cover
Contact Name
Enny Keristiana Sinaga
Contact Email
ptbunimed@gmail.com
Phone
+6285399350278
Journal Mail Official
ptbunimed@gmail.com
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate Kotak Pos 1589 Medan 20221 Sumatera Utara Telp. (061) 6613365 Fax. (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
ISSN : 24774898     EISSN : 24774901     DOI : doi:http//doi.org/10.24114/eb.v4il
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil merupakan media publikasi karya-karya ilmiah khususnya hasil penelitian dalam bidang pendidikan teknik bangunan, teknik sipil, teknik arsitektur, teknik lingkungan, serta bidang ilmu yang relevan lainnya. Sebelum dipublikasi jurnal ini melewati proses daring dan reviewer. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini terbuka bagi masyarakat ilmiah tidak terbatas pada civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan saja tetapi terbuka bagi dosen dan peneliti dari perguruan tinggi lain, dan para professional lain.
Articles 200 Documents
ANALISA PERENCANAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN MENGGUNAKAN BAHAN BAJA RINGAN Sutrisno Sutrisno; Jein Analisa Simanjuntak
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 3, No 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v3i1.7440

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk : (a) Mencari besar pembebanan yang bekerja pada rangka atap; (b) Mencari besar gaya yang terjadi pada batang-batang di rangka atap;(c) Memilih profil dan ukuran baja ringan pada rangka atap.Maraknya penggunaan rangka atap baja ringan di Indonesia serta minimnya informasi sekitar baja ringan, penulis berinisiatif untuk membantu pemula menghitung perencanaan rangka atap dengan metode yang simpel serta pemilihan profil baja ringan dari perhitungan yang dilakukan Dengan penyelesaian Tugas Akhir ini, penulis menghitung rangka kuda-kuda atap rumah sederhana dengan menggunakan metode sederhana yaitu metode Cremona tanpa menggunakan software, yang mudah untuk digunakan pemula, serta pemilihan profil baja ringan yang akan digunakan dari hasil perhitungan tersebut.Kata Kunci : Baja Ringan, Metode Cremona,  Rangka Atap ABSTRACT Writing This final project aims to: (a) find the large loading that works on the roof truss; (B) looking for the force that occurs on the rods in the roof truss; (C) selecting the profile and size of the light steel on the roof truss.The increasing use of lightweight steel roof truss in Indonesia and the lack of information about mild steel, the author is initiative to help calculate the roof truss planning with a simple method and the selection of light steel profiles of the calculations performed.With the completion of this final project, the authors calculate the framework of the horses on the roof of a simple house using a simple method of Cremona method without the use of software, which is easy to use beginners, as well as the selection of light steel profiles will be used from the results of the calculation.Keywords: Cremona Method, MildSteel, Roof Truss
HUBUNGAN PEMANFAATAN LABORATORIUM KOMPUTER DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MENGGAMBAR LANJUT DENGAN PERANGKAT LUNAK (AutoCAD) PADA SISWA SMK NEGERI 1 LUBUK PAKAM Benardo Sinambela; Putri Lynna A Luthan
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 1, No 1 JUNI (2015): Educational Building
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v1i1.2822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan pemanfaatan laboratorium komputer dan motivasi belajar  dengan hasil belajar menggambar lanjut dengan perangkat lunak (AutoCAD) baik secara masing-masing maupun bersamaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam dengan sampel sebanyak 32 orang responden, dan instrumen yang digunakan untuk mengukur Pemanfaatan Laboratorium Komputer dan Motivasi Belajar berupa angket sedangkan hasil Belajar Menggambar Lanjut Dengan Perangkat Lunak (AutoCAD) diketahui dari nilai raport. Uji coba instrument, diperoleh 20 butir soal yang valid untuk Pemanfaatan Laboratorium Komputer dengan reliabilitas 0,933; 20 butir soal yang valid untuk Motivasi Belajar dengan reliabilitas 0,899. Tingkat kecenderungan Pemanfaatan Laboratorium Komputer siswa kelas XI TGB-A SMK Negeri 1 Lubuk Pakam berada dalam kategori tinggi 96,88% sementara Motivasi Belajar siswa siswa kelas XI TGB-A SMK Negeri 1 Lubuk Pakam berada pada kategori tinggi 96,88% dan Hasil Belajar Menggambar Lanjut Dengan Perangkat Lunak (AutoCAD) berada dalam kategori cukup 96,875%. Hasil analisis pengujian hipotesis dalam penelitian ini diperoleh bahwa 1) Pemanfaatan Laboratorium Komputer dengan Hasil Belajar Menggambar Lanjut Dengan Perangkat Lunak (AutoCAD) (Ha diterima) dengan rx1y = 0,423 > rtabel = 0,349 dan besar thitung = 2,557 > ttabel = 1,695; 2) Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Menggambar Lanjut Dengan Perangkat Lunak (AutoCAD) (Ha diterima) dengan rx2y = 0,494 > rtabel = 0,349 dan besar thitung = 3,109 > ttabel = 1,695; 3) Pemanfaatan Laboratorium Komputer dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Menggambar Lanjut Dengan Perangkat Lunak (AutoCAD) (Ha diterima) dengan R = 0,598 > rtabel0,349 dan besar Fhitung = 8,072 > Ftabel = 3,33. Kata kunci:Laboratorium Komputer, Motivasi, Hasil Belajar
PENGARUH VARIASI JARAK PADA BESI BETON YANG BERFUNGSI SEBAGAI ANGKUR PENGHUBUNG GESER Rhini Wulan Dary
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 3, No 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.042 KB) | DOI: 10.24114/eb.v3i2.8251

Abstract

Besi beton biasanya digunakan sebagai tulangan pada struktur beton. Namun kali ini, besi beton digunakan sebagai penghubung geser antara struktur beton dan baja. Pada penelitian laboratorium ini digunakan besi beton dengan pemasangan tipe post installed yakni bonded anchor dengan mutu beton f’c 25 Mpa. Metode pengetesan dengan cara push-out-test. Benda uji yang dibuat terdiri dari 3 buah benda uji dengan variasi jarak antara besi beton sebesar 40 mm, 64 mm dan 90 mm. Pengamatan perilaku besi beton menggunakan dial gauge per titiknya. Besi beton yang dipasang pada sebuah benda uji terdiri dari 12 buah besi beton. Percobaan laboratorium ini dibuat guna mengetahui perilaku besi beton terhadap variasi jarak sebagai angkur penghubung geser.  Kata Kunci : besi beton, penghubung geser, push-out-test, variasi jarak  ABSTRACT Rebar is usually used as a reinforcement on a concrete structure. However this time, rebar is used as a shear connector between concrete and steel structures. In this laboratory research is used rebar with installation of post installed type that is bonded anchor with quality of  concrete f’c 25 Mpa. Test method by push-out-test. The test specimen made consisted of 3 pieces of specimen with variation of distance between rebar by 40 mm, 64 mm and 90 mm. Observation of rebar behavior using dial gauge per point. The rebar mounted on a specimen consists of 12 concrete pieces of rebar. This laboratory experiment was made to determine the behavior of rebar against the distance variation as a shear connector. Keywords: distance variation, rebar, shear connector, push-out-test 
HUBUNGAN DAYA DUKUNG TANAH BERDASARKAN HASIL SONDIR, SPT DAN LABORATORIUM PADA RENCANA PEMBANGUNAN GEDUNG MULTI LANTAI DI LOKASI BALIGE Nova Juliana; Tarbiyatno .
Educational Building Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 5, No 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.181 KB) | DOI: 10.24114/ebjptbs.v5i2 DES.16085

Abstract

Penelitian tanah dilakukan untuk memberikan informasi mengenai kondisi tanah dasar dimana pondasi suatu bangunan akan dibangun. Penelitian ini dilakukan pada Rencana Pembangunan Gedung Multi Lantai di lokasi Desa Seribu Raja Tampubolon – Kec. Balige, Kab. Toba Samosir, Sumatera Utara.  Daya dukung izin vertikal (Qa) pondasi tiang diperhitungkan untuk tiang berpenampang  bulat dengan diameter 300 mm dan diameter 400 mm pada kedalaman 09,00 meter dengan titik yang mewakili adalah titik Bore Hole (BH) – 4, titik sondir (CPT) – 4 dan data laboratorium dari titik BH – 4.Perhitungan  daya dukung dari hasil  SPT – BH.4 dengan tiang berdiameter 300 mm diperoleh daya dukung rata-rata Rencana pondasi Qa = 53,91 ton/tiang tunggal, sedangkan untuk tiang berdiameter 400 mm diperoleh Qa = 90,98 ton/ tiang tunggal. Dari hasil sondir (CPT – 4) dengan tiang berpenampang bulat dengan diameter 300 mm diperoleh daya dukung pondasi Qa = 51,91 ton/tiang tunggal, sedangkan untuk tiang berdiameter 400 mm diperoleh Qa = 88,07 ton/ tiang tunggal. Dari hasil laboratorium (BH – 4) dengan tiang berpenampang bulat dengan diameter 300 mm diperoleh daya dukung tanah pondasi Qa = 42,04 ton/tiang tunggal, sedangkan untuk tiang berdiameter 400 mm diperoleh Qa = 74,74 ton/ tiang tunggal.Dari hasil perhitungan daya dukung yang diperoleh, dapat dilihat hasil antara SPT dan Sondir (CPT) hampir sama besarnya, sedangkan pada hasil perhitungan daya dukung dari hasil laboratorium terdapat perbedaan yang cukup signifikan, hal ini kemungkinan disebabkan oleh jenis tanah yang terdapat pada meter tersebut merupakan tanah granular, sehingga dalam pengambilan sampelnya sangat sulit dan cenderung terganggu. Kata Kunci:Daya Dukung, CPT, SPT, Data Laboratorium  ABSTRACT Soil research is carried out to provide information about the condition of the subgrade where the foundation of a building will be built. This research was conducted on a Building Development Plan in the location of Seribu Raja Tampubolon Village - Kec. Balige, Kab. Toba Samosir, North Sumatra.The bearing capacity of the vertical pile (QA) of the pile foundation is calculated for round section poles with a diameter of 300 mm and a diameter of 400 mm at a depth of 09.00 meters with the representing point being the Bore Hole (BH) - 4 point, sondir point (CPT) - 4 and laboratory data from point BH - 4. Calculation of bearing capacity from the results of SPT - BH.4 with 300 mm diameter poles obtained an average bearing capacity of the foundation plan Qa = 53.91 tons / single pole, while for the 400 mm diameter pole obtained Qa = 90.98 tons / single pole. From the results of the sondir (CPT - 4) with a round cross section with a diameter of 300 mm, the bearing capacity of the foundation Qa = 51.91 tons / single pole, while for the 400 mm diameter pole obtained Qa = 88.07 tons / single pole. From the laboratory results (BH - 4) with a round cross section with a diameter of 300 mm, the bearing capacity of the foundation soil Qa = 42.04 tons / single pole, while for the 400 mm diameter pole, Qa = 74.74 tons / single pole was obtained.From the calculation of the bearing capacity obtained, it can be seen that the results between the SPT and Sondir (CPT) are almost the same size, whereas the bearing capacity calculation results from the laboratory results are quite significant differences, this is likely due to the type of soil contained in the meter is granular soil, so the sampling is very difficult and tends to be disturbed.  Keywords:Bearing Capacity, CPT, SPT, Laboratory DataPenelitian tanah dilakukan untuk memberikan informasi mengenai kondisi tanah dasar dimana pondasi suatu bangunan akan dibangun. Penelitian ini dilakukan pada Rencana Pembangunan Gedung Multi Lantai di lokasi Desa Seribu Raja Tampubolon – Kec. Balige, Kab. Toba Samosir, Sumatera Utara.  Daya dukung izin vertikal (Qa) pondasi tiang diperhitungkan untuk tiang berpenampang  bulat dengan diameter 300 mm dan diameter 400 mm pada kedalaman 09,00 meter dengan titik yang mewakili adalah titik Bore Hole (BH) – 4, titik sondir (CPT) – 4 dan data laboratorium dari titik BH – 4.Perhitungan  daya dukung dari hasil  SPT – BH.4 dengan tiang berdiameter 300 mm diperoleh daya dukung rata-rata Rencana pondasi Qa = 53,91 ton/tiang tunggal, sedangkan untuk tiang berdiameter 400 mm diperoleh Qa = 90,98 ton/ tiang tunggal. Dari hasil sondir (CPT – 4) dengan tiang berpenampang bulat dengan diameter 300 mm diperoleh daya dukung pondasi Qa = 51,91 ton/tiang tunggal, sedangkan untuk tiang berdiameter 400 mm diperoleh Qa = 88,07 ton/ tiang tunggal. Dari hasil laboratorium (BH – 4) dengan tiang berpenampang bulat dengan diameter 300 mm diperoleh daya dukung tanah pondasi Qa = 42,04 ton/tiang tunggal, sedangkan untuk tiang berdiameter 400 mm diperoleh Qa = 74,74 ton/ tiang tunggal.Dari hasil perhitungan daya dukung yang diperoleh, dapat dilihat hasil antara SPT dan Sondir (CPT) hampir sama besarnya, sedangkan pada hasil perhitungan daya dukung dari hasil laboratorium terdapat perbedaan yang cukup signifikan, hal ini kemungkinan disebabkan oleh jenis tanah yang terdapat pada meter tersebut merupakan tanah granular, sehingga dalam pengambilan sampelnya sangat sulit dan cenderung terganggu. Kata Kunci:Daya Dukung, CPT, SPT, Data Laboratorium  ABSTRACT Soil research is carried out to provide information about the condition of the subgrade where the foundation of a building will be built. This research was conducted on a Building Development Plan in the location of Seribu Raja Tampubolon Village - Kec. Balige, Kab. Toba Samosir, North Sumatra.The bearing capacity of the vertical pile (QA) of the pile foundation is calculated for round section poles with a diameter of 300 mm and a diameter of 400 mm at a depth of 09.00 meters with the representing point being the Bore Hole (BH) - 4 point, sondir point (CPT) - 4 and laboratory data from point BH - 4. Calculation of bearing capacity from the results of SPT - BH.4 with 300 mm diameter poles obtained an average bearing capacity of the foundation plan Qa = 53.91 tons / single pole, while for the 400 mm diameter pole obtained Qa = 90.98 tons / single pole. From the results of the sondir (CPT - 4) with a round cross section with a diameter of 300 mm, the bearing capacity of the foundation Qa = 51.91 tons / single pole, while for the 400 mm diameter pole obtained Qa = 88.07 tons / single pole. From the laboratory results (BH - 4) with a round cross section with a diameter of 300 mm, the bearing capacity of the foundation soil Qa = 42.04 tons / single pole, while for the 400 mm diameter pole, Qa = 74.74 tons / single pole was obtained.From the calculation of the bearing capacity obtained, it can be seen that the results between the SPT and Sondir (CPT) are almost the same size, whereas the bearing capacity calculation results from the laboratory results are quite significant differences, this is likely due to the type of soil contained in the meter is granular soil, so the sampling is very difficult and tends to be disturbed. 45 Keywords:Bearing Capacity, CPT, SPT, Laboratory Data
KAJIAN PENGARUH TINGKAT KEKASARAN BAHAN STRUKTUR PONDASI TIANG TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS DUKUNG TANAH Kartika Indah Sari; Nurmaidah Nurmaidah
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.41866

Abstract

Tanah lunak seperti tanah lempung merupakan tanah dengan kadar air tinggi dan daya dukung rendah. Tiang merupakan perkuatan yang dipakai dalam menambah daya dukung tanah untuk memikul beban konstruksi yang akan dibangun di atas tanah. Perkuatan tiang yang digunakan adalah tiang beton, tiang baja dan tiang kayu untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kapasitas dukung. Metode perkuatan tanah lunak yang digunakan dalam penelitian adalah metode uji beban untuk mengetahui kapasitas dukung tiang tunggal pada tiang kayu, tiang baja dan tiang beton. Tinggi tiang yang digunakan 35 cm dan diameter 2,5 cm dengan jumlah tiang 4 dimasing-masing tiang. Hasil uji beban membuktikan bahwa kapasitas dukung tiang kekasaran lebih tinggi kapasitas dukungnya dari pada tiang polos. Kekasaran tiang dapat berpengaruh terhadap kapasitas dukung tiang. Perbedaan kekasaran permukaan tiang mempengaruhi tingkat interaksi antar partikel butiran tanah dan tiang, ini berarti lebih besar peningkatan kapasitas tiang kasar atau tiang kekasaran variasi. Kata Kunci: Lempung, Perkuatan, Tiang ABSTRACT Soft soils such as clay are soils with high water content and low bearing capacity. Piles are reinforcement used to increase the carrying capacity of the soil to carry the load of the construction to be built on the ground. Reinforcement of the poles used are concrete poles, steel poles and wooden poles to determine how much the increase in bearing capacity is. The soft soil reinforcement method used in this study is the load test method to determine the bearing capacity of single piles on wooden piles, steel piles and concrete piles. The height of the poles used is 35 cm and the diameter is 2.5 cm with 4 poles in each pole. The load test results prove that the bearing capacity of the rough pile is higher than that of the plain pile. Pile roughness can affect the pile bearing capacity. Differences in pile surface roughness affect the level of interaction between soil particles and piles, this means a greater increase in pile capacity or pile roughness variation. Keywords: Clay, Pile, Reinforcement
PENAMBAHAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT DENGAN BAHAN TAMBAH SILICA GEL DITINJAU DARI KEKUATAN TARIK BELAH BETON SILINDER Fahrizal Zulkarnain; Muhammad Yusril Chair
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.41867

Abstract

Saat ini limbah padat berupa cangkang kelapa sawit dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler untuk mesin penggilingan minyak sawit dan sebagai bahan bakar mesin gasifikasi untuk menghasilkan gas bakar yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan energi untuk Asphalt Mixing Plant. Hasil pembakaran limbah cangkang kelapa sawit berupa abu kerak boiler, merupakan limbah yang memiliki unsur kimia SiO2, Al2O3, dan CaO, dengan kandungan senyawa tersebut dapat berpengaruh dalam kekuatan beton dan mampu meningkatkan kekuatannya. Pada penelitian ini, mutu campuran beton yang direncanakan pada umur 28 hari adalah sebesar 26 MPa. Pengujian bertujuan untuk mengetahui kadar optimum penggunaan abu cangkang kelapa sawit dan silica gel sebagai bahan tambah semen yang berkaitan dengan kuat tarik belah beton. Pengujian dilakukan terhadap tiga jenis variasi penambahan abu cangkang kelapa sawit dan agregat normal yaitu 15%, 20, dan 25%. Benda uji untuk pengujian kuat tarik belah adalah silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Hasil penelitian menunjukkan penambahan abu cangkang kelapa sawit dan silica gel meningkatkan nilai slump dan nilai kuat tarik belah beton. Hasil analisis menunjukkan kuat tarik belah optimum beton dengan komposisi yang mengandung abu cangkang kelapa sawit dan silica gel 25% yakni 4,88 MPa. Kata Kunci: Abu Cangkang Kelapa Sawit, Kuat Tarik Belah, Silica Gel, Beton ABSTRACT Currently solid waste in the form of palm oil shells is used as boiler fuel for palm oil milling machines and as fuel for gasification machines to produce fuel gas which can be used for various energy purposes for the Asphalt Mixing Plant. The result of burning oil palm shell waste in the form of boiler crust ash, is a waste that has chemical elements of SiO2, Al2O3, and CaO, with the content of these compounds which can affect the strength of concrete and can increase its strength. In this study, the quality of the planned concrete mixture at the age of 28 days is 26 MPa. The test aims to determine the optimum level of use of oil palm shell ash and silica gel as cement additives related to the tensile strength of concrete. Tests were carried out on three types of variations in the addition of oil palm shell ash and normal aggregates, namely 15%, 20, and 25%. The test object for the split tensile strength test is a cylinder with a diameter of 150 mm and a height of 300 mm. The results showed the addition of oil palm shell ash and silica gel increased the slump value and the split tensile strength value of the concrete. The analysis results show the optimum tensile strength of concrete with a composition containing oil palm shell ash and 25% silica gel, namely 4.88 MPa. Keywords: Epoxy Resin, Fiber Concrete, Areca Nut Fiber, Split Tensile Strength
EVALUASI KONDISI KERUSAKAN JALAN PADA JALAN WILLEM ISKANDAR ZONA ESTATE MEDAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA Kinanti Wijaya; Ahmad Andi Solahuddin; Sutrisno Sutrisno; Syafiatun Siregar; Albert Panjaitan
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.41868

Abstract

Jalan raya merupakan infrastruktur dasar untuk menghubungkan lalu lintas dari satu tempat ke tempat lain. Di sekitar Jalan Willem Iskandar zona Medan Estate merupakan kawasan akademik dan industri, sehingga jumlah kendaraan yang melintas sangat tinggi pada jam sibuk. Volume dan berat beban kendaraan yang membebani jalan, seringkali mengalami kerusakan yang mengganggu di satu titik yang sama. Kerusakan jalan merupakan salah satu permasalahan hubungan antar kabupaten dan daerah. Sehingga perlu dilakukan analisis kerusakan Jalan Willem Iskandar. Penelitian ini menggunakan metode Bina Marga untuk mengevaluasi tingkat kerusakan Jalan Willem Iskandar khususnya di sekitar Universitas Negeri Medan. Jenis kerusakan jalan yang terjadi antara lain: pelepasan butiran, retakan aligator, retakan membujur, tambalan dan lubang. Berdasarkan nilai urutan prioritas kerusakan jalan, jenis penanganan jalan yang sesuai harus dimasukkan dalam program perbaikan. Kata Kunci: Analisis kerusakan jalan, metode Bina-Marga, Nilai urutan prioritas ABSTRACTThe highway is the basic infrastructure for connecting traffic from one place to another. Around Willem Iskandar Street at Medan Estate zone is an academic and industrial area, so the number of vehicles that pass is very high at peak hour. The volume and weight of the vehicle load that burdens the road, often suffers disturbing damage at the same point. Road damage is one of the problems for relations between districts and regions. So, it is necessary to analyze the damage to the Willem Iskandar Road. This study uses the Bina Marga method to evaluate the level of damage to the Willem Iskandar Road especially around the Universitas Negeri Medan. The types of road damage that occur include: granular release, alligator cracks, longitudinal cracks, patches and potholes. Based on the priority order value of the road damage, the appropriate types of handling that the road should be included in the improvement program Keywords: Bina-Marga method, Road damage analysis, Priority order value
ANALISIS FAKTOR KEAMANAN LERENG TERHADAP LONGSORAN JALAN TRIKORA DENGAN PENANGANAN DINDING PENAHAN TANAH Anakta Hartanta sebayang; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus; Masayu Widiastuti
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.41798

Abstract

Wilayah Kalimantan Timur yang memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi ditiap akhir tahun menyebabkan kemungkinan longsoran terjadi begitu besar. Berdasarkan dari data longsoran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020 Hingga tahun 2022 Tercatat ± 3000 bencana longsor yang terjadi di Indonesia Kejadian ini menyebabkan  banyak tempat tinggal dan fasilitas umum yang rusak dan memakan korban jiwa yang cukup banyak. Pada kasus longsor di ruas jalan trikora, Kecamatan Samarinda Seberang, Kalimantan Timur terjadi Sebanyak ± 3 kali. Longsor ini terjadi karena dipengaruhi oleh curah hujan ± 200 mm dan termasuk curah hujan sedang. Longsor menyebabkan seluruh jalan terputus. Dengan cara ini, pemerintah akan melakukan tindakan korektif, salah satunya adalah pembangunan dinding penahan tanah/pipa dengan tujuan untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan lereng, dan untuk menguji kekuatan tanah itu sendiri dan dinding penahan tanah. Metode yang digunakan dalam menentukan keamanan lereng itu sendiri menggunakan metode Mohr-Coloumb dengan bantuan software Plaxis atau Slide. Pengujian kali ini dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan alat Direct Shear Test. Hasil analisis yang didapatkan nilai faktor keamanan lereng yaitu 1.393 dan jika diberi beban 100 Kpa nilai faktor keamanan lereng yaitu 0.819. Untuk kestabilan dinding penahan tanah didapatkan yaitu stabilitas terhadap guling 1.79, stabilitas terhadap geser 0.91, dan stabilitas terhdap daya dukung tanah yaitu 3.44. Faktor Keamanan lereng dengan pile bor 3 meter yaitu 2.459 dan faktor keamanan lereng dengan pile bor 6 meter yaitu 2.630. Hasil perhitungan yang didapatkan nilai faktor keamanan dinding aman terhadap lereng. Kata Kunci: Dinding Penahan Tanah, Faktor Keamanan,Tanah Longsor ABSTRACT The area of East Kalimantan which has a tropical climate with high rainfall at the end of each year causes the possibility of landslides to occur so large. Based on landslide data from the National Disaster Management Agency (BNPB) in 2020 Until 2022, ± 3000 landslides have been recorded in Indonesia. In the case of landslides on the Trikora road, Samarinda Seberang District, East Kalimantan, it occurred ± 3 times. This landslide occurred because it was influenced by ± 200 mm rainfall and included moderate rainfall. The landslide caused all roads to be cut off. In this way, the government will take corrective actions, one of which is the construction of retaining walls/pipes with the aim of preventing further landslides. This study aims to determine the safety factor of the slope, and to test the strength of the soil itself and the retaining wall. The method used in determining the safety of the slope itself uses the Mohr-Coloumb method with the help of Plaxis or Slide software. The test this time was carried out on a laboratory scale using the Direct Shear Test tool. The results of the analysis that the slope safety factor value is 1.393 and if given a load of 100 KPa the slope safety factor value is 0.819. For the stability of the retaining wall, it is obtained that the stability against overturning is 1.79, the stability to shear is 0.91, and the stability to the bearing capacity of the soil is 3.44. The safety factor of the slope with a 3 meter pile drill is 2.459 and the safety factor of the slope with a 6 meter pile drill is 2.630. The calculation results obtained the value of the safety factor of the wall is safe against the slope.Keywords: Safety Factor, RetainingWall, Landslide
PENGARUH PENAMBAHAN KULIT BUAH DURIAN DAN ABU FLY ASH SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-300 Fynnisa Z; Putri Handayani; Muhammad Irwansyah; Hermansyah Hermansyah
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.42119

Abstract

Kemajuan dalam bidang industri terutama dalam industri konstruksi di Indonesia saat ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, sehingga diperlukan material bangunan dengan jumlah besar untuk mendukung kemajuan industri konstruksi di Indonesia salah satunya adalah beton sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan arang kulit buah durian dan abu fly ash sawit terhadap kuat tekan beton K 300 dengan variasi arang kulit buah durian dan abu fly ash sawit yaitu (3:9 ; 6:6 ; 9:3 ) % dan mutu beton yang direncanakan 24 MPa dengan estimasi umur 28 hari. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran (15x30) cm, dan benda uji yang dibuat pada penelitian kali ini sebanyak 4 buah benda uji dimana setiap variasi terdiri dari 3 sampel beton. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil pengujian kuat tekan beton dengan penambahan kombinasi dari abu fly ash sawit 3% + limbah kulit durian 9% didapat sebesar 19,39 MPa, abu fly ash sawit 6% + limbah kulit durian 6% didapat sebesar 18,24 MPa, abu fly ash sawit 9% + limbah kulit durian 3% didapat sebesar 18,50 MPa. Dapat dilihat dari hasil dari pengujian diatas bahwa kedua bahan tersebut jika dicampurkan, tidak dapat memenuhi target kuat tekan yang direncanakan. Hal tersebut dikategorikan bahwa bahan tersebut tidak bisa dijadikan sebagai bahan tambah dalam pengurangan semen. Kata Kunci: Abu Fly Ash Sawit, Beton, Kulit Durian ABSTRACTThe highway is the basic infrastructure for connecting traffic from one place to another. Around Willem Progress in the industrial sector, especially in industrial construction in Indonesia is currently showing significant growth, so that the material needed in large quantities to support the progress of industrial construction in Indonesia is concrete, so the purpose of this research is to determine the development of durian fruit and its development. palm fly ash on the compressive strength of K 300 concrete with variations of durian fruit peel charcoal and palm fly ash (3:9 ; 6:6 ; 9:3 ) % and the planned concrete quality is 24 MPa with an estimated age of 28 days. This study used a cylindrical specimen with a size of (15x30) cm, and the specimens made in this study were 4 specimens where each variation consisted of 3 samples of concrete. And the test results show that the results of the compressive strength test of concrete with the addition of a combination of 3% palm fly ash + 9% durian peel waste obtained 19.39 MPa, 6% palm fly ash + 6% durian peel waste obtained 18.24 MPa, 9% palm fly ash + 3% durian peel waste obtained 18.50 MPa. It can be seen from the results of the above test that the two materials, if mixed, cannot meet the planned strong target. And classifying these materials cannot be used as additives in reducing cement Keywords: Concrete, Durian Peel, Palm Fly Ash
ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS TANAH DAERAH TELUK DALAM KABUPATEN NIAS SELATAN Gowasa, Peronas; Rini, Rini; Nasution, Ridwan
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i2.61382

Abstract

Tanah adalah bagian terpenting dalam suatu konstruksi seperti bangunan, jalan dan beban lalu lintas karena tanah mempunyai fungsi sebagai penyangga konstruksi. Peningkatan pembangunan kontruksi pada saat ini mengakibatkan pasokan ataupun ketersedian akan bahan material yang lebih baik semakin berkurang terutama  kualitas ataupun mutu dari bahan tersebut. Dalam hal ini penulis melakukan pengkajiam atau penelitian terhadap tanah yang berasal dari daerah Telukdalam dan tanah mendapatkan ketentuan- ketentuan nilai kualitas berdasarkan spesifikasi 2018 divisi 3 khususnya divisi 3.2 tentang Timbunan. Dan pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penulitian kuantitatif dikarenakan teknik penelitianya beruapa eksperimen dengan mencoba menguji tanah daerah Telukdalam. Berdasarkan hasil pengujian atterberg limit (batas cair, batas palastis dan indeks plastisitas) laboratorium tanah daerah Telukdalam Kabupaten Nias Selatan dapat diklasifikasikan sebagai tanah A-5 tanah kelanauan dimana dalam ketentuan SNI 03-6797-2022 dan tabel klasifikasi tanah AASTHO. Termasuk tanah kelanauan berdasarkan hasil lolos saringan No.200 = 45,21 %, batas cair = 41,55 % dan indeks plastisitas = 9,22 %. Tanah ini memenuhi nilai ketentuan CBR timbunana biasa yaitu 6 % dan diperoleh hasil pengujian sebesar 7,40 %. Tanah daerah Telukdalam dapat digunakan sebagai tanah timbunan pada pembanguan jalan.

Filter by Year

2015 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): DESEMBER 2023 Vol 9, No 1 (2023): JUNI 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023 Vol. 8 No. 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 8, No 2 DES (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 8 No. 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 8, No 1 JUN (2022): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 2 DES (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 7, No 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 7 No. 1 JUN (2021): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 2 DES (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 6, No 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 6 No. 1 JUN (2020): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 2 DES (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 5, No 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 5 No. 1JUNI (2019): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 2 DES (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol 4, No 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 4 No. 1 JUNI (2018): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 2 DESEMBER (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol. 3 No. 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 3, No 1 JUNI (2017): EDUCATIONAL BUILDING Vol 2, No 2 DESEMBER (2016): Educational Building Vol 2, No 1 JUNI (2016): Educational Building Vol. 2 No. 1 JUNI (2016): Educational Building Vol. 1 No. 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol 1, No 2 DESEMBER (2015): Educational Building Vol 1, No 1 JUNI (2015): Educational Building Vol. 1 No. 1 JUNI (2015): Educational Building More Issue