cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
PEMANFAATAN SELULOSA DARI KULIT UMBUT ROTAN (Calamus sp) SEBAGAI ADSORBEN METILEN BIRU Nyahu Rumbang; Whendy Trissan; Karelius Karelius; Retno Agnestisia
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.173 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.8266

Abstract

Kulit umbut rotan merupakan bahan berlignoselulosa. Kandungan selulosa yang cukup tinggi pada kulit umbut rotan, menjadikan selulosa kulit umbut rotan (Calamus sp) dapat dipertimbangkan sebagai sumber adsorben metilen biru. Persiapan Sampel Kulit Umbut Rotan (Calamus sp) dimulai dari pemotongan, pengeringan, penghalusan, dan pengayakan 60 mesh hingga diperoleh sampel kulit umbut rotan yang selanjutnya akan dilakukan isolasi selulosa. Dilanjutkan tahapan untuk memisahkan selulosa kulit umbut rotan (Calamus sp) dari komonen-komponen kimia yang lain dapat menggunakan pelarut NaOH 20% panas. Tahap terakhir adalah Uji adsorpsi terhadap metilen biru dilakukan dengan kajian pengaruh pH, kinetika adsorpsi dan kesetimbangan adsorpsi terhadap serbuk kulit umbut rotan dan selulosa kulit umbut rotan. Isolasi selulosa dari kulit umbut rotan dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut basa (NaOH) panas yang dapat menyerang dan merusak struktur lignin pada bagian kristalin dan amorf serta memisahkan sebagian hemiselulosa. Proses adsorpsi serbuk selulosa kulit umbut rotan terhadap metilen biru mencapai optimum pada pH 8, dengan waktu optimum 40 menit. Kajian kinetika dan kesetimbangan adsorpsi menunjukkan bahwa adsorpsi metilen biru oleh selulosa kulit umbut rotan mengikuti kinetika orde dua semu dengan pola isoterm Langmuir.
DISTRIBUSI VERTIKAL KARBON ORGANIK TOTAL (KOT) DAN HUBUNGANNYA DENGAN KAPASITAS TUKAR KATION (KTK) PADA TANAH HUTAN RAWA SEKUNDER DI SEMPADAN SUNGAI KUMB, MERAUKE, PAPUA Yohanes B.J Rusmanta; Barlah Rumhayati; Chasan Bisri
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.839 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v7i2.2123

Abstract

Tanah memiliki sifat-sifat fisik dan kimiawi yang dipengaruhi oleh bahan-bahan penyusunnya dan faktor lingkungan. Beberapa sifat fisik dan kimiawi tanah saling berhubungan. Dengan mengetahui salah satu sifat kimia tanah, misalnya kandungan Karbon Organik Total (KOT), maka dapat diprediksi sifat kimiawi lainnya misalnya Kapasitas Tukar Kation (KTK). Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pola distribusi KOT dan KTK secara vertikal dari 0 hingga 50 cm. Sampel tanah di ambil sebanyak 7 sampel di mana 4 sampel pertama diambil dari lapisan 0 – 20 cm dengan ketebalan masing – masing 5 cm dan 3 sampel kedua dari lapisan 20 – 50 cm dengan ketebalan masing – masing 10 cm. Sampel tanah diambil dari hutan rawa sekunder di sempadan Sungai Kumb, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Baik KOT maupun KTK mengalami penurunan secara linier sejalan dengan bertambahnya kedalaman lapisan tanah. Terdapat hubungan yang linier antara KOT dengan KTK memenuhi persamaan KTK = 32,37 + (2,565 KOT) dengan koefisien determinasi R2 = 0,840 Kata Kunci: tanah, kapasitas tukar kation, karbon organik total 
PENGARUH SUBFRAKSINASI DAN pH TERHADAP SENSITISASI ASAM HUMAT PADA FOTOREDUKSI Cr(VI) MENJADI Cr(III) OLEH SEMIKONDUKTOR ZnO Uripto Trisno Santoso; Herdiansyah Herdiansyah; Sri Juari Santosa; Dwi Siswanta
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.996 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.2003

Abstract

Pengaruh subfraksinasi dan pH terhadap sensitisasi asam humat (AH) pada fotoreduksi Cr(VI) menjadi Cr(III) oleh semikonduktor ZnO telah diteliti. AH diekstraksi dari tanah gambut yang berasal dari Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Subfraksinasi AH menjadi subfraksi asam humat (SAH) dilakukan dengan menggunakan metode sentrifugasi. Fotoreduksi dilakukan dengan menggunakan dua buah lampu UV 30 watt model TUV (produksi Philips) yang diletakkan di dalam kotak penyinaran pada jarak sekitar 20 cm di atas sampel. Pada setiap percobaan, sebanyak 500 mL sampel diradiasi dengan cahaya UV. Semikonduktor ZnO (produksi Merck) disuspensikan ke dalam air dengan konsentrasi 2 g/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAH yang berbobot molekul lebih rendah menunjukkan efektivitas yang lebih baik sebagai sensitizer daripada SAH yang berbobot molekul lebih besar. Keasaman medium dapat mempengaruhi sensitisasi SAH pada fotoreduksi Cr(VI) oleh ZnO. Kemampuan SAH untuk mensensitisasi fotoreduksi Cr(VI) oleh semikonduktor ZnO pada pH 5 lebih baik daripada kemampuan sensitisasinya pada pH 1. Kata kunci: asam humat, subfraksi, sensitisasi, fotoreduksi. 
ADSORPSI Pb(II) PADA SILIKA GEL ABU SEKAM PADI Dwi Rasy Mujiyanti; Radna Nurmasari; Nurhikmah Nurhikmah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.254 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v10i1.3159

Abstract

PENGARUH INOKULASI JAMUR Phanerochaete chrysosporium Burds TERHADAP KANDUNGAN KIMIA KAYU RANDU (Ceiba pentandra Gaertn) Wiwin Tyas Istikowati; Sri Nugroho Marsoem
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.833 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i2.2037

Abstract

Jamur pelapuk putih adalah organisme pendegradasi kayu yang dapat mendekomposisi polimer-polimer kayu yaitu lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Jamur pelapuk putih lebih menyukai lignin pada kayu daripada selulosa yang diharapkan tetap ada pada aplikasi proses biopulping. Dalam penelitian ini dilakukan inokulasi jamur Phanerochaete chrysosporium Burds pada serpih kayu randu sebagai bahan baku pembuatan pulp dan kertas. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat degradasi komponen kimia kayu randu oleh jamur Phanerochaete chrysosporium Burds. Jamur Phanerochaete chrysosporium Burds dibiakkan pada medium agar (PDA) selama 10 hari, kemudian diinokulasikan pada serpih kayu randu selama 20 ,30, dan 40 hari. Selanjutnya serpih diamati sifat kimianya. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jamur terhadap serpih kayu randu selama 20, 30 dan 40 hari menurunkan kadar ekstraktif, kadar lignin, kadar holoselulosa, kadar alfa selulosa, kadar pentosan dan menaikkan kelarutan dalam NaOH 1% dari kontrol. Penurunan kadar lignin tertinggi pada masa inkubasi 40 hari sebesar 12,34%. Kata kunci : Biopulping, Phanerochaete chrysosporium, Ceiba pentandra, pulp dan kertas. 
Pengaruh Aerasi Terhadap Degradasi Congo Red Secara Fotokimia dengan TiO2 dan H2O2 Fitri Anisya Muslimah; Kamilia Mustikasari; Rahmat Yunus
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.676 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.5901

Abstract

Congo red sebagai salah satu bahan kimia organik sintetik yang banyak digunakan untuk industri tekstil dapat mencemari lingkungan dan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendegradasi zat warna dengan metode fotokimia menggunakan katalis TiO2 dan H2O2 serta pengaruh aerasi pada proses fotokimia. Larutan congo red 10 mg/L sebanyak 100 mL ditambah dengan TiO2 sebanyak 60, 80, 100, 120, 140 mg dan H2O2 sebanyak 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5 mL disinari dengan lampu UV dengan variasi waktu 20, 40, 60, 80, 100 dan 180 menit. Konsentrasi congo red dalam larutan dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis. Degradasi congo red tertinggi (65,43%) dicapai pada TiO2 120 mg dan H2O2 0,4 mL dengan penyinaran selama 100 menit. Aerasi meningkatkan degradasi congo red secara fotokimia menjadi 80,03%.
KAJIAN PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT Acacia mangium Willd. SEBAGAI ANTIFUNGI DAN PENGUJIANNYA TERHADAP Fusarium sp. Dan Ganoderma sp. Yuniarti Yuniarti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.634 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i2.2070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi dari ekstrak kulit mangium terhadap Fusarium sp. dan Ganoderma sp. secara in vitro. Kulit mangium dimaserasi berturut-turut dengan n-heksana dan metanol. Pada tahap awal, aktivitas antifungi diindikasikan melalui penghambatan perkecambahan dan panjang buluh kecambah spora Fusarium sp. pada konsentrasi 500 μg/ml sebanyak 50 μl. Uji aktivitas antifungi terhadap Ganoderma sp. dilakukan menggunakan metode cylinder plate yang telah dimodifikasi. Ekstrak metanol dari kulit mangium menunjukkan aktivitas antifungi tertinggi, yang diindikasikan oleh penghambatan perkecambahan (60,3%) dan panjang buluh kecambah (8.8 μm) spora Fusarium sp dibandingkan dengan kontrol (air steril (0; 17,5 μm), DMSO 5% (23,7%, 15,3 μm)) dan ekstrak n-heksana kulit mangium (40,3%; 11,8 μm). Zona penghambatan teramati secara makroskopis pada bagian terluar koloni Ganoderma sp. terhadap ekstrak antifungi pada konsentrasi 15 mg mL -1. Secara mikroskopis, pada daerah kontak dengan ekstrak antifungi, hifa berbentuk keriting, tumbuh melingkar dan mengalami percabangan dini pada konsentrasi 10 mg mL -1. Pada konsentrasi ekstrak antifungi 15 mg mL-1, hifa mengalami lisis. Kata kunci: antifungi, Acacia mangium Willd, Fusarium sp., Ganoderma sp. 
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT ZEOLIT MAGNETIT DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN Ni(II) Anis Kholifatur Rosyidah; Suyanta Suyanta
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.187 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9609

Abstract

Sintesis, karakterisasi dan uji adsorpsi komposit zeolit magnetit telah dilakukan. Komposit zeolit magnetit disintesis menggunakan metode kopresipitasi campuran Fe2+ dan Fe3+ pada pH 11 dengan mempelajari pengaruh durasi pengadukan reaktan terhadap kristalinitas produk. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan metode spektrofotometri Inframerah (FTIR) dan difraksi sinar-X (XRD). Aplikasi zeolit-magnetit sebagai adsorben Ni(II) dipelajari dengan mengkaji pengaruh variasi waktu adsorpsi dan kinetika adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit zeolit magnetit dengan kristalinitas yang baik dan memiliki sifat kemagnetan berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Komposit zeolit magnetit dengan kristalinitas paling baik terbentuk pada saat durasi pengadukan reaktan selama 1 menit. Adsorpsi Ni(II) oleh Komposit zeolit magnetit secara optimal terjadi pada waktu adsorpsi 100 menit dan mengikuti kinetika orde dua semu Ho dengan nilai konstanta laju adsorpsi (k) 1,45 x 10-3 g/mg menit. Uji pemisahan fasa padat pada komposit zeolit magnetit sebagai adsorben memerlukan waktu lebih cepat menggunakan medan magnet eksternal. 
ANALISIS HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIVITAS ANTITOKSOPLASMA SENYAWA ANALOG KUINOLON MENGGUNAKAN DESKRIPTOR TEORITIK Iqmal Tahir; Nur Fitri Fatimah; Ria Armunanto
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.708 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i2.2114

Abstract

Analisis Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas (HKSA) antitoksoplasma dari 24 senyawa analog kuinolon telah dilakukan berdasarkan analisis regresi multilinear. Jenis deskriptor yang digunakan adalah parameter teoritik hasil perhitungan meliputi deskriptor-deskriptor lipofilisitas (log P), sterik (indeks Harary dan indeks Randic), dan elektronik (muatan bersih atom dan selisih energi HOMO-LUMO). Terhadap setiap senyawa ditentukan nilai log P dan indeks sterik, kemudian perhitungan struktur elektronik dilakukan dengan metoda semiempirik AM1 melalui tahapan optimasi geometri. Data aktivitas antitoksoplama (IC50) didapatkan dari literatur dan dinyatakan sebagai nilai log 1/IC50. Analisis MLR dilakukan terhadap data awal yang dipisahkan secara acak menjadi data fitting dan data uji. Persamaan QSAR akhir diperoleh dengan analisis terhadap data total. Hasil penelitian ditunjukkan dengan model persamaan QSAR terpilih yang dipresentasikan dalam persamaan: log1/IC50 83,2870,522.E-225,7.qC4 7,963.qC5 4,285.qX8 32,329.qC9 -956.q1  172007.q2  5. dengan n = 24; r = 0,942; r2 = 0,887; SE = 0,254; Fhit/Ftab = 5,586 Kata Kunci: quinolon, QSAR, antitoksoplasma 
SINTESIS SENYAWA METIL 9,10-EPOKSI STEARAT DARI MINYAK JARAK PAGAR (Jatrophacurcas ) ASAL PULAU TIMOR Febri Odel Nitbani; David Tambaru; Imanuel Gauru; Ardila Kusumawati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.199 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v9i1.2146

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mensintesis senyawa metil 9,10-epoksi stearat dari minyak jarak pagar (Jatropha curcas) asal Pulau Timor. Minyak jarak pagar dapat diekstrak dari biji jatropha menggunakan pelarut petroleum eter dengan rendemen 80,21% (b/b). Hasil transesterifikasi minyak jarak pagar dengan katalis basa Na- metoksida adalah metil linoleat (39,94%) dan metil oleat (33,52%). Epoksida hasil transesterifikasi minyak jarak pagar menggunakan pengoksidasi asam m-kloroperoksibenzoat menghasilkan campuran bentuk cis dan trans dari senyawa metil 9,10-epoksi stearat dengan masing-masing kemurnian 11,57% dan 21,13%. Kata Kunci: minyak jarak pagar, metiloleat, epoksidasi 

Page 5 of 25 | Total Record : 244