cover
Contact Name
Kabul Fadilah
Contact Email
kabul.fadilah.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6282231641900
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering University of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No.1, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 2085501X     EISSN : 26231336     DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i1
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting in analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: a. Environmental planning and management; b. Protected areas development, planning, and management; c. Community-based resources management; d. Environmental chemistry and toxicology; e. Environmental restoration; f. Social theory and environment; and g. Environmental security and management. h. Other relevant fields.
Articles 257 Documents
Pembuatan Biopelet Sebagai Wujud Implementasi Konsep Tri Hita Karana Yuliandewi, Ni Wayan; Putri, Luh Putu Merta Karunia
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i1.333

Abstract

Bali merupakan salah satu pulau yang dikenal dengan sebutan pulau seribu pura. Budaya yang kental dengan adat istiadatnya yang mana masyarakat di Bali. Masyarakat Bali mempunyai sosiologi budaya yang menjadi tumpuan kekuatan pariwisatanya sehingga di segala sisi kehidupan masyarakat akan dijadikan sebagai daya tarik wisatawan. Permasalahan lingkungan menjadi salah satunya menimbulkan polusi yang ditunjukan dari tumpukan sampah di daerah Serangan dan banjir di beberapa titik di Bali khususnya perjalanan yang dilewati oleh para wisatawan sehingga menurunkan minat para wisatawan untuk datang ke Bali. Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, masyarakat di Bali mengenal berbagai konsep dasar yang dipercayai dan sangat esensial yaitu konsep Tri Hita Karana. Melihat adanya keterkaitan untuk menjaga lingkungan alam dari berbagai permasalahan salah satunya sampah yang kini menjadi permasalahan dalam destinasi wisata yang mana menjadi pemikiran para wisata untuk melaksanakan perjalanan wisata dan mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana, kontribusi yang dapat dilakukan yaitu membuat biopellet dari sampah organik canang. Biopellet menjadi salah satu implementasi unsur Tri Hita Karana yang dapat dijadikan sebagai kontribusi dalam peningkatan destinasi wisata dan juga sebagai alternatif energi dikarenakan kadar air yang sudah memenuhi syarat SNI berkisar 1,225 – 5,375% yang mampu memberikan pembakaran energi yang baik dan tidak menimbulkan asap banyak sehingga menurunkan angka polusi.
Penurunan MBAS (Methylene Blue Active Subtance) Dan Fosfat Dalam Limbah Laundry Dengan Elektrokoagulasi Bioetanol Kusuma, Rian Mei Kusuma; Mirwan, Mohamad
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i1.349

Abstract

Limbah cair laundry mengandung parameter MBAS dan Fosfat yang tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi proses fotosintesis tumbuhan air dan dapat mempengaruhi kualitas badan air. Maka dari itu penelitian ini bertujuan mengatahui efektivitas metode elektrokoagulasi dengan bioethanol sebagai elektrolit dalam mengolah air buangan laundry dalam menurunkan kadar MBAS (Methylene Blue Active Subtance) dan fosfat. Mengetahui kondisi optimal pengolahan air buangan dengan menggunakan metode elektrokoagulasi dengan bioethanol sebagai elektrolit. Kombinasi metode elektrokoagulasi dan penambahan biotenol adalah yang digunakan untuk mengolah dan/atau mengurangi kadar beban pencemar khususnya MBAS dan fosfat yang terkandung dalam limbah laundry agar dapat dibuang ke badan air. Parameter awal yang digunakan dalam penelitian limbah laundry dengan kadar MBAS 263,39 mg/l dan fosfat 16,33 mg/l. Variabel tetap yang digunakan adalah waktu kontak selama 90 menit dan tegangan 12 volt. Hasil pada proses elektrokoagulasi adalah semakin besar tegangan dan semakin lama waktu kontak, maka semakin tinggi persentase penyisihan yang dihasilkan. Persentase penyisihan MBAS sebesar 97,35% dan fosfat 66,93%.  Setelah penambahan volume bioetanol, hasil terbaik pada penambahan sebanyak 20ml dengan persentase penyisihan MBAS hingga 97,71% dan fosfat 75,20%.
Analisis Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Tegalasri Kabupaten Blitar Purnamasari, Syafta Indah; Sitogasa, Praditya Sigit Ardisty
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i1.353

Abstract

Analisis Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Tegalasri Kabupaten Blitar ini membahas tentang kondisi pengelolaan sampah di TPA Tegalasri yang masih menggunakan sistem control landfill. TPA Tegalasri, yang terletak di Kabupaten Blitar, memiliki luas area sekitar 1,41 Ha dan melayani 6 wilayah kecamatan. Analisis ini menemukan bahwa pengelolaan TPA Tegalasri belum optimal dan berpotensi mencemari kesehatan lingkungan di sekitarnya. Volume sampah yang meningkat secara signifikan dan belum terpenuhinya standar sarana dan prasarana pengelolaan TPA menunjukkan kekurangan dalam pengelolaan persampahan. Penelitian ini menggunakan metode dokumenter dan data sekunder untuk menganalisis sistem transportasi, pemilahan, penghamparan, dan pengelolaan persampahan di TPA Tegalasri. Hasil analisis menunjukkan bahwa sumber sampah yang terbesar berasal dari Pasar Tradisional (40%) dan Rumah Tangga (30%). Timbulan sampah juga meningkat secara signifikan, dengan peningkatan jumlah penduduk sebagai faktor utama. Komposisi sampah terbanyak berasal dari sisa makanan (70,85%). Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan TPA Tegalasri perlu diperbaiki untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Harlinda Asdiani Analisa Permasalahan Timbulan Sampah di Kota Mataram dengan pendekatan Metode DPSIR ( Driving Forces- Pressure – State – Impact – Respon): Studi Kasus di TPST Lawata Kota Mataram Asdiani, Harlinda; Sabri; Hesti, Ditha Eka Pramita; Adiansyah, Joni Safaat
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i2.314

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan perubahan pola hidup masyarakat di Kota Mataram menimbulkan isu mendesak terkait penyusutan sampah. Meskipun Kota Mataram telah dilengkapi dengan infrastruktur penanganan limbah seperti Tempat Pemrosesan Sampah (TPS), fasilitas pengolahan sampah terpadu, dan depo transfer, namun masih menghadapi masalah serius dalam penanganan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah di TPST Lawata Kota Mataram. Dari hasil observasi, terlihat bahwa sebagian besar TPST di Lawata menghasilkan jumlah sampah yang tinggi karena tingginya jumlah penduduk. Hal ini berdampak pada kapasitas wadah pengumpulan sampah yang terbatas, terutama di TPS Lawata. Selain itu, frekuensi pengambilan sampah yang hanya dilakukan sekali sehari juga menyebabkan tidak terangkutnya sampah secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemilahan sampah di TPST Lawata Kota Mataram belum dilaksanakan secara terprogram dan optimal, serta belum ada pengolahan sampah meskipun sudah ada regulasi terkait pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.
Perencanaan Perluasan TPA Ijobalit Kabupaten Lombok Timur Dengan Sistem Controlled Landfill Wahyudin, Wahyudin; Dwinanda, Arman R
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i2.348

Abstract

Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga saat ini di Indonesia pada umumnya sudah menerapkan metode lahan urug terkendali, lahan urug saniter, dan/atau teknologi ramah lingkungan untuk penanganan sampah di tingkat akhir. Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Ijobalit menerapkan metode lahan urug terkendali (controlled landfill) yang terbagi dalam 2 blok dan diperkirakan akan penuh dalam waktu 1 tahun lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan perluasan TPA Ijobalit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mendapatkan jumlah timbulan sampah dan luasan area yang diperlukan di TPA dengan metode Controlled Landfill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah sebanyak 354.96 m3/hari dengan kebutuhan luas lahan TPA seluas 3,46 Ha untuk periode perencanaan selama 10 tahun yaitu mulai tahun 2022 – 2032 dari luas lahan tersedia seluas 3,6 Ha. Penataan area penimbunan dibagi dalam 2 blok dengan luas masing-masing 2,5 Ha dan 1,1 Ha. Ketinggian timbunan sampah direncanakan 10 m yang terbagi menjadi 2 lapis sel sampah dengan ketebalan tanah penutup (tanah urug) 20 cm setiap lapisan sampah.
Analisis Mikroplastik Pada Sedimen Di Tapak Kuda Lama Dan Pantai Pulau Gantan Kabupaten Langkat Aryanti Dharma; Sudibyo, Mufti
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i2.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk mikroplastik dan kelimpahannya berdasarkan kedalaman dan antar lokasi pengambilan sampel pada Sedimen di Tapak Kuda Lama dan Pantai Pulau Gantan Kabupaten Langkat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2023. Pengambilan sampel sedimen dilakukan di Tapak Kuda Lama dan Pantai Pulau Gantan menggunakan metode purposive sampling dengan membuat 5 titik pengambilan sampel pada masing – masing lokasi dengan kedalaman 0-30, 30-60, 60-100 cm. Analisis sampel sedimen dilaksanakan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Medan. Identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop stereo dan data yang diperoleh dianalisis dengan Uji Anova One Way dan Uji-T untuk antar lokasi dan kedalaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk mikroplastik yang terdapat pada Sedimen di Tapak Kuda Lama dan Pantai Pulau Gantan adalah fiber, fragmen dan film. Dengan kelimpahan pada setiap kedalaman di Tapak Kuda lama yaitu fiber 320 partikel/kg, film 160 partikel/kg dan fragmen 90 partikel/kg. Kelimpahan di Pantai Pulau Gantan pada setiap kedalaman yaitu fiber 350 partikel/kg, fragmen 200 partikel/kg dan film 120 partikel/kg.  Hasil analisis statistik Anova One Way dan Uji -T nilai sig. > 0.05 yang berarti menunjukkan tidak ada perbedaan kelimpahan mikroplastik antar lokasi dan kedalaman di Tapak Kuda Lama dan Pantai Pulau Gantan Kabupaten Langkat.
Isolasi dan Penapisan Bakteri Yang Resisten Terhadap Logam Pb (Timbal) dari Air Tambak Sekitar Bekas Pabrik Peleburan Aki di Pucuk-Lamongan Andrya Prasidya, Denaya; Sa'adah, Nailus; Wilda Aniriani, Gading; Rahadian Wicaksono, Rizky
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i2.375

Abstract

Industri yang menghasilkan limbah logam berat Pb (Timbal) sangat membahayakan apabila mencemari lingkungan, salah satunya jika mencemari lingkungan perairan yang dimanfaatkan sebagai tambak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan bakteri indigenus yang berada pada tambak tercemar Pb (Timbal) sebagai agen pendegradasi logam berat Pb (timbal). Penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan pola faktor, dengan faktor pertama adalah variasi konsentrasi larutan (10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm) dan faktor ke dua yaitu variasi waktu (0 jam, 4 jam, 8 jam, 12 jam dan 24 jam). Sampel air diambil dari 4 titik lalu dilakukan isolasi, pengamatan makroskopis, mikroskopis, uji biokimia dan uji resistensi. Isolasi dan penapisan bakteri dengan kode isolat T1.T1 (Bacillus sp 1), T1.T2 (Bacillus sp 2), T2.T1 (Bacillus sp 3) dan T2.T2 (Pseudomonas sp). Konsentrasi terbaik uji resistensi bakteri menurunkan  kadar Pb yaitu 30 ppm. Degradasi Pb dengan konsentrasi 30 ppm pada bakteri Bacillus sp 1, Bacillus sp 2 dan Bacillus sp 3 mampu mendegradasi logam berat Pb hingga 87 % pada bakteri Pseudomonas sp mampu mendegradasi logam berat Pb hingga 90 %.
Imobilisasi Pseudomonas Aeruginosa Menggunakan Entraping Sabut Kelapa Dalam Menurunkan Kadar Minyak Dan Lemak Sungai Kaliotik Kabupaten Lamongan Aniriani, Gading Wilda; Sribudi Kusuma Putri, Mutiara; Prasidya, Denaya Andrya; Sulistiono, Eko
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i2.409

Abstract

Sungai Kaliotik menjadi tempat pembuangan limbah domestik dan industri, sehingga telah dilaporkan dengan status tercemar berat. Adanya kandungan minyak dan lemak merupakan indikator pembuangan limbah domestik. Penggunaan sabut kelapa merupakan teknik entraping dalam teknologi bioremediasi biakan melekat pada imobilisasi bakteri. Salah satu kondisi untuk mendukung keadaan pembentukan biofilm dalam kondisi aerobik yaitu dengan membantu bakteri dalam proses perlekatan pada media yang berongga yaitu sabut kelapa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh entraping sabut kelapa pada Pseudomonas aeruginosa dalam menurunkan kadar minyak dan lemak, pH, BOD dan COD air Sungai Kaliotik. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif true experimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan faktor pertama adalah perlakuan dan kontrol dan faktor kedua yaitu waktu inkubasi (0, 7, 14, 21 hari). Data hasil pengujian dianalisis secara statistika menggunakan ANNOVA 1 arah. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh penambahan entraping sabut kelapa pada Pseudomonas aeruginosa dalam menurunkan kadar minyak dan lemak Sungai Kaliotik,  dengan selisih penurunan yang signifikan mencapai 4,9 mg/L selama 21 hari pada perlakuan. Sedangkan pada pH, BOD dan COD menunjukkan selisih penurunan yang kurang signifikan pada hari ke-21 meliputi nilai pH sebesar 0.22, nilai BOD sebesar 186 mg/L, dan nilai COD sebesar 129 mg/L.
Studi Optimasi Komposisi Red Mud dan Asam Sitrat untuk Phytomining Hakim, Gilang Lukman; Agus Prasetya; Panut Mulyono; Himawan Tri Bayu Murti Petrus
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i2.1921

Abstract

Red mud merupakan limbah pengolahan bauksit yang saat ini menjadi permasalahan serius dikarenakan sifatnya yang sangat basa, volume produksi yang tinggi, dan mengandung logam berat. Namun, red mud memiliki sisi positif berupa kandungan logam tanah jarang yang dapat di-recovery. Salah satu metode ramah lingkungan yang dapat diterapkan yakni phytomining dikarenakan metode ini dapat sekaligus meremdiasi red mud. Agar phytomining dapat diterapkan dibutuhkan pengkondisian terlebih dahulu agar kondisi pH red mud dapat sesuai untuk ditanami tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pH dan konduktivitas media tanam dengan cara mengoptimasi komposisi red mud dan dosis asam sitrat. Pada aplikasi Design Expert, dilakukan variasi level komposisi red mud yaitu (10%, 30%, dan 50%) dan dosis asam sitrat (20 mg/g, 60 mg/g, dan 100 mg/g) sehingga menghasilkan 13 percobaan. Hasil analisis ANOVA menunjukkan komposisi red mud 39.66% dan dosis asam sitrat 20,63 mg/g menghasilkan nilai pH 8,055, mendekati kondisi pH ideal media tanam yang berada pada rentang pH 8,0 – 8,5. Hasil penelitian menunjukkan potensi optimasi red mud dan asam sitrat dalam pengkondisian media tanam yang ideal untuk praktik phytomining.
Evaluasi Satu Tahun Kualitas Air Sungai Jagir, Wonokromo, Surabaya Afifudin, Alfin Fatwa M; Pradiptaadi, Brian Pramana A; Rizqiyah, Ziadatur; Aini, Humayra Qurrata; Sari, Indah Kurnia
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2024): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v16i2.1926

Abstract

Sungai Jagir di Wonokromo, Surabaya, merupakan salah satu sumber air penting yang terus mengalami peningkatan kontaminasi dari aktivitas antropogenik dan pembuangan industri. Penelitian ini mengkaji variasi musiman dari beberapa parameter kualitas air utama Sungai Jagir selama Desember 2022 hingga November 2023. Parameter yang digunakan meliputi nitrat, nitrit, fosfat, total padatan terlarut (TDS), konduktivitas listrik (EC), pH, dan suhu air. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi konsentrasi nitrat, berkisar antara 2 hingga 10 ppm, dengan puncak pada November 2023. Kadar nitrit relatif cukup rendah, dengan puncak 1 ppm pada Agustus 2023 dan November 2023. Konsentrasi fosfat menunjukkan peningkatan signifikan pada Juni 2023. Kadar TDS dan EC selama penelitian relatif stabil, sementara nilai pH berkisar antara 6,7 hingga 7,38. Suhu air bervariasi secara musiman, dengan nilai tertinggi tercatat pada November 2023 (34,3°C). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sungai Jagir, Wonokromo, mengalami beban nutrisi periodik dan tingkat pencemaran sedang, kemungkinan berasal dari aktivitas perkotaan dan pertanian di sekitar sungai. Pemantauan berkelanjutan dan strategi pengelolaan yang efektif sangat penting untuk mengurangi pencemaran dan melindungi ekosistem sungai.