cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 220 Documents
KLASIFIKASI RESIKO ERGONOMI MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES: BERDASARKAN METODOLOGI QUICK EXPOSURE CHECK (QEC) Adelino, Muhammad Ilham; Farid, Mohammad; Fitri, Meldia
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 1 (2025): PROFISIENSI JUNI 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i1.7741

Abstract

This research examines the application of machine learning in forecasting and categorizing ergonomic risk levels. Nonetheless, recent research on the integration of Naïve Bayes machine learning with ergonomics remains limited, particularly concerning the Quick Exposure Check (QEC) technique. This study aims to categorize ergonomic risk levels and evaluate the accuracy of classification through machine learning techniques. The employed model is the Naïve Bayes algorithm, grounded in the Quick Exposure Check (QEC) methodology. Data were gathered from evaluations of body posture and occupational characteristics, including strength and duration, and subsequently classified by risk level. The findings of this investigation indicated a total accuracy of 99.00% ± 1.41%, with a micro-average of 99.01%. This degree of accuracy is within the high category. The model exhibits flawless precision and recall for the Medium and High-risk categories, and a recall rate of 93.33% for the Low risk. Misclassification occurred just in a limited number of low-risk instances that were inaccurately classified as medium, suggesting a conservative bias in the evaluation. These results suggest that the model may serve as a dependable tool for ergonomic risk classification, particularly in reliably identifying high risk
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (STUDI KASUS: KOPI API COFFEE ROASTERS) Indra, Sarira; Arini, Ratih Windu; Hidayatuloh, Syarif
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 1 (2025): PROFISIENSI JUNI 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i1.7749

Abstract

Industri Coffee Roasters mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia, didorong oleh peningkatan konsumsi kopi yang telah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi banyak masyarakat. Penelitian ini mengkaji permasalahan dalam manajemen rantai pasokan (Supply chain Management) pada Coffee Roasters, khususnya terkait pemilihan supplier yang sering menyebabkan ketidaksesuaian rencana produksi, rendahnya ROI, inventarisasi yang tidak tepat, dan pengiriman produk yang tidak tepat waktu. Penelitian ini menggunakan model Supply chain Operations Reference (SCOR) 12.0 dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi dan mengukur kinerja rantai pasokan Coffee Roasters. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada periode November 2023 hingga April 2024, kinerja rantai pasokan berada pada kategori cukup, dengan indikator utama menunjukkan nilai antara 60 hingga 80. Proses plan memperoleh bobot tertinggi dengan nilai 0,47, diikuti oleh proses source dengan bobot 0,26, proses make dengan bobot 0,21, dan proses deliver dengan bobot 0,07. Pembobotan atribut menunjukkan bahwa reliability memiliki bobot lebih tinggi (0,87) dibandingkan responsiveness (0,13). Indikator kinerja perfect order fulfillment pada proses plan memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,444, sedangkan pada proses source, indikator delivery quantity by supplier mendapatkan bobot tertinggi sebesar 0,412. Indikator kinerja product defect from production pada proses make memiliki bobot tertinggi sebesar 0,75, dan pada proses deliver, indikator order delivered faultless by the company memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,615. Usulan perbaikan difokuskan pada indikator (nilai di bawah 60), yang memerlukan tindakan segera, dan pemantauan ketat pada indikator (nilai antara 60 hingga 80). Penelitian ini menyarankan bahwa pengukuran kinerja yang tepat dapat membantu perusahaan dalam evaluasi dan pengambilan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja rantai pasokan. Edukasi dan koordinasi yang lebih baik terkait pentingnya SCM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional di Coffee Roasters.
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODE NASA-TLX PADA PEKERJA DEPARTEMEN MEKANIK DI PT. XYZ Purbasari, Annisa; zainudin, Zainudin
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 1 (2025): PROFISIENSI JUNI 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i1.7266

Abstract

Dalam setiap kegiatan di industri mengandung unsur beban kerja mental yang selalu melibatkan aktivitas manusia. Segala kegiatan di Departemen Mekanik PT. XYZ melibatkan beban kerja mental yang menggunakan sumber daya manusia (pekerja) dalam menjalankan beban kerja (tugas). 22 pekerja di Departemen Mekanik melakukan proses perbaikan mesin pembangkit listrik yang membutuhkan tenaga, kosentrasi dan ketelitian yang tinggi, mengalami tuntutan kerja dalam menyelesaikan tugasnya, sehingga pekerja sering mengalami penurunan konsentrasi, kelelahan, stres kerja, terlupa, tertekan dan kelalaian dalam proses pemasangan komponen. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar beban kerja mental yang dialami pekerja di Departemen Mekanik PT XYZ menggunakan metode NASA-TLX. Hasil studi ini menunjukkan perhitungan skor NASA TLX yang mempengaruhi beban kerja mental pekerja yaitu indikator effort (EF)/tingkat usaha (TU) = 255,32 (21,23%), indikator mental demand (MD)/kebutuhan mental (KM) = 244,27 (20,31%), indikator physical demand (PD)/kebutuhan fisik (KF) = 212,27 (17,66%), indikator temporal demand (TD)/kebutuhan waktu (KW) = 207,36 (17,25%), indikator performance (PO)/performansi (P) = 158,73 (13,20%) dan indikator frustration level (FR)/tingkat frustasi (TF) = 124,27 (10,34%). Sedangkan hasil pengukuran beban kerja mental terdiri dari kategori beban kerja mental berat yang dialami 16 pekerja = 56% dan kategori beban kerja mental sedang yang dialami 6 pekerja = 44%.
PENJADWALAN PREVENTIF MAINTENANCE MESIN AIR HANDLING UNIT (AHU) DI PT.X MENGGUNAKAN METODE RCM Febiansyah, Aditya; Febryanto, Indra Dwi
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 1 (2025): PROFISIENSI JUNI 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i1.7803

Abstract

Air Handling Unit (AHU) plays an important role in maintaining air quality in pharmaceutical production areas. At PT. X, recurring AHU failures cause significant downtime and disrupt productivity. This study aims to optimize preventive maintenance scheduling by applying the Reliability-Centered Maintenance (RCM) method. Analysis of critical components is carried out using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to determine the Risk Priority Number (RPN), and time-to-failure (TTF) data is processed using Minitab 21 software. Identified critical components include condenser, blower, compressor, and evaporator. The results show that the lognormal distribution is the most suitable for most components, except for the compressor which follows a Weibull distribution. The optimal preventive maintenance interval is calculated based on MTBF values. Implementing this schedule is expected to reduce downtime and improve AHU reliability. Keyword : keyword1, keyword2, keyword3, keyword4 (follow alphabetical).
INTEGRASI METODE SCM PENGELOLAAN BISNIS JASA TRANSPORTASI TRUK TANGKI CPO DI KOTA DUMAI Arif, Muhammad; Mahmud, Soni Fajar; Suarlin, John
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 1 (2025): PROFISIENSI JUNI 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i1.7538

Abstract

Proses tranpostasi truk tangki CPO yang terjadi di wilayah Kota Dumai, pada saat ini memiliki beberapa kelemahan yaitu : lamanya waktu distribusi, panjangnya antrian di pintu masuk pabrik dan kepastian kapasitas order oleh transporter. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan metode untuk mengatur distribusi dari bisnis jasa transportasi Truk Tangki CPO tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai permasalahan rute distribusi CPO kendaraan truk tangki ke kawasan industri pengolahan CPO di Kota Dumai menggunakan model Saving Matrix untuk membahas rute truk tangki CPO yang masuk ke Kota Dumai menuju ke tiga lokasi kawasan industri di Kota Dumai yaitu, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kawasan Pelabuhan Pelindo 1, dan Kawasan KID Pelintung. Selain itu membahas permasalahan solusi distribusi SCM dengan metode Transportation Management System agar lebih efisien dan efektif untuk pengaturan rute maupun informasi data dalam distribusinya.
ANALISIS PERAWATAN MESIN TURBIN MENGGUNAKAN PENDEKATAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE Aprilyanti, Selvia; Satria, Vissad Rambang; MZ, Hermanto
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 1 (2025): PROFISIENSI JUNI 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i1.7399

Abstract

Pada penelitian ini membahas tentang maintenance pada combustion section turbin gas PLTGU unit 2 keramasan. Pada unit PLTGU keramasan perawatan rutin yang dilakukan yaitu preventive maintenance dengan melakukan pengecekan pada setiap equipment dari PLTGU setiap harinya, mulai dari komponen utama hingga komponen penunjang dari PLTGU. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai efektivitas mesin menggunakan metode total productive maintenance. Persentase rata – rata OEE Mesin Turbin PLTGU Unit 2 Keramasan tahun 2024 adalah 48%. Nilai ini masih dibawah standar Indeks Total Productive Maintenance yaitu sebesar 85%. Faktor Losses terbesar adalah Idling/Minor Stoppages Losses dengan persentase 49,1 %. Nilai ini menunjukkan mesin sering berhenti secara berulang-ulang atau mesin beroperasi tanpa menghasilkan produk dan mengalami kehilangan waktu.
RANCANG BANGUN ALAT PENYARING TAHU DENGAN PENDEKATAN DFMA UNTUK OPTIMALISASI WAKTU BAKU DAN BEBAN KERJA PADA UMKM TAHU XYZ Setiawan, Farid Putra; Amalia, Amalia
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 2 (2025): PROFISIENSI DESEMBER 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i2.8667

Abstract

UMKM Tahu XYZ menghadapi permasalahan utama pada tahapan penyaringan tahu yang memakan waktu lama dan menyebabkan beban kerja tinggi, baik fisik maupun mental, bagi pekerjanya. Capstone Design Project ini bertujuan untuk merancang alat bantu penyaringan tahu yang ergonomis dan efisien menggunakan pendekatan Design For Manufacture and Assembly (DFMA) guna meningkatkan efisiensi kerja dan menurunkan beban kerja operator. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, studi waktu (stopwatch time study. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum implementasi alat, proses penyaringan merupakan tahapan terlama dengan waktu baku mencapai 18,07 menit, Setelah implementasi alat penyaringan ergonomis, waktu baku turun menjadi 12,11 menit, dan beban kerja fisik menurun drastis menjadi 19,07% (kategori aman). Namun, beban kerja mental hanya sedikit berkurang menjadi 80,66 dan masih masuk dalam kategori berat.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER KUMBUNG BALOK JAMUR DENGAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) STUDI KASUS USAHA JAMUR TIRAM BAPAK SEFIN WARGA PURWODADI PASURUAN Efendi, Ahmad; Asy'ari, Subchan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 2 (2025): PROFISIENSI DESEMBER 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i2.7912

Abstract

Pemilihan supplier merupakan faktor penting dalam keberhasilan operasional suatu usaha, terutama dalam usaha budidaya jamur tiram yang membutuhkan pasokan kumbung balok sebagai media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier kumbung balok terbaik dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dilakukan melalui identifikasi lima kriteria utama yang mempengaruhi pemilihan supplier, yaitu: harga, kualitas produk, biaya pengiriman, reputasi perusahaan, dan kapasitas produksi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta penyebaran kuesioner kepada pihak terkait. Hasil perhitungan menggunakan AHP dengan bantuan aplikasi expert Choice menunjukkan bahwa kualitas produk merupakan kriteria terpenting dengan bobot 0,295, disusul oleh reputasi (0,268), kapasitas produksi (0,165), harga (0,153), dan biaya pengiriman (0,119). Dari tiga alternatif supplier yang dianalisis, Supplier 3 memperoleh nilai bobot global tertinggi sebesar 0,595, sehingga direkomendasikan sebagai supplier prioritas. Nilai konsistensi (CR) sebesar 0,0447 menunjukkan bahwa penilaian yang dilakukan konsisten dan dapat diterima. Dengan demikian, metode AHP terbukti efektif dalam membantu pengambilan keputusan pemilihan supplier secara sistematis dan objektif.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN NOTARIS KATARINA DYANAWATI DENGAN METODE SERVQUAL DAN IPA Fitriani, Anisa Putri; Hariastuti, Ni Luh Putu
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 2 (2025): PROFISIENSI DESEMBER 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i2.7786

Abstract

Notaris Katarina Dyanawati sebagai penyedia layanan hukum menghadapi tantangan dalam memenuhi ekspektasi klien yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan menggunakan metode SERVQUAL dan IPA, guna mengidentifikasi kesenjangan antara harapan dan persepsi pelanggan serta menentukan prioritas perbaikan yang strategis. Metode yang digunakan adalah SERVQUAL untuk mengukur gap antara harapan dan persepsi serta IPA untuk memetakan prioritas peningkatan kualitas. Sampel berasal dari 60 responden. Hasilnya dari 16 atribut layanan, 14 atribut menunjukkan nilai gap negatif, artinya harapan pelanggan lebih tinggi dari persepsi atas layanan yang diterima. Hanya 2 atribut yang memiliki gap positif, yaitu fasilitas penunjang dan bantuan staf dalam proses pengumpulan berkas. Nilai gap tertinggi negatif terdapat pada kelengkapan dan kebaruan peralatan kerja serta jaminan keamanan dan kerahasiaan dokumen. Berdasarkan pemetaan IPA atribut yang terletak di kuadran I menjadi prioritas utama perbaikan, yaitu kelengkapan dan kebaruan alat kerja, kejelasan prosedur dan informasi, integritas dan kompetensi notaris, serta keamanan dan kerahasiaan dokumen. Atribut-atribut tersebut dianggap sangat penting oleh pelanggan namun kinerjanya masih rendah, sehingga menjadi fokus utama peningkatan. Rekomendasi strategis yang diberikan meliputi investasi alat kerja terbaru, penyusunan SOP, pelatihan staf untuk komunikasi efektif, dan evaluasi sistem keamanan dokumen secara berkala.
ANALISA STRATEGI BAURAN PEMASARAN PADA USAHA VENDOR WEDDING MENGGUNAKAN METODE SWOT (STUDI KASUS: ALEA DECORATION LAMPUNG BARAT) Santia, Meri; Khikmawati, Emy; Anggraini, Melani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 13, No 2 (2025): PROFISIENSI DESEMBER 2025
Publisher : University of Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/profis.v13i2.8633

Abstract

The rapid development of the wedding industry requires every business actor, including wedding vendors, to adopt appropriate marketing strategies in order to remain competitive in an increasingly intense market. Alea Decoration Lampung Barat, as one of the wedding vendors, faces various challenges, both from internal factors such as limited design variations and insufficient offline promotion, and external factors such as price competition and the presence of informal vendors offering similar services. This study aims to analyze the marketing mix strategy (4P), which includes product, price, promotion, and place, and to formulate the appropriate marketing strategy through a SWOT analysis approach for Alea Decoration. This research employs a descriptive quantitative method, with primary data obtained through interviews and questionnaires distributed to 40 respondents, as well as secondary data sourced from relevant literature and publications. Validity and reliability tests were conducted using SPSS 26, and the results indicate that all instruments are valid and reliable (Cronbach’s Alpha of 0.992 for internal factors and 0.988 for external factors). The results of the IFAS and EFAS analyses show total scores of 4.044 and 3.438, respectively, placing Alea Decoration in Quadrant II of the SWOT matrix. This position suggests that the company possesses strong internal capabilities but faces significant external threats, thus the appropriate strategy to employ is the ST (Strength–Threat) strategy, which involves utilizing internal strengths to address market threats. The study shows that Alea Decoration’s main strengths lie in service quality, the ability to customize designs, and active digital promotion. Meanwhile, the greatest threat comes from competitors offering lower-priced services. Based on the analysis, several strategies are recommended, including enhancing design innovation, strengthening digital promotion, developing collaboration with other vendors, improving service quality, and expanding service coverage. The findings of this study are expected to serve as a strategic guideline for Alea Decoration and as a reference for similar businesses in developing effective and sustainable marketing strategies.