cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
AN INSECTICIDAL COMPOUND FROM Barringtonia asiatica Rani Maharani; Safri Ishmayana; Yusuf Hidayat; Danar Dono
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.296 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v3i1.2028

Abstract

Satu buah glikosida oleanan berhasil diisolasi dari biji Barringtonia asiatica. Struktur senyawa ini ditentukan oleh 1H- dan 13C-NMR satu dan dua dimensi serta oleh perbandingan langsung dengan standar. Senyawa ini menunjukkan aktivitas insektisida yang paling tinggi terhadap Crocidolomia pavonana. Dari penelitian ini diketahui bahwa biji B. asiatica mengandung senyawa insektisida yang paling aktif dengan nilai LC50 sebesar 290 ppm yang potensial untuk aplikasi insektisida.Kata Kunci: Barringtonia asiatica, glikosida oleanan, aktivitas insektisida, Crocidolomia pavonana 
KAJIAN SORPSI ZAT WARNA SAFRANIN O PADA SORBEN BEADS KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT Radna Nurmasari; Dewi Umaningrum; Eka Yuliyanti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.729 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i1.4653

Abstract

Penelitian tentang sorpsi zat warna safranin O pada beads kitosan-TPP telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum sorpsi safranin O (konsentrasi TPP pada beads kitosan-TPP, pH, dan waktu kesetimbangan) dan kapasitas sorpsi. Kondisi optimum sorpsi serta kapasitas sorpsi safranin O pada beads kitosan-TPP didapatkan melalui pengolahan data dari pengukuran nilai serapan larutan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi TPP optimum beads kitosan-TPP terhadap sorpsi safranin O adalah 7,5%, pH optimum sorpsi safranin O pada beads kitosan-TPP adalah pH 11, waktu kesetimbangan sorpsi safranin O adalah pada 90 menit, dan kapasitas sorpsi beads kitosan-TPP terhadap safranin O adalah 32,25 mg/g. Kata Kunci : beads kitosan-TPP, sorpsi, alizarin red S, safranin O
EKSTRAKSI GLUKOMANAN DARI TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) DENGAN ETANOL Nurlela Nurlela; Dewi Andriani; Ridha Arizal
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.668 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i2.8330

Abstract

Iles-Iles kuning (Amorphophallus muelleri Blume) is a potential source of glucomannan, a polysaccharide compound that has several special properties which often used in various fields of industry, pharmacy, and food. The quality of glucomannan produced domestically still cannot match the quality of imported glucomannan. This study aims to know the effect of difference extraction methods of glucomannan from iles-iles kuning flour using ethanol to obtain high contain of glucomannan with better quality. Good quality of glucomannan has high viscosity and contains small amount of water, ash, protein, fat, and starch. Extraction of iles-iles kuning flour using multilevel concentration of ethanol (40, 60, and 80%) was able to produce higher glucomannan and better quality than ethanol 60% with three times of extraction. Extraction using multilevel ethanol was able to improve glucomannan content from 16,43% to 62,2%. Fourier Transform Infra Red (FTIR) spectra of extracted glucomannan showed the functional groups composing the glucomannan compound (O-H, C=O, C-O, C-H) similar to the spectra of commercial glucomannan.
SINTESIS CETANE IMROVER DARI BIODIESEL MINYAK JARAK PAGAR DAN PENGUJIANNYA PADA MESIN DIESEL Abdullah Abdullah; Ahmad Budi Junaidi; Abdul Ghofur; Doni Rahmat Wicakso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.951 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2105

Abstract

Telah dilakukan sintesis cetane improver berbahan baku biodiesel yang berasal dari minyak Jarak pagar. Sintesis dilakukan dengan cara nitrasi biodiesel menggunakan campuran pereaksi asam nitrat dan asam sulfat. Proses nitrasi dilakukan selama 4 jam pada temperatur 10-20 oC. Produk hasil nitrasi dikarakterisasi gugus fungsi, flash point dan angka setana. Selanjutnya aditif hasil nitrasi juga dikarakterisasi menggunakan mesin diesel satu silinder untuk menentukan efisiensi termal, BSFC (Brake Spesific Fuel Consumtion), dan nilai smoke. Berdasarkan hasil analisis dengan FTIR diketahui bahwa produk hasil nitrasi mengandung gugus nitro dan nitrat. Selanjutnya berdasarkan hasil pengujian pada mesin diesel secara umum dapat disimpulkan bahwa pada putaran 1200 rpm unjuk kerja mesin (efisiensi termal, BSFC, dan nilai smoke) dari formulasi S0,25% s/d S1,25% tidak lebih baik dibandingkan dengan Solar. Hal ini terjadi pada hampir semua variasi waktu injeksi. Sedangkan pada kecepatan putaran 2200 rpm unjuk kerja formulasi S0,25% s/d S1,25% relatif lebih baik jika dibandingkan dengan solar saja, terutama pada penggunaan aditif dengan konsentrasi sebesar 0,50% (v/v). Penambahan aditif sebanyak 0,10 % dan 0,50% (v/v) tidak merubah nilai flash point, sementara pada nilai angka setana terjadi peningkatan dari 46,3 menjadi 47,1 dan 48,5. Melalui uji aditif secara road test dapat diketahui bahwa penambahan aditif pada bahan bakar solar mampu memberikan penghematan pada penggunaan minyak Solar sebesar 10,4%. Kata kunci : cetane improver, minyak jarak pagar, aditif, minyak diesel 
KAJIAN ABSORPSI LOGAM Fe DAN Mn OLEH TANAMAN PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) PADA AIR ASAM TAMBANG SECARA FITOREMEDIASI Dahlena Ariyani; Ramlah Syam; Umi Baroroh Lili Utami; Rd Indah Nirtha
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.735 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2137

Abstract

Penambangan batubara terbuka yang mendorong terjadinya oksidasi mineral sulfida, melepaskan asam sulfat yang akan menurunkan pH secara drastis. Peristiwa ini dikenal dengan istilah air asam tambang yang mengakibatkan tingginya akumulasi logam berat pada tanah dan air. Salah satu alternatif penangananakumulasi logamyang murah, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan adalah metodefitoremediasi dengan konsep pemanfaatan tanaman untuk penanganan limbah dan sebagai indikator pencemaran udara dan air pada suatu lahan basah. Pada penelitian ini digunakan tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) untuk mengakumulasi logam berat karenakemampuannyadapat hidup pada daerah lahan basah dengan kandungan besi dan mangan tinggi, serta memiliki fitostabilisasi dan fitoekstraksi.Penelitian dilakukan di sekitar pertambangan batubara PT. Jorong Barutama Greston dan bertujuan untuk mengetahui berapa besar kemampuan penyerapan tanaman purun tikus terhadap logam Fe dan Mn pada air asam tambang dengan waktu kontak yang telah ditentukan (per dua minggu).. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan penyerapanpurun tikus untuk logam Fe berkisar antara 26,92 mg/gsampel 91,76 mg/g sampel di lokasiM23-E (pH 4 – 5). Sedangkan pada lokasi M4-E (pH 6 – 7) berkisar antara 25,27 mg/g sampel 63,74 mg/g sampel. Untuk logam Mnberkisar antara 0,0596 mg/g sampel 0,2364 mg/g sampel dilokasi M23-E. Sedangkan pada lokasi M4-E berkisar antara 0,0617 mg/g sampel 0,1891 mg/g sampel dalam waktu kontak yang telah ditentukan. Kata kunci: Air asam tambang, purun tikus, logam berat, dan fitoremediasi 
KAJIAN PENYERAPAN LOGAM Cd, Ni, DAN Pb DENGAN VARIASI KONSENTRASI PADA AKAR, BATANG, DAN DAUN TANAMAN BAYAM (Amaranthus tricolor L.) Azidi Irwan; Noer Komari; Yenny Era Nova
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.587 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i2.2019

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari serapan Cd, Ni, dan Pb pada akar, batang, dan daun setelah pemberian logam-logam itu pada media tumbuhnya dan mengamati pengaruhnya terhadap komponen pertumbuhan bayam yang terdiri dari jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, penampilan daun, dan bobot kering masing-masing bagian akar, batang, dan daun. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap dengan kombinasi variasi konsentrasi logam 75, 150, dan 300 ppm. Hasil penelitian menunjukkan komponen pertumbuhan jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, bobot kering daun tidak berbeda secara signifikan setelah pemberian logam. Akan tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan bobot kering akar dan batang bayam (α = 5%). Penyebaran konsentrasi rerata Cd, Ni, dan Pb masing-masing di akar berturut-turut adalah 22,27; 30,49; dan 137,18 ppm, di batang 12,03; 14,46; dan 88,61 ppm, di daun 11,49; 7,31; dan 35,52 ppm. Kata Kunci : Absorpsi logam, Cd, Ni, Pb, Bayam, variasi konsentrasi 
ISOLATION AND IDENTIFICATION OF TERPENOID COMPOUNDS FROM n-HEXANA EXTRACT OF PERMOT PLANT BRACTS (Passiflora foetida L) Maria Dewi Astuti; Tuti Sriwinarti; Kamilia Mustikasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.162 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v11i2.4041

Abstract

Isolation and identification of terpenoids compounds from n-hexane extract of permot bracts plants (Passiflora foetida L.) has been done. Crude powder of the bracts permot plants were macerated with n-hexane. Fractionated of n-hexane extract on a vacuum liquid chromatography to afford three fractions (A, B and C). Purification of fraction B with TLC preparative to afford isolate B1 and B2.. A compound of spectra UV-Vis B1 indicating the presence of conjugation of double bond (C=C), furthermore the IR spectra showed vibration for - OH group, C=O of the ester group, C-O group, and methyl group (-CH3) in position gem dimethyl. 1H-NMR spectra showed the signal from methoxy group (OCH3), olefin protons (-CH=CH-), protons in carbon to the oxygenation (C-OH), two units gem dimethyl, and three methyl group (-CH3). 13C-NMR spectra showed thesignal from carbon aliphatic group, carbon carbonil (C=O) of the ester group, double bond carbon (C=C), and carbon to the oxygenation (C-OCH3 and C-OH)). Based on the analysis of UV-Vis, IR, 1H-NMR, and 1H-NMR spectrocopies data, isolate B1 is suggested from terpenoids type triterpenoids pentacyclic that conjugation of double bond and ester group.Keywords: Terpenoids, triterpenoids pentacyclic, permot (Passiflora foetida L.), and n-hexane extract.
KADAR TESTOSTERON TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus L.) SETELAH PERLAKUAN DENGAN BORAKS Kaspul Kaspul
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.073 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i2.2053

Abstract

Boraks merupakan bahan beracun bagi manusia, tetapi boraks sering disalahgunakan untuk zat aditif dalam bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh boraks terhadap kadar testosteron tikus putih. Lima puluh tikus putih jantan berusia empat bulan diberi perlakuan secara oral selama 30 hari dengan lima kelompok perlakuan per hari: (1) tanpa perlakuan, (2) Placebo boraks; 1 ml CMC 1 %, (3) 200 mg boraks per kg berat badan, (4) 400 mg boraks per kg berat badan, (4) 600 mg boraks per kg berat badan. Kadar testosteron ditentukan dengan metode Radioimmunoassay (RIA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa boraks menurunkan kadar testosteron tikus putih. Kata kunci: boraks, testosteron, tikus putih 
KARAKTERISTIK PENGIKATAN ION Cd(II) dan Cu(II) DALAM PEMBUATAN HIBRIDA AMINO-SILIKA IMPRINTED IONIK Buhani Buhani; Narsito Narsito; Nuryono Nuryono; Eko Sri Kunarti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.122 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2096

Abstract

Karakteristik pengikatan ion Cd(II) dan Cu(II) pada polimer imprinted ionik (PII) dari hibrida amino-silika (HAS) yang disintesis menggunakan senyawa 3- aminopropiltrimetoksisilan (3-APTMS) dengan tetraetil ortosilkat (TEOS) sebagai prekursor telah dipelajari. Kontribusi pengikatan ion Cd(II) dan Cu(II) pada sintesis material HAS imprinted ionik Cd(II) dan Cu(II) didominasi oleh interaksi kimia melalui interaksi elekstrotatik sebesar 43,06 ± 0,42 % untuk Cd-HAS dan 40,96 ± 0,21% untuk Cu-HAS, sedangkan pembentukan ikatan kovalen sebesar 50,91 ± 0,25 % untuk Cd-HAS dan 54,87 ± 0,20 % untuk Cu- HAS. Kata kunci : Imprinted ionik, hibrida amino-silika, 3-aminopropiltrimetoksisilan 
Isolation and Characterization of Compounds from Cinnamon Oil (Cinnamomum burmanii) Distillation Residu Maria Dewi Astuti; Lathifah Fauzi; Kamilia Mustikasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.468 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v16i1.12160

Abstract

This study aimed to isolate and characterize compounds from the distillation residue of cinnamon oil from Loksado, South Kalimantan. Cinnamon (Cinnamomum burmanii) distillation residue was extracted with methanol as solvent. The methanol extract was fractionated by liquid vacuum chromatography to obtain fractions A, B, C, and D. The crystals contained in fraction C were washed with cold n-hexane to obtain 5.4 mg of yellow isolate (FC1). FC1 isolates were characterized by UV-Vis, IR, 1H-NMR, and 13C-NMR spectrophotometers. UV spectra showed a maximum wavelength at 307, 316, and 321 nm indicating the presence of a conjugated or aromatic system. The infrared spectra showed -C=O, -OH, C-O, C-H, C-N, and C=N groups. The 1H-NMR spectra showed the presence of aromatic protons at 6.38 ppm (1H, d, J=9.5 Hz), 7.67 ppm (1H, d, J=9.5 Hz), 7.29 ppm (1H, d, J=8 Hz), 7.44 ppm (1H, d, J=8 Hz), and 7.49 ppm (1H, t) and there was a methyl proton (acetyl group) at H 2.13 ppm (3H,s). The 13C-NMR spectra showed the presence of a C=O ketone group at 207.26 ppm and there were 9 C-sp2 at 116.9; 119.0;124.6; 128.1;132.0;143.7; 154.3; 161.0 ppm, which δC 161.0 ppm was C-oxyaryl. Based on UV, IR, 1H and 13C-NMR spectra data, FC1 isolate was suggested as an isoquinoline alkaloid substituted by OH and acetyl groups. Keywords: distillation residu, Cinnamomum burmanii, alkaloid, isoquinoline.

Page 6 of 25 | Total Record : 244