cover
Contact Name
Adhan Kholis
Contact Email
adhank74@gmail.com
Phone
+6281334853428
Journal Mail Official
joned.fip@unu-jogja.ac.id
Editorial Address
RT 033/RW 010 Gang Jamingan Muja Muju Umbulharjo II 1067 Yogyakarta, 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Nusantara Education
ISSN : -     EISSN : 2807436X     DOI : 10.57176
Core Subject : Education,
JONED: Journal of Nusantara Education is a peer-reviewed open-access journal published by the Faculty of Education, Universitas Nahdaltul Ulama Yogyakarta. It publishes manuscripts of research in relation to educational science, language education, language teaching and learning, early childhood education, primary education, secondary education, and higher education. Submitted papers can be written in English, Bahasa Indonesia or other international languages for the initial review stage by editors and further review process by our reviewers. Journal of Nusantara Education publishes its issues biannually, in September and March.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Inovasi Manajemen dan Kepemimpinan Transformatif Kelembagaan PAI Fahrub, Abdul Wahab; Chailani, Muchammad Iqbal; Latifah, Kunfuaidah; Arifin , Zainal; Ardiansyah, Dimas
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk inovasi manajemen yang diterapkan dalam kelembagaan Pendidikan Agama Islam (PAI), menganalisis implementasi kepemimpinan transformatif, serta mengungkap berbagai tantangan dalam pengembangan inovasi dan strategi kelembagaan PAI. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, pengambilan data melalui sumber primer dan sekunder terkait dengan Inovasi dan kepemimpinan berupa tulisan artikel atau buku. Penelitian ini lebih  fokus pada Kepustakaan karena kajian ini terletak pada telaah teori, konsep, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan, sehingga memerlukan penggalian literatur yang mendalam ketimbang pengumpulan data empiris di lapangan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk inovasi manajemen yang diterapkan meliputi: manajemen berbasis sekolah, manajemen berbasis teknologi informasi (e-management), pengelolaan sumber daya manusia (SDM) secara profesional, serta manajemen kurikulum dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Keberhasilan dari inovasi-inovasi tersebut sangat dipengaruhi oleh komitmen dan kapasitas kepemimpinan lembaga, serta dukungan lingkungan eksternal seperti pemerintah, masyarakat, dan mitra strategis. Dalam konteks kepemimpinan, pendekatan transformasional memainkan peran penting melalui lima pilar utama, yaitu: penetapan visi dan misi yang jelas, pemberdayaan inovasi dan kreativitas, penyediaan pelatihan dan pengembangan berkelanjutan, pemberian dukungan serta pengakuan terhadap kinerja, dan pembangunan kemitraan kolaboratif. Meskipun demikian, pengembangan inovasi manajerial dalam kelembagaan PAI masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan kompetensi guru, resistensi terhadap perubahan, minimnya dukungan teknologi, dan lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang sistematis dan berkelanjutan untuk menciptakan kelembagaan PAI yang unggul, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman.  ___________________________________________________________________________________________ This study aims to identify the forms of management innovation applied in Islamic Religious Education institutions, analyze the implementation of transformative leadership within them, and reveal various challenges in the development of innovation and institutional strategies in IRE. The method used in this study is library research with a qualitative approach, collecting data from primary and secondary sources related to innovation and leadership in the form of articles or books. This study focuses more on literature because it is based on the examination of relevant theories, concepts, and previous research findings, thus requiring in-depth literature exploration rather than empirical data collection in the field. The results show that the forms of management innovation applied include: school/madrasah-based management, information technology-based management), professional human resource management , and curriculum and program management tailored to the needs of students and the community. The success of these innovations is greatly influenced by the commitment and capacity of institutional leadership, as well as external support from the government, community, and strategic partners. In the context of leadership, the transformational approach plays a crucial role through five main pillars: establishing a clear vision and mission, empowering innovation and creativity, providing continuous training and development, offering support and recognition for performance, and building collaborative partnerships. However, the development of managerial innovation in PAI institutions still faces various challenges, including limitations in teacher competencies, resistance to change, lack of technological support, and weak collaboration among stakeholders. Therefore, systematic and sustainable interventions are needed to create PAI institutions that are excellent, adaptive, and relevant to the demands of the times.    
