cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PERBANDINGAN TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA TERHADAP TATA TERTIB SEKOLAH DI SMPN 1 PURI DENGAN SMP ISLAM BRAWIJAYA MOJOKERTO Ratih Priatin Dwi Jayanti; Suharningsih Suharningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p421-435

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengungkap bagaimana implementasi tata tertib dan kedisiplinan siswa terhadap tata tertib di SMPN 1 Puri dan SMP Islam Brawijaya Mojokerto. Dengan tujuan untuk mengetahui implementasi tata tertib dan guna mengetahui perbedaan kedisiplinan siswa di SMPN 1 Puri dan SMP Islam Brawijaya. Teori yang dikemukakan Watson ini disebut dengan teori rangsang balas (stimulus- response theory) yang mementingkan hungan rangsangan dan tingkah laku. Metode yang digunakan dalam penelitian dengan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif menggambarkan implementasi tata tertib dan study komparasi menggambarkan perbedaan kedisiplinan siswa. Lokasi penelitian berada di 2 sekolah yang berbeda yakni SMP Negeri 1 Puri dan SMP Islam Brawijaya Mojokerto. Sampel penelitian 64 siswa kelas VIII di kedua sekolah. Teknik pengumpulan data berupa angket dan pengamatan. Berdasarkan hasil temuan di lapangan bahwa kedua sekolah telah menerapkan tata tertib dengan baik dan sebagian besar siswa telah mentaati peraturan tata tertib. Pada SMPN 1 Puri penerapannya lebih condong menggunakan nilai-nilai universal, sedangkan di SMP Islam Brawijaya menerapkan nilai-nilai agama. Perbedaan kedisiplinan siswa dari hasil penelitian tidak terdapat perbedaan kedisiplinan siswa dikedua sekolah dengan nilai thitung 1,872 sedangkan nilai ttabel adalah 1,657. Dengan α=0,05 Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kedisiplinan siswa terhadap tata tertib di SMPN 1 Puri dan SMP Islam Brawijaya atau Ho diterima dan Ha ditolak.Yang artinya antara sekolah negeri dan sekolah swasta tidak memiliki perbedaan. Kata Kunci: Disiplin, Tata Tertib, Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta Abstract This research wanted to uncover that how is the implementation of order and student disciplining to discipline in SMP 1 and SMP Islam Brawijaya Puri Mojokerto. With purpose to know the implementation of the order and the difference of disciplining student in SMP 1 and SMP Islam Brawijaya Puri. The research used the theory of Watson excitatory reply (stimulus-response theory) that emphasizes hungan stimuli and behavior. The research used descriptive quantitative research approaches to describe the implementation of the rules and illustrates the comparative study of student discipline differences. Location of the study are in 2 different schools namely SMP Negeri 1 Puri and SMP Islam Brawijaya Mojokerto. The research has 64 students sample at class VIII between both of schools. Data collection techniques such as questionnaires and observations. Based of the findings on the ground that the two schools have implemented the rules well and most of the students had complied with the disciplinary rules. At Puri application SMPN1 more inclined to use universal values, whereas in SMP Islam Brawijaya used religious values. Differences discipline of students of the results of the study, there was no difference in both school discipline students with a value of 1.872, while the value of t is 1.657 ttabel. With α = 0.05 It can be concluded that there is no difference of the student discipline rules in SMP 1 Puri and SMP Islam Brawijaya or Ho is accepted and Ha is rejected. That means between public schools and private schools don’t have differences. Keyword: Discipline, Discipline, School of Public and Private Schools
PERAN KELUARGA DALAM MENGEMBANGKAN PERILAKU ETIS PADA PERGAULAN REMAJA DI WILAYAH KLAKAHREJO KELURAHAN KLAKAHREJO KECAMATAN Ayu Chitra Dewi; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p436-453

Abstract

Abstrak Peran keluarga sangat penting dalam hal mengembangkan, mengarahkan, membimbing, serta mendidik anak remajanya menjadi lebih baik. Peran keluarga akan berjalan dengan baik, jika lingkungan disekitarnya juga baik. Namun berbeda halnya di wilayah Klakahrejo Surabaya, dimana wilayah Klakahrejo ini berdekatan dengan kompleks lokalisasi Moroseneng. Wilayah yang buruk maka peran yang dijalankan keluargapun akan semakin berat dengan tanggung jawab yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam mengembangkan perilaku etis pada pergaulan anak remajanya.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Peran keluarga dalam mengembangkan perilaku etis pada pergaulan anak remajanya, dibagi kedalam empat aktivitas, yaitu membina perilaku anak; keteladanan diri; pemenuhan kebutuhan hidup; dan orang tua sebagai pengontrol pergaulan anak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata sebesar 51,6% dan hal ini termasuk dalam kategori peran Cukup Tinggi perihal peran keluarga. Sedangkan perilaku etis yang coba dikembangkan yakni perilaku etis di lingkungan rumah dan perilaku etis di lingkungan masyarakat. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan rata-rata sebesar 50,22% dan hal ini masuk dalam kategori Cukup Tinggi perilaku etis anak remajanya. Sedangkan dalam hal pelaksanaan peran di kategoriakan dalam hal pekerjaan orang tua dan tingkat pendidikan orang tua. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan peran keluarga berada dalam kategori Tinggi perannya. Kata kunci: Peran Keluarga, Perilaku Etis, Abstract The role of the family is very important in terns of developing, directing, guiding, and educating thei teenagers become better. The role of the family will go well, if the surrounding environment is also good. However unlike the case in Surabaya Klakahrejo region, which is adjacent to the region Klakahrejo Mororseneng complex localization. Regional bad then run family role will be heavier with great responsibility. This study aimed to describe the role of the family in developing etchical behavior in socially teenagers. This study used a descriptive quantative approach, the data collection techniques such as questionnaires and analysed using descriptive analysis techniques. The role of the family in developing a socially ethical behavior in their teenagers, divided into four activities, which foster the child’s behavior; exemplary self; subsistence; and parent child relation ship as acontroller. The results showed an average of 51,6% and it is included in the category Higt Enough about the role of family roles. While trying to develop ethical behavior that is ethical behavior un the home environment and ethical conduct in society. The result of field studies showed an average of 50,22% and it is the category Higt Enough ethical conduct their teenagers. While in terms implementation in category role in parental employment and parental education level. The result of research in the field shows that the implementation of the role of the family are in the category of High roles. Key words: Role of Family, Ethical Conduct.
HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS XI Ahmad Bahril Faidy; I Made Arsana
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p454-468

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian reward dan punishment dengan motivasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ambunten. Penelitian ini didasarkan pada teori operant conditioning Skinner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Ambunten dengan jumlah sampel sebanyak 42 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis rumus korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian reward dan punishment dengan motivasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa sebesar 0,601 yang berarti memiliki hubungan yang kuat dan arah hubungan adalah positif karena nilai r positif, berarti semakin sering guru memberikan reward dan punishment semakin tinggi motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kata kunci: Reward dan Punishment, Motivasi Belajar Abstract This research aims to determine the relationship between the provision of reward and punishment with learning motivation of Civic Education in students in class XI of Ambunten State High School 1. The research was based on Skinner's operant conditioning theory. This research uses a quantitative approach with a correlation method performed in Ambunten State High School 1 with a total sample of 42 students. Data collection techniques used were questionnaires and interviews. Analysis using formula product moment correlation analysis. The results of this research indicate that there is a correlation between reward and punishment with the Civic Education learning motivation of 0.601 which means that students have a strong relationship and the direction of the relationship is positive because the value of r is positive, it means that the more often teachers give rewards and punishment, the higher the students' motivation Citizenship education in the subject. Keywords: Reward and Punishment, Learning Motivation
MODEL PEMBINAAN DISIPLIN SANTRI (STUDI KASUS PONDOK PESANTREN DARUL FIQHI KABUPATEN LAMONGAN) Choirul Anam; Suharningsih Suharningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p469-483

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan model pembinaan disiplin, hambatan dan upaya pesantren dalam pembinaan disiplin santri di pondok pesantren Darul fiqhi Lamongan. meggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa model pembinaan disiplin santri di pondok pesantren Darul fiqhi Lamongan dilakukan dengan cara: keteladanan, komunikasi, pelatihan, nasihat/teguran dan pemberian penghargaan (reward) dan hukuman (punishment). Hambatan yang dialami yaitu: kurangnya kesadaran pada diri santri, pengaruh lingkungan tempat tinggal dan pergaulan., kurangnya pengawasan dan pembiasaan disiplin dari orang tua, minimnya pengetahuan siswa terhadap tata tertib, kurangnya hubungan interpersonal antara konselor serta pengurus pondok dengan santri. Upaya dalam mengatasi hambatan yaitu: memberikan pemahaman ilmu agama dengan mempelajari hadist-hadist, meningkatkan pemahaman santri tentang pentingnya mematuhi peraturan, meningkatkan pendekatan/hubungan interpersonal antara konselor dengan santri terutama santri yang bermasalah terhadap tata tertib. Kata kunci: Disiplin, Santri, Pondok Pesantren Abstract The goal of this research is describe the formation of coaching models discipline , barriers and efforts in the development of the discipline of boarding school students in boarding schools Darul Fiqhi Lamongan. Data from this research obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis uses reduction of data, present of data and conclude of data. The results of the study addressed the coaching model of discipline that boarding school students in Darul Fiqhi Lamongan done by: exemplary, communication, training, advice/warning and rewards and punishment. Experienced barriers are: lack of self-awareness in students, the influence of neighborhood and socially., Lack of supervision and discipline habituation of parents, lack of knowledge of students to the discipline, lack of interpersonal relationship between the counselor and caretaker cottage with students. Efforts to overcome the obstacles which are: to provide an understanding of religious knowledge by studying hadith, enhancing students understanding of the importance of complying with regulations, improve the approach/interpersonal relationship between a counselor with troubled students, especially students of the discipline. Keywords: discipline, Students, Boarding Schools
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENANGANI PELANGGARAN TATA TERTIB DI SMP DOROWATI MANUKAN SURABAYA Mohammad Honif Candra Irawan; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p484-498

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi sekolah dalam menangani pelanggaran tata tertib di SMP Dorowati dan kendala apa saja yang ada dalam mengimplementasikan tata tertib dan solusi dalam menangani kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yang digunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel sebesar 30 guru yang mengajar di sekolah SMP Dorowati. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara dan documentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah persentase. Berdasarkan hasil penelitian Strategi sekolah dalam menangani pelanggaran tata tertib di SMP Dorowati melalui, 1) Sosialisasi tata tertib sekolah dimana setiap guru mengenalkan tata tertib kepada siswa baik yang berada didalam kelas maupun dilingkungan sekolah. 2) Pelaksanaan tata tertib sekolah dilaksanakan di dalam kelas dan di luar kelas. 3) Pemberian Sanksi merupakan control guru terhadap siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib. 4) Kerjasama guru dan orang tua dimana kerjasama sangat diperlukan untuk mengontrol siswa. 5) Evaluasi tata tertib sekolah yang dilakukan untuk mengetahui jalannya tata tertib di sekolah dan ditambah lagi dengan program sekolah yang bebasis perilaku pengamatan siswa yaitu PBB (pendidikan budi pekerti). Kendala dan solusi yang ada di SMP Dorowati sangat minim dan jarang terjadi karena dalam pelaksanaan tata tertib dalam kelas, setiap guru melakukan pengamatan perilaku siswa sebagai control dalam meminimalisir kendala agar jumlah siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah berkurang atau semakin sedikit. Kata Kunci : Stategi Sekolah ,Tata Tertib Sekolah. Abstract This study aims to determine the strategy in dealing with violations of school rules at SMP Dorowati and any constraints that exist in the implementation of rules and solutions in addressing these constraints. This study uses the research approach used descriptive quantitative research methods. This study used a sample of 30 teachers who taught in high school SMP Dorowati. Data was collected through questionnaires, interviews and Documentation. The data analysis technique used in this study was the percentage. Based on the results of the research strategy in dealing with violations of school rules in SMP Dorowati through, 1) socialization of school discipline in which every teacher to introduce the discipline to students who are either in the classroom or school environment. 2) Implementation of school rules implemented in the classroom and outside the classroom. 3) Provision of a control teacher sanctions against students who violate the rules. 4) Cooperation of teachers and parents where cooperation is needed to control the students. 5) Evaluation of school discipline is conducted to determine the course of the discipline in the school and school programs coupled with the observation of student behavior that is adaptable by the United Nations (character education). Constraints and solutions existing SMP Dorowati very minimal and rarely occurs because the execution order in the classroom, every teacher to observe student behavior as a control in order to minimize the constraints of the number of students who violate school rules or even slightly reduced . Keywords : Schools strategy, the School Rules.
KONSTRUKSI MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PPKN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TENTANG PNDIDIKAN MULTIKULTUR Heni Merina; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p515-532

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi mahasiswa prodi S1 PPKn tentang pendidikan multikultur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Informan penelitian ini adalah mahasiswa prodi S1 PPKn angkatan 2011 semester 6 (enam) dan angkatan 2010 semester 8 (delapan) yang sudah menempuh mata kuliah pendidikan multikultur. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan wawancara mendalam. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh data mahasiswa PPKn memahami pendidikan multikultur sebagai pendidikan yang mengajarkan tentang berbagai macam perbedaan serta bertujuan menanamkan sikap toleransi yang tinggi terhadap keberagaman. Mahasiswa PPkn meyakini bahwa pendidikan multikultur sangat penting dan sesuai diajarkan di prodi PPKn. Praktik kehidupan multikultural mahasiswa diwujudkan dengan sikap saling menghargai dan menghormati antar sesama mahasiswa. Adanya berbagai perbedaan dan kemajemukan tidak menjadikan alasan bagi mereka untuk saling membeda-bedakan dan menjatuhkan satu dengan lain. Hasil penelitian yang telah dianaalisis menyimpulan bahwa, konstruksi mahasiswa program studi S1 PPKn tentang Pendidikan Multikultur masih belum utuh, terbukti dengan ketidakmampuan mahasiswa PPKn dalam menjelaskan makna Pendidikan Multikultur. Kata Kunci: Konstruksi, Mahasiswa, Pendidikan Multikultural Abstract This research aim to to know student construction of prodi S1 PPKN about education of multikultur. This research use approach qualitative with desain research of fenomenologi. Research informan is student of study program S1 PPKn (Civic Education) generation 2011 semester 6 and generation 2010 semester 8 which have gone through eye of multicultural education. Technique data collecting use observation, and circumstantial interview. Data analysis in research use data discount, presentation of data, and withdrawal of conclusion. Result of obtained by research is students data of PPKn (Civic Education) comprehend education of multikultur as education teaching about is assorted of difference and also aim to inculcate high tolerance attitude to diversity. Students of PPKn (Civic Education) believe that multicultural education is very important and appropriate study program thaugt in Civic Education. The existence of various differences and plurality do not make an excuse for them to discriminate each other and dropping each other. The research that has been analyzed, it can be concluded that the constuction of undergraduate students of PPKn (Civic Education) abaout Muticultural Education as incomplete, as evidenced by the inability of students of PPKn (Civic Education) in explaining the meaning of Multicultural Education. Keyword: Construction, Student, Multicultural Education
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MELALUI PENGEMBANGAN METODE SOSIODRAMA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn SISWA KELAS VIII SMPN 2 PARANG Mas'adah Anjar Rohmah; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p533-547

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Parang, kecamatan Parang, kabupaten Magetan dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan metode sosiodrama yang digunakan oleh guru dan pertanyaan tentang seberapa tinggi tingkat efektivitas pembelajaran melalui pengembangan metode sosiodrama dalam meningkatkan prestasi belajar PKn siswa di kelas VIII SMPN 2 Parang, kecamatan Parang, kabupaten Magetan. Berdasarkan tujuan dilakukan penelitian ini, digunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian True Experimental Design (Eksperimen yang betul-betul) dengan bentuk Pretest-Posttest Control Group Design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes yang digunakan untuk memperoleh data tentang efektivitas metode sosiodrama sebelum dan sesudah diberikan intervensi, metode observasi dan wawancara untuk memperdalam hasil analisis data, dan metode dokumentasi untuk mengungkap data yang terdokumentasi. Responden dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMPN 2 Parang, yang diambil dengan menggunakan sistem purposive sampling yang diambil berdasarkan nilai pretest yang diberikan, kemudian diperoleh kelas eksperimen 22 anak dan kelas kontrol 22 anak. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perhitungan statistik uji-t rumus polled varian. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mengenai motivasi belajar PKn siswa dengan menggunakan metode sosiodrama terjadi peningkatan motivasinya, selain itu analisis yang diperoleh dari uji statistik dengan menggunakan taraf kesalahan 5%, yang kemudian menghasilkan perbedaan Lh lebih kecil -2,379 dan -17,712 dari Lt. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode sosiodrama secara signifikan meningkatkan prestasi belajar PKn siswa kelas VIII SMPN 2 Parang, kecamatan Parang, kabupaten Magetan. Kata kunci: Efektivitas, Metode Sosiodrama, Prestasi Belajar ABSTRACT The purpose of this study was to know about student motivation of PKn learning at SMPN 2 Parang , Parang districts , Magetan counties, in this learning by using the method by the teacher sociodramas and questions about the effectiveness of learning through the development of methods to improve learning achievement sociodramas PPKn eighth grade students at SMP 2 Parang , Parang districts , countries Magetan . Based on the purpose of this research , used a quantitative approach , the research design True Experimental Design (real Eksperimen) by Pretest-Posttest Control Group Design. Methods of data collection in this study is a test method used to obtain data on the effectiveness of the method sociodramas before and after the intervention , methods of observation and interviews to deepen the analysis of data , and the data reveal documentation for methods documented . Respondents in this study are class VIII SMPN 2 Parang , taken using purposive sampling system are taken based on pretest value given , then obtained the experimental class are 22 children and control class 22 children . The data obtained were analyzed using t-test statistical calculation formula polled variants . Based on observations and interviews regarding students' motivation to learn PKn sociodramas using an increase in motivation , other than that obtained from the analysis of statistical tests by using error level of 5 % , which resulted in a smaller difference Lh -17.712 -2.379 and from Lt . These results demonstrate the effectiveness of learning through the development of methods to improve learning achievement sociodramas PKn VIIIstudents at SMPN 2 Parang , Parang districts , Magetan counties . Keywords : Effectiveness , sociodramas Method , Learning Achievement
PEMAHAMAN GURU MATA PELAJARAN PPKN TENTANG MATERI KONSTITUSI NRI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA SURABAYA Sa'adatul Lailiya; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p548-563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemahaman yang dimiliki guru mata pelajaran PPKn tentang materi Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia di Sekolah Menengah Pertama wilayah Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran, yaitu dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tipe metode campuran yang digunakan ialah tipe Explanatory Mixed Methods Designs. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa pemahaman guru PPKn SMP terhadap materi Konstitusi cukup baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari hasil perolehan uji pemahaman guru bahwa, berdasarkan hasil perhitungan didapatkan rata-rata secara keseluruhan sebesar 63,5% dengan nilai minimal 22,5% dan nilai maksimal 87,5%. Terdapat 15 orang guru yang mendapatkan hasil perolehan skor prosentase di atas rata-rata (63,5%), serta juga terdapat 15 orang guru yang mendapatkan hasil perolehan skor prosentase di bawah rata-rata. Sedangkan hasil penelitian kualitatif menunjukkan ada 3 hal yang berkaitan dalam pemahaman guru PPKn yaitu, strategi belajar guru, sumber belajar guru, serta faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman guru. Strategi belajar guru berkaitan dengan cara belajar guru dalam mengembangkan kemampuan memahami suatu materi. Sumber belajar guru berkaitan dengan sumber pengetahuan yang didapatkan oleh guru. Serta faktor-faktor yang mempengaruhi berkaitan dengan hal-hal yang melatarbelakangi munculnya suatu pemahaman dalam diri seorang guru. Faktor-faktor ini terbagi menjadi dua bagian, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berkaitan dengan usia, ketertarikan, kemampuan kognitif, hambatan mental, serta aspek profesional. Sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan lingkungan termasuk pula kurikulum di dalamnya. Kata Kunci : kompetensi profesional, pemahaman guru, konstitusi. Abstract This study was conducted to unravel the understanding Civic Education teachers about the material Constitution of the Republic of Indonesia in Junior High School area of Surabaya. The method used in this study is a mixed methods, namely by combining quantitative and qualitative approaches. Type of method used is a mixture of types Explanatory Mixed Methods Designs. Data collection techniques used were a test and in-depth interviews. The results of quantitative research shows that Civic Education teachers' understanding of the material Constitution in junior high school was pretty well. It can be shown from the results of the acquisition test teachers' understanding that, based on the results of the calculation, the overall average of 63,5% with a minimum value of 22,5% and a maximum value of 87,5%. There are 15 teachers who get a percentage of the proceeds scores above average (63,5%), and 15 teacher who get a percentage of the proceeds scores below average. While the results of qualitative research indicates there are three issues related to understanding that civic education teacher, the teacher learning strategy, the teacher learning resource's, as well as factors that affect teachers' understanding level. Learning strategies related to teacher learning teachers in developing the ability to understand the material. The teacher learning resource's with regard to the source of the knowledge gained by the a teacher. And the factors that influence relating to matters underlying the emergence of understanding of a teacher. These factors are divided into two parts, namely the internal factors and external factors. Internal factors related to age, interests, cognitive abilities, mental barriers, as well as the professional aspect. While external factors related to the environment including the curriculum in it. Keywords : professional competence, understanding teachers, constitution.
UPAYA POLISI LALU LINTAS DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BERLALU LINTAS PENGENDARA BERMOTOR (STUDI DESKRIPTIF TERHADAP PROGRAM KANALISASI LAJUR KIRI PADA SATLANTAS POLRESTABES SURABAYA) Yunita Permana Sarry; Hananto Widodo
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p564-578

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program Kanalisasi Lajur Kiri sebagai upaya polisi lalu lintas dapat meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas pengendara bermotor dan kendala-kendala yang dihadapi program Kanalisai Lajur Kiri yang dihadapi polisi lalu lintas sebagai upaya dalam meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas pengendara bermotor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan pelanggaran lalu lintas. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengendara bermotor khususnya roda dua secara keseluruhan sudah mulai disiplin berlalu lintas. Program Kanalisasi lajur kiri merupakan salah satu cara alternatif dalam meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas pengendara bermotor khususnya pengendara roda dua. Tetapi dalam pelaksanaannya masih ada kendala-kendala yang dihadapi oleh Satlantas Polresatabes Surabaya. Antara lain, berasal dari kualitas individu (perilaku berkendara masyarakat) penataan jalan dan rambu lalu lintas yang kurang memadai. Kata Kunci: Upaya Satlantas Polrestabes Surabaya, Kanalisasi lajur kiri, Disiplin berlalu lintas Abstract This research aims to know left lane canalization as the effort of traffic police to improve The Riders’ Traffic Discipline and the constraint faced by the traffic police to realize this program. It is decriptive qualitative study. The data were obtained through interviews, observation and documentation. To analyze the data, the researcher uses data reduction, data display, and conclusion. The result of the study shows there is traffic violation decline. It proves the motorists especially two-wheeler as a whole, have begun to be disciplined in traffic. Left lane canalization program is one of the alternatives to improve The Riders’ Traffic Discipline especially two-wheeler. However, practically there are still constraints faced by Satlantas Polresatabes Surabaya which come from the individual quality (people’s driving behavior), arrangement of the roads and the traffic signs which are inadequate. Keywords: efforts of Satlantas Polrestabes Surabaya, left lane canalization, traffic discipline
STRATEGI DPD PARTAI GOLKAR PROVINSI JAWA TIMUR DALAM PEMENANGAN PEMILU PRESIDEN TAHUN 2014 Aziz Aprianto; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p579-593

Abstract

Abstrak Partai Golkar memiliki cara tersendiri yang tujuannya untuk memenangkan pemilu presiden tahun 2014 sebagai sebuah strategi dalam pemenangan pemilu presiden tahun 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur yang beralamatkan di Jl. Ahmad Yani No. 311 Desa Menanggal Kecamatan Gayungan. Teknik yang digunakan untuk menentukan informan yaitu Teknik Purposive Sampling. Data penelitian diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui beberapa proses yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan dalam pemenangan pemilu adalah melalui program kegiatan yang meliputi kegiatan meliputi : a. Program kerja bidang pemenangan, b. Program kerja bidang organisasi, c. Program kerja bidang informasi dan komunikasi, d. Program kerja bidang pendidikan, pelatihan dan cendikiawan, e. Program kerja bidang pemberdayaan perempuan. Program kerja kegiatan dilakukan dengan maksud menarik simpati masyarakat. Hambatan dalam menjalankan strategi ini antara lain, adanya lokasi waktu yang terbatas bagi capres untuk melaksanakan kegiatan dan rentan luas wilayah Indonesia. Solusi yang ditempuh untuk mengatasi hambatan adalah mengatur secara proposional kehadiran rekan pengurus DPD Partai Provinsi Jatim, memperbanyak iklan. Kata Kunci : Strategi, Pemilu Abstract Golkar Party has own way the goal to win the 2014 presidential election as a winning strategy in the 2014 presidential election. This study used a qualitative approach with descriptive methods . Location of the study in the Office DPD Golkar East Java Province is addressed at Jl \. Ahmad Yani No. . 311 Village Menanggal District of Gayungan. The technique used to determine the informant that purposive sampling technique. Data were obtained through unstructured interviews, observation and documentation. Data analysis are techniques through some process that consists of data collection, data reduction, data display, and conclusion. The results of this study indicate that the strategy used in winning the election is through a program of activities that includes activities include: a. Winning field work program, b. Field work program organization, c. The work program of information and communications field, d. The work program in education,training and intellectuals, e. The work program of women empowerment. The work program of activities carried out with the intention to attract public sympathy. Barriers in implementing this strategy, among others, the existence of locations for a limited time candidate to carry out the activities and vulnerable area of ​​Indonesia. The solution adopted to overcome these barriers is set proportional presence of fellow DPD Party officials in East Java province, reproduce advertising. Keywords: Strategy, Election

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue