cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
profisiensi@journal.unrika.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI, FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, JL.Pahlawan No.99, Buliyang, Batu Aji, Batam - Kepulauan Riau, Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Profisiensi : Jurnal Program Studi Teknik Industri
ISSN : 23017244     EISSN : 25989987     DOI : DOI: 10.33373
Core Subject : Engineering,
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri adalah jurnal publikasi ilmiah di bidang teknik industri, baik itu penelitian maupun kajian ilmiah. Naskah yang diterima merupakan naskah dari hasil penelitian ataupun hasil pemikiran yang berhubungan dengan teknik industri yang belum di publikasikan di media manapun, jurnal ini terbit dua kali dalam setahun.
Articles 220 Documents
ANALISA UMUR ALAT POTONG MESIN MILLING DENGAN MATERIAL SUS 420 Qomarotun Nurlaila
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): PROFISIENSI DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.706 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i2.2796

Abstract

This research was performed on 3 cutting tools which are tool drill 1.8mm, 2.5mm in diameter and tool back chamfer 2.2mm in diameter. Hardness value from each cutting tool was approximately 300 HRC. Meanwhile, material used in this research is SUS 420 that has hardness value 262HRC. To perform cutting on work unit, it was requested higher hardness value for cutting tool compared to work unit (SUS420). Tool drill 1.8mm in diameter was used at first pitting process (rapping), tool drill 2.5mm in diameter was used at second pitting process (finishing) and tool back chamfer 2.2mm in diameter was used at the last pitting process. This research was performed to define the tool life of cutting tools that utilized in milling machine from work unit material SUS 420. From this research, it was expected maximum amount that can be achieved from cutting tools every replacement can be obtained. At the end of study, when the replacement time of cutting tools can be defined, the loss of not good product (because of cutting) can be avoided. Based on the result, tool life of cutting tool was 920 cuttings.
NEW PRODUCT DEVELOPMENT (NPD) UNTUK PRODUK HAND WASH Aris Setiyani; Euis Nina Saparina Yuliani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.868 KB) | DOI: 10.33373/profis.v3i2.329

Abstract

Langkah-langkah dalam desain produk baru sangat penting untuk keberhasilan dalam New Product Development (NPD). Hal ini tidak hanya menentukan kualitas produk baru tapi, itu sangat berguna untuk menentukan waktu dari langkah-langkah secara lebih rinci, sehingga waktu yang dibutuhkan akan relatif singkat.Tujuan  dari Penelitian ini adalah selain untuk mengetahui karakteristik  dari keinginan konsumen terhadap produk sabun tangan (hand wash), juga untuk mendesain produk sabun tangan (hand wash) yang sesuai dengan langkah-langkah yang tepat yang di rekomendasikan para ahli di antaranya Ulrich Eppinger, 2008.Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan konsumen terhadap produk handwash yang akan didesain, bisa di dapatkan dengan mencari suara konsumen sehingga hasil development produk tersebut benar-benar sesuai dengan ekspektasi konsumen. Selain itu dengan menggunakan step-step yang direkomendasikan Ullrich Eppinger, didapatkan waktu mendesain produk yang relatif lebih singkat dan produk yang didapatkan sesuai dengan keinginan konsumen. Kata kunci: New Product Development, Voice of Customer, Hand Wash
PENGENDALIAN PERSEDIAAN CELL BATERAI LITHIUM POLYMER REVOLECTRIX UNTUK MENGHILANGKAN KEKOSONGAN STOK (OUT OF STOCK) DENGAN METODE MRP (Studi Kasus DI PT. LEO ENERGY) Choirul Anwar; Hery Irwan; Dadang Redantan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 6, No 2 (2018): PROFISIENSI DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.523 KB) | DOI: 10.33373/profis.v6i2.1617

Abstract

Pengendalian bahan baku pada sistem produksi Make To Stock (MTS) untuk memenuhi kebutuhan produksi di PT.Leo Energy masih terjadi kekosongan stok (out of stock) sebanyak 6 kali kekosongan selama tahun 2016 yaitu dibulan April, Mei, Juni, Juli, November dan Desember, yang menyebabkan beberapa customers membatalkan pesanannya sebanyak lebih dari 300 unit dan perusahaan mengalami kerugian karena harus melakukan refund terhadap pesanan yang di cancel. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data histori permintaan 2016. Untuk menentukan demand 2017, dilakukan peramalan kebutuhan untuk menentukan MPS dengan Moving Average, Exponential Smoothing dan Trend dan kemudian dilakukan uji ketelitian menggunakan MAD dan Tracking Signal. Hasil pengujian ketelitian yang memiliki RSFE yang rendah, dan mempunyai positive error yang sama banyak atau seimbang dengan negative error, sehingga pusat tracking signal mendekati nol, hasil peramalannya (forcast) akan digunakan sebagai MPS. Perhitungan dengan metode MRP (Material Requerments Planning) teknik Lot For Lot (LFL) dilakukan untuk mendapatkan kuantitas pemesanan. Dari hasil peramalan didapatkan hasil terbaik yaitu Exponential Smoothing dengan α (0,9) karena memiliki nilai RSFE yang paling rendah. Hasil menunjukkan bahwa dengan metode MRP-LFL dalam menentukan kuantitas pemesanan, biaya pemesanan lebih tinggi dibandingkan peramalan perusahaan dengan selisih biaya pemesanan Rp450.000 dan total biaya pembelian selisih Rp52.884.793. Namun peramalan yang dilakukan oleh perusahaan mempunyai biaya penyimpanan lebih tinggi, dengan selisih Rp28.283.904. Berdasarkan data inventory, peramalan perusahaan  mengakibatkan 95 pesanan dibatalkan dan mengakibatkan kerugian sebanyak 380 cell (95 pack baterai cancel order) X harga jual baterai Rp397.911,15 = Rp37.801.559,25. Jadi, peramalan dengan metode MRP-LFL lebih efisien Rp12.750.670,25 dibandingkan peramalan yang dilakukan oleh perusahaan
PERBAIKAN WAKTU PROSES CLEARANCE SHEET SMOCK DAN SANDAL ESD DENGAN METODE INNOVATION QUALITY CIRCLE (IQC) Agus Umar Ryadin; Nilda Tri Putri
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 1 (2021): PROFISIENSI JULI 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1824.569 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i1.3303

Abstract

Proses Clearance Sheet untuk pengembalian Smock dan Sandal ESD di PT. XYZ memerlukan waktu yang sangat panjang, yaitu 72 menit untuk satu kali proses. Kondisi tersebut semakin diperumit dengan tidak teraturnya waktu kedatangan karyawan, sehingga petugas yang melayani proses tersebut harus bolak balik setiap ada karyawan yang datang. Pada penelitian ini dilakukan tindakan perbaikan untuk mengurangi waktu yang diperlukan untuk proses Clearance Sheet Smock dan Sandal ESD dengan menggunakan metode Innovation Quality Circle (IQC) atau dikenal juga sebagai Quality Control Circle (QCC). Setelah perbaikan, diperoleh perbedaan antara target hasil pengurangan yang diharapkan (58,33%) dengan aktual target pengurangan yang dicapai (50,00%), dan hasil pengurangan waktu proses Clearance Sheet Smock dan Sandal ESD adalah sebesar 50%, dari sebelumnya 72 menit menjadi 36 menit. Selain itu, dengan standarisasi Jadwal Waktu Pelaksanaan Clearance Sheet membuat proses tersebut menjadi lebih tertib dan menyenangkan bagi karyawan dan petugas yang melayani proses tersebut.
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PERKANTORAN DI PT. BPR MITRA ARTA MULIA BENGKALIS RIAU Triyono Triyono; Nandar Cundara; Hery Irwan
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1636.949 KB) | DOI: 10.33373/profis.v2i2.349