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Siswa Bahasa Inggris pada Sekolah Menengah Pertama di Pesantren Rahmawan, Ganal Arief; Purnomo, Ryan; Abdillah, Ikhwan
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan pesantren. Kecerdasan emosional merupakan aspek penting yang berperan dalam keberhasilan akademik, khususnya dalam konteks pesantren yang menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pembelajaran holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment) berupa pre-test post-test control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di dua SMP yang berada di bawah naungan pesantren di Kabupaten Sidoarjo. Satu kelas ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan berupa pelatihan dan pembiasaan untuk meningkatkan kecerdasan emosional melalui kegiatan terstruktur seperti refleksi diri, diskusi empatik, dan pengelolaan emosi. Kelompok lainnya menjadi kelompok kontrol (siswa kelas VIII B) yang mengikuti pembelajaran seperti biasa tanpa perlakuan khusus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup angket kecerdasan emosional, tes prestasi belajar mata pelajaran inti serta dokumentasi akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan prestasi belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata dari 68,2 menjadi 81,7, sementara kelompok kontrol meningkat dari 69,1 menjadi 73,5. Hasil uji t independen menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05, yang mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan emosional secara sistematis dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan prestasi akademik siswa SMP di lingkungan pesantren. _________________________________________________________________________________ This study aims to examine the influence of emotional intelligence on the academic achievement of junior high school (SMP) students in Islamic boarding schools (pesantren). Emotional intelligence is a crucial factor in academic success, particularly in pesantren environments that emphasize character development, discipline, and holistic learning. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a pre-test post-test control group format. The research subjects were eighth-grade students from two pesantren-based junior high schools in Sidoarjo Regency. One class was designated as the experimental group, receiving structured interventions to enhance emotional intelligence through activities such as self-reflection, empathetic discussions, and emotion regulation exercises. The other class served as the control group (grade VIII B students) and continued with standard learning without any special treatment. Instruments used in this study included an emotional intelligence questionnaire, academic achievement tests) in core subjects, and academic documentation. The analysis results revealed a significant difference in academic achievement improvement between the experimental and control groups. The experimental group’s average score increased from 68.2 to 81.7, while the control group’s score rose from 69.1 to 73.5. An independent t-test showed a significance value below 0.05, indicating that emotional intelligence had a statistically significant effect on student achievement. These findings suggest that systematically developing students’ emotional intelligence can be an effective strategy for improving academic outcomes in pesantren-based junior high schools.
Urgensi Kolaborasi Guru-Orang Tua dalam Mencegah Perundungan dan Meningkatkan Rasa Aman di Sekolah Ulum, Miftah; Melani, Repi; Nurdiana, Anne
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mencegah perundungan sertameningkatkan rasa aman di sekolah. Mengingat dampak negatif perundungan yang signifikan terhadap perkembangan siswa, kemitraan  efektif antara kedua lingkungan pendidikan utama ini diharapkan dapat menjadi solusi preventif yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di SDIT Darul Muta’alimin Bandung. Subjek penelitian meliputi siswa kelas 4 SDIT Darul Muta’alimin, sebanyak 25 Orang, Guru dan orang tua siswa. Namun dalam penggalian informasi data diperoleh melalui proses wawancara secara mendalam dengan para pendidik dan wali murid, sebanyak 5 siswa, 5 pendidik, dan 5 orang wali murid, serta melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan observasi untuk memahami persepsi dan pengalaman mereka terkait kolaborasi dan dampaknya terhadap perundungan serta rasa aman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intensif dan keterlibatan orang tua dalam pembelajaran di rumah merupakan bentuk kolaborasi utama yang terjalin di SDIT Darul Muta’alimin. Meskipun belum ada program pencegahan perundungan yang spesifik, keterbukaan komunikasi memungkinkan identifikasi dini dan penanganan efektif kasus perundungan yang terjadi. Siswa merasa aman dan berani melaporkan kejadian, dan orang tua merasa percaya dengan lingkungan sekolah. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua, terutama melalui komunikasi yang efektif, memiliki urgensi yang signifikan dalam mencegah perundungan dan meningkatkan rasa aman siswa di sekolah. Keterlibatan aktif orang tua di rumah melengkapi peran guru di sekolah, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kesejahteraan psikologis dan sosial siswa, sehingga meminimalkan potensi terjadinya perundungan dan menumbuhkan rasa aman. _______________________________________________________________________________ This research aims to examine the urgency of collaboration between teachers and parents in preventing bullying and enhancing  the sense of safety in schools. Given the significant negative impact of bullying on student development, , an effective partnership between these two primary  educational environments is expected to be a powerful preventive solution. This qualitative research employs a case study approach at SDIT Darul Muta'alimin Bandung. The subjects include 25 fourth-grade students, their teachers, and parents.. Data were collected through in-depth interviews with 5 students, 5 educators, and 5 parents, supplemented by participatory observation to understand their perceptions and experiences regarding collaboration and its impact on bullying and safety. The results indicate that intensive communication and parental involvement in home-based learning are the main forms of collaboration established at SDIT Darul Muta'alimin. Although no specific bullying prevention program exists, open communication facilitates the early identification and effective handling of bullying cases.. Students feel safe and brave to report incidents, and parents feel confident in the school environment. The study concludes that good collaboration between teachers and parents, especially through effective communication, has a significant urgency in preventing bullying and increasing students' sense of safety in school. The active involvement of parents at home complements the role of teachers in schools, creating an environment conducive to students' psychological and social well-being, thereby minimizing the potential for bullying and fostering a sense of security.  
The Implementation of Green Eco-Literacy in English Language Learning: A Systematic Review Rizal, Rizka Patrika; Gunawan, Felicia Pertiwi; Nurkhamidah, Neni
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.182

Abstract

Integrasi Green Eco-Literacy dalam pengajaran Bahasa Inggris bertujuan untuk meningkatkan kompetensi linguistik mahasiswa sekaligus menumbuhkan kesadaran serta tanggung jawab lingkungan. Proses penulisan Systematic Literature Review (SLR) dilakukan dengan menggunakan  kerangka kerja PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Dari hasil analisis data, teridentifikasi berbagai kategori ontologi, seperti buku teks, strategi pembelajaran, metode evaluasi, praktik kelas, sumber belajar, media, dan model pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian tema-tema ekologis ke dalam pembelajaran bahasa dapat mendorong pemikiran kritis, keterampilan pemecahan masalah, serta kesadaran akan keberlanjutan pada mahasiswa. Metode pembelajaran yang efektif, seperti project-based learning, diskusi kelompok, kegiatan luar ruangan, dan penggunaan media interaktif terbukti dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa serta mendorong penerapan praktik ramah lingkungan di luar kelas. Namun, integrasi yang bermakna masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kurangnya ketersediaan bahan ajar yang komprehensif, keterbatasan pelatihan guru terkait isu keberlanjutan, serta kecenderungan pengintegrasian topik hijau secara dangkal. Tinjauan ini menekankan perlunya kolaborasi antara pengembang kurikulum, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam merancang materi ELT dan kerangka pembelajaran yang benar-benar mendukung pendidikan lingkungan serta selaras dengan tujuan global keberlanjutan. Selain itu, penting juga untuk memberikan pelatihan dan sumber daya yang memadai bagi para guru agar dapat menyampaikan pembelajaran berorientasi eco-literacy secara efektif. Penelitian di masa mendatang perlu mengeksplorasi pendekatan pengajaran inovatif dan interdisipliner, mengevaluasi sikap serta perubahan perilaku mahasiswa dari waktu ke waktu, serta menelaah bagaimana eco-literacy dalam ELT dapat berkontribusi pada tujuan yang lebih luas, yaitu kepedulian lingkungan dan kewarganegaraan global. __________________________________________________________________________________________ The integration of Green Eco-Literacy in English Language Teaching (ELT) aims to enhance students’ linguistic competence while simultaneously fostering environmental awareness and responsibility. The Systematic Literature Review (SLR) was conducted in accordance with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) framework. From the data analysis, various ontology categories were identified, such as textbooks, instructional strategies, evaluation methods, classroom practices, learning resources, media, and instructional models. The findings indicated that incorporating ecological themes into language lessons can promote students’ critical thinking, problem-solving skills, and sustainability consciousness. Effective pedagogical approach such as project-based learning, group discussions, outdoor activities, and the use of interactive media were found to increase student engagement and encourage them to apply eco-friendly practices beyond the classroom. However, meaningful integration remains challenged by the limited availability of well-developed teaching materials, insufficient teacher training on sustainability issues, and the tendency toward superficial incorporation of green topics, this review emphasized the need for curriculum developers, educators, and policymakers to collaborate in designing ELT materials and instructional frameworks that genuinely support environmental education and align with global sustainability goals. Furthermore, providing teachers with sufficient training and resources is essential for the effective delivery of eco-literate instruction. Future research should explore innovative and interdisciplinary teaching approaches, evaluate students’ attitudes and behavioural changes over time, and examine how eco-literacy in ELT can contribute to the broader objectives of environmental stewardship and global citizenship.
Peran Program Kebijakan Sekolah tentang Penyalahgunaan Zat dan Perasaan Aman dalam Meningkatkan Literasi Siswa Deviana, Tina; Puri, Valendra Granitha Shandika; Saffana, Kuni
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.183

Abstract

Tingkat literasi membaca siswa SMA di Indonesia masih tergolong rendah dan belum menunjukkan capaian yang stabil dari tahun ke tahun. Data nasional mencatat adanya penurunan skor literasi pada periode 2021–2022 di seluruh kelompok pendidikan, termasuk sekolah keagamaan, sekolah luar biasa, dan SMA umum. Meskipun terjadi peningkatan pada tahun berikutnya, kondisi ini menandakan perlunya perhatian serius terhadap upaya peningkatan literasi di tingkat SMA. Penelitian kuantitatif (cross-sectional study) ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program kebijakan sekolah terkait pencegahan penyalahgunaan zat dan rasa aman di sekolah terhadap capaian literasi peserta didik. Data diperoleh dari Rapor Pendidikan 2023 (data sekunder) yang melibatkan 6.553 siswa sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dan uji mediasi dengan bantuan perangkat lunak JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pencegahan penyalahgunaan zat memiliki pengaruh positif terhadap rasa aman di sekolah, dan rasa aman tersebut secara signifikan memediasi hubungan antara program tersebut dan capaian literasi siswa (mediasi parsial; p < 0,001). Selain itu, kedua variabel tersebut secara simultan terbukti memengaruhi tingkat literasi peserta didik. Temuan ini mempertegas pentingnya penguatan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung kesejahteraan psikologis siswa untuk mendorong capaian literasi yang lebih optimal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan integratif yang memadukan aspek literasi, kesehatan mental, dan pencegahan penyalahgunaan zat sebagai upaya menciptakan iklim belajar yang positif dan inklusif bagi seluruh warga sekolah. ________________________________________________________________________________________ The literacy level of high school students in Indonesia remains relatively low and has not demonstrated stable progress over recent years. National data indicate a decline in literacy scores during the 2021–2022 period across various educational groups, including religious schools, special needs schools, and general high schools. Although improvements were observed in the subsequent year, this condition highlights the urgent need for sustained efforts to enhance literacy at the senior high school level. This study aims to analyze the influence of school policy programs on substance abuse prevention and the sense of safety within schools on students’ literacy achievements. The data were drawn from the 2023 Education Report, involving 6,553 student respondents. The analysis employed multiple linear regression and mediation analysis using the JASP software. The findings reveal that school-based substance abuse prevention programs have a positive effect on students’ sense of safety at school. Furthermore, this sense of safety significantly mediates the relationship between the programs and students’ literacy outcomes (partial mediation; p < 0.001). Additionally, both variables simultaneously influence students’ literacy levels. These results emphasize the importance of fostering a safe, supportive, and inclusive school environment to enhance students’ literacy achievements. This study recommends the development of integrated policies that combine literacy promotion, mental health initiatives, and substance abuse prevention programs as part of broader efforts to establish a positive and conducive learning climate for all school community members.Keywords:  learning environment survey, literacy, sense of safety, substance abuse    
The Implementation of Play-Based Learning in English Vocabulary Learning at Kindergarten Learners Level Hamdi, M. Sukron; Astutik, Yuli; Novita, Dian
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.184

Abstract

Masa kanak-kanak awal merupakan fase penting bagi perkembangan bahasa dan interaksi sosial. Meskipun Play-Based Learning (PBL) telah lama diakui mampu mendukung kreativitas dan pertumbuhan emosional, potensinya dalam penguasaan kosakata bahasa kedua masih jarang diteliti. Di RA Anak Emas, pengajaran bahasa Inggris telah diintegrasikan melalui penerapan PBL. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana PBL mendukung pembelajaran kosakata anak usia dini. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan 18 anak berusia 4–6 tahun yang diamati selama delapan minggu melalui observasi nonpartisipan terstruktur. Analisis menggunakan tipologi permainan Edwards Open-ended, Modeled Play, dan Purposefully-Framed Play dengan fokus pada penggunaan kosakata dan keterlibatan sosial, seperti giliran berbicara, kerja sama, dan produksi bahasa spontan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis permainan mendorong partisipasi aktif, penggunaan kosakata secara kontekstual, dan kolaborasi antar teman sebaya. Selain itu, muncul perilaku berulang yang mencerminkan empati dan inisiatif kognitif yang tidak tercakup dalam kerangka Edwards. Untuk itu, peneliti mengusulkan kategori baru, yaitu Interpersonal Constructive Play, yang menekankan interaksi kaya emosi dan berbasis ide, yang kerap terabaikan dalam taksonomi permainan tradisional. Kontribusi ini memperluas kerangka teoretis PBL dengan menegaskan pentingnya keseimbangan antara permainan terstruktur dan ruang bagi ekspresi spontan, empati, serta keterlibatan kognitif. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan perancang kurikulum dalam menciptakan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih holistik dan inklusif bagi anak usia dini. _____________________________________________________________________________________________________ Early childhood is a critical stage for language development and social interaction. While Play-Based Learning (PBL) is widely recognized for fostering creativity and emotional growth, its specific potential in supporting second language vocabulary acquisition remains underexplored. At RA Anak Emas, where English instruction has long been integrated into classroom activities, PBL has been systematically implemented. This study aimed to explore how PBL supports kindergarteners’ vocabulary learning within this context. Adopting a qualitative descriptive approach, the study observed 18 children aged 4–6 years over eight weeks through structured non-participant observation. Guided by Edwards’ typology Open-ended, Modeled Play, and Purposefully-Framed Play the analysis focused on indicators of vocabulary use and social engagement, including turn-taking, cooperation, and spontaneous language production. Findings revealed that the three types of play fostered active participation, contextual vocabulary use, and peer collaboration. Notably, recurring behaviors reflecting empathy and cognitive initiative emerged beyond Edwards’ framework. To capture this dimension, the researchers propose an additional category: Interpersonal Constructive Play, which highlights emotionally rich, idea-driven interactions often overlooked in traditional play taxonomies. This conceptual contribution extends the theoretical landscape of PBL by emphasizing the importance of balancing structured activities with opportunities for spontaneous, empathetic, and cognitively active engagement. The study offers practical implications for early childhood educators and curriculum designers seeking to create holistic and inclusive English learning experiences for young learners  
Peningkatan Literasi Bahasa Jawa untuk Siswa Sekolah Dasar dengan Aplikasi Let’s Read Berpendekatan Deep Learning Maruti, Endang Sri; Nugroho, Faisal Ardyanto
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.185

Abstract

Literasi bahasa daerah, termasuk Jawa, memegang peranan penting dalam melestarikan kebudayaan lokal dan meningkatkan kemampuan berbahasa siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan literasi bahasa Jawa siswa sekolah dasar dengan pemanfaatan aplikasi Let’s Read. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggabungkan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis statistik kuantitatif. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di SDN 03 Kanigoro Kota Madiun. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, tes tertulis untuk mengukur pemahaman membaca, dan angket untuk mengukur minat baca siswa sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Let’s Read mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam membaca teks bahasa Jawa melalui penyajian cerita interaktif, ilustrasi menarik, serta latihan berulang yang menekankan prinsip deep learning. Peningkatan dibuktikan dengan rata-rata kemampuan reseptif siswa pada siklus 1 sebesar 44,5 meningkat menjadi 75 pada siklus 2, dan kemampuan ekspresif mencapai 54 pada siklus 1, dan meningkat menjadi 76 pada siklus 2. Selain itu, keaktifan siswa dalam diskusi dan menulis ringkasan cerita meningkat secara signifikan. Teknologi digital ini juga terbukti mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Dengan demikian, aplikasi Let’s Read dapat dijadikan salah satu alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan literasi bahasa Jawa di tingkat sekolah dasar. Integrasi teknologi seperti ini merupakan solusi inovatif yang disarankan untuk diterapkan pada pembelajaran bahasa daerah lainnya. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas aplikasi pada kelompok usia atau jenjang pendidikan yang berbeda. ____________________________________________________________________________________ Regional language literacy, including Javanese, plays a vital role in preserving local culture and enhancing students' language skills. This study aims to improve the Javanese literacy of elementary school students by utilizing the Let’s Read application. The method used was Classroom Action Research (CAR), combining a qualitative descriptive approach with quantitative statistical analysis. The research was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects were fifth-grade students at SDN 03 Kanigoro, Madiun City. Data was collected through direct observation, written tests to measure reading comprehension, and questionnaires to measure students' reading interest before and after using the application. The results showed that the Let’s Read application could increase student engagement in reading Javanese texts through interactive stories, attractive illustrations, and repetitive exercises emphasizing deep learning principles. The improvement is evidenced by the average student receptive ability, which increased from 44.5 in cycle 1 to 75 in cycle 2, and expressive ability, which reached 54 in cycle 1 and increased to 76 in cycle 2. Furthermore, student activity in discussions and writing story summaries increased significantly. This digital technology also proved capable of creating a fun and interactive learning atmosphere. Thus, the Let’s Read application can be an alternative learning medium to improve Javanese literacy at the elementary school level. The integration of such technology is an innovative solution recommended for application in other regional language learning. Further research can explore the application's effectiveness on different age groups or educational levels.
