cover
Contact Name
Asy'ari
Contact Email
asyari153@gmail.com
Phone
+6285248587493
Journal Mail Official
p3mp@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jalan Sultan Adam Kompleks H.Iyus RT.23 No.18 Banjarmasin 70121 Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 02167433     EISSN : 28278828     DOI : https://doi.org/10.33654/jpl
Core Subject : Education, Art,
Lentera merupakan jurnal ilmiah pada bidang pendidikan dan ilmu-ilmu kependidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3MP) STKIP PGRI Banjarmasin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 152 Documents
Pengembangan perangkat pembelajaran IPA Biologi kelas VII SMP Negeri 27 Sungai Andai Banjarmasin berbasis Inquiry Terbimbing Rabiatul Adawiyah; Yulianti Hidayah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.1 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v12i1.407

Abstract

Penggunaan perangkat yang baik akan memandu pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan harapan, terutama proses yang baik dapat meningkatkan hasil yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan dan keefisienan perangkat pembelajaran IPA Biologi Kelas VII berbasis Inquiry Terbimbing yang layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru di sekolah. Jenis penelitian ini berupa penelitian pengembangan (Researce and Development) menggunakan prosedur penelitian pengembangan yang telah dimodifikasi dari Sugiyono (2009). Perangkat yang dikembangkan berupa silabus , RPP, LKS dan Lembar Penilaian pada konsep ‘Pencemaran Lingkungan”. Langkah uji coba produk meliputi uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah, 1) instrumen validasi pakar untuk mengetahui kevalidan perangkat pembelajaran. 2) lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dan angket respon siswa untuk menegtahui keparaktisan perangkat pembelajaran. dan 3) tes hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa untuk mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif terdiri dari validitas , kepraktisan, dan keefektifan perangkat pembelajaran. Hasil Penelitian ini adalah 1) validitas perangkat pembelajaran dalam kategori cukup valid, 2) kepraktisan perangkat pembelajaran dalam kategori praktis, dan 3) keefektifan perangkata pembelajaran dalam kategori efektif. Ini bererti perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid namun perlu direvisi kecil, praktis, dan efektif serta dapat digunakan dalam pembelajaran.
Kompetensi profesional guru sekolah dasar Yudha Adrian
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.059 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v12i1.408

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi professional guru sekolah dasar dalam lingkup pembelajaran IPS di kelas 2 SDN Kelayan Barat 3 Banjarmasin. Lingkup tersebut yaitu, perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan evaluasi pembelajaran IPS kelas 2 sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik yaitu; wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa: 1) guru kelas 2 yang mengajar mata pelajaran IPS telah berkualifikasi pendidikan S1 PGSD. Dengan kata lain, guru ini sudah memiliki kualifikasi akademik sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. 2) Pertama, guru kelas 2 yang mengajarkan mata pelajaran IPS mampu merancang perencanaan pembelajaran. Kedua, dia melaksanakan pembelajaran mengacu pada kompetensi yang telah ditetapkan pada RPP. Ketiga, dia melaksanakan penilaian menggunakan instrumen tes. Keempat, dia melaksanakan evaluasi berdasarkan hasil belajar siswa. Berdasarkan, hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa guru kelas 2 yang mengajar mata pelajaran IPS memiliki kompetensi professional karena memiliki kualifikasi akademik, menguasai materi pelajaran, dan mampu merancang serta evaluasi pembelajaran secara sistematis sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan. Saran yang diajukan guru hendaknya melakukan evaluasi menggunakan penilaian non tes. Kepala sekolah hendanya memberikan pelatihan kepada guru agar mempermudah guru dalam melaksanakan penilaian berbentuk non tes. Penelitian ini hendaknya dilanjutkan pada dengan bahasan kompetensi dasar yang lain sehingga akan menutupi kekurangan pada penelitian ini.
Hasil belajar Matematika siswa kelas VII SMPN 17 Banjarmasin menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan tanpa model pembelajaran Kooperatif Arifin Riadi
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.211 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v11i2.409

Abstract

Pembelajaran matematika di kelas VII SMP Negeri 17 Banjarmasin hanya menggunakan metode pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas VII tersebut berada di bawah kriteria ketuntasan minimum. Think-Pair-Share (TPS) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk memotivasi siswa berpikir pada topik yang diberikan, sehingga memungkinkan mereka untuk memformulasikan gagasan-gagasan individu dan membagikan gagasan-gagasan tersebut dengan siswa lain, dan ini berimbas pada hasil belajar yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 17 Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu memilih kelas VII E dan VII F sebagai sampel penelitian dengan pertimbangan tertentu yang selanjutnya dipilih kelas VII E sebagai kelas eksperimen dan kelas VII F sebagai kelas kontrol secara random. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Tes yang digunakan diuji validitasnya menggunakan rumus korelasi product moment dan reliabilitasnya menggunakan rumus KR-20. Teknik analisis data menggunakan uncorrelated data/independent sample t-test. Sebagai persyaratan analisis dilakukan uji normalitas dengan metode Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas dengan metode Levene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diberi pengajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik daripada yang diberi pengajaran tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif.
Eksistensi Mamanda dalam masyarakat Kalimantan Selatan Endang Sulistyowati
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.082 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v11i2.410

Abstract

Mamanda merupakan salah satu kesenian (pertunjukan) daerah Kalimantan Selatan. Mamanda mulai dikenal pada awal abad kedua puluh dengan nama Badamuluk. Mamanda dimainkan dalam bentuk arena sentral, posisi para pemain saat berlakon berada di tengah-tengah penonton. Ada dua aliran yang dikenal pada mamanda, yaitu mamanda Batang Banyu dan Mamanda Tubau. Ciri-ciri mamanda dapat dilihat baik dari segi bahasa, simbol, humor, estetika, dan tipe cerita. Tahapan-tahapan mamanda meliputi lagu (lagu Banjar), ladon atau konon, perkenalan panganan dan pangiwa, sidang kerajaan, dan babujukan. Sejauh yang dapat dicatat, mamanda di Kalimantan Selatan sudah eksis sejak tahun lima puluhan hingga sekarang. Hal tersebut dapat diketahui baik dari munculnya beberapa nama seniman (pelakon) mamanda maupun munculnya beberapa teater, sanggar, atau group mamanda di Kalimantan Selatan. Dalam rangka mengembangkan mamanda di Kalimnatan Selatan, agar mamanda semakin eksis, diharapkan adanya peran dari beberapa pihak, baik yang berkaitan dengan pemerintah, lembaga pendidikan, seniman, maupun masyarakat.
Kesantunan direktif guru bahasa Indonesia dalam proses belajar-mengajar di SMP Anggrek Banjarmasin Haswinda Harpriyanti
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.341 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v11i2.411

Abstract

Kesantunan sangat penting dalam sebuah komunikasi dengan adanya kesantunan berbahasa akan menimbulkan keharmonisan dalam berkomunikasi, terlebih dalam tindak direktif, khususnya dalam proses belajar-mengajar. Kalimat direktif digunakan untuk menyatakan sebuah perintah. Dalam interaksi belajar-mengajar di sekolah tuturan direktif lebih dominan digunakan oleh seorang guru karena di dalam proses belajar-mengajar guru lebih berkuasa dari pada siswanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis data dilakukan dengan cara pengklasifikasian data, penafsiran data, dan pendeskripsian hasil tafsiran. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tindak tutur direktif dalam proses belajar-mengajar terbagi menjadi (a) permintaan (requestives), yang mencakup meminta, mengajak, memohon, mendorong, menekan; (b) pertanyaan (questions), yang mencakup bertanya, menginterogasi; (c) persyaratan (requirements), yang mencakup menuntut, mengarahkan, mengatur, mengintruksikan; (d) larangan (prohibitions), yang mencakup melarang dan membatasi; (e) persilaan (permisives), yang mencakup pemberian izin, membolehkan, mengabulkan, memberi wewenag; (f) nasihat (advisories), yang mencakup menasihati, memperingatkan, menyarankan.
Kemampuan membaca cepat siswa kelas XI SMA Negeri 5 Banjarmasin Jumainah Jumainah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.425 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v13i2.412

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas sebelas dalam membaca cepat. Membaca cepat adalah memadukan (perpaduan) kemampuan motorik (gerakan mata) atau visual dengan kemampuan kognitif seseorang dalam membaca. Jadi, membaca cepat merupakan perpaduan antara kecepatan membaca dengan pemahaman isi bacaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 5 Banjarmasin yang terdiri dari program IPA 3(tiga) kelas A, B dan C begitu juga dengan kelas IPS 3(tiga) A, B dan C dengan total jumlah 217. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling, teknik ini memunculkan kelas A IPA yang berjumlah 36 siswa dan kelas A IPS berjumlah 73 siswa . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, tes yang digunakan untuk mengambil data pada penelitian ini adalah tes kemampuan membaca cepat dan pemahaman teks bacaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca cepat siswa program IPA memiliki kualifikasi cukup dengan rata-rata 200,7742. Sedangkan kemampuan membaca cepat siswa program IPS memiliki kualifikasi kurang dengan rata-rata 145,3. Kemampuan pemahaman isi bacaan siswa program IPA memiliki kualifikasi cukup dengan rata-rata 60%. Sedangkan kemampuan pemahaman isi bacaan siswa program IPS memiliki kualifikasi kurang dengan rata-rata 50%,
Profil tokoh utama wanita dalam novel Serenade Biru Dinda karya Asma Nadia Kamariah Kamariah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jpl.v11i2.413

Abstract

Profil Tokoh Utama Wanita dalam Novel Serenade Biru Dinda Karya Asma Nadia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil tokoh utama wanita dalam novel Serenade Biru Dinda Karya Asma Nadia. Tokoh utama dalam novel ini mempunyai kisah hidup yang keras namun dia tetap bisa bertahan dalam menjalaninya. Dengan dijabarkan bagaimana profilnya maka diharapkan bisa dijadikan sebagai filosofi hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural sastra, sementara metode yang digunakan adalah metode analisis isi. Teknik yang digunakan adalah teknik observasi teks. Dalam pengamatan penelitian menggunakan instrumen pengumpulan data dengan menggunakan tabel-tabel tertentu sesuai dengan permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini dapat di simpulkan bahwa tokoh utama wanita dalam novel Serenade Biru Dinda karya Asma Nadia dapat digambarkan dalam tiga dimensi. yaitu dimensi fisiologis, dimensi sosiologis dan dimensi psikologis. Berdasarkan dimensi fisiologis, tokoh Dinda berjenis kelamin perempuan, berkulit hitam manis, bergigi putih dengan postur tubuh kecil dan kurus. Dalam berpakaian Dinda selalu mengutamkan kebersihan walaupun pakaian yang dipakai jauh dari kata layak. Dinda juga akhirnya berpakaian muslimah setelah mengenal Islam lebih dalam. Dimensi sosiologis, status sosial Dinda dalam novel ini adalah seorang gadis miskin. Dia bekerja apa saja dari loper koran, pengamen, dan tukang cuci pakaian. Diakhir cerita dia menjadi guru TK dan kepala sekolah. Dinda hanya lulusan SD, kemudian mengejar ketinggalan dan ikut ujian SLTP dan kursus Bahasa Inggris serta sekolah guru TK. Kehidupan pribadi, Dinda adalah orang yang pantang menyerah dan menjadi kepala keluarga. Kehidupan keluarga, ayahnya pengangguran dan suka mabuk-mabukan. Kakaknya Hasan kabur dari rumah karena bertengkar dengan ayahnya. Dinda beragama Islam. Dimensi psikologis, norma moral, Dinda meskipun miskin tidak pernah mencuri. Keinginan, Dia ingin melanjutkan sekolah dan mempunyai TK dan menjadi kepala sekolah. Sikap, watak, dan karakter, Dia orang yang suka bersyukur. Kecerdasan, dia adalah gadis yang cerdas.
Lembar kerja mahasiswa berbasis Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses Sains mahasiswa Saidatun Ni'mah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.281 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v11i2.414

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development) yang bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Banjarmasin. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan mengadaptasi model penelitian dan pengembangan ADDIE. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Subjek uji coba terdiri dari validator ahli perangkat pembelajaran, validator ahli materi, validator praktisi pengajar di lapangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Hasil validasi ahli perangkat pembelajaran, ahli materi, dan praktisi pengajar di lapangan secara berturut-turut sebesar 4,00; 3,06; dan 3,80 dengan rata-rata sebesar 3,62. Hasil uji coba kelompok kecil terhadap LKM sebesar 3,36. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan produk perangkat pembelajaran yang dikembangkan termasuk kategori baik dan memenuhi kriteria kelayakan (valid dan praktis) untuk dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas. Uji coba utama dilakukan hanya pada Kompetensi Dasar 2.1 dan 3.1. Analisis LKM yang dikerjakan mahasiswa pada pertemuan 1 sebesar 81,54 dan pertemuan 2 sebesar 81,21 sehingga termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa LKM memiliki tingkat keefektifan medium atau dengan kata lain LKM Fisiologi Tumbuhan berbasis inkuiri terbimbing telah cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran
Tipologi tanda dalam Balamut lakon dan pemaknaannya Sainul Hermawan
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.358 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v11i2.415

Abstract

Upaya memanggungkan kisah Lamut dari tradisi lisan balamut di Kalimantan Selatan telah dilakukan sejak 1997. Namun baru pada 2014 upaya itu dapat didokumentasikan. Dokumentasi teaterikalisasi cerita Lamut memungkinkan kajian ini, yaitu tentang tipologi tanda dalam teater. Artikel ini ingin menunjukkan bahwa kisah Lamut dalam tradisi lisannya bukan teater, dan ingin menjelajahi bahwa mendekati dan memaknai pertunjukan teater dengan semiotika berbeda dengan mendekati naskah drama atau karya sastra pada umumnya. Semiotika teks tulisan dan teks lisan berbeda dari semiotika pertunjukan. Dengan memandang semua unsur pertunjukan di atas panggung sebagai tanda, signifikasi teatrikal tidak dapat direduksi menjadi relasi searah antara sarana-sarana tanda tunggal dan makna individualnya. Pertunjukan teater membawa faktor-faktor komunikasi yang berlapis-lapis yang berimplikasi pada kemungkinan terciptanya bermacam-macam pesan. Artikel ini akan menganalisis pertunjukan teater Balamut Lakon episode Bujang Maluala karya sutradara Rudi Karno (2014) dengan pendekatan semiotika teater untuk memahami dialog antara budaya Banjar dan budaya lain, dan antara cerita Lamut di atas panggung teater dan cerita Lamut dalam tradisi lisannya.
Perbedaan individual salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam proses belajar mengajar Riduan Sabran
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.824 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v11i2.416

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu bentuk realisasi atau perwujudan cita-cita bangsa yang dirumuskan di dalam pandangan hidup suatu bangsa. Untuk memahami pendidikan secara mendalam, banyak faktor perlu dipahami, antara lain meliputi faktor-faktor: cita-cita, anak didik, pendidik, alat dan lingkungan. Khusus faktor anak didik individual differences adalah salah satu faktor yang sering luput dari perhatian pendidik. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan untuk mengetahui sebab-sebab individual differences perlu mendapat perhatian dalam proses mengajar belajar. Hal ini terlihat dengan penanganan tiap anak yang berbeda-beda dan untuk memenuhi prinsip individual ini ada beberapa cara yaitu: pengajaran indivdual, tugas tambahan, pengajaran proyek, dan pengelompokan menurut kesanggupan murid. Untuk itu setiap guru/pengajar dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dibidang cara/metode mengajar, agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan.

Page 4 of 16 | Total Record : 152