cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
Tingkat Pengetahuan Wawasan Kebangsaan Pembina Pramuka di Surabaya Rahayu Anggraeni Budi Utami; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.316 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan wawasan kebangsaan Pembina Pramuka di Surabaya. Penelitian ini melibatkan 99 responden sebagai sampel yang meliputi Pembina Pramuka golongan siaga, penggalang, penegak, dan pandega. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa angket soal pengetahuan tentang wawasan kebangsaan yang berjumlah 40 butir soal pilihan ganda. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan skala Guttman dalam bentuk presentase dengan kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat wawasan kebangsaan Pembina Pramuka di Surabaya secara keseluruhan tergolong sedang berdasarkan ketiga indikator yang diambil dari materi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pada indikator materi Bhinneka Tunggal Ika menjadi indikator yang menjelaskan tingkat pengetahuan Pembina Pramuka di Surabaya akan kebhinekaan tergolong tinggi, sedangkan pada materi UUD NRI 1945 menunjukkan rata – rata tingkat pengetahuannya tergolong sedang, hal ini dikarenakan jumlah responden yang dapat memperoleh kategori tinggi hanya sejumlah 2% atau 2 responden saja. Ini berarti perlu ada tindak lanjut dari stake holder Gerakan Pramuka untuk memberikan perhatian pada Pembina Pramuka akan wawasan ketatanegaraannya karena Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan konstitusi tertinggi yang menjadi landasan dalam pelaksanaan perundang – undangan khususnya kepada kelangsungan hidup Gerakan Pramuka. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, Wawasan Kebangsaan, Pembina Pramuka. Abstract This study aims to describe the level of knowledge of the scout coaches' national insight in Surabaya. This study involved 99 respondents as a sample which included the scout coaches of the standby class, mobilizers, enforcers, and pandega. This research uses a quantitative approach with descriptive research type. The data collection technique was in the form of a questionnaire about knowledge about national insight, amounting to 40 multiple choice questions. The data analysis technique in this study used the Guttman scale in the form of a percentage with the low, medium, and high categories. The results showed that the level of national insight of the Scout Guards in Surabaya as a whole was classified as moderate based on the three indicators taken from the material of Pancasila, the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, NKRI, and Bhinneka Tunggal Ika. In the material indicator Bhinneka Tunggal Ika is an indicator that explains the level of knowledge of Scout coaches in Surabaya on diversity is classified as high, while in the material of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia it shows that the average level of knowledge is classified as moderate, this is because the number of respondents who can get the high category is only 2%. or 2 respondents only. This means that there needs to be a follow-up from the Scout Movement's stake holders to pay attention to the Scout Guards regarding their constitutional insight because the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia is the highest constitution which is the basis for implementing legislation, especially for the survival of the Scout Movement. Keywords: Knowledge level, National Insight, Scout Guidance.
UPAYA KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KABUPATEN TUBAN DALAM PENINGKATAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT Moh Wazid Husni; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.423 KB)

Abstract

The aim of the research is to describe the efforts of the Tuban district general election commission in increasing public participation. In the 2019 elections, the level of public participation in politics increased. The number of abstentions is decreasing, and the public's concern for the political conditions in the country is increasing. There is an increase in public participation in politics due to the efforts made by the General Election Commission which is carried out in each region. As in Tuban district, it was noted that in the 2019 elections the level of public participation increased in the general election. The increase in public participation in the elections was based on the efforts made by the Tuban district election commission. This study used a qualitative method with a descriptive design. The data obtained were in the form of interviews conducted online and face to face with five informants who met the specified criteria. The data validity technique used was source triangulation. The results of the study explained that the efforts made by the Tuban district general election commission were political socialization, political education for first-time voters and the formation of democratic volunteers. Based on the theory used, namely the political behavior learning theory that political education can influence the attitude or behavior of each individual in political participation. According to the research results, it was found that the increase in political participation of the Tuban people was influenced by several activities or programs organized by the general election commission in the district. Keywords:General election commission, Politic Participation, Politic education
PERILAKU POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH 2020 PADA MASA PANDEMI COVID – 19 DI KOTA SURABAYA Amanda Prasetyawati; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.761 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku politik pemilih pemula dalam pemilihan kepala daerah 2020 pada masa pandemi Covid-19 di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik sampel yang digunakan yaitu cluster sampling dengan membagi berdasarkan pembagian wilayah Kota Surabaya menjadi 5 daerah dengan diperoleh 100 orang pemilih pemula. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan deskriptif dalam bentuk tabel kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pemilih pemula memilih berdasarkan fakor orientasi policy problem soving yang tinggi 71% terkait kandidat Kepala Daerah 2020 di Kota Surabaya. Berdasarkan faktor orientasi ideologi pemilih pemula memilih Kepala Daerah 2020 pada Masa Pandemi Covid – 19 di Kota Surabaya secara keseluruhan data menunjukkan bahwa pada faktor orientasi ideologi dalam kategori rendah sejumlah 37,7%. Secara konfigurasi tipologi perilaku pemilih pemula Pemilihan kepala daerah Kota Surabaya 2020 menunjukkan sebagian besar pemilih pemula merupakan pemilih kritis yaitu sebanyak 34%. Hanya 20% pemilih pemula di Kota Surabaya yang merupakan pemilih tipe skeptis. Sisanya 24% merupakan pemilih tradisional dan 22% merupakan pemilih yang rasional. Hal tersebut menunjukan bahwa pemilih pemula memiliki orientasi ideologi tinggi dan orientasi policy problem solving tinggi terhadap calon Pemilihan Kepala Daerah Kota Surabaya 2020. Kata Kunci: Perilaku Politik, Pemilih Pemula, Pemilihan Kepala Daerah.
IMPLEMENTASI PROGRAM SURABAYA ECO SCHOOL DI SMPN 40 KOTA SURABAYA Fatih Abdul Aziz; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.147 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program Surabaya Eco School di SMP Negeri 40 Surabaya. Teori yang digunakan adalah teori implementasi George Edward III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program Surabaya Eco School di SMP Negeri 40 Surabaya sangat baik dan efektif. Aktor pelaksana berhasil merealisasikan program yang telah dirancang sesuai dengan pedoman dan petunjuk teknis. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program adalah komunikasi, kejelasan kebijakan, konsistensi, sikap atau disposisi, dan sumber daya. Kebijakan sekolah merancang aksi dan target membuat kinerja tim lingkungan hidup berjalan teratur dan sesuai prosedur. Kerjasama antar warga sekolah yang terdiri kepala sekolah, guru, siswa, petugas kebersihan, petugas keamanan, dan petugas kantin mewujudkan sekolah dengan wawasan lingkungan adalah kunci keberhasilan sekolah untuk mempertahankan gelar sebagai sekolah peduli gerakan hidup.
PERAN BINTARA PEMBINA DESA (BABINSA) KORAMIL 0819/05 DALAM SATUAN GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19 DI KECAMATAN GRATI, KABUPATEN PASURUAN Sonia Akmilia Bela Rosita; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.986 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran Babinsa Koramil 0819/05 dan hambatan-hambatan yang mungkin ditemui dalam Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-l9 di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Pendekatan yang digunakan daIam peneIitian ini yaitu pendekatan kuaIitatif dengan metode studi kasus. Data diperoIeh dengan teknik observasi, wawancara mendaIam, dan dokumentasi. lnforman penelitian ini berjumIah empat orang yang berasaI dari Komandan Koramil 0819/05, Babinsa Koramil 0819/05, dan dua orang masyarakat Kecamatan Grati dan ditentukan menggunakan teknik snowbaII sampiling. Hasil dari peneIitian ini menunjukkan bahwa peran Babinsa Koramil 0819/05 sebagai bagian dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-l9 terdiri dari Iima haI, yakni: pertama menciptakan kepatuhan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya covid-l9 dan pencegahannya, kedua menoIong warga yang terinfeksi covid-l9, ketiga mengawal jalannya pemakaman jenazah terinfeksi covid-19, keempat mengamankan kegiatan masyarakat yang rawan berkerumun, dan kelima mengamankan dan mencegah kejadian yang tidak terduga. PeneIitian terkait peran Babinsa Koramil 0819/05 dalam Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-l9 di Kecamatan Grati ini dianaIisis menggunakan teori peran dari Thomas dan BiddIe yaitu berisi empat goIongan peran. Peran Babinsa Koramil 0819/05 dalam Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-l9 di Kecamatan Grati Iebih menekankan pada perilaku dalam peran. Penekanan ini ditunjukkan dari peran Babinsa Koramil 0819/05 dalam menciptakan kepatuhan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya covid-19.
Strategi Masyarakat Adat Sendi dalam Mempertahankan Eksistensinya : Studi Kasus di Desa Pacet Kabupaten Mojokerto Dwi - Adinda; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.009 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini menyajikan strategi masyarakat adat Sendi dalam mempertahankan eksistensinya yang dicermati menggunakan teori Pilihan Rasional James Coleman (2012). Teori Pilihan Rasional mengasumsikan bahwa tindakan manusia mempunyai maksud dan tujuan yang dibimbing oleh hirarki yang tertata rapi oleh preferensi. Ada dua unsur utama dalam teori Coleman, yaitu aktor dan sumber daya. Dalam penelitian ini masyarakat adat Sendi sebagai aktor memiliki pilihan strategi yang bertujuan untuk mempertahankan eksistensinya dengan memanfaatkan sumber daya. Desain yang digunakan adalah studi kasus mengacu pendapat Cresswel (dalam Kusmarni, 2012). Fokus penulisan ini pada strategi masyarakat adat Sendi dalam mempertahankan eksistensinya, subjeknya adalah pemangku adat, kasepuhan dan sekretaris. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model dari Miles dan Huberman (dalam Emzir, 2010) melalui empat tahapan dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan mensandingkan perspektif teori Pilihan Rasional James Coleman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi yang dilakukan oleh masyarakat adat Sendi dalam mempertahankan eksistensinya (1) Strategi optimalisasi sumber daya melalui implementasi nilai budaya dalam kegiatan rutin dan insidental, di dalam strategi ini muncul beberapa cara a). Ritual basuhan dari yang sakral hingga menjadi wahana rekreasi b). Keteguhan dalam memegang identitas diri khas Sendi (sengkalaning diri) c). Melaksanakan hukum adat diadili di paseban agung hingga dikeluarkan dari masyarakat adat Sendi (2) Strategi optimalisasi sumber daya manusia sebagai tindakan membangun kerjasama dengan berbagai pihak, dalam strategi ini ditemukan cara a). Komunikasi dengan PPLH Seloliman Trawas dan WALHI b). Berkoordinasi dengan pemerintah setempat seperti bupati dan pemerintah desa (3) Strategi optimalisasi sumber daya manusia dalam rangka mengedukasi masyarakat umum, dalam strategi ini dilakukan dengan a). Menjalin relasi dengan masyarakat adat lain b). Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat umum maupun mengadakan kegiatan-kegiatan sendiri seperti festival budaya, pemanfaatan objek wisata dan peringatan kemerdekaan Negara Indonesia. Dalam konteks ini memperkuat pemikiran James Coleman terutama pada bagian unsur sumber daya yang dioptimalisasikan oleh aktor untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan pada aspek rasional perhitungan biaya bagi setiap jalur perilaku dalam pemilihan tindakan belum ditemukan. Beberapa hal yang dapat dipakai sebagai pijakan bagi penelitian lain yaitu strategi masyarakat adat dalam mempertahankana eksistensinya dilakukan melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki. Sedangkan untuk pemerintah dapat digunakan sebagai informasi data awal, perhatian, masukan, tambahan informasi maupun bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan eksistensi masyarakat adat Sendi. Kata Kunci Strategi, Masyarakat Adat Sendi, James Coelman Abstract This study presents the strategy of the Sendi indigenous people in maintaining their existence which is observed using James Coleman's Rational Choice theory (2012). Rational Choice Theory assumes that human actions have goals and objectives that are guided by a neat hierarchy of preferences. There are two main elements in Coleman's theory, namely actors and resources. In this study, the Sendi indigenous people as actors have a choice of strategies that aim to maintain their existence by utilizing resources. The design used is a case study referring to Cresswel's opinion (in Kusmarni, 2012). The focus of this writing is on the strategy of the Sendi indigenous people in maintaining their existence, the subjects are traditional stakeholders, Kasepuhan and secretaries. The data collection technique used passive participatory observation, in-depth interviews and documentation. The collected data were analyzed using a model from Miles and Huberman (in Emzir, 2010) through four stages starting from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions by juxtaposing the perspective of James Coleman's Rational Choice theory. The results of the study indicate that there are three strategies carried out by the Sendi indigenous people in maintaining their existence(1) The strategy of optimizing resources through the implementation of cultural values ​​in routine and incidental activities, this strategy appears in several ways a). Washing ritual from sacred to being a vehicle for recreation b). Firmness in holding the distinctive self-identity of the Joints (self-sengkalaning) c). Implementing customary law on trial in Paseban Agung until being expelled from the Sendi customary community (2) Strategies for optimizing human resources as an act of building cooperation with various parties, in this strategy a) method was found. Communication with PPLH Seloliman Trawas and WALHI b). Coordinate with local governments such as regents and village governments (3) Strategies for optimizing human resources in order to educate the general public, this strategy is carried out by a). Establishing relationships with other indigenous peoples b). Participating in activities organized by the general public as well as holding their own activities such as cultural festivals, utilization of tourist objects and commemoration of the independence of the State of Indonesia. In this context it strengthens James Coleman's thinking, especially on the part of the resource elements that are optimized by actors to achieve a goal, while in the rational aspect of calculating the cost for each path of behavior in selecting actions, it has not been found. Several things can be used as a basis for other research, namely the strategy of indigenous peoples in maintaining their existence through optimization of their resources. Meanwhile, the government can be used as initial data information, attention, input, additional information as well as consideration material in determining policies related to the existence of Sendi indigenous peoples. Keywords: Strategy, Indigenous Peoples Sendi, James Coelman.
KONSTRUKSI KELOMPOK BERPAHAM EKSTRIM KANAN (MAJELIS ISLAM KAFFAH) TERHADAP PANCASILA Marta Aulia Ekasetya; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.448 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang konstruksi kelompok ekstrim kanan “Majelis Islam Kaffah” terhadap Pancasila. Pendekatan yang digunakan daIam peneIitian ini yaitu pendekatan kuaIitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dengan proses pengamatan, wawancara dan diskusi. Informan penelitian ini berjumlah tiga orang yang berasal dari satu pendamping ustadz dan dua anggota senior yang telah tiga tahun lebih Bersama majelis islam kaffah. Informan ditentukan dengan menggunakan Teknik purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa “Majelis Islam Kaffah” mengartikan Pancasila merupakan dasar negara yang tidak banyak membawa nilai ajaran agama islam. Menurut “Majelis Islam Kaffah”, Pancasila tidak cocok jika digunakan sebagai dasar dan pedoman dalam berbangsa. Kelompok ini menganggap didalam Pancasila seharusnya banyak dilandasi dengan ajaran-ajaran islam agar dapat menjadikan suatu pedoman yang membawa kebermanfaatan bagi kaum muslimin di Indonesia serta menjadikan negara yang rahmattan lil’alamin. Ajaran yang mendasari konstruksi kelompok tersebut adalah nalar yang dibangun secara syari’atik atau yang kemudian disebut “islam kaffah”. Hal demikian selaras dengan pemikiran Berger tentang konstruksi social, dimana pada dasarnya manusia adalah individu bebas yang memandang realitas social secara subjektif. Sehingga “Majelis Islam Kaffah” mengartikan dengan sepihak bahwa aliran paham atau suatu ideologi yang tidak sejalan dengan ajaranya merupakan suatu hal yang buruk dan tidak membawa kebermanfaatan bagi umat islam atau kaum muslimin.
PRAKTIK INTOLERANSI DAN KONSTRUKSI NILAI MORAL TERHADAP PEMENUHAN HAK-HAK KELOMPOK MINORITAS. (STUDI KASUS PELARANGAN KEGIATAN IBADAH RAYA HARI MINGGU GEREJA GSJA Godean LOCERET) DICKY PUTRA PRATAMA; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.574 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait dengan praktik intoleransi yang terjadi di Desa Godean Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk yang disebabkan oleh konstruksi nilai moral yang menyimpang pada pelaku tindakan intoleransi. Penelitian ini menggunakan teori Berger yaitu Konstruksi Sosial. Praktik intoleransi dan konstruksi nilai moral terhadap pemenuhan hak-hak kelompok minoritas dianalisis menggunakan teori Konstruksi Sosial. Praktik intoleransi yang terjadi merupakan hasil dari konstruksi manusia, yang disebabkan oleh interaksi intens individu dengan orang-orang yang mendefinisikan hal-hal menyimpang sebagai suatu hal yang biasa atau bahkan positif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari satu orang perangkat desa dan 2 orang penduduk setempat dan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan praktik intoleransi yang terjadi di desa godean berupa pelarangan pendirian rumah ibadah dan pelarangan kegiatan ibadah dilatar belakangi oleh: pertama, adanya konstruksi nilai moral yang dibentuk oleh lingkungan yang sedikit menyimpang; kedua, masyarakat yang tidak memahami makna dari toleransi; ketiga; berkembangnya sentimen tentang kelompok lain yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Kata Kunci: Intoleransi, Konstruksi, Nilai Moral
EFEKTIVITAS BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) BAGI WARGA NON-PKH SEBAGAI PEMENUHAN HAK PERLINDUNGAN SOSIAL SELAMA COVID-19 DI DUSUN SUDIMORO Greaccela Alda Rahma Dany; Siti Maizul Habibah
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.044 KB)

Abstract

Abstrak Bantuan Langsung Tunai menjadi Salah Satu Program Perlindungan Sosial yang dilaksanakan oleh Pemerintah Berdasarkan Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan Negara pada UU No.2 Tahun 2020 sebagai Strategi dalam Penanganan COVID-19. Akan tetapi Program Bantuan Langsung Tunai masih memiliki Pro-Kontra dalam Pelaksanaannya sehingga Efektivitas Program Bantuan Langsung Tunai sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Perlindungan Sosial menjadi sangat penting untuk diteliti. Tujuan Penelitian ini untuk Mendeskripsikan dan mengukur Efektivitas Bantuan Langsung Tunai sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Perlindungan Sosial bagi Warga Non-PKH Dusun Sudimoro. Penelitian menggunakan Pendekatan Kuantitatif Dekriptif, Populasi terdiri dari 597 warga Non-PKH Sampel yang digunakan menggunakan Teknik Sampel Area sebanyak 39 Warga Dusun Sudimoro. Teknik Pengumpulan data menggunakan Angket dan Data Numerik yang ada pada Dokumen Pemerintah Desa Jeruk Legi yang Kemudian dianalisis menggunakan rumus Deskriptif Persentase berdasarkan pada Kategori Rendah, Sedang, Tinggi, Sangat Tinggi. Aspek yang diukur adalah Tujuan dan Sistem Program dengan menggunakan Teori Efektivitas Gibson, Donnely dan Ivancevich. Hasil Penelitian menunjukkan Efektivitas Bantuan Langsung Tunai Sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Perlindungan Sosial Bagi Warga Non-PKH Selama Pandemi COVID-19 di Dusun Sudimoro Desa Jeruk Legi Memiliki Persentase yang Tinggi yakni sebesar 80,8% secara Keseluruhan hal ini menunjukkan bahwa Keberhasilan Program Berjalan Sesuai dengan Tujuan Program yang dimuat pada UU No.2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan, serta tingkat Coverisasi Pengeluaran Selama Pandemi COVID-19 sebesar 22,3% yang melebihi target Coverisasi oleh Pemerintah sebesar 10%. Kata Kunci: Efektivitas, Bantuan Langsung Tunai, Perlindungan Sosial, COVID-19. Abstract Direct Cash Assistance is one of the Social Protection Programs implemented by the Government based on the State Finance Policy and State Financial Stability in Law No.2 of 2020 as a Strategy in Handling COVID-19. However, the Direct Cash Assistance Program still has pros and cons in its implementation, so that Effectiveness of the Cash Transfer Program as a form of fulfilling social protection rights is very important to study. The Purpose of the study is to describe and measure the Effectiveness of Direct Cash Assistance as a form of fulfillment of Social Protection rights for Non-PKH Resident of Sudimoro Hamlet. The study used a descriptive quantitative approach, The population consisted of 597 non-PKH residents, The Samples used were 39 non-PKH residents of Sudimoro Hamlet. Data collection techniques using Questionnaires and Numerical Data in the Jeruk Legi Village Government Documents which were then analyzed using the Descriptive Percentage formula based on Low, Medium, High and Very High categories. Aspects that are measured are Objectives and Program Systems using the Effectiveness Theory of Gibson, Donnely and Ivencevich. The result showed that the Effectiveness of direct cash ssistance as a form of fulfillment of Social Protection rights for non-PKH residents during the COVID-19 pandemic in Sudimoro Hamlet, Jeruk Legi Village, had a high percentage of 80,8% overall this indicates that the success of the programis running in accordance with the program objectives, Which is contained in Law No.2 of 2020 concerning Financial Policy and Financial System Stability, as well as the level of Expenditure Coverization during the COVID-19 Pandemic of 22,3% which exceeds the Coverization target by the Government by 10%. Keywords: Effectiveness, Direct Cash Assistance, Social Protection, COVID-19
AKTIVITAS PENGAJIAN SEBAGAI UPAYA MENGUBAH CITRA MASYARAKAT KAWASAN EKS LOKALISASI BANGUNSARI SURABAYA Siska Indah Noviyanti; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.628 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini menjelaskan aktivitas pengajian masyarakat yang pernah terlibat bisnis prostitusi, serta mengidentifikasi tantangan dalam pelaksanaannya di kawasan eks Lokalisasi Bangunsari Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri dari lima orang yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, serta observasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan pengajian rutin memiliki beberapa bagian perubahan dari sebelum adanya penutupan lokalisasi hingga sekarang, meliputi: pola penggerakan, pola pengajian, kegiatan sosial, dan pelaksanaannya ditengah pandemi covid-19. (2) Peran agen (kiai) meliputi: kiai sebagai pemimpin, menjalin kerja sama dengan Pak RW, pengajian yang dipimpin kiai dari tahun ’80an seiring berjalannya waktu menimbulkan dampak positif seperti perbedaan aktivitas pengajian di kawasan eks Lokalisasi bangunsari dengan yang lain, Pencegahan dan penanggulangan praktik prostitusi di eks lokalisasi. (3) Hubungan dualitas agen dan struktur, dibuktikan adanya antusias masyarakat saat pengajian. (4) Tantangan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas pengajian dicermati dari faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat teori strukturasi dari Anthony Giddens pada bagian hubungan antara agen dan struktur yang tidak dapat dipisahkan sehingga menghasilkan istilah dualitas, dan berguna sebagai dasar pemikiran naratif untuk mengatasi permasalahan yang sama di manapun berada. Kata Kunci: Aktivitas pengajian, Eks Lokalisasi, Strukturasi. Abstract This research is to explain the activity of Islamic study community that has been involved in the prostitution business, and to identify of challenges implementation at Ex-Localization area of Bangunsari Surabaya. This research using qualitative approach with a case study design. The informants consisted of five people selected using the snowball sampling technique. Techniques of data collecting is using interviews, documentation, and observation. The data analysis technique used an interactive model of Miles and Huberman. The results showed that (1) Islamic study activity has some transformation than before the localization closure since now, include: movement pattern, Islamic study pattern, member social activity, and doing the implementation in the middle of covid-19 pandemic. (2) agent role (kiai) has: kiai as a leader, establish cooperation with Pak RW, Islamic study has been leads by kiai since ‘80s that with the passage of time make a positive impact as activity of Islamic study difference at Ex-Localization area of Bangunsari with others, prevention and control prostitution practice at ex-localization. (3) relation of agent duality and structure proven by community enthusiast during Islamic study. (4) community challenge during implementation of Islamic study activity observed from internal and external factor. This research aims to strength structuration theory from Anthony Giddens in the section of relation between agent and structure inseparable thus generating the term duality, and useful as a narrative rational to solve the same problem everywhere. Keywords: Study activities, Ex-localization, Structuration.

Page 6 of 93 | Total Record : 923


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue