cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU HYGIENE ORGAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI SMAN-10 BANJARMASIN Nita Hestiyana; Dini Rahmayani; A'bdah Rasyidah imbran
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.538 KB)

Abstract

Latar Belakang: Organ reproduksi merupakan salah satu bagian yang sensitif, sehingga memerlukan perawatan khusus untuk menjaganya. Kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan organ reproduksi disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya konsep diri. Semenjak konsep diri terbentuk, seseorang akan berperilaku sesuai dengan konsep dirinya dan jika  perilaku seseorang tidak konsisten dengan konsep dirinya, maka akan muncul perasaan tidak nyaman dalam dirinya.Tujuan: Mengetahui Hubungan antara Konsep Diri dengan Perilaku Hygiene Organ Reproduksi pada Remaja Putri SMAN 10 Banjarmasin.Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik  dengan pendekatan Cross Sectional .Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswi perempuan kelas X SMAN-10 Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini adalah 109 orang dengan jumlah sampel 86 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dan menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai p value 0,000 dimana  = 0,05. Jika P value   maka dapat dismpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan antara konsep diri dengan Perilaku Hygiene Organ Reproduksi Remaja Putri Kelas X SMAN-10 dengan nilai OR 6,7.Simpulan:Konsep diri yang positif akan dapat menyadari kekurangan yang dimiliki dan kemudian akan memperbaikinya. Sehingga semakin tinggi kesadaran akan konsep diri positif yang dimiliki seorang remaja makan akan semakin baik dalam menjaga perilaku hygiene organ reproduksi. Perilaku hygiene organ reproduksi yang baik akan melindungi remaja dari penyakit organ reproduksi yang tidak diinginkan.  Kata kunci : Konsep Diri, Perilaku Hygiene Organ Reproduksi
Pengalaman Penerapan Kemampuan Berpikir Kritis Perawat Saat Memberikan Asuhan Keperawatan Pada Bayi Berat Lahir Rendah Di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Achmad Rif'at; Elly Nurachmah; Yustan Azidin
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.037 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.459

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit sebagai pemberi layanan kesehatan bertanggung-jawab untuk memberikan pelayanan yang bermutu dan aman. Permasalahan yang kompleks pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) menjadi alasan untuk diteliti. Bayi BBLR berisiko mengalami ketidaksempurnaan fungsi organ, sistem imun bayi atau pertahanan tubuh yang belum sempurna sehingga berisiko infeksi, tumbuh kembang bayi yang mungkin terlambat pasca perawatan. Perawat sebagai salah satu profesional pemberi asuhan bertanggung-jawab memberikan asuhan yang bermutu dan aman.  Oleh karena itu kemampuan perawat dalam memberikan asuhan, pengetahuan yang di miliki, pengalaman selama merawat, hubungan dengan petugas kesehatan lain, kesiapan orang tua untuk merawat  di rumah pasca perawatan menjadi sangat penting untuk di teliti.Tujuan: Penelitian  ini mengeksplorasi  pengalaman penerapan kemampuan berpikir kritis perawat saat memberikan asuhan keperawatan  pada bayi berat lahir rendah.Metode: Penelitian  ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data di lakukan dengan wawancara mendalam pada tujuh partisipan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Partisipan adalah perawat yang bekerja di Ruang Mutiara Lantai 2  RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Hasil: Hasil analisis didapatkan empat tema : kemampuan perawat mengenali BBLR, kemampuan perawat memberikan asuhan BBLR, kebutuhan dokumentasi pada BBLR, dan keterlibatan keluarga, petugas kesehatan dan unit kerja dalam asuhan BBLR. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah pendidikan. Pendidikan berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi perawat. Pengetahuan dan kompetensi  memberikan dampak pada sikap perawat untuk berpikir kritis pada asuhan yang diberikan. Abstract Background:Hospitals as health care providers are responsible for providing quality and safe services. Complex problems in Low Birth Weight (LBW) clients are reasons to be investigated. Low Birth Weight babies are at risk of developing imperfections in organ function, the baby's immune system or body defenses, so they are at risk of infection, delay growth and development post hospitalization. Nurses as one of the professionals care providers are responsible for providing  a quality and safe care.. Therefore the ability of nurses to provide care, possessed knowledge, experience during caring, relationships with other health workers, and the readiness of parents to care for their babies at home after hospitalization are very important to be examined. Aim: The aim of the study was to explore the perceived experience of nurses' critical thinking skills when providing nursing care to low-birth- baby clients. Method: This study used a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with seven participants taken by a purposive sampling technique. Participants were nurses who worked and care for neonatal babies in Mutiara Room 2nd floor of RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Result: The results of the analysis found four themes: the ability of nurses to recognize LBW, the ability of nurses to provide care to LBW, requirements of documentation on LBW, and the involvement of families, health workers and work units in providing care. The recommendation of this research is education. Continuing education can improve nurses' knowledge and competence. Knowledge and competence have an impact on nurses' attitudes to think critically on care providing Keywords: critical thinking, Low Birth Weight 
HUBUNGAN TINGKAT PENDAPATAN DAN PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS KELAYAN TIMUR BANJARMASIN Noorhidayah Noorhidayah; Fadhiyah Noor Anisa; Titin Eka Wati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.096 KB)

