cover
Contact Name
Adhan Kholis
Contact Email
adhank74@gmail.com
Phone
+6281334853428
Journal Mail Official
joned.fip@unu-jogja.ac.id
Editorial Address
RT 033/RW 010 Gang Jamingan Muja Muju Umbulharjo II 1067 Yogyakarta, 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Nusantara Education
ISSN : -     EISSN : 2807436X     DOI : 10.57176
Core Subject : Education,
JONED: Journal of Nusantara Education is a peer-reviewed open-access journal published by the Faculty of Education, Universitas Nahdaltul Ulama Yogyakarta. It publishes manuscripts of research in relation to educational science, language education, language teaching and learning, early childhood education, primary education, secondary education, and higher education. Submitted papers can be written in English, Bahasa Indonesia or other international languages for the initial review stage by editors and further review process by our reviewers. Journal of Nusantara Education publishes its issues biannually, in September and March.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
ESP Needs Analysis: An Investigation of Marketing Students English Needs in Higher Education Hulwa, Nadia; Wirza, Yanty; Suminto
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.142

Abstract

Penguasaan bahasa Inggris di bidang Pemasaran sangat penting di dunia ekonomi global. Sebagai pemeran dominan di ekonomi dan pemasaran regional dan global, baik sebagai produsen maupun konsumen barang dan jasa, Indonesia harus mempersiapkan sumber daya manusia dengan pendidikan bahasa Inggris untuk kebutuhan khusus (ESP), khususnya di bidang pemasaran. Namun demikian, analisis kebutuhan bagi mahasiswa ESP di bidang pemasaran di Indonesia masih sangat langka. Untuk menginvestigasi tingkat kebutuhan bahasa Inggris bagi mahasiswa Pemasaran di sebuah Politeknik di Indonesia, penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif. Analisis dari data yang dikumpulkan melalui survei kuesioner dengan 38 mahasiswa Pemasaran dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan 5 perwakilan mahasiswa mengindikasikan bahwa para mahasiswa membutuhkan lebih banyak aktivitas dan materi pembelajaran bahasa Inggris yang berhubungan dengan jurusannya, terutama yang berhubungan dengan tata bahasa Inggris, kemampuan berbicara, dan kosa kata. Mayoritas mahasiswa memilih bahwa bahasa Inggris penting untuk kehidupan sehari-hari, pelajaran di kelas, dan pekerjaan di masa depan. Kemampuan bahasa Inggris yang tersulit menurut siswa adalah kemampuan tata bahasa Inggris, diikuti kemampuan berbicara dan kosakata. Terlebih lagi, para mahasiswa membutuhkan lebih banyak latihan tentang bagaimana memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris dan meningkatkan kemampuan membaca deskripsi produk dalam bahasa Inggris. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi para dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman belajar mengajar yang lebih baik di pelajaran bahasa Inggris untuk Pemasaran. ___________________________________________________________________________________ English language mastery in the field of marketing is significant in globalized world economy. As a dominant player in the regional and global economy and marketing both as producers and consumers of goods and services, Indonesia should prepare its human capitals via quality ESP education particularly in marketing. However, needs analysis for ESP students of marketing in Indonesian context is still rare. In order to investigate the needs of marketing students from a university in Indonesia, this study adopted a qualitative method approach. The analysis of the data collected via a questionnaire survey with 38 marketing students and a Focus Group Discussion with 5 students representatives indicates that students require more activities and materials related to their major, especially related to grammar, speaking, and vocabulary skills. The majority of the students think that English is important for them in daily life, classroom context, and their future employment. The most difficult English skills according to the students were grammar skill, followed by speaking skill and vocabulary skill. Moreover, students need more practice on self-introduction and reading product description. Moreover, students need more practice on self-introduction and reading product description. The results of this study may serve as a guideline for the lecturers and students to develop better teaching learning experiences in English for Marketing.  
Utilizing Zoom as Online Platform for EFL Teaching and Learning: A Systematic Literature Review Armand, Suci Utami; Purnawarman , Pupung
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.143

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada sistem pendidikan yang menggunakan kelas online. Guru dan siswa terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh dan belajar secara virtual. Salah satu aplikasi online yang banyak digermari adalah Zoom Meeting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa artikel-artikel terdahulu yang meneliti tentang pemanfaatan Zoom Meeting sebagai platfrom online untuk pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Studi-studi tersebut menekankan kelebihan dan tantangan dalam penggunaan aplikasi Zoom Meeting khususnya dalam pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris. Kajian sistematis literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisa data dari Google Scholars, Jurnal berputasi, Sage Publication, dan Science Direct selama tiga tahun terakhir dari tahun 2021 hingga tahun 2023. Penelitian-penelitian tersebut dianalisis dengan metode analisis konten untuk menemukan tantangan dan keuntungan pemanfaatan zoom dalam konteks pengajaran dan pembelajaran Bahasa Inggris. Terdapat dua puluh Sembilan artikel yang memenuhi kriteria telah direview yang terdiri dari dua puluh enam artikel penelitian dari Indonesia dan tiga artikel penelitian dari luar negeri. Analisis artikel telah menunjukkan bahwa banyak guru dan siswa Bahasa Inggris yang memandang positif penggunaan Zoom sebagai platform pembelajaran daring terlepas dari beberapa kekurangan yang dirasakan dari penggunaan Zoom tersebut. Platform pembelajaran daring ini telah didukung banyak fitur untuk membuat ruang kelas virtual yang lebih dinteraktif seperti layaknya kelas luring. Sebaliknya, tantangan yang dihadapi dalam implementatsi zoom seperti; jaringan internet, dan penggunaan data. ____________________________________________________________________________________ Covid-19 pandemic affected the education system as an online class. Teachers and students were forced to have distance learning and learn by virtual class. One of the preferred online learning applications is Zoom Meeting. This research aimed to analyse previous research articles about the utilization of Zoom Meeting as an online learning platform for EFL teaching and learning. The studies emphasized the advantages and challenges in the use of Zoom meeting application as online learning platform for EFL teaching and learning. This paper used A systematic literature review method to collect and analyse data from Google Scholar, Reputable Journal, Sage Publication and Science Direct for over the past three years, starting from 2021 to 2023. Those previous articles were analysed with the content analysis method in order to find the challenges and advantages of zoom utilization in EFL teaching and learning context. There were twenty-nine articles that meet the criteria have been reviewed which consists of twenty-six articles from Indonesia and three articles from abroad. The analysis showed that many EFL teachers and students perceived positively in the use of Zoom as an online learning platform, regardless of several perceived drawbacks. This platform has supported by several features to create interactive virtual classrooms. In contrast, the challenges still encountered for zoom implementation such as; internet network, and data usage.
Relevansi Kurikulum Merdeka Berbasis Literasi Digital Menuju Generasi Indonesia Emas 2045 Susandi, Ari; Amelia, Delora Jantung; Huda, Mochammad Miftachul; MZ, A.F. Suryaning Ati; Khasanah, Linaria Arofatul Ilmi Uswatun
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.148

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan kemampuan adaptasi dan pembelajaran sepanjang hayat. Berikut adalah beberapa poin penting dalam paradigma ini yaitu pembelajaran berpusat pada siswa,peningkatan keterampilan abad ke-21, integrasi teknologi, pembelajaranlintas disiplin, pengembangan karakter dan etika dan keterlibatan komunitas. Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan kemampuan adaptasi dan pembelajaran sepanjang hayat. Penelitian Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk  mengetahui Relevansi Kurikulum Merdeka Terhadap Literasi Digital Menuju Generasi Indonesia Emas 2045 Pendekatan studi kasus melalui bedah artikel ilmiah digunakan karena peneliti ingin melakukan pengambilan data secara mendalam serta menyertakan berbagai sumber informasi. Kurikulum Merdeka adalah paradigma baru dalam pendidikan yang bertujuan untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Paradigma ini menekankan pada pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, dan literasi digital. Dalam menghadapi abad ke-21, dunia mengalami perubahan yang cepat dan kompleks, terutama karena perkembangan teknologi dan globalisasi. Literasi digital juga penting dalam mengatasi kesenjangan digital yang ada di kalangan siswa. Guru yang memahami literasi digital dapat membantu siswa yang memiliki akses terbatas terhadap teknologi atau yang tidak terbiasa dengan penggunaan teknologi. Dengan pemahaman literasi digital, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang inklusif dan memberikan bimbingan serta dukungan kepada siswa yang membutuhkannya menuju generasi emas indonesia 2045 mendatang. _________________________________________________________________________________ The Independent Curriculum emphasizes the development of adaptability and lifelong learning. Here are some important points in this paradigm, namely student-centered learning, improving 21st century skills, technology integration, cross-disciplinary learning, character and ethics development and community involvement. The Independent Curriculum emphasizes the development of adaptability and lifelong learning. Research The research uses a descriptive qualitative approach, which aims to determine the Relevance of the Independent Curriculum to Digital Literacy Towards the Golden Generation of Indonesia 2045. The case study approach through scientific article analysis is used because researchers want to collect data in depth and include various sources of information. The Independent Curriculum is a new paradigm in education that aims to face the challenges of the 21st century. This paradigm emphasizes the development of 21st century skills, such as critical thinking skills, creativity, collaboration, communication, problem solving, and digital literacy. In facing the 21st century, the world is experiencing rapid and complex changes, especially due to technological developments and globalization. Digital literacy is also important in overcoming the digital divide that exists among students. Teachers who understand digital literacy can help students who have limited access to technology or who are not familiar with using technology. With an understanding of digital literacy, teachers can design inclusive learning strategies and provide guidance and support to students who need it towards the golden generation of Indonesia 2045.
Inovasi Pembelajaran Bangun Ruang Menggunakan Pendekatan Etnomatematika pada Tradisi Rebo Wekasan Suhartik, Eni; Fadiana, Mu'jizatin; Apriono, Djoko
Journal of Nusantara Education Vol. 4 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v4i2.152

Abstract

Persepsi peserta didik di sekolah dasar menganggap bahwa matematika merupakan rumpun ilmu yang sulit. Konsep matematika dipersepsikan  tidak terikat dengan kehidupan sosial masyarakat dan budaya. Nyatanya konsep dasar matematika justru melekat pada budaya masyarakat.. Tujuan dari penelitian menganalisis efektifitas inovasi pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari melalui tradisi rabu wekasan. Pendekatan yang digunakan melalui konsep etnomatematika, yaitu penggunaan konsep kearifan lokal sosial budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada siswa, guru dan masyarakat, serta tokoh adat setempat, observasi dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Penelitian dilakukan pada tahun 2023 di SDN  Rengel V, Kabupaten Tuban, dengan melibatkan 16 siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan siswa bisa menjelaskan, mengidentifikasi dan menyebutkan jenis-jenis bangun ruang yang ada pada tradisi Rabu Wekasan.  Siswa melakukan integrasi pembelajaran materi bangun ruang dan mengimplementasikannya melalui tradisi Rabu Wekasan di daerah tempat tinggal. Integrasi yang dimaksud melalui pengamatan langsung tentang persamaan konsep bangun ruang dalam teori yang didapat di sekolah dengan wujud nyata pada jajan dan makanan yang disajikan dalam tradisi Rabu Wekasan. Kesimpulan Pembelajaran  dengan pendekatan case study pada materi bangun ruang terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa terkait materi geometri bangun ruang. Pembelajaran kontekstual dilakukan dengan melibatkan siswa untuk melakukan pengamatan pada pada tradisi Rabu Wekasan. _________________________________________________________________________________________ The perception of students in elementary schools is that mathematics is a difficult group of knowledge.  Mathematical concepts are perceived as not being tied to the social life of society and culture.  In fact, the basic concepts of mathematics are actually embedded in people’s culture.  The research aims to analyze the effectiveness of mathematics learning innovations in everyday life through the Wednesday Wekasan tradition.  The approach used is through the concept of ethnomathematics, namely the use of the concept of local socio-cultural wisdom.  The research method used is descriptive qualitative.  Data collection is done through in-depth interviews, observation, and documentation.  Checking the validity of the data is carried out through source triangulation.  The research was conducted in 2023 at SDN Rengel V, Tuban Regency, involving 16 students as informants.  The results of the research show that students can explain, identify and name the types of spatial structures that exist in the Wednesday Wekasan tradition.  Students integrate learning about building space material and implement it through the Wednesday Wekasan tradition in the area where they live.  The integration referred to is through direct observation of the similarity of spatial concepts in theory obtained at school with the real manifestation in snacks and food served in the Wednesday Wekasan tradition.  Conclusion: Learning using a case study approach to spatial geometric material has proven to be effective in increasing students’ understanding of spatial geometric material.  Contextual learning is carried out by involving students in observing the Wednesday Wekasan tradition
Keterampilan Sains Mahasiswa Teknik Mesin pada Materi Logam Fero dan Non-Fero Wati, Dian Anisa Rokhmah; Pramitasari, Retno Eka; Ardiansari, Lia
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.154

Abstract

Mahasiswa yang mempelajari bidang teknik memerlukan kemampuan analitis, matematika, kreativitas, pemecahan masalah, komunikasi, dan kerja sama tim yang kuat sehingga membutuhkan  keterampilan sains yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan sains mahasiswa Teknik Mesin dalam mempelajari topik bahan teknik logam fero dan non-fero, yang mencakup kemampuan mengajukan pertanyaan, melakukan observasi, berkomunikasi, menginterpretasikan data, dan menerapkan konsep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 18 mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasyim Asy’ari sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket berbasis skala Likert 1-5, yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sains mahasiswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan mayoritas skor terkonsentrasi pada tingkat 2 dan 3 di semua aspek yang diukur. Tidak ada satupun mahasiswa yang memberikan nilai sempurna (skor 5) pada indikator mana pun, yang menunjukkan adanya celah antara pemahaman teoritis dan penerapan praktis. Aspek observasi dan interpretasi data memperoleh skor relatif lebih rendah, mengindikasikan perlunya pengembangan lebih lanjut dalam kemampuan analisis dan komunikasi hasil. Temuan ini merekomendasikan adanya inovasi dalam proses pembelajaran, seperti penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pendekatan kolaboratif yang lebih intensif. Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, sehingga dapat meningkatkan keterampilan sains mahasiswa teknik secara lebih komprehensif dan efektif, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia kerja. _______________________________________________________________________________________ Students studying engineering require strong analytical, mathematical, creative, problem-solving, communication, and teamwork skills, thus requiring adequate science skills. This study aims to analyze the science skills of Mechanical Engineering students in studying the topic of ferrous and non-ferrous metal engineering materials, which include the ability to ask questions, make observation, communicate, interpret data, and apply concepts. This study employed a quantitative approach with a descriptive method, involving 18 Mechanical Engineering students of Hasyim Asy'ari University as research subjects. Data were collected through a questionnaire  a using a 5-point Likert scale , which has been validated by experts. The results showed that students' overall science skills were in the moderate category, with the majority of scores concentrated at levels 2 and 3 across all measured aspects. No students achieved the maximum score (5) on any indicator, indicating a gap between theoretical understanding and practical application. The aspects of observation and data interpretation scored relatively lower, indicating a need for further development in analytical and communication skills. These findings suggest  innovations in the learning process, such as the implementation of project-based learning and a more intensive collaborative approach. These strategies are expected to create contextual learning experiences, thereby enhancing engineering students' science skills more comprehensively and effectively, while simultaneously preparing them for the demands of the workplace.
Developing English Writing Worksheet Using Cici App for Teaching Procedure Text of Seventh Grade Students Mawaddah, Sakinah; Lubis, Sofia Idawati; Prihartini, Syafrina
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.161

Abstract

Lembar kerja merupakan alat pembelajaran yang meningkatkan motivasi siswa dan membantupemahaman  materi melalui visual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan lembar kerja yang memenuhi kebutuhan siswa kelas VII dalam menulis teks prosedur. Penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Data penelitian ini berasal dari wawancara guru, modul pengajaran, buku paket dan analisis kebutuhan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa masih berada pada level dasar Bahasa Inggris, dengan kekurangan dalam pemahaman tata bahasa dan kosakata. Mereka menganggap tata bahasa dan aktivitas menulis sulit. Siswa membutuhkan media menarik dengan topik makanan, buku berwarna dominan biru, serta gambar bergaya kartun. Semua aspek ini digunakan untuk mengembangkan Lembar Kerja Penulisan Bahasa Inggris. . Lembar kerja tersebut divalidasi oleh pakar materi dan pakar media juga oleh persepsi siswa. Rata-rata dari validasi ahli material adalah 95,82%, dari lembar validasi ahli media peneliti mendapatkan 96, 43% keduanya dikategorikan sebagai "sangat baik. Berdasarkan kedua validasi tersebut, lembar kerja termasuk dalam kategori "sangat baik", artinya cocok digunakan oleh guru dan siswa sebagai media pembelajaran pendukung. Terakhir, dari persepsi siswa, lembar kerja penulisan bahasa Inggris juga dikategorikan "sangat baik" dengan rata-rata 93,73%. Ini menunjukkan bahwa "lembar kerja penulisan bahasa Inggris menggunakan aplikasi Cici untuk teks prosedur pengajaran kepada siswa kelas VII" ditemukan menarik oleh siswa. Dengan bahasa yang lebih sederhana dan desain yang menarik serta mudah dipahami, lembar kerja yang dikembangkan berhasil meningkatkan minat siswa dalam belajar. ___________________________________________________________________________________ Worksheets are learning tools that enhance student motivation and aid material comprehension through visuals. This study aims to develop worksheets that meet the needs of seventh-grade students in writing procedural texts. The research employs Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research data were obtained from teacher interviews, teaching modules, textbooks, and student needs analysis. The results indicate that students are still at a basic level of English proficiency, with deficiencies in grammar and vocabulary understanding. They find grammar and writing activities difficult. Students require engaging media with food-related topics, books with a dominant blue colour scheme, and cartoon-style illustrations. All these aspects were utilized to develop the English Writing Worksheets. The worksheets were validated by subject matter experts and media design experts, as well as through student perceptions. The average validation score from the subject matter expert was 95.82%, while the media design expert validation yielded 96.43% - both categorized as "Excellent." Based on these validations, the worksheets fall into the "Excellent" category, meaning they are suitable for use by teachers and students as supplementary learning media. Finally, student perceptions also categorized the English writing worksheets as "Excellent" with an average score of 93.73%. This demonstrates that the "English writing worksheets using the Cici Application for teaching procedural texts to seventh-grade students" were found to be engaging by students. With simpler language, attractive design, and ease of understanding, the developed worksheets successfully increased student interest in learning.
Exploring Junior High School Teachers’ Ability to Identify Learners’ Autonomy: A Case Study Sukma, Fivty Travika; Lengkanawati, Nenden Sri
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.162

Abstract

Peran guru dalam membimbing siswa menuju kemandirian belajar telah banyak diakui, namun pemahaman mengenai bagaimana guru mengkonseptualisasikan kemandirian belajar dalam konteks pendidikan masih menunjukkan kesenjangan . Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi perspektif teoretis dan penerapan praktis kemandirian belajar dari sudut pandang seorang guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Data diperoleh melalui observasi kelas dan wawancara tatap muka dengan satu responden menggunakan pertanyaan terbuka guna menggali pemahaman yang lebih mendalam. Data dianalisis dengan metode analisis tematik melalui tahapan transkripsi, pengkodean, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat bidang utama, yaitu: (1) pengetahuan dan konseptualisasi guru tentang kemandirian belajar, (2) kelayakan dan kesediaan guru dalam menerapkan kemandirian belajar, (3) strategi penerapan kemandirian belajar di kelas, dan (4) refleksi guru terhadap praktik tersebut. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan literatur mengenai kemandirian belajar dengan menghadirkan gambaran mendalam tentang bagaimana guru EFL memahami serta mengimplementasikan konsep ini dalam praktik pengajaran. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan profesional guru serta mendorong penelitian lanjutan untuk memperkuat kemandirian belajar sebagai salah satu tujuan utama pendidikan. _________________________________________________________________________________________ The role of teachers in fostering learner autonomy has been widely acknowledged, yet there remains a significant gap in understanding how teachers conceptualize this notion within the educational context. This qualitative study, employing a case study approach, seeks to explore both theoretical perspectives and practical applications of learner autonomy from the viewpoint of an English as a Foreign Language (EFL) teacher. The study involved classroom observation and face-to-face interviews with one participant as the respondent, using open-ended questions to gain deeper insights. Data were analyzed thematically through processes of transcription, coding, and interpretation to generate a comprehensive understanding of the teacher’s perspectives. Findings highlight four major areas: (1) the teacher’s knowledge and conceptualization of learner autonomy, (2) the feasibility and willingness to implement learner autonomy in practice, (3) classroom applications and strategies to support autonomous learning, and (4) reflective practices related to learner autonomy. The study contributes to the growing literature on learner autonomy by providing an in-depth exploration of how an EFL teacher interprets and enacts this concept in real classroom settings. It is expected that these findings will inform teacher professional development and encourage further exploration of learner autonomy as a pathway to enhancing independent and lifelong learning.
Enhancing Grade Ten Students’ Motivation in Learning English through Interactive Comic Media Ningsih, Fitriya; Khofifah, Atiya Noer Khofifah; Kamariyah , El Indahnia; Bahruddin, Dinar Vincy Yunitaka; Heriyanto , Budi; Sari , Fera Widia
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.163

Abstract

Di era globalisasi, kemahiran berbahasa Inggris sangat penting untuk menghadapi tantangan di tempat kerja dan berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai budaya. Namun, tidak semua siswa SMA tertarik untuk mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris siswa melalui penggunaan media pembelajaran interaktif, berupa komik edukasi yang dipadukan dengan model jigsaw puzzle. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas X-B SMA Negeri 4 Pamekasan dengan mengikuti siklus Kemmis dan McTaggart, yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Materi komik yang digunakan terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. . Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan angket motivasi belajar, lalu dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam motivasi belajar: peningkatan sebesar 31,25% dari pra-siklus ke siklus I dan peningkatan sebesar 25% dari siklus I ke siklus II. Secara keseluruhan, motivasi belajar meningkat sebesar 56,25%. Hasilnya menunjukkan bahwa penggabungan narasi visual dalam bentuk komik dan model jigsaw untuk kolaborasi sebaya efektif dalam meningkatkan keinginan siswa untuk belajar. Selain itu, model jigsaw memberikan guru ide praktis tentang cara membuat pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif dan interaktif. Hasil menunjukkan bahwa narasi visual komik dan kolaborasi sebaya melalui model jigsaw efektif meningkatkan keinginan siswa untuk belajar. Selain itu, metode ini memungkinkan guru bahasa Inggris untuk membuat pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan siswa generasi digital. ____________________________________________________________________________________________ In era of globalization, English language skills are crucial for facing challenges in the workplace and communicating with people from different cultures. However, there are still high school students who are not interested in learning the language. The purpose of this study was to increase students' desire to learn English through the use of interactive learning media such as educational comics combined with the jigsaw puzzle model. In class X-B at SMA Negeri 4 Pamekasan, this classroom action research (CAR) was conducted following the Kemmis and McTaggart cycle, which includes planning, action, observation, and reflection. Comic material related to students' daily lives was included in the learning process. Qualitative and quantitative analyses were conducted after data were collected through documentation, observation, and a learning motivation questionnaire. The results showed a significant increase in learning motivation: an increase of 31.25% from pre-cycle to cycle I and an increase of 25% from cycle I to cycle II. Overall, learning motivation increased by 56.25%. The results indicate that the combination of visual narratives in the form of comics and the jigsaw puzzle model for peer collaboration is effective in increasing students' desire to learn. Furthermore, the jigsaw model provides teachers with practical ideas on how to create creative and interactive English learning. Results show that comic visual narratives and peer collaboration through the jigsaw model effectively increase students' desire to learn. Furthermore, this method enables English teachers to create innovative, interactive, and digital-generation-appropriate learning.
Optimizing Students' Ability in Understanding and Producing Recount Texts through Discovery Learning Liatun; Alibi, Moh Iqbal; Yuliatin, Nur Imamah; Umamah, Chairatul; Raziqah; Jusak, Muhammad
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model Discovery Learning di kelas XC SMAN 3 Pamekasan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang diadaptasi oleh Kemmis dan McTaggart. Sebanyak 31 siswa dari kelas XC SMAN 3 Pamekasan menjadi subjek dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Observasi, dokumentasi, dan tes tertulis digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 24,81 poin atau 46,49%, dengan nilai rata-rata pretest 53,38 menjadi 78,19. Namun pada siklus II nilai rata-rata menurun menjadi 76,59. Penurunan ini terjadi sebesar 1,60 poin atau -2,05%, namun meskipun terjadi penurunan, masih ada peningkatan dari pre-test sebesar 43. Penurunan ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Sebagian besar 51% dipengaruhi oleh faktor eksternal, yang terjadi di dalam kelas pada saat post test karena pada saat post test bertepatan dengan adanya razia handphone siswa sehingga secara langsung mempengaruhi mood dan fokus siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tes. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan kelas yang ketat dan inovatif selama pembelajaran dan penilaian untuk meminimalisir gangguan dari luar. _____________________________________________________________________________________ This study aims to apply Discovery Learning model in class XC SMAN 3 Pamekasan to improve students' understanding and ability to write recount text. This research method used was Classroom Action Research (CAR), which was adopted by Kemmis and McTaggart, 31 students from class XC SMAN 3 Pamekasan became the subjects in this study. The research was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. Observation, documentation, and written tests were used to collect data. The results showed that the students' ability increased in cyicle I and there was an increase of 24.81 points or 46.49%, with the average pretest score of 53.38 to 78.19; however, in cycle II, the average score dropped to 76.59 the decrease is 1.60 points or -2.05% but despite the decrease, there is still an increase from the pre-test of 43.51% This decrease was caused by external factors, which occurred in the classroom at the time of the post test because at the time of the post test it coincided with a cellphones raid that directly affected the mood and focus of students in preparing for the test. herefore rigorous and innovative classroom management is required during learning and assessment to minimize external distractions.
Konsep Islamic Parenting dan Relevansinya bagi Penguatan Karakter Moral Anak Usia Dini Safingah, Kuni; Putri, Kusuma
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i1.171

Abstract

Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai etis senantiasa memberikan pedoman hidup dalam setiap lini kehidupan manusia untuk dapat mencapai derajat etik yang mapan. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga keluarga dengan sebaik-baiknya. Keluarga sebagai pusat pendidikan bagi anak di usia dini menjadi wahana terpenting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengannya dibutuhkan pola asuh atau parenting yang ditujukan agar orang tua dapat membimbing dan membina anak-anaknya menjadi anak yang beriman, takut kepada Tuhan. Oleh karena itu, mendidik anak usia dini menjadi peran yang fundamental dan harus terus diupayakan agar mereka mencapai tatanan nilai moral yang mapan ketika mendewasa. Penelitian ini menggunakan penelitian studi Pustaka.Adapun hasil dari penelitian ini ialah (1) Islamic parenting menjadi acuan dan pedoman bagi keluarga dalam mendidik anak, membiasakan anak dan sebagai pembuka jalan bagi terbentuknya ekosistem keluarga yang mapan penuh akan keteladanan (2) Islamic parenting menekankan pada praktik nasehat disertai dengan keteladanan, kasih sayang beserta empati, dan mengenali serta menjalankan perintah Tuhan (3) Islamic parenting memberikan fondasi nilai yang kokoh bagi orang tua dan anak usia dini dalam proses pembangunan karakter yang berbudi luhur. ___________________________________________________________________________________ Islam is a religion that upholds ethical values and always provides life guidelines in every line of human life to be able to achieve an established ethical degree. Islam teaches its followers to always take care of their families as well as possible. The family as the centre of education for children is the most important vehicle in the process of growth and development of children. With this, parenting is needed so that parents can guide and foster their children to become children who believe in, fear God. Therefore, educating early childhood is a fundamental role and must continue to be pursued so that they achieve an established order of moral values when they grow up. The results of this study are (1) Islamic parenting becomes a reference and guideline for families in educating children, familiarising children and as a way to pave the way for the formation of a well-established family ecosystem full of exemplary (2) Islamic parenting emphasises the practice of advice accompanied by exemplary, compassion and love. (3) Islamic parenting provides a solid value foundation for parents and early childhood in the process of building virtuous character.