cover
Contact Name
Silvia Nurvita
Contact Email
jurmikunkartur@gmail.com
Phone
+6285229212929
Journal Mail Official
fikes@unkartur.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Patah No.182-192, Rejomulyo, Kota Semarang, Jawa Tengah 50127
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan
ISSN : 27156842     EISSN : 28090454     DOI : https://doi.org/10.53416/jurmik.v1i2
Core Subject : Health, Science,
JURMIK (Jurnal Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan) memiliki fokus dalam menerbitkan : •Hasil penelitian; •Studi literature/artikel review; •Systematic Review and Meta Analysis. JURMIK (Jurnal Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan) memiliki Scope: •Administrasi pelayanan kesehatan; •Pembiayaan pelayanan kesehatan; •ICT in Health information management; •Hukum Kesehatan dalam pengelolaan rekam medis dan informasi kesehatan; •Kodifikasi penyakit dan tindakan; •Sistem informasi kesehatan; •Manajemen mutu informasi kesehatan; •Akreditasi pelayanan kesehatan; •Rekam Kesehatan Elektronik; •Analisis data pelayanan kesehatan; •Bidang Ilmu Kesehatan lainnya.
Articles 60 Documents
Gambaran Komunikasi Petugas dalam Menangani Masalah di Tempat Pendaftaran Pasien di Puskesmas Pertiwi Nur Shafira Suardi; Hamzah Tasa; Mikawati; Asriyanti
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i2.417

Abstract

Proses pendaftaran pasien di Puskesmas Pertiwi sering mengalami kendala seperti antrean panjang, gangguan sistem, ketidaklengkapan dokumen, serta ketidaksabaran pasien. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara harapan pelayanan yang cepat dengan kenyataan pelayanan yang masih sering terhambat komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku komunikasi petugas dalam menangani berbagai permasalahan di tempat pendaftaran pasien di Puskesmas Pertiwi. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pertiwi dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan terhadap empat petugas pendaftaran yang dipilih dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis tematik. Ditemukan lima tema utama: yaitu komunikasi prosedur pendaftaran, administrasi BPJS, kelengkapan dokumen, sikap dan emosi pasien, serta gangguan teknis pelayanan. Petugas menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal dengan sopan, jelas, dan sabar. Pasien umumnya menunjukkan respons positif setelah menerima penjelasan.  Komunikasi petugas pendaftaran efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pelayanan. Diperlukan pelatihan komunikasi petugas serta edukasi masyarakat terkait prosedur pelayanan.
Analisis Akreditasi Puskesmas Berdasarkan Predikat dan Kemampuan Pelayanan di Provinsi Gorontalo Tahun 2023–2024 Firdausi Ramadhani; Rono Adam; Ririn Pakaya; Rahmawati Rahmawati; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i2.420

Abstract

Kebijakan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berperan penting dalam menjamin pemerataan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Setiap Puskesmas di Indonesia wajib mengikuti proses akreditasi sejak diberlakukannya kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015, fasilitas kesehatan termasuk Puskesmas diwajibkan untuk melaksanakan akreditasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status akreditasi Puskesmas di Provinsi Gorontalo. Penelitian menggunakan data sekunder berupa dokumen hasil akreditasi yang diterbitkan oleh Komisi Akreditasi Kesehatan Pratama (KAKP), yang mencakup data akreditasi Puskesmas di Provinsi Gorontalo pada periode 2023–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Puskesmas telah terakreditasi, yaitu sebanyak 92 Puskesmas (97%). Berdasarkan predikat akreditasi, mayoritas Puskesmas berada pada predikat Madya sebanyak 50 Puskesmas (53%). Ditinjau dari kemampuan pelayanan, sebanyak 69 Puskesmas belum memiliki layanan rawat inap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama telah terlaksana secara menyeluruh, yang ditunjukkan oleh tingginya capaian akreditasi Puskesmas. Namun demikian, kualitas layanan masih didominasi oleh predikat Dasar dan Madya, sehingga diperlukan upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan untuk mencapai standar Utama dan Paripurna. Selain itu, dominasi Puskesmas non rawat inap mencerminkan fokus pelayanan pada upaya kesehatan primer dan preventif. Oleh karena itu, optimalisasi peran Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam pendampingan dan pembinaan akreditasi menjadi sangat penting.
Implementasi Program BPJS Kesehatan pada Pelayanan Kesehatan Penyakit Tidak Menular di Indonesia: Systematic Review Meita antindi; Michael Benedict Sanjaya; Brigita Marza Naveli Netar; Giyantolin Giyantolin
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i2.481

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) hingga saat ini masih menjadi tantangan utama dalam sistem kesehatan Indonesia karena tingginya angka kejadian, kebutuhan pengobatan jangka panjang, serta dampaknya terhadap pembiayaan kesehatan nasional. Pemerintah melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan berupaya menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk dalam penanganan PTM di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Namun demikian, implementasi program BPJS Kesehatan dalam mendukung pelayanan PTM masih menghadapi sejumlah kendala di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis implementasi program BPJS Kesehatan dalam menunjang pelayanan penyakit tidak menular di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan rentang publikasi lima tahun terakhir (2021–2025). Artikel yang dipilih diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil telaah menunjukkan bahwa program BPJS Kesehatan berkontribusi dalam meningkatkan akses dan kontinuitas pelayanan pengobatan bagi pasien PTM. Meskipun demikian, masih ditemukan berbagai tantangan, antara lain keterbatasan fasilitas kesehatan mitra, ketimpangan pembiayaan rujukan, serta belum optimalnya pelaksanaan pelayanan promotif dan preventif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan memiliki peran penting dalam memperkuat pelayanan PTM di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan, serta optimalisasi upaya promotif dan preventif guna mendukung pelayanan PTM yang berkelanjutan.
Analisis Prediksi Kebutuhan Tempat Tidur Berdasarkan Barber Johnson RSB 05.08.03 Sidoarjo Tahun 2024-2026 Bertnadius Krisna Dita Pamungkas; Alfina Aisatus Saadah; Sulistyoadi; Arij Ajrina
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jjvsg410

Abstract

Efisieni penggunaan tempat tidur dapat diketahui melalui beberapa indikator menggunakan perhitungan Barber Johnson. Grafik barber johnson merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur dengan memanfaatkan empat parameter yang melipui Bed Occupancy Rate (BOR), Length of Stay (LOS), Turn Over Interval (TOI) dan Bed Turn Over (BTO).Penurunan pada salah satu indikator dapat menurunkan kualitas rumah sakit, termasuk mutu pelayanan dan  kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi kebutuhan tempat tidur di Rumah Sakit Bantuan 05.08.03 Sidoarjo untuk tahun 2024-2026 berdasarkan indikator Barber Johnson. Data yang digunakan untuk pengumpilan data yaitu data sekunder hasil data rekapitulasi, microsoft excel digunakan untuk membuat grafik barber Johnson, tabel bantu untuk mencatat  hari perawatan, pasien keluar (hidup+mati), dan tempat tidur. Analisis dilakukan dengan metode peramalan least square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator Barber Johnson belum memenuhi standar pada BOR tahun 2021-2023 dan ALOS tahun 2021-2022, namun telah memenuhi standar pada tahun 2023. Nilai TOI dan BTO pada tahun 2021-2023 sudah sesuai standar Barber Johnson. Prediksi untuk tahun 2024-2026 menunjukkan penurunan dalam jumlah kunjungan pasien rawat inap dan hari perawatan. Untuk memenuhi kebutuhan tempat tidur, tahun 2024 akan memerlukan tambahan 3 unit, tahun 2025 tambahan 31 unit, dan tahun 2026 tambahan 28 unit.
Evaluasi Tingkat Kepuasan Dengan Metode EUCS Pada Pengguna RME Medify di RS TK. III Brawijaya Selvy Putri Rahayu; Alfina Aisatus Saadah; Eka Wilda Faidah; Devik Prabowo
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/58h5d687

Abstract

Teknologi komputer saat ini sudah berkembang sangat cepat, terutama di rumah sakit, sehingga membuat pekerjaan orang-orang menjadi lebih mudah dan membuat alur kerja petugas jauh lebih efisien. Dalam rangka meningkatkan perawatan pasien, RME memiliki peran yang sangat penting dalam menangani masalah kesehatan. Evaluasi SIMRS sangat penting, karena melibatkan penilaian kepuasan pengguna sistem. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan tenaga kesehatan di bagian rekam medis terhadap penggunaan RME Medify dengan menggunakan metode EUCS. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Sampel diambil dengan cara total sampling, sehingga total responden yaitu 16 orang. Pengumpulan data yang bersifat primer dilakukan dengan cara mengamati, wawancara, serta kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan interpretasi skala likert yang terdiri dari sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Temuan penelitian mengarah pada kesimpulan yang dihasilkan bahwa variabel konten mencapai 75%, variabel akurasi berada di angka 79%, variabel format tercatat 77%, variabel kemudahan penggunaan di angka 78%, dan variabel waktu juga berada di 78%. Secara hasil keseluruhan petugas menyatakan puas terhadap penggunaan RME Medify yang membuat penggunaan dalam pelayanan mudah, cepat serta data yang dihasilkan sesuai yang dibutuhkan. Disarankan agar kualitas sistem RME disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan kemampuan teknologi informasi. Perlu dikembangkan rencana yang lebih komprehensif dan melatih manajemen dan staf untuk menciptakan lingkungan kolaboratif yang dapat membangun pendekatan untuk memastikan bahwa implementasi dan penggunaan RME berjalan lebih lancar.
Kajian Yuridis Kerahasiaan Pelepasan Informasi Rekam Medis Hybrid di Rumah Sakit dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Retno Pamungkas Sari; Achmad Jaelani Rusdi; Untung Slamet Suhariyono
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/0aj5xk52

Abstract

Rekam medis hybrid merupakan gabungan antara rekam medis berbasis kertas dan rekam medis elektronik yang menimbulkan kompleksitas dalam pengelolaan kerahasiaan serta mekanisme pelepasan informasi medis. Perbedaan karakteristik penyimpanan fisik dan digital meningkatkan risiko ketidaksesuaian prosedur apabila tidak didukung oleh regulasi internal yang selaras. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan kerahasiaan dan pelepasan informasi rekam medis pada sistem hybrid ditinjau dari aspek yuridis di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Subjek penelitian meliputi petugas rekam medis, petugas kesehatan lain yang terlibat dalam pelepasan informasi, serta dokumen standar operasional prosedur rumah sakit. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara mendalam. Variabel yang dikaji adalah pelaksanaan kerahasiaan rekam medis dan prosedur pelepasan informasi dalam sistem hybrid. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit telah menerapkan pembatasan akses terhadap rekam medis konvensional dan elektronik, pengamanan administratif, serta verifikasi dokumen sebelum pelepasan informasi. Pelepasan informasi dilakukan secara selektif berdasarkan permintaan tertulis, persetujuan pasien, dan kewenangan medis. Namun, standar operasional prosedur yang digunakan masih mengacu pada rekam medis konvensional, sementara praktik telah melibatkan transmisi digital, sehingga menunjukkan ketidaksinkronan antara kebijakan tertulis dan praktik sistem hybrid. Pelaksanaan kerahasiaan dan pelepasan informasi rekam medis telah berjalan secara prosedural dan terkendali, tetapi masih memerlukan penyesuaian regulasi internal agar selaras dengan karakteristik sistem hybrid guna memperkuat kepastian hukum dan perlindungan data kesehatan pasien secara menyeluruh.
Analisis Model Kualitas Pelayanan Elderly Care Pada Rawat Jalan Berbasis Servqual di Rumah Sakit “S” Semarang Ratih Kumala Dewi; Etni Dwi Astuti; Ella Christi Viorentina
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/0sybkt09

Abstract

Peningkatan jumlah lansia menuntut adanya pelayanan kesehatan yang lebih adaptif melalui pendekatan elderly care. Kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam menentukan kepuasan pasien lansia, sehingga diperlukan evaluasi berbasis model SERVQUAL yang telah direorientasi sesuai kebutuhan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan elderly care pada rawat jalan di RS “S” Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL yang telah dimodifikasi dan diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan simpangan baku serta analisis tingkat kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 3,90 ± 0,30 (78,75%). Dimensi jaminan memiliki nilai tertinggi, sedangkan bukti fisik merupakan dimensi terendah. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi tenaga kesehatan sudah baik, namun fasilitas pelayanan masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, kualitas pelayanan elderly care di RS “S” Semarang sudah baik, tetapi memerlukan reorientasi terutama pada aspek fasilitas dan responsivitas pelayanan guna meningkatkan kualitas layanan secara optimal.
Eksplorasi Pemahaman, Persepsi, dan Kendala Penggunaan Rekam Medis Elektronik pada Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Islam Gunungkidul Muhammad Arif Hidayad; Yudi Siyamto; Syifa shofiyah
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/4b6v7149

Abstract

Pengelolaan rekam medis berbasis kertas masih menimbulkan beberapa permasalahan, seperti penumpukan berkas yang memerlukan ruang penyimpanan luas serta proses pencarian dan pencatatan data yang membutuhkan waktu. Kondisi tersebut mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), meskipun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman, persepsi, dan kendala pegawai rekam medis dalam penggunaan RME di Rumah Sakit Islam Gunungkidul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian berjumlah 4 orang pegawai rekam medis yang terlibat langsung dalam penggunaan RME. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur menggunakan pedoman pertanyaan yang mencakup aspek pemahaman, persepsi, pengalaman dalam menggunakan sistem, kendala, dan upaya yang dilakukan. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan informasi berdasarkan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan telah memahami konsep dan tujuan penggunaan RME serta memanfaatkan sistem dalam pengelolaan data pasien. Penggunaan RME dipersepsikan membantu proses pencatatan dan pencarian data, meskipun masih memerlukan penyesuaian dalam praktik kerja. Pengalaman dalam menggunakan sistem terlihat dari kemampuan informan dalam menggunakan komputer dan sistem informasi, namun masih terdapat kendala pada aspek sarana dan prasarana, jaringan, serta penggunaan sistem yang masih dalam tahap penyesuaian. Upaya yang dilakukan meliputi pembelajaran mandiri, pelatihan, dan perbaikan sarana secara bertahap. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan RME memerlukan dukungan yang berkelanjutan, terutama pada aspek sumber daya manusia dan infrastruktur.
Analisis Sebaran Faktor Risiko Pasien Tekanan Darah Tinggi Silvia Nurvita; Aerrosa Murenda Mayadilanuari; Dody Indra Sumantiawan; Giyantolin Giyantolin
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/w3bgz573

Abstract

Penyakit tidak menular yang angka mortalitas dan morbiditasnya terus meningkat secara global adalah hipertensi. Puskesmas Tlogosari Wetan merupakan salah satu puskesmas di Kota Semarang yang memiliki banyak pasien hipertensi. Pencegahan dan penanganan hipertensi dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang distribusi konsumsi kopi, konsumsi asin, dan frekuensi minum obat pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertempat di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional, jumlah sampel 30 orang, analisis variabel dengan SPSS dan QGIS. Penelitian ini telah memiliki ethical clearance. Hasil pemetaan dan analisis statistik penelitian ini adalah Kelurahan Tlogosari Wetan memiliki tingkat konsumsi kopi tertinggi dan tidak teratur minum obat antihipertensi. Kelurahan Palebon, Tlogosari Wetan, dan Tlogomulyo memiliki pasien hipertensi yang mengonsumsi makanan asin. Kesimpulannya penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan rata-rata mengkonsumsi kopi, mengkonsumsi makanan asin, dan kadang-kadang mengkonsumsi obat hipertensi.
Analisis Hubungan Penulisan Diagnosis Dokter Terhadap Penyelesaian Kegiatan Kodifikasi Rekam Medis Rawat Jalan Di Rumah Sakit X Helty Margaretha Mangei; Yura Witsqa Firmansyah
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/xa5spy27

Abstract

Penulisan diagnosis oleh dokter merupakan unsur penting dalam catatan medis yang menjadi dasar proses pengkodean. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penulisan diagnosis oleh dokter dan penyelesaian pengkodean catatan medis rawat jalan. Metode penelitian menggunakan korelasi dengan desain retrospektif, dengan instrumen daftar periksa untuk pengumpulan data. Sampel terdiri dari 100 catatan medis rawat jalan dari Desember 2023 hingga Februari 2024. Analisis data menggunakan uji statistik Kendall's tau untuk menunjukkan hubungan yang signifikan antara penulisan diagnosis dan penyelesaian pengkodean catatan medis rawat jalan (p<0.05). Hasil menunjukkan nilai signifikansi <0.001 dan rasio peluang 66,7. Hal ini berarti penulisan diagnosis oleh dokter dapat mempengaruhi penyelesaian pengkodean hingga 66,7 kali lipat. Faktor lain yang dapat mempengaruhi penyelesaian pengkodean adalah beban kerja petugas rekam medis dan diagnosis yang kosong atau tidak diisi pada kolom diagnosis di sistem. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penulisan diagnosis oleh dokter dan penyelesaian pengkodean rekam medis rawat jalan. Rekomendasi dari studi ini meliputi pengecekan ulang hasil pemeriksaan oleh petugas pengkodean, standarisasi penulisan diagnosis sesuai dengan terminologi medis seperti ICD-10 dan SNOMED-CT, serta evaluasi rutin akurasi penulisan diagnosis, SPO, dan buku singkatan diagnosis standar