cover
Contact Name
Asy'ari
Contact Email
asyari153@gmail.com
Phone
+6285248587493
Journal Mail Official
p3mp@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jalan Sultan Adam Kompleks H.Iyus RT.23 No.18 Banjarmasin 70121 Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 02167433     EISSN : 28278828     DOI : https://doi.org/10.33654/jpl
Core Subject : Education, Art,
Lentera merupakan jurnal ilmiah pada bidang pendidikan dan ilmu-ilmu kependidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3MP) STKIP PGRI Banjarmasin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 152 Documents
Analisis Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa Dina Afriani; Kenti Yuliana
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i1.1798

Abstract

Arus globalisasi yang terjadi pada dunia saat ini menyebabkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat, contohnya gadget. Pada kalangan mahasiswa, mempunyai gadget seperti sebuah keharusan. Terutama bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, yang dalam kesehariannya tidak bisa terlepas dari gadget. Gadget sejatinya memberikan dampak yang baik jika bijak dalam menggunakannya. Sebaliknya, ketergantungan gadget akan berakibat pada perubahan interaksi sosial. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan agar bijak dan cerdas dalam penggunaan gadget. Sebagai langkah awal maka dilakukan analisis dampak penggunaan teknologi informasi (gadget) terhadap interaksi sosial mahasiswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi STKIP PGRI Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua mahasiswa mempunyai gadget dengan jenis dan durasi penggunaan yang beragam. Perilaku mahasiswa dapat dikatakan masih baik, masih banyak mahasiswa yang menggunakan gadget sebagaimana mestinya. Mahasiswa memanfaatkan gadget untuk mengakses media sosial, sebagai penunjang dalam belajar, sarana hiburan, dan sarana bisnis online. Manfaat terbesar (dampak positif) yang dirasakan adalah mendapatkan informasi penunjang perkuliahan. Selain itu, mayoritas mahasiswa lebih memilih untuk berkomunikasi langsung dibandingkan dengan menggunakan gadget. Tingkat kepedulian dengan lingkungan juga cukup bagus. Namun yang perlu diperhatikan disini, rata-rata mahasiswa tidak bisa terlepas dari menggunakan gadget dan durasi penggunaan gadget masih cukup tinggi serta interaksi sosial yang berkurang karena penggunaan gadget bagi sebagian mahasiswa dianggap biasa. Padahal hal ini perlu dilakukan tindakan agar tidak menjadi kebiasaan dan menjadikannya anti sosial.
Penerapan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Mata Pelajaran IPS di Kelas V SDN 5 Jatiguwi Hanik Hidayati; Dyah Ayu Pramoda Wardhani
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i1.1800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan keaktifan belajar siswa melalui metode Role Playing pada mata pelajaran IPS materi proklamasi kemerdekaan di SDN 5 Jatiguwi. Penelitian ini perlu dilakukan karena keaktifan belajar siswa masih kurang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari dua pertemuan, setiap akhir siklus dilakukan refleksi sebelum melanjutkan ke siklus berikutnya. Intrumen pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pencapaian apabila jumlah keaktifan siswa mencapai 75% dari jumlah indikator yang sudah dirumuskan dan hasil observasi aktivitas guru dan siswa mencapai 75% dari jumlah keseluruhan aktivitas pembelajaran. Data yang sudah diperoleh pada setiap tahapan penelitian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hal ini ditunjukan dari hasil keaktifan siswa pada siklus I, 30% siswa tuntas dan 70% siswa belum tuntas dengan nilai rata-rata 66. Berdasarkan lembar keterlaksanaan guru dan siswa, pada siklus I pertemuan pertama keterlaksanaan pembelajaran yang dicapai guru 90% dan siswa 85%. Sedangkan pada siklus I pertemuan kedua keterlaksanaan pembelajaran yang dicapai guru 93% dan siswa 86%. Hasil keaktifan siswa pada siklus II, menunjukan 90% siswa tuntas dan 10% siswa belum tuntas dengan nilai rata-rata 80. Berdasarkan lembar keterlaksanaan pembelajaran guru dan siswa, pada siklus II yang dicapai oleh guru adalah 100% dan siswa 95%. Berdasarkan perolehan data tersebut maka penerapan metode Role Playing dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SDN 5 Jatiguwi. Penerapan metode Role Playing dapat menciptakan pembelajaran IPS yang menyenangkan bagi siswa, karena siswa akan terlibat aktif dalam pembelajaran.
Kode dan Simbol Pada Novel Lafaz Cinta Karya Sinta Yudisia (Perspektif Semiotik) Hidayati Desy
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i1.1801

Abstract

Pada novel Lafaz Cinta memiliki sebuah cerita yang terselipkan kalimat yang puitis pada setiap kalimat. Cerita pada novel tersebut lebih dominan pada religi dan cinta pada sebuah budaya luar dan budaya Indonesia yang melekat pada cerita perbandingan yang dialami oleh tokoh di novel Lafaz Cinta tersebut. Sebuah penelitian sastra yang tertuang pada kalimat yang indah melalui cerita ataupun dialog tersebut yang berjudul Kode dan Simbol yang bertujuan mendeskripsikan simbol/ lambang yang terdapat pada sebuah novel Lafaz Cinta karya Sinta Yudisia (perspektif semiotik). Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan pada penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai sebuah simbol yang universal dalam setiap kata dan gambaran yang menjadikan sebuah perwakilan dari komunikasi yang ada di sekitar lingkungan dan alamnya, partisipasi pembaca dan pengkaji secara mendalam dan komprehensif. Selain itu, dengan pendekatan kualitatif diharapkan dapat diungkapkan situasi dan permasalahan yang dihadapi, sebuah kata yang dibungkus secara simbolik dalam sebuah kata dan kalimat yang indah dalam pemilihan bahasa sehingga menjadi sebuah larik puisi yang diwakili dengan simbolik tersebut. Simpulan pada analisis semiotik menawarkan sistem tanda yang harus diungkapakan. Ada tiga faktor yang menentukan adanya tanda yaitu tanda itu sendiri, hal yang ditandai, sebuah tanda baru yang terjadi dalam batin penerima simbol, kode, kode budaya serta makna pada novel Lapaz Cinta tersebut.
Efektivitas dan Peran Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Muhammad Reza Arviansyah; Ageng Shagena
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i1.1803

Abstract

Efektivitas dalam pembelajaran tentunya merupakan hal yang penting, namun jika dilihat dari perkembangan yang ada dalam dunia pendidikan dan juga peran guru yang semakin berubah saat ini maka sangat penting sekali untuk membahas efektivitas dan peran guru dalam kurikulum merdeka belajar. Guru sebagai penggerak merdeka belajar, berarti seorang guru yang dituntut untuk mampu bersikap aktif dan semangat, kreatif, inovatif serta terampil guna menjadi fasilitator penggerak perubahan di sekolah. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membahas mengenai efektivitas pembelajaran dan peran dari guru itu sendiri khususnya pada penggunaan kurikulum merdeka belajar seperti pada saat sekarang ini. Kemudian terkait sumber data yang digunakan merupakan bentuk litelatur yang terkait dengan tema, baik itu berupa buku, artikel, jurnal, dan sumber tulisan lainnya yang berada di internet. Metode yang digunakan adalah metode studi kepustakaan atau library research dengan mencari dan mengumpulkan sumber-sumber yang relevan, kemudian menyaring sumber yang paling relevan dengan tema yang akan dikaji atau diangkat, selanjutnya membuat kesimpulan dan mencatat berbagai hal-hal yang penting, dan barulah nanti diimplementasikan di dalam bentuk tulisan.
Profil Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika Nonong Rahimah; Asy’ari Asy’ari
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i1.1805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam memecahkan masalah matematika pada materi bangun datar ditinjau dari kemampuan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa yaitu siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Pemecahan masalah yang digunakan berdasarkan pemecahan masalah Polya dengan memperhatikan indikator kemampuan komunikasi matematis. Kegiatan penelitian dimulai dengan memberikan tes kemampuan matematika. Nilai tes dijadikan sebagai acuan kemampuan siswa, sehingga siswa dikelompokkan dalam tiga kemampuan berdasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran matematika yaitu: 80 (kemampuan tinggi), 60 (kemampuan sedang) dan 0 (kemampuan rendah). Selain itu akan dipilih siswa yang komunikatif. Kemudian dilanjutkan dengan tugas pemecahan dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi waktu yang berbeda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah memiliki perbedaan dalam kemampuan komunikasi matematis dalam memecahkan masalah matematika. Letak perbedaannya yaitu: siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan sedang memenuhi semua indikator dari kemampuan komunikasi matematis. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan rendah tidak memenuhi semua indikator. Dari hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki oleh siswa berbeda-beda.
Potensi Kayu Garunggang di Desa Haratai sebagai Bahan Industri Kreatif Sandi Sandi; Yulianti Hidayah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i1.1806

Abstract

Hasil hutan adalah segala macam material yang didapatkan dari hutan untuk digunakan di berbagai industri seperti bahan bangunan dan sebagai bahan baku kumpang parang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan pemanfaatan garunggang di Desa Haratai Kecamatan Loksado. Kegunaan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi usaha pemberdayaan dan pemanfaatan garunggang secara optimal serta alternatif bagi masyarakat untuk memanfaatkan tanaman garunggung pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2021 di Desa Haratai Kecamatan Loksado. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan observasi dan catatan kegiatan di lapangan, serta wawancara dengan masyarakat/responden yang memanfaatkan tanaman garunggang. Data sekunder dikumpulkan melalui studi pustaka yang bersumber dari buku, jurnal, dan data-data dari instansi-instansi terkait.
The Impact of Teachers’ Attitudes on Students’ English Speaking Anxiety In The Context of Kerala Som Nepali
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i1.1807

Abstract

This is a qualitative research study that descriptively discovered the effects of teachers’ attitudes on students’ English speaking anxiety, which was being addressed by determining the teachers’ attitudes towards students in terms of their English speaking performance and English speaking anxiety, and students’ feelings about their teachers’ attitudes during their English speaking performance. An interview questionnaire comprised of open-ended questions was utilized to interview the 15 student and 6 teacher participants of this study, who are currently connected from the two prestigious universities in Kerala. The interview findings revealed the following effects of instructors' attitudes on students' English speaking anxiety: Teachers' student-friendly approach and interactive instructional strategies can alleviate students' English speaking anxiety, and teachers as stern and firm monitors of students' language use make students more aware of themselves, which drives them to be extensively scared of committing mistakes and not meeting their teachers’ expectations. Out from the gathered verbal data and results, this study concluded that teachers are indeed major determinants of students’ English speaking anxiety. Teachers' shown behavioural and instructional attitudes have a major role in increasing students' anxiety and apprehension in utilising the target language orally, which has an impact on their English speaking performance.
Cover dan Daftar Isi Vol. 17. No.1, Januari - Juni 2022 Lentera Jurnal Ilmiah Kependidikan
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i1.1876

Abstract

Kelebihan dan Kekurangan Powtoon Sebagai Media Pembelajaran Arie Rahmawati (SMPN 2 Sidoarjo) Analisis Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Mahasiswa Dina Afriani & Kenti Yuliana (Pendidikan Teknologi Informasi STKIP PGRI Banjarmasin) Penerapan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Mata Pelajaran IPS di Kelas V SDN 5 Jatiguwi Hanik Hidayati & Dyah Ayu Pramoda Wardhani (Program Studi PGSD Universitas Islam Raden Rahmat Malang) Kode dan Simbol pada Novel Lafaz Cinta Karya Sinta Yudisia (Perspektif Semiotik) Hidayati Desy (Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin) Efektivitas dan Peran Guru dalam Kurikulum Merdeka Belajar Muhammad Reza Arviansyah & Ageng Shagena (Universitas Sriwijaya) Profil Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika Nonong Rahimah & Asy’ari (Pendidikan Teknologi Informasi STKIP PGRI Banjarmasin) Potensi Kayu Garunggang di Desa Haratai Sebagai Bahan Industri Kreatif Sandi & Yulianti Hidayah (Pendidikan Biologi STKIP PGRI Banjarmasin) The Impact of Teachers’ Attitudes on Students’ English Speaking Anxiety in The Context of Kerala Som Nepali (Department of Social Work Rajagiri College of Social Sciences India)
1st ISETA - International Seminar on Education, Technology, and Arts 2022 ISETA Committee
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 2 (2022): Edisi Khusus ISETA - International Seminar on Education, Technology, and Arts
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i2.1888

Abstract

1st International Seminar on Education, Technology and Arts. Theme: Tailoring Education for the Future of Work Post Covid-19
Meningkatkan Hasil Belajar Pasca Covid-19 Materi Program Linear Melalui Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Pada Kelas XI IPA 1 MAN 1 Banjarmasin Aulia Hayati
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v17i2.1961

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Banjarmasin pasca Pandemic Covid 19 yang secara khusus diambil adalah kemampun siswa dalam memahami Program Linear sebagai materi yang akan diteliti. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 MAN 1 Banjarmasin Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022 melalui Model Pembelajaran Reciprocal Teaching. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes (yaitu pre-test dan post-test pada setiap siklus), observasi, dan wawancara tidak terstruktur. Hasil validitas tes menunjukkan 10 butir soal untuk siklus I dan siklus II, semuanya valid. Sehingga jumlah butir yang terpakai untuk selanjutnya diujikan memiliki tingkat kesulitan yang sama. Dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diperoleh hasil dalam bentuk peningkatan aktivitas siswa pada siklus I aktivitas siswa arata-rata adalah 60% meningkat pada siklus II menjadi 85,2%, dan nilai hasil belajar yang diukur dari nilai tes siswa siklus I rata-rata adalah 68,2 kemudian meningkat pada siklus II rata-rata nilai menjadi 74,5, dengan ketuntasan belajar di siklus I adalah 65,52 % dan pada siklus II menjadi 86,2%. Jadi dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Matematika siswa kelas XI IPA 1 MAN 1 Banjamasin pada Materi Program Linear setelah menggunakan metode pembelajaran Reciprocal Teaching.