Abstract

Latar Belakang: Salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia adalah kematian anak usia bawah lima tahun (balita). Salah satu penyebab yang menonjol diantaranya karena keadaan gizi yang kurang baik atau bahkan buruk. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa 54 % kematian anak disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk. Sementara masalah gizi di Indonesia mengakibatkan lebih dari 80 % kematian anak. Berdasarkan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Tahun 2013 penderita balita sangat kurus tertinggi terdapat 144 kasus di Puskesmas Kelayan Timur. Tujuan: Mengetahui Hubungan Tingkat Pendapatan dan Pendidikan Orang Tua dengan Status Gizi pada Balita. Sasaran penelitian ini adalah semua orang tua balita sebanyak 84 sampel.Metode : analitik dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Hasil : diperoleh tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan orang tua dengan status gizi pada balita dengan nilai p=0,978, α=0,05, tidak ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi pada balita dengan nilai p=0,180, α=0,05, dan tidak ada hubungan antara pendidikan ayah dengan status gizi pada balita dengan nilai p=0,146, α=0,05. Kesimpulan: penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan orang tua dengan status gizi pada balita dan tidak ada hubungan antara pendidikan orang tua dengan status gizi pada balita.Kata Kunci : Pendapatan, Pendidikan, Status Gizi Balita
The Effect Of Cognitive Therapy On The Anxiety Level Of Client With Chronic Renal Failure Undergoing Hemodialysis Therapy in dr. Doris Sylvanus Hospital Syam’ani Syam’ani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.393 KB)

Abstract

Psychological problems that often found in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis is anxiety. When experiencing anxiety patients use coping to try to overcome them. Coping strategies used by each patient are not always the same, can be either adaptive or maladaptive, so it takes appropriate nursing interventions to help clients overcome psychological problems, one of them through cognitive therapy. The design used in this study research design: "ONE GROUP-PRE-TEST POST-TEST-DESIGN". In this study population was patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis therapy in BLUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya hospital. Sampling by using total sampling, ie all patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis therapy in the hospital dr. Doris Sylvanus Palangkaraya as many as 35 people and met the inclusion criteria. Results of statistical test by using test dependent sample t-test (Paired t-test) showed that the level of anxiety after the respondent is given cognitive therapy significantly decreased by 4.08 with a p-value = 0.000 (α 0.05). Based on the results of the statistical tests, it can be concluded that the α 5% there is no significant change in the average level of anxiety before and after the intervention is given in the form of cognitive therapy (p-value 0,000 α 0.005). This research is expected to contribute positively to the management of cases in patients with chronic renal failure who experience anxiety in order to assist patients in overcoming psychological problems due to illness. Keywords: cognitive therapy, chronic renal failure, hemodialysis 
Perbedaan Pengaruh Baby Gym Dan Baby Spa Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Bayi 9 – 12 Bulan Eka Tarigan; Eva Ratna Dewi; Imarina Taringan
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.415 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.490

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, terdapat 37,2 % anak balita di Indonesia mengalami stunting. Masalah kesehatan masyarakat dianggap berat bila prevalensi pendek sebesar 30 – 39 persen dan serius bila prevalensi pendek ≥ 40 persen. Terdapat 16% balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, baik perkembangan motorik halus maupun motoric kasar, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan.Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh baby gym dan baby spa terhadap pertumbuhan dan perkembangan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dan Desain yang digunakan adalah desain penelitian pre test post test with control group design, Subjek penelitiaan terdiri dari 20 bayi pada kelompok kasus dan 20 bayi pada kelompok intervensi di Sekolah Emak Yayasan Ibu Sejati Mandiri Tahun 2019.Hasil: Pengaruh baby gym dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan dengan uji paired sample t-test didapat hasil untuk berat badan nilai p=0,716, untuk perkembangan p=0,330 dan untuk panjang badan nilai p=0,014. Pengaruh baby spa dalam pada kelompok intervensi dilakukan uji paired sample t-test didapatkan hasil untuk berat badan nilai p=0,012, untuk panjang badan p=0,000 dan untuk perkembangan nilai p=0,001. Perbedaan pengaruh baby gym dan baby spa dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dengan uji independent sample t test didapatkan hasil untuk pertumbuhan yaitu berat badan nilai p=0,00, untuk panjang badan nilai p= 0,021 dan untuk perkembangan nilai p=0,00.Simpulan: Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan pengaruh baby gym dan baby spa dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi 9-12 bulan.Kata Kunci : Baby Gym, Baby Spa, Pertumbuhan, Perkembangan, Bayi. Background: Based on data from Basic Health Research (Riskesdas) in 2013, there were 37.2% of children under five in Indonesia experiencing stunting. Public health problems are considered severe if the short prevalence is 30-39 percent and serious if the short prevalence is ≥ 40 percent. There are 16% of Indonesian toddlers experiencing developmental disorders, both fine motor development and gross motoric, hearing loss, lack of intelligence and delays.Objective: The purpose of this study is to determine the differences in the influence of baby gyms and baby spas on growth and development.Method: This study was a quasi-experimental study and the design used was a pre-test post-test with control group design. The research subjects consisted of 20 infants in the case group and 20 infants in the intervention group at the Mother Sejati Mandiri Foundation Mother School in 2019.Results: The effect of baby gym in increasing growth and development with paired sample t-test results obtained for body weight value p = 0.716, for development p = 0.330 and for body length value p = 0.014. The effect of baby spa in the intervention group was paired sample t-test results obtained for body weight value p = 0.012, for body length p = 0.000 and for the development of the value of p = 0.001. The difference in the influence of baby gym and baby spa in increasing growth and development in infants with independent sample t test results obtained for growth are the body weight value of p = 0.00, for body length value of p = 0.021 and for the development of the value of p = 0.00 .Conclusion: Ho is rejected and Ha is accepted so that it can be concluded that there are differences in the influence of baby gym and baby spa in promoting growth and development in infants 9-12 months. Keywords: Baby Gym, Baby Spa, Growth, Development, Baby.
ANALISIS PERILAKU AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA TERHADAP METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI PUSKESMAS TEWAH Novita Dewi Iswandari; Lisda Handayani; Rita Asi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.786 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan mengenai pembatasan kelahiran dan keluarga berencana (KB) merupakan salah satu aspek penting ke arah pemahaman tentang berbagai alat/cara kontrasepsi yang tersedia. Kerangka Teori “Thoughs and Feeling” menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang berperilaku tertentu karena ada empat alasan pokok, yaitu pemikiran dan perasaan (Thoughs and Feeling), orang penting (Personal References), sumber-sumber daya (Resources), dan budaya (culture).Tujuan: Menganalisis Perilaku Akseptor KB Terhadap MKJP di Puskesmas Tewah.Metode: Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan total sampling yaitu sebanyak 100 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar register yang didapat berdasarkan kuesioner. Analisa dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square, oods ratio dan regresi linear sederhana pada derajat kepercayaan (0,05) 95%.Hasil: Sebagian besar responden menggunakan non metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebanyak 62 orang (62%), berpengetahuan kurang sebanyak 51 orang (51%), memiliki Personal Reference sebanyak 51 orang (51%), memiliki budaya/kepercayaan sebanyak 56 orang (56%) dan Fasilitas yang digunakan untuk melakukan pelayanan kontrasepsi MKJP (IUD dan Implan) lengkap(52%).Simpulan: Berdasarkan hasil analisis, yang paling berpengaruh adalah personal reference.Kata Kunci: Perilaku, Akseptor KB, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
FAKTOR UNDERWEIGHT PADA BALITA DI DAERAH BANTARAN SUNGAI MARTAPURA KABUPATEN BANJAR Fathurrahman Fathurrahman; Nurhamidi Nurhamidi; Aprianti Aprianti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.763

Abstract

LATAR BELAKANG: Underweight pada balita dapat meningkatkan risiko mortalitas dan morbiditas anak serta defisit pada fungsi kognitif yang menurunkan tingkat kecerdasan.TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian underweight pada balita di daerah aliran Sungai Martapura Kabupaten Banjar.METODE: Rancangan penelitian adalah kasus kontrol. Sampel adalah balita underweight sebagai kasus dan balita dengan status gizi baik sebagai kontrol di Kecamatan Martapura Timur, Karang Intan dan Sungai Tabuk. Besar sampel 250 balita, yaitu 125 kasus dan 125 kontrol. Pengambilan sampel menggunakan  probability sampling dengan teknik cluster random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.HASIL: Sebagian besar balita asupan gizi masih kurang (83,6%), ketersediaan pangan keluarga (88,8%) mencukupi, sumber air bersih di sungai (62,9%), daya beli keluarga rendah (87,1%), dan pengetahuan kurang (59,5%). Ada pengaruh faktor asupan gizi, ketersediaan pangan keluarga, sumber air bersih, daya beli keluarga, dan pengetahuan terhadap kejadian underweight pada balita di daerah aliran sungai (p0,05).KESIMPULAN: Asupan gizi, ketersediaan pangan, air bersih, daya beli, dan pengetahuan memengaruhi kejadian underweight pada balita di daerah aliran sungai.
Spiritualitas dan Kualias Hidup pada Pasien Kanker Erwin Wiksuarini; Erna Rochmawati; Rahmah Rahmah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.821 KB)

Abstract

Latar Belakang:  Spiritualitas dapat memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan kualitas hidup dengan menemukan makna dan tujuan dalam hidupTujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritualitas terhadap kualitas hidup pada pasien kanker di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara BaratMetode:  Metode penelitian ini menggunkan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang diambil menggunakan total sampling yang dilakukan pada bulan Maret sampa April 2018 dengan jumlah sampel 100 pasien kanker yang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Spiritual Well Being untuk menilai spiritualitas dan EORTC-QLQ C30 untuk menilai kualitas hidup pada pasien kanker.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean dan standar deviasi dari skor spiritualitas adalah 98,84 dan rata-rata skor kualitas hidup adalah 80,50 ± 30,272. Hasil uji statistik menggunakan uji Pearson menunjukkan bahwa spiritualitas secara signifikan berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien dengan kankerKesimpulan: Spiritualitas dapat berdampak positif terhadap kualitas hidup pasien kanker sehingga aspek spiritualitas perlu perhatian sebagai prioritas dalam perawatan.Kata Kunci:  Kanker, Kualitas Hidup, Spiritualitas  Background: Spiritual health is a fundamental concept for discussing chronic diseases such as cancer and a major approach for improving quality of life in patients is through creating meaning and purpose in the life.Objective: This study aims to know about the correlation of spirituality to quality of life in cancer patients in Public Hospital Province of West Nusa TenggaraMethods: The study used descriptive analytic with cross sectional. The research has been taken total sampling conducted in March until April 2018 with amount of sample about 100 cancer patients who are treated in Public Hospital Province of West Nusa Tenggara. Data were collected using Spiritual Well Being instrument to assess spirituality and the European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC-QLQ) to assess quality of life in cancer patients.Results: The results obtained reported the mean and standard deviation of the spirituality score was 98.84 and the mean and standard deviation of their quality of life score as 80.50±30.272. The statistical test is using Pearson test, it showed that spirituality was significantly associated to quality of life in patients with cancerConclusion: Spirituality can be positive impact to quality of life in cancer patients so aspect spirituality can be attention is a priority in the treatment.Keywords: Spirituality, Quality of Life, Cancer
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK AKIBAT HOSPITALISASI PADA USIA PRASEKOLAH DI RSU ADVENT MEDAN TAHUN 2019 Yani Lestari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.112 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.574

Abstract

Latar Belakang: Dukungan keluarga adalah bantuan yang diberikan oleh keluarga kepada anggota keluarga yang membutuhkan ketika menghadapi masalah sedangkan kecemasan adalah reaksi yang timbul pada anak usia pra sekolah, khususnya  yaitu tanda fisik seperti ketegangan otot, peningkatan tekanan darah, resah, menutup muka dan suara kuat, intelektual seperti perhatian rendah terhadap sesuatu, disorientasi waktu, sosial dan emosional seperti menarik diri, depresi, menangis dan kemarahan. Tujuan: Tingkat kecemasan pada anak saat dirawat di rumah sakit yaitu sekitar 8,3- 27% dimana cemas akibat perpisahan yang dialami anak untuk usia prasekolah adalah 4 %, serta kecemasan anak pada  usia prasekolah yang sakit dan harus dirawat inap, merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa yang berarti gangguan terpenuhinya kebutuhan emosional anak yang adekuat.Metode: desain penelitian analitik terhadap menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling berjumlah 30 responden yang merupakan keluarga dan pasien anak di RSU Advent Medan. Proses pengumpulan data  dilakukan terhadap pengisian kuesioner menggunakan metode wawancara. Uji yang digunakan peneliti adalah uji chi-square.Hasil: Berdasarkan  hasil uji chi square diperoleh nilai p (fisher) 0.05 (p=0,005). Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari 3 orang anak yang mengalami kecemasan 100% tidak ada dukungan dari keluarga sebaliknya dari 24 orang anak tidak mengalami kecemasan sebesar 88,8% memperoleh dukungan dari keluarga, bukan hanya pada masalah fisiknya saja, tetapi juga masalah psikologis.Kesimpulan: Diharapkan kepada institusi Rumah sakit agar dapat memberikan informasi kepada keluarga pentingnya dukungan keluarga terhadap anak yang sedang menjalani hospitalisasi untuk menurunkan tingkat kecemasan anak.Kata kunci: Cemas anak, Dukungan keluarga, dan Hospitalisasi.  Abstract Background: Family support is assistance provided by families to family members in need when facing problems, while anxiety is a reaction that occurs in pre-school children, especially physical signs such as muscle tension, increased blood pressure, restlessness, covering of faces and a strong voice. , intellectual such as low attention to something, time disorientation, social and emotional such as withdrawal, depression, crying and anger.Objective: The level of anxiety in children when hospitalized is around 8.3-27%, where the anxiety due to separation experienced by children for preschool is 4%, and anxiety of children at preschool age who are sick and have to be hospitalized, is one form of mental disorder which means the disturbance of meeting the child's emotional needs is adequate.Methods: The design of this study was analytic using a cross sectional approach. Sampling using convenience sampling technique totaling 30 respondents who are families and pediatric patients at RSU Advent Medan. The data collection process was carried out on filling out the questionnaire using the interview method. The test used by researchers is the chi-square test.Results: Based on the results of the chi square test, the p value (fisher) was 0.05 (p = 0.005). From the results of the study, it is known that out of 3 children who experience anxiety 100% there is no support from their family, whereas 24 children do not experience anxiety as much as 88.8% get support from family, not only on physical problems, but also psychological problems. Conclusion: It is expected that hospital institutions can provide information to families on the importance of family support for children who are undergoing hospitalization to reduce children's anxiety levels. Keywords: Child anxiety, family support, and hospitalization.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP BIDAN DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) Hariadi Widodo; Mahpolah Mahpolah; Juriah Juriah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.716 KB)

Abstract

Latar Belakang: Inisiasi Menyusu Dini seharusnya selalu dilakukan pada setiap persalinan, namunpada kenyataannya tidak dilakukan, kalaupun dilakukan tetapi tidak didokumentasikan kedalamregister pencatatan, sementara SOP tentang APN sudah tersedia bahkan sudah terpampang di dinding.Berdasarkan data 3 tahun terakhir,pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di RSUD dr. H. SoemarnoSosroatmodjo Kuala Kapuas masih rendah, tahun 2011 ada 239 persalinan cuma 8 orang (0,3% ) yangdilakukan IMD, tahun 2013 ada 332 persalinan cuma 12 orang (0,4 %) yang dilakukan IMD, 2013 ada404 persalinan cuma 9 orang (0,2% ) yang dilakukan Inisiasi Menyusu DiniTujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan terhadap sikap bidan dalam pelaksanaan IMDdiruang Ponek dan VK RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.Metode: Jenis penelitian ini observasional dengan pendekatan cross sectional, populasi adalah seluruhbidan ( total sampling ) di ruang Ponek dan VK berjumlah 28 orang. Pengumpulan data denganmetode kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Sperman RankHasil : didapatkan pengetahuan baik 22 orang (78,57%) dan cuma 1 orang pengetahuan kategorikurang, kemudian sikap 19 orang (67,86 %) kategori sikap positif dan cuma 9 orang termasukkategori sikaf negatif.Kesimpulan: berarti ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap bidan dalampelaksanaan inisiasi menyusu dini.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap tentang IMD

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue