cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PERAN KELUARGA DALAM MEMBINA SOPAN SANTUN ANAK DI DESA GALIS KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Didik Wahyudi; I Made Arsana
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p290-304

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran keluarga dalam membina sopan santun anak di Desa Galis Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian adalah di Desa Galis Kecamatan Galis kabupaten Pamekasan. Populasi dalam penelitian adalah 167 keluarga dan sampel mengambil 42 keluarga yang diambil secara random. dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif deskriptif menggunakan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan Bahwa Mayoritas ibu yang mempunyai anak usia (13-15) di Desa Galis Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan sudah cukup melaksanakan perannya dengan cukup baik dalam membina sopan santun anak. Dari seluruh indikator ternyata tidak seluruhnya dapat dikembangkan dengan baik, strategi yang paling banyak di kembangkan oleh ibu dalam membina sopan santun anak adalah dengan cara memberi contoh, yang paling sedikit dikembangkan ibu adalah strategi memberi hadiah. Kata kunci: Keluarga, sopan santun
PERSEPSI MAHASISWA PRODI PPKN MENGENAI WACANA PENCAPRESAN H. RHOMA IRAMA DALAM PILPRES 2014 Dwi Prio Utomo; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p324-342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa PPKN mengenai wacana Pencapresan H. Rhoma Irama dalam pemilihan Presiden di tahun 2014 berdasarkan persyaratan calon Presiden dan calon Wakil Presiden dan tata cara penentuan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang tertuang dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 42 tahun 2008 tentang pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial jurusan PMP-KN Prodi S1 PPKn. Informan penelitian ini adalah mahasiswa prodi PPKn angkatan 2009 hingga 2012 dengan sampel berjumlah 80 orang. Teknik pengumpulan data berupa angket dan wawancara. Data dianalisis dengan mengumpulkan seluruh data yang diperoleh, kemudian dikategorikan sesuai dengan jenisnya dalam bentuk persentase. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil angket yang tersebar pada delapan puluh responden dan wawancara secara langsung terhadap beberapa mahasiswa PPKn di UNESA diperoleh : 1) Dari segi elektabilitas / terkenal, mahasiswa setuju jika H. Rhoma Irama sudah memiliki elektabilitas yang tinggi dengan nilai 61%. 2) Dari segi integritas / kemampuan, mahasiswa setuju jika H. Rhoma Irama sudah memiliki integritas dengan nilai 52%. 3) Dari segi akseptabilitas / kepantasan, mahasiswa setuju jika H. Rhoma Irama sudah memiliki akseptabilitas dengan nilai 53%. Berdasarkan data yang diperoleh tersebut maka dapat disimpulkan dari segi elektabilitas, integritas dan akseptabilitas mahasiswa sudah positif / setuju bahwa H. Rhoma Irama sudah memiliki ketiga kriteria tersebut. Kata Kunci : Persepsi, H. Rhoma Irama, Pilpres
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DESA LEMBUNG KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA TAHUN 2013 Moh. Ainol Yakin; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p1-15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan arah dan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Desa Lembung Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan dalam pemilihan kepala desa tahun 2013. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan variabel partisipasi politik. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah keseluruhan pemilih di Desa Lembung sejumlah 982 pemilih dan sampel dalam penelitian ini adalah 100 pemilih (10%) dan menggunakan metode pengumpulan data berupa angket, wawancara dan observasi. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian tersebut yaitu pemilihan kepala desa di desa Lembung tingkat partisipasi masyarakat tergolong dalam partisipasi aktif, karena kesadaran politik kepada pemerintah sangat tinggi dalam memberikan dukungan melalui pemilihan kepala desa. Tingkat partisipasi masyarakat desa Lembung dalam pemilihan kepala desa pada tahun 2013 sangat tinggi yaitu 98,2% masyarakat telah menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan kepala desa. Faktor-faktor yang melatarbelakangi masyarakat Desa Lembung karena adanya agen-agen sosialisasi politik dalam pelaksanaan tersebut sehingga kesadaran dalam memilih calon kepala desa sangat tinggi karena masyarakat ingin mencari sosok pemimpin demi perubahan-perubahan yang ada di desa tersebut.
PENERAPAN POLA ASUH DI PANTI ASUHAN DARUL AYTAM KHADIJAH I SURABAYA DALAM RANGKA PEMBENTUKAN DISIPLIN DIRI ANAK ASUH Diana Ariskha; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p342-358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana penerapan pola asuh di Panti asuhan Darul Aytam Khadijah I Surabaya dalam rangka pembentukan disiplin diri anak asuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menerangkan bahwa penerapan pola asuh dan pembentukkan disiplin diri terhadap anak-anak asuh di Panti Asuhan Darul Aytam Khadijah I Surabaya lebih sesuai pada pola asuh demokratis, karena pola asuh demokratis ini memberikan kesempatan pada anak untuk mengeluarkan pendapat-pendapatnya serta anak-anak akan lebih mudah untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan panti maupun lingkungan masyarakarat. hambatan-hambatan yang mempengaruhi penerapan pola asuh di Panti Asuhan Khadijah I dalam rangka pembentukan disiplin diri anak asuh antara lain : sifat pemalas, tidak patuh, dan kesadaran dan kemauan diri sendiri. dalam Penerapan pola asuh dan pembentukkan disiplin diri anak-anak di Panti Asuhan Khadijah I pengasuh menyiapkan beberapa upaya-upaya atau solusi yang digunakan dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut antara lain : menghilangkan sifat pemalas anak-anak, membimbing anak-anak untuk patuh, dan Menumbuhkan kesadaran dan kemauan diri sendiri anak-anak dalam menerapkan sikap disiplin.
PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA MELALUI UNIT KEGIATAN MAHASISWA TEATER INSTITUT DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Alfanani Alfan; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n2.p305-323

Abstract

Penelitian ini menggambarkan peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Institut (Te-I) dalam pembentukan karakter anggotanya, dan mengungkap nilai-nilai karakter yang dimiliki oleh Mahasiswa melalui UKM Te-I. UKM ini berlokasi di gedung H9 kampus Unesa ketintang. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang menjadi anggota Te-I minimal satu semester. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Operant Conditioning (Pengkondisian Operan) Skinner. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, dan disajikan secara kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran UKM Te-I dalam membentuk karakter mahasiswa dilakukan dengan cara: melatih kepekaan terhadap situasi dan kondisi di lingkungan sekitar melalui latihan ingatan emosi dan ekspresi (mimik), memusatkan dan mengembangkan potensi diri melalui latihan konsentrasi dan meditasi, menumbuhkan kemampuan beradaptasi dan berinteraksi melalui latihan olah tubuh dan ensemble (kebersamaan). Sedangkan nilai-nilai yang dimiliki anggotanya setelah mengikuti serangkaian latihan di Te-I yaitu: percaya diri, bekerjasama, dan tanggungjawab. Kata Kunci: teater, karakter  
BUDAYA KERAPAN SAPI SEBAGAI MODAL SOSIAL MASYARAKAT MADURA DI KECAMATAN SEPULU KABUPATEN BANGKALAN Kurnia Fahmi Astutik; Sarmini 0008086803
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p324-342

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan tentang budaya Kerapan Sapi Madura sebagai salah satu Budaya asli Madura yang penting untuk dilestarikan. Budaya Kerapan Sapi masih terus bertahan hingga saat ini karena Budaya Kerapan Sapi dapat menciptakan solidaritas. Proses terbentuknya solidaritas dalam Budaya Kerapan Sapi melalui unsur-unsur tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terbentuknya Modal Sosial masyarakat Madura. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori sosial-kapitalis dengan paradigma humanistik, teori nilai budaya dengan paradigma sosial sains dan teori dampak sosial dengan paradigma sosial.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini adalah Budaya Kerapan Sapi sebagai modal sosial masyarakat Madura dapat terbentuk melalui 3 aspek penting, yaitu pertama, aspek penyelenggaraannya yang terbagi atas tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan setelah pelaksanaan. Kedua, aspek pihak yang terlibat yang meliputi: pemilik sapi kerapan, joki, pengibar bendera besar, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan. Ketiga aspek kepentingan yang terbagi atas empat kepentingan inti yaitu: kepentingan sosial, kepentingan ekonomi, kepentingan politik dan kepentingan budaya. Simpulan dari penelitian ini bahwa Budaya Kerapan Sapi dapat menciptakan solidaritas sebagai modal sosial melalui unsur-unsur yang terbentuk dari proses yaitu unsur dari tindakan, unsur dari perilaku, unsur dari simbol, dan unsur dari perkataan.Kata Kunci:Modal Sosial, Budaya Kerapan Sapi, SolidaritasAbstractThis reaserch is telling about Kerapan Sapi’s culture in Madura as one of original culture that important to everlasting. Kerapan Sapi’s culture keep going until now because Kerapan Sapi’s Culture can create solidarity each other. The process formation of solidarity in Kerapan Sapi’s Culture through certain elements. Purpose of this study is to investigate the process of formation of community Social CapitalTheory used in this study include socio-capitalist theory with humanistik paradigm, the theory of cultural valueswith social science paradigm, and the theory social impact with social paradigm. In this study used methode qualitative approach with a design cases study. The result of this study areKerapan sapi’s culture as social capital can be formed through the madura three importan aspects. First, the implementation aspect of which is divided into three stages: preparation, execution, and after implementation. The second aspect of the parties involved which include: Kerapan Sapi’s owners, jockeys, and the Department of Culture and Tourism Bangkalan district. The third aspect of interest is divided into four core interests, it is the interests of social interest, economic interest, political interest, and cultural interest. Conclutions from this study that a Kerapan Sapi’s Culture can create a solidarity as a social capital through the elements of the process that is formed from the elements of action, elements of behavior, elements of the symbol, and the elements of the wordsKey words :Social capital, Kerapan Sapi’s Culture, Solidarity
IMPLEMENTASI TATA TERTIB SEKOLAH DALAM MEMBENTUK DISIPLIN SISWA DI SMP NEGERI 28 SURABAYA Dewi Puspitaningrum; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p343-357

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan upaya pembentukan disiplin dan hambatan yang dialami melalui implementasi tata tertib sekolah di SMP Negeri 28 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pembentukan disiplin siswa melalui implementasi tata tertib sekolah adalah pembiasaan tata tertib sekolah kepada siswa yang berkaitan dengan hal masuk sekolah, kewajiban siswa, larangan siswa, hal pakaian dan sanksi, guru menjadi model sehingga siswa meniru apa yang dilakukan guru, dan mengkondisikan siswa untuk mematuhi tata tertib sekolah serta memberikan teguran dan sanksi bagi siswa yang melanggar tata tertib sekolah.. Hambatan yang ditemui adalah guru yang tidak tega dalam memberikan hukuman kepada siswa, kurangnya kesadaran siswa untuk mematuhi tata tertib sekolah, kurangnya perhatian dan kepedulian orang tua kepada anak, serta ekonomi keluarga yang rendah.Kata Kunci : Pembentukan disiplin, Implementasi tata tertibAbstractThe goal of this research is describe the formation of discipline and the barriers to implementation of order school at SMP Negeri 28 Surabaya. This research uses a qualitative approach with descriptive method. Data from this research obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis uses reduction of data, present of data and conclude of data. The result show that effort the formation of discipline students through implementation of order school done by habituation in the school that related to go inti school, student obigation, student prohibitation, uniform, and sanction, the teacher be a model of student so that student imitate the teacher, and do condition student to submissive of order school and give reprimand, sanction to student that break order school The barriers that experienced teacher don’t brave when give a punishment to student, minimal awareness of student, minimal care and concern of parents to children, and minimal economic of family.Keywords : The formation of Dicipline, implementation of order
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) MELALUI LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PADA MATA PELAJARAN PKn TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 LAMONGAN Nur Ita; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p358-371

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBI melalui LKS terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa serta mengetahui respon siswa terhadap model PBI melalui LKS dalam upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen dan desain penelitian True Experimental Design dengan bentuk Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian diterapkan di SMA Negeri 2 Lamongan, kelas XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data dengan uji beda t test sample related dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan diterapkan model PBI melalui LKS terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA 7 SMA Negeri 2 Lamongan. Adanya pengaruh yang signifikan dibuktikan dengan terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dicapai melalui tes dengan bentuk soal uraian terbuka antara kelas eksperimen yang menggunakan model PBI melalui LKS dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan model PBI melalui LKS pada taraf kepercayaan 5% yang menunjukkan thitung > ttabel (3,02>1,697). Di samping itu, aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada kelas eksperimen lebih aktif dibanding kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran kelas eksperimen persentase terbanyak pada kriteria sangat baik (52,08%) sedangkan aktivitas kelas kontrol persentase terbanyak pada kriteria kurang baik (45,49%). Produk yang dihasilkan kelas eksperimen juga menunjukkan pada kriteria sangat baik dan baik dengan persentase sebesar 51,85% dan 35,18%. Respon siswa kelas XI IPA 7 terhadap pembelajaran dengan model PBI melalui LKS dalam upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa adalah positif dengan hasil persentase terbanyak pada jawaban setuju (61,48%) dan sangat setuju (25,37%).Kata Kunci : PBI, LKS, Berpikir KritisAbstractThe goal of the research was to analyze the influence of PBI model through SW to increase critical thinking skills of students as well as knowing the student response to PBI model through SW, in terms of enhancement of the students’ critical thinking ability. This research used quantitative approach with the True Experimental Design with the Pretest-Posttest Control Group Design. The research applied on SMA Negeri 2 Lamongan, XI IPA 7 class be the experimental group and XI IPA 4 be the control group. The data collection technique that used are test, observation, documentation and questionaire. The data analysis are t test sample related and percentage. The results of research shows that there is significant influence by applying PBI model through SW, to increased students’ critical thinking ability at XI IPA 7 SMA Negeri 2 Lamongan. Any significant influence evidenced by students learning there are differences results achieved through a test between the experimental class that used PBI model through SW with control class that doesn’t used PBI model through SW on the level 5% that showed thitung > ttabel (3,02>1,697). In addition, student activity during the learning process on experiment class more active than control class. It is proven by observation activity students in the learning process experimental class has the largest percentage (52,08%) while the control class has low percentage (45,49%). The product that produced by the experimental class are also very good with the percentage of 51,85% and 35,18%. The students’ XI IPA 7 response against learning with a PBI model through SW, in terms of increasing the capacity to think critically students are positive with the results of the highest percentage on the answer to agree (61,48%) and strongly agree (25,37%).Keywords: PBI, SW, Critical Thinking
DAMPAK SOSIALIASI PEMILU OLEH KPU KOTA SURABAYA TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT PADA PILGUB JATIM TAHUN 2013 (DI KECAMATAN GAYUNGAN SURABAYA) Agustinus Panca N.; Hananto Widodo
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p372-386

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosialisasi kegiatan pemilu oleh KPU Kota Surabaya terhadap partisipasi politik mayarakat dalam Pemilu Gubernur Tahun 2013. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh warga masyarakat Kecamatan Gayungan yang terdaftar sebagai pemilih tetap pada pemilu gubernur tahun 2013. Sampel penelitian adalah 100 orang yang dipilih dengan metode area probability dan cluster sample. Teknik pengumpulan data berupa angket, observasi, dan wawancara. Hasil analisis deskripsi menunjukkan bahwa untuk kegiatan sosialisasi KPU Kota Surabaya pada pemilu gubernur tahun 2013, pelaksanaannya berjalan dengan baik. Partisipasi politik masyarakat Gayungan pada Pilgub 2013 dikategorikan baik. Koefisiensi korelasi antar dua variabel dihitung menggunakan rumus product momment, dengan hasil 0,239 yang berada pada kategori rendah. Jika dipresentasekan diperoleh nilai sebesar 23,9% artinya sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Surabaya mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Gayungan pada Pemilu Gubernur tahun 2013 sebesar 23,9%, sedangkan 76,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Nilai t hitung (1,99) > t tabel (1,98), dengan demikian hipotesis yang berbunyi: “sosialisasi kegiatan Pemilu oleh KPU Kota Surabaya berpengaruh terhadap partisipasi politik masyarakat dalam Pemilu Gubernur Tahun 2013” diterima.Kata kunci : strategi sosialisasi, partisipasi politik.AbstractThis study aims to determine the impact of socialization of the elections by the Election Commission of Surabaya against society 's political participation in the election of Governors in 2013 . Study was a descriptive study with a quantitative approach . The study population were all citizens of the District Gayungan registered as voters remain in the governor election in 2013 . In this study, using a sample area and sample groups , the study sample was 100 people registered as voters . Research instruments such as questionnaires , observation , and interviews . The results of the analysis indicate that the description for the socialization of Surabaya City Election Commission on governor elections in 2013 , its implementation is going well. Political participation in society Gayungan Pilgub 2013 well categorized . Coefficient of correlation between two variables was calculated using the formula product momment , with results that are .239 in the low category . If dipresentasekan obtained a value of 23.9 % means that socialization Commission Surabaya affect political participation in society Gayungan governor election in 2013 of 23.9 % . T value ( 1.99 ) > t table ( 1.98 ) , so the hypothesis that reads : " socialization of Elections by the Election Commission of Surabaya has no effect on the political participation of the people in the governor election in 2013 " .Keywords : strategy socialization , political participation .
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PADA ORGANISASI FATAYAT NAHDLATUL ULAMA PIMPINAN ANAK CABANG TAROKAN KABUPATEN KEDIRI Dyah Maruti Handayani; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p402-420

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian yaitu mengungkapkan pandangan tentang pemberdayaan perempuan dan posisi perempuan, program-program dan pelaksanaan pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Fatayat NU PAC Tarokan melalui program-programnya. Teori yang digunakan adalah teori strukturasi Giddens. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Data dianalisis secara kualitatif data interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Fatayat NU PAC Tarokan dapat dilihat dari pandangan dan pelaksanaan program pemberdayaan perempuan. Penelitian ini dilihat dari tiga kategorisasi yaitu, pendidikan, daerah asal, dan status. Terdapat perbedaan pandangan mengenai pemberdayaan perempuan yang digolongkan menjadi dua yaitu (1) perempuan dapat mencegah dan mengatasi kasus kekerasan dalam rumah tangga dan (2) perempuan dapat meningkatkan kemandirian dalam keuangan. Terkait dengan pandangan posisi perempuan, semua subjek penelitian memandang bahwa perempuan tidak bisa disetarakan dengan laki-laki karena (1) perempuan mempunyai fisik yang lemah dan lebih emosional, (2) perempuan identik bekerja di dalam rumah. Berdasarkan pandangan tersebut menunjukkan bahwa para pengurus dan anggota sebagai agen masih berpandangan patriarkhi. Hasil penelitian menunjukkan program pemberdayaan yang telah dilaksanakan Fatayat NU PAC Tarokan mencakup tiga bidang yaitu (1) bidang pengkaderan, meliputi pelatihan kemandirian dan kepemimpinan, (2) bidang kesehatan, meliputi workshop tentang kesehatan reproduksi perempuan dan pencegahan HIV/AIDS, dan (3) bidang dakwah, meliputi pengajian dan diskusi seperti cara mengatasi kekerasan dalam rumah tangga. Dalam pelaksanaan pemberdayaan perempuan, para agen Fatayat NU Tarokan belum mempunyai pola pikir kritis dan kemampuan untuk memutuskan sehingga belum menuju transformasi pemberdayaan yang sesuai dengan nilai egalitarian. Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Fatayat NU. Abstract The purpose of this research to explore the views on women's empowerment and the position of women, the programs and the implementation of women's empowerment by the Fatayat NU Tarokan. The theory used the structuration theory of Giddens. The method used qualitative exploratory descriptive research. Data collection techniques used observation and in-depth interviews. Data were analyzed using qualitative data analysis technique of Miles and Huberman. The results of research showed that women's empowerment is done by Fatayat NU Tarokan can be seen from the view and the implementation of women's empowerment programs. This research is viewed from three categorizations, education, region of origin, and status. There are differing views about the empowerment of women classified into two:(1) women can prevent and resolve cases of domestic violence and (2) women can increase financial independence. Associated with the view of the position of women, all of subjects view that women can not be equated with men because (1) women have weak physical and emotional, (2) identical women working in the home. Based on this view suggests that the officers and members as agents still hold patriarchy culture. The results of the research indicate that empowerment programs have been implemented Fatayat NU Tarokan there are three areas:(1) field includes training independence and leadership, (2) the health field, include workshops on women's reproductive health and HIV/AIDS prevention, and (3) the dakwah field, includes lectures and discussions such as how to cope with domestic violence. The implementation of women's empowerment by some agent of Fatayat NU Tarokan have’t critical mindset and able to decide so they didn’t empowerment transformation that as egalitarian values. Keywords: Women Empowerment, Fatayat NU.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue