cover
Contact Name
Rachmat
Contact Email
rachmat@unm.ac.id
Phone
+6281244440017
Journal Mail Official
botinglangi@gmail.com
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : -     EISSN : 28299280     DOI : http://dx.doi.org/10.26858/
Core Subject : Education, Art,
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan diterbitkan oleh Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Boting Langi menerbitkan karya ilmiah hasil penelitian seni dan pendidikan seni. Redaksi menerima artikel belum pernah dipublikasikan di media lain dengan format penulisan sebagaimana tercantum pada halaman pedoman penulisan naskah. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun.
Articles 97 Documents
KEUTUHAN TARI SUMAJO DI KECAMATAN WOTU KABUPATEN LUWU TIMUR Rezky Putri, Arfina; Syakhruni, Syakhruni; Muchtar, Sri Wahyuni
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2, No 4 (2023): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i4.63263

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan estetika tari Sumajo di Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur. Data dapat dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) keutuhan (unity) Tari Sumajo secara keseluruhan dapat kita nikmati dari beberapa aspek yang mencakup keseluruhan keutuhan dari penari, ragam gerak, musik, kostum dan property. 2) Penonjolan (Dominance) Tari Sumajo tercapai dari beberapa unsur penting yang ada di dalam Tari Sumajo. Atau bisa kita sebut juga dengan sesuatu yang khas pada bagian-bagian yang ada didalamnya yang mencakup ragam gerak, musik iringan, warna kostum, aksesoris dalam Tari Sumajo. 3) Keseimbangan (Balance) Tari Sumajo tidak dapat sepenuhnya dikatakan seimbang dikarenakan jumlah yang ganjil.
TARI PUJU GALAGANJUR VERSI SIRAJUDDIN BANTANG: SUATU STUDI KASUS PEMBELAJARAN TARI KREASI DI SMKN 2 GOWA Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2, No 3 (2023): Juli-September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i3.56241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai Tari Puju Galaganjur versi Sirajuddin Bantang: suatu studi kasus pembelajaran tari kreasi di SMK Negeri 2 Gowa, dengan mengkaji aspek pembelajaran pada latar belar belakang dan pembelajaran   dan menggunakan  pendekatan teori Jazuli dalam memahami pembelajaran tari puju galaganjur, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan latar belakang tari puju galaganjur serta mengetahui pembelajaran pada tari puju galaganjur bisa dipahami secara meyeluruh, tehnik pengumpulan data menggunakan pendekatan observasi, wawancara dan dokumentasi, temuan dalam penelitian ini adalah (1) tari puju galaganjur merupakan tarian pergaulan yang di menjadi salah satu metode pembelajaran di sekolah .(2) pembelajaran pada tari galaganjur masih memakai KTSP pada modul serta silabus dan tidak memiliki RPP pada pembelajaran dalam kelas.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENARI (TARI PADDUPPA) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRILL AND PRACTICE DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SENI DI SMP TELKOM MAKASSAR Riska, Yulia; Sumiani, Sumiani; Linda, Johar
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 3 (2024): Juli-September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i3.64746

Abstract

Meningkatkan keterampilan Menari Tari Padduppa dengan menggunakan  metode Drill and Practice dalam kegiatan Ekstrakurikuler Seni di SMP Telkom Makassar. Skripsi. Program Studi Pendidikan Sendratasik, jurusan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni dan Desain. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Dr.Sumiani, M.Hum dan Johar Linda,S.Pd,M.A). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan Menari (Tari Padduppa) dalam kegiatan ekstrakurikuler Seni di SMP Telkom Makassar. (2) Mendeskripsikan Belajar Menari Dengan Metode Dril And Practice dalam peningkatan keterampilan Menari (Tari Padduppa). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas  seluruh siswa  kelas VII ekstarakurikuler Seni di SMP Telkom Makassar. Data yang di peroleh berupa Aspek penilaian yang tertuju pada Table Rubrik. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis data. Penelitian ini menerapkan metode Drill and Practice yang di laksanakan dalam dua siklus. Setiap Siklus terdiri dari 4 tahap antara lain: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan,dan refleksi. Data yang di proleh dalam penelitian ini mulai dari Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Tes kinerja. Hasil Penelitian (1). Proses penerapan metode Drill And Practice pada siswa sudah diterapkan dengan baik dan siswa mampu memahami secara perlahan. Dalam Siklus I dan Siklus II terlihat bahwa adanya peningkatan keterampilan menari. (2) Hasil Peningkatan keterampilan menari Tari Padduppa pada Siswa sudah meningkatkan yakni pada Siklus I dalam bentuk Wiraga 68%, Wirama 67,9% dan Wirasa 68,7% sedangkan pada Siklus II terjadi peningkatan dengan persentasi dalam bentuk Wiraga 83,4%, Wirama 85%, Wirasa 82,7% kemampuan keterampilan menari dikatakan meningkat dalam menari  Tari Padduppa di SMP Telkom Makassar
EKSISTENSI SANGGAR SENI SIRAJUDDIN DALAM PELATIHAN TARI DI KABUPATEN GOWA Je’ne, Zamzam Nurhani; Yatim, Heriyati; Faisal, Faisal
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 1 (2024): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i1.63285

Abstract

Email : heriyati.yatim@unm.ac.idEmail : faisal@unm.ac.id AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk, (1) Mendeskripsikan Keberadaan Sanggar Seni Sirajuddin di Kabupaten Gowa. (2) Mengetahui bentuk pelatihan tari di Sanggar Seni Sirajuddin Kabupaten Gowa. Pada dasarnya penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggambarkan permasalahan apa adanya. Penelitian ini dilaksanakan di Sanggar Seni Sirajuddin yang berlokasi di Jl. Kacong Daeng Lalang, Lorong 1, Desa Tombolo, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada bulan September sampai dengan November 2023. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber. Teknik pengumpulan datanya adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek penelitian khususnya pembina/pengurus sanggar terkait dengan keberadaan sanggar seni sirajuddin dalam pelatihan tari di Kabupaten Gowa. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keberadaan sanggar seni sirajuddin bermanfaat untuk kegiatan positif anak-anak di Kabupaten Gowa, siswa (anggota) mempunyai kegiatan yang dapat mengasah keterampilan mereka. Sehingga Kabupaten Gowa lebih maju dengan adanya sanggar seni sirajuddin. Hal ini dapat dilihat dari bentuk pelatihan tari sanggar seni sirajuddin, dalam bentuk pelatihan tari dilakukan dengan proses latihan. Dalam proses latihan, pelatih memberikan gerakan serta arahan kepada siswa (anggota) agar siswa (anggota) dapat melakukan dengan baik dan benar. Kegiatan pelatihan menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian keberadaan sanggar seni sirajuddin dapat dilihat dari banyaknya karya-karya yang dibuat oleh sanggar serta banyaknya keikutsertaan sanggar seni sirajuddin dalam event baik Nasional maupun Internasional.
Penerapan model tutor sebaya untuk meningkatkan keterampilan gerak tari jepen pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sangatta Selatan Rahmayanti, Hastika Aulia; Jamilah, Jamilah
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 1, No 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v1i4.52586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan penerapan model tutor sebaya dalam meningkatkan keterampilan gerak tari Jepen pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sangatta Selatan. 2) Mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sangatta Selatan dalam meningkatkan keterampilan gerak tari Jepen setelah menggunakan model pembelajaran tutor sebaya.  Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dengan tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi disetiap siklusnya yang dilaksanakan empat kali pertemuan disetiap siklusnya. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, tes unjuk kerja, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pada siklus I 26% dan siklus II 81%. Dilihat dari presentase keberhasilan siswa disetiap siklusnya, penerapan model tutor sebaya berhasil meningkatkan keterampilan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sangatta Selatan dalam keterampilan gerak tari Jepen yang aspek penilaianya diukur dari aspek wiraga, wirama dan wirasa.
SIKAP BELAJAR TARI TRADISIONAL PADA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 1 WONOMULYO Ahmad, Meyke Pracilla; Syahrir, Nurlina; Ramli, Asia
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i2.63325

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, bertujuan untuk memperoleh data dan informasi akurat tentang sikap belajar tari tradisional pada pelajaraan seni budaya di SMA Negeri 1 Wonomulyo. Pengumpulan data digunakan dengan metode studi pustaka, dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Sikap Belajar Siswa pada Aspek Kognitif dinilai cukup baik dilihat dari rata-rata presentasi siswa yang tinggi dalam penilaian akhir angket. Adapun hasil presentase disetiap pernyataan angket sebagai berikut: pernyataan pertama yaitu sebanyak 65 siswa (65,7%) memilih Setuju. Pada pernyataan kedua yaitu sebanyak 49 siswa (49,5%) memilih Setuju. Pada pernyataan ketiga sebanyak 83 siswa (83,8%) memilih Setuju. Pada pernyataan keempat 77 siswa (77,8%) memilih Setuju. Pada pernyataan kelima sebanyak 67 siswa (67,7%) memilih Setuju. Pada pernyataan keenam sebanyak 68 siswa (68,7%) memilih Setuju. Pada pernyataan ketujuh sebanyak 66 siswa (66,7%) memilih Setuju. Pada pernyataan kedelapan sebanyak 74 siswa (74,7%) memilih Setuju. 2) Sikap Belajar Siswa pada Aspek Afektif dinilai cukup baik dilihat dari rata-rata skor yang diraih siswa yaitu 3 hingga 4 dengan kategori baik hingga sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil angket aspek afektif menunjukkan hasil angket pada pernyataan pertama memperoleh skor 3. Pada pernyataan kedua memperoleh skor 3. Pada pernyataan ketiga memperoleh skor 3. Pada pernyataan keempat memperoleh skor 4. Pada pernyataan kelima memperoleh skor 4. Pada pernyataan keenam memperoleh skor 4. Pada  pernyataan ketujuh memperoleh skor 3. Kemudian pada pernyataan kedelapan memperoleh skor 3. Maka dihasilkan rata-rata proses pembelajaran siswa pada mata pelajaran seni budaya khususnya tari tradisional pada aspek afektif menunjukkan kategori cukup baik.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA KELAS X SMA HANG TUAH MAKASSAR Akser, Oktavianti; Sumiani, Sumiani; Saenal, Selfiana
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 1 (2024): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i1.63266

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Seni Tari melalui model kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Pada kelas X SMA Hang Tuah Makassar. Penelitian ini ingin mengetahui gambaran proses pembelajaran, penerapan model STAD dan bagaimana peningkatan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan dua siklus yang tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Penelitian Tindakan Kelas yakni melakukan sebuah tindakan terhadap objek yaitu siswa dengan cara menerapkan model kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Hasil penelitian ini menggunakan desain penelitian II siklus yang terdiri dari empat kali pertemuan dan praktik tari selama satu bulan, hasilnya menunjukkan bahwa adanya peningkatan jumlah siswa mencapai bilai KKM siklus I hingga siklus II. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar belum mencapai >70%, sebab jumlah siswa yang mencapai KKM hanya 7 orang dengan persentase 28%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa telah mencapai>70% dilihat dari jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 20 orang dengan persentase 80%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Model Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Hang Tuah Makassar.
ANALISIS MUSIK IRINGAN TARI SALO ASSENGERENGNGE PADA SANGGAR RIZKY ART PRODUCTION DI KABUPATEN SINJAI Ihsan, Andi
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2, No 3 (2023): Juli-September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i3.56247

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kreatif dalam penggarapan musik iringan tari Salo Assengerengnge pada sanggar Rizky Art Production di kabupaten Sinjai. Pendekatan  penelitian adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dimana dalam pengumpulan data, dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumen, termasuk perekaman kegiatan penelitian. Penelitian ini berfokus proses kreatif penggarapan musik iringan tari mulai dari ide gagasan penggarapan, pemilihan alat musik iringan tari, dan bentuk musik iringan. Analisis data dilakukan dengan reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan  ide gagasan penggarapan musik iringan tari Salo Assengerengnge terinspirasi pada ritual adat atau kegiatan tahunan masyarakat Sinjai yaitu ritual Marrimpa Salo’ yang diwujudkan dalam sebuah karya tari. Dari karya tai inilah selanjutnya dilakukan penggarapan musik iringan tari. Alat musik yang digunakan berupa gendang, rebana, kecapi, suling, gong, beduk, keyboard, marakas, pacing-pacing, kannong-kannong, dan tam-tam. Bentuk musik adalah ensambel campuran dengan struktur  dibagi menjadi tiga bagian yakni bagian awal musik atau pembuka yang dimainkan saat penari akan memulai tariannya, bagian tengah atau musik inti dimainkan saat penari akan memasuki pergantian  komposisi, gerak, dan pola lantai  , dan bagian penutup atau coda yang dimainkan pada saat penari akan memasuki pergantian komposisi, gerak, dan [ola lantai untuk meninggalkan atau menutup tarian sekaligus meninggalkan arena pertunjukan
TINGKAT APRESIASI SISWA TERHADAP TARI PADUPPA SEBAGAI MATERI AJAR DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA PADA KELAS X.1 DI SMAN 8 MAKASSAR Maharani, Reski; Yatim, Heriyati; Linda, Johar
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i2.61546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Latar Belakang Keberadaan Tari Paduppa Dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Pada Kelas X.1 Di SMAN 8 Makassar, 2) Mendeskripsikan Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Penyajian Tari Paduppa Dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Pada Kelas X.1 Di SMAN 8 Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian evaluatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X.1 SMAN 8 Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 37 responden. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, penyebaran angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dengan hasil berupa persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Latar Belakang Keberadaan Tari Paduppa Dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Pada Kelas X.1 Di SMAN 8 Makassar dalam kategori “sangat tinggi” sebesar 89,4% dengan persenta setiap indikator yaitu pada indikator sejarah dan asal usul tari paduppa sebesar 90,9%, unsur unsur budaya atau tradisi terkait sebesar 89,3%, makna dan simbol gerak sebesar 88,1%. 2) Tingkat Pemahaman Siswa Terhadap Penyajian Tari Paduppa Dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Pada Kelas X.1 Di SMAN 8 Makassar dalam kategori “tinggi” sebesar 74,1% dengan persentase tiap indikator yaitu teknik gerak dan estetika sebesar 71,9%, musik dan instrumen sebesar 75,6%, kostum dan aksesoris sebesar 76,6%, konteks penyajian sebesar 71,8%.
PENGELOLAAN SANGGAR SENI WAISAPALELEAN DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL Algarian S, Marsel; Ihsan, Andi; Kurniawan, Muh
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2, No 4 (2023): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i4.61551

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mendeskripsikan fenomena-fenomena yang terjadi pada sanggar dari aspek manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk pengelolaan sanggar seni Wai Sapalelean berfokus pada aspek pelatihan, pertunjukan, dan sosialisasi. Bentuk pengelolaan pada sanggar ini belum menggunakan standar dari manajemen yang ada yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Hal ini disebabkan karena Sanggar Seni Wai Sapalelean adalah sanggar seni yang pengelolaannya dikelola dalam bentuk kekeluargaan sehingga belum memenuhi atau belum menggunakan standar manajemen yang seharusnya. Namun sanggar seni ini mampu menujukkan eksistensi beserta prestasi dalam keberadaannya dimasyarakat. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian yang telah didapatkan oleh sanggar seni Wai Sapalelean terbagi menjadi dua faktor. Yang pertama faktor pendukung yaitu sehubungan dengan sarana dan prasarana yang telah memadai dan sumber daya manusia yang ada dalam sanggar seni ini, mulai dari pengurus, pelatih, dan anggotanya. Faktor yang kedua faktor penghambat, yaitu kurangnya perhatian atau dorongan yang diberikan oleh pemerintah sehingga sanggar seni ini mengalami keterlamatan dalam perkembangannya secara luas.

Page 5 of 10 | Total Record : 97