Abstract

Permasalahan yang terjadi Pada PT. BPR Mitra Arta Mulia adalah  tata letak fasliltasnya belum tertata secara optimal, Tidak adanya Plan layoutdari perusahaan sehingga mengakibatkan penempatan tata letak fasilitas tidak tertata secara optimal. ditemukan langkah balik yang menyebabkan jarak tempuh menjadi jauh serta, peletakan tata letak fasilitas yang tidak sesuai dengan hubungan antar aktivitas menyebabkan  karyawan  menjadi tidak nyaman dalam bekerja.Penelitian ini bertujuan adalah untuk menentukan tata letak fasilitas antara karyawan atau station kerja yang optimal pada lokasi yang baru dengan menerapkan teori tata letak fasilitas agar pekerjaan lebih efisien karena aktifitas yang lebih sering dilakukan antar karyawan yang satu dengan yang lainnya.Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu ARC (Activity Relationship Chart) atau peta hubungan kerja adalah suatu cara teknik yang sederhana di dalam merencanakan tata letak fasilitas atau departement berdasarkan derajat hubungan aktivitas yang sering dinyatakan dalam penilaian kualitatif dan cendrung berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang bersifat subjektif dari masing-masing fasilitas atau departement.Berdasarkan hubungan kedekatan, tata letak setelah perbaikan lebih optimal jika di bandingkan dengan tata letak sebelum perbaikan. terjadi penurunan rata-rata jarak fasilitas terutama untuk aktifitas penting yaitu Kabag kredit dengan admin kredit menjadi dekat dimana terjadi penurunan jarak yang sebelumnya 37 meter menjadi 7 meter. Accounting dengan kabag. Operasi menjadi dekat dimana terjadi penurunan jarak yang sebelumnya 22 meter menjadi 6 meter. Marketing dengan Funding officer menjadi dekat dimana terjadi penurunan jarak yang sebelumnya 24 meter menjadi 6 meter.Kata Kunci : tata letak fasilitas, metode ARC, Optimal
PERANCANGAN ALAT BANTU KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI UNTUK MENGURANGI KELUHAN MSDS PADA PROSES TUMBLING C-SEAL (STUDI KASUS PT. FLUID SCIENCES BATAM) Galang Febrian Comara; Annisa Purbasari; Abdullah Merjani
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 7, No 2 (2019): PROFISIENSI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.408 KB) | DOI: 10.33373/profis.v7i2.2484

Abstract

PT. Fluid Sciences Batam merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing yang memproduksi spare part pesawat, namun dalam proses produksi nya masih ada proses yang tidak ergonomis. Yang berdampak pekerja sering mengalami keluhan dan beresiko menimbulkan cidera otot. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat bantu yang ergonomi untuk mengurangi keluhan MSDs pada proses tumbling C-Seal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode NBM, RWL dan Anthropometri. Dengan hasil kuisioner diisi oleh 4 orang pekerja yang beraktivitas pada proses tumbling dengan persentase pada level keluhan sakit sebelum perancangan 49 % dan sesudah perancangan mengalami penurunan sebesar 23% . Hasil rata – rata LI awal dari keempat pekerja  sebelum perancangan adalah 4.85, dan LI akhirnya adalah 6.60 dan hasil dari rata – rata sesudah perancangan, baik LI awal maupun LI akhir nilainya adalah 0. Ukuran dimensi anthropometri yang digunakan adalah TSB (Tinggi Siku Berdiri) = 112.62 cm dan untuk JTKD (Jangkauan Tangan Kedepan) = 65.26 cm digunakan untuk jarak pekerja dengan alat bantu. 
PENGURANGAN REJECT PROSES PADA PEMBUATAN TUG BOAT 28 METER DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE LEAN MANUFACTURING (Studi Kasus PT. RAMBAH AGUNG BATAM) Hamdani Arifin; Refdilzon Yasra; Nandar Cundara; Bambang W. Widodo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 1, No 2 (2013): PROFISIENSI JOURNAL
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.445 KB) | DOI: 10.33373/profis.v1i2.268

Abstract

Pemborosan pada proses fabrikasi perlu diminimalisir dengan dengan melakukan pengawasan yangintensif pada produk yang dikerjakan . Namun pada kenyataannya proses pembuatan Tugboat 28 meter.Lean Manufacturing sebagai pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan menghilangkanpemborosan/waste (aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah/non value added activites). Tujuannyaadalah mengusahakan meminimalkan usaha manusia, inventory, waktu untuk mengembangkan produk, danjuga ruang untuk menjadi sangat responsif terhadap permintaan pelanggan sekaligus memproduksi produkdengan kualitas tertinggi dengan cara yang paling efisien dan ekonomis. Penelitian di lakukan pada prosesFitting, Welding dan Blasting/Painting dengan menggunakan alat bantu Lean yaitu Value Stream Mappingdan FishBone Diagram.Hasil Lead time sebelum melakukan Value Stream Mapping adalah143 hari, setelah melakukanValue Stream Mapping adalah131 hari, kemudian untuk reject scrap sebelum melakukan perbaikan sebesar28%, dan setelah perbaikan reject scrap menurun menjadi 8%.
ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI PADA LINI PRODUKSI BARU FORD P702 HVPO DENGAN PENDEKATAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (STUDI KASUS DI PT CSB) Vera Methalina Afma; Edi Sumarya; Aman Sutrisno
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 9, No 2 (2021): PROFISIENSI DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.896 KB) | DOI: 10.33373/profis.v9i2.3674

Abstract

ABSTRACTThis research is to analyze capacity requirements and availability on the production line. This research in PT CSB project FORD P702 HVPO production line. Data analysis used the Rough Cut Capacity Planning (RCCP) method by measuring work (time study), forecasting, aggregate planning, master production schedule and capacity analysis with RCCP.Based on research,  standard time is 745 seconds / unit for new prodject FORD P702 HVPO. The best forecasting method  is use Single Moving Average with an MAD error value of 0.04 and MSE error value of 0.021. Aggregate planning calculation results is 27144 units per year with cost of Rp 49,563,348 per year. And the conclusion is the capacity of the FORD P702 HVPO production line is sufficient and feasible to meet customer needs. This research is calculated based on the total production capacity of 19,958,400 seconds per unit in 1 year and the total required capacity of 18,618,775 seconds per unit in 1 year.
ANALISA STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN MESIN CNC DENGAN METODE PROFITABILITY INDEX (PI) DI PT. USA SEROJA JAYA SHIPYARD BATAM Frisheila Sely Apriliana; Wahyudi Sutopo
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 5, No 1 (2017): PROFISIENSI JUNI 2017
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.279 KB) | DOI: 10.33373/profis.v5i1.1149

Abstract

Artikel ini membahas mengenai perbaikan artikel Rumiyanto dkk (2015) yang berjudul “Analisa studi kelayakan penambahan mesin CNC baru dengan metode NPV (Net Present Value) di PT UsdaSeroja Jaya Shipyard Batam”. Perbaikan yang dilakukan adalah menambahkan analisis sensitifitas menggunakan Profitability Index (PI). Hasil analisa kelayakan investasi pada paper sebelumnya adalahCNCESAB Columbus ErgostarExa 4000(B)dengannilaiNPV=US$40,399.05 0, IRR=15,67% ~ 15,95%, dan PP= 3 Tahun 9 Bulan 10 Tahun, sedangkan mesin CNC Honey Bee Hypertherm(A) nilaiNPV= US$5,488.66 0, IRR= 15,75% ~ 15,25%, danPP= 4 Tahun 5 Tahun. Kemudian dilakukan usulan perbaikan dengan menggunakan metode analisis Profitability Index (PI). Diketahui bahwa metode  Profitability Index dikenal juga dengan metode Benefit Cost Ratio (BCR). Dari hasil perhitungan Profitability Index didapatkan hasil bahwa CNC Honey Bee Hyperthermadalah9,202655733 ( 1) menunjukkan bahwa investasi mesin dapat diterima, sedangkanuntukCNC ESAB Columbus ErgostarExa 4000  adalah7,038200467 ( 1) menunjukkan bahwa investasi mesin dapat diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua jenis mesin CNC tersebut layak untuk dilakukan investasi. 
Integrasi ANP dan OMAX dalam Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Industri Kimia Nova Stifany; Supriyadi Supriyadi; Mohamad Jihan Shofa
PROFISIENSI : Jurnal Program Studi Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): PROFISIENSI DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.254 KB) | DOI: 10.33373/profis.v8i2.2767

Abstract

pasok suatu perusahaan. Kinerja yang kurang baik berdampak pada berkurangnya kepercayaan konsumen atau peningkatan biaya dalam supply chain. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok sebuah perusahaan kimia di daerah Banten. Pengukuran berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang telah disepakati perusahaan dengan menggunakan Analytic Network Process (ANP) dan Objective Matrix (OMAX). Hasil pengukuran menunjukkan total indeks kinerja rantai pasokan perusahaan pada bulan April 2020 masih berada pada kategori kuning (7,23). Salah satu penyebab tidak tercapainya target adalah permasalahan di waktu produksi yang masih berada dalam kategori merah. Perencanaan produksi berdasarkan kapasitas produksi dan kemampuan peralatan merupakan salah satu keputusan strategis dalam menjaga produksi bisa berjalan dengan lancar. Perencanaan perawatan yang terencana untuk meningkatkan kehandalan juga berpengaruh pada kemampuan proses produksi dalam menghasilkan produk sesuai dengan yang telah direncanakan. Integrasi ANP dan OMAX merupakan integrasi metode yang baik untuk pengukuran kinerja rantai pasok berdasarkan lima proses inti Supply Chain Operations Reference (SCOR).

Page 8 of 22 | Total Record : 220