cover
Contact Name
Enny Keristiana Sinaga
Contact Email
ptbunimed@gmail.com
Phone
+6285399350278
Journal Mail Official
ptbunimed@gmail.com
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate Kotak Pos 1589 Medan 20221 Sumatera Utara Telp. (061) 6613365 Fax. (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
ISSN : 24774898     EISSN : 24774901     DOI : doi:http//doi.org/10.24114/eb.v4il
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil merupakan media publikasi karya-karya ilmiah khususnya hasil penelitian dalam bidang pendidikan teknik bangunan, teknik sipil, teknik arsitektur, teknik lingkungan, serta bidang ilmu yang relevan lainnya. Sebelum dipublikasi jurnal ini melewati proses daring dan reviewer. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini terbuka bagi masyarakat ilmiah tidak terbatas pada civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan saja tetapi terbuka bagi dosen dan peneliti dari perguruan tinggi lain, dan para professional lain.
Articles 200 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR KONSTRUKSI BANGUNAN PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN T.A 2016/2017 Herianto .; KInanti Wijaya
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 4, No 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.689 KB) | DOI: 10.24114/eb.v4i1.10048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar Konstruksi Bangunan siswa SMK Negeri 1 percut sei tuan Tahun Ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X jurusan teknik gambar bangunan yang terdiri dari kelas TGB 1 dan TGB 2 yang berjumlah 60 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling, dimana keseluruhan populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah objektif tes berbentuk pilihan berganda yang berjumlah 25 soal dengan 4 opsi jawaban. Hasil analisis data setelah diberikan perlakuan dengan masing-masing model pembelajaran menunjukkan bahwa kelas yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah memperoleh nilai rata-rata sebesar 84,80, dan standar deviasi sebesar 5,82. Sedangkan kelas yang diajarkan dengan model konvensional memperoleh nilai rata-rata  sebesar 72,07 dan standar deviasi  sebesar 3,74. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan statistik uji-t Dari perhitungan hipotesis diperoleh thitung sebesar 3,89 dan ttabel sebesar 1,68. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa thitung > ttabel (3,89 > 1,68) maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. dan minat belajar siswa dengan model konvensional memiliki rata-rata 61,63 dan pembelajaran berbasis masalah 83,61 mengalami peningkatan 26,28% Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan model pembelajaran berbasis masalah terhadap minat dan hasil belajar Konstruksi Bangunan Kata Kunci : Berbasis Masalah, Hasil Belajar, Minat Belajar, Model Konvensional,  Pembelajaran   ABSTRACT This study aims to determine the effect of problem-based learning on learning outcomes of  Building Construction students SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan Year of Teaching 2017/2018. This type of research is experimental research. Population in this research is all class X student majoring in building drawing techniques consisting of TGB 1 and TGB 2 class of 60 people. Sampling in this study was done by total sampling technique, where the entire population was sampled. The research instrument used to collect the data is the objective of multiple choice test consisting of 25 questions with 4 answer options.  The results of the data analysis after the handling given to each study model shows that the class is taught by a problem-based learning model scored an average of 84.80, and a standard deviation about 5.82. While the classes taught by the conventional model obtain an average value about 72.07 and standard deviation about 3.74. Hypothesis testing is done by using t-test statistic. From the calculation of the hypothesis obtained t-count of 3.89 and t-table of 1.68. The result of hypothesis testing shows that t-hitung> t-table (3.89> 1.68) then the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (H0) is rejected. And students' learning interest with conventional model has an average of 61.63 and problem based learning 83,61 experienced an increase of 26,28%. From these results it can be concluded that there is a positive and significant effect of problem-based learning model on Building Construction interest and learning outcomes.Keywords: Problem Based, Learning Outcomes, Interest In Learning, Conventional Model, Learning
ANALISIS RISIKO PEKERJAAN STRUKTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN DECISION TREE (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN PUSAT SENI, ART CENTRE GARUT) Candra Christianti Purnomo
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 7, No 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.693 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v7i2 DES.31591

Abstract

Dewasa ini, ketatnya persaingan di industri konstruksi menuntut perusahaan jasa konstruksi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus agar performansi dan dapat mencapai target perushaan. Pelaksanaan proyek konstruksi masih dihadapkan pada tiga kendala yaitu biaya, mutu, dan waktu. Apabila permasalahan yang dihadapai perusahaan jasa konstruksi tidak segera diselesaikan maka keberhasilan pelaksanaan proyek tersebut akan terganggu. Selalu terdapat kemungkinan tidak tercapainya keputusan yang diambil, maka dari itu diperlukan kemampuan untuk mengolah dan mempelajari risiko yang ada. Analisis manajemen risiko dalam suatu proyek menjadi penting untuk dilakukan karena diharapkan dapat terwujudnya sasaran proyek yang tepat biaya, tepat mutu, dan tepat waktu. Untuk mengantisipasi terjadinya risiko-risiko tersebut maka penelitian ini akan membahas analisis risiko pada proyek pembangunan Pusat Seni (Art Centre) Garut pada pekerjaan struktur. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi risiko dari proyek pembangunan Pusat Seni (Art Centre) Garut, dan menenetukan serta menganalisis respon yang paling tepat terhadap risiko tersebut dengan menggunakan metode FMEA dan Decision Tree. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat 26 faktor yang menjadi risiko dari proyek pembangunan Pusat Seni (Art Centre) Garut, berdasarkan analisis risiko kualitatif menggunakan FMEA risiko yang memiliki nilai RPN terbesar adalah produktivitas menurun yang menyebabkan keterlambatan waktu dengan nilai RPN sebesar 60, sedangkan berdasarkan analisis risiko kuantitatif menggunakan decision tree disimpulkan sebaiknya pekerjaan pondasi dimulai pada bulan Agaustus yang memiliki nilai EMV terkecil sebesar –Rp1.382.116.647,24. Jika pada pekerjaan pondasi terjadi keterlambatan waktu maka akan berdampak pada keseluruhan jadwal pada proyek pembangunan Pusat Seni (Art Centre) Garut. Dari analisis risiko-risiko tersebut harus segera dilakukan tindakan yang tepat agar kemungkinan terjadinya kerugian dapat dihindari. Kata Kunci: Analisis Risiko, Decision Tree, FMEA  ABSTRACTToday, the tight competition in the construction industry requires construction service companies to make continuous improvementsso that their performance can achieve the company’s targets. The implementation of construction projects is still faced with three obstacles, namely cost, quality, and time. If the problems faced by construction service companies are not immediately resolved, the successful implementation of the project will be disrupted. There is always the possibility of not achieving the decisions taken, therefore it is necessary to have the ability to process and study the risks that exist analysis of risk management in a project becomes important to do because it is expected to realize project goals that are right on cost, right in quality, and on time to anticipate the occurrence of these risks, this study will discuss risk analysis of these risks, this study will discuss risk analysis in the construction project of the Garut Art Center on structural work. The objectives to be achieved in this study are to determine the risk factors of the Garut Art Center development project, and to determine and analyze the most appropriate response to these risks using the FMEA and Decision Tree methods. Based on the results of the analysis and discussion carried out, it can be concluded that there are 26 risk factors for the Garut Art Center development project, based on a qualitative risk analysis using the risk FMEA having the largest RPN value is decreasing productivity which causes time delays with an RPN value of 60, while based on quantitative risk analysis using a decision tree, it is concluded that foundation work should be started in August which has the smallest EMV value of –Rp1.382.116.647,24. If there is a delay in the foundation work, it will have an impact on the overall schedule for the Garut Art Center construction project. Form the analysis of these risks, appropriate action must be taken immediately so that the possibility of loss can be avoided. Keywords: Decision Tree, FMEA, Risk Analysis
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KONSTRUKSI BANGUNAN SISWA KELAS X TGB SMK NEGERI 2 MEDAN Lisa Gusmira; Zulkifli Matondang
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 2, No 1 JUNI (2016): Educational Building
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.901 KB) | DOI: 10.24114/eb.v2i1.3748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Konstruksi Bangunan dengan menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching.Penelitian dikemas dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatandan refleksi.Data penelitian diambil dari lembar observasidan tes hasil belajaryang sebelumnya telah di uji instrument.Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Medan dengan jumlah sampel 30 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwaaktivitas belajar siswapada siklus I yang mencapai kriteria Aktif ialah sebanyak 9 siswadan pada siklus II ialah sebanyak 26 siswa dengan nilai rata-rata akhir yaitu 80,33. Hasil belajarpada siklus I, persentase kelulusan yaitu 66.67% dengan nilai  rata‑rata 73,97 dan pada siklus II persentase kelulusan yaitu 86,67%dengan nilai  rata‑rata 81,75. Jadi dapat disimpulkanbahwadengan dua siklus, model pembelajaran Quantum Teaching telah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Aktivitas Siswa, Hasil Belajar, Model Pembelajaran, QuantumTeaching
STUDI PERHITUNGAN KEKAKUAN PORTAL DINDING BATA PADA BANGUNAN BERTINGKAT DARI BEBERAPA NEGARA DENGAN PUSHOVER Sri Frapanti
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 4, No 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.694 KB) | DOI: 10.24114/eb.v4i1.10037

Abstract

ABSTRAKPenerapan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam bidang pembangunan konstruksi teknik sipil mengalami perkembangan yang pesat dengan berkembangnya zaman sehingga menuntut kita untuk lebih kreatif terutama dalam hal perancangan struktur. Di Indonesia, tantangan yang dihadapi dalam kontruksi gedung bertingkat adalah adanya resiko akibat gempa. Salah satu metode untuk menganalisis beban gempa adalah analisis pushover. Analisis pushover merupakan prosedur analisis untuk mengetahui perilaku keruntuhan suatu bangunan terhadap gempa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kekakuan dan kekuatan dinding dengan melakukan eksperimen kuat tekan dari beberapa tipe batu bata yang diambil  benda uji batu bata dari Lubuk Pakam dan dibandingkan dengan beberapa negara. Stuktur bangunan dimodelkan sebagai portal 2 dimensi yang terdiri dari 2 variasi  model dengan 1 bentang dan 3 bentang yaitu Portal terbuka, Portal  berdinding. dengan menggunakan analisa Pushover dan bantuan Program ETABS. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi dinding pengisi yang terbuat dari dinding bata mempengaruhi kekakuan lateral struktur bangunan.  Kata Kunci : Portal Terbuka, Portal  Berdinding, Tipe Batu Bata, Analisis Pushover, Kekakuan Elastis Dan Pasca Elastis   ABSTRACT Developed rapidly with the development of the era that requires us to be more creative especially in terms of structural design. In Indonesia, the challenge faced in the construction of high-rise buildings is the risk due to the earthquake. One method to analyze earthquake loads is pushover analysis. Pushover analysis is an analytical procedure to determine the collapse behavior of a building against earthquake. The research was conducted to find out how big the effect of stiffness and strength of the wall by doing a compressive strength experiment of some brick type taken by brick test object from Lubuk Pakam and compared with some countries. The structure of the building is modeled as a 2-dimensional portal consisting of 2 variations of the model with 1 span and 3 spans of open portal, walled portal. using Pushover analysis and ETABS Program assistance. The results of the analysis in this study indicate that the contribution of wall filler made of brick walls affect the lateral stiffness of the building structure. Keywords: Open Portal, Walled Portal, Brick Type, Pushover Analysis, Elastic Stiffness And Post Elastic.
KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE BINA MARGA STA 140 + 000 – 150 + 000 BATAS SUMATERA BARAT - RIAU Eko Prayitno
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 6, No 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.892 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v6i1 JUN.22387

Abstract

dengan baik setelah kerusakan-kerusakan yang timbul pada perkerasan tersebut dievaluasi mengenai penyebab dan akibat kerusakannya. Metode bina marga adalah metode yang dipakai untuk menentukan jenis kerusakan, yang perlu diperhatikan saat melakukan survey visual adalah kekasaran permukaan, lubang, tambalan, retak, alur dan amblas. Retak adalah suatu gejala kerusakan atau pecahnya permukaan perkerasan sehingga akan menyebabkan air pada permukaan perkerasan masuk ke lapisan dibawahnya. Penentuan nilai kondisi jalan dilakukan dengan menjumlahkan setiap angka dan nilai untuk masing-masing keadaan kerusakan. Untuk menentukan jenis penanganan kerusakan jalan diruas jalan batas Sumatera Barat-Riau STA 140 + 000 - 150 + 000, maka harus diadakan pemilihan terhadap jenis dan luas kerusakan yang terjadi. Jenis kerusakan yang dapat ditemukan pada ruas jalan batas Sumatera Barat-Riau STA 140 + 000 - STA 150 + 000 antara lain retak buaya, retak memanjang, tambalan, lubang, amblas dan alur. Tingkat kerusakan jalan dengan metode bina marga serta jenis penanganannya adalah tingkat atau nilai prioritas kerusakan batas Sumatera Barat-Riau STA 140 + 000 - STA 150 + 000 dengan menggunakan metode bina marga adalah 5, menandakan bahwa jalan perlu dimasukkan dalam program pemeliharaan berkala.Kata Kunci: Perkerasan Lentur, Retak, Kerusakan Jalan, Tingkat Kerusakan Jalan, Penanganan KerusakanABSTRACT The maintenance or rehabilitation in construction that can be well done after the damage that arises has evaluated on the cause and effect of damage. The method of Bina Marga is used to determine the type of damage, which should be considered when conducting a visual survey, is the roughness of the surface, holes, patches, cracks, grooves and amblas. Cracking is a symptom of damage on the surface of the weld that it will cause the water on the surface of the weld to go into the bottom layer. Specifying a road condition value is done by summing each number and value for each damage state. To determine the type of road damage handling on the road boundary of West Sumatra-Riau STA 140 + 000 - 150 + 000, it should be held the selection of the type and the extent of the damage occurred. The type of damage that can be found on the road boundary of West Sumatera-Riau STA 140 + 000 - STA 150 + 000 Among other crocodile cracks, elongated cracks, patches, holes, vanish and grooves. The level of road damage with the building methods and the type of handling is the priority level or value of the damage of West Sumatera-Riau STA 140 + 000 - STA 150 + 000 using the Bina Marga method is 5, indicating that the road needs to be included in the periodic maintenance program.
KAJIAN PERANCANGAN PERMUKIMAN KAMPUNG AUR DI KOTA MEDAN (DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU DAN LINGKUNGAN) Dicky Andrea Sembiring
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 3, No 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.89 KB) | DOI: 10.24114/eb.v3i1.7444

Abstract

ABSTRAKKampung Aur adalah salah satu pemukiman padat penduduk yang terletak di tepi Sungai Deli, Medan. Sejauh ini telah ada beberapa jenis solusi untuk masalah pemukiman padat penduduk mulai dari penggusuran paksa, pembangunan permukiman baru dalam bentuk program perbaikan datar / rusunawa dan kampung. Bisa dikatakan, pemerintah mulai menyadari bahwa masalahnya tidak bisa diatasi dengan sistem satu arah. Harus ada komunikasi dengan penghuni permukiman kumuh. Hal ini kemudian mendorong para penulis untuk membuat perencanaan permukiman Kampung Aur dengan pendekatan perilaku lingkungan untuk menjadi tesisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain permukiman yang dapat mengakomodasi aspek sosial dan budaya masyarakat melalui pendekatan perilaku lingkungan. Untuk mencapai tujuan tersebut, observasi partisipatif akan dilakukan pada setiap komunitas dominan yang ada di lokasi. Melalui pengamatan ini akan diketahui bagaimana setting lingkungan dan perilaku bekerja di Kampung Aur. Data pengaturan lingkungan dan perilaku kemudian akan diproses untuk menghasilkan kriteria desain Kampung Aur Settlement. Dari penelitian ini ditemukan bahwa ada dua suku dominan di Kampung Aur, yaitu orang Tionghoa dan Minang. Komunitas Minang lebih jauh menunjukkan karakteristik yang memiliki tingkat teritorialitas tinggi dan privasi yang rendah, sementara orang Cina justru sebaliknya. Berdasarkan karakteristik masyarakat yang ada, desing bisa diproduksi sesuai dengan perilaku masing-masing masyarakat di Kampung Aur.Kata Kunci : Kampung Aur, Kumuh, Permukiman, Perilaku-Lingkungan ABSTRACTKampung Aur is one of the densely populated settlements situated on the banks of the Deli River, Medan. So far there have been several type of solution to the matter regarding densely populated settlements ranging from forced evictions, construction of new settlements in the form of flat / rusunawa and kampung improvement program. It can be said, the government began to realize that the problem can not be solved with one-way system. There must be communication with the slum dwellers. This then prompted the authors to make the planning of Kampung Aur settlements with environmental-behavioral approach to be the title of his thesis. This study aims to produce a design of settlement which can accommodate social and cultural aspects of society through environmental behavior approach. To achieve these objectives, participatory observation will be conducted on each dominant communities that exist on the site. Through these observations it will be known how the environmental setting and behavior setting works in Kampung Aur. The data of environmental setting and behavior setting will then be processed to produce design criteria of Kampung Aur  Settlement. From this research it was found that there are two dominant tribe in Kampung Aur, the Chinese and Minang. Minang communities further demonstrate characteristics that have a high degree of territoriality and low privacy, while Chinese are just the opposite. Based on the characteristics of the existing society, a desing can be produced in accordance with the behavior of each communities in Kampung Aur  Keywords: Aur Settlement, Environmental Behavior, Slum 
PENGARUH PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA TIGA DIMENSI (3D) TERHADAP HASIL BELAJAR MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 MEULABOH Ariski Septian; Jintar Tampubolon
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 1, No 1 JUNI (2015): Educational Building
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.693 KB) | DOI: 10.24114/eb.v1i1.2827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Tiga Dimensi (3D) berupa penggunaan benda model terhadap hasil belajar menggambar dengan perangkat lunak Siswa Kelas XI Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Meulaboh pada Tahun Ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 2 kelas. Yang menjadi sampel penelitian ini adalah kedua kelas yaitu kelas XI TGB I berjumlah 25 siswa sebagai Kelas Eksperimen dan siswa kelas XI TGB II yang berjumlah 25 siswa sebagai Kelas Kontrol.Alat pengumpul data yang telah disusun sebanyak 5 soal berupa essay test. Soal disusun berdasarkan materi ajar tentang bentuk-bentuk bangunan yang telah dijelaskan melalui Media Tiga Dimensi soal tes tersebut meliputi gambar denah, tampak, potongan dan detail salah satu bangunan. Dari hasil uji-t hasil menggambar dengan perangkat lunak pada taraf signifikan 5%  = 2,01063 diperoleh thitung > ttabel yakni 2106 > 201063, maka hipotesis diterima.Siswa yang diajarkan dengan menggunakan Media Tiga Dimensi (3D) memiliki hasil belajar lebih tinggi dari siswa yang diajarkan dengan menggunakan Media Konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media Tiga Dimensi (3D) mempunyai pengaruh yang berbeda secara signifikan terhadap hasil belajar meggambar dengan perangkat lunak SMK Negeri 2 Meulaboh Tahun Ajaran 2014/2015. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan referensi belajar untuk guru mata pelajaran yang bersangkutan. Kata kunci: Hasil Belajar, Media Belajar, Media Tiga Dimensi
STUDI KOMPARASI PEMODELAN 1-D (SATU DIMENSI) DAN 2-D (DUA DIMENSI) DALAM MEMODELKAN BANJIR DAS CITARUM HULU Riza Inanda Siregar; Ivan Indrawan
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 3, No 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.317 KB) | DOI: 10.24114/eb.v3i2.8255

Abstract

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tidak baik akan menimbulkan kerusakan. Salah satu indikasi bahwa suatu DAS mengalami kerusakan adalah terjadinya banjir. Pada saat kondisi jumlah air sungai melebihi kapasitasnya atau menjadi terlalu banyak maka terjadi banjir yang diakibatkan oleh luapan sungai. Faktor dari peristiwa alami seperti intensitas curah hujan yang tinggi merupakan penyebab terjadinya banjir, ditambah lagi dengan faktor aktifitas manusia. Salah satu cara untuk mengantisipasi bencana banjir adalah dengan memprediksi terjadinya banjir tersebut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil yang diperoleh pada pemodelan 1-D dan 2-D terkait akurasi hasil untuk analisis lanjutnya. Keterbatasan data yang diperoleh dan ketepatan pemilihan metode pemodelan banjir akan mengurangi keakuratan hasil pemodelan dalam memprediksi banjir. Secara garis besar metode pemodelan banjir terdiri dari dua bagian yaitu pemodelan hidrologi (hydrology modeling) dan pemodelan hidrolika (hydraulic modeling). Pemodelan hidrologi pada daerah studi yaitu DAS Citarum Hulu, Jawa Barat menggunakan hidrograf metode SCS dan Snyder dengan bantuan software HEC-HMS, sedangkan pemodelan hidrolika menggunakan bantuan software HEC-RAS. Hasil yang diperoleh akan dilakukan kalibrasi dan verifikasi. Pemodelan dengan HEC-RAS 5.03 dianalisis untuk model 1-D dan 2-D, kemudian kedua data komparasikan untuk menganalisis perbedaan atau rentang hasil yang diperoleh terkait pemilihan metode pada DAS yang lain. Kata Kunci : Banjir, Citarum, Flood Modeller, Pemodelan, Sungai Deli  ABSTRACT Management of Watersheds (DAS) will cause damage if one indication that a watershed is damaged is the occurrence of floods. When the condition of the river water exceeds its capacity or becomes too much, there will be flood caused by the river flood. Factors of natural events such as high rainfall intensity is the cause of flooding, coupled with the factor of human activity. One way to anticipate flood disaster is to predict the occurrence of the flood. This study aims to analyze the differences in results obtained in 1-D and 2-D modeling on yield accuracy for further analysis. Limitations of the data obtained and the accuracy of selection of flood modeling methods will reduce the accuracy of the modeling results in predicting flooding. The method consists of two parts, hydrology modeling and hydraulic modeling. Hydrology modeling in the study area is upper Citarum Watershed, West Java using hydrograph of SCS and Snyder method with HEC-HMS software, while hydraulic modeling using HEC-RAS software. The results obtained will be calibration and verification. Modeling with HEC-RAS 5.03 was analyzed for 1-D and 2-D models, then the two comparative data to analyze the difference or range of results obtained related to the selection of methods in other watersheds Keywords: Citarum, Deli River, Flood, Modelling
STUDI KARAKTERISTIK PENGGUNA ANGKUTAN UMUM DALAM PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI Dody Taufik Absor Sibuea
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 5, No 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.827 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i2 DES.16144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penguna angkutan umum dalam memilih moda angkutan umum yang digunakan masyarakat Perumnas Martubung,. Kemudian penelitian ini juga bertujuan mendeskripsikan moda angkutan umum yang digunakan, serta untuk mengetahui pendapat masyarakat dalam melakukan perjalanan ditinjau dari kinerja pelayanan angkutan umum. Berikutnya, penelitian ini ingin mengungkap perbedaan persepsi pelaku perjalanan terhadap penggunaan moda angkutan umum berdasarkan karakteristik pelaku perjalanan. Populasi penelitian ini adalah penduduk Perumnas Martubung sebanyak14.058 orang, dengan jumlah sampel diambil sebanyak 520 orang pelaku perjalanan yang ditentukan berdasarkan formula Parel et. al. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling.Klaster didasarkan pada lingkungan di Perumnas Martubung yaitu sebanyak 11 lingkungan, dengan responden yang dipilih hanya satu orang dari setiap keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Untuk mengukur persepsi pelaku perjalanan digunakan kuesioner dengan skala Likert. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik deskriptif dan teknik ANAVA. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara umum masyarakat Perumnas Martubung hampir semuanya menggunakan mobil penumpang umum sebagai moda angkutan umum yaitu sebanyak 97,31 persen. Dari hasil penelitian ditemukan juga bahwa ditinjau dari segi biaya, sebanyak  85,58 persen menyatakan murah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa captive user merupakan pengguna kendaraan umum tertinggi. Dari hasil analisis data ditemukan bahwa terdapat perbedaan persepsi atau pandangan masyarakat terhadap penggunaan moda angkutan umum dalam melakukan perjalanan berdasarkan jenis pekerjaan, dan kepemilikan kendaraanKata Kunci: Angkutan Umum, Moda, Pengguna Abstract This study aims to determine the characteristics of public transportation users in choosing the modes of public transportation used by the Perumnas Martubung residents. This study also aims to describe the modes of public transportation used, and to find out people's opinions in traveling in terms of the performance of public transport services. Furthermore, this study would like to reveal the different perceptions of transportusers towards the use of public transportation modes based on the characteristics of the travelers.The population of this study was 14.058 from Perumnas Martubung, with a total sample of 520, based on the formula Parel et. al. The sampling technique used was cluster random sampling. Clusters are based on the environment in Perumnas Martubung, which is 11 neighborhoods, with only one respondent selected from each family. Data collection was carried out using a questionnaire. To measure the perceptions of travelers by using a Likert scale questionnaire. Furthermore, the data were analyzed with descriptive techniques and ANAVA techniques. The results concluded that in general, majority of the residents uses MPU as public transportation modes, which is 97,31 percent. The results also found that in terms of cost, 85,58 percent stated it was cheap. The results showed that the captive users was the highest number for public transport users. The results of data analysis found that there are differences in people's perceptions or views on the use of public transportation modes in traveling based on type of work, and vehicle ownership. Keywords: Modes Of Transportation, Users, Public Transport
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU BAHAN BANGUNAN PADA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN KONTRUKSI BATU BETON SMK NEGERI 1 LINTONGNIHUTA Banget S Lumbantoruan; Juanda Sianipar
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 1, No 2 DESEMBER (2015): Educational Building
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.811 KB) | DOI: 10.24114/eb.v1i2.2816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran mind mapping dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dan besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran mind mapping lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Lintongnihuta semester genap Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 30 siswa untuk kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen. Prosedur perlakuan dikemas ke dalam RPP. Dimana perlakuan pada kelas eksperimen KBB-1 menggunakan model pembelajaran mind mapping sedangkan pada kels kontrol KBB-2 menggunakan pembelajaran konvensional materi   mempelajari jenis-jenis kayu, sifat dan karateristik sebagai bahan bangunan. Penelitian ini peneliti menggunakan tes objektif sebanyak 30 soal, yang mana sebelumnya tes ini ada 40 soal, akan tetapi setelah diujicobakan pada kelas XI di luar sampel penelitian untuk melihat kesahian tes, terdapat 30 soal yang memenuhi analisis instrument tes dengan reliabilitas soal sebesar 0.9308. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, data pre-tes dan post-tes dari kedua sampel berdistribusi normal dan memiliki varians yang seragam (homogen). Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) penggunaan model mind mapping memberikan pengaruh yang berbeda terhadap hasil belajar ilmu bahan bangunan pada siswa kelas X Progran Keahlian Kontruksi Batu Beton di SMK Negeri 1 Lintongnihuta Tahun Ajaran 2014/2015 dimana berdasarkan hasil pengujian hipotesis anava satu jalan untuk post-tes Fhitung = 50,948 > Ftabel = 4,008. 2) penggunaan model pembelajaran mind mapping memberikan pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran konvensioanal, yang dilanjutkan ke uji-t diperoleh thitung = 7,138 > ttabel = 1,689.  Kata Kunci :Mind mapping, Hasil Belajar, Ilmu Bahan Bangunan

Page 10 of 20 | Total Record : 200


Filter by Year

2015 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023 Vol 9, No 1 (2023): JUNI 2023 Vol. 8 No. 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 8 No. 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 8, No 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 2, No 2 DESEMBER (2016): Educational Building Vol 2, No 1 JUNI (2016): Educational Building Vol. 2 No. 1 JUNI (2016): Educational Building Vol. 1 No. 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol 1, No 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol 1, No 1 JUNI (2015): Educational Building Vol. 1 No. 1 JUNI (2015): Educational Building More Issue