cover
Contact Name
Rachmat
Contact Email
rachmat@unm.ac.id
Phone
+6281244440017
Journal Mail Official
botinglangi@gmail.com
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : -     EISSN : 28299280     DOI : http://dx.doi.org/10.26858/
Core Subject : Education, Art,
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan diterbitkan oleh Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Boting Langi menerbitkan karya ilmiah hasil penelitian seni dan pendidikan seni. Redaksi menerima artikel belum pernah dipublikasikan di media lain dengan format penulisan sebagaimana tercantum pada halaman pedoman penulisan naskah. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun.
Articles 97 Documents
THE EDUCATIONAL VALUE OF "PAJOGE" DANCE IN THE KA'OMBO TRADITIONAL CEREMONY IN SIOMPU DISTRICT, BUTON SELATAN DISTRICT Nisa Suketri; Jamilah Jamilah; Selfiana Saenal
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i2.46003

Abstract

The aims of this research are to 1) identify what Educational Values are contained in the Pajoge Dance at the ka’ombo Traditional Ceremony in Siompu District, South Buton Regency. 2) Describe a qualitative reflection of the Educational Values Of Pajoge Dance at the ka’ombo Traditional Ceremony in Siompu District, South Buton Regency. Using content analysis method. The object oh this research is the pajoge dance. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentataion. Besed on the result of the research conducted, it was found that 1) the content of education values contained in the pajoge dance, namely a) moral values in the form of responsibility, discipline, honesty, courage, confidence, patience and ethics b) Sosial values in the form of cooperation, mutual cooperation, and c) values Aesthetics in the form og beauty in movement, costumes, property. 2) reflection of the education value of the pajoge dance is reflected in the costume, various movelents, accessories and the approach used in this study in the property approach. 
BENTUK PENGEMBANGAN TARI PAJAGA WELADO DI KECAMATAN AJANGALE KABUPATEN BONE Nova Azzahra; Jamilah Jamilah; Nurwahidah Nurwahidah
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i2.46540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengembangan tari Pajaga Welado di desa Welado Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan pada penelitian antara lain: 1) Studi pustaka, 2) Observasi, 3) Wawancara, dan 4) Dokumentasi. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa pengembangan tari Pajaga Welado di desa Welado Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone terdiri dari yakni Pengembangan kostum
MANIFESTASI GENDING ONDHAL-ANDHIL KENABA KORP MUSIK SEBAGAI AKULTURASI BUDAYA JAWA DAN MAKASSAR Rahmat Kurniawan; Faizal Kalawa; Sukasman Sukasman
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i2.46799

Abstract

Gending Ondhal-andhil dan Kenaba disajikan dalam berbagai kegiatan budaya di Yogyakarta. Gending ini sangat populer diantara dengan korps musik keprajuritan keraton lainnya, kedua gending tersebut tidak hanya dimainkan oleh korps musik keprajuritan Dhaeng. Metodologi yang digunakan dalam penilitian ini adalah kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi audio visual, kemudian dianalisa, diklasifikasikan dan direduksi berdasarkan kebutuhan untuk mendeskripsikan permasalahan. Pendekatan disiplin yang digunakan yaitu Etnomusikologi yang mendeskripsikan fenomena musik dalam konteks kebudayaan. Hasil dari penelitian ini adalah bunyi korps musik keprajuritan gabungan dan korps musik keprajuritan bregada kampung yang dibentuk oleh masyarakat Yogyakarta dihadirkan dengan bentuk penyajian, formasi pemain, dan jumlah instrumen yang bervariatif. Bunyi gending ini merupakan pertemuan dari berbagai budaya yaitu: tradisi musik militer Eropa, tradisi  musik Jawa dan tradisi musik Makassar. Proses pertemuan kebudayaan ini melalui perdagangan dan kolonialisme di masa lalu, kemudian dalam proses tersebut terbentuk akulturasi budaya melegitimasi Yogyakarta sebagai kota budaya.
PEPE' PEPE' BAINE DANCE DANCER RECRUITMENT SYSTEM AT SIRAJUDDIN SANGGAR GOWA REGENCY Selfiana Saenal; M Jazuli; Syakir Syakir
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i2.47718

Abstract

Pepesaat dance performance is one of the dance performances that began to develop in modern society such as Makassar. In the quality of performance, the role of the organization becomes important to be able to continue to develop following the changing times and the needs of society. Sanggar Sirajuddin Gowa is famous for the Pepe-pepe'Baine dance which is often performed at various events as a means of entertainment. The purpose of this study was to analyze the recruitment process of Pepe' Baine dancers at Sanggar Sirajuddin Gowa. The research method used is qualitative with a descriptive case study approach with interview, observation, and questionnaire data collection techniques. The results of the analysis showed that the process of recruiting dancers by Sanggar Sirajuddin was not specific but went naturally which made the Sanggar Leadership assess the feasibility of becoming a Pepe-pepe dancer. This is one of the reasons the number of dancers is only 9 people to date.
Application of Qasidah Rebana to Improve Students' Basic Rhythm Ability in Extracurricular Activities at SMA Negeri 15 Bone Anjelita, Anjelita; Ihsan, Andi; Manggau, Arifin
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2, No 3 (2023): Juli-September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i3.43013

Abstract

This research is entitled Application of "Qasidah Tambourine" to improve students' basic rhythm skills in extracurricular activities at SMA Negeri 15 Bone. Aims to know the basic ability of musical rhythm through Qasidah. This research focuses on improving students' basic rhythm skills, introduction to the tambourine musical instrument, introduction to musical elements, individual practice, and group practice. The Qasidah in SMA Negeri 15 Bone has 2 main problems, namely, How is the application of the qasidah tambourine to improve students' basic rhythm abilities in extracurricular activities at SMA Negeri 15 Bone, the second problem is, how is the result of applying the qasidah tambourine to improve students' basic rhythm skills in extracurricular activities at SMA Negeri 15 Bone. The research method used in qualitative research is descriptive. The qualitative data technique used was Observation, Interview, and Documentation which involved a trainer as well as a researcher, namely myself. The data analysis technique used is a qualitative analysis technique with a descriptive method through stages, interviews, documentation, data presentation, and conclusion. From the results of the study, it was known: (1) improving students' basic rhythm skills, (2) introducing elements of music, (3) individual training, (4) and group training.
SUSUNAN RAGAM GERAK TARI SALONRENG MAK COPPONG DI DESA KAMPILI KABUPATEN GOWA ApriliaNur Hasifa; Sumiani Sumiani; Rahma M
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i3.51013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang susunan ragam gerak tari Salonreng Mak Coppong di Desa Kampili Kabupaten Gowa. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian antara lain: 1) Studi pustaka, 2) Wawancara, 3) Observasi, dan 4) Dokumentasi. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa tari Salonreng Mak Coppong ketika dianalisis ke dalam teori Adrianne Kaeppler (1967) terbagi menjadi 35 dasar bangunan atau simbol notasi Laban yang digunakan (kinemic). Simbol-simbol dasar tersebut ketika digabungkan membentuk 20 morphokinemic atau unit-unit terkecil. Kombinasi dari unit-unit terkecil kemudian membentuk enam ragam yakni a) ragam mappakarammula gau' dengan 27 x 8 hitungan; b) ragam pasungke’ cinde dengan 7 x 8 hitungan; c) ragam akkaleo dallekang dengan 4 x 8 hitungan; d) ragam ammellu’ dengan 1 x 8 hitungan; e) ragam leko’ bo’dong dengan 78 x 8 hitungan; f) ragam appammate dengan 16 x 8 hitungan. Sehingga membentuk tatanan keseluruhan tari Salonreng Mak Coppong dengan 139 x 8 hitungan dengan gerak pembuka dan gerak transisi dalam beberapa perpindahan antar ragam.
TARI PUJU GALANGANJUR VERSI SIRAJUDDIN BANTANG : SUATU STUDI KASUS PEMBELAJARAN TARI KREASI DI SMKN 2 GOWA fatima tuz zahra
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i3.50783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan mengenai Tari Puju Galaganjur versi Sirajuddin Bantang: suatu studi kasus pembelajaran tari kreasi di SMK Negeri 2 Gowa, dengan mengkaji aspek pembelajaran pada latar belar belakang dan pembelajaran   dan menggunakan  pendekatan teori Jazuli dalam memahami pembelajaran tari puju galaganjur, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan latar belakang tari puju galaganjur serta mengetahui pembelajaran pada tari puju galaganjur bisa dipahami secara meyeluruh, tehnik pengumpulan data menggunakan pendekatan observasi, wawancara dan dokumentasi, temuan dalam penelitian ini adalah (1) tari puju galaganjur merupakan tarian pergaulan yang di menjadi salah satu metode pembelajaran di sekolah .(2) pembelajaran pada tari galaganjur masih memakai KTSP pada modul serta silabus dan tidak memiliki RPP pada pembelajaran dalam kelas.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN APRESIASI LAGU PADUAN SUARA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SENI DI SMA NEGERI 14 JENEPONTO Kartini, Kartini; Sukasman, Sukasman; Saenal, Selfiana
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 1 (2024): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i1.63281

Abstract

Keberhasilan dalam proses pembelajaran merupakan hal utama yang diimpikan dan didambakan dalam pelaksanaan pendidikan di Sekolah, tak terkecuali dalam kegiatan ekstrakurikuler. Untuk dapat memaksimalkan capaian pembelajaran Seni budaya di SMA Negeri 14 Jeneponto, guru sebaiknya menggunakan media pembelajaran audio visual yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mengapresiasi lagu paduan suara pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 14 Jeneponto. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Penerapan Media Audio Visual pada proses pelajaran pada kegiatan ekstrakurikuler seni di SMA Negeri 14 Jeneponto digunakan untuk mempermudah berjalannya proses pembelajaran dengan tahapan sebagai berikut: Tahap Perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap refleksi. (2) Penerapan Media Audio Visual terhadap proses pembelajaran pada kegiatan ekstrakurikuler seni di SMA Negeri 14 Jeneponto dapat meningkatkan kemampuan siswa siswi dalam dalam memahami materi dan meningkatkan apresiasi terkait paduan suara. (3) Pemanfaatan Media Audio Visual berpengaruh terhadap ketuntasan hasil belajar siswa berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75. Berdasarkan hasil tes tertulis yang telah dilakukan dalam pembelajaran meningkatkan apresiasi lagu paduan suara ini, maka hasil tes tertulis yang dicapai, ataupun yang diperoleh 5 siswa mendapat nilai 77-84, 5 siswa memperoleh nilai 91-100 dari skor maksimal 100. Dari hasil tersebut, pembelajaran menggunakan media audio visual membuktikan bahwa mempu meningkatkan apresiasi siswa terhadap lagu paduan suara, dan berhasil dalam mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Saran yang dapat disampaikan adalah sebaiknya guru menggunakan media audio visual dalam proses belajar mengajar, karena telah dibuktikan bahwa media audio Visual dapat memberikan dampak yang positif pada proses dan hasil belajar siswa.
NILAI KEARIFAN LOKAL PERTUNJUKAN PA’KATIA PADA PESTA KEMATIAN BAPAK HERMAN TANING MAIRI’ DI KECAMATAN SA’DAN KABUPATEN TORAJA UTARA Neptiana Mairi, Joice; Padalia, Andi
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 2, No 4 (2023): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i4.56327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) Nilai kearifan lokal prosesi penyajian pertunjukan Pa’katia pada pesta kematian Bapak Herman Taning Mairi’ di Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara; (2) Nilai kearifan lokal bentuk penyajian pertunjukan Pa’katia pada pesta kematian Bapak Herman Taning Mairi’ di Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu penggambaran objek penelitian secara langsung. Teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pa’katia adalah tarian dan nyanyian kedukaan yang diadakan di upacara kematian suku Toraja, Sulawesi Selatan sebagai persembahan hiburan dari keluarga kepada tamu yang datang di upacara pemakaman. Dalam Pa’Katia terdapat nilai yang bersumber dari ide dan gagasan serta landasan masyarakat yang diyakini sebagai suatu bentuk tata aturan dan perilaku baik menjadi suatu kearifan lokal masyarakat Toraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Pa’katia pada pesta pemakaman di Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara, memiliki nilai kearifan lokal yang terkandung didalamnya berdasarkan identifikasi dan pengamatan terhadap prosesinya yaitu, Ma’Papangngan dan Ma’Kelong-kelong. (2) Pa’katia pada pesta pemakaman di Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara, memiliki nilai kearifan lokal yang terkandung didalamnya berdasarkan identifikasi dan pengamatan terhadap bentuk penyajiannya yaitu bentuk pertunjukan, penari Pa’katia, ragam gerak, pola lantai, kostum dan musik iringan.
KANDUNGAN NILAI MORAL PERTUNJUKAN TARI LINDA DALAM RITUAL PINGITAN DI KABUPATEN MUNA Puspitaloka, Wedya; Syahrir, Nurlina
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i2.62981

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, bertujuan untuk memperoleh data dan informasi akurat tentang kandungan nilai moral pada tari Linda dalam ritual pingitan di Kabupaten Muna. Pengumpulan data digunakan dengan metode studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan nilai moral pada tari Linda dalam ritual pingitan di Kabupaten Muna yaitu pada tari Linda nilai perilaku/tingkah laku tersimbolkan pada ragam gerak tari Linda itu sendiri. Misalnya pada ragam gerak setangkekulubea dimana penari melakukan gerak dengan mendahuluhkan kaki kanan yang diikuti dengan kaki kiri, dimana artinya hendaklah khususnya gadis Muna mendahuluhkan hal yang positif terlebih dahulu. Pada nilai sopan santun juga tergambarkan pada ragam gerak tari Linda itu sendiri, dimana terdapat ragam gerak dimana penari duduk bersimpuh dan pandangan serta kepada ditundukkan kebawah. Hal ini mengartikan bahwa ketika gadis Muna sedang berbicara kepada yang lebih tua maka ia harus menundukan kepala serta arah pandangnya. Sedangkan pada nilai aturan/pedoman hidup tentang adat istiadat akan masyarakat di Kabupaten Muna tersimbolkan pada saat peserta pingitan yang mana setelah dipingit ia dapat menarikan tari Linda. Karena ketika gadis Muna dapat menarikan tari Linda maka ia dianggap suci dan bersih begitupun sebaliknya ketika gadis Muna yang telah dipingit namun tidak dapat menarikan tari Linda maka ia dianggap tidak suci

Page 4 of 10 | Total Record : 97