cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Frekuensi Pernapasan Cepat Sebagai Prediktor Outcome Pasien Cedera Kepala Riky Teguh Arifiannoor; Abdurahman Wahid; Ifa Hafifah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.69 KB)

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil studi pendahuluan di IGD RSUD Ulin Banjarmasin kasus cedera kepala dari bulan Januari sampai bulan September 2017 ada 26,38% kasus cedera kepala, dan hal ini menempati urutan pertama dalam kasus 10 besar penyakit bedah terbanyak di IGD RSUD Ulin Banjarmasin selama periode tersebut. pada pasien cedera kepala dengan ketentuan apabila semakin turun nilai frekuensi pernapasan maka akan semakin berpengaruh terhadap luaran perawatan pasien.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan frekuensi pernapasan terhadap luaran perawatan pasien cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas.Metode: Penelitian ini adalah penelitian prospektif observasional dengan desain crossectional dari tanggal 27 November 2017–08 Januari 2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 53 orang dengan consecutive sampling, kemudian dilakukan analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi.Hasil:. ada hubungan yang signifikan antara frekuensi pernapasan terhadap luaran perawatan pasien cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas dengan nilai P value=0,002 0,05.Kesimpulan: frekuensi pernapasan pasien cedera kepala kurang dari 12 kali/menit atau lebih dari 24 kali/menit akan mendapatkan luaran perawatan buruk terhadap pasien cedera kepala.Kata Kunci: Cedera Kepala, Frekuensi Pernapasan, Luaran Perawatan Background: Based on the result of preliminary study in Emergency Department of RSUD Ulin Banjarmasin, head injury cases from January to September 2017 were 26,38%, and it was in the top place of ten most common surgical diseases in the Emergency Department of RSUD Ulin Banjarmasin in that period. In head injury patients, lower respiration rate influences the outcome of patient treatment.Purpose: this study was to determine the relation between respiration rate and outcomes of patients with head injuries due to traffic accidents.Method: This is a prospective observational study with cross-sectional design from 27 November 2017–08 January 2018. The samples in this study were 53 people collected by consecutive sampling, then data analysis was performed using Fisher’s Exact Test. The instrument was observation sheet.Result: There was a significant relation between respiration rate and the treatment outcomes of patients with head injuries due to traffic accidents with P value=0,002 0,05.Conclusion: The respiration rate of head injury patients which was less than 12 times/minute or more than 24 times/minute would have poor outcome.Keywords: Head Injury, Respiration Rate, Outcome 
Hubungan Pengetahuan Sikap Ibu Dalam Praktik Pemberian Asi Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Tahun 2018 Khairul Anam; Elsi Setiandari; Eka Handayani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.277 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.526

Abstract

Latar Belakang: Tingkat pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif di Indonesia masih sangat rendah yaitu 15,3%. Beberapa faktor diduga menyebabkan bayi tidak mendapatkan ASI dengan baik. Faktor tersebut adalah faktor karakteristik ibu, faktor bayi, lingkungan, dukungan keluarga, pendidikan kesehatan, sosial ekonomi dan budaya. Selain itu, berdasarkan beberapa laporan studi tentang permasalahan pemberian ASI Eksklusif menemukan faktor-faktor tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi adalah karena pengetahuan ibu yang kurang, sikap ibu terhadap pemberian asi ekslusif, ibu sibuk bekerja, pendidikan ibu yang rendah, gencarnya periklanan tentang penggunaan susu formula, kurangnya sekresi ASI, persepsi tentang bayi tanpa diberi makanan tambahan akan menjadi lapar dan pengetahuan ibu tentang ASI kurang.Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Sikap Ibu Dalam Praktik Pemberian Asi Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekapuran Raya Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Tahun 2018Metode: Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling yaitu accidental sampling.Hasil: Hasil pengumpulan data dianalisis dengan menggunakan statistik univariat dan bivariat menggunakan uji statistik  yang  dilakukan berupa  Uji Statistik Chi-Square. membandingkan frekuensi yang terjadi (observasi) dengan frekuensi harapan (ekspektasi), uji tersebut dilakukan dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas yaitu pengetahuan ibu dengan variabel terikat yaitu Pemberian ASI Ekslusif (p value = 0,000) di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Banjarmasin.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas yaitu sikap ibu dengan variabel terikat yaitu Pemberian ASI Ekslusif (p value = 0,000) di wilayah kerja Puskesmas Pekapuran Banjarmasin.Kata kunci :  ASI Eksklusif, Pengetahuan, dan SikapBackground: The level of exclusive breastfeeding in Indonesia is still very low at 15.3%. Several factors are thought to cause babies not to get breast milk properly. These factors are maternal characteristics, infant factors, environment, family support, health education, socio-economic and cultural factors. In addition, based on several study reports on the issue of exclusive breastfeeding finding factors that are not given exclusive breastfeeding to infants is due to lack of mother's knowledge, mother's attitude towards exclusive breastfeeding, working mothers, low maternal education, incessant advertising about milk use formula, lack of ASI secretion, perception of infants without being given additional food will become hungry and maternal knowledge about ASI is lacking.Aim: Knowing the Relationship between Knowledge of Mother's Attitude in the Practice of Giving Exclusive Asi in the Working Area of Pekapuran Raya Health Center, East Banjarmasin District, Banjarmasin City in 2018Method: This study uses a non probability sampling technique that is accidental sampling. Results: The results of data collection were analyzed using univariate and bivariate statistics using statistical tests conducted in the form of Chi-Square Statistic Test. comparing the frequency that occurs (observation) with the frequency of expectations (expectations), the test is carried out with a significance level of α = 0.05. There is a significant relationship between the independent variables, namely the knowledge of mothers with the dependent variable, namely the provision of exclusive breastfeeding (p value = 0,000) in the working area of the Pekapuran Public Health Center in Banjarmasin. Conclusion: There is a significant relationship between the independent variables, namely the attitude of the mother with the dependent variable, namely the provision of exclusive breastfeeding (p value = 0,000) in the work area of Pekapuran Public Health Center, Banjarmasin.Keywords: Exclusive breastfeeding, knowledge and attitude
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN K1 AKSES (KUNJUNGAN AWAL) DI PUSKESMAS PELAMBUAN Novita Dewi Iswandari; Agus Muliyawan; Maria Saropa
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.833 KB)

Abstract

Masalah yang diteliti adalah tinggi nya kunjungan K1 akses pada data sekunder Puskesmas Pelambuan. Objek penelitian adalah ibu hamil yang berada di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin. Tujuan Penelitian yaitu mengetahui Hubungan pengetahuan ibu hamil dengan kiunjungan K1 akses di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin tahun 2013.Metode yang digunakan adalah metode analitik dimana pendekatannya menggunakan Retrospective study, Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan cara accidental sampling.Hasil penelitian dari 24 responden yang dibagikan kuesioner, didapatkan 13 orang berpengetahuan cukup(54,2%) 9 orang berpengetahuan kurang dan 2 orang berpengetahuan baik.Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan kunjungan K1 akses. Saran untuk petugas kesehatan Perlunya dilakukan penyuluhan tentang kunjungan kehamilan khususnya kunjungan pada awal kehamilan sehingga diharapkan ibu mengetahui tentang berapa kali frekuensi minimal pemeriksaan kehamilan.Kata Kunci: pengetahuan ibu hamil, kunjungan K1 akses.
Perbedaan Pengaturan Ultrafiltrasi Non-Profiling Dengan Ultrafiltrasi Profiling Satu Terhadap Penurunan Tekanan Darah Intradialisis Di Instalasi Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin Shofaniah Shofaniah; Alit Suwandewi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.409 KB)

Abstract

Latar Belakang: Ultrafiltrasi adalah proses dari hemodialisis untuk menarik cairan yang berlebihan di darah, besarnya ultrafiltrasi yang dilakukan tergantung dari penambahan berat badan klien. Ultrafiltrasi terdiri dari teknik nonprofiling dan profiling, Ultrafiltrasi berpengaruh terhadap terjadinya hipotensi intradialisis.Tujuan: Untuk Mengetahui perbedaan pengaturan ultrafiltrasi non-profiling dengan ultrafiltrasi profiling satu terhadap penurunan tekanan darah intradialisis pada klien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis di Instalasi Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian quasi eksperimental dengan pengamatan one group pre and post tes design, dengan rancangan cross-sectional. Populasi seluruh pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisa 2, sampel berjumlah 32 orang. Pengambilan dengan teknik purposive sampling.Hasil: Hasil analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Tidak ada perbedaan statistik antara pengaturan ultrafiltrasi nonprofiling dengan profil satu ultrafiltrasi terhadap penurunan tekanan darah pada klien Penyakit Ginjal Kronis yang menjalani hemodialisis di Instalasi Hemodialisa RSUD Banjarmasin ditunjukkan oleh hasil signifikansi atau nilai p 0, 405.Simpulan: Penelitian menunjukkan Tidak ada perbedaan secara Statistik antara pengaturan ultrafiltrasi Non profiling dengan ultrafiltrasi profiling satu terhadap penurunan tekanan darah pada klien Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis di Instalasi Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin.Kata Kunci: Penurunan tekanan darah, Ultrafiltrasi non profiling, Ultrafiltrasi profiling satu ABSTRACT Background: In the ultrafiltration program at HD Installation RSUD Ulin Banjarmasin has two ways: non-profiling ultrafiltration and one profiling ultrafiltration, but ultrafiltration profiling one is still rarely used because it is less familiar, ultrafiltration in hemodialysis which is too big can cause intradialysis hypotension.Objective: To know the difference of nonprofiling ultrafiltration arrangement with profiling one ultrafiltration to the decrease of intradialysis blood pressure on client of Chronic Kidney Disease undergoing hemodialysis at Hemodialisa Installation of Ulin Banjarmasin Hospital.Method: This study used quasi experimental research method with one group pre and posttest design, with cross-sectional design. Population of all hemodialysis patients in Hemodialisa 2 Room, the sample was 32 people. Intake with purposive sampling technique.Results: The results of analysis using the Wilcoxon statistical test There is no statistical difference between the arrangement of nonprofiling ultrafiltration with profiling one ultrafiltration against the decrease of blood pressure in the client of Chronic Kidney Disease undergoing hemodialysis in Hemodialisa Installation of RSUD Banjarmasin is indicated by the result of significance or p value 0 , 405.Conclusion: There is no statistical difference between non-profiling ultrafiltration arrangement with profiling one ultrafiltration against blood pressure decrease in client of Chronic Kidney Disease undergoing hemodialysis at Hemodialisa Installation of RSUD Ulin Banjarmasin.Keywords: Decrease in blood pressure, nonprofiling ultrafiltration, profiling ultrafiltration one.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG IKTERUS FISIOLOGIS PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Sitti Khadijah; Dwi Rahmawati; Mahmudah Mahmudah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.665 KB)

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kejadian ikterus patologis pada bayi baru lahir di ruang bayiRSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin didapatkan data sekunder sebanyak 72 bayi baru lahirtahun 2013 dan meningkat pada bulan Januari sampai Nopember 2014 sebanyak 83.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentangikterus fisiologis pada bayi baru lahir di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang bertujuan untukmenerangkan atau menggambarkan masalah-masalah yang terjadi berdasarkan karakteristik umur,pendidikan, dan pekerjaan. Subjek penelitian adalah seluruh ibu nifas yang dirawat diruang nifasRSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pengetahuan ibu nifas berdasarkankarakteristik umur, pendidikan, dan pekerjaan. Ibu nifas usia 20-35 tahun lebih banyakberpengetahuan baik (50%), ibu nifas dengan tingkat pendidikan sekolah dasar lebih banyakberpengetahuan baik (66,7%), sedangkan ditingkat pendidikan sekolah menengah pertama ada yangberpengetahuan kurang (75%), dan ibu nifas yang tidak bekerja cenderung memiliki pengetahuanyang baik (44%). Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan ibu nifas tentang ikterus fisiologis padabayi baru lahir di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin memiliki pengetahuan yang baikyakni 13 orang (37,10%), ibu nifas yang berpengetahuan kurang 12 orang (34,30%), dan ibu nifasyang berpengetahuan cukup 10 orang (28,60%).Simpulan: Menurut hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu nifasberpengetahuan baik. Maka dari itu, peneliti berharap agar ibu nifas tidak perlu khawatir terhadapkondisi bayinya jika terjadi ikterus fisiologis.Kata Kunci: Pengetahuan, Umur, Pendidikan, Pekerjaan, dan Ikterus Fisiologis pada Bayi BaruLahir.
PERAN DOSEN KEPERAWATAN SEBAGAI ROLE MODEL PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS KARAKATER Agustinus Hermino
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.353 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.623

Abstract

Latar belakang: Pendidikan kesehatan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat. Dengan pendidikan kesehatan berbasis karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang mahasiswa keperawatan akan menjadi memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya hidup sehat dan berkehidupan sehat. Hal ini penting untuk mempersiapkan mahasiswa keperawatan menjadi insan yang sehat secara jasmani maupun rohani, dan menjadi insan yang cerdas dalam menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.Tujuan: memberikan pemahaman kepada Dosen Keperawatan dan orangtua sebagai pendidik di perguruan tinggi maupun di rumah dalam menumbuh kembangkan aspek-aspek hidup sehat dan berkehidupan sehat dalam peibatan tiga aspek, yaitu aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action) yang pada akhirnya akan menjadi sebuah pembiasaan positif untuk hidup bersih dan sehat, baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya.Metode: Penulisan ilmiah ini dilakukan dengan melakukan analisa akademik dari aspek berbagai sumber rujukan relevan sehingga menemukan makna teoritis baru dalam rangka menjawab tantangan yang terjadi di masyarakat. Hasil: Pendidikan kesehatan berbasis karakter dapat diajarkan melalui metode internalisasi dengan mengedepankan pada peneladanan, pembiasaan, penegakan peraturan, dan pemotivasian. Dengan demikian maka pendidikan kesehatan berbasis karakter dapat dilakukan secara intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Intrakurikuler terintegrasi ke dalam matapelajaran, sedangkan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran, dimana kesemuanya dapat dilakukan melalui keteladanan, penanaman kedisiplinan, pembiasaan, penciptaan suasana kondusif dan integrasi-internalisasi. Disamping itu, kolaborasi komunikasi antara orangtua dan dosen kepada anak atau mahasiswa akan membawa mahasiswa pada tumbuh kembangnya karakter yang baik dan kuat akan pentingnya hidup sehat dan berkehidupan sehat yang akan menunjang pencapaian masa depan yang baik. Kata kunci: pendidikan kesehatan, karakter, hidup sehat AbstractBackground: Health education aimed at giving meaning to intelligent people and strong characters. With character-based health education that is applied systematically and sustainably, a child will have a good understanding of the importance of healthy living and healthy living. This is important to prepare children to be healthy individuals physically and spiritually, and to be intelligent people in facing all kinds of life's challenges, including challenges to succeed academically. Purpose: Character-based health education has the aim to provide understanding to lecturers and parents as educators at the university and at home in developing aspects of healthy living and healthy living in engaging three aspects, namely aspects of knowledge or cognitive, feeling, and actions that will eventually become a positive habit to live clean and healthy, both for themselves and the environment Method: This scientific paper is carried out by conducting academic analysis from various aspects of relevant reference sources so as to find new theoretical meaning in order to answer the challenges that occur in society.Results: Character-based health education can be taught through internalization methods by prioritizing modeling, habituation, rule enforcement, and motivation. Thus, character-based health education can be done intracuricular or extracurricular. Intrakuricular is integrated into the subjects, while extracurriculars are done outside of class hours, all of which can be done through example, instilling discipline, habituation, creating a conducive atmosphere, and integration-internalization. Besides, communication collaboration between parents and lecturers to children or students will bring students to the development of the good and strong character of the importance of healthy living and healthy living that will support the achievement of a good future. Keywords: health education, character, healthy life
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Novita Dewi Iswandari; Mohdari Mohdari; Maulida Puteri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.156 KB)

Abstract

Latar Belakang : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah suatu metode kontrasepsi reversibel jangka panjang yang cocok untuk perempuan dari segala usia reproduksi.AKDR alat kontrasepsi yang efektifitasnya sangat tinggi, yaitu 0,6- 0,8 kehamilan/ 100 perempuan dalam 1 tahun pertama pemakaian, 1 kegagalan dalam 125- 170 kehamilan.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi rendahnya penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik penelitian sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan sampel sebanyak 99 sampel. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisa menggunakan chi square dengan nilai signifikan p 0,05.Hasil : Ada hubungan antara variabel usia dengan rendahnya penggunaan AKDR dengan nilai (p) = 0,009, ada hubungan antara variabel paritas dengan rendahnya penggunaan AKDR dengan nilai (p)= 0,002, ada hubungan antara variabel dukungan suami dengan rendahnya penggunaan AKDR dengan nilai (p)= 0,008.Simpulan : Rendahnya penggunaan alat kontrasepsi alat dalam rahim (AKDR) salah satu di pengaruhi oleh usia, paritas serta dukungan suam.Kata Kunci : Usia, Paritas, Dukungan Suami, AKDR
HUBUNGAN PELAKSANAAN RAWAT GABUNG DENGAN SIKAP IBU DALAM MEMBERIKAN ASI DI RUANG NIFAS RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Laurensia Yunita; Dwi Sogi Sri Redjeki; Nuur Aini
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.767 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.396

Abstract

Latar Belakang: Menurut data Kemenkes RI (2015) cakupan pemberian ASI Eksklusif pada tahun 2014 sebesar 80%, maka secara nasional di Indonesia pemberian ASI Eksklusif hanya sebesar 54% pada tahun 2016 sehingga belum mencapai target. Hasil data Kemenkes (2016) pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Kalimantan Selatan juga belum mencapai target yaitu hanya sebesar 57,7%. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dari 7 ibu nifas didapatkan hasil bahwa 57% ibu nifas sudah dapat menyusui bayinya dan 43% ibu nifas belum memberikan ASI kepada bayinya. Penyebab ibu nifas belum memberikan ASI dikarenakan ASI nya belum keluar dan masih kelelahan karena baru melahirkan beberapa jam yang lalu.Tujuan: Mengetahui hubungan pelaksanaan rawat gabung dengan sikap ibu dalam memberikan ASI di Ruang Nifas RSUD dr.H.Moch.Ansari Saleh Banjarmasin.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis diskriptif analitik yang menggunakan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling. Teknik pengambilan data sebanyak 78 responden.Hasil: dari 78 responden terdapat 68 orang yang melaksanakan rawat gabung dimana 49 orang (57%) yang mendapatkan sikap positif. Hasil uji statistic menggunakan uji alternatif Fisher exact Test didapatkan p= 0,002 (p0,05) artinya ada hubungan pelaksanaan rawat gabung dengan sikap ibu dalam memberikan ASI.Simpulan: Pencapaian yang melaksanakan rawat gabung dipengaruhi juga oleh peranan Rumah Sakit yang mengharuskan ibu nifas melaksanakan rawat gabung.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA - TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KUNJUNGAN KEHAMILAN K4 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI JINGAH BANJARMASIN Agus Byna; Laurensia Yunita; Indah Ratna Sari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.691 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan negara-negara lainnya di dunia hampir sama, diantaranya akibat perdarahan, kelainan hipertensi dalam kehamilan, partus lama, infeksi, serta abortus. Untuk mengurangi angka kematian ibu maka ibu hamil wajib minimal empat kali memeriksakan kehamilannya agar mendeteksi dini jika ada tanda-tanda bahaya kehamilan atau komplikasi yang menyebabkan kehamilan itu menjadi patologis sehingga mendapatkan pengawasandan penanganan segera.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan kehamilan K4 di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin dari bulan oktober hingga desember sebanyak 254 orang. Jumlah sampel 30. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s Exact Test (p 0,05).Hasil: Pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dan kunjungan kehamilan K4 sudah cukup baik, 30 responden yang memiliki pengetahuan baik dan kunjungan k4 terpenuhi sebannyak 19 orang (63,3%). Uji Fisher’s Exact Test (p = 0,00) ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan kehamilan k4. Simpulan: Pengetahuan ibu hamil yang baik tentang tanda-tanda bahaya kehamilan berpengaruh kepada terpenuhinya kunjungan k4.Kata Kunci: Kehamilan, Kunjungan K4, Pengetahuan.
Relationship Of Age, Gender, Location Insertion And Catheter Size Of Incidence Phlebitis Paul Joae Brett Nito; Setiawati Setiawati; Murtiningsih Murtiningsih
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.928 KB)

Abstract

Background: Children is a hope of future that must be protected and cared for as well as possible. Children are at risk of having health problems, one of them phlebitis. Phlebitis is an inflammation or irritation of the vein walls caused by mechanical, chemical, bacterial or internal factors. Phlebitis incidence in Indonesia in 2013 is about 50,11% for Government Hospital and 32,70% Private Hospital.Objective: This study aims to determine the relationship of age, gender, location insertion and catheter size that cause phlebitis in the ward of children Ulin Hospital Banjarmasin.Methods: An observational analytic study with a cohort approach. Sampling technique used is consecutive sampling. Data were collected using respondent's observation sheet and Visual Infusion Phlebitis Scale (VIP Scale). Data analysis using chi-square test. The sample of this study were children who received intravenous therapy with 80 children.Results: The results showed that age, sex, location insertion and catheter size no significant relationship with phlebitis incidence (p 0.05).Conclusion: These findings suggest that nurses have to improve the ability to determining the risk of phlebitis occurrence in patients. Keyword: children, risk factors, phlebitis, Visual Infusion Phlebitis Scale

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue