cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
Strategi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Dalam Membentuk Warga Negara Yang Baik Pada Anak Jalanan Di Wonorejo Surabaya Wahyu Krismi Oktavia; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.614 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p857-871

Abstract

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri merupakan salah satu lembaga di bawah naungan Dinas Surabaya yang menampung dan membina anak-anak dengan permasalahan sosial, baik itu anak yang di terlantarkan orang tua maupun anak jalanan. Anak-anak yang tinggal dan menetap di lembaga tersebut tentunya memiliki karakter yang berbeda namun cenderung pada karakter negatif akibat dari latar belakang mereka. Oleh karena itu, UPTD berupaya untuk menanamkan karakter tanggung jawab guna membentuk cerminan warga negara yang baik melalui strategi pembinaan dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi UPTD Kampung Anak Negeri dalam membentuk warga negara yang baik pada anak jalanan di Wonorejo Surabaya. Teori yang digunakan adalah good citizenship dari Derek Heater. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Subyek penelitian adalah Kepala atau Wakil UPTD, Pembina, pendamping dan staff yang berada di lembaga tersebut sebagai informan pendukung. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat beberapa strategi penanaman karakter yang dilakukan antara lain: Penyesuaian jadwal pembinaan, Pendekatan, Pembinaan, Character building melalui pembiasaan anak, Learning by doing, Penegasan tugas, Pemberian reward, Pelatihan Baris-Berbaris (PBB), Kekompakan pembina maupun pendamping, dan Pendampingan terus-menerus, Dalam pelaksanaannya tentu pembina dan pendamping memiliki kendala, kendala utama yang dihadapi oleh pembina maupun pendamping yaitu sikap malas anak-anak. Berdasarkan strategi yang di terapkan menunjukkan adanya pembentukan karakter tanggung jawab terhadap anak-anak yang dibuktikan dengan perubahan karakter anak dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di UPTD Kampung Anak Negeri. Kata Kunci: Strategi, Warga Negara, Kampung Anak Negeri
Upaya Pembina Ekstrakurikuler TNI-POLRI Dalam Menumbuhkan Sikap Patriotisme Siswa Di SMK KAL 1 Surabaya Fanni Irsyadillah Fuadiyah; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.339 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p824-856

Abstract

Abstrak Berkembangnya jaman dari tahun ke tahun memberikan beberapa dampak dalam kehidupan bangsa dan generasi muda Seperti masuknya budaya asing hal itu menyebabkan lunturnya sikap nasionalisme dan patriotisme, sehingga dibutuhkan suatu upaya agar generasi muda tetap memiliki sikap nasionaisme serta patriotisme seperti Ekstrakurikuler TNI-Polri yang ada di SMK KhususiAngkataniiLaut Surabaya. Tujuan pada penelitian untuk mengetahuiiiupaya apa yang dilakukan pada kegiatan ekstrakurikuler TNI-Polri dalam menumbuhkan sikap Patriotisme pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif.iiHasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukaniidemi meningkatkaniisikap patriotismeiisiswa melaluiiiekstrakurikuler antara lain: pertama memberikahan pemahaman dasar seperti menampilkan video perjuangan penjajah, kedua memberikan materi sehingga siswaiimemahami serta mengingatiidampak apa saja yang akan terjadi jika generasi muda tidak memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme, ketiga pembentukan perilaku dan yang keempat memberikan motivasi. Kata Kunci: Patriotisme, Ekstrakurikuler, Upaya . Abstract The development of the era from year has had several impacts on theiilifeiiof theiinationiiand the youngeriigeneration. For example, the inclusionof of foreign cultures has led to the loss of attitude of nationalism and Patriotism, so an effort is needed so that the younger generation still has an attitude of nationalsm and patriotsm such as the TNI-Polri extraculicullar the pattern in the special vocation school in Surabaya. Of this stududy was to find out what efforts were made by supervisiors at the TNI-Polri extraculicullar to foster an attitude of patriotism in students. Others, the first to provide basic understanding such as showing videos of colonial strugle, The second to provide materials so that students can understand and remember what impact will occur if the younger generation does not have this attitude. Nationalism and patriotisnm, further efforts to shape behavior and finally provide motivation. Keywords: Patriotism, extracurricular, efforts.
Pengaruh Keseringan Diskusi Dalam Cangkrukan Terhadap Tingkat Wawasan Kebangsaan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang Tergabung Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nia Kisniati; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.825 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p872-886

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh keseringan diskusi dalam cangkrukan terhadap tingkat wawasan kebangsaan mahasiswa GMNI Unesa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini Sosiokultural dari Vygotsky. Metode yang digunakan menggunakan kuantitatif korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling menetapkan 62 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur tingkat sering cangkrukan dan tes bentuk pilihan ganda untuk mengukur tingkat wawasan kebangsaan. Data dikumpulkan melalui bantuan google form yang dibagikan saat mahasiswa GMNI Unesa cangkrukan. Teknik analisis menggunakan rumus Regresi Linear Sederhana dan olahan data dibantu dengan IMB SPSS 25. Hasil penelitian yaitu keseringan diskusi dalam cangkrukan mahasiswa GMNI Unesa ada pengaruh yang signifikan terhadap tingkat wawasan kebangsaan. Hal ini dibuktikan dengan Uji F bahwa nilai Fhitung yang diperoleh adalah sebesar 56,631 yang nilainya lebih besar daripada Ftabel sebesar 3,897, keputusan yang diperoleh yaitu H0 ditolak yang diperkuat dengan nilai Pvalue sebesar 0,000 yang nilainya lebih kecil daripada nilai taraf signifikan sebesar 0,05. Hasil dari tenik analisis regresi linear sederhana yaitu Y = -22,37 + 1,487 X. artinya terdapat pengaruh positif dari keseringan diskusi dalam cangkrukan terhadap tingkat wawasan kebangsaan. Semakin mahasiswa GMNI Unesa sering mengikuti cangkrukan, maka semakin baik wawasan kebangsaanya. Selain itu, nilai R Square sebesar (0,697), hal ini menunjukkan besar pengaruh keseringan diskusi dalam cangkrukan terhadap tingkat wawasan kebangsaan mahasiswa GMNI Unesa sebesar 69,7%. Artinya intelektual wawasan kebangsaan dipengaruhi oleh faktor seringnya mengikuti diskusi dalam cangkrukan, dan sisanya 30,3% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Kata Kunci: Cangkrukan, Wawasan Kebangsaan, GMNI, Pengaruh
Strategi Cross-Culture Religion Berlandaskan Pancasila Sebagai Penguat Desa Toleransi Catur Ambyah Budiono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.889 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p887-901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi cross-culture religion berlandaskan Pancasila berkaitan dengan cara atau metode dalam menumbuhkan juga memperkuat rasa toleransi pada masyarakat dalam lingkup desa yang berlandaskan multikultural (studi kasus Dusun Ngandat Desa Mojorejo Kota Batu Jawa Timur), kedua penelitian ini untuk mengidentifikasi dampak strategi cross-culture religion berlandaskan Pancasila dalam memperkuat toleransi pada masyarakat multikultural di Dusun Ngandat Desa Mojorejo Kota Batu Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian yakni mendeskripsikan dan juga mengidentifikasi pengimplementasian strategi cross-culture religion berlandaskan Pancasila dalam penguatan desa toleransi, periode waktu penelitian mulai bulan Februari sampai dengan Juni 2021, dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara langsung dengan menggunakan metode penelitian menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang terjadi yaitu dalam jaringan (daring), studi pustaka, dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penguatan rasa toleransi dengan menggunakan strategi cross-culture religion berlandaskan Pancasila memiliki beberapa dampak positif seperti, masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menumbuhkan rasa toleransi dalam bernegara, sosialisasi nilai nilai Pancasila yang ditujukan kepada masyarakat dalam konteks bernegara lebih menyeluruh dan masif dan masih memiliki beberapa kendala dalam pengimplementasian secara konkrit di lapangan seperti kurangnya kesadaran dari diri masyarakat, kurangnya partisipasi dari masyarakat, kurangnya pembaharuan secara konsep dan konteks dalam penerapan di lapangan.
Konstruksi Pemuda Kampung Arab di Surabaya tentang Pernikahan Poligami Ravena Nur Azizah; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.784 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p902-916

Abstract

Poligami merupakan praktik pernikahan dengan lebih dari satu isteri dan merupakan fenomena yang sudah ada sejak dulu di Indonesia. Praktik pernikahan poligami semakin marak diperbincangkan beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Kampung Arab Surabaya. Latar belakang dilakukannya praktik pernikahan poligami pun beragam, baik alasan secara personal hingga dasar agama. Namun, persepsi masyarakat akan selalu berbeda. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui Kontruksi Masyarakat Kampung Arab terkait dengan pernikahan poligami berdasarkan agama dan Undang-undang yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara dengan 5 Informan yaitu pemuda Kampung Arab dengan usia 17-40 tahun dan beragama Islam alasannya ingin mengetahui Kontruksi mereka dan apakah pemuda ini akan melakukan poligami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontruksi seluruh informan tentang poligami sebagai pernikahan dengan lebih dari satu isteri yang dibolehkan dalam Islam. Meskipun poligami dibolehkan, mereka tidak memiliki rencana untuk berpoligami dalam jangka waktu panjang. Tidak satu pun informan yang melarang terjadinya poligami tapi poligami harus dilakukan sesuai dengan hukum yang ada. Ada beberapa alasan yang mendasari dilakukannya poligami. Diantaranya karena poligami dianggap sebagai ibadah. kepentingan lain (ingin memiliki keturunan /menambah keturunan), melayani syahat seksual dan keinginan untuk meningkatkan derajat wanita. Kata Kunci: Kontruksi, pernikahan poligami, Kampung Arab Surabaya. Abstract Polygamy is the practice of marriage with more than one wife. Is phenomenon that existed for a long time in Indonesia. The polygamous marriage practice is now increasingly being found in several areas in Indonesia, one of them being in the Kampung Arab Surabaya. The practice of polygamous marriages did for several reasons, both for personal reasons and for religious reasons. However, people's perceptions will always be different in response to this. Thisiistudyiiwasiiconducted with the aim of knowing the perceptions of the people in Kampung Arab related to polygamous marriages based on religion and applicable laws in Indonesia. The research was conducted using a qualitative method and a phenomenological approach. The data used are sourced from interviews with 5 informants , namely Arab Village youths aged 17-40 years because they want to hold their construction and wether these young people will carry out this research shows that the contruction of all informants about polygamy as more than one wife allowed The results show that all informants construct polygamy as marriage with more than one wife which is allowed in Islam although polygamy is allowed to plants polygamy in the long term. None of the informants are polygamy. But polygamy must be carried out in accordance with existing law. One of them is because polygamy is considered as worship. Other interest (want to have offspring/ add offspring), serve sexual desires and desire to improve the status of women . Keywords: contraction , polygamous marriage, Kampung Arab Surabaya.
PERAN KELUARGA TERHADAP LANSIA MENYIKAPI PENYEBARAN VIRUS COVID 19 DI WILAYAH SEMAMPIR SELATAN KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA I Gede Julianto Adi Atma
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.324 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p917-931

Abstract

Peran keluraga adalah suatu aktivitas upaya dalam membentuk pemberian bantuan materil dan tentunya dukungan terhadap keluarga lain terutama pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran keluarga terhadap lansia di lingkungan wilayah Medokan Semampir Selatan kecamatan sukolilo surabaya dalam menyikapi penyebaran virus Covid 19 di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan dekritif kualitatif. Banyaknya warga di kelurahan Medokan Semampir sebanyak 9,914 untuk laki-laki dan 9,911 untuk perempuan dan untuk lanisa sendiri yang di teliti hanya 12 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran keluarga di wilayah Medokan Semampir Selatan sangatlah penting bgi kelngsungan hidup lansia pada masa Covid 19, 2020. Peran keluarga dalam upaya pencegahan penularan Covid 19 kepada lansia sangatlah penting yang melingkupi beberapa faktor dalam keluarga untuk menjaga kesehatan secara baik mualai dari mencuci tangan, menggunakan masker, serta berolahraga sebaik mungkin dan tidak hanya itu saja peran keluarga di wilayah Medokan Semampir Selatan kecamata Sukolilo Surabaya juga melakukan sosialosasi terhadap setiap warganya untuk juga menjaga kesehatan melalui ketaatan protokol kesehatan yang berlaku. Peran kelurga ini juga sngt penting bgi lansia di karenakan peran dalam keluarga sangatlah membantu dalam keberlangsungan hidup dalm bersosialisasi terhadap sesama warga dan peran keluarga ini juga membantu fktor psikologi lansia pada masa pandemi ini untuk menjaga mentlits supaya lansia ini tidak memikikan hal yang sangat buruk kepada dirinya sendiri di masa pndemi ini. Ada beberapa faktor dukungan keluarga terhadap lansia sebagai berikut ; 1). Dukungan emosional berfungsi sebagai pelabuhan istirahat dan pemulihan serta membantu penguasaan emosional dan serta meningkatkan moral keluarga. 2). Dukungan informal berfungsi sebagai sebuah kolektor dan penyebar infomasi tentang dunia. Dukungan informal terjadi dan di berikan oleh keluarga dalam bentuk nasehat dan saran. 3). Dukungan instrumental merupakan sebuah sumber pertolongan praktis dan kongret seperti dukungan materil. 4). Dukungan penghargaan keluarga terjadi dalam bentuk poitif
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HYBRID LEARNING PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMA NEGERI 16 SURABAYA Hesti Veronica Putri; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.262 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p932-944

Abstract

The current implementation of hybrid learning is a new experience that has occurred at state 16 senior high school of Surabaya. In the implementation of hybrid learning is not an easy thing to do in a lesson, so that in its implementation it can bring up problems that occur in learning actors, namely teachers and students. This study aims to determine the problems faced by students and teachers of Civics in the implementation of hybrid learning at state 16 senior high school of Surabaya. The research method used is a combination research method (mixed method) with the type of Sequential Exploratory Design. The respondents in this study were 3 teachers of Civics and 90 students from class grade ten of math and science 2, grade eleven of math and science 7, and grade twelve of math and science 4 at state 16 senior high school of Surabaya with data collection techniques through observation, structured interviews with 3 Pancasila and civic education teachers and distributed questionnaires to 90 students. The results obtained, there are problems experienced by teachers and students in the implementation of hybrid learning on Civics subjects at state 16 senior high school of Surabaya, namely there are technical obstacles, such as (1) Lack of understanding of teachers in the field of technology, (2) Quality of Ms. Teams is not good, and (3) Constrained by internet network. This causes psychological problems for teachers and students to have difficulty in focusing on learning, so that it can lead to a lack of interaction between teachers and students. Keywords: Problematics, Hybrid Learning, Pancasila and Citizenship Education.
Implementasi Program Pembinaan Kepribadian sebagai Upaya Membangun Karakter Nasionalis Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo Pipit Ayu Safitri; Rahmanu Wijaya
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.47 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p945-960

Abstract

This research aims to describe the implementation of the personality coaching program as an effort to build the nationalist character of prisoners in the Sidoarjo Class IIA Penal Institution. This substance is observed using Thomas Lickona's theory of character-building theory, that there are three components of character building, namely moral knowing, moral feeling, and moral action. This research is important to be researched, because there are still internal violations that reflect the low awareness of prisoners in behaving according to the values ​​of Pancasila. The method used is descriptive qualitative with case study design. The research subjects consisted of the Head of the Binadik Section, Binadik staff, and prisoners, namely RZ, NV, DR, and CH. The research location is in the Sidoarjo Class IIA Penal Institution, at Jalan Sultan Agung Number 32 Magersari, Sidoarjo. Meanwhile, the data collection techniques used are in-depth interviews, participant observations, and document studies related to the form of activities, implementation of activities, prisoners' nationalistic behavior, and obstacles. The data and information obtained were then analyzed using Miles and Huberman data triangulation which was associated with the perspective of Thomas Lickona's character building theory. The results showed that efforts to build the nationalist character of prisoners were carried out through fostering and cultural activities of Penal institutions which consisted of package chase education, counseling on national awareness, scouts, religious lectures, musical arts, flag ceremonies, and Clean Fridays.
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM LINGKUP RUMAH TANGGA Nurma Arianty Siregar; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.658 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p1022-1037

Abstract

Abstract This study aims to describe how the efforts to prevent and handle violence against women and children in the household sphere by the Social Service for Women's Empowerment and Child Protection in Madiun City in 2019- 2020. The theory used in this study is the theory of crime prevention proposed by G.F Hoefnagels. This research applies a qualitative approach with the type of case study research. Collecting data by conducting in depth interviews with informants observing, direct tracing and supporting data in the form of an annual book on cases of violence against women and children from the Sosial Service for Women’s Empowerment and Child Protection in Madiun City. The results of this study indicate that domestic violence (KDRT) against women and children is a problem that so far has not found a solution. The Social Service for Women’s Empowerment and Child Protection in Madiun City has implemented a number of preventive measure by conducting outreach to groups of adults and children. The purpose of socialization is to provide an overview of danger of domestic violence, so it is hoped that victims or the community can increase their awareness to report acts of domestict violence. Meanwhile, the handling way to against domestic violence did by establishing an Integrated Service Center (PPT) which specifically handles complaints of domestic violence against women and children, through : (1) direct complaints; (2) indirect complaints; (3) outreach; (4) referrals as follow-up handling victims; (5) and monitoring of referred victims. Keywords : prevention, treatment, violence against women, children.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN SIKAP NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SMAN 1 NGADIROJO PACITAN Maya Desi Wijayanti; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.377 KB) | DOI: 10.26740/kmkn.v10n4.p1007-1021

Abstract

This study aims to find out the implementation of strategies applied by PPKn SMA Negeri 1 Ngadirojo teachers in improving students' nationalism attitudes through PPKn learning and its obstacles. The type of research used in this study is a type of qualitative research with a descriptive method. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews and documentation. The source of the data from this study was obtained from ppkn teachers of SMA Negeri 1 Ngadirojo. The location of the study was conducted at SMA Negeri 1 Ngadirojo, Pacitan Regency. The results showed that the learning strategies carried out by teachers include the preparation of a Learning Implementation Plan with the determination of indicators, objectives, learning models and teaching media. In addition, it also involves students in activities outside the classroom with several conditions. In the implementation of learning, PPKn teachers apply in accordance with the Learning Implementation Design which has previously been designed based on the results of observations in the classroom. Teachers also practice habituation such as singing the song Indonesia Raya before starting the learning process. The teacher evaluates at the end of each lesson, at the time of midterm and the end of the semester. Evaluation is based on daily scores in the form of pop quizzes, midterm exams and end-of-semester exams, while to measure the success of implementing strategies is to look at changes in student attitudes and responses based on achievement indicators. There are several obstacles in implementing the strategy including, class conditions that are not conducive, limited student activities outside the classroom that can be followed, lack of learning concentration, and lack of student enthusiasm. Keywords: strategy, PPKn teachers, nationalism.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue