cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB PATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n1.p595-609

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yakni, salah satunya untuk mengurangi jumlah narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan yang sudah over capasity. Disamping itu Pembebasan Bersyarat dimaksudkan untuk memberikan hak narapidana sebagai wujud penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia. Permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan Pembebasan Bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Pati; (2) Kendala-kendala yang timbul dalam pelaksanaan Pembebasan Bersyarat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Pati. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 narapidana diambil 20% dari 100 narapidana yang berhasil mendapatkan Pembebasan Bersyarat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa kuantitatif dengan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Pati dilaksanakan dalam kurun waktu tidak lebih dari 4 bulan. Hal ini lebih singkat dengan yang diatur dalam Permen Kehakiman RI Nomor M.01-PK.04.10 Tahun 1989 tentang Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, dan Cuti Menjelang Bebas yang memberi jangka waktu 6 bulan. Jadi hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Pati sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.01- PK.04.10 Tahun 1989 tentang Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, dan Cuti Menjelang Bebas.Kata kunci: Pembebasan Bersyarat, Narapidana, Lembaga Pemasyarakatan.AbstractThe purpose of this study, one of them to reduce the number of inmates who are in prison are already over capasity. Besides Parole intended to give prisoners rights as a form of respect for human dignity. Problems in this study were: (1) How is the implementation of Corrections Parole in Class IIB Starch, (2) the constraints that arise in the implementation of parole. This type of research is descriptive quantitative. Research sites in Class IIB Pati Penitentiary. The sample in this study amounted to 20 prisoners captured 20% of the 100 prisoners who managed to get parole. Data collection techniques used were interviews and documentation. The data analysis technique used is the percentage of quantitative analysis. The results showed that the implementation of Corrections Parole in Class IIB Starch implemented within a period of not more than 4 months. It is more concise with the set in Candy Justice No. M.01-PK.04.10 1989 on Assimilation, Parole, and leave Toward that gives free period of 6 months. So the results of this study concluded that the implementation of the existing parole in prison Pati Class IIB is in conformity with the Regulation of the Minister of Law and Human Rights No. M.01-PK.04.10 1989 on Assimilation, Parole, and leave Toward Free.Keywords: Parole, Prisoners, Prisons
RESPON SISWA KELAS VII TERHADAP PELAKSANAAN TATA TERTIB DI SEKOLAH MTs. MA’ARIF DARUT TAQWA MOJOKERTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n1.p610-615

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan respon siswa terhadap pelaksanaan tata tertib sekolah. Tempat penelitian ini MTs. Ma’arif Daruttaqwa Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Penelitian deksriptif ini merupakan penelitian sensus dengan jumlah sampel seluruh anggota populasi yaitu sebanyak 21 siswa kelas VII. Variabel penelitian adalah respon siswa terhadap tata tertib sekolah. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan dianalisis secara desktiptif kuantitatif yang dikatagorikan menjadi sangat baik, cukup baik, dan kurang baik. Berdasarkan data yang dikumpulkan dapat dikemukakan bahwa pelaksanaan tata tertib sekolah di sekolah tersebut berada pada katagori kurang baik. Kata Kunci: tata tertibsekolah, siswa Abstract The research aims to describe the implementation of the school order. The research is done at MTs Maarif Darut Taqwa Ngoro Mojokerto. This describtive research are sensus research with all 21 students of class VII as the population members becoming the sampel. The data is colleceted by questionaire and analyzed describtively with catagories of very good, good enough, and not good. Based on the analyses can be concluded that the implementation of schhol order is considered not good. Keywords: the school order, students.
PERSEPSI SISWA KELAS XI SMK NEGERI 4 SURABAYA TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS DI KALANGAN PELAJAR SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n1.p616-630

Abstract

Rr. Nanik Setyowaty0025086704 (PPKn, FIS, UNESA) (rr_nanik_setyowati@yahoo.com)AbstrakPenelitian yang dilakukan di sekolah menengah kejuruan ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapabesar pengetahuan siswa mengenai bahaya seks bebas dan memberi pemahaman pada siswa mengenaifaktor-faktor apa saja sehingga timbul adanya seks bebas serta memberikan gambaran pengaruh apa sajayang timbul apabila seorang pelajar melakukan seks diluar nikah, sehingga siswa tidak mudah terjerumusdalam pergaulan yang menyimpang. Analisis penelitian dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif.Penyajian data dengan menggunakan angka dan prosentase, kemudian dideskripsikan. Teknik samplingyang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling karena pengambilan sampel daripopulasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi. Sedangkanjumlah sampel yang daimbil dalam penelitian ini sebanyak 16% dari jumlah populasi sebanyak 50 orang.Dari hasil penelitian, diketahui bahwa persentase siswa yang dalam memahami seks bebas dikalanganpelajar adalah 68,3% yaitu sudah yang merupakan kriteria baik. Jadi siswa SMK Negeri 4 Surabayamemiliki pemahaman serta pengetahuan yang baik terhadap seks bebas.Kata kunci: Persepsi siswa, perilaku, seks bebasAbstractResearch conducted in secondary vocational schools has the purpose to find out how large the studentknowledge about the dangers of sex and understanding in students about what factors to arise availabilityof free sex and give whatever influence arises when a student having sex outside marriage, so that studentsdo not easily fall into social being. Analysis of research conducted by quantitative descriptive techniques.Presentation of the data by using numbers and percentages, then described. The sampling technique used inthis study is simple random sampling because sampling of the population was randomly without regard tostrata that exist in members of the population. While the number of samples in this study daimbil as muchas 16% of the total population of 50 people. From the research, it is known that the percentage of studentsin the understanding of free sex among students is 68.3% which is a criterion that is already good. So,students of SMK Negeri 4 Surabaya has a good understanding and knowledge of the free sex.Keywords: student perception, practices and sex-free
PARTISIPASI POLITIK REMAJA (PEMILIH PEMULA) PADA PEMILUKADA MOJOKERTO TAHUN 2010 DI DESA SUMBER TANGGUL KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO Neny Agustin Irma Yuningsih; Warsono 0019056003
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p16-30

Abstract

Abstrak Demokrasi merupakan paham politik yang dianut pemerintah Indonesia. Pemilukada merupakan salah satu bentuk demokrasi yang dijalakan pemerintah daerah di Indonesia. Kabupaten Mojokerto sudah melaksanakan pemilukada pada tahun 2010. Desa Sumber Tanggul termasuk dalam kabupaten Mojokerto, terdapat 374 pemilih pemula. Pemilih pemula merupakan pemilih yang baru pertama kali memilih karena faktor usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi politik dan faktor yang mendasari partisipasi politik pemilih pemula di desa Sumber Tanggul. Penelitian ini menggunakan metode Ex Post Facto. Penelitian ini dilaksanakan di desa Sumber Tanggul. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Analisis data dengan deskripstif kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi politik pemilih pemula baik/tinggi yaitu sebesar 82%. Namun masih terdapat 18% pemilih pemula yang masih golput. Faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi politik remaja (pemilih pemula) desa Sumber Tanggul tahun 2010 adalah faktor karakteristik seseorang. Hal ini ditunjukkan sebesar 69,20% memilih berdasarkan uang yang diberikan. Sedangkan 30,80% memilih tidak menerima uang dari tim sukses karena yakin pada pilihannya. Artinya, pemilih pemula termasuk pemilih yang pragmatis karena hanya demi uang mereka memilih calon bupati teresebut. Kata kunci: Demokrasi, Pemilukada, Pemilih Pemula
POLA PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI KULTUR SEKOLAH DI SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN SIDOARJO Irma Diayuningsih; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p31-45

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengembangan nilai-nilai karakter melalui kultur sekolah di SMA Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian pada pola pengembangan nilai-nilai karakter melalui kultur sekolah terbagi menjadi 3 aspek yakni: kultur akademik yang berorientasi pada mutu pendidikan sekolah, kultur sosial budaya melalui (1) pengkondisian, (2) kegiatan rutin, (3) menasihati atau teguran, (4) pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment). Sedangkan pada kultur demokratis melalui: (1) bebas berpendapat melalui adanya penyediaan kotak saran oleh sekolah, (2) komunikasi dua arah, (3) organisasi sekolah. Pada pengembangan nilai-nilai karakter terdapat beberapa kendala yang dialami sekolah yakni kurangnya kesadaran pada diri siswa, adanya pengaruh lingkungan luar, kurangnya penyediaan fasilitas dan dana. Upaya sekolah dalam mengatasi kendala tersebut yakni bekerja secara istiqhomah atau terus-menerus, keteladanan yang dilakukan oleh guru, mengadakan pertemuan rutin antar pengurus sekolah. Kata Kunci: Nilai-nilai karakter, Kultur sekolah
HUBUNGAN PELAKSANAAN TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN PENDIDIKAN MORAL DI SMP NEGERI 11 SURABAYA Dwi Bintang Rahmawati; I Made Arsana
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p46-60

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan tata tertib sekolah dengan pendidikan moral serta mendeskripsikan kendala dan upaya penanganannya terhadap pelaksanaan tata tertib sekolah dengan pendidikan moral di SMP Negeri 11 Surabaya. Penelitian ini didasarkan pada teori perkembangan moral Kohlberg dan teori behaviorisme Skinner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasi yang dilakukan di SMP Negeri 11 Surabaya dengan sampel 94 siswa. Teknik pengumpulan data diantaranya angket, wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis rumus korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pelaksanaan tata tertib sekolah dengan pendidikan moral sebesar 0,279 yang berarti memiliki hubungan yang rendah dan arah hubungan positif. Pelaksanaan tata tertib sekolah di SMP Negeri 11 Surabaya terdapat berbagai upaya penegakan yang dilakukan dilakukan siswa, guru dengan menasehati, memberikan sanksi. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tata tertib diantaranya kurangnya kesadaran dari siswa dan kerja sama orang tua serta upaya penanganannya dengan memberikan nasehat, peringatan atau sanksi disiplin, cara pembinaan dan pendampingan siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Kata kunci: Tata Tertib Sekolah, Pendidikan Moral
TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP TOKOH-TOKOH POLITIK NAHDLATUL ULAMA DI DPRD KABUPATEN JOMBANG PERIODE 2009-2014 Ikhtiyar Rezki Budi Sucianto; Warsono 0019056003
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p61-77

Abstract

Abstrak Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat kepercayaan masyarakat Kabupaten Jombang terhadap tokoh - tokoh politik Nahdlatul Ulama di DPRD Kabupaten Jombang periode 2009 - 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tokoh politik NU di DPRD Kabupaten Jombang periode 2009 - 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasi product moment. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket. Sampel yang diambil adalah 180 responden yang terbagi dalam 6 daerah pemilihan di Kabupaten Jombang. Hasil Hasil angket yang dibagikan diketahui bahwa Tingkat kepercayaan masyarakat Kabupaten Jombang berada pada kisaran yang rendah yakni 47,5%. Hal ini dikarenakan masyarakat kurang mengetahui program kerakyatan yang dijalankan oleh tokoh - tokoh politik NU di DPRD Kabupaten Jombang. Kata kunci: Tingkat Kepercayaan Masyarakat, Tokoh Politik, Nahdlatul Ulama
IMPLEMENTASI PROGRAM INTENSIFIKASI BELAJAR DI SMA NEGERI 1 KRIAN DITINJAU DARI ASPEK KETERLAKSANAAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Rony Rafsanzani; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p78-92

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program intensifikasi belajar (PIB) di SMA Negeri 1 krian ditinjau dari aspek keterlaksanaan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sampel sebesar 86 siswa yang diambil secara proporsional dari 10% total jumlah siswa SMA Negeri 1 Krian, yang terdiri dari 30 siswa kelas X, 27 siswa kelas XI dan 29 siswa kelas XII . Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode presentase. Berdasarkan hasil penelitian terhadap implementasi PIB di SMA Negeri 1 Krian dilihat dari aspek pelaksanaan mendapatkan total skor sebesar 77,61 yang dikategorikan baik. Hal ini dapat dilihat dari keterlibatan guru dalam PIB, waktu pelaksanaan kegiatan PIB, materi yang disampaikan dalam PIB serta sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan PIB. Sedangkan implementasi PIB di SMAN 1 krian dari aspek motivasi belajar siswa mendapatkan total skor sebesar 75,96 yang dikategorikan baik. Hal ini dapat dilihat dari kemandirian siswa saat mengerjakan modul, bertanya saat pembahasan soal, mengemukakan pendapat, hadir dalam kegiatan PIB dan mendukung keberlanjuatan PIB. Kata kunci : Implementasi ,Program Intensifikasi Belajar.
KEPEMIMPINAN KIAI DAN PARTISIPASI POLITIK SANTRI DI PP. AL-ISHLAH PRAMBON TERGAYANG SOKO TUBAN Afdolu Nasikhin; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p93-108

Abstract

Abstrak Budaya kepatuhan santri terhadap Kiai sangat terlihat di Pesantren salaf, pesantren bisa diibaratkan sebagai kerajaan kecil sebagaimana dikatakan oleh Zamakshyari Dhofier (1994:56) bahwa pesantren ibarat kerajaan kecil di mana Kiai merupakan sumber mutlak dari kekuasaan dan kewenangan serta memiliki pengaruh besar dalam kehidupan dan lingkungan pesantren. Kepemimpinan Kiai dan Partisipasi Politik Santri di PP.Al-Ishlah Prambon Tergayang Soko Tuban, dianalisis menggunakan teori Patron-Klien dengan menggunakan metode Kualitatif. Metode pengumpulan data dalam Penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan cara data reduction, data display dan verification. Kepatuhan Santri terhadap Kiai di PP. Al-Ishlah Prambon Tergayang Soko Tuban terjadi karena ada hubungan Patron-Klien antara Kiai dengan Santri, sehingga terjalin hubungan selayaknya Paternalistik. Santri di Pondok Pesantren Al-Ishlah dalam partisipasi politik di pengaruhi oleh Kiai, lingkungan dan budaya politik di Pesantren. Orientasi dan pandangan politik para Santri di PP. Al-Ishlah menunjukkan budaya politik yang Kaula dan komponen evaluative. Partisipasi politik yang dilakukan para Santri di Pesantren Al-Ishlah adalah partisipasi pasif. Tetapi mereka banyak yang menggunakan hak pilihnya ketika Pemilihan Umum. Peran KH. Mushlih Abdurrohman sebagai Pimpinan Pesantren kepada para santri untuk berpartisipasi politik dalam pemilihan umum juga terbukti dengan perintah untuk mengikuti Pemilihan Umum dan meliburkan kegiatan belajar mengajar di pesantren ketika ada Pemilihan Umum. Kata kunci: Kiai, Patron-Klien, Partisipasi Politik, Pesantren Abstract The culture of moslem students’ obedience to their moslem teacher is really seen in salaf moslem boarding school, moslem boarding school is similar to a small kingdom as what Zamakshyari Dhofier (1994:56) said that moslem boarding school is like a small kingdom where moslem teacher is an absolute authority which hold authorization, sovereignty and have big influences around the environment of moslem boarding school. The leadership of moslem teacher in influencing students’ participation in Moslem boarding school in politic become a case to be analyzed by Patron-Client Theory using qualitaitive method. Methods of data collection in this research using observation and interviews. Analysis using data reduction method, the data display and verification. Students adherence to Moslem teacher in Al-Ishlah moslem boarding school Prambon Tergayang Soko Tuban because there Patron-client relationship between Moslem teacher with Students, so intertwined relationship as paternalistic. The participation of Moslem students in Al-Ishlah Moslem boarding school is influenced by their Moslem teacher, environment and politic culture in their Moslem boarding school. Orientation and viewpoint of Moslem students in Al-Ishlah Moslem boarding school show politic culture which Kaula and evaluative component. Politic participation which is done by Moslem students in Al-Ishlah Moslem boarding school is passive participation. But most of them use their right in election. KH. Mushlih Abdurrohman’s role as the leader of Moslem boarding school is proven by the participation of his Moslem student in election, and also with the order to furlough the teaching and learning activity in Moslem boarding school when election arrived. Key words: Moslem teacher, Patron –Client, Politic participation, Moslem boarding school
MAKNA MONEY POLITICS PADA MASYARAKAT KELAS BAWAH DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN LAMONGAN KABUPATEN LAMONGAN Ika Setia Rini; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p109-126

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna money politics dan faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat kelas bawah di Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan bersedia menerima money politics menjelang Pemilihan Kepala Desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Informan penelitian disini yaitu orang-orang (masyarakat kelas bawah) Desa Sumberejo yang diambil menggunakan teknik judgement sampling (sampel pertimbangan). Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis data model Miles dan Huberman yaitu model analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna money politics pada masyarakat kelas bawah di Desa Sumberejo sangat beragam. Pemaknaan tersebut yaitu: a) sebagai rejeki yang tidak terduga, b) tambahan rejeki, c) rejeki nomplok d) bonus rutin, e) tradisi turun-temurun, f) ajang balas budi, g) kontrak atau perjanjian kerjasama, dan h) ajang tolong-menolong antar sesama. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat kelas bawah di Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan bersedia menerima money politics menjelang Pemilihan Kepala Desa yaitu: a) faktor ekonomi, b) faktor pendidikan, c) faktor tradisi, dan d) faktor kesempatan. Kata kunci : Makna Money Politics, Masyarakat Kelas Bawah, Pemilihan Kepala Desa

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue