cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Risiko Jatuh Pada Lanjut Usia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru Suci Martha Aprilia; Dhian Ririn Lestari; Kurnia Rachmawati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.09 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.460

Abstract

Latar Belakang: Jatuh padaalansia merupakanahal yangasering terjadi. Kejadian jatuh padaalansia dapat disebabkan oleh perubahan fungsi organatubuh. Salah satu perubahan fungsi organ yang terjadi adalahaperubahan fungsianeuron yang dapat menyebabkan gangguan fungsi kognitif.Tujuan: Mengetahui hubungan fungsi kognitif dengan risiko jatuh pada lanjut usia di PantiaSosialaTresna Werdha BudiaSejahteraaBanjarbaru.Metode: Penelitianaini menggunakan metode observasional dan survei denganapendekatanaCross Sectional. Pengumpulanadata dilakukanadengan menggunakanaMini MentalaState Examinationa(MMSE) pada fungsi kognitif dengan mengadopsi dari penelitian sebelumnya dan TimeaUp andaGo Testa (TUG) padaarisikoa jatuh. Pengambilanasampel dengan totalasamplingasebanyak 63 orang. Metodeaanalisis data menggunakan uji chi square dan untuk mencari nilai OR dengan  Regresi logistik sederhana.Hasil: Terdapat hubungan fungsi kognitif dan risikoajatuh padaausia lanjutadi PantiaSosial TresnaaWerdha BudiaSejahteraaBanjarbaru (p value = 0,000, OR = 7,58 kali).Diskusi: Penurunan fungsi kognitif pada lansia menjadiasalah satuafaktorarisiko penyebabameningkatnyaarisiko jatuhapadaalansia. Diharapkanaperawat danalanjut usiaauntuk memperhatikanafungsi kognitifaagar dapatamenurunkanarisiko jatuhapada lanjutausia.KataaKunci: fungsiakognitif, lanjut usia, risikoajatuh Abstract Introduction: Falling on the elderly is a common thing. Falling events in the elderly can be caused by changes in bodily organs. One change in organ function that occurs is a change in the function of neurons that can cause impaired cognitive function.Objective: To determine the relationship of cognitive function with the risk of falling in the elderly at the Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Method: This study used observational methods and surveys with a cross-sectional approach. Data collection was done by using MiniaMental StateaExaminationa(MMSE) on cognitive function by adopting from previous research and Time Up and Go Test (TUG) on the risk of falling. Sampling with a total sampling of 63 people. The method of data analysis used the chi-square test and to find the OR value with simple logistic regression.Results: There is a relationship between cognitive function and the risk of falling in the elderly at the Tresna Werdha Social Institution Budi Banjarbaru Prosperous (p-value = 0.000, OR = 7.58 times).Discussion: Decreasing cognitive function in the elderly is one of the risk factors for increasing the risk of falls in the elderly. It is expected that nurses and the elderly to pay attention to cognitive function to reduce the risk of falling in the elderly. Keywords: cognitive function, elderly, risk of falling
HUBUNGAN PERSALINAN TINDAKAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Winda Maolinda; Desilestia Dwi Salmarini; Mariani Mariani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.016 KB)

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kejadian Asfiksia Neonatorum merupakan penyebab utama kematian bayi di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin tahun 2013 yaitu sebanyak 44,3%.Asfiksia ialah keadaan dimana bayi tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus atau faktor faktor yang terjadi pada saat kehamilan, persalinan atau segera setelah lahir.Tujuan: Mengetahui hubungan persalinan tindakan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh BanjarmasinMetode: Metode penelitian yang digunakan adalah survey observasional melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu bersalin dengan persalinan tindakan selama 6 bulan dari bulan Juli-Desember pada tahun 2014 dengan jumlah 413 ibu di Ruang Bayi dan Ruang VK Bersalin RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Pengambilan sampel dengan Total Sampling dengan jumlah sampel 413 ibu di Ruang Bayi dan Ruang VK Bersalin. Analisis bivariat menggunakan Chi-Squaredengan taraf signifikan α=0,05%.Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari setengah persalinan tindakan yaitu dengan cara Seksio Sesaria sebanyak 289 ibu (70,0%), sedangkan untuk kejadian asfiksia neonatorum didapatkan yaitu Asfiksia Sedang sebanyak 232 bayi (56,2%). menggunakan perhitungan Chi- Square dengan tingkat kemaknaan 0,05 didapatkan angka P=0.009 ˂ α 0,05 ini berarti Ha diterima, Ho ditolak.Kesimpulan: Ada Hubungan Persalinan Tindakan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.Kata Kunci : Persalinan tindakan, kejadian asfiksia neonatorum
Efektivitas Lotus Birth Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Sebagai Strategi Pencegahan Anemia Febriana Sari; Marliani Marliani; Dewi S Hutabarat
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.681

Abstract

Latar Belakang: Metode Lotus birth adalah metode persalinan yang membiarkan tali pusat tetap terhubung dengan bayi dan plasenta setelah kelahiran, tanpa menjepit ataupun memotongnya. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi sehingga memberikan waktu bagi tali pusat untuk terpisah dari bayi secara alamiah.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas metode lotus birth setelah bayi lahir terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir, sebagai strategi pencegahan anemia di praktik Mandiri Bidan Eka.Metode: Desain yang digunakan adalah desain penelitian pre test post test with control group design.  Metode penelitian yang digunakan quasi eksperiment. Sampel penelitian ini adalah bayi yang dilahirkan secara spontan, pengambilan darah bayi dilakukan oleh petugas laboratorium pada hari ke 1 dan setelah tali pusat lepas. Jumlah responden yaitu 30 bayi baru lahir kemudian dijadikan dua kelompok (perlakuan dan control). Masing-masing kelompok berjumlah 15 orang bayi baru lahir.Hasil: Hasil uji statistic efektivitas lotus birth dengan Paired t-test diketahui bahwa nilai p sebesar 0,004, dengan nilai thitung 8,206 yang artinya bahwa pemberian lotus birth sangat efektif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Simpulan: Hasil tersebut menunjukkan ada efektivitas metode lotus birth dengan peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Kata Kunci: Anemia, Bayi barulahir, hemoglobin, Lotus birth                                                                           Abstract Background: The lotus birth method is a method of delivery that allows the umbilical cord to remain connected to the baby and placenta after birth, without pinching or cutting it. With a lotus birth, the baby is expected to get more blood which contains oxygen, food, and antibodies so as to allow time for the umbilical cord to separate from the baby naturally.Objectives: To determine the effectiveness of the lotus birth method after birth to increase hemoglobin levels in newborns, as a strategy to prevent anemia in the Eka's independent practice.Methods: The design used was a pre-test post-test research design with a control group design. The research method used is quasi-experiment. The samples of this study were babies born spontaneously, the baby's blood was collected by laboratory staff on day 1 and after the umbilical cord was removed. The number of respondents was 30 newborns and then divided into two groups (treatment and control). Each group consists of 15 newborns.Results: The results of the statistical test on the effectiveness of lotus birth with Paired t-test showed that the p-value was 0,004, with a tcount of 8.206 which means that giving lotus birth was very effective in increasing hemoglobin levels in newborns.Conclusions: These results indicate the effectiveness of the lotus birth method by increasing hemoglobin levels in newborns. Keywords: Anemia, newborn baby, hemoglobin, Lotus birth
Efektifitas Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lansia Suryagustina, Suryagustina; Prinawatie, Prinawatie; Sari, Erna
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i1.830

Abstract

Latar Belakang : Penyakit asam urat  atau biasa dikenal sebagai gout arthritis merupakan kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan, pembengkakan serta adanya rasa panas di area persendian. Penanganan yang kurang tepat dapat menyebabkan bahaya yang lebih besar, sehingga dibutuhkan penatalaksanaan farmakologi maupun non farmakologi. Obat tradisional sepeti rebusan daun salam merupakan alternative pilihan yang dinilai lebih aman dibandingkan obat modern terutama dikonsumsi oleh lansia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh rebusan daun salam (Syzygium Polyanthum) terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia.Metode: Metode penelitian ini menggunakan literature review dengan pencarian literatur menggunakan database Google Scholar yang di publikasi pada tahun 2017-2021 menggunakan bahasa Indonesia. Diperoleh 7 hasil penelitian sesuai kriteria inklusi. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre Experiment dan Quasi Experiment.Hasil : Hasil penelitian dari 7 literatur didapatkan kesamaan yaitu semua responden mengalami penurunan kadar asam urat setelah meminum air rebusan daun salam secara teratur dengan p-value 0,05. Selain itu dari 7 literatur ini, terdapat perbedaan yang mana tidak semua literatur menjabarkan data umum seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan maupun pendidikan yang menyebabkan kesulitan dalam menentukan data responden menjadi lebih spesifik.Simpulan: Terdapat perbedaan rata-rata kadar asam urat lansia sebelum dan sesudah diberikan rebusan daun salam yaitu yang awalnya tinggi menjadi normal kembali. Hal tersebut dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari responden yang kooperatif maupun dari manfaat daun salam jika dilakukan sesuai prosedur dan dengan frekuensi yang teratur serta faktor diet yang mereka jalani.Kata Kunci: Rebusan Daun salam, Asam Urat, LansiaThe Effectiveness Of Salam Leaf Booking OnReducing Uric Acid Levels In The ElderlyBackground: Gout disease, commonly known as gout arthritis, can cause symptoms of unbearable pain, swelling, and burning sensation in the joint area. Improper handling can cause greater danger, so pharmacological and non-pharmacological management is needed. Traditional medicine such as boiled bay leaf is an alternative option that is considered safer than modern medicine, especially consumed by the elderly.Purpose: This study aims to determine how boiled bay leaves (Syzygium Polyanthum) reduce uric acid levels in the elderly.Methods: This research method uses a literature review with a literature search using the Google Scholar database published in 2017-2021 using Indonesian. Obtained 8 research results according to the inclusion criteria. The research design used is Pre Experiment and Quasi Experiment.Results: The results of the study from 7 literatures obtained similarities, namely all respondents experienced a decrease in uric acid levels after drinking bay leaf boiled water regularly with a p-value 0.05. In addition, from these 7 literatures, there are differences where not all literature describes general data such as age, gender, occupation and education which causes difficulties in determining respondent data to be more specific.Conclusion: There is a difference in the average level of uric acid in the elderly before and after being given a decoction of bay leaves which was initially high to normal again. This can happen because it is influenced by several factors, both from cooperative respondents and from the benefits of bay leaves if carried out according to procedures and with regular frequency as well as factors in the diet they live. Keywords: Bay Leaf Stew, Uric Acid, Elderly
Analisis Komunikasi SBAR, Kedisiplinan Dan Beban Kerja Terhadap Identifikasi Pasien Berbasis Patient Safety Astuti, Noormailida; Nugraha, Ary; Saputra, Adisurya; Erliani, Sri; Mislawati, Mislawati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i2.841

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi SBAR merupakan alat komunikasi yang direkomendasikan oleh WHO, komunikasi SBAR  tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas handover dan menekan angka medical error. Jika komunikasi dalam serah terima pasien tidak dilakukan, dapat menyebabkan beberapa masalah dan konsekuensi termasuk biaya perawatan yang lebih tinggi, penyedia layanan yang lebih besar dan ketidakpuasan pasien. Kekeliruan identifikasi pasien terjadi di hampir semua aspek atau tahapan diagnosis dan pengobatan sehingga diperlukan adanya ketepatan identifikasi pasien. Beban kerja perawat yang terlalu banyak dapat menurunkan produktifitas. Perilaku perawat yang tidak aman, lupa, kurangnya perhatian, kecerobohan, tidak teliti dan mengabaikan keselamatan pasien (patient safety) beresiko terjadinya kesalahan dan akan mengakibatkan cidera kepada pasien.Tujuan: Mengetahui hubungan komunikasi SBAR, Kedisiplinan dan Beban kerja Perawat terhadap Identifikasi Pasien Berbasis Patient Safety.Metode Penelitian : Metode Penelitian ini Kuantitatif korelasi dengan desain cross sectional.  sampel adalah perawat berjumlah 40 orang. Probability sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Spearman rank.Hasil : Komunikasi SBAR terhadap identifikasi pasien memperoleh skor yang cukup baik sebesar 42,5%. Kedisiplinan  terhadap identifikasi pasien juga memperoleh skor yang cukup baik sebesar 52,5%, dan Beban kerja terhadap identifikasi pasien memperoleh skor tinggi sebesar 77,5, berdasarkan hasil uji statistik, tidak ada hubungan yang signifikan antara Komunikasi SBAR, Disiplin dan Beban Kerja terhadap identifikasi pasien di RS H. Boejasin Pelaihari dengan nilai r = 0,772, 0,427 dan 0,079 0,05. Simpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi SBAR, disiplin dan beban kerja terhadap identifikasi pasien. Kata kunci : Komunikasi, SBAR, Pasien, Keselamatan. Background : SBAR communication is a tool recommended by WHO, SBAR communication not only improves service quality, but can also improve handover quality and reduce medical error rates. If communication in patient handovers is not carried out, it can lead to several problems and consequences including higher costs of care, larger service providers and patient dissatisfaction. Errors in patient identification occur in almost all aspects or stages of diagnosis and treatment, so there is a need for accurate patient identification. Too much workload for nurses can reduce productivity. Unsafe behavior of nurses, forgetfulness, lack of attention, carelessness, carelessness and neglect of patient safety are at risk for errors and will result in injury to patients.Objective:  Analyzed the relationship between SBAR communication, Discipline and Nurse workload on Patient Safety-Based Patient Identification.Methods:  This research method is quantitative correlation with cross sectional design. The sample is 40 nurses. Probability sampling. Data were analyzed using Spearman rank statistical test.Results: SBAR communication on patient identification obtained a fairly good score of 42.5%. Discipline on patient identification also obtained a fairly good score of 52.5%, and Workload on patient identification obtained a high score of 77.5, based on the results of statistical tests, there was no significant relationship between SBAR Communication, Discipline and Workload on identification. patients at H. Boejasin Pelaihari Hospital with r values = 0.772, 0.427 and 0.079 0.05.Conclusion: There is no significant relationship between SBAR communication, discipline and workload on patient identification. Key Words: Communication, SBAR, Patient, Safety.
Alat Perlindungan Diri Bidan Selama Praktik Mandiri Ditengah Pandemi COVID-19 Handayani, Lisda; Suhartati, Susanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.753

Abstract

Latar Belakang: : COVID-19 telah menjadi tantangan bagi layanan kesehatan sistem kesehatan  dan petugas kesehatan adalah yang paling berisiko tinggi terpapar.  Setiap hari, para ibu bisa datang berkonsultasi soal kandungan atau alat KB ke rumah bidan pagi, siang, malam. Kepatuhan bidan dalam menggunakan APD selama melakukan praktik kebidanan menjadi perisai utama agar bidan dapat terhindar dari penularan COVID-19.Tujuan: penelitian ini adalah mengetahui APD yang digunakan bidan selama  memberikan asuhan kebidanan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan populasi Bidan yang melaksanakan praktik mandiri selama pandemi COVID-19 dengan sampel sebanyak 48 orang dengan menggunakan kuesioner.Hasil:  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hanya ada 10 bidan (20,1%)  yang menggunakan APD secara lengkap saat melakukan asuhan saat rawat jalan seperti pemeriksaan kehamilan, nifas maupun pelayanan kontrasepsi. Sedangkan pada Asuhan persalinan hanya 2 bidan (4,2%) yang menggunakan APD secara lengkap. Penggunaan APD yang tidak lengkap baik pada asuhan rawat jalan maupun asuhan persalinan adalah pada penggunaan penutup kepala, faceshield dan goggles.Simpulan: APD yang digunakan bidan selama pemberian asuhan masih banyak yang belum sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan selama Pandemi COVID-19 ini sehingga perlu disosialisasikan kembali penggunaan APD yang tepat baik saat pemberian asuhan kehamilan, nifas, keluarga berencana maupun asuhan persalinan. Kata Kunci : APD, Bidan, COVID-19 Midwives Self Protection Equipment During Independent Practice Amid the COVID-19 Pandemic Background: COVID-19 has become a challenge for health care systems and health workers are most at high risk of exposure. Every day, mothers can come to the midwife's house to consult about pregnancy or family planning equipment in the morning, afternoon and evening. Midwives' compliance in using PPE during midwifery practice is the main shield so that midwives can avoid transmission of COVID-19.Purpose: this study was to find out the PPE used by midwives while providing midwifery care.Methods: This research is a quantitative study by describing the results of research with a population of midwives who carried out independent practices during the COVID-19 pandemic with a sample of 48 people using a questionnaire.Results: Based on the results of the study it was found that only 10 midwives (20.1%) used complete PPE when providing outpatient care such as pregnancy, postpartum and contraceptive services. Whereas in delivery care only 2 midwives (4.2%) used complete PPE. Incomplete use of PPE both in outpatient care and delivery care is in the use of head coverings, faceshields and goggles.Conclusion: Many PPE used by midwives while providing care are still not in accordance with the guidelines issued by the ministry of health during the COVID-19 Pandemic, so it is necessary to re-socialize the use of proper PPE both when providing care for pregnancy, childbirth, family planning and delivery care. Keywords: PPE, Midwives, COVID-19Keyword: PPE, midwife, COVID-19
Analisis Pengaruh Faktor Nutrisi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Umur 12-36 Bulan Di Posyandu Desa Wagir Kidul Wilayah Kerja Puskesmas Pulung Metti Verawati; Latifah Hanum; Lina Ema Purwanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.716

Abstract

Latarbelakang: Stunting ialah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya atau seusianya. Stunting dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah asupan nutrisi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisi pengaruh factor nutrisi dengan kejadian stunting pada balita. Sampel dari penelitain ini adalah ibu yang mempunyai balita stunting usia 12-36 bulan di Desa Wagir Kidul Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo sejumlah 32 ibu.Metode: Uji statistik dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier logistic.Hasil:  dengan uji statistic regresi linier logistic didapatkan bahwa P value (0.000) α (0,05) yang bermakna ada pengaruh faktor nutrisi dengan kejadian stunting. Diketahui pula odds ratio 6,177 yang bermakna bahwa nutrisi yang buruk akan beresiko 6,177 lebih besar menyebabkan stunting.Simpulan: berdasarkan hasil penelitian Asupan nutrisi pada balita mempengaruhi terjadinya kejadian stunting balita. Asupan nutrisi yang buruk maka beresiko mengalami kejadian stunting dengan status sangat pendek 6,177 kali lebih besar dibandingkan dengan balita dengan asupan nutrisi yang baik.Kata Kunci : Status nutrisi, Stunting, Balita  Background: Stunting is a condition where a person's height is shorter than the height of other people in general or his age. Stunting can be influenced by various factors, one of which is nutritional intake.Objective: This study aims to analyze the effect of nutritional factors on the incidence of stunting in children under five. The sample of this research is mothers who have stunting toddlers aged 12-36 months in Wagir Kidul Village, Pulung District, Ponorogo Regency, a total of 32 mothers. Methods: Statistical tests were performed using logistic linear regression analysis.Results: with logistic linear regression statistical test, it was found that the P-value (0.000) (0.05) means that there is an influence of nutritional factors on the incidence of stunting. It is also known that the odds ratio is 6.177, which means that poor nutrition will have a 6.177 greater risk of causing stunting.Conclusion: Based on the research results, nutritional intake in toddlers affects the incidence of stunting in toddlers. Poor nutritional intake is at risk of experiencing stunting with very short status 6.177 times greater than toddlers with good nutritional intake. Keywords: Nutritional status, Stunting, Toddler 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja di SMP Negeri 5 Samarinda Budiman, Arief; Asriyadi, Fitroh; Nur, Redi Oktavian; Novilia, Riski; Sari, Savitri Iska
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v13i1.768

Abstract

Latar Belakang: Bullying Merupakan Kejadian Yang Banyak Diberitakan Di Media Cetak Maupun Elektronik Saat Ini Yang Menarik Perhatian Dunia Pendidikan Saat Ini Oleh Siswa Kepada Siswa Lain Di Sekolah (Wiyani, 2012) Tidak Hanya Di Indonesia Tetapi Di Seluruh Dunia (Simbolon, 2012). Bullying Adalah Tindakan Kekerasan Yang Sengaja Dilakukan Secara Fisik Maupun Verbal Oleh Individu Maupun Kelompok Secara Berulang-ulang (Olweus, 2005 Dalam Geldard, 2012).Tujuan: Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Hubungan Antara Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja Di SMP Negeri 5 SamarindaMetode:Penelitian Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Sampel Penelitian Sebanyak 181 Responden. Data Dikumpulkan Dengan Menggunakan Kuesioner. Uji Analisis Bivariat Yang Digunakan Adalah Uji Korelasi Rank Spearman.Hasil:Penelitian Diperoleh Nilai Variabel Keluarga Nilai Sig. (2tailed) 0,002 Dan Nilai Koefisien Korelasi Sebesar -0,230 Menunjukkan Kekuatan Korelasi Yang Lemah Dan Bersifat Negatif, Kemudian Variabel Kepercayaan Diri Nilai Sig. (2tailed) 0,000 Dan Nilai Koefisien Korelasi Sebesar -0,360 Menunjukkan Kekuatan Korelasi Yang Lemah Dan Bersifat Negatif. Lemah Dan Negatif Dan Untuk Variabel Teman Sebaya Nilai Sig. (2tailed) 0,000 Dan Nilai Koefisien Korelasi 0,509 Menunjukan Kekuatan Korelasi Sedang Dan Positif.Kesimpulan: Dari Ketiga Variabel Yaitu Keluarga, Kepercayaan Diri Dan Teman Sebaya, Yang Memiliki Korelasi Tertinggi Adalah Faktor Teman Sebaya Dengan Kekuatan Korelasi 0,509 (Sedang) Diikuti Kepercayaan Diri -0,360 (Lemah) Kemudian Faktor Keluarga -0,230 (Lemah). Factors Associated with Bullying Behavior in Adolescentsat SMP Negeri 5 Samarinda Background: Bullying is an incident that is widely reported in print and electronic media today that attracts the attention of the world of education today by students to other students at school (Wiyani, 2012) not only in Indonesia but throughout the world (Simbolon, 2012). Bullying is a deliberate act of physical or verbal violence by individuals or groups repeatedly (Olweus, 2005 in Geldard, 2012).Objective: This study aims to determine the relationship between factors associated with bullying behavior in adolescents at SMP Negeri 5 Samarinda.Methods: This research design is descriptive correlation. The research sample was 181 respondents. Data was collected using a questionnaire. The Bivariate Analysis Test Used is the Spearman Rank Correlation Test.Results: Research Obtained Family Variable Value Sig. (2tailed) 0.002 and the correlation coefficient value of -0.230 indicates the strength of the correlation is weak and negative, then the self-confidence variable Sig. (2tailed) 0.000 and a correlation coefficient value of -0.360 indicates a weak and negative correlation strength. Weak and Negative And For Peer Variables Sig Value. (2tailed) 0.000 and the correlation coefficient value of 0.509 indicates a moderate and positive correlation strength.Conclusion: Of the three variables, namely family, self-confidence and peers, the highest correlation is the peer factor with a correlation strength of 0.509 (moderate) followed by self-confidence -0.360 (weak) then the family factor -0.230 (weak).
Faktor Underweight pada Balita di Daerah Bantaran Sungai Martapura Kabupaten Banjar Fathurrahman, Fathurrahman; Nurhamidi, Nurhamidi; Aprianti, Aprianti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i2.763

Abstract

Latar Belakang: Underweight pada balita dapat meningkatkan risiko mortalitas dan morbiditas anak serta defisit pada fungsi kognitif yang menurunkan tingkat kecerdasan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian underweight pada balita di daerah aliran Sungai Martapura Kabupaten Banjar.Metode: Rancangan penelitian adalah kasus kontrol. Sampel adalah balita underweight sebagai kasus dan balita dengan status gizi baik sebagai kontrol di Kecamatan Martapura Timur, Karang Intan dan Sungai Tabuk. Besar sampel 250 balita, yaitu 125 kasus dan 125 kontrol. Pengambilan sampel menggunakan  probability sampling dengan teknik cluster random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Sebagian besar balita asupan gizi masih kurang (83,6%), ketersediaan pangan keluarga (88,8%) mencukupi, sumber air bersih di sungai (62,9%), daya beli keluarga rendah (87,1%), dan pengetahuan kurang (59,5%). Ada pengaruh faktor asupan gizi, ketersediaan pangan keluarga, sumber air bersih, daya beli keluarga, dan pengetahuan terhadap kejadian underweight pada balita di daerah aliran sungai (p0,05).Simpulan: Asupan gizi, ketersediaan pangan, air bersih, daya beli, dan pengetahuan memengaruhi kejadian underweight pada balita di daerah aliran sungai.Kata Kunci: Underweight, bantaran, Sungai Martapura. Factors of Underweight in Toddlers in the Martapura Riverside AreaBanjar Regency. Background: Underweight In Children Under Five Can Increase The Risk Of Child Mortality And Morbidity As Well As Deficits In Cognitive Function That Reduce The Intelligence.Objective: The Study Aims To Determine The Factors That Influence The Incidence Of Underweight In Children Under Five In Martapura River Basin Banjar District.Methods: The Study Was A Case Control. The Samples Were Toddlers Underweight As Cases And Toddlers With Good Nutritional Status As Controls In Kecamatan Martapura Timur, Karang Intan And Sungai Tabuk. The Sample Size Were 125 Cases And 125 Controls. Sampling Using  Cluster Random Sampling Technique. Data Analysis Using Chi-Square Test.Result: Most Of The Children Under Five Was Nutritional Intake Lacking (83.6%), The Availability Of Family Food (88.8%) Was Sufficient, Clean Water Sources In Rivers (62.9%), Low Family Purchasing Power (87.1%), And Knowledge Less (59.5%). There Was An Influence Of Nutritional Intake Factors, Family Food Availability, Clean Water Sources, Family Purchasing Power, And Knowledge On The Incidence Of Underweight In Children Under Five In The Watershed (P0.05).Conclusion: Nutritional Intake, Food Availability, Clean Water, Purchasing Power, And Knowledge Affect The Incidence Of Underweight Among Children Under Five In Watersheds. Keyword: Underweight, Martapura River, Basin Area 
Analisis Pola Komunikasi Keluarga terhadap Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia Toddler Nita Hestiyana
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.687

Abstract

Latar belakang: Toilet training merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Salah satu aspek perkembangan yang umum dalam periode toddler adalah pengajaran ke toilet, usia 18 bulan anak sudah mampu menahan kandung kemih. Perilaku toilet taining dipengaruhi beberapa faktor salah satunya adalah pola komunikasi keluarga.Pola komunikasi terdiri dari pola komunikasi fungsional dan pola komunikasi disfungsional.Tujuan: mengetahui Hubungan Pola Komunikasi Keluarga terhadap Keberhasilan Toilet Training Anak Usia Toddler di Posyandu Rindang Kenari 2Metode: metode penelitian yang digunakan yaitu survei analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 82 anak dengan menggunakan teknik pengambilan sampel adalah total sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi.. Penelitian ini menggunakan uji chi square.Hasil: uji chi square menunjukkan Nilai p = 0,000 α = 0,05 maka p α, sehingga Ha di terima dan Ho di tolak, artinya ada hubungan pola komunikasi keluarga terhadap keberhasilan toilet training pada anak usia toddler. Pola komunikasi keluarga yang fungsional akan meningkatan keberhasilan anak dalam melakukan toilet training.Simpulan: berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa pola komunikasi keluarga mempengaruhi keberhasilan toilet training pada anak usia toddlerKata kunci : Komunikasi, Toddler, Toilet TrainingBackground: Toilet training is a way to train children to be able to control their urination and defecation. One aspect of development that is common in the toddler period is teaching to the toilet, at 18 months of age the child can hold the bladder. The toilet training behavior is influenced by several factors, one of which is the family communication pattern. Communication patterns consist of functional communication patterns and dysfunctional communication patterns.Objective: To know the effect of family communication patterns on the success of toilet training for toddlers at Posyandu Rindang Kenari 2Methods: The research method used is an analytic survey through a cross-sectional approach. The sample used in this study is 82 children. The sampling technique is total sampling, namely a sampling technique where the number of samples was the same as the population. This study uses the chi-square test.Results: the chi-square test shows the value of p = 0.000 α = 0.05, then p α, so that Ha is accepted and Ho is rejected, meaning that there is a relationship between family communication patterns on the success of toilet training in toddlers. Functional family communication patterns will increase children's success in doing toilet training.Conclusion: Based on the results obtained, family communication patterns affect the success of toilet training for toddlers.Keyword: Communication, Toddlers, Toilet Training.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue