cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE CLASSIFICATION OF HEART FAILURE PATIENTS WITH RENAL CREATININE UREA LEVELS IN TULIP IIC ULIN PUBLIC HOSPITAL BANJARMASIN Bagus Rahmat Santoso; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126 KB)

Abstract

Background : Classification of heart failure is a stage heart failure based on signs and symptomscaused. Most patients with low of Glomerular Filtration Rate (GFR) is also in a lower NYHAfunctional class. Increasing concentrations of substances urea and creatinine is proportional to thenumber of functional nephron reduction, so it is an important tool to assess the degree of renalfailure.Methods : This study used a cross-sectional approach. Research sampling technique used in thisresearch is purposive sampling with the number of sample is 56 samples. Data were collected byusing a check list. Data were analyzed using Chi Square with significant value of p 0.05.Result : Results showed respondents with lower levels of urea + normal were 38 respondents(67.9%) and high urea levels as much as 18 respondents (32.1%). Based on the results of thebivariate analysis using Chi-square test p = 0.490 obtained because p 0.05 (0.490 0.05), it can bestated there was no relationship between heart failure class with urea in Tulip IIC Ulin PublicHospital Banjarmasin. And the results showed respondents with low creatinine levels were 38normal + respondents (67.9%) and creatinine levels were higher by 18 respondents (32.1%). Basedon the results of the bivariate analysis using Chi-square test p = 0.421 obtained because p 0.05(0.421 0.05), it can be stated there was no relationship between the classes of heart failure withcreatinine levels in Space Tulip IIC Ulin Public Hospital Banjarmasin.Conclusion : Results of the analysis showed that there is no relationship between the classificationof heart failure patients with renal creatinine urea levels in tulip IIC Ulin Public HospitalBanjarmasin.Keywords: Classification of Heart Failure, Urea, Creatinine
POTENSI ANTISEPTIK POLIHERBAL DAUN SIRIH (Piper betle), KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DAN TANAMAN BUNDUNG (Actinuscirpus grossus) PADA TINDAKAN KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Darini Kurniawati; Noval Noval; Kunti Nastiti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.566 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.552

Abstract

Latar Belakang: Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti permukaan kulit dan membran mukosa. Daun sirih, jeruk nipis, bundung sudah banyak digunakan masyarakat untuk obat. Antiseptik dari poliherbal diyakini lebih aman dari pada zat kimia sintetis.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan antiseptik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dari campuran ekstrak daun sirih, jeruk nipis dan bundung sebagai pengganti antiseptic dari bahan zat kimia sintetis pada tindakan keperawatan dan kebidanan.Metode: Metode penelitian adalah eksperimental dengan membuat formulasi uji konsentrasi F1 20%, F2 30%, F3 F4 40% dan F5 50% dan diujikan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi disk.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya antiseptik Daun Sirih, Jeruk Nipis dan  Bundung efektif sebagai antiseptic pada konsentrasi 40%  dengan efektifitas yang sama dari bahan antiseptic zat kimia sintetis. Konsentrasi  F1 20% tidak ada daya hambat dengan nilai yang sama pada kontrol negatif, pada F2 30% terdapat daya hambat lemah sebesar 7 mm, pada F3 40% terdapat daya hambat kuat sebesar 23 mm sama dengan kontrol positif, dan pada F4 50% terdapat daya hambat sangat kuat lebih besar dari kontrol positif yaitu 40 mm.Simpulan: Antiseptik dari bahan alam kombinasi Daun Sirih, Jeruk Nipis dan Bundung pada konsentrasi 40% mempunyai efektifitas antiseptic yang sama dari antiseptic dengan bahan zat kimia sintetis. Antiseptik poliherbal ini bisa digunakan untuk keperluan tindakan keperawatan dan kebidanan. Kata Kunci: Daun sirih-kulit jeruk nipis-tanaman bundung, antiseptik, tindakan keperawatan dan kebidananAbstractBackground: Antiseptic is a chemical compound used to kill or inhibit the growth of microorganisms in living tissues such as the surface of the skin and mucous membranes. Betel leaf, lime, bundung have been widely used by the community for medicine. Antiseptics from polyherbal are believed to be safer than synthetic chemicals.Purpose: The purpose of this study was to determine the antiseptic ability of Staphylococcus aureus bacteria from a mixture of betel, lime, and bundung extracts as an antiseptic substitute for synthetic chemicals in nursing and obstetrics.Methods: The research method was experimental by making test formulations with concentrations of F1 20%, F2 30%, F3 F4 40%, and F5 50% and tested against Staphylococcus aureus bacteria using the disk diffusion method.Results: The results showed that the antiseptic power of Betel, Lime and Bundung leaves was effective as an antiseptic at a concentration of 40% with the same effectiveness of synthetic chemical antiseptic substances. The concentration of F1 20% has no inhibitory power with the same value in the negative control, at F2 30% there is a weak inhibitory power of 7 mm, at F3 40% there is a strong inhibitory power of 23 mm, the same as the positive control, and at F4 50% there is Very strong inhibition power is greater than the positive control, which is 40 mm.Conclusion: Antiseptic made from natural ingredients a combination of Betel, Lime, and Bundung Leave at a concentration of 40% has the same antiseptic effectiveness as antiseptic with synthetic chemical substances. This polyherbal antiseptic can be used for the purposes of nursing and midwifery action.Keywords: Betel leaf-lime peel-bundung plant, antiseptic, nursing and obstetrics measures
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERNIKAHAN DINI DI KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 BANJARMASIN Rizqy Amelia; Mohdari Mohdari; Aulia Azizah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.509 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pernikahan usia muda adalah pernikahan yang dilakukan oleh sepasang laki-laki dan perempuan remaja, walaupun setelah mereka menikah mereka tidak lagi dianggap sebagai remaja, namun juga tidak bisa dianggap sebagai orang dewasa. Indonesia adalah negara dengan pernikahan usia muda tinggi di dunia (rangking 37) serta tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja.Kehamilan di usia yang sangat muda berkorelasi dengan angka kematian dan kesakitan ibu. (BKKBN,2012). Anak perempuan berusia 10 - 14 tahun berisiko lima kali lipat meninggal saat hamil maupun bersalin dibandingkan kelompok usia 20 - 24 tahun, sementara risiko ini meningkat dua kali lipat pada kelompok usia 15 - 19 tahun.Tujuan : Untuk menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan usia dini.Metode : Pre Eksperimental dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Postest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas VIII terdiri dari 9 kelas yang berjumlah 309 siswa. Jumlah sampel 78 responden. Teknik sampling menggunakan multistage random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dengan uji marginal homogenity (α= 0,1).Hasil : Ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini di Kelas VIII SMP Negeri 4 Banjarmasin. Dibuktikan dengan nilai p 0,0016 ≤ α 0,1.Simpulan : Penyuluhan pada remaja tentang pernikahan dini berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan.Kata Kunci : Penyuluhan, Remaja, Pengetahuan, Pernikahan dini.
Perbedaan Intensitas Nyeri Sebelum dan Sesudah Ambulasi Dini pada Ibu Postpartum Post Seksiosesar Regina Vidya Trias Novita; Megawati Saragih
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.497 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.389

Abstract

Ibu dengan seksio sesar memiliki intensitas nyeri yang tinggi akan menghambat bounding attachment terhadap bayinya dan perawatan terhadap dirinya sendiri. Ambulasi dini yang dimulai 6- 12 jam post seksio sesar akan mempercepat proses penyembuhan ditandai dengan intensitas nyeri yang berkurang secara bertahap sehingga ibu dapat memulai aktivitasnya kembali.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  perbedaan  intensitas  nyeri  sebelum  dan sesudah dilakukan ambulasi dini pada ibu postpartum dengan SC. Responden pada penelitian ini adalah ibu postpartum dengan seksio sesar di Rumah Sakit Swasta Bekasi Timur, yang dilaksanankan pada  bulan  Agustus 2017  sampai  bulan Januari 2018.  Sampel penelitian  ini adalah  40 responden  dengan  total  sampling  method.  Pengukuran  intensitas  nyeri  menggunakan skala wajah Wong Barker, instrument ambulasi dini menggunakan lembar observasi, analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dari intervensi ambulasi dini pada hari pertama ibu berada dominan pada intensitas nyeri berat (75%), pada hari kedua intensitas nyeri sedang (77.5%) dan hari ketiga intensitas nyeri ringan (75%).  Nilai intensitas nyeri sebelum dan sesudah ambulasi dini menurun secara bertahap ditunjukkan pada hari pertama dengan nilai  P value 0.004, hari kedua P value 0.000 dan hari ketiga P value 0.000. Hasil penelitian menunjukkan significant perubahan dan penuruan intensitas  nyeri  sebelum  dan  sesudah  dilakukan  ambulasi  dini  pada  ibu  postpartum dengan SC selama tiga hari perawatan di RS. Ambulasi dini  sangat efektif   sebagai salah satu metode menurunkan intensitas nyeri pada ibu post SC. Kata kunci : ambulasi dini, nyeri, seksio sesar
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA WANITA AKSEPTOR KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOK BAINTAN Adriana palimbo; Hariadi Widodo; Nur Redha
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.001 KB)

Abstract

Latar Belakang Masalah. Kontrasepsi merupakan suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan,namun banyak perempuan mengalami kesulitan di dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan Kenaikan berat badan pada wanita pada akseptor KB suntik di Wilayah Kerja Puskesmas Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Objek Penelitian ini adalah Akseptor KB Suntik 3 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.Metode penelitian ini menggunakan metode survey analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa penomena kesehatan itu terjadi, dengan rancangan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional study. Sampel pada penelitian ini 73 responden dengan tehnik accidental sampling artinya setiap ibu yang datang ke puskesmas Lok Baintan untuk melakukan suntik KB 3 bulan dijadikan sampel. Instrumen penelitian berupa Lembar Observasi yang di analisis mengggunkan Uji statistik Chi square.Kata Kunci: Kontrasepsi Suntik, Kenaikan Berat Badan. 
Pengaruh Senam Dismenorea Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Menstruasi Primer Dan Sekunder Pada Remaja SMA Trisakti Medan Provinsi Sumatera Utara Ingka Kristina; Marlina Simbolon; Asnita Asnita; Hertanta Hertanta; Sari Nduma
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.774 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i2.695

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses alami dan wajar dalam kehidupan wanita. Dismenorea adalah rasa nyeri pada perut yang berasal dari kram otot rahim dan terjadi selama menstruasi tanpa tanda-tanda infeksi atau penyakit panggul.Tujuan: untuk mengetahui Pengaruh Senam Dismenorea Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Menstruasi Primer Dan Sekunder Pada Remaja di SMA TRISAKTI MedanMetode: Desain penelitian dengan menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa remaja putri sebanyak 311 orang dan 113 siswa dijadikan sebagai sampel. sesuai dengan diagram alir penelitian yang telah ditetapkan mulai perencanaan sampai dengan adanya luaran. Tehnik Pengumpulan data dengan  Simple Random Sampling pada remaja yang mengalami dismenorea.Hasil: dari data univariat menunjukan bahwa mayoritas siswa remaja putri pada kelas XII sebanyak 108 siswa (34,7) dan minoritas pada kelas X sebanyak 100 (33%) dan responden mayoritas Nyeri Sedang sebanyak 53 siswa (46,9) dan minoritas nyeri berat sebanyak 22 (19,5%).  uji bivariat menggunakan uji wilxocon untuk mengetahui perbedaan rata-rata nyeri menstruasi dengan nilai (p-value = 0,000) yaitu terdapat pengaruh senam dismenorea terhadap penurunan intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri di SMA TRISAKTI Medan.Simpulan: terdapat pengaruh senam dismenorea terhadap penurunan intensitas nyeri menstruasi pada remaja putri di SMA TRISAKTI Medan. Senam dismenorea ini merupakan terapi komplementer yang dapat digunakan fasilitas kesehatan maupun masyarakat untuk mengurangi nyeri menstruasi dan mengurangi penggunaan obat penghilang rasa nyeri. Kata Kunci: Senam Dismenorea, Nyeri Menstruasi(Dismenorea)Background: Menstruation is a natural process in a woman's life. Dysmenorrhoea is a pain in the abdomen that comes from cramping of the uterine muscles and occurs during menstruation without signs of pelvic infection or disease.Objective: To determine the effect of dysmenorrhoea exercise on the reduction of primary and secondary menstrual pain intensity in adolescents in SMA TRI SAKTI Medan.Methods: The research design used a quasi-experimental method (Quasi Experiment) with a one-group pre-post test design. The population in this study were all 311 young women students and 113 students were used as samples. according to the research flow diagram that has been determined from planning to the outcome. Data collection techniques using simple random sampling on adolescents who experience dysmenorrhoea.Results: from univariate data shows that the majority of female teenage students in class XII are 108 students (34.7) and a minority in class X are 100 (33%) and the majority of respondents are moderate pain as many as 53 students (46.9) and a minority of severe pain as much as 22 (19.5%). The bivariate test used the Wilcoxon test to determine the average difference between menstrual pain and the value (p-value = 0,000), namely that there was an effect of dysmenorrhoea exercise on reducing the intensity of menstrual pain in female adolescents at SMA TRI SAKTI Medan.Conclusion: There is an effect of dysmenorrhoea exercise on the reduction of menstrual pain intensity in female adolescents in SMA TRI SAKTI Medan. Dysmenorrhoea exercise is a complementary therapy that can be used by health facilities and the community to reduce menstrual pain and reduce the use of painkillers.Keywords: Dysmenorrhoea Exercise, Menstrual Pain (Dysmenorrhoea)  
Factors Related To The Incidence Of Preterm Delivery In The Room Maternity Hospitals dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Ahmad Hidayat; Dewi Pusparani Sinembela; Dewi Agreni
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.327 KB)

Abstract

Background: The prematurity is one of cause of death the baby in Indonesia. It is estimated that the preterm labor contribution to the infant mortality rate reached 60-80%. Incidence the preterm labor for the past two years at RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin continues to rise, 2014 is 129 cases and 2015 increased to 223.Purpose: Analyze factors that deals with genesis preterm labor.Methods: Using survey analytic with the approach case control. Population all maternity mother. The sample of the cases 233 with a total of sampling, sample control 466 with systematics random sampling. Analysis data is bivariat by test Chi Square (α=0.005) and Odds Ratio.Results: Analysis bivariat test chi square show there was a correlation age mother (ρ=0,001) (or= 1,199), paritas (ρ= 0,000) (OR= 1,880), the distance pregnancy (ρ=0,001) (OR=1,179), gamelli (ρ=0,000) (OR=0,034) with genesis preterm labor.Conclusion: There was a correlation age mother, paritas, the distance pregnancy, gamelli in the genesis preterm labor. Age mother risk (20 and  35) years had a chance 1,199 times greater to bore in the gestastional age preterm, mother with of paritas risk (1 and 3) had a chance 1,880 times greater to bore in the gestastional age preterm , mother with the distance pregnancy risk (2 years) had a chance 1,179 time greater to bore in the gestastional agre preterm and mother with gamelli had a chance 0,034 time greater to bore in the gestastional age preterm.Keywords: Preterm Labor, Mother Age, Paritas, The Distance Pregnancy, Gamelli. 
Efektifitas Teknik Akupuntur Untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Post Partum Pasca Sectio Cesarea Di Rumah Sakit Mitra Sejati Kota Medan Siska Suci Triana Ginting; Lisa Putri Damanik
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.809 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.518

Abstract

Latar belakang:Persalinan sesar memang dapat memudahkan proses persalinan sehingga banyak ibu hamil yang lebih memilih jalur ini meski sebenarnya mereka bisa melahirkan secara normal. faktanya, angka kematian di seksio sesarea adalah 40-80 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menunjukkan risiko 25x lebih besar daripada persalinan melalui persalinan pervaginam. Bahkan untuk satu kasus karena infeksi memiliki angka 80x lebih tinggi dari persalinan pervaginam.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kasus operasi caesar yang dapat menyelamatkan nyawa bagi ibu dan bayi.Target spesifik yang dilakukan dalam penelitian ini berfokus pada pasien post-partum dengan sectio caesarea yang sering mengalami gangguan seperti seringnya resistensi (mati rasa), nyeri tulang belakang, atau nyeri di perut. Kebanyakan pasien post sectio cesarea khawatir tentang keluhan yang ditangani, karena semua keluhan ini pada dasarnya dapat diantisipasi dan diatasi.Metode: menggunakan metode observasional, dengan  pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post-partum sesar yang berada di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan 2018 dengan desain Pra-eksperimental Sementara desain penelitian ini menggunakan One-Group pre-group. desain post-test, karena pra-eksperimental tidak memerlukan kontrol.Hasil: pada penelitian ini  terlihat efektifitas  terapi akupuntur untuk menurunkan intensitas nyeri post-partum pasca section caseria di rumah sakit Mitra Sejati kota Medan tahun 2018 lebih sedikit mengalami rasa nyeri dibandingkan kelompok kontrol yang hanya dilakukan perawatan luka biasaSimpulan: Ibu yang dijadikan kelompok kontrol merasakan nyeri kuat,Ibu post-partum yang dilakukan intervensi terapi akupuntur mengalami penurunan rasa nyeri ,terdapat pengaruh pemanfaatan terapi akupuntur terhadap penurunan rasa nyeri pada ibu post-partum SC  (P=0,000;0,05) The Effectiveness of Acupuncture Techniques to Reduce Post-partum Pain Post-Sectio Cesarea Pain in Mitra Sejati Hospital Medan City Background: Cesarean delivery can indeed facilitate the labor process so that many pregnant women who prefer this route even though they can actually give birth normally. in fact, the mortality rate in cesarean section is 40-80 per 100,000 live births. This figure shows a 25x greater risk than labor through vaginal delivery. Even for one case due to infection it has a rate 80x higher than vaginal delivery.Objective: this study aims to reduce the cases of cesarean section that can save lives for both mother and baby. The specific target undertaken in this study focuses on post-partum patients with sectio caesarea who often experience disorders such as frequent resistance (numbness), spinal pain , or abdominal pain. Most post sectio cesarea patients are worried about complaints being addressed, because all these complaints can basically be anticipated and overcome.Method: using observational method, with cross sectional approach. This research was conducted at Medan Mitra Sejati Hospital in 2018. The population in this study were all post-partum cesarean mothers who were in the Medan Sejati Hospital 2018 with Pre-experimental designs. While the design of this study used One-Group pre-group. post-test design, because pre-experimental does not require control.Results: in this study the effectiveness of acupuncture therapy to reduce the intensity of post-partum post-casum pain in Mitra Sejati Hospital in Medan city in 2018 experienced less pain compared to the control group that only performed normal wound care.Conclusion: Mothers who were used as a control group felt strong pain, post-partum mothers who did acupuncture therapy intervention experienced a decrease in pain, there was an influence of the use of acupuncture therapy to decrease pain in post-partum SC mothers (P = 0,000; 0.05)Keywords: Effectiveness, Acupuncture Techniques, Post-Partum Pain Intensity, Post-Caesarean sectio
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERNIKAHAN DINI DI KECAMATAN HAMPANG KABUPATEN KOTABARU RR. Dwi Sogi Sri Redjeki; Nita Hestiyana; Riska Herusanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.23 KB)

Abstract

Latar Belakang Pasangan dengan usia subur yang menikah dini dengan usia 20 tahun di Kabupaten Kotabaru berdasarkan data BKKBN provinsi Kalimantan Selatan mencapai 6,59%. Sebanyak 46 kasus pernikahan dini dari 64 pernikahan yang terjadi pada Januari sampai dengan Desember 2014 yang tersebar pada 9 desa yang ada di Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru. Secara keseluruhan terjadi pada perempuan rata-rata dari usia 13-20 tahun dan pada laki-laki 16 – 20 tahun. Apabila hal tersebut tidak ditangani dengan seksama, akan berdampak negatif dari segi psikososial, biologis dan sosial.Tujuan penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pernikahan dini di Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru berdasarkan pengetahuan, pendidikan, ekonomi dan budaya.Metode adalah deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan keadaan suatu populasi di area tertentu pada pelaku pernikahan dini di Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru dengan jumlah 46 responden.Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel.Hasil Dari 46 responden adalah responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 38 responden (82,6%), pendidikan dasar sebanyak 33 responden (71,7%), ekonomi dari pendapatan orang tua ≥Rp1.620.000,-/bulan sebanyak 37 responden (80,4%) ini berarti ekonomi tidak menjadi penyebab pernikahan dini di Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru, dan budaya mendukung pernikahan dini sebanyak 42 responden (91,3%).Simpulan Dari 46 responden yang menjadi sampel penelitian ini, didapat bahwa faktor yang paling dominan yang menjadi penyebab pernikahan dini adalah faktor pengetahuan, pendidikan dan budaya.Kata Kunci: Faktor, Pernikahan dini, Pengetahuan
Efektivitas Lotus Birth Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Sebagai Strategi Pencegahan Anemia Febriana Sari; Marliani Marliani; Dewi S Hutabarat
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.264 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.681

Abstract

Latar Belakang: Metode Lotus birth adalah metode persalinan yang membiarkan tali pusat tetap terhubung dengan bayi dan plasenta setelah kelahiran, tanpa menjepit ataupun memotongnya. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi sehingga memberikan waktu bagi tali pusat untuk terpisah dari bayi secara alamiah.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas metode lotus birth setelah bayi lahir terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir, sebagai strategi pencegahan anemia di praktik Mandiri Bidan Eka.Metode: Desain yang digunakan adalah desain penelitian pre test post test with control group design.  Metode penelitian yang digunakan quasi eksperiment. Sampel penelitian ini adalah bayi yang dilahirkan secara spontan, pengambilan darah bayi dilakukan oleh petugas laboratorium pada hari ke 1 dan setelah tali pusat lepas. Jumlah responden yaitu 30 bayi baru lahir kemudian dijadikan dua kelompok (perlakuan dan control). Masing-masing kelompok berjumlah 15 orang bayi baru lahir.Hasil: Hasil uji statistic efektivitas lotus birth dengan Paired t-test diketahui bahwa nilai p sebesar 0,004, dengan nilai thitung 8,206 yang artinya bahwa pemberian lotus birth sangat efektif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Simpulan: Hasil tersebut menunjukkan ada efektivitas metode lotus birth dengan peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Kata Kunci: Anemia, Bayi barulahir, hemoglobin, Lotus birth                                                                           Abstract Background: The lotus birth method is a method of delivery that allows the umbilical cord to remain connected to the baby and placenta after birth, without pinching or cutting it. With a lotus birth, the baby is expected to get more blood which contains oxygen, food, and antibodies so as to allow time for the umbilical cord to separate from the baby naturally.Objectives: To determine the effectiveness of the lotus birth method after birth to increase hemoglobin levels in newborns, as a strategy to prevent anemia in the Eka's independent practice.Methods: The design used was a pre-test post-test research design with a control group design. The research method used is quasi-experiment. The samples of this study were babies born spontaneously, the baby's blood was collected by laboratory staff on day 1 and after the umbilical cord was removed. The number of respondents was 30 newborns and then divided into two groups (treatment and control). Each group consists of 15 newborns.Results: The results of the statistical test on the effectiveness of lotus birth with Paired t-test showed that the p-value was 0,004, with a tcount of 8.206 which means that giving lotus birth was very effective in increasing hemoglobin levels in newborns.Conclusions: These results indicate the effectiveness of the lotus birth method by increasing hemoglobin levels in newborns. Keywords: Anemia, newborn baby, hemoglobin, Lotus birth

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue