cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Alat Perlindungan Diri Bidan Di Puskesmas Selama Pandemi Covid-19 Handayani, Lisda; Suhartati, Susanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i1.832

Abstract

Latar Belakang: : Fasilitas pelayanan kesehatan merupakan garda terdepan dalam upaya penanggulangan kasus di masa pandemi COVID-19. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer selama ini merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di Indonesia. upaya pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19 harus bisa diatasi  dengan segera, salah satunya dengan penyediaan APD yang efektif dan efisien bagi tenaga kesehatan. Tujuan peneliotian ini adalah mengetahui APD yang diguanakan bidan selama  memberiksan asuhan kebidanan di Puskesmas  .Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ,  mendeskripsikan hasil penelitian dengan populasi Bidan di 26 puskesmas dengan menggunakan kuesioner.Hasil:  pada awal pandemic kebanyakan (53,8%) bidan dipuskesmas melakukan pelayanan kebidanan dengan menggunakan hazmat/cover all dimana penggunaannya diperuntukkan pada APD level 3, sedangkan pada saat PPKM berlangsung sudah ada panduan untuk menggunakan APD yang sesuai yaitu APD level 2, kebanyakan puskesmas menggunakan APD level 2 (46,2%), namun masih ada puskesmas yang bertahan pada APD Level 3 bahkan ada yang hanya menggunakan APD Level 1 (7,7%). sedangkan pada situasi pasca PPKM kebanyakan puskesmas masih bertahan pada APD level 2 (69,2%) walaupun sisanya  sudah diturunkan menjadi level 1Kesimpulan: APD yang digunakan bidan dipuskesmas diawal pandemi antara level 3 dan level 2, sedangkan pada saat PPKM hingga sekarang sudah ada puskesmas yang menurunkan menjadi APD level 1 walaupun angka kejadian COVID-19 masih ada.Personal Protection Equipment for Midwives at the Health Center during the Covid-19 PandemicBackground: Health service facilities are the front line in efforts to resolve the COVID-19 pandemic. Public Health Center as primary health care facilities have been the spearhead of health services in Indonesia. Efforts to prevent the spread and transmission of COVID-19 must be addressed immediately, one of which is the provision of effective and efficient PPE for health workers. The purpose of this study was to determine the PPE used by midwives while providing midwifery care at the Public Health Center.Methods: This study is a quantitative study by describing the results  of the study with a population of midwives in 26 Public Health Center used a questionnaire.Results: at the beginning of the pandemic, most (53.8%) midwives at health centers performed midwifery services using hazmat/cover all where the use was intended for level 3 PPE, while at the time of PPKM there were already guidelines for using the appropriate PPE, namely level 2 PPE, mostly Public Health Center use PPE level 2 (46.2%), but there are still puskesmas that survive on PPE Level 3 and some even only use PPE Level 1 (7.7%). whereas in the post-PPKM situation, most of the puskesmas still maintain PPE level 2 (69.2%) even though the rest has been reduced to level 1Conclusion: The PPE used by midwives in Public Health Center at the beginning of the pandemic was between level 3 and level 2, while during PPKM until now there were already puskesmas that had reduced it to level 1 PPE even though the number of COVID-19 cases was still there. 
Efektifitas Metode Pengkajian Siriraj Stroke Score (SSS) dan National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS) dalam Penetapan Diagnosa Keperawatan Aktual pasien Stroke di Ruang IGD Mohtar, M. Sobirin; Rahman, Subhannur; Apriannor, Ahmad; Auliyah, Gusti Restu
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.741

Abstract

Latar Belakang: Stroke adalah penyakit pada otak berupa gangguan fungsi syaraf fokal disebabkan oleh terganggunya peredaran darah pada otak dan menimbulkan gejala-gejala berupa defisit neurologis. Prevalensi stroke di Indonesia mengalami kenaikan dari 7% menjadi 10,9%. Provinsi Kalimantan selatan menempati urutan ketiga dengan prevalensi 12,7 % permil. Seiring meningkatnya jumlah penderita stroke, perlu pengkajian berfokus pada neuorologi dan bersifat darurat.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas metode pengkajian sss dan nihss dalam penetapan jumlah diagnosa keperawatan aktual dan kecepatan waktu penetapan diagnosa pasien stroke di Ruang IGD.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan pra-eksperimen (the one shot case study).Hasil : Hasil penelitian menggunakan analisis uji korelasi sperman pada metode SSS menunjukkan durasi pengkajian p=0,000, jumlah diagnosa p=0,000 dan durasi penetapan p=0,000 α (0,05). Sedangkan NIHSS menunjukkan durasi pengkajian p=0,000, jumlah diagnosa p=0,887 dan durasi penetapan p=0,000 α (0,05). Sehingga ada hubungan metode pengkajian SSS dan NIHSS terhadap penetapan diagnosa keperawatan aktual. Sedangkan hasil tingkat keeratan yang dianalisis menggunakan koefisien korelasi bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat adalah metode NIHSS terhadap lama durasi penetapan (r=0,858). Terdapat hubungan yang sama kuatnya adalah metode SSS dan NIHSS terhadap lama durasi pengkajian (r=0,653) namun lebih tinggi nilai SSS (r=0,696) sedangkan lama durasi penetapan SSS (r=0,696). Terdapat hubungan yang cukup adalah metode SSS terhadap jumlah diagnosa yang ditetapkan (r=0,495). Tidak terdapat hubungan, sehingga hubungan menjadi tidak berarti terjadi pada metode NIHSS terhadap jumlah diagnosa  (r=-0,027).Kesimpulan : Metode pengkajian SSS dan NIHSS efektif dalam menetapkan diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di Ruang IGD, namun secara durasi pengkajian dan penetapan jumlah diagnosa lebih efektif SSS. sedangkan dari durasi penetapan diagnosa keperawatan lebih efektif NIHSS.
Deteksi Kejadian Speech Delayed Pada Anak Dengan Algoritma ID3 Hestiyana, Nita; Sinambela, Dewi Pusparani; Hidayah, Nurul
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.752

Abstract

Latar belakang: Gangguan bicara (Speech Delayed) merupakan salah satu penyebab gangguan perkembangan yang sering ditemukan pada anak. Seorang anak memiliki keterlambatan bicara jika perkembangan bicara dan bahasanya berada dibawah anak seusianya. Speech Delayed memiliki dampak pada perkembangan anak. Risiko perkembangan terlambat bicara yaitu kemampuan konseptual dan prestasi pendidikan, faktor sosial, dan risiko negatif pada konsep diri anak. Ketidakpahaman orang lain ketika berkomunikasi dapat menyebabkan rasa rendah diri pada anak. Deteksi dini keterlambatan bicara merupakan hal yang sangat penting karna semakin cepat diketahui penyebab terlambat bicara maka semakin cepat stimulasi dan intervensi yang dapat dilakukan. Faktor risiko terjadinya speech delayed adalah riwayat keluarga dengan keterlambatan bicara, jenis kelamin laki-laki, prematuritas, dan pendidikan orang tua.Tujuan: Menganalisis factor penyebab terjadiya speech delayed pada anak dengan menggunakan algoritma ID3.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan algoritma ID3 (algoritma pembelajaran pohon keputusan) dengan jenis desain retrospektif. Lokasi penelitian di RSUD Ulin Banjarmasin. Dimana kasus dalam penelitian ini adalah balita yang mengalami speech delayed dan tidak speech delayed. Sampel penelitian ini berjumlah  100 anak. Pengambilan sampel dengan menggunakan systematic random sampling.Hasil: Pada penelitian ini berdasarkan hasil algoritma ID3, prematuritas merupakan variable tertinggi diantara variable lain yang menjadi penyebab terjadinya speech delayed. Variabel prematuritas dipengaruhi juga oleh varibel jenis kelamin, pendidikan orang tua dan riwayat keluarga terlambat bicara.Simpulan: Prematuritas merupakan variable tertinggi penyebab terjadinya speech delayed. Hendaknya orangtua dapat memberikan stimulus yang adekuat sejak dini, mengingat pentingnya peranan stimulus untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak.Kata kunci: Anak, Algoritma ID3, Speech Delayed  Detection of Speech Delayed Events In Children With ID3 AlgorithmBackground: Speech delayed is one of the most common causes of developmental disorders in children. A child has a speech delayed if his speech and language development is below his age. Speech delayed have an impact on a child's development. The risk of speech development delay is conceptual ability and educational achievement, social factors, and negative risk on the child's self-concept. Lack of understanding of others when communicating can lead to low self-esteem in children. Early detection of speech delayed is very important because the sooner the cause of speech delayed is known, the faster stimulation and intervention can be done. Risk factors for speech delayed in children are family history of speech delayed, male gender, prematurity, and parental education.Objective: To analyze the factors causing speech delay in children using the ID3 algorithm.Methods: The method used in this study uses the ID3 algorithm (decision tree learning algorithm) with a retrospective design type. The research location is at Ulin Hospital Banjarmasin. Where the cases in this study are toddlers who experience speech delayed and not speech delayed. The sample of this study amounted to 100 children. Sampling used systematic random sampling.Results: In this study, based on the results of the ID3 algorithm, prematurity is the highest variable that causes speech delayed. The variable of prematurity is also influenced by the variables of gender, parental education and family history of speech delayed.Conclusion: Prematurity is the highest variable that causes speech delayed. Parents should be able to provide adequate stimulus from an early age, given the importance of the role of the stimulus to improve children's language skills.Keywords: Children, ID3 Algorithm, Speech Delayed
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP SIKAP PENCEGAHAN COVID-19 MENGGUNAKAN AROMATERAPI USADA BARAK BALI DI KELURAHAN RENON DENPASAR SELATAN Ni Komang Sri Ariani; Putu Ayu Ratna Darmayanti; Wulan Tertiana Santhi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.708

Abstract

LATAR BELAKANG Peningkatan jumlah kasus akibat Virus Corona terjadi dalam waktu singkat dan membutuhkan penanganan yang khusus. Hingga saat ini belum ada obat spesifik untuk menangani kasus infeksi akibat Virus Corona. Berbagai tindakan preventif dilakukan untuk pencegahan penularan Virus Corona salah satunya dengan menggunakan bahan tradisional Aromaterapi Usada Barak Bali.TUJUAN Untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan remaja terhadap sikap pencegahan COVID-19 menggunakan Aromaterapi Usada Barak Bali di Kelurahan Renon Denpasar Selatan.METODE Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2021 pada 103 remaja dengan wawancara dan mengisi instrumen kuesioner online melalui Google formulir. Analisis data menggunakan analisis chi-square.HASIL Sebagian besar responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu 40 (38.8%) orang remaja, mempunyai sikap yang baik terhadap sikap pencegahan COVID-19 menggunakan aromaterapi usada barak bali. Sementara 14 (13.6%) orang remaja memiliki tingkat pengetahuan kurang mempunyai sikap yang kurang terhadap sikap pencegahan COVID-19 menggunakan Aromaterapi Usada Barak Bali.SIMPULAN Sebagian besar tingkat pengetahuan remaja terhadap pencegahan COVID-19 dalam kategori baik.Kata Kunci: Remaja, Pengetahuan, Sikap, COVID-19, Aromaterapi Usada Barak Bali. The Relationship Of Adolescent Knowledge Towards Covid-19 Prevention Attitude Using Aromatherapy Usada Barak Bali In Kelurahan Renon  Denpasar Selatan BACKGROUND An increasing number of cases due to the Corona Virus occurs in a short time and requires special handling. Up to now, there have been no specific drugs to deal with cases of infection due to the Corona Virus. A variety of preventive measures were carried out for the prevention of transmission of Corona Virus one of them by using ingredients traditional Aromatherapy Usada Barak Bali.OBJECTIVE To find out whether there is a relationship of knowledge of adolescents' attitude towards the prevention of COVID-19 using Aromatherapy Usada Barak Bali in the Village of Renon, South Denpasar.METHODS This type of research is observational analytic with a cross-sectional approach. The study was conducted in January 2021 in 103 adolescents with interviews and filling instrument the questionnaire online through Google forms. Analysis of data using analysis of chi-square.RESULTS Most of the respondents have a good level of knowledge is 40 (38.8%) of teenagers, has a good attitude toward the attitude of the prevention of COVID-19 using aromatherapy usada Barak bali. While 14 (13.6%) teenagers have less knowledge of the level have the attitude that less attitude towards the prevention of COVID-19 using Aromatherapy Usada Barak Bali.CONCLUSION Most of the level of knowledge of adolescents on the prevention of COVID-19 is in a good category. Key Words: Teenager, Knowledge, Attitudes, COVID-19, Aromatherapy Usada Barak Bali. 
Pengaruh Bimbingan Spiritual Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Mayor Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit al-Islam Kota Bandung Refti, Weni Guslia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i1.827

Abstract

Latar Belakang: Perawat memandang individu secara holistik yang memandang individu sebagai satu kesatuan yang utuh dan kompleks, yang memiliki dimensi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Pembedahan adalah suatu stressor yang dapat menimbulkan stres fisiologis dan stres psikologis. Permasalahan keperawatan yang berhubungan dengan klien yang menjalani prosedur pembedahan yaitu kecemasan. Cemas merupakan respon adaptif yang normal terhadap stres karena pembedahan. Pada saat mengalami kecemasan, individu akan mencari dukungan dari keyakinan agama. Dukungan tersebut dapat berupa bimbingan spiritual doa. Sehingga dapat diketahui pengaruh bimbingan spiritual terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre opesi mayor. Data hasil studi pendahuluan di RSAI Kota Bandung 2019 menyatakan sebanyak 10 orang dengan cara wawancara keseluruhan (10 orang) mengalami tanda dan gejala kecemasan.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh bimbingan spiritual terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi mayor di ruang rawat inap RSAI kota Bandung Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment dengan pendekatan one group pretest and postest designs. Populasi penelitian sebanyak 71 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil: dari Hasil penelitian diketahui 21(29,6%) orang kecemasan ringan, 39(54,9) orang  kecemasan sedang dan 11 orang  kecemasan berat (15,5%) sebelum diberikan bimbingan spiritual, sedangkan setelah diberikan bimbingan spiritual diketahui 44(62%) orang kecemasan ringan, 26(36,6%) orang sedang  dan 1(1,4%) orang kecemasan berat. Hasil uji wilcoxon diperoleh ρ value sebesar 0,000 0,05,Kesimpulan: dari hasil penelitian dapat ditarikkesimpulan bahwa ada pengaruh bimbingan spiritual terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi Mayor di Ruang Rawat Inap RSAI Kota Bandung. Background: Nurses view individuals in a holistic manner that views the individual as a whole and complex entity, which has biological, psychological, social, and spiritual dimensions. Surgery is a stressor that can cause physiological stress and psychological stress. Nursing problems associated with clients undergoing surgical procedures are anxiety. Anxiety is a normal adaptive response to the stress of surgery. When experiencing anxiety, individuals will seek support from religious beliefs. This support can be in the form of spiritual guidance prayer. So that it can be known the effect of spiritual guidance on anxiety levels in major preoperative patients. Data from preliminary studies at RSAI Bandung City 2019 stated that as many as 10 people by interviewing all (10 people) experienced signs and symptoms of anxiety.Objective: to determine the effect of spiritual guidance on anxiety levels in major preoperative patients in the inpatient room of the Bandung City Hospital in 2019.Methods: This type of research is a quasi experiment with a one group pretest and postest designs approach. The study population was 71 people who were determined by purposive sampling technique. Results: from the results of the study it was known that 21 (29.6%) people had mild anxiety, 39 (54.9) people had moderate anxiety and 11 people had severe anxiety (15.5%) before being given spiritual guidance, while after being given spiritual guidance it was known that 44 (62%) people had mild anxiety, 26 (36.6%) people had moderate and 1 (1.4%) people had severe anxiety. Wilcoxon test results obtained ρ value of 0.000 0.05,Conclusion: from the results of the study it can be concluded that there is an effect of spiritual guidance on the anxiety level of preoperative Major patients in the Inpatient Room of RSAI Bandung City. 
EFEKTIFITAS KELAS PRATIK PMBA DAN POSYADU TERHADAP PENGETAHUAN, MOTIVASI DAN STATUS GIZI BAYI BALITA Kartikawati, Sri Lestari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.739

Abstract

Latar Belakang: Pemantauan status gizi (PSG) 2017 menunjukan prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 29,6% di atas batasan yang ditetapkan oleh WHO 20%. Di masa Pandemi covid kejadian stunting berisiko terjadi peningkatan seiring menurunnya daya beli keluarga terkait pemenuhan bahan pangan. Di Era pandemi ini dengan menurunnya pendapatan keluarga berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga yang tentu saja berdampak pada perubahan menu keluarga. Program pemberdayaan keluarga melalui kelas pmba yang sudah dilaksanakan perlu dilakukan evaluasi terhadap efektivitas dan dampaknya terhadap pemberdayaan keluarga. Puskesmas Sawah lega merupakan salah satu puskesmas di kabupaten Bandung yang melaksnakan praktik kelas PMBA ini di semua desa yang menjadi wilayah kerjanya sejak tahun 2019 sampai 2020. Program ini dilaksanakan karena puskesmas Sawah lega memiliki 3 desa dengan lokus stunting. Sementara pada tahun 2020 awal terdapat kenaikan kasus stunting baru yang cukup banyak yaitu 30 kasus baru. Keberhasilan program menjadi hal yang harus diperhatikan terutama dalam rangka penyusunan Kebijakan program kerja terkait kesehatan ibu dan anak terutama di daerah lokus stunting . Keberhasilan program akan terlihat dari perilaku ibu mengadopsi perilaku dan pengetahuan baru dalam praktik pemberian makan bayi dan anak selama kegiatan kelas pmba dan menjadi kebutuhan untuk tetap terus melaksanakannya walaupun dimasa pandemi sehingga berdampak pada status kesehatan bayi dan balita.Tujuan:menilai efektifitas program pratik PMBA bagi ibu bayi dan balita terhadap kejadian stunting di masa pandemi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik korelational terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok kasus adalah ibu balita yang sudah mengikuti kelas PMBA dan kelompok kontrol adalah ibu yang mendapat kegiatan penyuluhan di posyandu. Populasi penelitian ini adalah bayi dan balita yang berada di wilayah puskesmas sawah lega dengan besar sampel 60 sampel kontrol dan 60 sampel kasus. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat yang meliputi analisis karakteristik kelompok kasus dan kontrol , analisis efektifitas dan analisis pengaruh kelas pmba terhadap kejadian stunting.Hasil: Pada Kelompok PMBA terdapat perbedaan Rata-rata sebelum dan sesudah intervensi dimana terlihat P Value pengetahuan  0.001 (0.05), P Value motivasi 0.007 (0.05), P Value praktik PMBA 0.007 (0.05) P Value status gizi 0.007 (0.05) sehingga pada praktik PMBA terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan, motivasi, praktik PMBA, skor status Gizi  sebelum dan sesudah intervensi dilakukannya Praktik pemberian Makanan Bayi dan balita (PMBA).Sedangkan pada Posyandu terdapat Rata-rata P Value pengetahuan 0.182 (0.05), P Value motivasi 0.033 (0.05), P Value praktik PMBA 0.049 (0.05), P Value Status Gizi 0.000 (0.05) maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan pada motivasi, praktik PMBA dan status Gizi sebelum dan sesudah intervensi dilakukannya Kegiatan Posyandu sedangkan pada pengetahuan tidak bermakna.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan Praktik PMBA terjadi perbedaan yang signifikan terhadap pengetahun, motivasi, status gizi bayi balita sehingga diharapkan dapat mencegah stunting pada balita. Selanjutnya disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Praktik PMBA baik oleh bidan maupun oleh kader Kesehatan dilapangan sehingga praktik PMBA ini di pahami dan dilakukan secara maksimal oleh ibu dan keluarga yan memeiliki bayi dan balita untuk mencegah agar stunting tidak terjadi. Kata kunci: Bayi, Balita, Praktik PMBA, Posyandu, Status Gizi 
Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Perluasan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah Suryagustina Suryagustina; Doni Wibowo
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.685

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 muncul ketika virus ini diketahui menyebar dari orang ke orang dalam waktu singkat dan dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, sesak, tidak nafsu makan dan lemas. Banyaknya jumlah kematian yang bertambah hari demi hari akibat virus corona ini tidak hanya menimbulkan gejala dan penyakit fisik saja akan tetapi, berpengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan seseorang adalah dasar untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi dan juga dasar mengambil sikap serta mewujudkan perilaku dalam pencegahan penularan Covid 19.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku responden tentang Covid 19.Metode Penelitian: Analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental sampling yang dilakukan pada bulan Mei – Juni 2020.Hasil: Dari 50 pasien di RS Perluasan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah yang memiliki pengetahuan cukup tentang Covid 19 yaitu 18 pasien (36%), pengetahuan kurang 17 pasien (34%), dan pengetahuan baik 15 pasien (30%). Sikap positif 28 pasien (56%) dan sikap negatif 22 pasien (44%) serta perilaku cukup 21 pasien (42%), perilaku kurang 20 pasien (40%) dan perilaku baik 9 pasien (18%). Kesimpulan: Pengetahuan pasien dominan cukup yaitu 18 pasien (36%), sikap positif 28 pasien (56%) dan perilaku cukup 21 pasien (42%).Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Pasien Covid-19 Knowledge, Attitudes, and Behavior of Covid-19 Patients at the Covid-19 Expansion Hospital Central Kalimantan ProvinceBackground: The COVID-19 pandemic emerged when the virus was known to spread from person to person in a short time and with symptoms such as high fever, cough, shortness of breath, lack of appetite, and weakness. The number of deaths that are increasing day by day due to the coronavirus does not only cause symptoms and physical illnesses but also has a major impact on the welfare of the community. A person's knowledge is the basis for making decisions and determining actions against the problems at hand and also the basis for taking attitudes and manifesting behavior in preventing the transmission of Covid 19.Aims: This study aims to determine the knowledge, attitudes, and behavior of respondents about Covid 19.Methods: Descriptive analysis with a quantitative approach. The sampling technique in this study used Accidental sampling which was conducted in May - June 2020.Results: Of the 50 patients at the Covid-19 Expansion Hospital in Central Kalimantan Province who had sufficient knowledge of Covid 19, 18 patients (36%), 17 patients (34%) lacked knowledge, and 15 patients (30%) had good knowledge. The positive attitude of 28 patients (56%) and negative attitude of 22 patients (44%) and moderate behavior of 21 patients (42%), poor behavior of 20 patients (40%), and good behavior of 9 patients (18%).Conclusion: Knowledge of dominant patients is sufficient, namely 18 patients (36%), positive attitude of 28 patients (56%), and sufficient behavior of 21 patients (42%).Keywords: Knowledge, Attitudes, Behavior, Covid-19 Patients
Literature Review : Gambaran Klinis Pasien Dengan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) M. Sobirin Mohtar; Ageng Luhur Caesar; R. Topan Aditya Rahman
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.680

Abstract

Latar Belakang: Pertanggal 18 Juni 2020 terdapat sebanyak lebih dari 14 juta kasus COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia dengan persentase angka kematian sebesar 4,2% dan Indonesia menempati urutan pertama kasus terbanyak di wilayah Asia Tenggara. Banyaknya kasus kematian ini tidak terlepas dari gejala yang ditimbulkan, mulai dari ringan hingga berat. Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi virus ini tidak spesifik.Tujuan: Menganalisis gambaran klinis pasien dengan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berdasarkan studi empiris.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Sejumlah 14 artikel digunakan dalam penelitian ini yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.Hasil: Hasil yang didapatkan dari studi literatur ini adalah mayoritas pasien COVID-19 adalah pria dengan usia 40 tahun keatas. Komordibitas yang paling banyak ditemui pada pasien dengan COVID-19 berupa diabetes mellitus, hipertensi, penyakit cardiovascular, penyakit liver kronis, dan penyakit cerebrovascular. Gambaran klinis awal penderita COVID-19 adalah munculnya gejala berupa demam, batuk dan kelelahan klasifikasi ringan. Gejala COVID-19 klasifikasi sedang meliputi demam, gejala pada saluran pernapasan, dan adanya pneumonia berdasarkan hasil pemeriksaan radiologi. Selain itu, klasifikasi berat juga digolongkan sebagai gejala COVID-19 yang termasuk RR ≥ 30 x/menit, saturasi oksigen ≤ 93%, tingkat konsentrasi PaO2/FiO2 ≤ 300 mmHg, infiltrasi paru ≥ 50% dalam 24-48 jam, kegagalan napas yang membutuhkan ventilator; sepsis; dan kegagalan multiple organ.Simpulan: Gejala yang dialami pasien dengan COVID-19 dapat dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Untuk peneliti selanjutnya, diperlukan alur penatalaksanaan dari seseorang kasus probable hingga kematian sesuai dengan peran dan fungsi perawat. Kata Kunci : COVID-19, Gambaran Klinis Background: As of June 18, 2020, there were more than 14 million COVID-19 cases occurring worldwide with a mortality rate of 4.2% and Indonesia ranked first in the Southeast Asia region. The number of cases of death that occurred due to COVID-19 is inseparable from the symptoms caused, ranging from mild to severe. The symptoms caused by this viral infection are not specific.Aim: Analyze the clinical features of patients with Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) according to evidence-based.Methods: This study was used a literature review approach. 14 articles used in this study were in accordance with established criteria.Results: The results obtained from this literature study are that the majority of COVID-19 patients are men aged 40 years and over. The most common comorbidity is diabetes mellitus, hypertension, cardiovascular disease, chronic liver disease, and cerebrovascular disease. The initial clinical manifestation is fever, cough, and fatigue. Symptoms of moderate classification are fever, symptoms in the respiratory tract, and pneumonia. In addition, severe classification symptoms are RR ≥ 30 x / min, oxygen saturation ≤ 93%, PaO2 / FiO2 concentration level ≤ 300 mmHg, pulmonary infiltration ≥ 50% within 24-48 hours, respiratory failure needs a ventilator; sepsis; and multiple organ failure.Conclusion: Symptoms experienced by patients with COVID-19 can be categorized based on the severity of the disease. For further researchers, it requires a management flow from a probable case to death according to the role and function of the nurse. Keywords: Clinical Features, COVID-19
Identifikasi Perilaku Mahasiswi Universitas Sari Mulia Dalam Mengatasi Nyeri Haid (Dysmenorrhea) Menggunakan Teori Hbm (Health Belief Model) Kurniawati, Darini; Lestari, Ema Harta; Redho Nugraha, Zen Achmad
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i1.786

Abstract

Latar Belakang: Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Health belief model adalah model yang menspesifikasikan bagaimana individu secara kognitif menunjukkan perilaku sehat maupun usaha untuk menuju sehat atau penyembuhan suatu penyakit.Tujuan: untuk mengetahui perilaku mahasiswi Universitas Sari Mulia Banjarmasin dalam mengatasi nyeri haid (dtysmenorrhea).Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan metode penelitian deskriptif dan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling.Hasil: Usia responden paling banyak yaitu 20 tahun. Mengalami menstruasi selama 7 hari, nyeri sebelum haid selama 2 hari dengan derajat nyeri skala 3 (ringan), cara mengatasi dengan tidak meminum obat nyeri haid dan tidak terjadi apa-apa saat tidak meminum obat. Responden yang sehat setelah minum obat sebanyak 79 orang dan nyeri berkurang setelah minum obat sebanyak 80 orang. Jarak rumah ke tempat pelayanan kesehatan 1 km.Kesimpulan: Responden tidak meminum obat nyeri haid dan responden tidak melakukan tindakan lain. Motivasi sehat dan keuntungan mengkonsumsi obat OAINS dapat menyebabkan nyeri haid hilang.Background: Dysmenorrhea is abdominal pain that comes from uterine cramps and occurs during menstruation. A health belief model is a model that specifies how individuals cognitively exhibit healthy behaviors or attempts to get healthy or cure a disease.Objective: The purpose of this study was to determine the behavior of students at the University of Sari Mulia Banjarmasin in dealing with menstrual pain (dysmenorrhea).Methods: The type of research conducted is observational research with descriptive research methods and using a sampling technique that is purposive sampling.Results: The most respondents is 20 years old. Experiencing menstruation for 7 days, pain before menstruation for 2 days with a degree of pain scale 3 (mild), how to overcome by not taking menstrual pain medication and nothing happens when not taking the drug. Healthy respondents after taking the drug as many as 79 people and pain decreased after taking the drug as many as 80 people. The distance of the house to the health service 1 km.Conclusion Respondents did not take menstrual pain medication and respondents did not take any other action. Healthy motivation and the benefits of taking NSAID drugs can cause menstrual pain to go away.
Hubungan Pengkajian Nyeri Menggunakan CPOT Terhadap Perubahan Status Hemodinamik pada pasien di ICU Gaghauna, Eirene Eunike Meidiana; Santoso, Bagus Rahmat
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.777

Abstract

Masalah Nyeri merupakan suatu respon alami yang bersifat langsung terhadap suatu peristiwa atau kejadian yang tidak mengenakkan karena kerusakan jaringan, seperti proses penyakit atau tindakan pengobatan dan pembedahan ( Hayati, 2014 dalam Apriani et al, 2018). Munculnya nyeri pada pasien penurunan kesadaran disebabkan oleh penyakit akut dan banyaknya intervensi dan tindakan yang dilakukan di ICU seperti: operasi, trauma, tindakan invasif, perawatan luka dan perubahan posisi pada pasien (Sutari, 2014 dalam Apriani et al, 2018).Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengkajian nyeri menggunakan CPOT terhadap perubahan status hemodinamik pada pasien.Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian korelasi yang dilakukan analisis data statistik menggunakan Mann-Whitney. Lembar penilaian skala nyeri CPOT dan Lembar Observasi Status hemodinamik.Hasil: pengukuran tingkat nyeri menggunakan CPOT  berhubungan dengan perubahan status hemodinamik dengan kenaikan yang beragam tergantung tingkatan nyeri yang dirasakan oleh pasien.Kesimpulan: perlunya monitoring tingkat nyeri khususnya pada pasien yang menggunakan ventilator diruang Intensive care sebagai salah satu upaya monitoring status hemodinamik yang berpengaruh dalam perbaikan kondisi pasien di ICU. Kata Kunci: CPOT, Nyeri, Status Hemodinamik The Effect of Family Health Seek Behavior to the Outcome of Stroke Patient using National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS) in Emergency Department Introduction: Pain is a natural response that is direct to an unpleasant event or event due to tissue damage, such as a disease process or treatment and surgery (Hayati, 2014 in Apriani et al, 2018). The emergence of pain in patients with decreased consciousness is caused by acute illness and the many interventions and actions carried out in the ICU such as: surgery, trauma, invasive procedures, wound care and position changes in patients (Sutari, 2014 in Apriani et al, 2018).Purpose: To analyze the relationship of pain assessment using CPOT to changes in hemodynamic status in patients.Results: The design of this research is correlation research which is analyzed statistical data using Mann-Whitney. CPOT pain scale assessment sheet and Hemodynamic Status Observation Sheet.Conclusion: the need for monitoring the level of pain, especially in patients who use a ventilator in the intensive care room as an effort to monitor hemodynamic status that affects the improvement of the patient's condition in the ICU Keywords: CPOT, Hemodynamic Status, Pain

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue