cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PATROLI KEAMANAN SEKOLAH (PKS) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS VIII SMP KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA Laila Vika Safitri; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p701-718

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa kelas VIII SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ini adalah di SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Sampel yang diambil berjumlah 53 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler PKS berperan dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa. Bentuk-bentuk kegiatan ekstrakurikuler PKS yang paling berperan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa yaitu kegiatan praktek pengaturan lalu lintas di jalan raya dengan skor 250, senam pengaturan lalu lintas dengan skor 228 dan Praktek Baris-Berbaris (PBB) dengan skor 198. Peraturan dan tata tertib yang ditetapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler PKS mampu membentuk sikap disiplin waktu, disiplin berpakaian, disiplin belajar, disiplin latihan dan disiplin berlalulintas. Aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler PKS mampu membentuk kedisiplinan siswa untuk taat terhadap peraturan dan tata tertib sekolah. Hasil angket menunjukkan bahwa jumlah skor yang diberikan siswa tentang penilaian sikap disiplin siswa di sekolah menunjukkan rata-rata 90,54. Berdasarkan kriteria penilaian, rata-rata tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa di sekolah termasuk dalam kriteria sangat baik. Selain itu, kontribusi kegiatan ekstrakurikuler PKS dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah dapat dilihat melalui jumlah pelanggaran tata tertib yang dilakukan siswa dalam bentuk terlambat datang ke sekolah sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PKS. Keterlambatan siswa mengalami penurunan sebesar 163 daripada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler PKS memiliki kontribusi dalam meningkatkan kedisiplinan siswa untuk patuh terhadap tata tertib sekolah Kata Kunci: Ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah, dan Kedisiplinan Abstract The goal of the research was to analyze the role of extracurricular activities the School Safety Patrol (PKS) to form student discipline ineighth grade students of SMP Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. This research used quantitative approach with a descriptive quantitative research methods. The research in State Junior School Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. The samples are 53 students. The data are collected by observation, interviews, questionnaires and documentation. The data was then analyzed using quantitative descriptive percentage formula. The results of research shows that extracurricular activities PKS play a role in efforts to improve student discipline. The forms of extracurricular activities PKS that most scouts can shape the discipline of students is practice in traffic control on the highway with a score of 250, gymnastics traffic control with a score of 228 and Rule-Linear Bars (PBB) with a score of 198. Activities in extracurricular PKS are able to form student discipline to obedient the rules and regulations of the school. The rules fo regulations in the extracurricular activities of the PKS is able to discipline of time, discipline dressed, learning discipline, discipline and traffic discipline. The results of the questionnaire showed that number score given of students on assessment about discipline in the school shows average 90,54. Based on the assessment criteria, the average shows that the discipline of students is very good. In addition, the contribution of extracurricular activities PKS in improving student discipline in schools can be seen through a number of rules violations committed in the form of students coming late to school before and after participating in extracurricular activities PKS. The delay has decreased by 163 students than the previous year. This suggests that extracurricular activities PKS have contributed in improving student discipline obedient to the school rules. Keywords: Extracurricular School Safety Patrol, and Discipline
TINGKAT PEMAHAMAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 KOTA MOJOKERTO TENTANG EMPAT PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Agustin Dwilaraswati; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n2.p387-401

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Mojokerto tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksploratif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data penelitian ini diperoleh melalui angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus deskriptif kuantitatif dalam bentuk prosentase. Kemudian hasil prosentase akan dinarasikan atau digeneralisasikan berupa kalimat. Hasil penelitian ini, bahwa tingkat pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Mojokerto tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dilihar dari sepuluh indikator tergolong rendah yaitu sebesar 47,48% siswa yang paham namun masih ada 52,52% siswa yang tidak paham. Tingkat pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Mojokerto tergolong paling tinggi pada pilar Pancasila dan paling rendah pada pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Mojokerto tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara adalah faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa dan faktor eksternal yang berasal dari guru yang latar belakang pendidikan bukan dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kata kunci: Pemahaman, Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Abstract This research aims to determine the level of eighth grade students understanding of SMP Negeri 5 Mojokerto on four pillars of the nation life. This research uses exploratory research with quantitative descriptive approach. The research data obtained through questionnaires, interviews and documentation. The analysis using quantitative descriptive formula in the form of a percentage. Then the results will be narrated or generated from percentage to sentences. The result of this study, that the level of eighth grade students understanding of SMP Negeri 5 kota Mojokerto on the four pillars of the nation life and the state views of ten indicators is relatively low 47,48% of students who are aware but there are still 52,52% of students who don’t understand. The level of understanding of eighth grade students of SMP negeri 5 kota mojokerto ranks highest is pillars of Pancasila and the lower is pillars of the nation republic Indonesia. The factors affecting level of eighth grade students understanding of SMP negeri 5 kota mojokerto on four pillars of the nation life are internal factors are from the students and the external factors derived from the teacher education background is not civics education emergency. Keyword : Comprehension, the four pillars of the nation.
PERAN PENDAMPING DAN KETUA KELOMPOK DALAM PEMANFAATAN DANA PENDIDIKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA TALOK KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO DWI FITRIANINGRUM; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p753-768

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah kemiskinan yang berimbas pada ketidakmampuan dalam pemenuhan biaya pendidikan. PKH memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).Sebagai imbalannya RTSM diwajibkan memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan dana pendidikan Program Keluarga Harapan dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah RTSM dan mengurangi angka pekerja anak dibawah umur (6-15 tahun) serta mengetahui lebih dalam peran pendamping dan ketua kelompok dalam pemanfaatan dana Pendidikan Program Keluarga Harapan di Desa Talok Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dalam bentuk prosentase. Program Keluarga Harapan dianalisis merujuk pada pendapat tokoh tentang implementasi kebijakan publik. Dalam menyelesaikan permasalahan yang berkembang dimasyarakat Indonesia diperlukan suatu kebijakan sebagai realisasi dari fungsi dan tugas Negara serta dalam rangka mencapai tujuan pembangunan. Untuk itu dibutuhkan bukan hanya perumusan (rencana) program, tetapi juga implementasi program guna mencapai tujuan yang telah direncanakan. Pada kebijakan Program Keluarga Harapan dapat terimplementasi dengan baik diperlukan syarat-syarat yaitu kondisi eksternal (sikap masyarakat), adanya hubungan kausalitas, hubungan saling ketergantungan kecil, pemahaman terhadap tujuan, adanya tugas-tugas yang jelas dalam urutan waktu yang tepat, komunikasi dan koordinasi yang baik.Kata kunci: Pemanfaatan, Dana PKHAbstractHope Family Program (HFP) is one of the government's efforts in tackling the problem of poverty which gives impact on the inability to fulfill the educational costs. HFP provides cash aid to Very Poor Households (VPH). In return the households are required to meet the requirements related to improving the quality of human resources (HR), namely education and health. This study aims to investigate the effectiveness of the use of Hope Family Program (HFP) education funds in increasing school enrollments of VPH and reduce the number of child laborers under age (6-15 years) as well as insights into the role of mentor and team leader in the utilization of Hope Family Program Education funds in the Talok Village Dlanggu district, Mojokerto. This is descriptive research. The technique of collecting data is through questionnaire, interview, and documentation. Data analysis techniques used in this research is descriptive quantitative in percentage. HFP analyzed referring to the opinion of figure on the implementation of public policy. In solving the problem which is spreading in Indonesian community, it is needed a policy as a realization of the functions and duties of the State and in order to achieve development goals. As a consequence, it requires not only the formulation of (plan) program, but also the implementation of the program in order to achieve the planned objectives. At HFP policy can be implemented correctly through the terms required that is external condition (the attitude of society), the existence of a causal relationship, a relationship of interdependence which is small, an understanding of the purpose, the existence of clear tasks in the proper time sequence, good communication and coordination.Keywords: Utilization, FHP Fund.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PROGRAM LIMA S (SENYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, SANTUN) DI SMA NEGERI 1 SIDOARJO HANNY WIDYANTI; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p784-798

Abstract

AbstrakKrisis moral yang dialami bangsa Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Krisis moral ini bukan lagi menjadi sebuah permasalahan sederhana dan memiliki dampak serius di kalangan para peserta didik. Perilaku-perilaku yang mencerminkan adanya krisis moral tersebut sudah mengarah pada rendahnya perilaku kesopanan pada diri siswa. Tujuan peneletian yaitu mendeskripsikan proses pembentukan karakter siswa melalui program Lima S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) di SMA Negeri 1 Sidoarjo dan guna mengetahui perubahan perilaku siswa setelah melaksanakan kegiatan yang ada dalam Program Lima S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar observasional Albert Bandura dan Teori Perilaku dari Thomas Lickona. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Tehnik analisis data langkah-langkahnya adalah mengolah pengumpulan data, penyajian data,reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data di lapangan dan hasil analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan proses pembentukan karakter siswa SMA Negeri 1 Sidoarjo melalui Program Lima S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Proses pembentukan karakter siswa terjadi pada saat siswa melaksanakan (a) kegiatan tata tertib dan tata krama, (b) kegiatan pengembangan diri (c) kegiatan pembelajaran. Perubahan karakter yang terjadi setelah siswa melaksanakan Program Lima S(Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) adalah (1) religius, (2) disiplin, (3) mandiri, (4) bertanggung jawab, (5) peduli sosial, (6) menghargai prestasi, (7) kreatif, (8) bersahabat/ komunikatif, (8) cinta damai, (9) cinta tanah air, (10) peduli lingkungan.Kata Kunci : Program Lima S, KarakterAbstractMoral crisis experienced by Indonesia at this time is very concern. Moral crisis is not a simple problem and have a serious impact on the learners. Behaviors that reflect a moral crisis that has led to the lack of courtesy on the student's behavior. The purpose of this research to describe of character formation process of students through the Program Five S (Smile, Scold, Greetings, Polite, Courteous) in Senior High School 1 Sidoarjo and behavioral changes in students after carrying out activities in the Program Five S (Smile, Scold , Greetings, Polite, Courteous) in Senior High School 1 Sidoarjo With the aim to describe the process of character formation of students through the Five S (Smile, Scold, Greetings, Polite, Courteous) in Senior High School 1 Sidoarjo and to determine changes in student behavior after carrying out activities in the Program Five S (Smile, Scold, Regards, Polite, Courteous). The theory used in research is Albert Bandura's observational learning and Behavioral Theory of Thomas Lickona.The methods used in research with the approach qualitative. Location of the research in Senior High School 1 Sidoarjo. data collection techniques used observation, in-depth interviewies, and documentation. Technical analysis of the data processing steps are collection data, presentation data, reduction data, and conclusion. Based on field data and the result of data analysis, the results of this study demonstrate the process of character formation of students of Senior High School 1 Sidoarjo through Program Five S(Smile, Scold, Greetings, Polite, Courteous). The process of character formation of students occurs when students carry out (a) the activities of the discipline and manners, (b) self-development activities (c) learn activities. Character changes that occur after students take five courses of S(Smile, Sapa, Greetings, Polite, Courteous) is (1)religious, (2) discipline, (3) independent, (4) be responsible, (5)social care, (6) appreciate the achievement, (7) creative, (8) friends / communicative, (8) love peace, (9) patriotism, (10)environmental careKey Words : Five S program, Character.
HUBUNGAN KEAKTIFAN SISWA DALAM EKSTRAKURIKULER AKADEMIK DAN NON AKADEMIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 MOJOKERTO Zahrotun Nafi'ah; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n1.p799-813

Abstract

AbstrakPenelitian ini meliputi bagaimana keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler akademik dan non akademik, bagaimana prestasi belajar siswa, dan adakah hubungan keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler akademik dan non akademik terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 1 Mojokerto. Dengan sampel penelitian 32 siswa kelas VIII yang mengikuti ekstrakurikuler akademik dan 32 siswa kelas VIII yang mengikuti ekstrakurikuler non akademik. Teknik pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi. Berdasarkan data di lapangan dan hasil analisis data, ditemukan bahwa keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler akademik dan non akademik tergolong aktif dan terlaksana dengan baik. Prestasi belajar siswa yang mengikuti ekstrakurikuler akademik dan non akademik secara keseluruhan sudah berada di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Korelasi menunjukkan rhitung akademik 0,486 > rtabel 0,349 dan rhitung non akademik 0,477 > rtabel 0,349 pada taraf signifikansi 5%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler akademik dan non akademik terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mojokerto atau Ha diterima, dan Ho ditolak.Kata Kunci: Keaktifan, Ekstrakurikuler Akademik dan Non Akademik, Prestasi BelajarAbstractThis research formulated as a problem or how students activity in academic and non academic extra curricular, how students learning achievement, and are there relation of students activity in academic and non academic extra curricular on students learning achievement VIII grade Junior Hight School 1 of Mojokerto. The research methods using explanatory research with a quantitative approach.To answer formulation of problems that first and second uses the design study descriptive quantitative, to answer the third formulation usud a corelation study design. Location of the study are in state Junior Hight School 1 of Mojokerto with a sample of 32 eighth grade follow academic extra curricular and 32 eighth grade follow non academic extra curricular. Data collection techniques such as questionnaires and documentation. Based on field data and the results of data analysis, found that students activity in two extra curricular is hight and to reach good. Students learning achievement that following academic and non academic extra curricular get hight score or upper the KKM. Correlation are rcount academic 0,486 > rtable 0,349 and rcount non academic 0,477 > rtable 0,349 in signifigt 5%. So, have signifigt and positive relation between students activity in school extracurricular on students learning achievement VIII grade Junior Hight School 1 of Mojokerto or Ha accepted and Ho is rejected.Key words: Activity, Academic and Non Academic Extra Curricular, Learning Achievement
PENANAMAN NASIONALISME PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 BOJONEGORO DI TENGAH ARUS GLOBALISASI Suhila Nihayah; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p829-845

Abstract

AbstrakGlobalisasi dikenal sebagai suatu proses penyatuan masyarakat dari belahan dunia untuk menjadi satu kesatuan. Nasionalisme dibutuhkan untuk pedoman warga negara dalam menjalani kehidupan bernegara di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara Madrasah Aliyah Negeri 1 Bojonegoro sebagai sekolah berbasis agama Islam dalam menanamkan nasionalisme di tengah arus globalisasi pada siswa sebagai penerus bangsa dan untuk mengetahui hasil penanaman nasionalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian guru PKn (Pendidikan Kewarganegaraan), sejarah, bahasa Indonesia, olahraga, seni budaya, koordinator ekstrakulikuler, dan siswa. Data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan melalui mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada dua cara dalam penanaman nasionalisme di MAN 1 Bojonegoro. Pertama dengan menumbuhkan kembali identitas nasional pada siswa sebagai pedoman pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara. Kedua dengan mengadakan kegiatan-kegiatan positif di luar jam sekolah mengenai nasionalisme. Hasil penanaman nasionalisme pada siswa MAN 1 Bojonegoro telah berhasil namun kurang maksimal, ditinjau berdasarkan perubahan nilai karakter siswa.Kata kunci: Penanaman Nasionalisme, Nasionalisme.AbstractGlobalization is a process to make citizen in the country in entire world become united. Nationalism is needed by citizen to guide them life in globalization. The aims of this research is to determine how Madrasah Aliyah Negeri 1 Bojonegoro as an islamic based school implant nationalism value to the student and to know the result of nationalism implantation. This research used qualitative approach with descriptive methods. The location of this research was in MAN 1 Bojonegoro. The subject of the research were the principal, civic teacher, history teacher, Indonesian teacher, sport teacher, art teacher, extracurricular coordinator, and student of MAN 1 Bojonegoro. The data obtained through observation and interviews. The data analysis techniques used by reducing the data, present the data, and concluded the data. From the research, the conclusions are drawn two ways to implant nationalism value in MAN 1 Bojonegoro. First, by regrowing the national identity as guidance for the students to implement citizen rights and responsibilities. Second, by holding positive activities about nationalism in extracurricular. The results of nationalism implantation to students MAN 1 Bojonegoro has been successfully, but still not maximum yet based on the changes of students‟ character.Key word: Nationalism implantation, Nationalism.
PERANAN PROGRAM OUTDOOR STUDY DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI BUDI PEKERTI PADA SISWA KELAS X DI SMAK FRATERAN SURABAYA Weny Bella Angkasari; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p846-864

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan program outdoor study dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti pada siswa kelas X di SMAK Frateran Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yakni menggambarkan data yang telah dikumpulkan melalui alat ukur sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tanpa bermaksud membuat kesimpulan berlaku umum. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program outdoor study sangat berperan dalam menanamkan nilai disiplin, sopan santun, menghargai lingkungan alam, dan kebersamaan pada siswa kelas X dengan persentase sebesar 84%. Hal tersebut dapat dilihat melalui hasil perhitungan persentase dari setiap kegiatan outdoor study bahwa opening ceremony sangat berperan (84%), outdoor education sangat berperan (87%) dan social responcibility berperan (75%). Nilai disiplin ditanamkan secara sangat baik (85%) melalui kegiatan opening ceremony, nilai sopan santun ditanamkan secara sangat baik (85%) melalui kegiatan outdoor education yang melibatkan lingkungan masyarakat, nilai menghargai lingkungan alam ditanamkan secara sangat baik (91%) melalui kegiatan outdoor education yang melibatkan lingkungan alam dan menanam pohon, serta nilai kebersamaan ditanamkan secara baik (77%) melalui kegiatan social responcibility dan interaksi dengan siswa lainnya. Nilai-nilai budi pekerti yang telah ditanamkan melalui program outdoor study juga dibiasakan oleh siswa secara baik meskipun masih ditemukan beberapa pelanggaran, seperti terlambat dalam doa pagi, berkata kotor dan membuang sampah di dalam kelas.Kata Kunci: peranan program outdoor study, nilai-nilai budi pekerti.AbstractThis study was conducted to know role of outdoor study program to inculcating the character values for student of class X SMAK Frateran Surabaya. The method used in this research is quantitative descriptive which decription a data with instrument as real situation in fact without to make general conclusion. Data collection techniques used questionnaires, interview and observation. The result of this research indicate that outdoor study program have the very good (84%) to inculcating the values of discipline, attitute, care to natural environment, and togetherness for class student X. It can be showed by the result of percentage from every activity of outdoor study that opening ceremony has very good role (84%), outdoor education has very good role (87%) and social responcibility has good role (75%). The discipline value is inculcated very good (85%) by opening ceremony activity, the attitute value is inculcated very good (85%) by outdoor education activity in society enviroment, the care value to natural environment is inculcated very good (91%) by outdoor education activity in natural enviroment and plant some trees, and then togetherness value is inculcated good (77%) by social responsibility activity and interaction with other students. The character values has inculcated in outdoor study program are habited by students with good too in the school although are found some violations, such as late in morning prayer, bad word in saying and throw garbage in the classroom.Keywords: role of outdoor study program, character values.
PROGRAM OUTDOOR STUDY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI NASIONALISME DI SMP NEGERI 15 SURABAYA Dian Yuli Pertiwi; Suharningsih Suharningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p865-879

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran kegiatan outdoor study dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada siswa SMP Negeri 15 Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kegiatan outdoor study sangat berperan (83%) dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada siswa SMP Negeri 15 Surabaya. Adapun kegiatan yang dilakukan siswa di museum Sepuluh Nopember antara lain melakukan kunjungan ke ruang bawah I, ruang bawah II, auditorium, diorama elektronik, ruang atas I, dan ruang atas II. Simpulan penelitian, kegiatan outdoor study di museum Sepuluh Nopember memberikan dampak positif terhadap pembentukan sikap terkait dengan nasionalisme. Sikap yang dapat ditanamkan yaitu cinta tanah air, rela berkorban, solidaritas terhadap sesama, persatuan dan kesatuan, kebersamaan, dan optimis.Kata Kunci : Peran Kegiatan Outdoor Study, Nilai-Nilai Nasionalisme.AbstractThis research conducted to know the role of outdoor study activitiy to inculcating values of nationalism for students of SMPN 15 Surabaya. The method used is this research is quantitative descriptive. Data collection techniques used questionnaires and interview. The results of the study show that outdoor study activity has very good (83%) in inculcating the values of nationalism for students of SMPN 15 Surabaya. The student activities are visit to the first basement, the second basement, auditorium, electronic diorama, the first upperoom, and the second upperoom. The conclusions show that outdoor study activities has positive impact to values of nationalism. The values are patriotism, sacrifice, solidarity with others, unity and oneness, togetherness, and optimistic.Keywords: Role of Outdoor Study, The Values Of Nationalism.
IMPLEMENTASI PROGRAM SAVE OUR STUDENT DALAM UPAYA MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN LALU LINTAS PADA PELAJAR KOTA SURABAYA Citra Virda Osha Paramita; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p880-896

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang implementasi dan tingkat keberhasilan program Save Our Student oleh Satlantas Polrestabes Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih dengan teknik judgement sampling yaitu seorang informan dipilih berdasarkan pertimbangan orang mana yang layak untuk dijadikan informan. Penelitian ini juga melibatkan informan Kanit Dikyasa dan anggota tim Save Our Student yang menjalankan program Save Our Student tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Save Our Student dilakukan melalui dua proses. Pertama sosialisasi yang berisi materi tentang Safety Riding yang berdasar pada UU No. 22 Tahun 2009 kepada pelajar. Kedua dilakukan penindakan kepada pelajar yang melakukan pelanggaran lalu lintas melalui operasi rutin yang dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Surabaya. Dan Keberhasilan dari program ini belum dapat dikatakan berhasil karena meskipun data pelanggaran yang berasal dari Satlantas polrestabes Surabaya mengalami penurunan namun berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di beberapa sekolah di Surabaya kenyataannya masih banyak pelajar yang melanggar aturan dalam program tersebut.Kata kunci : Save Our Student, pelanggaran lalu lintasAbstractThe purpose of this study is to describe the implementation and success rate of the program Save Our Student in an effort to reduce the number of traffic violations in the student city of Surabaya. This research used a qualitative approach with descriptive methods. The data in this study was obtained through observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is to reduce the data, present the data and concluded the data. Informants were selected by judgment sampling technique is one of the informants were selected based on the considerations which are suitable as an informant. This research also involved informants Dikyasa Chief Unit and Save Our Student team members who run the program Save Our Student. The results showed that the implementation of the program Save Our Student done through two process. The first socialization that contains material about Safety Riding is based on Law No. 22 of 2009 to the learner. The second is repression Socialization also made to students who violate traffic through routine operations carried out by the Traffic Polrestabes Surabaya. And the success of this program has not been successful because even though the data breaches originating from Surabaya Polrestabes Traffic declined but based on observations and interviews conducted in several schools in Surabaya reality there are many students who violate the rules in the program.Keywords : Save Our Student, traffic violations
PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PPKn DI SMAN KOTA MOJOKERTO Fatakhul Alim; Listyaningsih Listyaningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p897-911

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas XI terhadap kompetensi pedagogik guru PPKn di SMAN Kota Mojokerto. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis survei. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase. Sampel yang digunakan berjumlah 91 siswa dari siswa di SMAN Kota Mojokerto. Hasil penelitian ini, bahwa persepsi siswa kelas XI terhadap kompetensi pedagogik guru PPKn lulusan PTN di SMAN Kota Mojokerto adalah sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan guru dalam menguasai karateristik peserta didik dengan persentase 86,90%, dalam menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik dengan persentase 88,28%, dalam pengembangan kurikulum dengan persentase 83,64%, dalam kegiatan pembelajaran yang mendidik dengan persentase 84,46%, dalam pengembangan potensi peserta didik dengan persentase 83,01%, dalam komunikasi dengan peserta didik dengan persentase 89,37% dan dalam Penilaian dan Evaluasi dengan persentase 86,95%. Hasil penelitian persepsi siswa kelas XI terhadap kompetensi pedagogik guru PPKn lulusan PTS di SMAN Kota Mojokerto adalah sangat baik untuk lima indikator dan baik untuk duaindikator. Lima indikator tersebuat ditunjukkan oleh kemampuan guru dalam menguasai karateristik peserta didik dengan persentase 83,60%, dalam menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik dengan persentase 83,60%, dalam kegiatan pembelajaran yang mendidik dengan persentase 82,84%, dalam pengembangan potensi peserta didik dengan persentase 88,66%,dalam komunikasi dengan peserta didik dengan persentase 88,09%. Dua indikator baik ditunjukkan oleh kemampuan guru dalam Penilaian dan Evaluasi dan dalam pengembangan kurikulum dengan persentase masing-masing adalah 79,39% dan 79,36%. Jadi data hasil penelitian tentang persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru PPKn lulusan PTN sangat baik dengan persetase sebesar 86,09% dan kompetensi pedagogik guru PPKn lulusan PTS juga tergolong sangat baik dengan persentase sebesar 83,65%.   Kata kunci : Kompetensi Pedagogik Guru, PTN, PTS   Abstract This research is aimed to find out the perception of the XI students from SMAN Kota Mojokerto toward the pedagogical competence of PPKn teacher. The quatitative approach with survey as the instrument is selected as the design of this study. The data analysis technique in this research is using percentage formula. The sample are 91 students from SMAN Kota Mojokerto. The result of this study shows that the perception of XI students toward pedagogical competence of PPKn teachers who are graduated from PTN in SMAN Kota Mojokerto is very good. This result is strengthen by the capability of the teacher in mastering the students’ characteristics with the percentage of 86,90%, in mastering the theory of study also the principals of good teaching with the percentage of 88,28%, in the curriculum development with the percetange of 83,64%, in good teaching activity with the percentage of 84,46%, in the students’ potential development with the percentage of 83,01%, in the communication with the students with the percentage of 89,37% and in the evaluation and assessment with the percentage of 86,95%. The result of the perception of XI students toward pedagogical competence of PPKn teachers who are graduated from PTS in SMAN Kota Mojokerto is very good for five indicators and good for two indicators. Those five indicators are showed by the capability of the teacher in mastering the students’ characteristics with the percentage of 83,60%, in mastering the theory of study also the principals of good teaching with the percentage of 83,60%, in good teaching activity with the percentage of 82,84%, in the students’ potential development with the percentage of 88,66%, in the communication with the students with the percentage of 88,09%. Two good indicators are showed by the capability of the teacher in assessment and evaluation also in curriculum development with the percentages of 79,39% and 79,36%. All in all, the data of this research about the perception of the students toward pedagogical competence of PPKn teachers who are graduated from PTN is very good with the percentage of 86,09% and the pedagogical competence from the PPKn teacher who are graduated from PTS is also categorized as very good with the percentage of 83,65%.   Keywords: Teacher’s Pedagogical Competence, State University, Private School.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue