cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
STRATEGI UNIT KEGIATAN KEROHANIAN HINDU DALAM MENINGKATKAN JIWA NASIONALISME PADA ANGGOTA DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Andri Prasojo; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p127-142

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi, kendala, dan upaya yang harus dilakukan UKKH dalam meningkatkan jiwa nasionalisme pada anggotanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif. Penelitian Deskriptif merupakan dasar bagi semua penelitian. Penelitian deskriptif dapat dilakukan secara kuantitatif Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil angket yang disebarkan pada pengurus UKKH diketahui bahwa strategi UKKH tersebut berdampak positif dalam meningkatkan nasionalisme anggotanya. Hal tersebut terbukti dari hasil persentase dari angket yang disebarkan pada siswa yakni: pengetahuan tentang UKKH yakni 91% atau sangat baik, strategi UKKH yakni 84% atau sangat baik dan kendala yakni 77% atau baik artinya tidak mejiwa kendala tersebut buakanlah suatu hambatan untuk mengikuti kegiatan UKKH, Oleh sebab itu maka hendaknya strategi Penguatan peran lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dalam ikut membangun semangat nasionalisme dan patriotisme terutama di kalangan generasi muda, Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang hidup di daerah rawan pangan (miskin), rawan konflik, dan rawan bencana alam, dan Peningkatan apresiasi terhadap anggota atau kelompok masyarakat yang berusaha melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa tersebut dilaksanakan secara terus menerus sehingga anggota dapat meningkatkan nasionalismenya melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan UKKH. Kata kunci: Strategi UKKH dan nasionalisme
ORIENTASI POLITIK POLITISI ETNIS CINA DI KOTA SURABAYA PADA PEMILU 2004 DAN 2009 Yusfirlana Nuri Ma'rifah; Warsono 0019056003
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p143-158

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui orientasi politik politisi etnis Cina di Kota Surabaya terutama pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2009. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Adapun informan dalam penelitian ini adalah politisi berketurunan Cina di DPRD Kota Surabaya, yakni Baktino, BA (PDI-Perjuangan), Simon Lekatompessy (Partai Damai Sejahtera), Herlina Harsono Njoto, S.Psi (Partai Demokrat). Data penelitian diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis fenomenologi menurut Creswell. Dari hasil penelitian dan setelah dianalisis secara cermat dapat di simpulkan bahwa orientasi politik politisi keturunan cina di Kota Surabaya pada Pemilu 2004 dan 2009 meliputi: 1) Latar belakang keikutsertaan politisi etnis cina di Kota Surabaya di dasari atas berbagai macam faktor, antara lain: (a) Adanya keinginan untuk merubah Undang-Undang yang diskriminatif, (b) Pengaruh dari keluarga yang mempunyai latar belakang politisi, (c) Ingin berkontribusi menjadikan Surabaya lebih baik. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan dalam politik, antara lain: (a) Faktor Sejarah, (b) Tokoh Politik. 3) Pilihan Politik, politisi berketurunan Cina yang menjabat di DPRD Kota Surabaya saat ini terhitung sebanyak tiga orang, dua orang lebih memilih bergabung dengan Partai Nasionalis (Demokrat dan PDI-Perjuangan), dan satu orang memilih bergabung pada partai agama (Partai Damai Sejahtera). 4) Orientasi Politik Politisi Etnis Cina di Kota Surabaya adalah: (a) Merubah Undang-Undang/Perda yang diskriminatif tentang etnis cina/masyarakat kelas bawah, (b) Ingin menerapkan Pancasila secara baik dan konsekuen bagi warga Kota Surabaya, (c) Merubah Surabaya menjadi kota yang lebih baik dan kondusif. Kata Kunci : Orientasi Politik
KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DI STASIUN PASAR TURI SURABAYA TERHADAP PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DAN KAWASAN TERBATAS MEROKOK Melya Dwi Octavia; Hananto Widodo
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p159-173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesadaran hukum masyarakat di Stasiun Pasar Turi Surabaya terhadap Perda No.5/2008 (2) hambatan yang dihadapi pihak Stasiun Pasar Turi Surabaya guna meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap Perda No.5/2008 (3) upaya yang dilakukan pihak Stasiun Pasar Turi Surabaya guna meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap Perda No.5/2008. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat yang ada di Stasiun Pasar Turi Surabaya terhadap Perda No.5/2008, yaitu masyarakat menetap masuk kategori tinggi dengan pengetahuan hukum tinggi, pemahaman hukum tinggi, sikap hukum cukup, dan telah diaktualisasikan ke dalam pola perilaku sementara masyarakat tidak menetap masuk kategori cukup dengan pengetahuan hukum tinggi, pemahaman hukum tinggi, sikap hukum cukup, tetapi belum diaktualisasikan ke dalam pola perilaku. Hal ini dengan masih ditemukannya masyarakat tidak menetap yang merokok di sembarang tempat. Kendala-kendala yang dialami dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di Stasiun Pasar Turi Surabaya adalah kurangnya kesadaran diri masyarakat terhadap Perda No.5/2008, respon perokok aktif yang cenderung tidak mendukung Perda No.5/2008, ditemukannya perbedaan sikap dan perilaku antara masyarakat tidak menetap di ruang tunggu ekonomi dengan ruang tunggu eksekutif-bisnis, tidak adanya kerjasama dengan pemerintah daerah berkaitan sosialisasi Perda No.5/2008, dan ketidaktegasan pemberian sanksi yang sesuai dengan Perda No.5/2008. Upaya yang dilakukan pihak Stasiun Pasar Turi Surabaya adalah memasang tanda larangan merokok, menghimbau masyarakat melalui pengeras suara untuk tidak merokok di sembarang tempat, memfasilitasi para perokok aktif untuk merokok di area merokok, dan melakukan pengawasan dengan berkeliling area stasiun. Kata Kunci: Kesadaran Hukum, Masyarakat, Perda No.5/2008
PERBEDAAN PERILAKU ANTISOSIAL REMAJA DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA DI SMP NEGERI 4 BOJONEGORO Katutik 104254008; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p174-189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan perilaku antisosial remaja ditinjau dari pola asuh orang tua di SMP Negeri 4 Bojonegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan alat pengumpulan data berupa kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Bojonegoro dengan jumlah sampel 110 orang. Alat pengumpulan data berupa kuesioner perilaku antisosial remaja yang terdiri dari 28 item dengan reliabilitas 0,945; kuesioner pola asuh orang tua yang terdiri dari 30 item yang meliputi 10 item pola asuh otoriter dengan reliabilitas 0,722; 10 item pola asuh demokatis dengan reliabilitas 0,682; dan 10 item pola asuh permisif dengan reliabilitas 0,744. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik analisis 1-jalur (ONEWAY), dengan bantuan program statistik SPSS versi 18.0. Dari hasil analisis data penelitian, nilai F sebesar 4,570. Dengan nilai signifikansi sebesar 0,012 pada perhitungan ANAVA 1-jalur yang berarti nilai signifikansi sebesar 0,012 lebih kecil dibandingkan nilai probabilitas 0,050 (p<0,050), hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku antisosial remaja ditinjau dari pola asuh orang tua di SMP Negeri 4 Bojonegoro. Kata Kunci: Perilaku Antisosial, Remaja, Pola Asuh Orang Tua
PERAN KARANG TARUNA DALAM PEMBINAAN REMAJA DI DUSUN CANDI DESA CANDINEGORO KECAMATAN WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO Mochamad Ridwan Arief; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p190-205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran Karang taruna dalam pembinaan perilaku remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini diambil secara random sampling yakni sebesar 60 remaja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif persentase. Dalam penelitian yang berjudul Peran Karang Taruna Dalam Membina Perilaku Remaja Di Dusun Candi Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Setelah diperoleh jawaban responden melalui tabel frekuensi, Karang taruna di dusun Candi desa Candinegoro sudah mempunyai kinerja yang sangat baik. Karang Taruna mampu menjadi agen perubah pemberdaya masyarakat untuk membangkitkan energi, inspirasi, antusiasme masyarakat, termasuk mengaktifkan, menstimulasi dan mengembangkan motivasi warga untuk bertindak. Karang Taruna dusun Candi juga mempunyai kemampuan sebagai pemberdaya masyarakat untuk menjalankan fungsi mediasi guna menghubungkan kelompok-kelompok yang sedang berkonflik agar tercapai sinergi dalam komunitas tersebut terlihat pada kegiatan-kegiatan yang dibuatnya dan terbukti para anggotanya di lingkungan masyarakat seperti pelaksanaan kegiatan kesejahteraan sosial, agama, keterampilan maupun olahraga. Kata Kunci : Peran Karang Taruna, Pembinaan Perilaku Remaja
PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK ASUH UNTUK MENANAMKAN NILAI KEWIRAUSAHAAN DI PANTI ASUHAN “RODHIYATUL JANNAH” SURABAYA Astrid Claudia Yansen; I Made Arsana
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p205-220

Abstract

Orang tua asuh sangat berperan pnting untuk menggali dan mengembangkan potensi kreativitas anak asuh. Maka dari itu masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini ialah (1) Bagaimana peran orang tua asuh dalam mengembangkan kreativitas pada anak asuhnya melalui penanaman nilai wirausaha? (2) Bagaimana bentuk kegiatan anak asuh dalam mengembangkan kreativitas? (3) Apa saja kendala dan upaya dalam pengembangan kreativitas anak asuh Panti Asuhan “Rodhiyatul Jannah”?. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui peran penting orang tua terhadap pengembangan kreativitas anak asuh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Orang tua asuh sangat berperan dalam memberikan motivasi kepada anak, sekaligus mengarahkan kegiatan anak asuh agar bermanfaat di masa yang akan datang. Salah satunya ialah memotivasi serta mengarahkan anak untuk ikut serta dalam kegiatan pengembangan kreativitas berupa kerajinan tangan. Bentuk kegiatan yang dilakukan oleh anak berupa gantungan kunci dari kerang dan kain fanel, juga souvenir pernikahan. Dari hasil kegiatam kerajinan tangan tersebut kemudian dijual di koperasi milik panti asuhan. Koperasi tersebut dikelola oleh anak asuh sendiri, kemudian hasil dari koperasi dibagi rata dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak asuh. Beberapa kendala yang ditemukan ialah adanya rasa kurang tanggung jawab yang cenderung mengikuti keinginan diri mereka untuk bermain, juga kejujuran anak yang masih kurang. Hal ini disebabkan kurangnya motivasi dalam diri anak asuh. Upaya yang dilakukan oleh orang tua asuh untuk mengatasi kendala yang ada adalah lebih memberikan motivasi dan memeberi siraman rohani kepada anak. Kata Kunci: Peran, Panti Asuhan, Kreativitas, Kewirausahaan
KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR DENGAN KEPEDULIAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 DLANGGU MOJOKERTO Nastiti Mufidah; I Made Arsana
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p221-235

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan korelasi antara hasil belajar atau prestasi belajar yang diperoleh di sekolah yang diperoleh oleh siswa kelas VIII SMPN 1 Dlanggu, tehadap sikap kepedulian sosial yang dimilikinya. Teori yang digunakan adalah teori perkembangan moral oleh Thomas Lickona. Berdasarkan tujuan dilakukan penelitian ini, maka untuk kepentingan mengukur korelasi digunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan metode korelasi product moment. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar dan metode angket yang digunakan untuk mengukur nilai kepedulian sosial para responden. Responden dalam penelitian ini adalah 83 siswa kelas VIII SMPN 1 Dlanggu, yang diambil dengan menggunakan system purposive sampling yang menggunakan pertimbangan nilai hasil belajar yang diperoleh di kelas VII semester 2. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan teknik analisis product moment diperoleh hasil bahwa terdapat korelasi antara prestasi belajar dengan kepedulian sosial siswa kelas VIII di SMPN 1 Dlanggu. Analisis tersebut diperoleh dengan menggunakan taraf kesalahan 5%, yang kemudian menghasilkan perbedaan rh lebih besar 0,005 dari rt. Hasil korelasi tersebut menunjukkan bahwa tedapat korelasi yang signifikan antara prestasi belajar yang diperoleh dengan kepedulian sosial yang dimilki oleh siswa kelas VIII di SMPN 1 Dlanggu Mojokerto. Korelasi yang dihasilkan berupa korelasi posif yang artinya bahwa semakin tinggi prestasi belajar yang diperoleh oleh siswa, maka semakin tinggi pula tingkat kepedulian sosila yang dimilikinya. Kata kunci: Prestasi Belajar, Kepedulian Sosial
ETOS KERJA PEDAGANG KAKI LIMA PASCA PENERTIBAN DI PERUMAHAN TAMAN PINANG KABUPATEN SIDOARJO Moga Setiawan; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p236-255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etos kerja PKL pasca penertiban di perumahan Taman Pinang Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipant. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data Stevick-Colaizzi-Keen. Hasil penelitian menunjukkan adanya etos kerja PKL Taman Pinang Sidoarjo terlihat dari sikap dan pandangan kerja. Sikap kerja PKL terlihat dari sikap ramah yang diterapkan kepada pembeli dan orang-orang yang ada disekitar. Pandangan kerja terlihat dari PKL yang memandang Kerja yaitu (1) Pemahaman kerja digolongkan menjadi 3 yaitu: kerja adalah perjuangan, kerja adalah Ibadah, Kerja adalah Siasat, (2) waktu/motif tindakan digolongkan menjadi dua yaitu waktu waktu terbagi menjadi 2 dimensi waktu, yakni motif sebab (because motive) terdiri atas (1) kesulitan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, (2) kesulitan dalam mencari pekerjaan, dan (3) Tidak bisa melanjutkan sekolah,dan motif tujuan (in-order to motive) terdiri atas (1) kesulitan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, (2) kesulitan dalam mencari pekerjaan, (3) tidak bisa melanjutkan sekolah, kemudian motif tujuan (In-order to motive) yakni karya/ kerja terdiri atas (1) mencukupi kebutuhan sehari-hari, (2) mendapatkan pengakuan dari orang lain dan (3) menyekolahkan anaknya. Simpulan penelitian ini adalah etos kerja PKL merupakan etos kerja yang terbukti dari sikap dan pandangan kerja yang mengandung nilai-nilai yaitu: kesopanan, perjuangan dan religi. Kata kunci: Etos Kerja, PKL, Pasca Penertiban,
MAKNA NASIONALISME BAGI MASYARAKAT PETANI DI DESA WATESNEGORO KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO Beny Hendra Aristyanto; Sarmini 0008086803
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p256-272

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami masyarakat petani padi dalam memaknai nasionalisme dan wujud nasionalismenya. Fokus masalah dari penelitian ini yakni:(1) Bagaimana konstruksi masyarakat petani di Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto dalam memaknai nasionalisme?(2) Bagaimana wujud nasionalisme masyarakat petani di Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto?. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial dari Berger dan Luckmann. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Jumlah informan penelitian ini 8 petani padi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif-kualitatif dari Patton. Hasil temuan di lapangan bahwa masyarakat petani padi Di Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto menunjukkan rasa cinta tanah air dan penanaman nasionalisme berbeda antara petani kaya dengan petani miskin. Pemaknaan nasionalisme menurut petani padi kaya dari segi sikap dan tindakan sedangkan petani padi miskin memaknakan dari ucapan/komunikasi dan secara simbolis. Perbedaan konstruksi masyarakat petani padi dalam memaknai nasionalisme dipengaruhi tingkat pendidikan yang berbeda antara petani kaya dengan petani miskin. Wujud nasionalisme sebagai hasil dari interaksi antar masyarakat petani dan menjadi budaya yakni nasionalisme dari segi tindakan, secara simbolis dan ucapan/komunikasi. Kata Kunci : Konstruksi, Nasionalisme, Masyarakat, Petani Padi
PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN KESADARAN POLITIK PADA ANAKNYA SEBAGAI PEMILIH PEMULA DI KELURAHAN TAMBAKREJO KECAMATAN SIMOKERTO SURABAYA Fitri Sulistyanig Tyas; Harmanto 0001047104
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p273-289

Abstract

Masyarakat Indonesia saat ini mengalami krisis multidimensi kepercayaan politik, terutama pada kalangan remaja sebagai pemilih pemula. Oleh karena itu, orang tua sebagai guru dalam pendidikan politik di keluarga mempunyai peran penting dalam menanamkan kesadaran politik pada anaknya sebagai pemilih pemula. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan mengetahui hambatan yang dihadapi oleh orang tua dalam menanamkan kesadaran politik pada anaknya sebagai pemilih pemula di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Simokerto Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tehnik yang digunakan adalah proporsional stratified random sampling. Untuk memperoleh data yang diperlukan, maka digunakan tehnik pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang masuk dalam kategori berperan adalah orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan SD,SMA dan Sarjana, sedangkan orang tua yang tingkat pendidikannya SMP masuk dalam kategori kurang berperan. Upaya yang dilakukan dengan memberikan pengertian pada pemilih pemula, memberikan pengetahuan politik pada pemilih pemula, melakukan diskusi yang berkaitan tentang politik, dan memberikan dukungan pemilih pemula untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Hambatan yang dihadapi orang tua dalam menanamkan kesadaran politik pada anaknya sebagai pemilih pemula di Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Simokerto Surabaya meliputi faktor dari orang tua, faktor dari dalam diri pemilih pemula, faktor lingkungan dan pergaulan anak. Dari faktor-faktor tersebut dapat diketahui kendala yang menghambat penanaman kesadaran politik, yaitu : pendidikan/pengetahuan, sikap, sosial ekonomi dan sosial budaya. Kata Kunci: Orang Tua, Kesadaran Politik, Pemilih Pemula.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue