cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 209 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 209 Documents clear
Dinamika Seksualitas dan Represi Perselingkuhan: Analisis Freudian dalam Film Ipar Adalah Maut Nensilianti Nensilianti; Ridwan Ridwan; Nurul Aini
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2514

Abstract

This study analyzes the psychoanalytic dynamics of infidelity in the film Ipar Adalah Maut using a qualitative approach and textual analysis based on Freudian theory. This research addresses the limited scholarly attention to the interplay of the Id, Ego, and Superego within the Indonesian cultural context, where strong religious and moral norms generate a distinct pattern of sexual conflict compared to Western representations. Data consisting of dialogues, gestures, visual symbols, and cinematic scenes were collected through repeated observations and examined using a psychoanalytic content analysis framework that emphasizes the dynamics of libido, repression, and ego defence mechanisms. The findings indicate that libido is triggered by a simple visual stimulus and gradually intensifies through repeated physical proximity, whereas trauma and transference reinforce the characters’ pathological attachment. The Ego subsequently transforms into a facilitator of destructive impulses through rationalization, denial, and secondary revision, leading the sexual relationship to develop into compulsive and manipulative behavior. The climax is marked by parapraxis and the return of the repressed, which exposes hidden deceit and dismantles the characters’ moral and relational structures. This study contributes to Indonesian film psychoanalysis by demonstrating how culture, trauma, and repetition shape destructive erotic dynamics in cinematic narratives.
Implementasi Metode Membaca PQRST sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Bacaan Fiksi pada Peserta Didik Kelas XI SMA Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Tiara Vebriyanti; Nazwa Nayla Muflihah; Ai Siti Nurjamilah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pengimplementasian metode membaca PQRST terhadap teks fiksi pada peserta didik jenjang SMA kelas XI. Latar belakang dari penelitain ini adalah untuk mengatahui sejauh mana metode membaca PQRST dapat mempengaruhi pemahan peserta didik dalam memahami unsur intrinsik dan makna tersirat dalam teks fiksi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk memperoleh data melalui pertanyaan pilihan ganda. Tahapan dari penelitian ini yaitu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode PQRST dalam membaca teks fiksi dapat meningkatkan pemahaman peserta didik yang lebih mendalam terhadap isi cerita. Selain itu, aktivitas siswa dalam proses pembelajaran meningkat terutama peserta didik mampu menyimpulkan isi teks dan menganalisis unsur intrinsik dalam teks yang mereka baca.
Analisis Deiksis dalam Tuturan “Ada Podcast” Arafah Rianti, Halda, dan Sadam Permana: Kajian Pragmatik Eka Fitriyani; Keti Wahdania; Aura Shafa Apriliana; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan deiksis dalam tuturan Arafah Rianti, Halda, dan Sadam Permana pada tayangan “Ada Podcast” dengan menggunakan pendekatan pragmatik berdasarkan klasifikasi Yule (1996), meliputi deiksis persona, tempat, dan waktu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa kata dan frasa deiktis yang diperoleh dari tuturan dalam video “Ada Podcast” yang diunggah pada 11 Agustus 2025. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis data kualitatif menurut Seidel (1998), yaitu pencatatan dan pengodean data, pengklasifikasian berdasarkan jenis deiksis, serta analisis hubungan antardata untuk menggali makna dan fungsi deiksis dalam konteks tuturan. Keabsahan data diperkuat melalui teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 data deiksis, terdiri atas 10 deiksis persona, 5 deiksis tempat, dan 3 deiksis waktu. Deiksis persona merupakan jenis yang paling dominan digunakan untuk menunjukkan identitas pembicara dan lawan bicara, sedangkan deiksis tempat dan waktu digunakan untuk menandai lokasi relatif dan waktu kejadian yang bergantung pada konteks situasional. Temuan ini menegaskan bahwa pemaknaan deiksis sangat dipengaruhi oleh konteks interaktif dan pengetahuan bersama dalam komunikasi podcast. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kajian pragmatik bahasa serta pengembangan materi pembelajaran terkait deiksis.
Analisis Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif pada Tokoh Utama Animasi “Jumbo” Kaman Jaya Saputra; Fauziyah Azizah; Dase Erwin Juansah; Dodi Firmansyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2541

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara tindak tutur ekspresif dan makna konotatif dalam dialog film animasi "Jumbo". Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data dialog film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Don dominan menggunakan tindak tutur ekspresif berupa permintaan maaf dalam berbagai konteks. Makna konotatif yang terkandung dalam tuturan tersebut, seperti ketulusan dan penyesalan, berperan penting dalam memperkuat pesan moral film tentang empati dan pertumbuhan pribadi. Integrasi analisis pragmatik dan semantik terbukti efektif dalam mengungkap bagaimana bahasa membangun nilai-nilai dalam film.
Penerapan Metode Resitasi dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Siswa Kelas X SMK Negeri 4 Jeneponto Arifuddin Arifuddin; Muhammad Nurahmad; Muhammad Ali Imran
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.862

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis siswa kelas X SMK Negeri 4 Jeneponto. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Pada penelitian ini menghasilkan luaran wajib, berupa peningkatan keterampilan menulis siswa dengan metode resitasi. Dalam pelaksanaan awal dalam pembelajaran keterampilan menulis dengan menggunakan metode resitasi, siswa masih kesulitan menggunakan metode resitasi dalam pembelajaran menulis karangan karena belum terbiasa. Siswa masih kesulitan dalam metode resitasi yang dibentuk dalam beberapa kelompok belajar siswa karena selama ini proses belajar mengajar jarang digunakan belajar kelompok. Siswa sangat bersemangat mengikuti kegiatan belajar dengan menggunakan metode resitasi. Namun pada siklus II dan siklus III penelitian tersebut telah berhasil ditingkatkan, hal ini bisa dilihat pada peningkatan hasil pembelajaran yang di tunjukkan oleh guru dan siswa dengan pencapaian ketuntasan.
Linguistic Ambiguity in The Lyrics of Ariana Grande’s song : A Literary Interpretation Risna Tamrin; Rindu Ainum; Winda Limbong Gayang; Bahar Bahar; Basri Basri; Fitriana Fitriana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.992

Abstract

This study aims to identify types of linguistic ambiguity in Ariana Grande’s songs using Stephen Ullmann’s framework and to interpret the multiple meanings created in the lyrics. Using a qualitative textual analysis, the research examines five songs Supernatural, No Tears Left to Cry, Break Free, Bloodline, and 7 Rings. The data consist of official lyrics obtained from AZLyrics and analyzed through identification, classification, and interpretation stages. The findings show two types of ambiguity: lexical ambiguity, which is dominant through polysemy, metaphors, and unclear pronoun references, and grammatical ambiguity through structures such as double negatives. Phonetic ambiguity does not appear. The study concludes that ambiguity is intentionally used as an artistic strategy, enriching emotional depth and expanding interpretive possibilities for listeners.
Kohesi Gramatikal Konjungsi Pada Karangan Mahasiswa Shabrina Rahmalia; Dinda Puteri Alhumaira; Onin Najmudin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1593

Abstract

Judul penelitian ini adalah Kohesi Gramatikal Konjungsi pada Karangan Mahasiswa STBA JIA. Kohesi mengacu kepada kepaduan bentuk dalam sebuah wacana. Salah satu aspek kohesi adalah kohesi gramatikal konjungsi. Konjungsi dalam suatu wacana memiliki peran penting untuk menghubungkan antar kalimat atau klausa sehingga membuat wacana menjadi padu. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penanda kohesi gramatikal konjungsi dan fungsi dari penanda tersebut yang membuat kalimat tersebut kohesif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah karangan mahasiswa STBA JIA Semester IV. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan seluruh 5 jenis konjungsi berdasarkan teori Iori (2000) yaitu konjungsi berurutan, konjungsi waktu, konjungsi sebab-tujuan, konjungsi pengandaian dan konjungsi pertentangan. Konjungsi yang paling banyak digunakan ditandai dengan penggunaan ~kara yang berfungsi sebagai konjungsi sebab. Konjungsi ini paling banyak ditemukan karena telah dipelajari di level dasar di semester 1. Penggunaan konjungsi dalam bahasa Jepang membantu menciptakan teks yang kohesif dan terstruktur, memudahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran penulis. Meskipun demikian, ditemukan pula data yang tidak kohesif karena tidak menggunakan kata hubung (konjungsi) yang tepat. Kata kunci : Analisis wacana, kohesi gramatikal, konjungsi
Strategi Linguistik Perempuan dalam Menegosiasikan Identitas Sosial di Forum Digital Atikah Nurul Asdah; Muhammad Musawir
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk strategi linguistik yang dominan digunakan oleh perempuan di ruang digital, serta menganalisis praktik stance-taking, positioning, dan indexicality berkontribusi dalam konstruksi representasi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lensa sosiolinguistik, khususnya teori identitas dan interaksi dari Bucholtz dan Hall. Data berupa tiga belas data naratif dari forum digital dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tujuh strategi linguistik dominan: emotif-ekspresif, repetisi dan afirmasi, kontras dan antitesis, afiliatif-kolektif, retoris-reflektif, naratif otobiografis, serta deklaratif-imperatif. Strategi-strategi ini mencerminkan perempuan yang menyuarakan ketahanan emosional, menantang norma gender konvensional, dan membangun solidaritas kolektif. Analisis terhadap stance, positioning, dan indexicality mengungkap bahwa identitas dalam ruang digital bersifat relasional dan emergen dinegosiasikan melalui ekspresi afektif, pemilihan posisi sosial, serta tanda-tanda semiotik yang mencerminkan nilai budaya dan ideologi gender. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi antara sosiolinguistik interaksional dan teori wacana feminis dalam memahami praktik kebahasaan perempuan di era digital. Kontribusi penelitian ini penting bagi pengembangan kajian bahasa dan gender, dengan menyoroti penggunaan bahasa sebagai alat perlawanan simbolik dan pemberdayaan identitas dalam komunikasi yang dimediasi teknologi.
Analisi Unsur Intrinsik Pada Novel "Teruslah Bodoh Jangan Pintar" Karya Tere Liye Zahratul Jannah; Sophia Rahmawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1678

Abstract

Unsur interinsik dalam karya sastra merupakan unsur yang membangun suatu cerita agar lebih menarik. Penelitian ini membahas tentang unsur intrinsic pada novel “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” karya Tere Liye. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” karya Tere Liye, yang terdiri deari tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang, dan amanat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Teknik library research. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: 1) Temanya adalah mengenai pertarungan para aktivis lingkungan yang menentang proyek raksasa PT Semesta Minerals & Mining milik keluarga Tuan Liem. 2) Alurnya adalah alur campuran yaitu alur maju dan alur mundur. 3) Latar yang digunakan ada tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. 4) Tokoh utama dalam novel ini adalah para aktivis, Hotma, dan tuan Liam. 5) Sudut pandang dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga mahatahu. 6) Amanat yang terdapat dalam novel ini adalah belajar untuk saling menghargai, menghormati satu sama lain, dan berjuang untuk suatu hal yang kita anggap benar. Pantang menyerah.
Kritik Sastra dalam Cerpen Orang-orang dari Selatan Harus Mati Malam Itu karya Faisal Oddang: Suatu Pendekatan Sosiologi Sastra Eka Sri Pratiwi; Siti Muntapiroh; Ahmad Supena
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.1699

Abstract

Literary works serve as an effective medium for expressing critiques of social issues within a community. The short story Orang-Orang dari Selatan Harus Mati Malam Itu by Faisal Oddang portrays instances of oppression and violence experienced by the Tolotang minority group. This study aims to examine the various forms of social criticism present in the story through a sociological approach to literature. The research applies a qualitative descriptive method, with data gathered through literature review, close reading, and note-taking techniques. Content analysis is employed to interpret the data. The findings indicate that the short story addresses themes of authoritarian rule, dehumanization, systemic violence, information control, public resignation, and the erasure of cultural identity. The narrative reveals how power can function repressively, undermining both diversity and human dignity. As such, this story stands not only as a literary creation but also as a symbolic critique of oppressive power structures.

Page 5 of 21 | Total Record : 209