedung Fakultas Ekonomi Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur dengan ruang perpustakaan yang terletak dilantai lima, dan menambah tinggi gedung sebesar 0,5 m, pula menghilangkan beberapa kolom sehingga menjadikan balok memiliki bentang yang cukup panjang. Soft story terjadi ketika suatu gedung memiliki perbedaan tinggi tingkat yang cukup besar jika dibandingkan dengan tingkat lainnya, sehingga mempengaruhi tingkat kekakuan lateral pada beberapa lantai. Salah satu penyebab keruntuhan bangunan adalah karena adanya ketidakberaturan vertikal yang dapat mengakibatkan terjadinya perbedaan kekakuan, sehingga menyebabkan terjadinya kegagalan struktur. Pada perencanaan ini, digunakan balok prategang karena adanya modifikasi bentang balok yang cukup panjang, yakni 21 m, akibat dihilangkannya kolom pada bentang tersebut. Metode balok prategang yang digunakan adalah post – tension (pasca tarik), dan digunakan analisis menggunakan Performance Based Design (PBD). Penelitian ini juga dianalisis dengan metode Capacity Spectrum Method (CSM) menggunakan pushover analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daktilitas gedung adalah sebesar 4,53 untuk arah X dan 3,08 untuk arah Y, sehingga dikategorikan sebagai daktilitas parsial. Level kinerja yang dihasilkan adalah Damage Control (DC) untuk arah X dan level kinerja Immediate Occupancy (IO) untuk arah Y, yang mana menunjukkan bahwa struktur gedung berada dalam keadaan stabil saat menerima beban gempa.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Terhadap Pekerjaan Keramik Pada Pandemi Covid-19 Safri; Putri, Azzahra Nursantyendo; Sucita, I Ketut
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 8 No. 1: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v8i1.55

Abstract

Pekerjaan keramik adalah salah satu pekerjaan finishing dalam proyek konstruksi. Dalam masa pandemi Covid-19, proyek konstruksi di Indonesia mengalami dampak berupa perlambatan pekerjaan bahkan hingga penghentian sementara pekerjaan termasuk pekerjaan keramik. Walaupun pekerjaan keramik merupakan pekerjaan indoor, tapi Covid-19 berpengaruh dalam produktivitas tenaga kerja yang menjadi bagian dari keterlambatan proyek konstruksi. Dalam proyek konstruksi, produktivitas tenaga kerja akan berdampak pada kesesuaian antara jadwal pelaksanaan yang sudah direncanakan dengan progres pekerjaan aktual di lapangan. Produktivitas tenaga kerja yang kurang pengawasan dapat menghambat pekerjaan. Produktivitas dari tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor sumber daya manusia, cuaca, metode kerja, manajerial, dan protokol kesehatan covid-19. Hanya sedikit artikel yang membahas tentang pengaruh Covid-19 terhadap pekerjaan produktivitas tenaga kerja pekerjaan finishing khususnya pekerjaan keramik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja pekerjaan keramik pada masa pandemi Covid-19 beserta mencari tahu perbandingan pengaruh dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode Work Sampling untuk mengukur tingkat produktivitas tenaga kerja sebab tidak perlu dilakukan pengamatan terus-menerus, tidak membutuhkan biaya besar, dan tidak memberi banyak gangguan terhadap pekerja. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan pekerjaan secara langsung di lapangan, penyebaran kuesioner, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan produktivitas tenaga kerja pekerjaan keramik di masa pandemi memiliki LUR rata-rata 70,65% dengan faktor yang paling berpengaruh adalah faktor sumber daya manusia. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata yang didapatkan pada variabel sumber daya manusia yaitu sebesar 24,85. Terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan di antara faktor sumber daya manusia dengan faktor lainnya, ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang didapatkan dari uji hipotesis bernilai kurang dari 0,05.
Studi Eksperimental Sifat Fisik dan Mekanik Batu Gamping Aryaseta, Bagas; Wardhani, Primasari Cahya; Zainab, Siti
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 8 No. 1: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v8i1.56

Abstract

Telah dilakukan eksperimen pada spesimen Batu Gamping untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik. Pada percobaan ini digunakan metode non-destructive yaitu dengan menggunakan alat ultrasonik dan osiloskop. Hasilnya, alat ultrasonik dan osiloskop mampu dengan baik mengukur kecepatan gelombang P. Selain itu, penelitian ini juga meliputi pengukuran sifat fisik internal batuan seperti porositas dan densitas. Selanjutnya dilakukan perhitungan parameter-parameter mekanik Batu Gamping berdasarkan teori yang ada. Beberapa nilai parameter penting yang didapatkan antara lain Compressional Wave Modulus (M), Bulk Modulus (k), dan Shear Modulus (μ) adalah 58,72 GPa, 19,57 GPa, dan 29,36 GPa, berturut-turut.
Analisis Perbandingan Gaya Dalam Aksial Pada Tower Base Transceiver Station (Bts) Kaki 4 Antara Bracing Tipe V Dengan Bracing Tipe X Sumaidi; Rumintang, Anna; Estikhamah, Fithri
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 8 No. 1: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v8i1.57

Abstract

Tulisan ini  untuk membandingkan tower Base Transceiver Station( BTS) kaki 4 antara bracing jenis v dengan bracing jenis x ditinjau dari segi kekuatan serta segi biaya dengan memakai aplikasi SAP2000. Bersamaan dengan berkembangnya teknologi, kemauan warga terhadap teknologi telekomunikasi yang bagus terus menjadi bertambah. Penulis melaksanakan analisis pada tower dengan bracing jenis v danbracing jenis x dengan memakai software SAP 2000. Digunakan tower BTS dengan ketinggian 25 m, lebar 6 m, panjang 6 m, besar masing- masing segmen 2, 5 m. Setelah itu menganalisis kekuatan memakai software SAP2000 bersumber pada standar TIA/ EIA 1991 dengan displacement tidak melebihi H/ 200. Setelah selesai menjalankan program software SAP2000, maka akan  didapatkan hasil output berat sendiri bangunan yang dapat digunakan sebagai perbandingan dari segi biaya. Analisis bracing jenis v menunjukkan displacement sebesar 0, 4 mm dengan berat sendiri bangunan 123, 686 KN. Analisis bracing jenis x menunjukkan displacement sebesar 0, 6 mm dengan berat sendiri bangunan 143, 440 KN. Dari analisis yang dilakukan dapat direkomendasikan bahwa sebaiknya tower BTS memakai bracing jenis v daripada memakai bracing jenis x.

Page 8 of 11 | Total Record : 103