cover
Contact Name
fery eko pujiono
Contact Email
ferypujiono@gmail.com
Phone
+6288217150340
Journal Mail Official
jurnalsintesis@gmail.com
Editorial Address
Jl KH Wahid Hasyim No. 65, Kediri, Jawa Timur Telp. (0354)773299 | Fax. (0354)771539
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya
ISSN : -     EISSN : 27459918     DOI : 10.106908/jst
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya merupakan jurnal ilmiah penelitian dengan nomor ISSN 2745-9918 yang diterbitkan Fakultas Sains Teknologi dan Analisis Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata oleh kelompok Bidang Minat bidang minat Sains, Sains Terapan dan Analisis Sains. Jurnal ini dipublikasikan pertamakali pada bulan Juni Tahun 2020. Jurnal Sintesis Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya ini diterbitkan sebanyak dua kali setiap tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dibidang (scope) : Sains Murni (seperti Matematika, Fisika, kimia dan biologi), Sains Terapan meliputi Bidang Laboratorium Medis (Seperti Hematologi, Kimia Klinik, Bakteriologi, Imuserologi, Toksikologi, Parasitologi, Mikologi, Dan Sistohistopatologi), Bidang Analisa (Seperti Analisis Obat, Analisis Obat Tradisional, Analisis Makanan Dan Minuman, Analisis Kosmetika, Dan Mikrobiologi) serta penelitian lain dibidang sains terapan seperti kesehatan Lingkungan, Statistika Kesehatan, dan Bioteknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
Perbandingan Carbomer dan CMC-Na Sebagai Gelling Agent Pada Formulasi Hand Sanitizer Aloe Vera Muhammad Mochtar; Anindi Nasyanka; Pemta Tiadeka
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.229 KB) | DOI: 10.56399/jst.v2i2.23

Abstract

Pada tahun 2021 angka penyebaran virus Covid-19 semakin meningkat, sehingga masyakarat diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah memebrsihkan tangan menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer merupakan produk yang digunakan untuk menghilangkan mikroorganisme dari tangan untuk mencegah mikroorganisme penginfeksi dan mengurangi pertumbuhan dari mikroorganisme yang menyebabkan infeksi penyakit. Di sisi lain, lidah buaya (Aloe vera) memiliki kandungan Aloeverose yang berkhasiat dalam penyembuhkan luka.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan gelling agent Carbomer dan CMC-Na pada formulasi dan evaluasi fisik hand sanitizer lidah buaya (Aloe vera). Selanjutnya, kedua bahan tersebut dibandingkan untuk mendapatkan formulasi yang terbaik Hasil penelitian menujukkan bahwa formula 2 (F2) memiliki kestabilan yang lebih baik dari formula 1 (F1). Evaluasi mutu fisik kedua produk memperlihatkan bahwa keduanya memiliki bentuk semisolid dan berbau khas lidah buaya. F1 bewarna agak keruh sedangkan F2 bening. Selanjutnya, uji pH menunjukkan kedua produk berada pada rentan pH toleransi untuk kulit yaitu 5,6 serta daya sebar yang memenuhi parameter sediaan gel. Uji hedonisme yang mengindikasikan bahwa F2 lebih banyak disukai daripada F1 dari segi bentuk, warna, bau dan daya lekat.
Korelasi HbA1c, APTT dan PT Pada Pasien Diabetes Militus tipe 2 Sebagai Prediktor Hiperkoagulasi Di Rumah Sakit Umum Gambiran Kota Kediri fathul hasanah; Anna Siga; Shela Sari
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 2 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.649 KB) | DOI: 10.56399/jst.v2i2.24

Abstract

The state of chronic hyperglycemia in DM can cause an increase in blood clotting factor levels, these affect the hemostasis system, and become the basis for the emergence of a hypercoagulable state in DM patients, hypercoagulation can be identified by examination of clotting factors, these are PT and APTT. The purpose of this study was to determine the relationship between HbA1c, APTT, and PT in diabetes mellitus patients as a predictor of hypercoagulation. The design in this study uses a cross-sectional study. The population in this study were 108 DM patients at the Gambiran General Hospital, Kediri City with a total sample of 20 Type 2 Diabetes Mellitus patients, Sampling technique was purposive with inclusion criteria: type 2 DM patients with HbA1c levels > 6.4% and exclusion: Type I DM patients, Type 2 DM patients with anticoagulants treatment and type 2 DM patients with liver disease. The average HbA1c level was 9.35%, the maximum level was 14% and the minimum level was 6.5%. The average PT time was 12.6 seconds with the longest time being 14.9 seconds and the fastest time being 10.4 seconds. The results of the APTT examination have an average of 26.2 seconds with the longest time being 35.2 seconds and the fastest time being 22.7 seconds. HbA1c with APTT has no correlation, this is indicated by a p-value of 0.794 or > 0.05 and r = 0.062. HbA1c with PT there is a correlation with p-value 0.005 or <0.05 and a moderate level of correlation r = 0.598. The conclusion of this study, HbA1c in type 2 DM patients did not correlate with APTT, whereas have positively correlated with PT that it could be interpreted when HbA1c levels increased then the PT time would be prolonged or hypocoagulation
IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (Pluche Indica) SECARA KUALITATIF DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Fita Sari; Fathul Hasanah; Ida Kristianingsih; Angelia Sukmana
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i1.25

Abstract

Tanaman herbal di Indonesia saat ini berkembang dengan pesat dan banyak diminati untuk pengobatan. Contoh tanaman herbal yang mudah dibudidayakan adalah beluntas dengan berbagai kandungan senyawa kimia untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan penelitian ini mengetahui kandungan senyawa metabolit ekstrak etanol daun beluntas dan pengujian parameter spesifik dan non spesifiknya. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan bahan lalu pembuatan ekstrak dan identifikasi senyawa. Beluntas diperoleh dari daerah Ngantru kabupaten Tulungagung propinsi Jawa Timur. Sampel yang digunakan adalah bagian daun dibuat simplisia dan dilakukan ekstraksi dengan etanol 50%. Hasil diperoleh bahwa dari pengujian senyawa metabolit dengan skrining fitokimia berupa flavonoid, saponin dna tannin. Identifikasi senyawa kimia dengan KLT diduga bahwa ekstrak daun beluntas mengandung flavonoid yang mirip dengan kuersetin. Hal ini berpengaruh pada bentuk dan warna bercak serta harga Rf yang sama antara sampel dengan kuersetin. Hasil pengujian bobot jenis dan kadar air sesuai dan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil identifikasi senyawa metabolit ekstrak daun bekuntas terdiri dari flavonoid, tannin dan saponin, uji penegasan KLT untuk senyawa kimia daun beluntas menghasilkan bentuk dan warna bercak serta harga Rf sama dengan kuersetin.
Prevalensi Infeksi Soil Transmitted Helminths Pada Feses Siswa SDN Plosokerep 2 Kota Blitar Setelah Pengobatan Albendazole Muh. Shofi; Siti Munawaroh; Tri Nanda Malasari
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i1.26

Abstract

Kasus kecacingan masih banyak ditemukan di Indonesia khususnya pada anak usia sekolah dasar. Sebab pada usia tersebut masih kurang sadarnya menjaga kebersihan. Salah langka untuk mencegah terjadinya kecacingan yaitu dengan cara memberikan obat albendazole. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi STH pada siswa di SDN Plosokerep 02 Kota Blitar setelah pemberian obat albendazole serta mengetahui apakah obat albendazole dapat membantu menurunkan angka kecacingan pada siswa di SDN Plosokerep 02 Kota Blitar. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 33 sampel menggunakan teknik sampling purposive sampling. Sebanyak 33 sampel feses yang didapatkan kemudian diperiksa dengan teknik sedimentasi untuk melihat adanya telur dan atau larva cacing. Berdasarkan hasil penelitian dikethaui bawa angka kecacingan pada siswa mengalami penurunan sebanyak 97% setelah pemberian obat albendazole dan hanya 1 siswa saja yang masih positif kecacingan. Feses siswa yang positif kecacingan ditemukan telur cacing Ascaris lumbricoides pada fesesnya. Ditemukannya telur cacing Ascaris lumbricoides pada feses murid SD disebabkan oleh anak yang kurang menjaga kebersihan diri sendiri, kurangnya perhatian orang tua dalam menjaga hygiene sanitasi mereka seperti mencuci tangan dan kaki, serta tidak adanya Pengawas Minum Obat ketika anak sudah diberikan terapi albendazole.
THE EFFECT OF PHYSICAL ACTIVITY AND IMT ON BLOOD GLUCOSE LEVELS AND HYPERTENSION : PENGARUH AKTIVITAS FISIK DAN IMT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN HIPERTENSI Mely Purnadianti; Maria Riyaniarti; Hartati Tuna; Rizal Aditya Hermawan; Adilia Hayuningrum
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i1.28

Abstract

Aktivitas fisik merupakan gerakan tubuh oleh otot rangka yang bekerja dan memerlukan energi yang meliputi seluruh kegiatan di rumah, di tempat kerja, atau aktivitas lainnya. Aktivitas fisik dapat berpengaruh pada metabolisme tubuh. Aktivitas fisik kurang dapat berpengaruh pada metabolisme tubuh yang disebabkan oleh energi yang masuk dan keluar tidak seimbang serta dapat mempengaruhi indeks massa tubuh. Jika berlangsung lama dan tanpa ada perbaikan, dapat berpengaruh pada kadar glukosa darah, kerja insulin serta reseptor – reseptornya. Kerja insulin den reseptor yang terganggu dapat menimbulkan hiperglikemia. Kadar glukosa darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memicu terbentuknya AGEs, yaitu zat yang dibentuk dari gula yang berlebih dan protein pada pembuluh darah. AGEs dapat merusak dinding pembuluh darah dan menarik lemak jenuh sehingga terbentuk plaq yang menghambat aliran darah sehingga tekanan darah meningkat dan menjadi hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengaruh aktivitas fisik dan IMT terhadap peningkatan glukosa darah dan hubungannya dengan hipertensi pada wanita dewasa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional dan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik yaitu terdapat pengaruh hubungan antara aktivitas fisik dan IMT terhadap peningkatan glukosa darah dengan p-value 0.001 tetapi tidak terdapat hubungan antara glukosa darah dengan hipertensi dengan p-value 0.336.
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PEROKOK BERDASARKAN USIA DI RSUD NGANJUK Anik Andayani
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i1.29

Abstract

Merokok adalah suatu kebiasaan yang mengganggu dan merugikan kesehatan. Merokok dapat dilakukan oleh berbagai macam kalangan usia. Kebiasaan merokok bagi perokok aktif maupun kebiasaan menghirup asap rokok yang tidak di sengaja bagi perokok pasif adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar karbon monoksida di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Kadar Hemoglobin Berdasarkan Usia Di Rumah Sakit Umum Daerah Nganjuk. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu Cross sectional survey. Teknik sampling yang dilakukan dengan non-probability sampling dengan cara Purposive sampling. Pengambilan data hasil pemeriksaan dilakukan pada bulan April 2021. Pada penelitian ini terdapat 64 responden yang berpartisipasi. Berdasarkan analisa data yang telah dilakukan diperoleh kadar kadar Hemoglobin rata-rata adalah 14.43 g/dL. Berdasarkan nilai probabilitas atau p value dengan uji komparasi Mann-Whitney, hasil= 0,000 . Dimana hasil ini <0,05 artinya terdapat perbandingan yang bermakna antara dua variabel yang diuji. Jadi interpretasi hasil uji hipotesa adalah H0 ditolak, artinya ada Perbandingan antara Kadar Hemoglobin Berdasarkan Usia Di Rumah Sakit Umum Daerah Nganjuk.
Optimalisasi ekstraksi kulit bawang merah (Allium cepa L) menggunakan metode maserasi Lailatul Badriyah; Dewi Farihah
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i1.32

Abstract

Bawang merah diambil bagian umbi, untuk bagian kulit bawang merah penggunaanya masih terbatas. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) merupakan limbah yang belum dimanfaatkan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pelarut antara ekstrak etanol 96%, ekstrak air, ekstrak campuran etanol 96%-air menghasilkan ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) paling tinggi dan mengetahui perbedaan kandungan golongan senyawa kimia dari ekstrak etanol 96%, ekstrak air, ekstrak campuran etanol 96% dan air pada kulit bawang merah (Allium cepa L.). Penelitian dilakukan secara eksperimen, sampel di ekstraksi dengan cara di maserasi selama 3 X 24 jam dengan menggunakan pelarut etanol 96%, pelarut air dan pelarut campuran etanol-air. Hasil rata-rata rendemen ekstrak etanol 96% 10,66%, ekstrak air 10,29% dan ekstrak campuran etanol-air 13,27%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rendemen optimal pada ekstraksi kulit bahwa merah menggunakan pelarut campuran etanol-air yaitu sebesar 13,27% dengan analisis fitokimia secara kualitatif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin. Kata Kunci : Ekstrak Kulit Bawang Merah, maserasi, pelarut
KADAR GAMMA GLUTAMYL TRANSFERASE (GGT) PADA NELAYAN PEMINUM TUAK DAN ARAK : GAMMA GLUTAMYL TRANSFERASE (GGT) LEVELS IN FISHERMEN WHO DRINKS TUAK AND ARAK Mardiana Prasetyani Putri
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i1.34

Abstract

Tuak dan arak merupakan salah satu jenis alkohol yang dikonsumsi oleh nelayan di desa Tambakrejo. Alasan pengkonsumsian alkohol tersebut untuk menghangatkan badan, menghilangkan rasa kantuk, membuat nelayan tidak mudah lelah dan mengurangi stres jika tangkapan yang diperoleh tidak banyak. Alkohol termasuk dalam zat adiktif yang dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan. Alkohol yang dikonsumsi secara terus menerus menyebabkan metabolisme alkohol dalam tubuh cepat dan merangsang peningkatan enzim mikrosomal memproduksi banyak enzim dan mengakibatkan peningkatan kadar Gamma-Glutamyl Transferase (GGT), jika kadar GGT tinggi maka ada kerusakan di dalam hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar GGT nelayan peminum alkohol di desa Tambakrejo. Metode penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Digunakan 30 sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) pada nelayan peminum tuak dan arak sebesar 25 orang (83,33%) memiliki kadar GGT normal sedangkan 5 orang (16,67%) memiliki kadar GGT rendah. Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar GGT diperoleh nilai minimum 8 U/L, nilai maksimum 60 U/L, nilai median 18 U/L, nilai rata-rata 19,77 U/L. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kadar Gamma-Glutamyl Transferase (GGT) sebagian besar nelayan desa Tambakrejo adalah normal (83,33%).
Cotinine Analysis in Active Smoker's Urine by Immunochromatography Assay Method Fery Eko Pujiono; Putri Solikah; Tri Ana Mulyati
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i1.52

Abstract

Cigarettes are the main product of tobacco processing. Cotinine is often used as a biomarker in the assessment of nicotine exposure because it has a half-life of 15-20 hours in the blood. This compound is easily detected in saliva, urine and blood. Cotinine in urine can be detected using an immunochromatography assay. The purpose of this study was to describe the results of cotinine examination in the urine of active smokers using the immunochromatography assay method in Sumuragung Village, Bojonegoro. This study used a descriptive research design that collected 26 smokers in the village of Sumuragung Bojonegoro who were selected using a purposive sampling technique. A total of 26 urine samples were detected using the immunochromatography assay method. The results of cotinine examination in the urine of active smokers showed that there were 25 people (96%) positive and 1 person (4%) negative. Based on the results of the study, it can be concluded that the urine of active smokers contains cotinine.
Hubungan Kadar HbA1c dengan Nilai Laju Endap Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di RSU Daha Husada Kota Kediri Nita Ermawati; Satrio Aji Prakoso; Muh. Shofi; Anik Andayani
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i2.30

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau kedua-duanya. HbA1c meningkat karena merupakan pemeriksaan tunggal terbaik untuk menilai resiko terhadap kerusakan jaringan yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah. Peningkatan laju endap darah menunjukkan meningkatnya kadar imunoglobulin atau protein fase akut yang menyebabkan eritrosit melekat satu sama lain, dan merupakan penanda non spesifik dari adanya radang atau infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan HbA1c dengan nilai laju endap darah pada penderita diabetes mellitus. Desain penilitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data pusposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 25 sempel pasien diabetes mellitus yang berobat di RSU Daha Husada Kota Kediri. Teknik analisa data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi menggunakan uji pearson. Hasil penilitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara nilai HbA1C dengan laju endap darah dengan rata-rata HbA1c sebesar 8,43% dan nilai laju endap darah sebesar 29,36 mm/jam.

Page 3 of 12 | Total Record : 112