An Analysis of the Factors of Student Interest in English Language Sanggar Bimbingan Sentul Malaysia Mustikawati, Diyah Atiek; Syafii, Muhammad Lukman
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.186

Abstract

Minat merupakan salah satu faktor utama yang mendorong siswa untuk mempelajari bahasa Inggris, khususnya dalam konteks pendidikan informal yang melibatkan anak-anak imigran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat siswa dalam mempelajari bahasa Inggris di Sanggar Bimbingan Sentul, sebuah pusat pembelajaran informal yang berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima siswa yang dipilih secara purposif berdasarkan keaktifan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris. Wawancara dilakukan di luar kelas dalam suasana santai untuk mengeksplorasi pengalaman, motivasi, serta konteks sosial siswa terkait pembelajaran bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa terhadap bahasa Inggris dibentuk oleh kombinasi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Secara intrinsik, siswa terdorong oleh aspirasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta rasa senang yang tulus dalam menggunakan bahasa Inggris, terutama saat berinteraksi dengan teman sebaya. Secara ekstrinsik, tuntutan dari lingkungan sekolah untuk menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas harian memperkuat kebiasaan yang secara bertahap meningkatkan minat. Selain itu, interaksi sosial dengan teman yang juga berbicara dalam bahasa Inggris memperkuat motivasi dan meningkatkan kepercayaan diri. Studi ini berkontribusi pada semakin banyaknya penelitian tentang motivasi belajar bahasa dengan memberikan wawasan empiris dari siswa imigran terpinggirkan di lingkungan pendidikan informal. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan pendekatan yang responsif terhadap budaya, kolaborasi antarteman, dan media digital ke dalam pengajaran bahasa Inggris. Implikasi ini dapat memandu guru, penyedia pendidikan informal, dan pembuat kebijakan dalam merancang lingkungan belajar yang lebih inklusif, memotivasi, dan berkelanjutan bagi pelajar yang rentan. ______________________________________________________________________________________ Interest is one of the key factors that motivates students to learn English, particularly in informal educational contexts involving immigrant children. This study aims to analyze the factors that influence students' interest in learning English at Sanggar Bimbingan Sentul, an informal learning center in Kuala Lumpur, Malaysia. Using a qualitative descriptive design, data were collected through semi-structured interviews with five students selected purposively based on their active use of English. The interviews, conducted in a relaxed setting outside the classroom, explored students' experiences, motivations, and social contexts related to English learning. The findings reveal that students' interest in English is shaped by a combination of intrinsic and extrinsic factors. Intrinsically, students are driven by aspirations to pursue higher education and a genuine enjoyment of the language, particularly when engaging with peers. Extrinsically, the demand from the school environment to use English in daily activities reinforces habitual use, which gradually enhances interest. Additionally, social interactions with friends who speak English further strengthen motivation and increase confidence. The study contributes to the growing body of research on language learning motivation by providing empirical insights from marginalized immigrant students in informal educational settings. The findings emphasize the importance of integrating culturally responsive approaches, peer collaboration, and digital media into English language instruction. These implications may guide teachers, informal education providers, and policymakers in designing more inclusive, motivating, and sustainable learning environments for vulnerable learners.    
Creative Teaching Strategies and Student Engagement in a Rural Indonesian EFL Classroom: A Case Study from Sumbawa Masdianti; Ratno, Muhammad Alifah; Syaekhu, Ahmad; Maulana, Arif
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengajaran kreatif yang diterapkan oleh guru bahasa Inggris dan dampaknya terhadap keterlibatan siswa di SMP Negeri 2 Utan, Kabupaten Sumbawa. Fokus utama adalah untuk mengidentifikasi bagaimana berbagai strategi seperti pujian, permainan edukatif, aktivitas awal pembelajaran, penggunaan musik, dan tugas kelompok mempengaruhi keterlibatan siswa dalam tiga dimensi: afektif, kognitif, dan perilaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desainstudi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta kuesioner terbuka. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengajaran kreatif guru berdampak positif terhadap keterlibatan siswa. Pujian membangun kepercayaan diri siswa, permainan edukatif dan musik menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan tugas kelompok meningkatkan kolaborasi. Keterlibatan afektif siswa tercermin dari antusiasme dan rasa senang saat belajar, keterlibatan kognitif tampak dari peningkatan pemahaman melalui interaksi dan diskusi, sedangkan keterlibatan perilaku ditunjukkan melalui keaktifan siswa dalam menjawab dan berpartisipasi dalam kegiatan kelas. Namun demikian, ditemukan pula hambatan eksternal, terutama kondisi sosial ekonomi siswa yang mengharuskan mereka membantu orang tua bekerja, sehingga mengganggu kehadiran dan konsistensi keterlibatan belajar. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi pengajaran yang kontekstual dan dukungan lingkungan belajar yang holistik, termasuk keterlibatan orang tua. __________________________________________________________________________________ This study aims to examine the creative teaching strategies implemented by English teachers and their impact on student engagement at SMP Negeri 2 Utan, Sumbawa Regency. The main focus of this study is to identify how various strategies, such as praise, educational games, pre-learning activities, the use of music, and group assignments, affect student engagement in three dimensions: affective, cognitive, and behavioral. This study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and students, and open-ended questionnaires. Triangulation techniques were used to ensure data validity. The results showed that teachers' creative teaching strategies had a positive impact on student engagement. Praise built students' self-confidence, educational games and music create a pleasant learning atmosphere, and group assignments enhance collaboration. Students' affective engagement is reflected in enthusiasm and enjoyment while learning, cognitive engagement is seen in increased understanding through interaction and discussion, while behavioral engagement is demonstrated through students' activeness in answering and participating in class activities. However, external obstacles were also found, particularly students' socioeconomic conditions that require them to help their parents work, thus disrupting attendance and consistent learning engagement. This research emphasizes the importance of contextual teaching strategies and holistic learning environment support, including parental involvement.  
Media Pembelajaran Teknologi Permainan Dinding Kata dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Husaini; Cahya, Uci Dwi; Astari, Weni
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.188

Abstract

 Penggunaan media pembelajaran yang konvensional dan tidak variatif menyebabkan siswa kurang bersemangat dan akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Wordwall terhadap hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda alam. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 siswa di SD Negeri Bukit Tiga tahun ajaran 2023/2024, yaitu 21 siswa VA pada kelas eksperimen dan 20 siswa VB pada kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan soal tes objektif untuk mengukur hasil belajar pada materi perubahan wujud benda alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan Wordwall dengan hasil belajar siswa berdasarkan nilai rata-rata posttest untuk kelas eksperimen sebesar 85,71 dan kelas kontrol sebesar 73,75. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan hasil Sig (2-tailed) sebesar 0,003. Nilai Sig (2-tailed) ini < α (0,05). Artinya, terdapat perbedaan skor posttest yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran Wordwall terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem periodik unsur. Penelitian ini telah memberikan berkontribusi terhadap pembelajaran IPA di SD Negeri Bukit Tiga dan dapat dijadikan sebagai media pembelajaran lainnya untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa _______________________________________________________________________________________ Learning can be seen from the atmosphere of the class and the interaction between the teacher and students. The use of conventional and unvaried learning media causes students to be unenthusiastic and will affect student learning outcomes. This research aims to determine the influence of Wordwall learning media on student learning outcomes on the topic of changes in natural appearance. This research method is a quantitative method. Sampling used a purposive sampling technique with a total sample of 41 students at SD Negeri Bukit Tiga for the 2023/2024 academic year, namely 21 VA students in the experimental class and 20 VB students in the control class. Data was collected using objective test questions to measure learning outcomes on changes in natural appearance. The research results showed that there was an increase in student learning outcomes after learning using Wordwall with student learning outcomes based on the average posttest score for the experimental class of 85.71 and the control class of 73.75. As for the results of hypothesis testing using the Mann-Whitney test, there is a Sig (2-tailed) result of 0.003. This Sig (2-tailed) value is < α (0.05). This means that there is a significant difference in posttest scores between the experimental class and the control class. It can be concluded that there is an influence of the Wordwall learning media on student learning outcomes in the periodic system of elements material. This research has contributed to science learning at Bukit Tiga State Elementary School and can be used as another learning medium to improve students' learning abilities.