cover
Contact Name
Sumantri
Contact Email
jurnalwanatani11@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
jurnalwanatani11@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Perumahan Griya Lumandi
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Wanatani
ISSN : -     EISSN : 28087704     DOI : https://doi.org/9.jip/005
Core Subject : Agriculture,
Focus & Scope 1. Ilmu-ilmu pertanian 2. Ilmu dan Teknologi Tanaman 3. Pascapanen 4. Sosial ekonomi Pertanian 5. Ketatawilayahan
Articles 47 Documents
Pemanfaatan Aplikasi Drone dalam Mengevaluasi Cadangan Karbon pada Beberapa Tingkat Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq) Golindira Randa
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.228

Abstract

Pembukaan perkebunan kelapa sawit pada skala yang besar akan mempengaruhi cadangan karbon yang tersimpan di lingkungan perkebunan kelapa sawit yang masih dalam kondisi alami. Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit yang terus berkembang dan meluas menimbulkan potensi masalah global sebagai salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim karena peningkatan emisi CO2 di atmosfer yang menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengestimasi sebaran cadangan karbon dan serapan CO2 di perkebunan kelapa sawit; (2) Penggunaan drone di perkebunan kelapa sawit untuk mendapatkan informasi tentang sebaran cadangan karbon dan serapan CO2; dan (3) Menjelaskan bagaimana keberadaan perkebunan kelapa sawit berkontribusi pada pengurangan tingkat CO2 di lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada perkebunan kelapa sawit PT. Unggul Widya Teknologi Lestari Divisi Baras II Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan dua tahap, yaitu : (1) Pengumpulan data sebaran kelapa sawit dengan menggunakan teknologi drone. (2) Pengumpulan data lapangan pada kelapa sawit dan tumbuhan di atas permukan tanah dan melakukan analisis laboratorium. Metode non destruktif dengan persamaan alometrik digunakan untuk menghitung biomasa kelapa sawit dan tumbuhan di atas permukaan tanah. Perhitungan kandungan karbon yang tersimpan dan potensi serapan CO2¬-eq selain dilakukan berdasarkan umur tanaman kelapa sawit juga dihitung berdasarkan luas blok tahun tanam (umur tanaman kelapa sawit) untuk mengetahui sebaran cadangan karbon yang tersimpan dan serapan CO2-eq secara keseluruhan. Kandungan karbon yang tersimpan terbesar pada umur tanaman 15 tahun (tahun tanam 2005) sebesar 60.002,5 ton dan potensi serapan CO2-eq sebesar 220.009 ton. Kandungan karbon terkecil pada kelapa sawit yang berumur 3 tahun (tahun tanam 2017) dengan cadangan karbon yang tersimpan sebesar 8.428,8 ton dan serapan CO2-eq sebesar 30.919,7 ton. Sebaran cadangan karbon dan potensi serapan CO2-eq dalam menunjang produktivitas kelapa sawit dan menentukan besarnya kapasitas oksigen yang dihasilkan dipengaruhi oleh umur tanaman, pola tanam, jarak tanam serta luas areal tanam. Kondisi tersebut membuat kelapa sawit memberikan potensi yang besar bagi lingkungan dalam mengurangi emisi CO2 yang menyebabkan Gas Rumah Kaca (GRK).
Pengaruh Aplikasilarutan Pestisida Ekstrak Serai Wangi dan Bawang Putih terhadap Serangan Hama Kutu Daun (Aphis gossypi) pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L) Ulfa Novita Sari; Mutmainnah, Mutmainnah; Masluki, Masluki
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.236

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan konsentrasi ekstrak serai wangi dan bawang putih terhadap serangan hama kutu daun pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, di Jalan Lamaranginang, kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. mulai Pada bulan Desember sampai Februari 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Sehingga terdapat 20 unit percobaan. setiap unit percobaan terdiri atas 2 sampel tanaman terdapat 40 unit tanaman. Adapun perlakuan P0 = tanpa perlakuan, P1= ekstrak serai wangi 30 ml/L dan bawang putih 30ml/L, P2 = ekstrak serai wangi 40ml/L dan bawang putih 40ml/L, P3 = ekstrak serai wangi 50ml/L dan bawang putih 50ml/L, P4 = ekstrak serai wangi 60ml/L dan bawang putih 60ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian ekstrak serai wangi dan bawang putih menunjukkan persentase mortalitas tertinggi pada perlakuan P4 (60ml/L) dengan rata-rata 85 %. P4 (60ml/L) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata 18,72%. Hal ini diduga konsentrasi ekstrak seari wangi dan bawang putih 60ml/L air memiliki kepekatan yang tinggi sehingga zat bioaktif yang dikandungnya mampu menekan populasi hama kutu daun pada tanaman cabai rawit.
Strategi Pemasaran Bebek Petelur Adi; Marlia Muklim
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pemasaran Bebek Petelur di Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu dengan menggunakan metode studi kasus. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis SWOT. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling). Data penelitian disusun secrara sederhana dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan 5 orang responden diwawancarai sebagai objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dapat dilakukan dalam mengembangkan usaha bebek petelur di Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu adalah: meningkatkan produksi dan kualitas telur bebek, memperluas jangkauan distribusi telur bebek, meningkatkan kegiatan promosi usaha bebek petelur dengan memperkenalkan telur bebek dimedia sosial, membuat sosial media sebagai cara memperluas jangkauan pemasaran, mempertahankan kualitas produk dengan harga jual terjangkau, dan memperbaiki kualitas telur bebek dan meningkatkan produksi agar harga telur bebek di pasaran dapat stabil.
Peran Penyuluh Pertanian terhadapProduktivitas Usahatani Padi Desa Cendana Hitam Timur Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur Vony Vandawula; Abdul Rais
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian terhadap usahatani padi di Desa Cendana Hitam Timur Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui tahap observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Pengambilan sampel dilakukan dengan sistem purposive sampling. Penelitian ini menggunkaan dua data yaitu data sekunder dan data primer yang diperoleh dengan pengamatan langsung dengan menggunakan instrumen penelitian. Adapun sampel dari penelitian ini yaitu sebanyak 32 orang responden dimana terdapat 13 orang ketua kelompok tani, 17 orang petani dan 2 orang penyuluh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Produktivitas Usahatani Padi di Desa Cendana Hitam Timur Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur dapat dikatakan sudah baik, hal ini dapat dilihat dari peran penyuluh dalam membantu petani untuk mendapatkan bibit padi unggul bersertifikat serta pupuk bersubsidi, penyuluh juga mampu menjalankan perannya dalam hal memberikan edukasi atau pendidikan non formal kepada para petani, sebagai konsultan yang baik bagi para petani, serta dapat memberikan evaluasi mengenai kinerja setiap pengurus kelompok tani dalam semusim mengurus kelompok tani mereka. Namun ada beberapa peran yang belum sepenuhnya dijalankan dengan baik oleh penyuluh pertanian, diantaranya yaitu penyuluh belum menjalankan perannya dengan baik dalam hal memberikan bimbingan kepada petani, memberikan informasi kepada petani melalui kerjasama dengan dinas pertanian, sebagai pemantau dimana penyuluh sangat jarang dan kurang aktif untuk bersosialisasi dengan petani secara langsung di lapangan, serta penyuluh belum menjalankan tugasnya dengan baik sebagai konsultan dan sebagai pembimbing dibeberapa kelompok tani yang ada di Desa Cendana Hitam Timur
Efektivitas PGPR Akar Bambu dan Arang Sekam Padi Untuk Memacu Pertumbuhan dan Meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Andi Safitir Sacita; Hafsi
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.252

Abstract

Rhizobacteria merupakan bakteri yang hidup dan mengkolonisasi pada perakaran tanaman. PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) adalah kelompok bakteri perakaran yang memiliki efek menguntungkan bagi tanaman. Salah satu tanaman yang bersimbiosis dengan bakteri perakaran yaitu tanaman bambu sehingga akar tanaman bambu dapat dijadikan sebagai biang untuk pembuatan PGPR. Sementara itu, arang sekam padi merupakan hasil pembakaran sekam padi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengaplikasian PGPR akar bambu dan arang sekam padi dalam memacu pertumbuhan dan meningkatkan produksi pada tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Kampus II Fakultas Pertanian UNCP pada bulan Juli- September tahun 2023. Penelitian ini didesain menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan tersebut antara lain, P0: kontrol (tanpa perlakuan), P1: PGPR 10 ml/l dan sekam 230 gram, P2: PGPR 12,5 ml/l dan sekam 250 gram, P3: PGPR 15 ml/l dan sekam 270 gram, P4: PGPR 17,5 ml/l dan sekam 290 gram, P5: PGPR 20 ml/l dan sekam 310 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian PGPR akar bambu dan arang sekam padi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat polong tanaman kacang panjang, namun memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong tanaman kacang panjang. Perlakuan terbaik yaitu PGPR akar bambu 20 ml/l dan arang sekam padi 310 gram karena mampu memacu pertumbuhan dan meningkatkan produksi tanaman kacang panjang.
Pengendalian Hama Lalat Buah (Bactrocera Spp.) Menggunakan Pestisida Nabati Limbah Kulit Singkong Dan Biji Mahoni Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Gita Srihidayati; Randi, Randi
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.253

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh aplikasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni terhadap intensitas serangan hama lalat buah dan produksi pada tanaman cabai merah. Untuk mengetahui konsentrasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni yang efektif dalam mengendalikan serangan hama lalat buah dan meningkatkan produksi pada tanaman cabai merahTerdapat 2 konsentrasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni yang efektif dalam penelitian ini yaitu P4 (konsentrasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni 25%) dan P5 (konsentrasi pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni 30%). P4 memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap intensitas kerusakan dengan rata-rata 10,89%, berpengaruh nyata terhadap jumlah buah dengan rata-rata 40,25 buah tiap tanaman, dan berat buah dengan rata-rata 191,25 gram tiap tanaman. Sedangkan P5 berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas kerusakan yaitu dengan rata-rata 6,56% dan berpengaruh nyata terhadap umur terserang lalat buah yaitu dengan rata-rata 87,75 HST. Perlakuan efektif diperoleh diduga karena pestisida nabati limbah kulit singkong dan biji mahoni dengan konsentrasi yang tinggi memiliki kandungan bahan aktif yang lebih tinggi pula sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap serangan hama lalat buah dan produksi tanaman cabai merah.
Dampak Objek Wisata Rumah Apung terhadap Pendapatan Taksi Perahu di Danau Tempe Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan Andi Nur Aulia Ananda; A Muh. Yushan Patawari; Andi Sompa
Wanatani Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i2.298

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak objek wisata rumah apung terhadap pendapatan taksi perahu di danau tempe kabupaten wajo provinsi sulawesi selatan. Penelitian ini menggunakan metode dengan metode wawancara (berupa kata-kata, gambar atau perilaku), dan tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan dengan memberikan paparan atau penggambaran mengenai situasi atau kondisi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif. Responden dalam penelitian ini yaitu supir taksi perahu yang ada di Danau Tempe, Kecematan Tempe, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner yang telah diperisapkan terlebih dahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan pendapatan taksi perahu terhadap objek wisata rumah apung di Danau Tempe mencapai Rp. 200.000 - Rp. 300.000 perbulan. Jumlah tarif taksi perahu yang diberikan kepada wisatawan berkisar Rp. 10.000 perorang dengan jumlah penumpang maksimal 5 - 7 orang per perahu. Para penyedia layanan taksi perahu menyediakan fasilitas berupa pelampung, kursi turis, dan juru bahasa bagi wisatawan yang berasal negera asing. Jumlah pendapatan taksi perahu dapat berubah pada waktu tertentu terutama pada saat banjir dan kenaikan tarif BBM..Dengan demikian hasil penelitian ini membutikan bahwa layanan taksi perahu layak untuk dijalankan dan menguntungkan.
Analisis Sikap Kognitif Petani Jagung dalam Menghadapi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Desa Bonelemo Barat, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu Nur Aidah; Intisari; Sumantri, Sumantri
Wanatani Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i2.302

Abstract

Perkembangan industri peternakan unggas yang cukup cepat mendorong semakin meningkatnya kebutuhan jagung. Ketersediaan pupuk yang cukup dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas jagung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana sikap petani jagung dalam menghadapi kelangkaan pupuk bersubsidi berdasarkan struktur sikap kognitif di Desa Bonelemo Barat, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bonelemo Barat, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu yang merupakan suatu daerah dimana mata pencaharian penduduknya adalah petani jagung pakan. Waktu penelitian adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam penelitian, dalam penelitian ini dilakukan mulai Juni sampai Agustus 2024. Teknik analisis data yang digunakan dalam suatu penelitian ini adalah analisis deskriptif, dengan mennggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sikap kognitif petani jagung dalam menghadapi kelangkaan pupuk bersubsidi dikategorikan sangat baik dengan nilai skor 1.007. Kategori skor sangat baik pada struktur sikap kognitif yang menunjukkan bahwa petani jagung tidak hanya memahami situasi yang dihadapi, tingkat kesadaran yang tinggi serta pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya pupuk bersubsidi bagi keberlangsungan usahatani jagung pakan.
Manajemen Rantai Pasok pada Komoditi Cabai Merah (Capsicum annum L.) di Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar Ahmad, Ahmad; Muhammad Arhim; Achmad Nur Syawal Alwi; Trinoviyani, Trinoviyani; Hasniar, Hasniar; Isdaryanti, Isdaryanti; Farizah Dhaifina Amran
Wanatani Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i2.304

Abstract

Pemasaran memainkan peran penting dalam memaksimalkan pendapatan, sehingga distribusi yang efisien menjadi kebutuhan bagi komoditas cabai merah di Desa Galung Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis aliran produk, informasi, dan uang dalam rantai pasok cabai merah; (2) menghitung margin pemasaran; serta (3) mengukur efisiensi pemasaran. Penelitian dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2022 menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga saluran utama dalam rantai pasok: Saluran I (petani langsung ke konsumen), Saluran II (petani ke pengecer), dan Saluran III (pengepul ke pengecer dan konsumen). Aliran informasi bergerak lancar dari produsen ke konsumen dan sebaliknya, sementara aliran uang dihitung berdasarkan biaya yang dikeluarkan pembeli hingga diterima oleh petani. Margin pemasaran pada Saluran I sebesar Rp 0/kg karena cabai dijual langsung dari produsen ke konsumen tanpa perantara, sehingga tidak ada biaya tambahan. Saluran II memiliki margin Rp 9.481/kg yang sepenuhnya diperoleh pengecer untuk menutupi biaya operasional seperti transportasi, penyimpanan, dan kerugian akibat kerusakan cabai. Pada Saluran III, margin total mencapai Rp 9.481/kg, terdiri dari Rp 4.481/kg untuk pedagang pengumpul dan Rp 5.000/kg untuk pengecer, mencerminkan tambahan biaya dan keuntungan akibat rantai distribusi yang lebih panjang. Tingkat efisiensi pemasaran pada Saluran I, II, dan III masing-masing adalah 4,3%, 6,3%, dan 7,2%.
Pengaruh Konsentrasi A-B Mix dan Frekuensi Irigasi Tetes Hidroponik Duck Backet Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis Melo L.) Imam Arrasyid; Masluki, Masluki; I Nyoman Arnama
Wanatani Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i2.306

Abstract

Pengaruh Konsentrasi A-B Mix dan Irigasi Tetes Hidroponik Duck Backet Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan dosis yang efektif dalam pemberian nutrisi A-B Mix terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Cokraminoto Palopo, Jalan Lamaranginang, Kelurahan Batu Pasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo pada Bulan 05 April sampai 05 Juli 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan 4 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil tidak ada perlakuan yang menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah, berat buah dan diameter buah. Hal ini diduga karena kurangnya cahaya sinar matahari yang diterima oleh tanaman sehingga menyebabkan etiolasi pada tanaman. Hal Tersebut sangat berpengaruh pada proses fotosintetis pada tanaman sehingga belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman melon.