cover
Contact Name
Lilif Muallifatul Khorida Filasofa
Contact Email
liliffilasofa@walisongo.ac.id
Phone
+6282135290705
Journal Mail Official
joecce@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Hamka Km2. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Early Childhood and Character Education
ISSN : 27755444     EISSN : 27752046     DOI : 10.21580/joecce.vxxx.xxxxx
Focus. The focus is to provide readers with a better understanding of Early Childhood and Character Education through the publication of articles. Scope. This journal publishes a research article and discourses around the subject of early childhood and character education. The subject cover law, matter, development, curriculum, assessment, values in early childhood, and character education from various perspective. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 91 Documents
Penerapan Metode Mendongeng Cerita Rakyat untuk Meningkatkan Kemampuan Kepercayaan Diri Anak Usia 4-5 Tahun Rahma, Miftahul; Halifah, Syarifah; Ashari, Novita; Tadzkirah, Tadzkirah
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v5i2.28735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan, strategi, metode evaluasi pengajaran kegiatan dongeng cerita rakyat untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Subyek penelitiannya adalah Anak PAUD dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)proses penerapan  dongeng yaitu guru membacakan dongeng, anak-anak menyimak, lalu dilanjutkan sesi tanya jawab, 2)strategi dongeng yang diterapkan yaitu pemilihan cerita yang dekat dengan kehidupan anak, mengajak anak menebak alur cerita, berbagi pengalaman serupa, serta memanfaatkan media buku cerita untuk meningkatkan kepercayaan diri anak, 3)metode dongeng yaitu ceramah dan tanya jawab, sedangkan evaluasi dilakukan melalui lembar observasi. Berdasarkan hasil observasi terlihat adanya perubahan yang cukup signifikan, indikator pantang menyerah, berani mengemukakan pendapat, dan berpenampilan tenang meningkat menjadi berkembang sesuai harapan, sedangkan indikator berani bertanya serta mengutamakan usaha sendiri mengalami peningkatan lebih tinggi menjadi berkembang sangat baik
Peningkatan Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Latihan Manasik Haji Munawaroh, Hidayatu; Ningsih, Sri Rahayu
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.8728

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; 1) untuk mengetahui perkembangan nilai agama dan moral anak-anak di TK Aisyiyah 4 Reco sebelum dilaksanakan kegiatan latihan manaik haji/umrah, 2) untuk mengetahui seberapa besar penigkatan perkembangan nilai agama dan moral anak usia dini di TK Aisyiyah 4 Reco setelah dilaksanakan kegiatan latihan manasik haji/umrah, 3) untuk mengetahui hambatan dan kendala yang ditemui saat pelaksanaan keguatan latihan manasik haji/umrah di TK Aisyiyah 4 Reco.  Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif.  Pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi.  Subyek penelitiannya adalah pihak-pihak yang ada di TK Aisyiyah 4 Reco, diantaranya adalah: guru, siswa, dan wali murid TK Aisyiyah 4 Reco.  Pada penelitian ini menggunakan langkah-langkah penelitian naturalistic, sehingga analisis data dilakukan langsung di lapanagan dengan pengumpulan data.  Setelah melaksanakan kegiatan latihan manasik haji/umrah, anak yang mempunyai capaian perkembangan MB (Mulai Berkembang) meningkat menjadi BSH (Berkembang Sesuai Harapan), yaitu 5% menjadi 27%  Anak yang BSH (Berkembang Sesuai Harapan) meningkat menjadi BSB (Berkembang Sangat Baik, yaitu 13% menjadi 73%.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan latihan manasik haji/umrah dapat meningkatkan perkembangan nilai agama dan moral anak usia dini di TK Aisyiyah 4 Reco.
Mengatasi Anak Tantrum Dengan Media Melukis Pada Masa Pandemi Aisyah, Siti; Afrianingsih, Anita
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.8745

Abstract

Temper trantum merupakan suatu bentuk luapan emosi yang tidak terkontrol pada anak. Masih Banyak di Indonesia orangtua belum  mengenal istilah ini, namun sangat akrab dengan perilaku yang ditunjukkan anak saat mengalami temper tantrum seperti menangis keras-keras, berteriak, menjerit, memukul, menggigit, mencubit, menendang, serta melempar badan ke lantai. Covid-19 telah resmi menjadi pandemi di Dunia. Sejak di tetapkannya pandemi ini banyak sekali aktivitas yang berubah mulai dari pekerjaan,  sekolah bahkan kehidupan sehari-hari pun berubah. Kegiatan yang dilakukan di rumah saja berdampak cukup besar kepada siswa, diantaranya adalah mereka harus belajar dari rumah. Belajar dari rumah secara Daring membuat siswa harus beradaptasi secara ekstrim perubahan gaya belajar mereka. Hal ini menimbulkan kecemasan pada siswa, karena mereka tidak bisa bersosialiasai dan bermain bersama teman seperti biasa, berkurangnya bimbingan dari guru, orang tua yang kurang mampu memberikan bimbingan belajar, membuat siswa panik karena takut tidak dapat pencapai target belajar mereka sebelumnya. Anak usia dini merupakan anak yang baru belajar mengenal dirinya sendiri, termasuk sosial emosionalnya. Pada masa ini pula anak-anak baru mengenal perasaan senang, sedih, marah, kecewa dan sebagainya.  anak usia dini masih belum mampu mengelola dan mengekspresikan emosinya secara wajar. Konselor dalam sesi konseling harus memiliki berbagai cara keterampilan untuk membantu mengungkap permasalahan ataupun keinginan konseli, salah satu cara mengungkap permasalahan konseli dapat dilakukan menggunakan lukisan. Lukisan sangat tepat untuk mengepresikan berbagai hal yang sulit diungkapkan konseli secara verbal maupun tulisan Konseling yang baik adalah dengan seni, karena lebih selaras dengan humaniora dibandingkan dengan ilmu pengetahuan (Hansen, 2012). Pendekatan penelitian ini menggunakan metode Observasi dan tindakan orang tua. Pada penelitian ini subyek menangis karena tidak ingin mengerjakan PR BDRnya daningin bermain dengan memandikan ayamnya, akan tetapi orangtuanya mencegahnya sehingga ia menangis dan melempar-lempar barang yang ada di sekitarnya. Dalam penelitian ini konseling memberikan terapi Melukis Pada subyek dan subyek merespon dengan baik.
Upaya Meningkatkan Kecerdasan Matematis Logis Anak Di RA Bani Utsman Darma Wahyudin, Erik; Suhartini, Nani
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.8805

Abstract

Upaya meningkatkan Kecerdasan matematis Logis pada Anak melalui permainan ular tangga di kelompok B RA Bani Utsman Dama , Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD). Kecerdasan Matematis Logis pelu ditingkatkan, oleh karena itu pembelajaran harus menarik dan menyenangkan. Salah satu cara untuk meningkatkan Kecerdasan Matematis logis anak yaitu melalui permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan Matematis anak melalui permainan ular tangga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah anak didik kelompok B RA Bani Utsman Desa Darma Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan, semester II tahun pelajaran 2021/2022, sejumlah 24 anak. Penelitian ini bersifat kolaboratif anatara kepala sekolah, peneliti dan guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi dan tes. Data dianalisis dengan data kulitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan kemampuan matematika pra tindaka sebesar 20,84%, peingkatan kemampuan matematika siklus I sebesar 31,94%, peningkatan kemampuan matematika siklus II sebesar 55<55% dan kemampuan siklus III sebesar 84,72%. Upaya meningkatkan kemampuan matematika melalui permainan ular tangga juga di dukung oleh beberapa indicator yaitu membilang 1-20, membuat urutan bilangan 1-20 dengan gambar benda, dan menghubungkan lambang bilangan dengan gaambar benda sampai 20. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan permainan ular tangga dapat meningkatkan kecerdasan matematis logis.
Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Masyarakat Di Era Revolusi Industri 4.0 Hastuti, Windi; Ainuri, Ahmad Fahri Yahya; Muthohar, Sofa
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v1i2.9018

Abstract

Kemajuan teknologi dari masa ke masa secara akumulatif telah mendorong terjadinya revolusi industry. Hal ini menuntut dunia pendidikan untuk memperbaiki sistem mutu secara dinamis. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai muara awal era Revolusi Industri 4.0, harus mempersiapkan diri dengan strategi-strategi baru. Artikel ini bertujuan untuk menelaah lebih lanjut tentang PAUD di era Reformasi Industri 4.0. Metode penelitian menggunakan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat strategi pengembangan PAUD berbasis masyarakat yaitu: Pertama, hal yang dilakukan adalah menyatukan pemahaman masyarakat tentang Anak Usia Dini. Kedua, masyarakat dan pemerintah menyiapkan tenaga pendidikan (guru) dan kependidikan yang ideal-profesional serta mengupayakan serta mendorong (dari segi moril dan materiil) tenaga pendidikan untuk meng-upgrade kompetensi—khususnya dalam mengahadapi era revolusi industri 4.0. Ketiga adalah masyarakat ikut serta dalam mendesain kurikulum yang akan diberikan kepada para siswa. Strategi keempat adalah supervisi dan evaluasi. 
Asesmen Perkembangan Kognitif dengan Metode Eksperimen Melalui Kegiatan Pencampuran Warna Masruroh, Uci; Imam, Syafi’i
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v2i2.10408

Abstract

Berdasarkan seluruh aspek perkembangan anak, aspek perkembangan kognitif adalah aspek utama yang dapat mempengaruhi perkembangan aspek yang lainnya.Keterampilan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktifitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berpikir. Pengembangan kognitif bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak melalui pembelajaran kognitif, bahasa dan matematika. Kemampuan kognitif anak dapat terstimulus dengan baik maka dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Strategi yang di gunakan dalam kegiatan ini yaitu metode dan pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berfikir anak. Salah satunya menggunakan metode pembelajaran eksperimen. Metode ini memberikan kesempatan bagi anak untuk lebih bereksplorasi dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan mencampur warna adalah kegiatan yang sederhana jika diterapkan di taman kanak-kanak dan anak dapat memperoleh pengetahuan baru melalui warna-warna yang akan dicampur nantinya. anak mendapatkan pengetahuan dalam mengenal warna. Warna primer adalah warna merah, kuning, biru yang menjadi warna pokok atau warna dasar. Warna primer merupakan dasar dari terciptanya semua warna dan kita bisa membentuk banyak jenis warna dari perpaduan warna-warna primer. Kegiatan yang dilakukan adalah pencampuran warna dengan cara Air merambat dikertas tisu melalui proses yang disebut aksi kapilarisasi. Kerta tisu terbuat dari serat sehingga air dapat berpindah di sela-sela serat kertas. Celah di tisu bertindak seperti tabung kapiler dan menarik air ke atas. Itu sebabnya air dapat naik dari akar tanaman menuju ke daun-daun di atas pohon. Air dapat naik ke atas melawan gaya tarik bumi karena ada dorongan antara air dengan serat dari kertas tisu tersebut. Asesmen yang di gunakan dalam kegiatan ini menggunakan metode observasi .Observasi dilakukan pada saat pembelajaran pengembangan kognitif berlangsung dengan berpedoman kepada pedoman observasi. Dengan menggunakan tabel rubrik dan anekdot. 
Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini sesuai dengan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak di RA Ar-Rahman Yogyakarta Nasution, Nur Kholidah
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v2i2.10683

Abstract

AbstractThis article attempt to analysis accepted of language development for children in STPPA. Type of this research is qualitative research. Data optioned from observation and interviewed with teachers and student parents. The purpose of this study to describe the development of the achieving language in early childhood based on STPPA (Standard of achievement level of childhood development). And results of this research that early childhood education is varied important to note because at the Golden where child more sensitively for imitating what they behold and hears. Therefore, language development for children must be good developments according to the stage of their ages and not separated from parent’s cooperation with teachers. Then the subject of this research studied by researcher and has reached that levels of the language developmental. Because was standard by BPNS.Children who are supported by development, both from school and from the family will greatly help the development of child language. Because of mutual support for each other. And parents also often provide stimulus through storytelling, communicating to their children and children to follow many activities, such as tutoring, studying and being well-nourished. So parents who care about the education of their children will produce a smart child both in terms of cognitive and in terms of language development.Keynote: Language development AUD (STPPA Accepted)Abstrak Penelitian (artikel) ini membahas perkembangan bahasa anak (STPPA tercapai), penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dan data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan guru serta orang tua murid. Dan tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengembangan bahasa anak usia dini dalam mencapai STPPA (standar tingkat pencapaian perkembangan anak) serta yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak dalam mencapai STPPA (standar tingkat pencapaian perkembangan anak).Dan hasil penelitian Pendidikan anak usia dini sangat penting untuk diperhatikan, karena pada masa golden ege (masa emas) anak lebih peka untuk meniru apa yang dilihat dan didengarkan. Oleh karena itu perkambangan bahasa anak harus dikembangkan dengan baik, sesuai dengan tahap usianya. Tak lepas dari kerjasama orang tua dengan guru sekolah. Kemudian subjek yang diteliti oleh penulis sudah mencapai tingkat perkembangan bahasa, karena sudah memenuhi kriteria yang dibuat oleh BPNS.Anak yang didukung perkembangannya, baik dari sekolah maupun dari keluarga akan sangat membantu perkembangan bahasa anak. Karena saling mendukung satu sama lain. Dan orang tua juga sering memberikan stimulus melalui bercerita, berkomunikasi terhadap anaknya serta anak mengikuti banyak kegiatan, seperti les, mengaji  dan dibutuhi dengan nutrisi yang baik. Maka orang tua yang peduli dengan pendidikan anaknya akan menghasilkan anak yang pintar baik dari segi kognitifnya maupun dari segi perkembangan bahasanya.
Analisis Belajar Berbasis Inkuiri pada Pendidikan Anak Usia Dini Fadhila, Wan; Selian, Nurhaida
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v3i1.11302

Abstract

Berdasarkan pengamatan peneliti ditemukan permasalahan kurangnya keterlibatan anak dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan lain sebagainya.Sebagian bersar pembelajaran di PAUD masih berpusat pada pembelajaran teacher ceentered.Penelitian ini merpakan penelitian kepustakaan. Peneliti akan mengkaji beberapa teori pembelajaran berbasis inkuiry yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini. Sumber data di dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berhubungan dengan pembelajaran berbasis inkuiry.. Teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik kepustakaan, dokumentasi yang dikumpulkan melalui teknik fasilitasi. Teknik analisa data di dalam penelitian ini menggunakan analisa interpretasi literasi.Pembelajaran inkuiri adalah suatu bentuk pembelajaran aktif, dimana kemajuan dinilai dengan bagaimana anak mengembangkan keterampilan eksperimental dan analisis pengetahuan yang mereka miliki. Pembelajaran inkuiri ini menuntut anak untuk aktif mencari pengetahuan mereka sendiri tetapi dalam proses pembelajaran guru tetap wajib memantau dan membimbing anak dalam proses pembelajaran. Kendala penerapan SPI yaitu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses berpikir yang bersandarkan kepada dua sayap yang sama pentingnya, yaitu proses belajar dan hasil belajar, sejak lama tertanam dalam budaya belajar anak bahwa belajar pada dasarnya adalah menerima materi pelajaran dari guru, dengan demikian bagi mereka guru adalah sumber belajar yang utama, berhubungan dengan sistem pendidikan kita yang dianggap tidak konsisten.
Nilai Kewirausahaan dalam Kegiatan Membuat Sate Buah di RA Nahdlatus Shibyan Welahan Jepara Fauziah, Fara El Alfa; Azlia, Nasikhatul; Ulya, Naila Aliqotul; Yusnaini, Yusnaini
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v3i1.12165

Abstract

Kegiatan pembuatan sate buah untuk anak usia dini dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan seorang anak. Kegiatan ini juga dapat mendidik anak menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab dengan melakukan pekerjaan yang dia lakukan. Dengan begitu anak dapat belajar berwirausaha dari sejak dini dengan dapat menumbuhkan dan mengembangkan karakter yang sudah ada pada diri anak tersebut. Tujuan dari kegiatan cooking class dengan membuat sate buah  di RA Nahdlatus Shibyan Welahan Jepara akan mengajarkan anak untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini diharapkan anak mampu mengembangkan nilai-nilai kewirausahaan dengan kegiatan membuat sate buah.
Pengaruh Media Busy Book Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Anak Usia 3-4 Tahun Anjani, Ratna; Novianti, Nadia; Nuraeni, Cucu; Jannah, Roudothul; Mariam Nabila, Siti Winda; Widjayatri, Rr. Deni
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v3i1.12650

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terdapat di lapangan yaitu kurang berkembangnya kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 3-4 tahun yang disebabkan oleh kurang tersedianya media pembelajaran. Pentingnya pengembangan kemampuan pemecahan masalah karena anak akan menemukan permasalahan yang harus diselesaikan dengan kemampuan pemecahan masalah yang dimilikinya. Kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 3-4 tahun diantaranya (1) anak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru; (2) anak mengerti konsep keutuhan dari suatu benda; (3) anak memahami pola bilangan yang diucapkannya; dan (4) huruf atau abjad yang dikenal peserta didik bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi media busy book dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah anak usia 3-4 tahun di PAUD Azzahra Kota Pandeglang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Alat pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media busy book berpengaruh terhadap pengembangan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 3-4 tahun. Hal ini dibuktikan oleh 7 orang anak diantaranya 3 laki-laki dan 4 perempuan sebelum menggunakan busy book terdapat dua anak Belum berkembang (BB), empat anak Mulai Berkembang (MB), dan satu anak Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Dengan persentase BB 29%, MB 57%, dan BSH 14%. Kemudian setelah media busy book diimplementasikan terjadi peningkatan, yaitu dua anak mulai berkembang (MB), empat anak berkembang sesuai harapan (BSH), dan satu anak berkembang sangat baik (BSB). Dengan persentase MB 29%, BSH 57%, dan BSB 14%.

Page 7 of 10 | Total Record : 91