cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Hubungan Posisi Meneran dengan Kejadian Laserasi pada Persalinan Normal Di RS. Dr. R Soeharsono Banjarmasin Istiqamah Istiqamah; Ahmad HIdayat; Fitriani Salbiyah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.764 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kematian Ibu di Indonesia yang disebabkan oleh kehamilan dan persalinan mencapai hampir 90%. Pada saat persalinan dapat terjadi berbagai macam komplikasi yang bisa menyebabkan adanya perdarahan 28%, eklamsia 24%, infeksi 11%, partus lama 8% dan abortus 5%. Perdarahan yang disebabkan oleh robekan jalan lahir, retensio plasenta dan atonia uteri. Robekan jalan lahir yang dipengaruhi oleh posisi persalinan, cara meneran, pimpinan persalinan dan berat badan bayi baru lahir. Tujuan: Mengetahui hubungan posisi meneran dengan kejadian laserasi pada persalinan normal di RS. Dr. R Soeharsono Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, dengan 30 sampel dari populasi semua ibu bersalin normal. Pengambilan data dikumpulkan langsung dengan menggunakan ceklis. Pengolahan data menggunakan uji Chi-square dengan alternatif Kolmogorov-Smirnov dengan nilai signifikan p 0,05. Hasil: Posisi meneran seperti posisi setengah duduk, posisi miring dan jongkok yang sama banyaknya dalam penelitian berjumlah 10,10,10 orang dengan kejadian laserasi lebih banyak terjadi pada posisi setengah duduk. Hasil uji statistik Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai ρ= 0,000 ρ= 0,010 dan ρ= 0,033 artinya ada hubungan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan Posisi Meneran mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian Laserasi pada Persalinan Normal di RS. Dr. R Soeharsono Banjarmasin. Kata kunci: Jongkok, Laserasi, Miring, Persalinan Normal, Posisi Meneran Setengah Duduk, . ________________________________________________________________ Background: Maternal deaths in Indonesia caused by pregnancy and childbirth reaches nearly 90%. At the time of delivery can take place a variety of complications that can cause bleeding 28%, 24%, eclampsia 11% infection, parts long 8%, and 5% abort. Bleeding caused by a tear of the road extension was born, the placenta and uterine atony. Rips way born influenced by labor's position, the way push up, Chairman of the House Labor and newborn weight.Purpose: Knowing the relationships the position of mineral with lasers in vaginal birth in Dr. R. Soeharsono Hospital Banjarmasin.Method: Types of analytic survey research with the cross-sectional design. The sampling technique using accidental sampling, with 30 samples from a population all mothers maternity normally. Data are collected directly by using the checklist. Processing test data using the Chi-square with an alternative to Kolmogorov-Smirnov with significant value p 0.05.Results: pus up Position as the position of the half sitting, leaning position and squat are just as much in the research amounts to 10, 10, 10 people with more lasers events occur in a position half a seat. The results of the statistical test of Kolmogorov-Smirnov retrieved values ρ = 0.000 0.010 = ρ and ρ = 0.033 meaning that there is a connection.Conclusion: Based on the results of the analysis carried out the position of the push up has a significant relationship with the occurrence Laserasi on vaginal birth in Dr. R. Soeharsono Hospital Banjarmasin. Keywords: Knee Chest, perineum rupture, Vaginal Birth, push up position semi fowler.
Hubungan Pemberian Terapi Oksigen Sistem Aliran Rendah Dengan Status Fisiologis (Revised Trauma Score) Pada Pasien Trauma Di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin Ely Purnama; Hanura Aprilia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.312 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.476

Abstract

Latar Belakang: Pemberian terapi oksigenasi sangat perlu dilakukan pada pasien trauma dengan manifestasi klinis pada umumnya adalah sesak nafas sampai penurunan kesadaran yang dapat mempengaruhi fungsi status fisiologis pasien trauma.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemberian terapi oksigen sistem aliran rendah dengan status fisiologis (Revised Trauma Score) pada pasien trauma di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan metode korelasional, dengan desain Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Sampel penelitian berjumlah 43 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan perhitungan Revised Trauma Score dan dianalisis dengan menggunakan Uji Chi Square.Hasil: Ada hubungan pemberian terapi oksigen sistem aliran rendah dengan status fisiologis (Revised Trauma Score) pada pasien trauma di RSUD Ulin Banjarmasin yaitu dengan nilai p (0,000) a 0,05.Kesimpulan: Pemberian terapi oksigen sistem aliran rendah dengan nasal kanul mengarah pada status fisiologis ringan dan pemberian dengan sungkup muka non-rebreathing mengarah ke status fisiologis serius. Perlunya penelitian lanjutan dengan kontrol faktor yang dapat mempengaruhi status fisiologis dan spesifikasi trauma yang lebih fokus.Kata kunci: Terapi oksigen, status fisilogis (revised trauma score), TraumaBackground: Giving oxygenation therapy is very necessary to be done in trauma patients with clinical manifestations in general is shortness of breath to decreased consciousness that can affect the physiological status of trauma patients.Objective: To determine the relationship of low flow oxygen therapy with physiological status (Revised Trauma Score) in trauma patients in Ulin Hospital Banjarmasin.Method: This study uses a correlational method, with cross sectional design and sampling techniques with accidental sampling. The research sample consisted of 43 people. Data collection techniques using the method of observation and calculation of the Revised Trauma Score and analyzed using the Chi Square Test.Results: There is a relationship between low-flow oxygen therapy with physiological status (Revised Trauma Score) in trauma patients at Ulin Hospital Banjarmasin, with a p value (0,000) a 0.05.Conclusion: Giving low flow oxygen therapy system with nasal cannula leads to mild physiological status and administration with non-rebreathing facemasks leading to serious physiological status. The need for further research with control factors that can influence physiological status and trauma specifications are more focused.Keywords: Oxygen therapy, physiological status (revised trauma score), Trauma
HUBUNGAN PEKERJAAN DAN VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN Anita Herawati; Dede Mahdiyah; Husnul Khatimah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.37 KB)

Abstract

Latar Belakang: Keputihan pada ibu hamil dapat mengakibatkan resiko tinggi pada ketuban pecah dini, sehingga bayi lahir prematur atau bayi lahir dengan berat lahir rendah. Penyebab ya ng paling sering dari keputihan tidak normal adalah infeksi. Angka Kejadian Keputihan pada ibu hamil dari profil kesehatan di Kalimantan selatan tahun 2013 sebanyak 1.025, 2014 sebanyak 1.003 dan 2015 sebanyak 1.030 orang (RISKESDAS, 2013). Keputihan sering terjadi pada kehamilan trimester I tetapi akan lebih meningkat di trimester II sampai ke trimester III. Tujuan: Menganalisis hubungan Pekerjaan dan Vulva Hygiene dengan kejadian keputihan pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin.Metode: Metode penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan accidental sampling yaitu sebanyak 30 orang ibu hamil.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan uji chi square.Hasil: Sebagian besar responden tidak bekerja berjumlah 19 orang (63%), vulva hygiene kategori baik berjumlah 23 orang (77%), mengalami keputihan fisiologis berjumlah 20 orang (67,7%). Simpulan: Tidak ada hubungan pekerjaan dengan kejadian keputihan dan ada hubungan vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sungai Bilu Banjarmasin.Kata Kunci: Ibu hamil, keputihan, Pekerjaan, vulva hygiene,
ANALISIS HUBUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA Lensi Natalia Tambunan; Maria Adelheid Ensia; Mariaty A. Sangkai
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.954 KB)

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan masalah yang cukup serius dan dapat mengancam jiwa ibu saat kehamilan, persalinan dan janin. Ibu bersalin dengan preeklamsia di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya meningkat pada tahun 2015 sebesar 14,2% dari tahun 2014 yaitu sebesar 12,3% dan terdapat satu orang kematian ibu yang disebabkan preeklamsia. Faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklamsia salah satunya adalah pemeriksaan kehamilanTujuan: Penelitian untukmengetahuihubungan pemeriksaan kehamilandengan Kejadian Preeklamsia di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah.Metode: Desain penelitian  ini  bersifat kuantitatif analitik observasional dengan menggunakan jenis desain studi penampang analitik (case control). Kasus adalah seluruh ibu bersalin dengan preeklamsia sebanyak 81 orang dan kontrol adalah ibu bersalin tidak preeklamsia  sebanyak 162. Sampel diambil secara acak sederhana. Data dianalisis secara dan chi square.Hasil: Analisis menunjukkan bahwa 55,6% ibu bersalin dengan preeklamsia jarang/tidak pernah melakukan pemeriksaan Kehamilan. Pemeriksaan kehamilan berhubungan signifikan dengan preeklamsia dengan P value 0,001.Simpulan:Pemeriksaan Kehamilan berhubungan dengan preeklamsia pada ibu bersalin. Disarankan bagi bidan agar dapat melakukan pengawasan pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan dan berkolaborasi dengan dokter spesialis. Kata Kunci: Pemeriksaan Kehamilan, Preeklamsia, Ibu Bersalin. ABSTRACTBackground:Preeclampsia is a serious problem and can threaten the life of the mother during pregnancy, childbirth and fetus. Mothers giving birth with preeclampsia at RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya increased in 2015 by 14.2% from 2014, which amounted to 12.3% and there was one maternal death caused by preeclampsia. The factors that influence the occurrence of preeclampsia, one of which is a pregnancy examinationObjective:Research to determine the relationship of antenatal care with Preeclampsia Incidence in Doris Sylvanus Hospital Palangka Raya, Central Kalimantan ProvinceMethod:The design of this study is quantitative observational analytic by using a type of analytic sectional study design (case control). The case was that all mothers giving birth to preeclampsia were 81 people and the control was maternity mothers not preeclampsia as many as 162. Samples were taken in simple random. Data were analyzed and chi squareResult:Analysis showed that 55.6% of mothers with preeclampsia rarely / never had a pregnancy examination. Pregnancy examination is significantly associated with preeclampsia with P value 0.001Conclusion:Pregnancy Examination is associated with preeclampsia in labor mothers. It is recommended for midwives to be able to supervise pregnant women who carry out prenatal checks and collaborate with specialists. Keywords:Pregnancy Examination, Preeclampsia, Maternity
Hubungan antara Stres Kerja dengan Beban Kerja dan Kinerja Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit : A LITERATUR REVIEW Lilayana Angelina; Ahmad Busairi; Agustina Hotma Uli Tumanggor
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.01 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.575

Abstract

Latar Belakang Stres merupakan situasi tekanan emosional yang dialami seseorang yang menghadapi tuntutan yang sangat besar. Kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atau pelaksanaan tugas dalam mewujudkan maksud dan tujuan perusahaan. Beban kerja merupakan sejumlah proses atau kegiatan yang harus diselesaikan oleh seorang pekerja dalam kurun waktu tertentu.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan stres kerja dengan beban kerja dan kinerja perawat di IGD dan ICU RS.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Cross Selectional. Penelitian ini dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat.Hasil: Hasil penelitian pertama menunjukkan stres kerja dalam kategori tinggi (54,8%) dan kinerja perawat buruk (83,3%), penelitian kedua menunjukkan beban kerja ringan (53,3%) dengan tingkat stres ringan (57,8%) sedangkan penelitian ketiga Penelitian menunjukkan stres kerja rendah (43,8%) dan tingkat stres rendah dengan kinerja baik (90%).Kesimpulan: Hubungan Stres Kerja dan Beban Kerja dengan Kinerja Perawat di ICU dan IGD memiliki hasil yang bervariasi. Stres ringan dengan kinerja yang baik dipengaruhi oleh pengakuan hasil kerja berupa kepuasan yang didapat dari pekerjaan itu sendiri. Sedangkan stres yang tinggi dipengaruhi oleh beban kerja yang tidak sebanding dengan tugas perawat dan dibatasi oleh waktu.Kata kunci: stres kerja, kinerja perawat, beban kerjaAbstract BACKGROUND Stress is a situation of emotional distress experienced by someone who is facing enormous demands. Performance is the level of achievement of results or implementation of tasks in realizing the goals and objectives of the company. Workload is a number of processes or activities that must be completed by a worker within a certain period.OBJECTIVE OF THE RESEARCH The purpose of this study is to analyze the relationship of work stress to the workload and performance of nurses in the emergency room and ICU hospitals.METHODS The research method used is the Cross Selectional approach. This research was taken in several hospitals in Indonesia. The sample in this study was nurses.RESULTS The results of the first study showed work stress in the high category (54.8%) and poor nurse performance (83.3%), the second study showed mild workload (53.3%) with a mild stress level (57.8%) while the third study showed low work stress (43.8%) and low stress levels with good performance (90%).CONCLUSION The Relationship between Work Stress and Workload and Performance of Nurses in ICU and IGD has varied results. Light stress with good performance is influenced by recognition of work results in the form of satisfaction one gets from the work itself. Whereas high stress is influenced by workload that is not proportional to nurse duties and is limited by time. Keywords: work stress, nurse performance, workload
PROFIL USIA PEMBULUH DARAH DAN STRES PADA IBU HAMIL BERDASARKAN PHOTOPLETHYSMOGRAM Herdiantri Sufriyana; Lisda Handayani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.965 KB)

Abstract

Latar Belakang. Preeklamsia sebagai penyakit pembunuh ibu hamil di Indonesiadapat bermanifestasi klinis tiba-tiba. Profil usia pembuluh darah dan stres berdasarkan photoplethysmography (PPG) berpotensi melengkapi metode deteksi dini preeklamsia yang murah dan mudah dilakukan di perifer.Dengan demikian, diperlukan data dasar mengenai profil usia pembuluh darah dan stres pada ibu hamil fisiologis.Tujuan. Mengetahui gambaran profil usia pembuluh darah dan stres pada ibu hamil berdasarkan photoplethysmogram.Metode. Merupakan penelitian deskriptif potong lintang yang melibatkan 27 subjek penelitian yang datang ke Klinik Pendidikan Sari Mulia dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung, ginjal maupun tiroid,serta tekanan darah diastolik sebelum usia gestasi (UG) 20 minggu maupun saat pemeriksaan 90 mm Hg. Photoplethysmogram didapat dari pemeriksaan ujung jari kanan subjek dengan pulse oximeter uBioClip versi 7.0. Usia kehamilan ditentukan dengan anamnesis dan ultrasonografi.Hasil. Indeks usia pembuluh darah (IPD) didapatkan sebesar -1,00 (±3,55; SD 10,64; IK 95%) untuk UG 15-24 minggu, dan 3,94 (±2,82; SD 11,97; IK 95%) untuk UG 24-38 minggu, disertai kecenderungan penurunan nadi dengan pemanjangan segmen a-c antara 16-32,5 minggu. Namun, rasio b/a, c/a, d/a dan e/a cenderung tetap. Proporsi tipe usia pembuluh darah (TPD) pada tipe A adalah 22,2% pada UG 15-24 minggu dan 44,4% pada UG 24-38 minggu. Indeks stres didapatkan sebesar 50,11 (±4,99; SD 14,96; IK 95%) untuk UG 15-24 minggu, dan 43,72 (±2,50; SD 10,60; IK95%) untuk UG 24-38 minggu, disertai kecenderungan peningkatan HRV dan penurunan rasio LF:HF antara 16-32,5 minggu.Kesimpulan. Peningkatan IPD, pergeseran TPD ke tipe A dan penurunan indeks stres pada usia gestasi 24-38 minggu menunjukkan peningkatan kompliansi pembuluh darah sebelum UG 24 minggu dan penurunan setelah UG tersebut.Kata kunci:profil usia pembuluh darah, profil stres, photoplethysmography
Hubungan Faktor Sosiodemografik dengan Depresi Postpartum di Rumah Sakit Daerah Banjarmasin Winda Ayu Fazraningtyas
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.503 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.423

Abstract

LATAR BELAKANG Perempuan mengalami perubahan peran pada ibu hamil mulai dari status masih sendiri menjadi menikah dan kemudian menjadi seorang ibu. Selain itu, kesehatan mental merupakan hal yang penting untuk diketahui dan dimonitor, tetapi sering dilupakan dalam kesehatan reproduksi.TUJUAN Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menganalisis hubungan faktor sosiodemografik dengan depresi postpartum.METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey deskriptif. Sebanyak 88 responden terlibat dalam penelitian ini yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin dan Rumah Sakit Daerah Dr. H.M. Anshari Saleh Banjarmasin. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), Beck Depression Inventory-II (BDI-II), and Postpartum Depression Risk Factors (PPDRF).HASIL Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat depresi dengan usia ibu, suku, status pernikahan, tingkat pendidikan tertinggi, pekerjaan, dan pendapatan.KESIMPULAN Memiliki seorang anak dipertimbangkan sebagai sesuatu yang alamiah dan hal yang membahagiakan. Namun, masa transisi yang dialami oleh seorang perempuan menggambarkan kejadian yang penting dalam hidup dan meningkatkan kemungkinan untuk mengalami masalah psikologis. Kata Kunci: faktor sosiodemografik, depresi postpartum
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD DR. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN 2015 Sitti Khadijah; Imam Santoso; Sitti Qana'ah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.883 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. Ketuban pecah dini termasuk komplikasi kebidanan selama kehamilan,komplikasi kebidanan bisa menyebabkan kematian ibu maupun janin, kejadian ketuban pecah dinidi RSUD Dr.H.Moch.Ansari Saleh Banjarmasin terjadi peningkatan pada tahun 2013-2015. Hal ini menunjukkan bahwa masih tingginya komplikasi pada kehamilan yang dapat meningkatkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia. Masalah dalam penelitian ini adalah faktorfaktorketuban pecah dini yang dapat diketahui namun tidak segera mendapatkan penanganan.Tujuan. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian Case Control. sampel Case sebanyak 227 orang, dan sampel Control sebanyak 227 orang dengan perbandingan Case:Control 1:1. Uji statistik yang digunakan adalah uji Somer’s dengan nilai keyakinan 95%.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 orang dengan gemelli mengalami ketuban pecah dini artinya ada hubungan antara gemelli dengan kejadian ketuban pecah dini (ρ =0,004) dan 16 orang ibu dengan kelainan letak sungsang mengalami ketuban pecah dini artinya ada hubungan antara kelainan letak sungsang dengan kejadian ketuban pecah dini (ρ =0,000) tetapi 2 orang ibu dengan kelainan letak lintang mengalami ketuban pecah dini artinya tidak ada hubungan antara kelainanletak lintang dengan kejadian ketuban pecah dini (ρ =0,155).Simpulan. ada hubungan antara gemelli dan kelainan letak sungsang dengan kejadian ketuban pecah dini, tidak ada hubungan antara kelainan letak lintang dengan kejadian ketuban pecah dini. Disarankan pada tenaga kesehatan untuk memberikan konseling dan informasi untuk mendeteksi akan terjadinya kejadian ketuban pecah dini.Kata kunci : ketuban pecah dini, gemelli, letak sungsang, letak lintang.
Uji Kandungan Rhodamin B dan Formalin Pada Jajanan Anak Di Sekolah Dasar Kota Banjarbaru Wardatul Kartini; Bayu Hari Mukti Mukti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.947 KB)

Abstract

 Latar Belakang : Saat ini diketahui banyak PJAS mengandung Bahan Tambahan Makanan yang tidak memenuhi persyaratan dan menggunakan bahan berbahaya (formalin, rhodamin B).Tujuan :  untuk mengidentifikasi kandungan dan kadar rhodamin B dan formalin dalam jajanan yang dijual di Sekolah Dasar Kota Banjarbaru.Metode : Analisis rhodamin B dan formalin dilakukan dengan 2 metode uji yaitu uji kualitatif untukrhodamin B dan formalin dengan kit test dan uji kuantitatif untuk menentukan kadar zat rhodamin B menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis sedangkan formalin menggunakan metode titrasi iodometri.Hasil : penelitian menunjukkan bahwa dari 10 sampel untuk uji rhodamin B yang diperiksa, tidak terdapat kandungan rhodamin B pada sampel tersebut. Sedangkan hasil uji pada formalin menunjukkan bahwa pada 8 sampel yang diperiksa, 6 sampel yang mengandung formalin.Simpulan : dalam pangan jajanan anak sekolah di kota Banjarbaru bahwa tidak ada kandungan Rhodamin B pada jajanan dari sepuluh sampel yang diuji. Sedangkan pada uji formalin, masih ditemukan adanya kandungan formalin dari delapan sampel jajanan yang diuji dengan kadar yang bervariasi. Kata Kunci: Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Rhodamin B , Formalin 
Apakah E-Learning Dapat Meningkatkan Kompetensi Kognitif Siswa Keperawatan?: Made Yos Kresnayana; Sri Sundari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.738 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.457

Abstract

LATAR BELAKANG: Proses belajar-mengajar sangat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakan dan sarana prasarana/fasilitas. Metode pembelajaran bertujuan agar dapat merubah hasil sesuai harapan baik dari pengetahuan maupun keterampilan, salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah e-learning.TUJUAN: Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah e-learning bisa meningkatkan pengetahuan siswa keperawatan?METODE: Artikel yang direview merupakan hasil penelitian asli yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, Artikel dicari secara elektronik melalui database Proquest (2013-2017) dan Science Direct (2013-2017). Strategi pencarian serta istilah yang di gunakan dalam bahasa inggris adalah sebagai berikut: “e-learning” AND “cognitive” AND “knowledge” AND “nurse”.HASIL: Dari 12 penilitian yang diperoleh, 6 penilitian menyatakan bahwa  e-learning secara signifikan meningkatkan pengetahuan, 5 penelitian menyebutkan peningkatan pada aspek pengetahuan yang berbeda, dan 1 penelitian  tidak meningkatkan pengetahuan secara signifikan. hal ini disebabkan karena banyak faktor yang ditemukan pada penelitian.KESIMPULAN: Metode pembelajaran e-learning dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik. Peningkatan pengetahuan yang diperoleh dari e-learning diharapkan dapat memberikan dampak yang positif baik dari segi teori maupun praktek. Kata Kunci: kognitif, e-learning, pengetahuan, literature review, perawat AbstractBACKGROUND: The teaching and learning process is influenced by the learning method used and the facilities/infrastructure. The method used in learning aims to be able to change the results of both knowledge and skills. One of the learning method used in e-learning. OBJECTIVE: The purpose of this study was to determine whether e-learning can improve student nurse knowledge? METHOD: The reviewed articles are original research results selected based on inclusion and exclusion criteria, reviewed articles are searched electronically through Proquest (2013-2017) and Science Direct (2013-2017) databases. The search strategies performed and the terms used in English are as follows: "e-learning" AND “cognitive” AND "knowledge" AND "nurse".RESULT: Of the 12 studies obtained, six studies suggest that e-learning significantly improves knowledge, five studies mention improvements in different aspects, and one study did not increase knowledge significantly. This is due to many factors found in the study.CONCLUSION: E-learning methods can increase the knowledge of learners. The improvement of knowledge of e-learning expected to give positive effect in theory or practice.  Key Words: cognitive, e-learning, knowledge, literature review, nurse

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue