cover
Contact Name
Arman Maulana
Contact Email
armandjexo@gmail.com
Phone
+62882002182057
Journal Mail Official
armandjexo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ridogalih RT 03 RW 09 Desa Tanjunglaya Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN)
ISSN : -     EISSN : 28303709     DOI : https://doi.org/10.3709/ilpen.v1i1
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) adalah jurnal peer-review berkualitas tinggi dengan akses terbuka yang diterbitkan oleh Yayasan Azka Hafidz Maulana. Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) merupakan wadah bagi para peneliti, cendekiawan, profesional, praktisi dan mahasiswa untuk berbagi dan berbagi pengetahuan dalam bentuk makalah penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi dan studi kasus. Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) menyambut dan mengakui makalah penelitian teoretis dan empiris berkualitas tinggi, studi kasus, makalah ulasan, model analitik, dan simulasi dalam topik pendidikan apa pun.
Articles 46 Documents
Dampak Shalat Dhuha Terhadap Karakter Disiplin Siswa Dalam Pendidikan Islam Di MI Nurul Falah Cibalongsari Lina Wulandari; Dede Ajeng Arini; Rendi Atnanto
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.85

Abstract

Karakter disiplin merupakan kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah tanpa paksaan, didorong oleh kesadaran diri. Ini mencakup manajemen waktu, tanggung jawab, dan ketaatan terhadap norma. Namun kenyataannya masih banyak siswa yang melanggar aturan yang ada di sekolah, seperti menunda-nunda tugas dan tidak memakai seragam dengan rapi. Di MI Nurul Falah Cibalongsari melakukan program pembiasaan shalat dhuha sebagai salah satu upaya dalam pembentukan karakter disiplin siswa, dengan adanya pembiasaan shalat dhuha di sekolah diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai religius dalam jiwa siswa dan dapat membentuk akhlak yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembiasaan shalat dhuha terhadap karakter disiplin siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa shalat dhuha di MI Nurul Falah Cibalongsari sudah menunjukan hasil yang baik, karena siswa sudah mampu menaati peraturan di sekolah, dan mulai belajar menaati peraturan tersebut tanpa paksaan melainkan kesadaran dari diri sendiri dan pembiasaan shalat dhuha di MI Nurul Falah Cibalongsari ini berdampak juga kepada motivasi siswa dalam melaksanakan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Serta membantu dalam melatih kontrol emosional siswa dalam berkata dan bersikap kepada teman dan gurunya.
Peningkatan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Bermain Peran Kisah Islami Endah Nursa’adah; Ahmad Riyadi; Marwah Triyati
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.86

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5–6 tahun di RA Miftahul Falah Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang. Sebagian besar anak belum mampu berbicara dengan lancar, menjawab pertanyaan secara jelas, menceritakan pengalaman sederhana, serta berkomunikasi aktif dengan teman sebaya maupun guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak melalui penerapan metode bermain peran kisah Islami. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 15 anak berusia 5–6 tahun sebagai partisipan yang menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif berbentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa ekspresif anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik hanya sebesar 13%, meningkat menjadi 40% pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 86% pada siklus II. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam berbicara, menjawab pertanyaan, menceritakan pengalaman, dan berkomunikasi secara aktif. Dengan demikian, metode bermain peran kisah Islami efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5–6 tahun.
Proses Pembelajaran Membaca Berbasis Cinta Dalam Pembelajaran Membaca Di SDN Medankarya 2 Siti Haryati; Chika Gianistika; Diah Widiawati
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.87

Abstract

Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang penting bagi siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru kelas IV di SDN Medankarya 2, ditemukan bahwa sebagian siswa masih menunjukkan minat baca, motivasi belajar, dan keterlibatan emosional yang relatif rendah dalam proses pembelajaran membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran membaca berbasis cinta, penerapannya, serta dampaknya terhadap kemampuan membaca siswa di SDN Medankarya 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas IV dan siswa kelas IV B SDN Medankarya 2. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca berbasis cinta dilaksanakan melalui suasana belajar yang hangat, nyaman, dan suportif dengan menekankan empati, perhatian, motivasi positif, serta penghargaan terhadap usaha siswa. Penerapan pendekatan ini tampak dalam kegiatan membaca nyaring, membaca dalam hati, penggunaan bahan bacaan yang menarik, dan keterlibatan aktif siswa selama pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran membaca berbasis cinta memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat membaca, kelancaran membaca, pemahaman isi bacaan, dan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, pembelajaran membaca berbasis cinta dapat menjadi alternatif pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca dan kualitas pembelajaran literasi di sekolah dasar.
Penerapan Metode Ummi Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Di SDIT Nurul Imam 1 Karawang Niya Marotul Baroroh; Dede Ajeng Arini; Asep Supriatna
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Metode Ummi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa tingkat 5 di SDIT Nurul Imam 1 Karawang Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang terjadi pada peserta didik, diantaranya: kurangnya kemampuan dalam meningkatkan bacaan, penghayatan, pengamalan dan kurangnya efektifitas metode pembelajaran Al- Qur’an di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode ummi di sekolah SDIT Nurul Imam 1 Karawang berjalan dengan baik dan sudah sesuai dengan manajemen mutu dari ummi foundation. Penerapan metode ummi dalam pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Nurul Imam 1 Karawang sudah mengikuti standar minimal yang dimiliki oleh sistem Ummi Foundation, pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Nurul Imam 1 Karawang sudah terlaksana dengan baik, hal ini dibuktikan dengan tercapainya indikator-indikator pembelajaran Al-Qur’an yang ada di SDIT Nurul Imam 1 Karawang, penerapan metode ummi dalam pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Nurul Imam 1 Karawang sudah diterapkan dengan baik, hal ini bisa dilihat dari dampak atau pengaruh pencapaian kemampuan membaca Al-Qur’an Peserta didik, seperti peserta didik sudah bisa naik jilid dengan waktu yang tepat, kemudian dari bacaan Al-Qur’an juga peserta didik sudah bagus dan sebagian besar dari mereka sudah mengerti dan bisa memahami bacaan Al-Qur’an dengan tajwid serta pengucapan huruf yang baik.
Hubungan Pembiasaan Tahfidz Juz 30 Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa Di Kelas 5 MIS Nurul Falah Majalaya Karawang Esya Nurul Qur’ani; Vina Febiani Musyadad; Asep Supriatna
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menghafal Juz 30 dengan kecerdasan spiritual siswa kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menumbuhkan kecerdasan spiritual siswa melalui kegiatan keagamaan, khususnya kebiasaan menghafal Al-Qur’an sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi korelasi. Subjek penelitian terdiri dari 37 siswa Kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert yang dikembangkan berdasarkan indikator kebiasaan menghafal Juz 30 dan kecerdasan spiritual siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product-Moment untuk menentukan hubungan antara variabel X dan variabel Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menghafal Juz 30 berkontribusi positif terhadap perkembangan kecerdasan spiritual siswa. Siswa yang terbiasa menghafal Al-Qur’an secara teratur menunjukkan perilaku yang lebih disiplin, memiliki rasa pengabdian keagamaan yang lebih kuat, bersikap sopan, dan menunjukkan tingkat kepedulian sosial yang lebih tinggi. Selain itu, menghafal Al-Qur’an juga membantu para siswa mencapai ketenangan batin dan meningkatkan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan menghafal Juz 30 memberikan dampak positif terhadap kecerdasan spiritual para siswa Kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang.
Efektivitas Model Talking Stick Berbasis Teknik Bernyanyi Terhadap Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas V MI Tarbiyatul Athfal Zulfani Rahman; Vina Febiani Musyadad; Asep Supriatna
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.90

Abstract

Rendahnya penguasaan kosakata bahasa Arab menjadi salah satu kendala yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Talking stick berbasis teknik bernyanyi terhadap penguasaan kosakata bahasa Arab siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Athfal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas 21 siswa kelas V. Pengumpulan data dilakukan melalui tes penguasaan kosakata bahasa Arab yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji t sampel berpasangan (paired sample t-test), dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 6,52 pada pretest menjadi 8,95 pada posttest. Hasil uji t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Selain itu, hasil uji N-Gain memperoleh skor sebesar 0,29 yang termasuk kategori rendah. Meskipun demikian, penerapan model Talking stick berbasis teknik bernyanyi terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan penguasaan kosakata bahasa Arab siswa. Model pembelajaran ini juga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan demikian, model Talking stick berbasis teknik bernyanyi dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk mendukung peningkatan penguasaan kosakata bahasa Arab pada siswa Madrasah Ibtidaiyah.