cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
HUBUNGAN KEAKTIFAN SISWA DALAM EKSTRAKURIKULER AKADEMIK DAN NON AKADEMIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 MOJOKERTO Zahrotun Nafi'ah; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p799-813

Abstract

AbstrakPenelitian ini meliputi bagaimana keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler akademik dan non akademik, bagaimana prestasi belajar siswa, dan adakah hubungan keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler akademik dan non akademik terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 1 Mojokerto. Dengan sampel penelitian 32 siswa kelas VIII yang mengikuti ekstrakurikuler akademik dan 32 siswa kelas VIII yang mengikuti ekstrakurikuler non akademik. Teknik pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi. Berdasarkan data di lapangan dan hasil analisis data, ditemukan bahwa keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler akademik dan non akademik tergolong aktif dan terlaksana dengan baik. Prestasi belajar siswa yang mengikuti ekstrakurikuler akademik dan non akademik secara keseluruhan sudah berada di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Korelasi menunjukkan rhitung akademik 0,486 > rtabel 0,349 dan rhitung non akademik 0,477 > rtabel 0,349 pada taraf signifikansi 5%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler akademik dan non akademik terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mojokerto atau Ha diterima, dan Ho ditolak.Kata Kunci: Keaktifan, Ekstrakurikuler Akademik dan Non Akademik, Prestasi BelajarAbstractThis research formulated as a problem or how students activity in academic and non academic extra curricular, how students learning achievement, and are there relation of students activity in academic and non academic extra curricular on students learning achievement VIII grade Junior Hight School 1 of Mojokerto. The research methods using explanatory research with a quantitative approach.To answer formulation of problems that first and second uses the design study descriptive quantitative, to answer the third formulation usud a corelation study design. Location of the study are in state Junior Hight School 1 of Mojokerto with a sample of 32 eighth grade follow academic extra curricular and 32 eighth grade follow non academic extra curricular. Data collection techniques such as questionnaires and documentation. Based on field data and the results of data analysis, found that students activity in two extra curricular is hight and to reach good. Students learning achievement that following academic and non academic extra curricular get hight score or upper the KKM. Correlation are rcount academic 0,486 > rtable 0,349 and rcount non academic 0,477 > rtable 0,349 in signifigt 5%. So, have signifigt and positive relation between students activity in school extracurricular on students learning achievement VIII grade Junior Hight School 1 of Mojokerto or Ha accepted and Ho is rejected.Key words: Activity, Academic and Non Academic Extra Curricular, Learning Achievement
SIKAP SOPAN SANTUN REMAJA PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI MADIUN Rica Damayanti; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p912-926

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sikap sopan santun remaja pedesaan dan perkotaan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode komparatif yakni membandingkan dua kelompok. Pengumpulan data mengunakan angket dan observasi. Angket digunakan untuk mengukur sikap yang sebelumnya telah divaliditaskan dan dianalisis dengan menggunakan uji t. Observasi digunakan untuk mengetahui sikap serta perilaku remaja dalam kehidupan sehari-hari. Hasil analisis data dari 29 remaja pedesaan dan 27 remaja perkotaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap sopan santun remaja pedesaan dan perkotaan sebagaimana hasil perhitungan yang menyatakan t hitung > t tabel (9,10 > 2,00). Hal tersebut didukung oleh hasil observasi, bahwa remaja di pedesaan lebih ramah, berpakaian sopan serta menghormati yang lebih tua ketika bergaul. Berbeda dengan remaja di perkotaan yang cenderung acuh, serta tidak memiliki perbedaan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua maupun teman sebaya.Kata Kunci: sikap sopan santun, remaja, pedesaan dan perkotaan.AbstractThe globalization has positive and negative impact to character forming of young generation. The characteristic of globalization as urban people lifestyle because they are fleksible to receive more of information. The reason became the urban people fleksible to receive culture of others nation because it has different culture of Indonesia. It is contrast with lifestyle of villagers. They are unity and selective to receiving of information. The result make young generation of Indonesia leave the traditional values they leave politness. The purpose of this research to compare about politness of rural and urban adolescent.The approach of this research used quantitative and the method used comparative to compare of two group. The data is collected with questionaire and observation. The questionaire has been validited to measure about attitude and t test used to analisys the data. Observatoin used to know about attitude of teenegers in their life. The analisys result of 29 rural adolescent and 27 urban adolescent showed that it has politness significant difference of rural and urban adolescent because t test > t table (9,10>2,00). The result is supported by observation that rural adolescent more friendly,well in fashion, good adaptation and polite to older people. It’s different with urban adolescent not respect and nothing different interaction with older people or peers.Keywords: politness, rural and urban adolescent.
PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA MELALUI KADER PENYULUH ANTI NARKOBA UNIT KEGIATAN MAHASISWA PEDULI PENYALAHGUNAAN NAPZA UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA Ahmad Sukron; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p927-940

Abstract

Abstrak Skripsi ini bertujuan mendeskripsikan peran Unit Kegiatan Mahasiswa Peduli Penyalahgunaan NAPZA Universitas Airlangga Surabaya dalam  rangka mencegah penyalahgunaan narkoba. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui kader penyuluh anti narkoba UK Mapanza Unair Surabaya strategi yang dilakukan (a) Advokasi, (b) mengadakan kegiatan anti narkoba, (c) pendekatan dengan mahasiswa, (d) sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Kendala yang dihadapi Kader Penyuluh Anti Narkoba UK Mapanza Unair Surabaya dalam  rangka mencegah penyalahgunaan Narkoba adalah lemahnya semangat kader penyuluh anti narkoba dan kesulitan keuangan beserta aturan kampus yang mengikat, seperti larangan bermalam di lingkungan kampus. Sementara solusi yang digunakan untuk menanggulangi kendala semangat kader penyuluh anti Narkoba UK Mapanza, yaitu dengan cara mencari hiburan mengajak jalan-jalan kader, berkumpul bersama kader diluar kegiatan UK Mapanza, serta memotivasi kader penyuluh anti narkoba supaya tetap semangat dalam menjalankan kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Terkait dengan kendala kesulitan keungan, solusi yang digunakan adalah dengan membuat kooperasi, sehingga kendala keuangan dapat di tambah dari kooperasi walaupun tidak banyak dan bekerjasama dengan BNNP/BNNK Surabaya. adapun solusi terkait larangan bermalam dikampus  Kader penyuluh anti narkoba bisa menyelesaikan tugas di ruang bebas, di tempat kos, di kontrakan, dan warung kopi Kata Kunci: Narkoba, Unit Kegiatan Mapanza.   Abstract This research aims to describe the role of the volunteer anti-drug counselor Care Unit Student Activity Drug Abuse Airlangga University to prevent drug abuse. Data was collected through observation, interview, and documentation. The results of research on drug abuse prevention through anti-drug counselor cadre Mapanza Airlangga University Surabaya UK strategy undertaken (a) advocacy, (b) conduct anti-drug activities, (c) approach with students, (d) socialization of the dangers of drug abuse. Constraints faced by UK Anti-Drug Cadre Extension Mapanza Airlangga Surabaya in order to prevent drug abuse is a weak anti-drug extension cadre morale and financial difficulties along with campus rules that bind, such as a ban on overnight on campus. While the solutions used to overcome obstacles passion instructor cadre Mapanza UK Anti Drugs,  that is by looking for entertainment took the streets of cadres, cadres gathered together outside the UK Mapanza activities, as well as anti-drug counselor motivate cadres in order to keep the spirit in the course of drug abuse prevention. Constraints associated with the financial difficulties, the solution used is to create a cooperative, so that financial constraints can be added, although not a lot of cooperation and collaboration with BNNP / BNNK Surabaya. As for the related solution overnight ban on anti-drug extension campus Kader could complete the task in the free space, boarding house, dormitory, and coffee shops Keywords:Drugs, Unit Events Mapanza  
PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER JURNALISTIK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KRITIS DAN KREATIF SISWA DI SMA NEGERI 1 SUMBERREJO-BOJONEGORO Sulistyowati Sulistyowati; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p941-956

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dalam mengembangkan karakter kritis dan kreatif siswa di SMA Negeri 1 Sumberrejo-Bojonegoro. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori belajar konstruktivistik oleh piaget. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik menjadi lebih peka terhadap informasi, dapat menilai informasi secara objektif, mampu memecahkan masalah, lebih percaya diri dalam mengemukakan gagasan yang berbeda serta dapat bertanggung jawab atas gagasan yang dikemukakan, serta dapat memunculkan berbagai alternative solusi atas suatu permasalahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrskurikuler dapat mengembangkan berpikir kritis dan dan kreativitas siswa. Kata kunci: ekstrakurikuler, jurnalistik, karakter kritis dan kreatif Abstract The purpose of this study is to determine the role of extracurricular activities in developing the character of critical journalism and creative students in SMA N 1 Sumberrejo-Bojonegoro. The theory used in this study refers to the constructivist learning theory by Piaget. This research is descriptive quantitative. Data are obtained through observation, interviews, questionnaires and documentation. While the use of data analysis techniques using percentages. The results showed that the following extracurricular activities journalism is becoming more sensitive to information, to evaluate information objectively, able to solve problems, more confident in expressing different ideas and be responsible for the ideas presented, and can bring up a variety of alternative solutions problems. So that can be concluded that extracurricular activities journalistic can develop critical thinking and creativity of students. Keywords: extracurricular, journalism, critical and creative character
STRATEGI ORANG TUA ASUH DALAM UPAYA MEMBINA KARAKTER MANTAN ANAK JALANAN DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI Ayu Puji Lestari; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p957-975

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi orang tua asuh, hambatan, dan hasil dari pembinaan karakter religius, kejujuran, disiplin, kreatif, dan mandiri mantan anak jalanan di UPTD Kampung Anak Negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain, observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan, strategi yang digunakan oleh orang tua asuh dalam upaya membina karakter mantan anak jalanan di UPTD Kampung Anak Negeri dilakukan dengan cara mengintegrasikan nilai karakter religius, kejujuran, disiplin, kreatif, dan mandiri ke dalam kegiatan pembinaan rutin, budaya karakter, tulisan afirmatif, metode repeat power, dan keteladanan. Hambatan yang ditemui dalam membina karakter kepada mantan anak jalanan berasal dari faktor internal meliputi, karakteristik dan kebiasaan buruk mantan anak jalanan, serta anak mempunyai IQ jongkok. Sedangkan faktor eksternal meliputi, ketidakpedulian orang tua, kurangnya keteladanan dari orang tua, lingkungan tempat tinggal anak, pengaruh celluler phone (CP) dan teman sebaya. Hasil dari pembinaan karakter mantan anak jalanan di UPTD Kampung Anak Negeri menunjukkan adanya perubahan dan perkembangan perilaku, pola pikir, dan gaya hidup anak menjadi lebih baik dan positif.Kata kunci : Pembinaan karakter, mantan anak jalanan.AbstractThe goal of this research is describe strategy, obstacles, and output from fostering character of religious, honesty, discipline, creative, and autonomous to ex children of the street in UPTD Kampung Anak Negeri Wonorejo Surabaya. This research uses qualitative approach with case study method. Data is collected by means of observation, interview, and documentation. Data is analyzed by reducing data, presenting data, and concluding data. Result of the research indicates that strategi used by the foster parents in their effort to foster character of ex children of the street in UPTD Kampung Anak Negeri is conducted through integrating character values of religious, honesty, discipline, creative, and autonomous into regular activity of fostering, character culture, affirmative written, repeat power method, and exemplary. Obstacles in fostering character to ex children of the street comes from internal consist of bad characters and bad habits of ex children of the street, and also the children have less IQ. Meanwhile, external factors consist of no attention of parents, no role model of parents, environment, effect of celluler phone (CP), and friends. Output of fostering character to ex children of the street in UPTD Kampung Anak Negeri indicates changes and improvements of behaviors, mindsets, and life style of the children to be better and positive.Key word : ex children of the street, strategy of fostering character
PERAN PANTI ASUHAN HIDAYATUL UMMAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK YATIM, YATIM PIATU DAN DHUAFA CANDI SIDOARJO Fari Mufaricha; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p977-991

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Panti Asuhan Hidayatul Ummah dalam pembentukan Karakter Kerja Keras, Mandiri, Tanggung Jawab, Peduli Lingkungan dan mendeskripsikan hambatan yang dialami Panti Asuhan Hidayatul Ummah dalam pembentukan karakter anak Yatim, Yatim Piatu, Dhuafa dan solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penganalisisan data melalui pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Panti Asuhan Hidayatul Ummah dalam pembentukan Karakter Kerja Keras mendidik anak asuh untuk belajar, menunaikan sholat lima waktu, berdoa, berusaha dan mengamalkan ilmu kepada orang yang membutuhkan dan memberikan keterampilan seperti membuat kastok, baner yang kemudian dijual, Karakter Mandiri anak asuh dilatih untuk terbiasa merapikan kamar tidur, meletakkan barang pada tempatnya, Karakter Tanggung Jawab anak asuh dilatih untuk bersikap tegas dalam mengambil keputusan dan Karakter Peduli Lingkungan anak dilatih untuk mempunyai kepedulian terhadap lingkungan disekitar panti. Hambatan dan solusi Karakter Kerja Keras, anak asuh masih disuruh untuk belajar, karena perilaku malas masih melekat pada diri anak. Solusi anak asuh dilatih untuk menerapkan ilmu yang telah diterapkan di panti kepada orang lain. Hambatan dan solusi Karakter Mandiri, anak asuh tidak percaya diri melainkan mengantungkan orang lain untuk membantu pekerjaannya. Solusi panti dalam mendidik dilakukan dengan sabar dan lemah lembut. Hambatan dan solusi Karakter Tanggung Jawab, anak asuh seringkali mengabaikan tugas dan kewajiban penting sebagai anak asuh. Solusi, dalam mendidik anak harus ada penekanan untuk memberikan efek jera supaya tidak mengulangi perilaku buruk. Hambatan dan solusi Karakter Peduli Lingkungan, anak asuh tidak merawat lingkungan dengan baik. Solusi, melalui pemberian hukuman dan penghargaan.kata kunci : peran, pembentukan, karakterABSTRACTThis study aims to determine the role of the Ummah Hidayatul Orphanage in formation Character Hard Work, Self, Responsibility, Environmental Care and describe the obstacles experienced by the Ummah Hidayatul Orphanage in shaping the character of orphans, Orphan, Dhuafa and solutions. This study used a qualitative approach with a case study research design. Techniques of data collection using interviews, observation, and documentation. Technique of analyzing data through data collection, data presentation, data reduction, and concluded the data. The results showed that the role of the Ummah Hidayatul Orphanage Work Hard formation Character educate foster children to learn, perform prayers five times a day, praying, trying and try and practice knowledge to people in need, provide skills such as making hanger, banners are then sold, Independent Character foster children are trained to get used to tidy up the bedroom, put stuff in place, character Responsibility foster children are trained to be assertive in making decisions and Environmental Care Character children are trained to have a concern for the environment around the home. Barriers and solutions Character Hard Work, foster children are still told to learn, because the lazy behavior is still attached to the child. Solutions foster children are trained to apply the knowledge that has been applied in the home to others. Independent Character barriers and solutions, foster children are not confident but pocket another person to help her work. Solutions parlors in educating done with patience and gentleness. Barriers and solutions Character responsibility, foster children often neglect important duties and obligations as a foster child. Barriers and solutions Character responsibility, foster children often neglect important duties and obligations as a foster child. Solution, in educating children, there should be an emphasis to provide a deterrent effect so as not to repeat the bad behavior. Barriers and solutions Character Environmental Care, foster children are not taking care of the environment. Solution, through the provision of punishment and reward.Keywords: Roles, Formation, Character
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA DI DESA NGINGASREMBYONG KECAMATAN SOOKO KABUPATEN MOJOKERTO Septian Angga Dinata; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p992-1011

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis data model Miles dan Huberman yaitu model analisis data interaktif.  Hal ini dilihat dari bentuk-bentuk partisipasi yang dilakukan masyarakat Desa Ngingasrembyong diantaranya: 1. Partisipasi masyarakat dalam bentuk uang, masyarakat ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan uang secara sukarela. 2. Partisipasi masyarakat dalam bentuk barang, masyarakat senantiasa memberikan sumbangan berupa bahan material serta makanan dan minuman secara sukarela berdasarkan kemampuannya. 3. Partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga, masyarakat secara antusias ikut bergotong royong dan kerja bakti. Kata kunci : Partisipasi, Pembangunan Desa Abstract This research aims to describe the society’s participation in development effors.  Type of this research is descriptive research using qualitative approach. Data obtained from the village chief, head of development, and the village community Ngingasrembyong. The Research Data gathered through observation, interviews, and documentation. Then the data were analyzed using the analysis of the data model and the Miles data analysis model which Huberman interactive. It is seen from these forms of participation that made the villagers Ngingasrembyong include: 1. The participation of the community in the form of money, community participated by donating the money voluntarily. 2. The participation of the community in the form of goods, the community always give donations in the form of materials as well as food and drink voluntarily based on his ability. 3. The participation of the community in the form of energy, the public enthusiastically participate contribute their mutual work of filial piety. Keywords: participation, the development of the village
STRATEGI PEMBINAAN KEMANDIRIAN DAN KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL IBADAH AL BAIAD SURABAYA Fitri Herawati; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1012-1030

Abstract

Abstrak Penelitian ini tentang strategi Kyai memiliki strategi, kendala, serta solusi dalam proses kemandirian dan kedisiplinan santri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa strategi Kyai dalam membina kemandirian dan kedisiplinan santri di pondok pesantren Darul Ibadah Al Baiad Surabaya dilakukan dengan cara: Memberi pelajaran atau nasihat, Pembiasaan akhlak yang baik, Memberikan pembelajaran melalui Lingkungan, Keteladanan, dan Komunikasi. Adapun kendala-kendala yang dihadapi yaitu: berasal dari faktor internal dan eksternal, faktor  internal yang dihadapi dalam proses pembinaan kemandirian dan kedisiplinan santri di pondok pesantren darul ibadah al baiad Surabaya diantaranya adalah : Sempitnya lahan pondok pesantren, Karakter santri dengan latar belakang keluarga yang berbeda, Kurangnya kesadaran pada diri santri, Kurangnya pengawasan dan pembiasaan disiplin dari orang tua, Minimnya pengetahuan santri terhadap tata tertib pesantren. Adapun kendala-kendala secara eksternal diantaranya ialah : Pengaruh buruk dari perkembangan IPTEK, Pengaruh dari lingkungan tempat tinggal dan pergaulan. Adapun solusinya yaitu memberikan pemahaman ilmu agama, serta meningkatkan pemahaman santri tentang pentingnya mematuhi peraturan. Kata kunci: Strategi, Kemandirian, Kedisiplinan     Abstract This sudy is about a strategy, constraints, and solutions in the process of self-reliance and dicipline. This research was obtained through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data display, and conclusion. The result of the study that the strategy of clerics in fostering independence and discipline students in boarding schools darul ibadah al baiad Surabaya conducted by: a lesson or advice, habituation good morals, provide learning environment through, exemplary and communication. The constraints, faced by the: derived from the internal and external factors, internal factors encountered in the development process of independence and discipline of students are: the limited land boarding school, character of students with different family background, lack of self, awareness in students, lack of supervision and discipline of habituation parents, students lack knowledge of the against among these developments in science and technology, the influence of neighborhood and association. The solution is to give and understanding of religious knowledge and to improve students understanding of the importance of complying with regulation. Keywords: Strategy, self-reliance, disciplin.
PEMAHAMAN MAHASISWA S1 PPKn TINGKAT AKHIR TENTANG DEMOKRASI (STUDI PADA MAHASISWA S1 PPKn UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ANGKATAN 2008, 2009 dan 2010) Lutfiany Nur Ulum; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1031-1045

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman yang dimiliki mahasiswa S1 PPKn Universitas Negeri Surabaya tingkat akhir tentang demokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes dan wawancara. Tes digunakan untuk mengukur validitas instrumen serta prosentase pemahaman mahasiswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Hasil dari penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa S1 PPKn tentang materi demokrasi cukup baik. Hal ini ditunjukkan dari hasil perolehan uji pemahaman mahasiswa bahwa 9 mahasiswa pada kriteria kurang baik, 33 mahasiswa pada kriteria cukup baik, serta 8 mahasiswa pada kriteria baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat pemahaman paling tinggi pada sub materi konsep dasar demokrasi dengan perolehan prosentase sebesar 64% dengan jumlah 32 mahasiswa memperoleh jawaban benar, sedangkan mahasiswa memiliki tingkat pemahaman paling rendah pada sub materi sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia dengan perolehan prosentase sebesar 44% dengan jumlah 22 mahasiswa memperoleh jawaban benar. Hasil perhitungan pada ranah kognitif, prosentase jawaban benar paling tinggi pada level pengetahuan (C1) yakni sebesar 90%, diikuti hasil perolehan pada level pemahaman (C2) yakni sebesar 69%, level analisis (C4) yakni sebesar 50%, level sintesis (C5) yakni sebesar 43%, dan paling rendah pada level evaluasi (C6) yakni sebesar 26%.Kata Kunci : Pemahaman Mahasiswa dan Demokrasi.AbstractThis research aims to analyze understanding of students PPKn S1 Universitas Negeri Surabaya last semester about democracy. This study using a descriptive and quantitative method. Thecnique of collecting data used are test and interview. Test to measure instrument validity and percentage understanding of student. Samples used in this study amounted to 50 respondents. The result of quantitative research showed that the student understanding of PPKn study about the democracy material was good enough this showed by the result of the exam that 9 students in the bad grade, 33 student in good grade, and the 8 student in great grade. The result of this research showed that student also has the great understanding in sub-material of basic concept democracy with percentage 64% with 32 student got correct answer, meanwhile student that got lack understanding in sub-material histori of democracy in Indonesia with percentage 44% with 22 student got only correct answer. The result of count in cognitive sector, the highest correct answer in level knowledge (C1) is 90%, followed result in level comprehension (C2) is 69%, level analysis (C4) is 50%, level synthesis (C5) is 43%, and the lowest in level evaluation (C6) is 26%.Keywords : Understanding student and Democracy.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN DEMOKRASI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNARUNGU DI SMALB-B PGRI DLANGGU Aprilya Juwita Sari; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n2.p1046-1060

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pendidikan demokrasi pada anak berkebutuhan khusus tunarungu di SMALB-B PGRI Dlanggu dan kendala yang dihadapi dalam implementasi pendidikan demokrasi beserta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang ada.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus yang dilakukan pada kelas X SMALB-B PGRI Dlanggu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang implementasi pendidikan demokrasi di SMALB-B PGRI Dlanggu Mojokerto berdasarkan pada prinsip demokrasi yang terdiri dari kedaulatan rakyat, kebebasan dan persamaan. Kedaulatan rakyat dapat diimplementasikan dari partisipasi siswa dalam mengikuti pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Kemudian penerapan kebebasan dapat diketahui dari kehidupan sekolah misalnya kekebasan menyatakan pendapat yang dilakukan dalam proses pembelajaran, kebebasan dalam membentuk kelompok belajar, kebebasan dalam memilih ketua kelas, kebebasan dalam mengeksplorasikan kemampuan dalam membuat ketrampilan, dan kebebasan dari perlakuan sewenang-wenang. Sedangkan bentuk pelaksanaan persamaan berupa persamaan di muka hukum dalam mematuhi tata tertib yang ada, persamaan sosial yang mana tidak membeda-bedakan antara anak berkebutuhan khusus satu dengan yang lainnya, persamaan kesempatan dalam mengikuti pemilihan anggota koperasi, persamaan politik dalam menentukan susunan pengurus pramuka dan persamaan ekonomi yang membebaskan setiap siswa dari biaya sekolah. Kata Kunci: Pendidikan Demokrasi, Anak Tunarungu   Abstract The purpose of this study is to investigate the application of democratic education conducted by the deaf children in SMALB PGRI Dlanggu along with the obstacles encountered in the implementation of democratic education and the efforts made to overcome the existing obstacles. This study used a qualitative approach with a design case study conducted on a class-B X SMALB PGRI Dlanggu. The technique of collecting data using interviews, observation, and documentation. The technique of data analysis through data reduction, data display, and conclusion.The results of this study are implement democratic education based on the principles of democracy which consists of popular sovereignty, freedom and equality. Popular sovereignty can be implemented from the student's participation in the elections and the presidential election. Then the application can know the freedom of school life such as freedom of expression is carried out in the learning process, the freedom to form study groups, the freedom in choosing the head of the class, the ability to explore the freedom in making skills, and freedom from abuse. While the form of the implementation of the equation in the form of equality before the law to comply with the discipline, social equality which does not discriminate between children with special needs with each other, equality of opportunity in participating in the election of members of cooperatives, the political equation in determining the composition of management scout and equations economic exempt any student from school fees. Keywords: Educational Democracy, Deaf Children

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue