cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN MEMILIH “PASAR MALING” SURABAYA Wahyu Tri Wiyoso; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p594-690

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan konsumen lebih memilih Pasar Maling Surabaya sebagai tempat pemenuhan kebutuhan mereka, serta untuk mengetahui pendapat konsumen terhadap kualitas barang-barang yang ada di Pasar Maling. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan teori perilaku konsumen serta menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penyajian data dalam penelitian ini dengan menggunakan angka dan presentase, kemudian dideskripsikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pasar Maling menjadi pilihan konsumen sebagai tempat pemenuhan kebutuhan mereka. Konsumen memilih Pasar Maling sangat dipengaruhi oleh faktor harga barang yang dijual. Simpulan dari penelitian dapat diketahui bahwa konsumen yang memilih Pasar Maling dipengaruhi oleh faktor harga sebesar 93%, faktor kualitas sebesar 75.3%, faktor promosi mempengaruhi konsumen dari lingkungan keluarga sebesar 16%, dari teman sebesar 62% dan mengetahui sendiri sebesar 22%, faktor pelayanan mempengaruhi konsumen sebesar 52%. Konsumen yang datang ke Pasar Maling berstatus masyarakat yang memiliki pendidikan rendah sampai masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi. Pendapat konsumen mengenai barang yang diperjual belikan di Pasar Maling memiliki penilaian barang yang memiliki kualitas yang baik. Kata Kunci: Perilaku Konsumen, Faktor, Pengaruh, Pasar Maling. Abstract Research aims to understand the reason of consumers prefer Pasar Maling Surabaya as the fulfillment of their needs, as well as to determine consumers opinions on the quality of goods avail able in yhe Pasar Maling. The analysis is done by using the theory of consumer behavior and descriptive research methods with quantitative approach. Presentation of the data in this study by using numbers and percentages, then described. The results of this study indicated that the market is becoming buglar consumer choice as a place to fulfill their needs. Consumers choose Pasar Maling is strongly influenced the factor price of goods sold. The conclution of this research is that consumers who choose Pasar Maling prices are influenced by factor of 93%, the quality factor of 75.3%, of factor influencing consumer promotions of family environment by 16%, from a friend 62% and knowing yourself 22%, factor affecting consumer services by 52%. Consumers who come to the public market status burglar with low education to people who have a higher education. Opinions consumers on goods that are threaded in the market valuations of goods thievest have had a good quality. Keywords: Consumers Behavior, factors, influence, Pasar Maling.
ORIENTASI POLITIK SANTRI SEBAGAI PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN GUBERNUR JAWA TIMUR TAHUN 2013 (STUDI PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUN NASYI’IN DESA BERATKULON KECAMATAN KEMLAGI KABUPATEN MOJOKERTO) Ana Shofiya; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p611-624

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk memaparkan orientasi politik dan faktor-faktor yang mempengaruhi orientasi politik santri di pondok pesantren Roudlotun Nasyi’in sebagai pemilih pemula dalam pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus kolektif. Studi kasus kolektif yaitu studi kasus yang menggunakan banyak kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data interaktif Huberman dan Miles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri di pondok pesantren Roudlotun Nasyi’in memiliki orientasi politik yang ditunjukkan dengan berpartisipasi sebagai pemilih pemula dalam pemilihan gubernur Jawa Timur tahun 2013. Orientasi politik yang dimiliki oleh santri ini terdiri dari orientasi kognitif, afektif dan evaluatif. Orientasi politik ini bertujuan untuk mengarahkan partisipasi politik santri, karena sebagai pemilih pemula tentu pengalaman yang dimiliki terkait proses atau kegiatan politik masih rendah. Orientasi politik santri sebagai pemilih pemula ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor demografis, identitas partai dan citra kandidat. Kata Kunci : Orientasi Politik, Santri, Pemilih Pemula, Kesadaran Politik, Perilaku Memilih Abstract This research is aims to explain the politic orientatation and factors that cause the politic orientation of religious student in Roudlotun Nasyi’in cottage as young voters at East Java guvernor election 2013. This research use a qualitative approuch with the design of collective case study. Collective case study is case study that use any cases. The engineering data of this research is observation and interview. Data is analyzing by data interactive analys of Huberman and Miles. The result of this research show that religious students in Roudlotun Nasyi’in cottage have politic orientation. The politic orientation showed by participation of religious student at East Java guvernor election 2013. The politic orientation of religious student such as cognitive, affective and evaluative orientation. Those politic orientation are aim to guide religious student’s participation because the politic experience is low. This politic orientation of religious student as young voters caused by many factors such as demografys, party identity and elite quality. Keywords: Politic Orientation, Religious Student, Young Voters, Politic Conscious, Politic Behaviour
STRATEGI BERTAHAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI LOKALISASI JARAK SURABAYA Risa Ayu Aktavia; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p640-654

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi pekerja seks komersial yang berusia tua untuk mempertahankan diri. Selain banyaknya bar atau café di area lokalisasi, sebagian besar pekerja seks komersial di lokalisasi Jarak berusia tua. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Subyek penelitian ini adalah pekerja seks komersial berusia lebih dari 35 tahun di lokalisasi Jarak Surabaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, observasi partisipan, wawancara, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis interaktif Huberman dan Miles, dengan tahapan: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor sebagai alasan perempuan menjadi seorang pekerja seks komersial, yaitu (1) faktor pendidikan, (2) faktor ekonomi, (3) faktor psikologis, dan (4) faktor budaya. Beberapa strategi dilakukan oleh pekerja seks komersial berusia tua untuk mempertahankan diri di area lokalisasi, yaitu: (1) aspek ekonomi: pemanfaatan aset modal sosial dengan menggunakan kredit informal, pemanfaatan kredit formal, dan menganekaragamkan pekerjaan. (2) aspek sosial: (a) Menjaga hubungan dengan konsumen dengan berdandan ayu, berpakaian seksi dan menonjolkan lekuk tubuh, pandai merayu, merawat organ vital dengan jamu, menurunkan tarif, serta memaksimalkan servis; (b) Menjaga hubungan dengan masyarakat dengan menghentikan semua kegiatan prostitusi ketika tiba waktu sholat, membayar iuran kampung, mengikuti arisan, serta mengikuti kegiatan yang diadakan kampung, saling membantu, serta saling menghormati. (3) Menggunakan jasa paranormal, seperti: memasang susuk aura dan menabur bunga di depan wisma. Kata Kunci: Strategi Bertahan, Pekerja Seks Komersial, Lokalisasi Jarak Abstract This research want to understand the strategy of old commercial sex workers to survive. This research is a qualitative research with phenomenology design. The subject of this research are commercial sex workers aged over 35 years in the Jarak’s localization Surabaya. The technique used to collect data in this research are observation, participant observation, interviews, in-depth interviews, and documentation. The analysis of the data in this reserach refers to the interactive model by Huberman and Miles, with stages: data reduction, data presentation, and data verification. The results showed several factors as reasons why women become a commercial sex worker, namely (1) educational factors, (2) economic factors, (3) psychological factors, and (4) cultural factors. Several strategies performed by older commercial sex workers to defend themselves in the localization area, namely: (1) the economic aspects: utilization of social capital assets with use the informal credit, utilization of formal credit, and diversifying the work. (2) the social aspects: (a) keep relationship to consumers with add the beauty of the body, sexy body, caring for the vital organs with herbs, lowering the cost of services, and give maximal service; (b) keep relationship to community with stop prostitution activities when pray time, pay the village’s donation, and following all the activities held by the community and comply with all applicable regulations. (c) using the services of psychics, like among which using the implant in the body and sowing the interest gained from psychic in the front house Keywords: survival strategies, commercial sex workers, localization in Jarak
MORALITAS ANAK YANG GEMAR BERMAIN GAME ONLINE DI KAWASAN KETINTANG SURABAYA Muhammad Nur Wahyudah; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p655-669

Abstract

Abstrak Moralitas dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan. Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah (1) Mengapa anak gemar bermain game online? (2) Bagaimana moralitas anak pengemar game online di Kawasan Ketintang Surabaya? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perkembangan moral dan teori belajar sosial. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di kawasan Ketintang Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini Anak gemar bermain game online karena animasi yang bagus, membangkitkan keingintahuan, memberikan tantangan, serta sebagai hiburan. Dari segi moralitas bermain game online banyak pengaruh negatifnya, anak mudah agresif, sensitif, sering berkata kasar, sering berbohong, boros, sering terlambat ke sekolah, sering tidak masuk sekolah. Kata Kunci: Moralitas, Anak dan game online Abstract Morality can be understood as a system of rules that governs the sense of good or bad deeds of humanity. A primary issue in this study were (1) Why do kids like to play online games? (2) How the child's morality online gaming like that Ketintang Region Surabaya? The theory used in this study is the theory of moral development and social learning theory. This type of research is descriptive qualitative. The location of this research is in the area of ​​ Ketintang Surabaya. Data collection techniques used observation, indepth interviews, and documentation. Analysis using content analysis. The results of this study Children love to play games online for good animation, arouse curiosity, provide challenges, as well as entertainment. In terms of morality play online games a lot of negative effects, easy kid aggressive, sensitive, often said harshly, often lying, wasteful, often late to school, often absent from school. Keywords: Morality, Child and games online
KONTRIBUSI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKN) DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU SISWA SMA NEGERI 19 SURABAYA Muhammad Syaifudin; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p670-684

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membentuk perilaku siswa SMAN 19 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variable, gejala atau keadaan serta penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraann terhadap pembentukan perilaku siswa di SMAN 19 Surabaya. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi PPKn dalam pembentukan perilaku gemar membaca, religius dan peduli sosial masih rendah yaitu dengan persentase antara 40,49% sampai dengan 46,47%. Sedangkan perilaku mandiri, peduli lingkungan, kreatif, rasa ingin tahu, jujur, cinta tanah air, menghargai prestasi, tanggung jawab, disiplinkerja keras, bersahabat/komunikatif sudah cukup yaitu dengan persentase antara 47,49% sampai dengan 63,63%. Perilaku toleransi, cinta damai, semangat kebangsaan, demokrasi dalam kategori tinggi yaitu dengan persentase antara 72,50% sampai dengan 79,35%. Kata kunci: Kontribusi, PPKn, Perilaku. Abstract This research have purpose to know contribution of Civics Education (PPKn) for making students’ behavior of SMAN 19 Surabaya. This research is used a quantitative research approach with descriptive research, the research that is used to describe "what is" about a variable, symptoms or circumstances and descriptive study was not intended to test the hypothesis. This research aims to determine the contribution of Civics Education lesson for making students’ behavior of SMAN 19 Surabaya. Conclusion of this research shows that the contribution of Civics Education to love in reading behavior, religious and care social, with the percentage between 40,49% to 46,47%. While independent behavior, care for the environment, creative, curiosity, honesty, patriotism, respect for achievement, responsibility, discipline, hard work, friends/communicative is enough that the percentage of between 47,49% to 63,63%. And behavior tolerance, love of peace, the spirit of nationalism, democracy is high category that the percentage of between 72,50% to 79,35%. Keywords: Contribution, Civics Education, Behavior.
PERANAN GURU TPQ AL-HIKMAH DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN SANTRI STUDI KASUS DI DUSUN KEDUNGGAGAK DESA MLIRIP KECAMATAN JETIS KABUPATEN MOJOKERTO Hayu Tristiani; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p685-700

Abstract

Abstrak Taman pendidikan Al-Qur’an yang biasa disingkat dengan TPQ atau TPA adalah salah satu pendidikan nonformal yang berperan penting dalam membentuk karakter pribadi yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang berahlak mulia mengingat TPQ khusus mengajarkan pendidikan agama dan keagamaan, dimana peranannya tidak dapat dipandang sebelah mata dalam dunia pendidikan. TPQ Al-Hikmah merupakan TPQ tertua yang ada di Desa. Mlirip kab. Mojokerto. TPQ Al-Hikmah berbeda dengan TPQ yang lainya, dimana pendidikan nonformal tersebut mempuyai visi untuk membentuk karakter anak yaitu mandiri. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka terdoronglah keinginan untuk meneliti upaya guru TPQ dalam membentuk kemandirian santri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran dan teori perkembangan moral. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Dusun Kedung Gagak, Desa Mlirip Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tehnik analisis data langkah-langkahnya adalah mengolah pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Guru TPQ AL-HIKMAH berperan sebagai pendidik, sumber ilmu agama, memberi tauladan yang baru pada santri. Implikasi dari peran guru TPQ AL-HIKMAH dalam membentuk kemandirian santri sikap dan perilaku yang ditunjukkan pada saat dirumah adalah, menemukan dirinya atau identitas dirinya, memiliki inisiatif, bertanggung jawab atas tindakannya, mencukupi kebutuhan dirinya, mampu membebaskan diri dari keterikatan yang tidak perlu, membuat pertimbangan-pertimbangan sendiri dalam bertindak, mampu mengambil keputusan sendiri dalam bentuk kemampuan memilih Kata Kunci: Peranan Guru TPQ, Kemandirian santri saat dirumah. ABSTRACT Al-Qur’an education park that usually is breviated with TPQ or TPQ is one of the non formal education that very important role to from a person character, who has spiritual power of religion, the nable character personality, to remain that TPQ specifically teaches religion and religious education, where its role can not be viewed in the education world. The theory that is used in this research is the theory of role and the theory of moral development. This disign research is descriptive qualitative. The location of this reseach Kedunggagak village. Mlirip Kecamatan. Jetis Kabupaten. Mojokerto. This TPQ is different of the TPQ other, where the one formal education hasprespective to formatting di Data collection techniques used observation, in-depth interviews, and documentation. data analysis technical are collection data, presentation data, reduction data, and conclusion. Teacher’s TPQ Al-Hikmah is to be a teacher, source of relogion, give modelling to religius student. Teacher’s TPQ AL-HIKMAH have arole important tochild independent character. Behind the problem, researcher want to research abaout the offornt of TPQ teacher to formatting child independent character. form attitudes and independence of students, find him or her identity, have the initiative, be responsible for his actions, sufficient for himself, able to free him from being bound that unnecessary, make their own judgments for the act, able to make their own decisions in form of the ability to choose. Keywords: Teacher’s Role, Independence Santri time at home
PENGARUH SISTEM SEKOLAH SEHARI PENUH (FULL DAY SCHOOL) TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA SMP JATI AGUNG SIDOARJO Lisnawaty Soapatty; Totok Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p717-733

Abstract

Abstrak Lembaga pendidikan sebagai lembaga yang dapat menciptakan generasi muda yang bisa maju dan berkembang dimana generasi muda dapat bertahan dalam kehidupan nyata melalui pendidikan. Banyak sekali usaha-usaha yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta dengan menerapkan sistem yang dirasa sesuai untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Salah satu diantaranya adalah sistem Full Day School. Full Day School sendiri terdiri dari 3 kata yaitu Full yang artinya penuh, Day yang artinya hari dan School yang berartinya sekolah. Jadi Full Day School adalah kegiatan sehari penuh di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui adakah pengaruh sistem Full Day School yang ada pada SMP Jati Agung Sidoarjo terhadap Prestasi akademik siswa SMP Jati Agung Sidoarjo, (2) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi sistem Full Day School terhadap prestasi akademik siswa SMP Jati Agung Sidoarjo.Data pada penelitian ini diperoleh dengan cara penyebaran Angket, Wawancara, Dokumentasi serta Observasi. Hasil data pada penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan metode Statistik Inferensial dengan memakai rumus Regresi Linier.Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa (1) sistem Full Day School berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik siswa SMP Jati Agung Sidoarjo (2) Full Day School akan mampu mempengaruhi prestasi akademik siswa jika sekolah menyesuaikan sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, kurikulum, kreatifitas guru maupun keadaan siswa. Kata Kunci: Full Day School, Prestasi Akademik Abstract Educational institutions is viewed as an institution that can create a younger generation that can thrive and flourish where young people can survive in real life through education. Lots of efforts undertaken by government agencies and private sector by implementing a system that is deemed appropiate to achieve quality education. On of them is the Full Day School system. Full Day School consists of 3 words are Full of meaning Full, which means the Day and the day School which meant the School. So, Full Day School is a full day of activities at school.This study aims to ( 1 ) determine the effect of the system is there a Full Day Junior High School, which is on the Great Teak Sidoarjo to junior high student academic achievement Teak Supreme Sidoarjo , ( 2 ) what factors affect the system Full Day School to the junior high school students' academic achievement Teak Court Sidoarjo.The data obtained in this study by distributing questionnaire , interviews , documentation and observation . The results of the data in this study will be analyzed using inferential statistics methods using linear regression formula .Research indicates that ( 1 ) Full Day School systems have a significant effect on student achievement Supreme Sidoarjo junior Teak ( 2 ) Full Day School will be able to influence the academic performance of students if the school adjust infrastructure tailored to the needs of students , curriculum , and teacher creativity state students . Keywords : Full Day School , Academic Achievement
PELAKSANAAN PENANAMAN KEDISIPLINAN DI SMP AL – ISLAM KRIAN MELALUI BUDAYA SEKOLAH Erick Sugiantoro; Suharningsih Suharningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p734-752

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan penanaman kedisiplinan di SMP AL-ISLAM Krian melalui budaya sekolah yang meliputi beberapa aspek yakni keteladanan, lingkungan berdisiplin, serta latihan berdisiplin. Tempat penelitian ini adalah SMP AL-ISLAM Krian Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dikarenakan populasi kurang dari 100. Adapun pengumpulan data pada penelitiann ini menggunakan teknik angket yang kemudian didukung dengan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan pelaksanaan penanaman kedisiplinan siswa di SMP AL-ISLAM Krian melalui budaya sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang ditinjau dari beberapa aspek, seperti penerapan strategi penanaman kedisiplinan yang dilakukan melalui keteladanan, lingkungan disiplin, serta latihan berdisiplin, memberikan penilaian yang sangat baik dan positif dalam penanaman kedisiplinan kepada siswa. Pada strategi penanaman kedisiplinan melalui keteladanan, indikator keteladanan disipin waktu mendapatkan skor yang paling tinggi. Sedangkan indikator keteladanan kepada siswa dalam mengikuti segala macam kegiatan dari sekolah mendapatkan skor yang paling rendah. Pada strategi penanaman kedisiplinan melalui lingkungan disiplin, pada indikator menjaga kebersihan lingkungan di sekolah mendapatkan skor yang paling tinggi. Sedangkan pada indikator pemberian nasehat kepada siswa yang tidak disiplin mendapatkan skor yang paling rendah. Pada strategi penanaman kedisiplinan melalui latihah berdisiplin, indikator yang mendapatkan penilaian paling tinggi adalah pemberian hukuman kepada siswa. Sedangkan indikator yang mendapatkan penilaian paling rendah adalah pemberian penghargaan terhadap siswa yang memiliki kedisiplinan yang baik. Kata Kunci: Kedisiplinan, SMP Al - Islam Abstract The purpose of this study is to describe how the implementation of discipline planting in SMP AL - ISLAM Krian through school culture covering several aspects of the exemplary , disciplined environment, as well as disciplined exercise . The research site is SMP AL - ISLAM Krian Sidoarjo. This study is a population because the population is less than 100 . Penelitiann The collection of data on the use of a questionnaire technique which is further supported by interviews . The data analysis technique used in this study was descriptive quantitative analysis techniques to describe the implementation of student discipline in junior high planting AL - ISLAM Krian through school culture. Based on the research results in terms of several aspects, such as the implementation of the strategy discipline planting is done by example, environmental disciplines , as well as disciplined practice , provide an excellent assessment and positive in the cultivation of discipline to students . At planting strategy discipline by example , indicators of exemplary disipin time to get the highest score . While the exemplary indicator to students in participating schools all sorts of activities to get the lowest score . At planting strategy discipline discipline through the environment , the indicators of environmental hygiene in schools get the highest score . While the indicator giving advice to students who are not disciplined to get the lowest score . At planting strategy latihah discipline through disciplined , indicators get the highest valuation is punishment to students . While the indicator is getting the lowest ratings of awards to students having good discipline. Keywords: Discipline, SMP Al - Islam
STRATEGI DAN GAMBARAN PEMBENTUKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI DI SMP NEGERI 1 BUNGAH GRESIK Fidya Isthifa; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p499-514

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dan gambaran pembentukan perilaku disiplin siswa melalui program pengembangan diri di SMP Negeri 1 Bungah Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bungah. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa strategi SMP Negeri 1 Bungah Gresik dalam pembentukan perilaku disiplin siswa dilakukan melalui buku pribadi siswa, pembiasaan, keteladanan, teguran preventif, reward and punishment. Kemudian gambaran perilaku disiplin siswa melalui program pengembangan diri dilakukan dengan bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakulikuler. Gambaran perilaku disiplin siswa melalui program pengembangan diri dengan bimbingan konseling dilihat dari siswa yang berada di tingkat kelas VII mendapat skor rata-rata 71,75 termasuk dalam kategori baik, kelas VIII mendapat skor rata-rata 74,39 termasuk dalam kategori baik, dan kelas IX mendapat skor rata-rata 85,37 termasuk dalam kategori sangat baik. Gambaran perilaku disiplin siswa melalui program pengembangan diri dengan kegiatan ekstrakulikuler dilihat dari siswa yang berada di tingkat kelas VII mendapat skor rata-rata 79,85 termasuk dalam kategori baik, kelas VIII mendapat skor rata-rata 86,22 termasuk dalam kategori sangat baik, dan kelas IX mendapat skor rata-rata 89,46 termasuk dalam kategori sangat baik. Kata Kunci : Pembentukan Perilaku Disiplin, Program Pengembangan Diri, Siswa Abstract The establishment dicipline behavior of student through self development program usually exist in school, because the establishment disciplined behavior of student can make act and behave in suitable with rules in the school and norms in the family although in the society. This research aims to describe the strategy and the description of establishment dicipline behavior student through self development program in SMP Negeri 1 Bungah Gresik. This research used a quantitative approach with descriptive type of research which implemented in SMP Negeri 1 Bungah Gresik. Based on research result, known that the strategy of SMP Negeri 1 Bungah Gresik in establishment discipline behavior of student implemented through personal student book, habituation, exemplary, monition, preventif, reward and punishment. Then the description establishment dicipline behavior of student through self development program implemented with counseling and extracurricular activities. The description establishment dicipline behavior of student through self development program with counseling views of student at class VII received average score is 71,75 included the good category, class VIII received average score is 74,39 included the good category and class IX received average score is 85,73 included the very good category. The description establishment dicipline behavior of student through self development program with extracurricular activities views of student at class VII received average score is 79,85 included the good category, class VIII received average score is 86,22 included the very good category and class IX received average score is 89,46 included the very good category. Keywords : Establishment Discipline Behavior, Self Development Program, Student
PROFIL KARAKTER SISWA SMA NEGERI 1 TARIK SIDOARJO Prisca Putri Sastrawati; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p625-639

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia dan posisi yang strategis dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Keberhasilan dunia pendidikan sebagai faktor penentu tercapainya tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam meningkatkan mutu pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, diperlukan pengembangan pendidikan karakter.Pendidikan karakter adalah upaya mengembangkan karakter yang mencangkup kebiasaan sehingga siswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan dewasa. pendidikan karakter sangat diperlukan guna menghasilkan generasi muda yang berintelektual, cemerlang serta berbudi pekerti luhur. Namun tidak sedikit dari anak-anak dan siswa yang melakukan tindakan yang menyimpang terutama di kalangan generasi muda.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasinya adalah guru SMA Negeri 1 Tarik dan siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Variabel dalam penelitian ini adalah profil karakter siswa dan upaya dalam membangun karakter siswa SMA Negeri 1 Tarik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter tanggung jawab, disiplin, jujur, gotong royong religius, dan peduli sosial telah dilaksanakan dengan “baik” oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarik. Terdapat beberapa upaya yang dilakukan sekolah dalam membangun karakter siswa yaitu dengan melalui ekstrakurikuler, penerapan tata tertib sekolah dengan cara memberikan pengarahan tata tertib kepada siswa pada masa orientasi peserta didik baru dan penerapan sanksi bagi pelanggar, dan Pembiasaan untuk menerapkan semboyan sekolah tentang senyum, sapa, salam, salim. Kata Kunci: Pendidikan karakter Abstract Education is one way to improve the quality of Indonesian human resources. The success of education was a many factor to achieve the objectives development in the field of education by increasing the intellectual life of the nation. In improving the quality of education In primary and secondary education requires the development of character education.Character education is an effort to develop a character that covers personal habits so that students become responsible and mature. Character education is needed to produce young people who have great intellectual , brilliant and noble character. It is necessary to prevent children and students who commit deviant acts, especially among the younger generation. This research was descriptive quantitative research. Selected population in this research was teachers and students of class XI. The technique of collecting data used questionnaire and interview. The variable in this study was the profile of student’s character and efforts in building character of students SMA Negeri 1 Tarik. The results showed that the formation of character responsibility,discipline, honesty, mutual cooperation religious, and social care have been implemented with “Good” by the students of class XI SMA Negeri 1 Tarik. There are some effort made by the school in which the students build character trough extracurricular, application of school discipline by providing guidance to student discipline during new student orientation and the application of sanctions for violators, and habituation to implement school motto (Smiles,greetings, regards, salim). Keywords: Character education

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue