cover
Contact Name
Setyo Admoko
Contact Email
setyoadmoko@unesa.ac.id
Phone
+6282144347073
Journal Mail Official
physics@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetaahuan Alam Jl. Ketintang, Gd C3 Lt 1, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : 28303881     DOI : -
Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan fisika meliputi bidang Filsafat dan Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika diterbitkan secara berkala oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juli, dan September.
Articles 241 Documents
Analisis Kesesuaian Proses Belajar Mengajar Fisika pada Materi Kemagnetan dengan ‎Perkembangan Kognitif Siswa di SMP Negeri 1 Babat Pambudi, Avip Setya; Wasis, Wasis
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila siswa menunjukkan aktivitas belajar yang tinggi dan terlihat aktif secara fisik maupun mental. Sehingga berpengaruh pada sikap siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Perkembangan kognitif adalah aspek penting dari perkembangan siswa yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran dan sangat menentukan keberhasilan di sekolah. Kemampuan kognitif siswa dapat dilihat dari keaktifan siswa, kemandirian siswa dan kemampuan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini mendeskripsikan kesesuaian perkembangan kognitif siswa dengan proses belajar mengajar dan hambatan/kendala yang terjadi ketika proses belajar mengajar. Metode yang digunakan menganalisis 4 aspek perkembangan kognitif, menganalisis pengajaran dan perangkat pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan menganalisis kendala yang terjadi ketika proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian perkembangan kognitif siswa dengan proses belajar mengajar fisika pada pertemuan pertama sampai ketiga tercapai pada semua aspek perkembangan kognitif tetapi kurang merata. Pertemuan pertama perkembangan kognitif pada aspek berpikir hipotesis deduktif sebesar 33%, berpikir proporsional sebesar 28%, berpikir kombinatorial sebesar 17% dan berpikir refleksi sebesar 22%. Pertemuan kedua perkembangan kognitif pada aspek berpikir hipotesis deduktif sebesar 20%, berpikir proporsional sebesar 33%, berpikir kombinatorial sebesar 27% dan berpikir refleksi sebesar 20%. Pertemuan ketiga perkembangan kognitif pada aspek berpikir hipotesis deduktif sebesar 28%, berpikir proporsional sebesar 29%, berpikir kombinatorial sebesar 0% dan berpikir refleksi sebesar 43%. Kendala yang terjadi adalah tingkat perkembangan kognitif siswa kurang merata, keterbatasan waktu pelaksanaan pembelajaran, sehingga kurang maksimal dalam penyampaian pembelajaran yang mengakibatkan proses perkembangan kognitif siswa kurang optimal, dan kemampuan guru yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dengan Teknik Firing Line Terhadap Hasil Belajar ‎Siswa pada Materi Bunyi Kelas VIII SMP Negeri 3 Madiun Afifah, Devi Nur; Budiningarti, Hermin
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien korelasi antara hasil belajar siswa dengan pembelajaran koopeartif tipe TGT dengan teknik firing line, mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan respon siswa dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan teknik firing line pada materi bunyi. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan rancangan ”one group pre-test and post-test design”. Berdasarkan analisis normalitas dan homogenitas diketahui bahwa kedua kelas eksperimen (VIII B dan VIII F) berdistribusi normal dan homogen. Untuk mengetahui hasil aspek kognitif siswa digunakan uji t yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai pre-test dan post-test dan diperoleh hasil bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa pada kedua kelas eksperimen. Berdasarkan analisis diperoleh hubungan antara poin ratarata turnamen siswa dengan hasil belajar siswa digunakan analisis korelasi, sehingga diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,84 dengan faktor kontribusi dari poin turnamen sebesar R2= 0,711 pada kelas VIII B, sedangkan pada kelas VIII F koefisien korelasinya sebesar 0,78 dengan faktor kontribusi dari poin turnamen sebesar R2= 0,616. Hasil analisis terhadap keterlaksanaan pembelajaran yang diperoleh dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan teknik firing line secara umum berjalan dengan baik. Sedangkan dari hasil analisis angket respon diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan teknik firing line memperoleh respon positif dari siswa. Dari hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa poin turnamen dengan teknik firing line berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi bunyi kelas VIII SMP Negeri 3 Madiun.
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Instruction dengan Pendekatan Konstruktivis ‎Pokok Bahasan Alat-Alat Optik pada Siswa Kelas VIII SMPN 7 Bojonegoro‎ Vidyandari, Dhian Tri Endah; Prabowo, Prabowo
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara, angket, dan observasi langsung di SMPN 7 Bojonegoro didapatkan bahwa sekolah tersebut pada umumnya menggunakan pembelajaran teacher centered sehingga membuat siswa mudah bosan dan takut pada pelajaran Fisika. Oleh karena itu, peneliti mencoba menerapkan suatu model pembelajaran Problem Based Instruction dengan pendekatan konstruktivis pokok bahasan alat-alat optik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterlaksanan pembelajaran, respons siswa, dan hasil belajar siswa setelah mendapatkan pembelajaran Problem Based Instruction dengan pendekatan konstruktivis. Model pembelajaran Problem Based Instruction merupakan model pembelajaran yang menyajikan kepada siswa situasi masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri serta menghasilkan produk berupa hasil karya. Dengan pendekatan konstruktivis, siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Desain penelitian ini menggunakan Randomized Control Group Pre-Test Post-Test Design. Berdasarkan analisis aspek kognitif, afektif dan psikomotor hasil belajar siswa dari penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction dengan pendekatan konstruktivis yang lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan metode biasa, karena siswa lebih aktif dan berani mengungkapkan pendapat. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa pembelajaran Problem Based Instruction dengan pendekatan konstruktivis yang diterapkan pada penelitian ini berjalan dengan baik sekali, hal ini didapat dari pengamatan. Hasil respons siswa terhadap pembelajaran Problem Based Instruction dengan pendekatan konstruktivis mendapat kategori baik sekali.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning) Terhadap Penurunan ‎Miskonsepsi pada Materi Listrik Dinamis Kelas X SMAN 2 Jombang‎ Fajar, Dinar Maftukh; Supardi, Zainul Arifin Imam
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan menemukan bahwa siswa kelas X SMAN 2 Jombang mengalami miskonsepsi pada materi listrik dinamis dengan topik: arus dikonsumsi oleh komponen (model konsumsi arus), perubahan komponen tidak berpengaruh pada arus komponen lain, baterai sebagai sumber arus tetap, dan arus menimbulkan adanya beda potensial. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengetahuan awal dan profil miskonsepsi pada materi listrik dinamis, serta menguji signifikansi penggunaan model pembelajaran inkuiri dalam menurunkan miskonsepsi pada materi listrik dinamis kelas X SMAN 2 Jombang. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan adalah kelas X-2 yang berjumlah 32 siswa. Sebelum dan sesudah pelaksanaan model pembelajaran inkuiri, siswa diberikan 10 soal pretes dan postes yang dilengkapi dengan kolom Certainty of Response Index (CRI) untuk membedakan siswa yang tahu konsep (TK), tidak tahu konsep (TTK), dan miskonsepsi (MK). Jumlah miskonsepsi tiap siswa pada pretes dan postes dianalisis menggunakan t-Test: Paired Two Sample for Means pada Microsoft Excel dan menghasilkan Pearson Corellation berharga negatif dan . Kesimpulan yang diperoleh adalah model pembelajaran inkuiri mampu secara signifikan menurunkan miskonsepsi pada materi listrik dinamis. Kata Kunci: miskonsepsi, Model Pembelajaran Inkuiri, Certainty of Response Index (CRI)   Abstract A preliminary study found that 10th-grade-students of SMAN 2 Jombang had misconceptions in dynamic electricity under the topics as follows: electric current is consumed by components (current consumption model), the change of components does not affect current pass through other components, batteries are the sources of constant electric current, and electric current produces potential difference. The goals of this research are to describe prior knowledge and profile of misconception in dynamic electricity, and to test the significance of inquiry learning model in reducing misconception in dynamic electricity 10th grade SMAN 2 Jombang. This research uses pre-experimental design with the form of one group pretest-posttest design. The sample used is class X-2 that amounts to 32 students. Before and after implementation of the inquiry learning model, students are given 10 items of pretest and posttest. The two tests are provided the column of Certainty of Response Index (CRI) that is used to distinguish students who know concepts (TK), do not know concepts (TTK), and have misconception (MK). The number of misconception of each student in pretest and posttest is analyzed by using t-Test: Paired Two Sample for Means in Microsoft Excel and results Pearson Correlation values negative and . The conclusion gained is the implementation of inquiry learning model is able to reduce misconception in dynamic electricity significantly.
Impelementasi Model Pembelajaran Guided Inquiry pada Pokok Bahasan Gerak di Kelas VII ‎SMPN 2 Sawoo Ponorogo‎ Firdaus, Fachrudin Bayu; Rasyid, Hainur
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran model pembelajaran guided inquiry pada pokok bahasan gerak. Pada penelitian ini model pembelajaran guided inquiry menekankan pada pertanyaan-pertanyaan yang memotivasi siswa agar ingin belajar lebih mendalam dan membagi ilmu yang didapatkan kepada oranglain. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 2 Sawoo dan rancangan penelitian ini menggunakan true experiment design. Berdasarkan hasil observasi didapat nilai keterlaksanaan pembelajaran sebesar 97 sehingga dapat dikatakan berjalan dengan baik. Sedangkan untuk aktivitas siswa dalam pembelajaran sangat dominan dari aktivitas guru dan siswa lebih banyak bekerja secara kelompok. Berdasarkan analisis hasil belajar kognitif siswa menggunakan uji-t satu pihak diperoleh nilai 11.55 lebih besar dari pada nilai r tabel sehingga dinyatakan bahwa hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar kelas kontrol. Berdasarkan analisis yang dilakukan untuk nilai afektif dan psikomotor menggunakan uji-t dua pihak diperoleh hasil bahwa nilai afektif dan psikomotor kelas eksperimen dan kelas kontrol sama. Respons siswa terhadap pembelajaran guided inquiry secara umum baik, hal ini ditunjukkan pada respons siswa tertinggi terdapat pada aspek kedua dan kelima yaitu siswa lebih termotivasi untuk belajar dan lebih berani menyampaikan pendapat persentase sebesar 85% dan tergolong baik sekali. Dalam pelaksanaan model pembelajaran guided inquiry terdapat beberapa kendala yaitu siswa perlu beradaptasi dengan cara mengajar yang baru, kurangnya sumber belajar siswa untuk memperoleh informasi tentang materi yang diajarkan, serta belum terbiasanya siswa melakukan percobaan dalam pembelajaran fisika.
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Kegiatan Laboratorium untuk Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 ‎Surabaya pada Materi Pokok Alat Optik Maliki, Fedela Leta; Anggaryani, Mita
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas pembelajaran, berbasis kegiatan laboratorium pada materi pokok alat optik melalui hasil belajar siswa ranah kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian Pre Experimental Design dengan Randomized One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII-A, VIII-B, VIII-C, VIII-G dan VIII-H SMP Negeri 6 Surabaya dengan sampel penelitian adalah (VIII-A, VIII-B, VIII-G) sebagai kelas eksperimen. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa semua kelas berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata gain yang dinormalisasi untuk kelas eksperimen I ialah <0.83>, kelas eksperimen II ialah <0.90>dan kelas eksperimen III ialah <0.80>menunjukkan berkategori tinggi; pengelolaan pembelajaran menunjukkan berkategori sangat baik; dan persentase psikomotor serta afektif menunjukkan berkategori sangat baik. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa >80% memberikan respons positif terhadap pembelajaran berbasis kegiatan laboratorium.
Penerapan Model Pembelajaran Apexst (Advancing High- Leverage Practices by Examining ‎Student Thinking) pada Materi Perpindahan Kalor Terhadap Hasil Belajar Siswa di Kelas X ‎SMAN 1 Karangan Trenggalek‎ Dewi, Fitri Ana; Supriyono, Supriyono
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang memiliki peran strategis dalam proses pembangunan bangsa. Pendidikan merupakan suatu usaha secara sadar dan terencana, dapat mengembangkan potensi pada peserta didik, serta mengajarkan nilai-nilai moral. Guru tidak hanya dituntut untuk mampu menyampaikan ilmu, melainkan juga merencanakan proses pembelajaran dengan baik, tak terkecuali bidang fisika. Kenyataan yang ada di lapangan, nilai ketuntasan siswa untuk mata pelajaran fisika masih rendah. Rata-rata nilai ketuntasan siswa di SMA Negeri 1 Karangan hanyalah 45%, sehingga perlu dilakukan penanganan, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran APEXST . Model pembelajaran APEXST merupakan suatu model peningkatan latihan berfikir secara bertahap dengan menguji pemikiran siswa. Dengan model pembelajaran APEXST, siswa dilatihkan berfikir secara kritis, menemukan konsep di dalam kegiatan yang ada di LKS melalui tahapan berfikir berdasarkan kata kunci what, how, dan why. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan model APEXST, perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberikan model APEXST dengan selain model APEXST, serta respons siswa dengan diterapkannya model APEXST tersebut. Penelitian dilakukan secara kuantitatif eksperimental pada semester 2 tahun ajaran 2012/2013 di SMA Negeri 1 Karangan Trenggalek. Sampel yang diambil adalah kelas X-8 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelas. Data yang diperoleh berupa nilai siswa ketika mengerjakan pre test dan post test , respons siswa ketika mengikuti pembelajaran dengan model APEXST, serta data hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dengan model APEXST . Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas pada populasi terhadap hasil pre test diketahui bahwa populasi terdistribusi normal dan homogen. Hasil post test yang dianalisis melalui uji t dua pihak menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol dengan nilai thitung sebesar 6,58 sedangkan nilai ttabel sebesar 2,00 pada taraf kepercayaan 95%. Hasil belajar siswa kelas eksperimen diketahui lebih baik daripada kelas kontrol berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji t satu pihak, dimana nilai thitung 6,58 sedangkan nilai ttabel adalah 1,67 pada taraf kepercayaan 95%. Model pembelajaran APEXST juga mendapat respons yang baik dari siswa, yang ditunjukkan dengan persentase hasil analisis angket respons siswa sebesar 86%. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model APEXST juga bernilai baik, yang diketahui dari hasil analisis lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, yaitu memiliki nilai rata-rata sebesar 3,71 untuk kegiatan pembelajarannya, 3,50 untuk pengelolaan waktu, serta 3,50 untuk suasana kelas.
Pembelajaran IPA-Fisika Materi Cahaya dengan Gabungan Model Pembelajarana Kooperatif dan ‎Pengajaran Langsung untuk Meningkatkan Hasil Belajar Nurwiyati, Fitriana Eka Sari; Jatmiko, Budi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitiaan ini adalah penelitian pra eksperimental yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar IPA-fisika siswa pada materi cahaya, yang meliputi: (1) kognitif produk, dan (2) afektif setelah diterapkan gabungan model pembelajaran kooperatif dan pengajaran langsung. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan:(3) keterlaksanaan, dan (4) respon siswa terhadap proses belajar mengajar tersebut; dan (5) untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas replikasi, meliputi: (a) hasil belajar produk, (b) afektif, (c) keterlaksanaan pembelajaran, dan (d) resposn siswa.. Rancangan penelitian ini adalah pre-test and post-test group, dengan subjek penelitian tiga kelas, satu kelas eksperimen dan dua kelas replikasi. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Jombang pada semester genap tahun ajaran 2012/2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkan pembelajaran IPA-fisika materi cahaya, terdapat peningkatan hasil belajar siswa, meliputi: (1) kognitif produk, dan (2) afektif; Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa: (3) keterlaksanaan pembelajaran dengan gabungan model pembelajaran kooperatif dan pengajaran langsung berkatagori baik; demikian pula (4) respons siswa terhadap gabungan model pembelajaran kooperatif dan pengajaran langsung juga berkatagori baik; dan (5) tidak ada perbedaan antara ketiga kelas, meliputi: (a) hasil belajar produk, (b) afektif, (c) keterlaksanaan pembelajaran, dan (d) respon siswa.
Pengaruh Pemberian Tugas Terstruktur dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ‎Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Fluida Statis di Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Maospati Aldila, Herman; Mulyanratna, Madewi
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara metode pemberian tugas terstruktur terhadap hasil belajar siswa. Metode pemberian tugas terstruktur merupakan metode dimana guru memberikan penugasan yang waktunya telah ditentukan oleh guru dan guru membahas tuntas tugas tersebut secara klasikal. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI dan sample dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 5 di SMA Negeri 1 Maospati. Desain penelitian yang digunakan adalah The One Group Pretest-Posttest Design. Berdasarkan hasil penelitan dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi didapatkan koefisien korelasi dan persamaan regresi untuk masing-masing ranah hasil belajar siswa yaitu ranah kognitif dengan koefisien korelasi sebesar 0,798 dengan persamaan regresi Yˆ=21,134+0,904X, ranah psikomotor dengan koefisien korelasi sebesar 0,791 dengan persamaan regresi Yˆ=24,048+0,798X, dan ranah afektif dengan koefisien korelasi sebesar 0,783 dengan persamaan regresi Yˆ=24,931+0,767X. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa, metode pemberian tugas terstruktur terhadap hasil belajar siswa memiliki pengaruh yang positip dan korelasi yang kuat. Hal ini menandakan bahwa perubahan dari penerapan metode pemberian tugas terstruktur berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa.
Pengembangan Media E-Book Interaktif Melalui Strategi Mind Mapping pada Materi Pokok ‎Listrik Dinamis untuk SMA Kelas X Wilujeng, Indrawati; Mulyaningsih, Sri
IPF: Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (2013): Vol. 2 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dikembangkan media e-Book interaktif melalui strategi Mind Mapping pada materi pokok listrik dinamis untuk SMA kelas X. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D (four-D Models) yang dikemukakan oleh Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Namun dalam penelitian ini hanya dibatasi sampai pada tahap pengembangan (develop). Subjek penelitian ini adalah media e-Book interaktif melalui strategi Mind Mapping pada materi pokok listrik dinamis untuk SMA kelas X yang diujicobakan secara terbatas pada 12 siswa SMA Kelas X. Instrumen yang digunakan adalah lembar telaah, lembar validasi, lembar observasi, lembar angket respon siswa, dan lembar tes siswa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan informasi tentang pendapat guru fisika, dosen, dan siswa terhadap media e-Book interaktif yang dikembangkan menggunakan instrumeninstrumen di atas. E-Book yang dikembangkan dalam penelitian pengembangan dikatakan layak apabila memperoleh persentase ≥ 61%. Hasil analisis data penelitian terhadap aspek kelayakan media diperoleh persentase sebesar 89,47%, sedangkan dari aspek kelayakan materi diperoleh persentase sebesar 94,29%. Berdasarkan angket respon siswa, media e-Book interaktif melalui strategi Mind Mapping mendapatkan persentase kelayakan sebesar 88,02%. Pemahaman siswa terhadap materi dalam media e-Book interaktif melalui strategi Mind Mapping ini sangat baik dengan nilai hasil tes semua siswa mencapai ≥75. Dengan demikian dapat diperoleh kesimpulan bahwa media e-Book interaktif yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran.