cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 829 Documents
Managing Multi-Background English Proficiency Levels in University English Classrooms: Challenges and Best Practices Ellen Juita Gultom
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.3915

Abstract

The study explores challenges and strategies employed by university English instructors for handling heterogeneous EFIC classrooms. As higher education increasingly admits more diverse groups of students, instructors must serve both low- and high-proficiency learners all in the same classroom. The researchers took a qualitative descriptive approach and data was obtained through semi-structured interviews via Google Form with 8 English lecturers from several universities in Indonesia. Five major challenges were identified through thematic analysis. Five key challenges were identified through thematic analysis: slower progress for the class, difficulty engaging students, variations in student confidence levels, problems with assessment and classroom polarization. Despite these difficulties, instructors utilized varied teaching practices including peer mentoring, small-group work and task support. Most respondents, however, reported limited institutional support and lack of training and resources. The study proposes three other institutional reforms: testing, class grouping policies, access to teaching aides and targeted professional development. These results, The need for structured response to provide uniform and effective language instruction with mixed proficiency levels.
Kesalahan Ejaan pada Surat Resmi Organisasi Kemahasiswaan di FKIP Universitas Madura Moh. Ainul Yaqin; M. Khoiri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4110

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan ejaan serta faktor-faktor penyebab kesalahan ejaan pada surat resmi organisasi kemahasiswaan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Madura. Penelitian menggunakan pendekatan analisis kesalahan berbahasa dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa kesalahan ejaan dalam surat resmi organisasi kemahasiswaan yang diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan cara membaca dan mencatat, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan masih banyak ditemukan pada tiga aspek utama, yaitu penggunaan huruf kapital, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca. Kesalahan penggunaan huruf kapital paling dominan terjadi pada penulisan kata umum, sedangkan pada aspek penulisan kata didominasi kesalahan penulisan kata, singkatan, akronim, dan pemilihan diksi. Pada aspek tanda baca, kesalahan paling banyak ditemukan pada penggunaan tanda titik dua dan tanda koma. Penelitian ini juga menemukan bahwa penyebab utama kesalahan ejaan adalah kurangnya pemahaman terhadap kaidah Ejaan Bahasa Indonesia, disertai pengaruh kebiasaan penulisan nonbaku, kesalahan pembentukan kata, pengaruh bahasa asing dan ejaan lama, ketidaktepatan pemilihan diksi, kebiasaan administratif, serta rendahnya ketelitian dalam proses penulisan dan penyuntingan surat. Temuan tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman dan penerapan kaidah Ejaan Bahasa Indonesia dalam penyusunan surat resmi agar kualitas administrasi organisasi menjadi lebih baik.
Simbol Alam sebagai Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Bahasa Pohon-Pohon Tumbang: Kajian Semiotika Roland Barthes Sifa Yunita sari; Ari Ambarwati; Iwan Wahyudi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4195

Abstract

Puisi kontemporer tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi estetis, tetapi juga sebagai sarana penyampaian kritik sosial melalui penggunaan simbol-simbol yang bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi simbol alam serta mengungkap makna kritik sosial dalam kumpulan puisi Bahasa Pohon-Pohon Tumbang karya M. Aan Mansyur melalui kajian semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika sastra. Sumber data primer berupa kumpulan puisi Bahasa Pohon-Pohon Tumbang, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik baca, simak, dan catat, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi simbol alam, mengelompokkan tanda berdasarkan konsep denotasi, konotasi, dan mitos Roland Barthes, serta menafsirkan bentuk kritik sosial yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol alam, seperti pohon, langit, pelangi, api, badai, dan pagi, tidak hanya memiliki makna denotatif, tetapi juga mengandung makna konotatif yang merepresentasikan kerusakan lingkungan, krisis kemanusiaan, hilangnya nilai-nilai sosial, serta harapan terhadap kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, simbol alam dalam kumpulan puisi tersebut berfungsi sebagai media kritik sosial yang disampaikan secara metaforis dan memperlihatkan hubungan erat antara manusia, alam, dan realitas sosial.
Komunikasi Persuasif dalam Edukasi Kesehatan: Analisis Wacana Kritis terhadap Gaya dr. Gia Pratama dan dr. Tirta Nur Istining Rizky; Siti Nurintan Agustina
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4196

Abstract

Pergeseran paradigma komunikasi kesehatan di era digital memicu lahirnya fenomena medical influencer yang memanfaatkan otoritas medis untuk mengedukasi masyarakat di tengah maraknya hoaks kesehatan. Artikel ilmiah bertajuk "Komunikasi Persuasif dalam Edukasi Kesehatan: Analisis Wacana Kritis terhadap Gaya dr. Gia Pratama dan dr. Tirta" mengomparasikan dua gaya komunikasi ekstrem (humanis-puitis versus provokatif-konfrontatif) melalui lensa Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data bersumber dari dokumentasi transkrip podcast kesehatan di platform YouTube sepanjang tahun 2026. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis konten yang mencakup dimensi mikro (teks), meso (praktik diskursif), dan makro (praktik sosiokultural). Hasil analisis menunjukkan bahwa dr. Gia dominan memanfaatkan elemen pathos melalui diksi afektif-analogis untuk menyasar jalur persuasi periferal. Sebaliknya, dr. Tirta mengonstruksi relasi kuasa yang tegas melalui kalimat imperatif-sarkastik yang menyasar jalur sentral (logos). Meskipun bertolak belakang secara diametral, kedua strategi diskursif tersebut terbukti sama-sama efektif dalam mereduksi misinformasi kesehatan, bergantung pada karakteristik kognosis sosial audiens digital yang dihadapi.
Strategi Eufemisasi dalam Wacana Penutupan Program Studi oleh Kemendiktisaintek: Analisis Wacana Kritis Fairclough Iwan Wahyudi; Hasan Busri; Sifa Yunita Sari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4201

Abstract

Kebijakan penataan dan penutupan program studi (prodi) yang diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sepanjang April-Juni 2026 memunculkan pertautan menarik antara bahasa dan kekuasaan dalam wacana kebijakan pendidikan tinggi Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi eufemisasi yang digunakan pejabat Kemendiktisaintek dalam mengonstruksi wacana penutupan prodi, serta menjelaskan cara kerja strategi tersebut pada tataran teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural sebagaimana kerangka analisis wacana kritis (AWK) Norman Fairclough. Data penelitian berupa tuturan pejabat Kemendiktisaintek (Sekretaris Jenderal dan Menteri) serta siaran pers resmi yang dipublikasikan media daring nasional pada periode April-Juni 2026, dianalisis secara kualitatif-deskriptif dengan teknik simak-catat dan analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi eufemisasi utama, yaitu (1) substitusi leksikal, terutama penggantian kata “penutupan” dengan “penataan” dan “transformasi”; (2) pergeseran agensi dan pertanggungjawaban melalui konstruksi pasif serta pelimpahan sumber keputusan kepada “badan penyelenggara”; (3) pelunakan modalitas melalui leksia “opsi terakhir”, “kerelaan hati”, dan penanda ketaktentuan seperti “mungkin”; serta (4) legitimasi melalui wacana kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Pada tataran praktik wacana, teks yang dikaji menunjukkan intertekstualitas dengan wacana developmentalisme dan kebekerjaan (employability); pada tataran praktik sosiokultural, eufemisasi berfungsi meredam resistansi publik dan akademisi terhadap kebijakan yang berpotensi mengancam otonomi keilmuan dan mata pencaharian sivitas akademika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eufemisasi dalam wacana birokrasi pendidikan tinggi bukan semata gaya berbahasa, melainkan strategi ideologis untuk mengelola penerimaan publik atas kebijakan yang berpotensi kontroversial.
Eksplorasi Penggunaan Bahan Ajar Berbasis Book Creator Bermuatan Cerita Rakyat Lontar Yusuf dalam Pembelajaran Teks Naratif di Kelas VII MTs Hurin In Masruha; Umu Nafisatul Munawaroh
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan bahan ajar berbasis Book Creator yang mengintegrasikan cerita rakyat Lontar Yusuf dalam pembelajaran teks naratif pada siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi bahan ajar digital, pengalaman belajar siswa, serta potensi edukatif dari pengintegrasian muatan budaya lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas VII, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara semi terstruktur, dokumentasi, dan catatan lapangan. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul terkait implementasi dan efektivitas bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis Book Creator mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mempermudah pemahaman terhadap struktur teks naratif, serta mendorong partisipasi aktif selama proses pembelajaran. Selain itu, integrasi cerita rakyat Lontar Yusuf memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui pengenalan kearifan lokal yang dipadukan dengan pengembangan keterampilan berbahasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan ajar berbasis Book Creator yang memuat narasi budaya lokal merupakan sumber belajar yang efektif dan inovatif untuk pembelajaran teks naratif, sekaligus mendukung penguatan literasi digital dan pelestarian budaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Minat dan Persepsi Siswa Kelas XI-C SMAN 3 Malang terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Google Drive Denny Kresna Wijayanto; Hasan Busri; Ranggi Ramadhani Ilminisa
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4211

Abstract

Integrasi teknologi dalam pendidikan menawarkan efisiensi administrasi, namun sering kali memicu dinamika perilaku yang kontradiktif pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Google Drive dibandingkan metode pengumpulan tugas langsung terhadap ketepatan waktu penyelesaian tugas Bahasa Indonesia siswa kelas XI-C SMAN 3 Malang, serta mengeksplorasi persepsi dan pengaruhnya terhadap minat mengumpulkan tugas. Menggunakan metode campuran, data penelitian dikumpulkan melalui asesmen diagnostik pra-pembelajaran Bahasa Indonesia, kuesioner kuantitatif, dan jawaban deskriptif kualitatif dari 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas siswa (56,7%) mengakui kepraktisan dan fleksibilitas akses Google Drive, metode digital ini justru menurunkan kedisiplinan dan memicu perilaku prokrastinasi akibat besarnya distraksi gawai (46,6%). Sebaliknya, pengumpulan fisik dinilai lebih menenangkan secara psikologis (50%) dan efektif dalam menciptakan fokus karena adanya interaksi serta pengawasan langsung dari guru (40%). Fenomena kelalaian pengumpulan tugas di Google Drive tidak hanya terjadi pada materi yang kurang diminati seperti Karya Tulis Ilmiah (10%), tetapi tetap ditemukan pada materi yang sangat diminati seperti Drama (40%). Hal ini berkorelasi dengan profil siswa yang didominasi pembelajar sosial (76,7%) yang membutuhkan stimulan luring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemudahan teknologi tidak otomatis meningkatkan disiplin tanpa adanya keterikatan interpersonal, sehingga disarankan penerapan metode pengumpulan campuran.
Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Problem Based Learning Bermuatan Kearifan Lokal Legenda Nenek Luhu pada Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas XI Nurul Lailia
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4221

Abstract

Pembelajaran menulis cerita pendek (cerpen) membutuhkan bahan ajar yang tidak hanya menyajikan konsep, tetapi juga mampu memfasilitasi peserta didik dalam menemukan gagasan, mengembangkan permasalahan, dan mengonstruksi cerita secara kontekstual. Pengembangan bahan ajar digital menjadi salah satu alternatif untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berorientasi pada konteks budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) bermuatan kearifan lokal Legenda Nenek Luhu pada pembelajaran keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI MAS Darussalam Kamal serta mendeskripsikan tingkat kelayakan produk berdasarkan penilaian ahli. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data kelayakan diperoleh melalui lembar validasi ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan mengubah skor hasil validasi ke dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli bahasa memperoleh persentase 97,5% dengan kategori sangat layak. Validasi ahli materi memperoleh persentase 77,5% dengan kategori layak, sedangkan validasi ahli media memperoleh persentase 71,25% dengan kategori layak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan dari aspek kebahasaan, materi, dan media setelah dilakukan revisi berdasarkan masukan validator. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi PBL dan kearifan lokal Legenda Nenek Luhu dapat diwujudkan dalam bahan ajar digital yang secara konseptual dan teknis layak digunakan sebagai salah satu alternatif bahan ajar dalam pembelajaran menulis cerpen.
Analisis Tantangan Guru Bahasa Indonesia dalam Implementasi Nilai Profil Pelajar Pancasila bagi Siswa Autisme di SLB-E Negeri Pembina Medan Kristin Dwi Amsari Pasaribu; Fadilla Aura Ramadani; Ela Emayusnita Sirait; Erfriani Sekar Talenta Simangunsong; Lili Tansliova
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan guru Bahasa Indonesia dalam mengimplementasikan nilai Profil Pelajar Pancasila pada siswa autisme di SLB-E Negeri Pembina Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru Bahasa Indonesia dan pihak terkait di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Profil Pelajar Pancasila telah diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pembiasaan sikap sopan, kerja sama, komunikasi, kemandirian, berpikir kritis, dan kreativitas siswa. Guru berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing karakter bagi siswa autisme. Namun, dalam pelaksanaannya guru menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan siswa dalam memahami aturan sosial, mengontrol emosi, berinteraksi dengan teman, bekerja sama, serta mengungkapkan ide dan pendapat. Selain itu, perbedaan kemampuan dan karakteristik setiap siswa autisme juga menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, guru menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa melalui penggunaan bahasa sederhana, pengulangan materi, media visual, pendampingan khusus, dan metode pembelajaran yang bervariasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi nilai Profil Pelajar Pancasila pada siswa autisme membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan strategi pembelajaran yang tepat agar nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.