cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL DALAM OBAT HERBAL MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI DERIVATIF ULTRAVIOLET Mohamad Rafi; Zulhan Arief
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.525 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i1.2128

Abstract

Spektrofotometri derivatif ultraviolet (SDUV) telah digunakan dalam menentukan kadar flavonoid obat herbal tanpa adanya proses pemisahan dan pemakaian pereaksi kromogenik. Metode SDUV yang digunakan didasarkan pada pengukuran jarak puncak dari garis nol (Dz) pada panjang gelombang 276 nm pada spektrum derivat ketiga larutan contoh. Hasil evaluasi kinerja analitik dari metode SDUV yang dikembangkan diperoleh linearitas untuk kurva kalibrasi ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.9984 pada kisaran konsentrasi flavonoid total yang diekspresikan sebagai ekivalen kuersetin 5-20 g/mL. Presisi dari metode SDUV menunjukkan hasil yang cukup baik yang ditunjukkan dengan nilai persen simpangan baku relatif sebesar 4,48 dan akurasi yang dievaluasi dengan membandingkan kadar yang diperoleh dari metode SDUV dan pembanding (AlCl3) menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata. Estimasi limit deteksi dan kuantifikasi dari metode SDUV diperoleh sebesar 0,67 g/mL dan 2,24 g/mL. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode SDUV dapat digunakan untuk penentuan kadar flavonoid total obat herbal Biouric untuk tujuan kendali mutunya. Kata Kunci: flavonoid total, obat herbal, spektrofotometri derivatif ultraviolet 
PENGARUH pH DAN KONSENTRASI CaCl2 TERHADAP KEMAMPUAN TANAH MINERAL MASAM DALAM MENJERAP FOSFAT (THE EFFECT OF pH AND CaCl2 CONCENTRATIONS ON THE ABILITY OF ACID MINERAL SOIL TO ABSORB PHOSPHATE) Uripto Trisno Santoso; Dewi Umaningrum; Abdullah Abdullah; Ade Mutia Rahmah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.007 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i2.2008

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh pH dan konsentrasi CaCl2 terhadap kemampuan tanah mineral masam dalam menjerap fosfat. Kemampuan tanah mineral masam dalam menjerap fosfat diukur berdasarkan besarnya kapasitas absorpsi tanah menggunakan persamaan isoterm Langmuir. Pengaruh pH terhadap kemampuan tanah dalam menjerap fosfat dipelajari dengan cara mengukur kapasitas absorpsinya pada pH 3, 4, 5, 6 dan 7. Pengaruh konsentrasi CaCl2 terhadap kemampuan tanah dalam menjerap fosfat dipelajari dengan cara mengukur kapasitas absorpsinya pada variasi konsentrasi CaCl2 (M): 0,05; 0,1 dan 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH dan konsentrasi CaCl2 dapat mempengaruhi kemampuan tanah mineral masam dalam menjerap fosfat. Kemampuan tanah mineral masam dalam menjerap fosfat cenderung semakin besar pada pH yang semakin rendah dan pada konsentrasi CaCl2 yang semakin besar. Kata kunci : tanah mineral masam, kapasitas absorpsi, fosfat, pH, konsentrasi CaCl2 
ANALISIS HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR-TITIK DIDIH NORMAL SENYAWA HALOETANA Uripto Trisno Santoso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.502 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v10i2.3165

Abstract

MODIFIKASI KAOLIN DENGAN SURFAKTAN BENZALKONIUM KLORIDA DAN KARAKTERISASINYA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER INFRA MERAH Nelly Wahyuni
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.673 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i1.2042

Abstract

Modifikasi kaolin Capkala dengan surfaktan benzalkonium klorida telah dilakukan dengan mereaksikan kaolin dalam surfaktan selama 8 jam dengan pengadukan pada kecepatan 150 rpm. Modifikasi dilakukan dalam berbagai variasi konsentrasi surfaktan dan suhu aktivasi. Kaolin termodifikasi dikarakterisasi menggunakan Spektrometer Infra Merah. Kaolin termodifikasi menunjukkan adanya serapan C-H simetri dari gugus CH2 yang merupakan indikasi adanya surfaktan pada kaolin. Berdasarkan uji adsorpsi terhadap ion klorida, maka diperoleh kaolin termodifikasi terbaik pada konsentrasi 2,5 x 10-2 M dengan temperatur aktivasi 250 oC dengan persentase ion klorida teradsorpsi sebesar 23,33%. Kata kunci : kaolin, surfaktan, benzalkonium klorida, spektrofotometer infra merah 
ANALISIS HKSA SENYAWA TURUNAN 4-FENOKSIPIRIMIDIN-5KARBOKSIAMIDA SEBAGAI ANTIDIABETIK MENGGUNAKAN METODE AM1 Anjar Purba Asmara
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.991 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v13i2.6432

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memodelkan senyawa turunan 4-fenoksipirimidin-5-karboksamida dan menentukan persamaan HKSA yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode semiempirik AM1 karena tingkat ketelitiannya cukup tinggi dan waktu perhitungannya relatif cepat. Metode statistika yang digunakan untuk pemilihan deskriptor yang berhubungan dengan aktivitas biologis senyawanya adalah analisis multilinear regression (MLR) karena jumlah deskriptornya relatif banyak. Pemodelan dalam penelitian ini menghasilkan satu model persamaan dengan rincian sebagai berikut:-log EC50 = -47.95 + (71.322*qCl7) + (15.357*qC10) + (-169.512*qC11) + (1.955*qC23) + (0.493*EH) + (-0.612*log P) + (-0.017*α) + (146.598*grad) + (0.018* ΔHf)n = 14; r = 1.000; r2 = 1.000; adjusted r2 = 1.000; PRESS = 8.706
Pengolahan Limbah Cair Sasirangan Menggunakan Filter Arang Aktif Cangkang Kelapa Sawit Berlapiskan Kitosan Setelah Koagulasi dengan FeSO4 Utami Irawati; Umi Baroroh Lili Utami; Hanifa Muslima
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.098 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i1.2087

Abstract

Filtration of sasirangan wastewater using oil palm shell active charcoal coated with chitosan after coagulation with FeSO4 had been done. One of the aims of this research is to compare the value of pH, COD, Turbidity, TSS, total chromium and total lead in sasirangan wastewater after the treatment standards for waste quality set by Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 036 Tahun 2008, and to determine adsorption ability of filter based on the volume of Pb(II) solution being flown to 50 grams of adsorben. The wastewater of sasirangan was processed by using FeSO4 as coagulant under the optimum conditions at pH 8-10 and concentration 750 mg/l followed by filtration. Parameters of effluent being measured were pH, COD, Turbidity, TSS, total chromium and total lead. Determination of adsorption capacity of the filter  was done by flowing 35 liters of Pb(II) solution into the filter. The results showed that FeSO4 as coagulant has reduced pH value from 8,73-7,95 while the percentage of decrease for COD, TSS, turbidity and total lead were 93,33%, 56,95%, 65,10% and 10% respectively. After sasirangan wastewater was filtered, TSS, turbidity and total lead decreased as much as 77,25%, 87,63% and 77,78%. As much as 50 grams oil palm shell active charcoal coated with chitosan reach its saturation after being passed by 30 liters of Pb(II) solution.  Keywords: Sasirangan wastewater, coagulant FeSO4, active charcoal, chitosan 
INVESTIGASI SIFAT MAGNET DAN LUAS PERMUKAAN BENTONIT TERMAGNETISASI SEBAGAI ADSORBEN CEPAT PISAH Dyah Ayu Pramoda Wardani; Akhmad Damsyik; Karelius Karelius; Suyanta Suyanta; Dwi Siswanta
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.361 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.9726

Abstract

Bentonit merupakan material alam yang memiliki kecenderungan yang tinggi membentuk koloid, ukuran partikelnya yang dapat membesar sampai beberapa kali lipat jika terkontak dengan air dan membentuk suspensi, akan menimbulkan kesulitan dalam proses pemisahannya dari fasa cair setelah proses adsorpsi. Salah satu upaya untuk mengatasi kelemahan tersebut ialah dengan melakukan modifikasi bentonit menggunakan magnetit (Fe3O4), yang akan mengakibatkan adanya sifat kemagnetan pada material tersebut. Sifat kemagnetan ini diharapkan memudahkan pemisahan partikel–partikel bentonit termodifikasi setelah proses adsorpsi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat menggunakan medan magnet eksternal. Dalam studi ini dikaji sifat kemagnetan bentonit termagnetisasi menggunakan instrumen VSM (Vibrating Sample Magnetometer) dan dikaji luas permukaan bentonit teraktivasi dan bentonit termagnetisasi menggunakan SSA (Surface Sorption Analyzer) berdasarkan persamaan BET.Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis VSM memberikan nilai Ms pada Fe3O4 murni lebih besar (64 emu/g) dibandingkan bentonit termagnetisasi (11 emu/g). Berdasarkan data analisis SSA diperoleh bahwa sampel bentonit termagnetisasi memiliki luas permukaan spesifik yang lebih kecil bila dibandingkan dengan bentonit teraktivasi, yaitu masing-masing sebesar 222 dan 138 m2/g.
KANDUNGAN KADMIUM DAN SENG PADA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) DI PERAIRAN TRISAKTI BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN Noer Komari; Utami Irawati; Etty Novita
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.365 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v7i1.2119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan kadmium dan seng pada ikan baung (Hemibagrus nemurus) yang hidup di sekitar pelabuhan Trisaksi Banjarmasin Kalimantan Selatan. Sampel diambil dua kali pada bulan April dan Mei 2012 di tiga lokasi, yaitu Trisakti, Basirih dan Banjar Raya dengan tiga kali ulangan. Kadar timbal dan seng pada sampel ditentukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil analisis menunjukkan kadar kadmium dan seng bervariasi di tiap lokasi. Rata- rata kandungan kadmium pada ikan baung di bulan April berkisar 0,091-0,115 ppm dan bulan Mei berkisar 0,133-0,171 ppm. Kandungan kadmium pada ikan baung pada setiap lokasi masih di bawah baku mutu Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, 1989 sebesar 1,0 ppm. Rata-rata kandungan seng pada ikan baung di bulan April berkisar 0,796-1,371 ppm dan bulan Mei berkisar 0,640-1,428 ppm. Kandungan seng pada ikan baung di setiap lokasi masih di bawah baku mutu Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, 1989 sebesar 100 ppm. Ikan baung di sungai Barito sekitar pelabuhan Trisakti masih aman untuk di konsumsi. Kata kunci : kadmium, seng, Ikan baung (Hemibagrus nemurus) 
Evaluasi Fitokimia, Aktivitas Antioksidan dari Tanaman Solanum Ferox L dan Plectranthus Amboinicus L Hazimah Hazimah; Zefri Azharman; Nurlinda Ayu Triwuri; Yuharmen Yuharmen; Christine Jose
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.217 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.4988

Abstract

Tanaman terong asam (Solanum ferox L) salah satu jenis sayuran yang sering dijadikan perisa dalam masakan dan termasuk kedalam famili Solanaceae yang digunakan untuk obat sifilis, nyeri tubuh, tidak selera makan, demam, gatal, luka, memar dan antipiretik. Hal ini, adanya kandungan berbagai senyawa bioaktif yang bersifat anti bakteri, antirematik, antiasma, antivirus, anti kanker dan bersifat toksik. Plectranthus amboinicus (Lamiaceae) atau bangun-bangun adalah tanaman obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat Sumatra Utara untuk pemulihan Ibu-ibu pasca melahirkan. Salah satu senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh tanaman bangun-bangun dan terong asam  yakni bersifat antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas sehingga atom dengan elektron tidak berpasangan mendapat pasangan electron. Tujuan dari penelitian ini yakni uji fitokimia dan antioksidan pada tanaman Solanum feroxdan Plectranthus amboinicus. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) sebagai radikal bebas dan vitamin C sebagai standar. Hasil uji fitokimia pada daun Solanum ferox terdapat senyawa terpenoid/steroid dan fenolik, pada buah mentah terdapat senyawa alkaloid dan pada buah matang terdapat senyawa flavonoid, dan pada tanaman  Plectranthus amboinicus dengan perlakuan EM5 terdapat senyawa flavonoid, fenolik, terpenoid/steroid dan saponin. Hasil uji antioksidan tertinggi  tanaman Solanum ferox pada ekstrak metanol buah muda sebesar 213,47  µg/mL, dan vitamin C sebesar 7,28 µg/mL, hasil uji antioksidan pada Plectranthus amboinicus menunjukkan bahwa ekstrak metanol sebesar 90,96 mg/mL dan Vitamin C sebesar 58,79 mg/mL.
PENGARUH pH PADA SINTESIS OKSIDA PEROVSKIT ZnTiO3 DENGAN METODE KOPRESIPITASI David Hamonangan Simanungkalit; Edi Mikrianto; Dahlena Ariyani
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.217 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v9i2.2151

Abstract

Oksida perovskit ZnTiO3 telah berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi dengan variasi pada pH 5, pH 7, pH 9 dan pH 11 menggunakan larutan NaOH sebagai bahan pengendap. Sintesis oksida perovskit ZnTiO3. Hasil sintesis kemudian dikarakterisasi dengan menggunakan X-ray diffractrometer (XRD) dan scanning electron microscopy (SEM). Berdasarkan pola difraksi sinar-X. Oksida hasil sintesis pada pH 5, pH 7 dan pH 11 telah terbentuk fasa oksida perovskit ZnTiO3, sedangkan pada pH 9 terbentuk senyawa Zn2TiO4. Kristalinitas yang tertinggi terdapat pada Oksida perovskit ZnTiO3pH 11 dengan sistem kristal heksagonal dengan α, β = 90 °; γ = 120 °, grup ruang Fd3m dan parameter sel a = 4,4653; b = 4,4653; c = 5,5362.Ukuran kristal (crystallite size) dapat dihitung dengan persamaan Debye Scherrer dengan nilai panjang gelombang, intensitas, 2θ, dan FWHM yang dihasilkan dari uji XRD. Ukuran kristal oksida perovskit ZnTiO3pH 11 sebesar 53,47 nm. Hasil Karakterisasi SEM dengan perbesaran 10.000 kali pada ZnTiO3 pH 11 kristal berbentuk polikristalin. Kata kunci: Perovskit, Kopresipitasi, XRD, SEM 

Page 7 of 25 | Total Record : 244