cover
Contact Name
Anggara Setya Saputra
Contact Email
anggara@unwiku.ac.id
Phone
+6281392800058
Journal Mail Official
mida@unwiku.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Beji Karangsalam No.25, Dusun III, Karangsalam Kidul, Kec. Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
ISSN : 14114461     EISSN : 28307267     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi menerbitkan artikel hasil penelitian tentang administrasi publik. Namun tidak terbatas pula kepada: Kebijakan Publik Manajemen Publik Layanan Publik Birokrasi Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Daerah Politik Tata Kelola Pemerintah
Articles 112 Documents
IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDI KASUS DI KANTOR KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS) Dwi Astuti Nurhayati
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 11, No 2 (2014): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/da.v11i2.11

Abstract

Penyelenggaraan pemerintah daerah sebagai subsistem pemerintahan  negara dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi  penyelenggaraan pemerintahanan dan pelayanan kepada masyarakat. Di Era Reformasi, pembentukan sistem kepemerintahan pusat dan daerah otonom bagi manajemen kepemerintahan salah satunya diatur melalui Undang-Undang  Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Penerapan peraturan terebut dapat dilihat dari akuntabilitas dan transparansi salah satunya di bidang birokrasi kepemerintahan. Hal ini sebagai wujud dari bentuk disiplin Pegawai Negeri Sipil sebagai unsur aparatur negara dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggungjawab.Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk mampu disiplin dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Untuk mengatur disiplin Pegawai Negeri Sipil dikeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang saat ini telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Peraturan  Pemerintah ini pada dasarnya ditetapkan untuk membangun kepatuhan Pegawai Negeri Sipil terhadap semua peraturan. Dalam Peraturan Pemerintah tersebut dituangkan peraturan Pegawai Negeri Sipil sebagai aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat untuk memiliki karakteristik setia dan taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar  1945 serta Negara dan Pemerintah. Disiplin itu dibuat untuk bersatu padu, bermental baik, berwibawa, berdaya guna, berhasil guna, bersih, bermutu tinggi, sadar akan tanggungjawab yang strategis, untuk menyelenggarakan tugas Pemerintah dan Pembangunan. Oleh karena itu, Pegawai Negeri Sipil diharuskan memiliki disiplin tinggi khususnya  dalam mentaati tata tertib dan norma-norma yang diwujudkan dari masuk dan pulang kerja tepat waktu, bekerja dan memberikan pelayanan secara baik, memuaskan, bestandar, transparan, dan terbuka serta setia dan tidak melanggar hukum.
PROSES PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) DI KELURAHAN PABUARAN, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA Andri Trianfano; Dwi Astuti Nurhayati
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 17, No 2 (2020): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/da.v17i2.27

Abstract

AbstrakPelaksanaan program KUBE yang diinisiasi oleh pemerintah sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat selama ini belum dapat berjalan secara maksimal. Berbagai yang permasalahan kerap muncul dan menghambat berjalannya kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya-upaya ketua dan anggota KUBE Buaran Jaya dalam manajemen sumber daya manusia untuk menjaga keberlangsungan kelompok menggunakan perspektif General Administrative Management Theory dari Henry Fayol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Purposive sampling digunakan untuk memilih informan, dan analisis data dilakukan menggunakan metode interaktif. Hasil menunjukkan bahwa dalam ramelakukan proses manajemen SDM di dalam kelompok, ketua melakukan proses perencanaan yang berguna untuk mengetahui kebutuhan dan kemampuan SDM sesuai dengan kompetensinya, pengorganisasianuntuk menghindari tumpang tindih peran antar anggota, pengarahan untuk membuat anggota bekerjasama dengan baik guna mencapai tujuan kelompok, pengendalian untuk mengukur sejauh mana tujuan yang sudah tercapai, pengembanganuntuk meningkatkan kualitas produksi usaha yang dijalankan, pemberian kompensasiuntuk menjaga produktivitas, dan integerasi serta pemeliharaan agar timbul rasa saling memiliki. Proses tersebut berdampak pada segi kelembagaan, sosial, dan juga ekonomi.Kata Kunci: KUBE, manajemen, sumber daya manusia AbstractThe implementation of the KUBE program conducted by the government as a solution to increase public welfare has not worked well so far. A lot of problems came up and hampering the group progress. This research aimed to identify the efforts of the leader and the member of KUBE Buaran Jaya in managing human resources to keep the group sustainability. This research used a qualitative method with a study case approach. The data collection has done through observation, in-depth interviews, and documentation. Purposive sampling was used to determine the informant, and the data analysis has done by an interactive method. The results show that in managing human resources within the group, the leader has done the planning process to know the needs and the competence of the member, organizing to prevent overlapping tasks between members, directing to make a good teamwork between members, controlling to measure the goals achieved, developing to increase the production quality, giving compensation to keep the productivity, integration and maintaining to build the sense of belonging between members. Those things impacted the organizational, social, and economic sector.Keywords: KUBE, management, human resources
Tanggung Jawab dalam Pelayanan Administrasi Desa Sartono -; Andri Trianfano
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 18, No 2 (2021): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.407 KB) | DOI: 10.56681/da.v18i2.45

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengangkat bahasan mengenai pelayanan administrasi desa merupakan tanggung jawab atau naluri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui analisis dokumen. Dari hasil analisis dapat dikonfirmasikan bahwa pelayanan publik bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi pengguna jasa pelayanannya. Pelaksanaannya dipercayakan kepada aparatur pemerintah tertentu atau aparat desa yang secara fungsional bertanggung jawab atas tugas dan fungsinya sehingga harus menunjukkan perilaku profesional, bukan sebaliknya berperilaku berdasarkan naluri yaitu mempertahankan kebiasaan-kebiasaan yang telah ada dan dilaksanakan secara turun temurun. Kata Kunci: Pelayanan, Administrasi, Tanggung Jawab Abstract The purpose of writing this scientific paper is to raise the discussion about village administration services as a responsibility or instinct. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection through document analysis. From the results of the analysis it can be confirmed that public services aim to provide satisfaction for service users. Its implementation is entrusted to certain government officials or village officials who are functionally responsible for their duties and functions so that they must show professional behavior, not vice versa, behave based on instinct, namely maintaining habits that have been there and carried out for generations. Keywords: Service, Administration, Responsibilities
ANALISIS KINERJA BIROKRASI PELAYANAN PUBLIK (STUDI KASUS DI BADAN PENANAMAN MODALDAN PERIJINAN PERUSAHAAN KABUPATEN BANYUMAS) Ekaswati Susilaningsih
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 12, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/da.v12i2.6

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Kinerja Birokrasi Pelayanan Publik (Studi Kasus di Badan Penanaman Modan dan Perijinan Perusahaan Kabupaten Banyumas). Penelitian ini dilakukan di Badan Penanaman Modal dan Perijinan Perusahaan Kabupaten Banyumas. Permasalahan yang dianalisa yaitu seberapa jauh kinerja birokrasi publik di badan penanaman modal dan perijinan perusahaan? Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa jauh kinerja birokrasi publik di badan penanaman modal dan perijinan perusahaan Kabupaten Banyumas.Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja adalah tingkat akuntabilitas, tingkat responsivitas, dan orientasi pada pelayanan. Metode yang di gunakan adalah diskriptif kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akuntabilitas, tingkat responsivitas, dan orientasi pada pelayanan sangat rendah. Hal ini mengindikasikan adanya kinerja pelayanan publik yang rendah. Kata kunci: kinerja, akuntabilitas, responsivitas dan orientasi pada pelayanan. 
PENGENDALIAN MASALAH PADA PENANGANAN PGOT DI KABUPATEN BANYUMAS Sartono -; Emiraldo Win Pazqara; Emilius Gudonohadi
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 17, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/da.v17i1.22

Abstract

AbstrakPenulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengangkat bahasan mengenai pengendalian masalah dalam penanganan PGOT (Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar) di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil analisis dapat dikonfirmasikan beberapa hal diantaranya: pertama, dari aspek kesukaran-kesukaran teknis, kendala utama dalam menangani PGOT di jalan ini adalah sulitnya merubah pola pikir. Kedua, dari aspek keragaman perilaku kelompok sasaran, yakni munculnya fenomena baru yaitu gerombolan anak-anak ‘Punk’ yang melakukan aktivitas seperti mengamen dan meminta-minta kepada para pengguna jalan. Ketiga, dari aspek proporsi jumlah kelompok sasaran dari kebijakan, bahwa dari data statistik dua tahun terakhir, terjadi penurunan jumlah PGOT di Kabupaten Banyumas dengan cukup signifikan. Keempat, dari aspek perubahan perilaku yang diharapkan, yakni adanya perubahan mindset/pola pikir dari kedua belah pihak yakni peminta-minta dan masyarakat dengan pemberian sanksi yang mengikat termasuk pembinaan rohani kepada para PGOT.Kata Kunci: penanganan, PGOT, penyakit masyarakat.  AbstractThe writing of this scientific paper aims to raise the subject of controlling problems in handling PGOT (Beggars, Homeless and Neglected People) in Banyumas Regency. The method used in this research is descriptive qualitative by collecting data through interviews, observation and documentation. From the results of the analysis it can be confirmed several things including: first, from the aspect of technical difficulties, the main obstacle in dealing with PGOT on the street is the difficulty of changing the mindset. Second, from the aspect of the diversity of the target group's behavior, namely the emergence of new phenomena, namely the 'Punk' kids group who carry out activities such as busking and begging for road users. Third, from the aspect of the proportion of the target group of policy, that from the statistical data of the last two years, there has been a significant decrease in the number of PGOTs in Banyumas Regency. Fourth, from the aspect of expected behavioral change, namely a change in mindset from both parties, namely the beggar and the community by giving binding sanctions including spiritual guidance to the PGOT.Keywords: handling, PGOT, community desease. 
PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN ORGANISASI, MOTIVASI KERJA, DAN PENGAWASAN TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM ZONA INTEGRITAS DI POLRES BANYUMAS Lutvi Riyandari
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 18, No 1 (2021): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.341 KB) | DOI: 10.56681/da.v18i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan pengawasan terhadap efektivitas Program Zona Integritas di Polres Banyumas. Hipotesis dalam penelitian ini: 1. Kompetensi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas program Zona Integritas. 2 Komitmen Organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap program Zona Integritas. 3. Motivasi kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhdap efektivitas program Zona Integritas. 4. Pengawasan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas program Zona Integritas. 5. Kompetensi, Komitmen Organisasi, Motivasi Kerja, dan Pengawasan bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas program Zona Integritas di Polres Banyumas. Responden/ sampel adalah sebagian anggota Kepolisian Polres Banyumas dengan menggunakan cluster random sampling. Teknik statistik dengan menggunakan Korelasi Product Moment, Regresi Linier Sederhana, dan Regresi Linier Berganda.Temuan riset menyimpulkan bahwa variabel kompetensi mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. Probabilitasnya dibawah 0,05 (0,00 < 0,05), variabel komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. Probabilitasnya dibawah 0,05 (0,00 < 0,05), variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. Probabilitasnya dibawah 0,05 (0,00 < 0,05), variabel pengawasan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai sig. Probabilitasnya dibawah 0,05 (0,00 < 0,05), berarti hipotesa pertama, kedua,ketiga, dan keempat diterima. Variabel kompetensi, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan pengawasan mempunyai pengaruh yang signifikan dengan nilai Fhitung >Ftabel (4,574 > 2,332), dan nilai R Square sebesar 0,819 / 81,9%, berarti hipotesa kelima diterima. Implikasi hasil penelitian dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan pengawasan agar program Zona Integritas dapat terus dipertahankan. Serta hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi Polres atau instansi lain yang akan melaksanakan program pembangunan Zona Integritas. Kata Kunci: efektivitas program, kompetensi, komitmen organisasi, motivasi kerja, dan pengawasan. SUMMARY This study aims to determine the effect of the competence, organizational commitment, work motivation, and control of the effectiveness of the Integrity Zone Program in Banyumas Regional Police Station. The hypotheses in this study are: 1. Competence has a significant effect on the effectiveness of the Integrity Zone program. 2 Organizational commitment has a significant effect on effectiveness of the Integrity Zone program. 3. Work motivation has a significant effect on the effectiveness of the Integrity Zone program. 4. Control has a significant effect on the effectiveness of the Integrity Zone program. 5. Competence, Organizational Commitment, Work Motivation, and Control altogether have a significant effect on the effectiveness of the Integrity Zone program at the Banyumas Regional Police Station.Respondents / samples are some members of the Banyumas Regional Police Station using cluster random sampling. The statistics approach using in this study are Product Moment Correlation, Simple Linear Regression, and Multiple Linear Regression.The study found a conclusion that the competence variable has a significant effect on the value of sig. The probability is below 0.05 (0.00
Analisis Pelaksanaan Program Raskin di Kelurahan Purwokerto Wetan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas Ambari -
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 13, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/da.v13i2.1

Abstract

Program raskin merupakan bagian dari program perlindungan sosial masyarakat dengan tujuan utama mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran (RTS) melalui penyaluran beras bersubsidi.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berlokasi di Kelurahan Purwokerto Wetan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Informan adalah aparat pelaksana program raskin di Kelurahan Purwokerto Wetan dan Kepala RTS-PM. Analisis dilakukan dengan model interaktif.Berdasarkan analisis data, kesimpulan yang dapat diambil adalah (1) Aspek komunikasi: implementor program adalah Lurah, Sekretaris Kelurahan, Kasi Permas dn Bidang Pelaksana Penyaluran; sosialisasi program dilaksanakan secara intens di awal program melalui forum rapat RT; (2) Aspek sumber daya: tingkat pendidikan implementor cukup memadai dan berkompeten; Kemampuan pendanaan baru memenuhi 50% dari seluruh kebutuhan; (3) Aspek disposisi: kejujuran dan komitmen pelaksana program cukup baik. Akses masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, keluhan berkaitan dengan pelaksanaan program cukup terbuka; (4) Struktur organisasi pelaksana program cukup sederhana sehingga koordinasi, pengawasan dan pengendalian program cukup efektif. Kata kunci:   implementasi program, komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi
Kinerja Pegawai pada Kantor Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Dwi Astuti Nurhayati; Setyowati -
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 17, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56681/da.v17i1.17

Abstract

AbstrakTercapainya tujuan organisasi sangat ditentukan dari kinerja dan keefektifan pegawai dalam menjalankan tugas. Kecamatan sebagai salah satu unsur pemerintahan tidak luput dari konsep dasar pelayanan yang harus dilakukan dengan cepat, benar dan aman karena kebutuhan masyarakat yang semakin banyak dan kompleks sehingga mengharuskan pegawai untuk menjaga dan meingkatkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja pegawai di Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan informannya adalah pegawai di kantor kecamatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja di Kecamatan Purwokerto Selatan dapat dikatakan baik, namun masih ada masyarakat yang kurang mengerti terkait persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi, untuk itu perlu adanya sosialisasi dan membangun komunikasi yang baik antara pegawai dan masyarakat, serta perlu penambahan sarana prasarana yang mendukung kinerja pegawai.Kata Kunci: kinerja, mutu pekerjaan, kejujuran, inisiatif.AbstractThe achievement of organizational goals is largely determined by the performance and effectiveness of employees in carrying out tasks. Subdistricts as one of the elements of government cannot escape from the basic concept of service that must be done quickly, correctly and safely because of the increasingly large and complex needs of the community that require employees to maintain and improve their performance. This study aims to describe the performance of employees in the District of South Purwokerto, Banyumas Regency. The method used in this research is descriptive qualitative, while the informants are employees in the district office. The results showed that the performance in South Purwokerto Subdistrict could be said to be good, but there were still people who did not understand the requirements that had to be completed, for this reason there was a need for socialization and building good communication between employees and the community, and the need for additional infrastructure to support employee performance.Keywords: performance, quality of work, honesty, initiative.  
Efektivitas Pelayanan Informasi Perizinan Melalui Website (www.dpmptsp.tegalkab.go.id) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal Johar Mamuri; Merintha Suryapuspita
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 18, No 1 (2021): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.335 KB) | DOI: 10.56681/da.v18i1.34

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas tentang Efektivitas Pelayanan Informasi melalui Website (www.dpmptsp.tegalkab.id) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi putaka dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas pelayanan informasi perizinan secara online di DPMPTSP Kabupaten Tegal terlihat belum berjalan secara efektif karena kurangnya sarana prasarana, terbatasnya biaya dan masih sedikitnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi informasi. Kata Kunci : Efektivitas, Pelayanan Publik, Perizinan. ABSTRACT The purpose of this study is to discuss the effectiveness of information services through the website (www.dpmptsp.tegalkab.id) at the Tegal Regency Investment and One Stop Integrated Service (DPMPTSP). The research method used is descriptive method with a qualitative approach with data collection techniques through observation, literature studies and interviews. The results of the study show that the effectiveness of online licensing information services at the Tegal Regency DPMPTSP does not appear to be running effectively due to the lack of infrastructure, limited costs and the lack of human resources with special expertise in the field of information technology. Keywords: Effectiveness, Public Service, Permissions.
TATA KELOLA PROGRAM PENANGANAN COVID-19: PERAN DAN KESIAPAN KELURAHAN DALAM MENGHADAPI GELOMBANG PERTAMA COVID-19 Nikki Prafitri
Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA) Vol 19, No 1 (2022): Majalah Ilmiah Dinamika Administrasi (MIDA)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.116 KB) | DOI: 10.56681/da.v19i1.52

Abstract

Governance is a pattern of interaction and program management with the involvement of other parties outside the government. Good governance can be done by implementing important aspects such as participation, accountability, transparency, and responsiveness. The Covid-19 pandemic is a global problem that requires handling from various lines of government, including the urban village as a street-level bureaucracy. The Covid-19 handling program is managed well because it increases Covid-19 cases and carries out major social obligations. The purpose of this study was to determine the governance of the Covid-19 handling program at the village level. The method used is the descriptive qualitative research method. The results showed that the governance of the Covid-19 handling program in the Banjaragung Urban Village was quite good, however, optimizing the success of its governance in managing leadership and the role of the urban village government, synergy between the urban village government and the community in preventing hoax news, assistance in assistance between the urban village government and the community and solid cooperation between the urban village government and the smallest units of government. Keywords: Governance, The Role of the Urban Village Government, Handling Covid-19

Page 4 of 12 | Total Record : 112